The Festival Of Insignificance

Bulan Februari adalah bulannya Oscar. Setelah digempur baca 32 buku bulan lalu, sebenarnya kini saya sedang menurunkan kuantitas baca karena dikejar tonton-ulas film-film kandidat Academy Award. Masih setengah bulan, tapi aura baca ternyata masih membuncah. Apalagi tahun ini saya dapat kado istimewa karena buku-buku di Bus Taka, Taman Kota Galuh Mas ternyata sudah boleh baca-pulang, sehingga kini saya punya banyak sekali alternatif bacaan. Tapi tetap, budget beli buku bulanan masih diadakan. Bulan ini saya beli sembilan buku, lima diantaranya dari Penerbit Trubadu, empatnya beli langsung ke Penerbit Bandung ini – beli daring sih tapi tak lewat toko buku manapun, empat beli daring dari Paperbook Plane, Yogyakarta via Shoope yang free ongkir, satunya dari Gramedia. dua pinjam, sudah selesai lahap dan rasanya akan kontinyu. Festival Februari, bulan penuh cinta.

#1. The Last Song – Nicholas Sparks

Pengalaman pertama dari Sparks yang tak terlalu berkesan. Benar-benar kisah yang standar cinta-cintaan remaja. Aneh sekali, sukses diadaptasi film. Berarti di Amerika sono tak jauh beda di sini, best seller dan laris di bioskop belum tentu berkualitas. Kisah cinta ayah-putrinya sih Ok, bagus. Tapi saat cerita merajut antara Ronnie yang alay dan Willy yang borjuis menegenakan topeng warga biasa, semua klise. Dari keluarga broken home, mendapatkan pangeran kaya raya. Sederhana sekali. Sangat mengada dan yah, disampaikan dengan tuturan baca malas.

#2. Telembuk – Kedung Darma Romansha

Sebagai finalis Kusala Sastra Khatulistiwa 2017 buku ini memang sudah kuincar tahun lalu saat kandidat mengerucut. Sub title-nya sangat berani: ‘Dangdut dan kisah cinta yang keparat’. Tentang Indramayu yang pasti, ya wong Penulisnya kelahiran situ. Dangdut, dunia prostitusi, pemabuk, tukang kelahi. Buku pertama Indie Book Corner yang kubeli, dan akan baca.

#3. Kelir Slindet – Kedung Darma Romansha

Nah, saya menemukannya ga sengaja di Bus Taka, saat Minggu sore iseng pilih pilah. Dinikmati kurang dari 24 jam, dan dari sinilah saya tahu arti telembuk – pelacur. Selesai baca, ada yang mengganjal. Ga tuntas, mungkin karena buku satu jadinya menggantung, apakah buku duanya telembuk? Segelnya masih terpasang. Sebagai novel pemenang sayembara roman Tabloid Nyata 2014. Kisah cinta remaja dari Indramayu, katanya sih fiksi tapi dibuat senyata di sekitar kita, sekitar Pantura lebih pasnya. Tentang anak telembuk yang cantik berbibir merah kepudung yang memikat semua orang, termasuk kedua anak Pak haji. Good idea, review lengkapnya akan segera hadir di sini, sebelum kukembalikan tentunya.

#4. The Festival Of Insignificance – Milan Kundera

Pesta Remeh Temeh. Buku kedua Milan Kundera yang kubaca setelah Kitab Lupa dan Gelak Tawa. Kubaca kilat karena memang tipis. Masih bagusan Kitab Lupa yang rumit, padat dan benar-benar berbobot. Pesta Remeh terlalu singkat, kisah yang sederhana. Tapi Kundera tetaplah Kundera, jaminan kualitas. Buku pertama terbitan Trubadur yang beli-baca.

#5. Ignorance: Novel – Milan Kundera

Tahun ini saya meyakini Kundera akan meraih sesuatu yang prestise – feelingku sering meleset tapi sekali kena menjelma macam rudal, akan terus mengikuti, maka wajar saya kejar baca semua bukunya. Dialihbahasakan menjadi Kealpaan. Baru malam ini sampulnya dibuka Hermione, mari kita nikmati.

#6. Three Sisters – Anton Chekov

Buku pertama terbitan Kala Buku yang kubaca. Penerbit yang fokus ke teater? Setelah terpesona kumpulan cerpen: Kisah Cinta dari Rusia, novel 3 Tahun, kini saya melengkapi dengan naskah sandiwara. Tiga Saudari sudah lama sekali saya idamkan ke Bahasa Indonesia, dan terwujud baca bulan ini. Rilis istimewa tanggal 31 Januari 2018, saya selesaikan lahap 13 Februari. Waa… update. Beruntungnya kita hidup di era digital serba isntan, canggih dan luar biasa melimpah pilihan hiburan (baca).

#7. Ratu Sekop – Iksaka Banu

Salah satu kumpulan cerpen terbaik yang pernah kubaca. Finalis Kusala Sastra Khatulistiwa 2017. Terbitan Marjin Kiri yang lagi-lagi memuaskan. Benar-benar buku bagus ini, sebagian besar adalah cerpen yang sudah muncul di media cetak, hanya tiga dari 13 yang baru pertama rilis. Emang kualitas sih yang membawa keabadian. Kisah-kisah absurd dari era masa depan yang aneh di negara fiktif kita, pelukis nyentrik yang memburu mahakarya sampai sutradara kawakan yang menikahi aktris muda dalam film noir. Paket komplit yang meriah. Keren! Nantikan ulasan lengkapnya, segera.

#8. Potret Diri – Atasi Amin

Saya tak romantis. Tapi entahlah, buku-buku puisi mengalir satu per satu, perlahan memasuki rak buku keluarga. Potret Diri adalah kumpulan puisi terbaru yang kubeli. Dari Penyair kawakan Bandung Atasi Amin, buku pertama beliau yang akan kunikmati.

#9. The English Patient – Michael Ondaatje

Yup. Ini adalah dasar utama film pemenang Oscar yang itu. Filmnya luar biasa, keren. Ada adegan memilukan di gurun, ada adegan sunyi sedih dalam perjalanan. Itu dalam film, seni tulisnya semoga jauh lebih hebat. Dari Penulis yang sudah memenangkan Booker Prize, dengan setting pasca Perang Dunia Kedua. Rasanya sangat meyakinkan.

#10. Panggilan Telepon – Robert Bolano

Kumpulan cerpen lagi. Sejujurnya saya awam dengan nama ini. Karena saya sering dikejutkan sesuatu yang tak familiar, rasanya Penerbit sekelas Trubadur pastinya memilah buku berkualitas untuk dialihbahasakan. See…

#11. Roncean Syair Perempuan – Komunitas Penulis Perempuan Indonesia

Berarti ada dua buku kumpualn puisi dalam daftar ini. Mengangkat tema yang beragam, tentang perempuan. Benarkah unik? Semoga menarik. Ketelitian dan keapikan? Baiklah, sekali lagi, see…

Karawang, 140217 – Avril Lavigne – One of Those Girls

Iklan

One thought on “The Festival Of Insignificance

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s