#JanuariBaca

#JanuariBaca
Awalnya cuma iseng mau hitung berapa baca buku tahun ini dengan hastag #2018lazionebaca di ig lazione.budy lha, ternyata kebablasan hitungannya per hari kok kekejar terus bisa satu buku. Pas di seminggu awal tahun di buku Ontologi langsung kepikiran, ‘Ok deh mulai tahun ini bulan Januari kujadikan #JanuariBaca’. Ini adalah Event tahunan berikutnya guna menikmati hidup selain bulan Februari sebagai bulan Oscar, #30HariMenulis untuk Juni sebagai tribute bulan lahir sayangku Sinna Sherina Munaf dan 31 Maret menyusun 14 film terbaik tahun sebelumnya.
Karena perdana, susunan bukunya acak, agak curang cari buku tipis, dan kurang konsisten per hari satu buku. Beberapa dari pinjaman, banyak dari yang koleksi lawas yang ga sempat kubaca, beberapa lagi bahkan dari beli langsung lahap. Ada yang dirapel sehari tiga buku sederhana, bisa tiga sampai lima hari dapat sebuku, sampai akhirnya malah kebablasan di tanggal 31 ini malah dapat 32 buku. Anggap saja 31 + 1 bonus. Yo wes, tahun depan kita atur lebih rapi. Jadi inilah buku-buku yang menemaniku sepanjang Januari 2018 ini.
#1. The Ocean at the End of the Lane – Neil Gaiman
Sudah kureview, karena memang awalnya berjalan seperti biasa. Buku pertama, buku terbaik di daftar ini. Tak pernah mengecewakan emang Gaiman ini. Tentang fantasi lawas dari permulaan penciptaan bumi sampai era sekarang, di mana waktu bisa dilipat, dimensi bisa dijelajah dan ranting yang bercabang seakan kompas yang melenting.
#2. Comedy Apparition – Ginger Elyse Shelley
Menyesal saya membawa pulang buku ini. Beli di pameran yang menyediakan berlimpah buku sastra berkelas, saya justru menentengnya ke kasir buku remaja norak ini. Sihir yang mengekor segala aturan fantasi. Ditulis remaja lokal dengan setting luar negeri, konflik tak ada. Datar, menyedihkan.
#3. Lacasa de Papel – Carlos Maria Dominguez
Nah, buku tipis yang sangat amat bagus. Bagiamana buku mengakibatkan kematian seorang dosen. Bagaimana buku mempengaruhi seorang kakek yang membuatnya membuat rumah kertas. Buku-buku disemen, dibangun rumah dekat pantai. Frustasi akut, imaji – sebuah daya khayal yang melebihi beban.
#4. Fear Street Saga #2: The Secret – R.L. Stine
Bagian kedua dari saga terciptanya kota seram Fear Street. Mungkin karena timing-nya yang ga pas. Bagian pertama kubaca saat lulus sekolah, di mana waktu melimpah, daftar baca menipis. Sekarang sebaliknya. Sehingga tergencet sama buku berkualitas lain. Balas dendam keluarga Fier dan Goode yang tak kunjung padam, saling lempar kutuk dan mantra jahat dari generasi ke generasi.
#5. Rahasia Di Balik Kesuksesan Para Maestro Penulis Besar Dunia – Jingga Gemilang
Tak inspiratif, tak menggugah. Tak seperti stempel jual di kover. Nyaris semua isi ada di website, hostori bagaimana para penulis menerbitkan buku dan efeknya. Wikipedia menyediakannya, Google menumpahkan informasinya, berlimpah ruah. Sayang sekali…
#6. Ontologi – Toni Doludea
Lumayan juga untuk pengenalan dasar filsafat. Rangkuman teori cabang filsafat yang bervitamn. Kukira ditulis oleh bule, ehh ternyata lokal. Sub judul di kovernya tak bohong: ‘Sebuah Penuturan Sederhana.’
#7. Fear Street: All Night Party – R.L. Stine
Saya jamin tahun depan tak akan ada nama Penulis sama dalam satu event. Anggap saja ini khilaf. Buku lama yang tercyduk dalam tumpukan koleksi. Khas kaget-kagetan Stine. Awalnya sangat menjanjikan, tebak-tebakan pembunuhan di pesta ulang tahun. tiap ganti bab menggantung. Sayangnya, seakan Stine menemukan tombol ‘urgent’ untuk diklik agar segera menutup kisah sehingga anti-klimak.
#8. Die Clock elm Sturm – Victor Hugo
Buku kedua sang maestro cerita dari Perancis. Seorang anak diturunkan paksa dalam pelayaran saat kapal mengangkat jangkar. Seakan kecamuk badai dan petir bersatu untuk menunjukkan kuasa. Kapal itu terancam karam dan hilang dalam taufan.
#9. Big Little Lies – Liane Moriarty
Wow, just wow. Kupaksakan beli di hari yang sama saat pengumuman pemenang Golden Globe 2018. Adaptasi buku ini menang di kategori bergengsi ‘Best miniseries or TV Movie’ serta menghantar Nicole Kidman membawa pulang piala best actress tv series. Kubaca dalam lima hari yang padat. Buku tertebal yang cara lahapnya penuh deg-degan, penuh dusta-dusta kecil yang harus diungkap.
#10. The Popcorn Pirates – Alexander McCall Smith
Sengaja mengantar Hermione ke taman kota Galuh Mas di Sabtu cerah di tengah hari, kubiarkan ia main perosotan dan ayunan, kuawasi dengan meminjam buku dari bus taka. Kisah anak-anak yang sukses membekuk para perompak, dengan memasak popcorn?
#11. The Little Secret That Change Your Life – Joann Davis
Tutur pinutur nasehat pakar tentang makna hidup. Bagaimana balap tikus, siapapun pemenangnya tetaplah tikus. Sekeras apapula kamu menikmati hiudp, akan ada akhir. Ada regenerasi, ada agen perubahan. Tak terlalu menggugah hidup sih.
#12. Charnicle of a Death Foretold – Gabriel Garcia Marquez
Dibaca di Masjid Al Jihad saat menunggu Meyka ikut rapat koperasi. Tentang pernikahan mewah anak orang kaya dengan wanita dari keluarga biasa namun memiliki kecantikan luar biasa. Tentang pembunuhan di pagi hari yang sudah terprediksi.
#13. The Tale of Two Bad Mice – Beatrix Potter
Tentang dua tikus yang mengacak-acak rumah yang ditinggal kosong penghuninya. Cergam khas anak, ilustrasinya keren sekali.
#14. A Werewolf Boy – Kim Mi Ri
Novel asal Korea Selatan pertama yang kubaca. Mencipta makhluk yang kemudian bisa mencinta, bisa punya perasaan dan janji setia. Endingnya sedih sekali, drama.
#15. Warm Bodies – Issac Morris
Filmnya sudah ada, novel pinjaman teman sekerja. Aturan baku manusia zombie, drakula, vampir, atau apalah. Kemudian mencinta dan kisah khas remaja yang seolah teriak, ‘Dengan kekuatan cinta segalanya tak ada yang msutahil.’
#16. Ketrampilan Berkomunikasi Antar Pribadi – Astrid French
Ini adalah buku non fiksi yang kalau ga kupaksakan baca kemungkina mengedap. Maka saya selesai kilat. Seperti kata Shaw: ‘Bukan apa yang Anda katakan, tapi cara Anda mengatakannya.’
#17. 24 Jam Bersama Gaspar – Sabda Armandion
Kisah detektif yang tampak membingungkan, namun sebenarnya enggak juga. Buku terbitan Mojok pertama yang kulahap. Tak butuh waktu 24 jam untuk ikut petualangan Gaspar. Salute sama #BudiAlazon tokoh unik yang mirip Kane.
#18. The Last Window Giraffe – Peter Zilahy
Kisah Eropa Timur yang bergolak, terpecah dan mencoba berdikari. Bukan novel biasa, disusun bak sebuah kamus, tapi dengan dominasi huruf konsonan.
#19. Humor Di Tempat Kerja – Terry L Paulson
Diluardugaan bagus banget euy. Buku motivasi klasik yang unik, making humor work. Memberi banyak trik, banyak kutipan bagus dan teori sehat dalam bekerja.
#20. Nyanyian Ilalang – Andi Tenri Ayumayasari
Pengulangan Pahat Hati yang mengecewakan. Masih berkutat pacaran, masih tentang sekolah yang tak singgung dengan kekuatan belajar dan boyband Bandung Smash di mana-mana. Bah!
#21. All Through The Night – Mary Haggins Clark
Sebenarnya susunan kisahnya lumayan bagus, penuh teka-teki pemecahan kasus pencurian, hilangnya bayi di depan Gereja dan kejahatan pemalsuan surat wasiat. Sayang sekali, alurnya sangat amat mudah ditebak. Mary Haggins tak membuat rencana cadangan.
#22. The World of Chrestomanci: Charmed Life – Diana Wynne Jones
Akar utama kisah Harry Potter. Sekolah sihir, ‘Kau Tahu Siapa’, darah naga, fantasi dunia antah yang menakjubkan. Sayang hanya 1/3 akhir buku ini mewujud konflik. Bagaimana korek apinya baru muncul dan sang villain utama yang terlampau mudah keok.
#23. Penyair Midas – Nanang Suryadi
Kumpulan puisi yang hhmm.. ya gitulah. Saya tak puitis, saya kurang romantis sehingga topik puisi adalah kemewahan. Saya tak terlalu suka yang mewah-mewah, sehingga bacanya ngalir, lempeng dan tak terlalu membekas.
#24. Rachel & Miriam – Kahlil Gibran
Buku pertama yang kubaca dari Penyair Lebanon yang fenomenal ini. Seorang pendeta terusir dari biara, menemukan cinta dan kekuatan di sebuah keluarga: ibu dan putri yang yatim. Mudah ditebak mereka akan saling mencinta dan kekuatannya akan meruntuhkan otoriter kekuasan lalim.
#25. Princess Katies Kittens – Julie Sykes
Poppy, kucing yang bisa berfikir tapi tetap aturan bahasa meow. Seorang pangeran datang berkunjung, tak akrab. Hingga sebuah maze menyatukan mereka.
#26. The Art of Deception – Nora Roberts
Cinta. Nafsu. Art. Harlequin emang gitu. Untungnya kali ini dominan art-nya ketimbang nafsu birahi sehingga masih layak dilahap.
#27. Dragonball Evolution – Stacia Deutsch & Rhody Cohon
Adaptasi ngawur mahakarya Akira Toriyama. Novel junior yang terbengkelai hingga 9 tahun. Filmnya hancur lebur jadi hujatan kritikus. Buku ini ya, sama saja. Ngaco kelas berat.
#28. Diary Plagiat Kambuhan – Joshua Riwu Kaho
Seingat saya, dulu kubeli karena ada dalam satu paket bukunya Dean Koontz jadi semacam bonus. Lihat kovernya aja sudah mual. Pinky, judulnya bikin muntah. Isinya? Yah, gitulah. Hedon style remaja yang hobi pacaran. Untungnya tata letak kejutnya lumayan OK.
#29. Menjemput Rezeki – Ippho Santosa & Tim Khalifah
Inilah buku terburuk dari daftar ini. Lebih layak disebut album foto narsis yang norak ketimbang sebuah karya tulis. Entah apa yang ada di benak sang motivator, menerbitkan template foto-foto pamer keliling dunia di sosmed kedalam media cetak dan dijual mahal. Entah isi CD-nya apa yang jelas album foto gini tak layak baca, tak layak koleksi, patutnya ditaruh di rak keluarga saja tak usah dijual. ‘Menjelajah 5 Hikmah Tersembunyi’ alias ‘Pamer Menjelajah 5 Benua.’
#30. Summer – Albert Camus
8 esai yang berbobot. Kelas berat. Makluk dari pemenang Nobel Sastra. Dari tanah kelahiran sang maestro absurd di Aljazair. Dunia tampak tak normal dalam pandangan, dan benar sungguh unik pemikirannya.
#31. Pulang – Happy Salma
Dibaca santai di senja tengah pekan di Taman Kota Galuh Mas. Berisi 8 cerpen yang tak biasa. Kenapa gaungnya tak terdengar ya, ini ditulis selebritis lho. Tak sebuah pesohor televisi kita bisa menulis cerita, dan hebatnya beberapa sungguh bagus. Shock.
Bonus — #32. Dilan – Pidi Baiq
Dibaca dalam dua kali kesempatan, pertama di tengah bulan dapat 1/3. Kedua, sisanya malam ini. Kubaca di Gramedia World Karawang saat dunia sedang menyaksikan Gerhana Bulan Total. Yah, isinya rayuan gombal. Buku yang bisa jadi panduan aji aji memikat wanita.
Nantikan review lengkapnya satu demi satu di blog ini. Ciao #JanuariBaca
Karawang, 010218 – Green Day – Misery

Iklan