Pekan Ke 22: Milan Vs Lazio

Pekan Ke 22: Milan Vs Lazio.
LBP
0-3
Lazio sulit sekali menang di San Siro di Serie A. Sejauh ini lini serang the Great terbaik. Kemampuan itu akan diasah lagi, tanpa Immobile yang cedera. Nani waras?
Imoenk Milanisti
Milan 3-1 Lazio, Cutrone
Ahaaaaiiii Milan lawan tim terbaik, eh bukan, paling subur di italia.
Nomor 4 di eropa. Aseeekkkk saatnya adu galak. Inzaghi mau dicekik Rhino?
Fariz Forza Milan
Milan vs Lazio 2-1. Kessie
Max Bonaventura jelas akan berperan dalam bikin gol atau assist.
Saatnya Rhino GAbungan TUkang bakSO membuktikan kepiawaian dalam meracik tim melawan Tim kuat serie A, Lazio. Sementara Donnaruma diharapkan bisa meredam Nani yang sedang on 🔥
Calhuangnoglu
Milan 1-1 Lazio, Suso
Lazio tanpa Ciro ibarat induk ayam yang kehilangan anaknya. Ga semangat. Beruntung di menit-menit akhir Nani kembali menjadi penyelamat poin.
Zul Guci
Milan 1-4 Lazio, Nani
Tanpa Ciro siapa takut. Tanpa hadirnya Ciro hanya malah akan membuat Lazio menggila. Nani akan menjadi starter. Kolaborasinya dengan Felipe Anderson akan menjadi duet maut.
Wao
Milan 1-3 Lazio, Nani
Lazio tandang ke Milan.Yakin menang besar. Akhirnya menang juga 1-3.
Siska
Milan 2-2 lazio
Luis Alberto (n*ni who? 🤭)
Milan hobi kalah. Lazio hobi menang. Tapi, hasil akhir seri saja 😌
DC
Milan 2-1 Lazio
Kalinic
Kemenangan Milan berlanjut pekan ini. Walaupun Lazio ada di atas mereka di klasifika. San Siro akan hidup lagi.
Firman
Milan vs Lazio 1-3
Gol: Rodriguez
Analisa: Lazio bakal melanjutkan tren positifnya dalam laga melawan Tim macan ompong yang ditangani pelatih tanpa talenta. Kemungkinan besar Immo bakal menambah koleksi golnya di match ini untuk membuktikan kalau dia bukan striker jago kandang, tidak kalah sampai 5 goal saja sudah merupakan sebuah anugerah terindah di match ini.
Damar irr
Milan 1-2 Lazio. Parolo
Lazio masih akan melanjutkan tren positifnya. Immo masih menjadi andalan, kalau ga ada Immobile masih ada ada jajaran garis depan yang siap mengganti perannya sebagai goal getter. F. Anderson, Nani, L Alberto salah 3 nya dan kelemahan lini belang belakang Lazio semoga bisa d menjadi lebih baik di pekan ini.
AW
Milan 2-2 Lazio
Nani
Duel tim yang sama-sama on fire. Milan masih akan garang. Tapi pahlawan tetap Nani.
Arief
Milan v Lazio 1-2
Felipe Anderson
Lazio sedang onfire. Lazio tentu ingin melanjutkan tren ini. Meski tanpa Immobile, Lazio akan tetap berpesta
Bagas
Milan 3 – 2 Lazio, Andre Silva
Dosa besar kalau saya tidak ngejagoin Milan, bagaimanapun saya dulu Milanisti, dulu. Iya dulu.
Indah Santika
Milan v Lazio 1-2
Milinkovic-Savic
Milan sedang onfire. Lazio sedang onfire. Milinkovic Savic sedang onfire.
Takdir
Milan 0-1 Lazio
Parolo
Analisis: Dengan kekuatan hebat di semua lini Lazio saat ini, siapa bisa menghentikannya? Pekan ke 22 Lazio ke San Siro, yang pasti bukan Milan yang menghentikan. Inzaghi sudah banyak mencetak rekor positif. Rosonero bakal jadi korban keganasan Nani berikutnya.
Karawang, 280118

Iklan

#SaoirseForOscarWinner 

Tanggal 23 Januari sudah kutandai jauh hari. Seperti tanggal 4 Maret yang juga sudah ku antisipasi. Hari ini nominasi Oscar 2018 diumumkan. Banyak yang belum kutonton. Satu bulan lebih, waktu yang disediakan untuk melahap satu per satu. Dunkirk untuk best picture? Andalan utama di technical, kalau sampai juara kebangetan. Logan masuk best adapted screenplay, waaa.. Super hero of the year. Nominasi yang pantas. Daniel Day-Lewis, aktor kesayangan juri masuk lagi. Sebagai film perpisahan, wajib antisipasi. Aktris juga kesayangan juri Meryl Streep melaju (lagi) untuk ke 21 kalinya mendapatkan nominasi, rekor yang mustahil dikejar siapapun dalam seratus tahun ke depan. Apakah suatu hari Saoirse bisa? 23 tahun, tiga kali. 60 tahun 21 Nominasi? Yah siapa tahu, kemustahilan itu bisa pecah. Margot Robbie menuliskan sejarah pertamanya menjadi nominator. Untuk ke 14 kalinya Roger Deakins menampakkan diri dan tak pernah sekalipun menang, akankah Blade Runner 2049 jadi pemecah telurnya?

Film pendek Kobe Bryan muncul. Coco sudah di-lock juara animasi. Original score jelas mencantumkan Dunkirk, dan tanpa melihat musuh lain saya konsisten jagokan. Baby Driver menyempil di bagian teknis, ada tiga. Dan tentu saja dua film paling harus secepatnya dikejar leading pol posisi: The Shape Of Water (13 nominee) dan Three Billboards Outside Ebbing, Missouri (9 nominee). Tak ada Wonder Woman, tak ada Kingsman 2. Tak pula muncul nama Murder on the Orient Express.

Pastinya semua gegap gempita itu, luluh oleh Lady Bird. Mendapat lima kategori, dan empat diantaranya prestis. Sayangku, cintaku, manisku: Saoirse Ronan untuk ketiga kalinya masuk nominasi. Segala doa dan rapalan mantra akan kukerahkan untukmu sayang. #SaoirseForOscar

Siyap… Begitu Januari bulan baca berakhir, momen reguler menikmati film film Oscar dimulai. Semoga seru.

Berikut nominasi lengkapnya:

Best picture

Call Me By Your Name

Darkest Hour

Dunkirk

Get Out

Lady Bird

Phantom Thread

The Post

The Shape Of Water

Three Billboards Outside Ebbing, Missouri

Directing

Christopher Nolan (Dunkirk)

Jordan Peele (Get Out)

Greta Gerwig (Lady Bird)

Paul Thomas Anderson (Phantom Thread)

Guillermo Del Toro (The Shape Of Water)

Actress in a leading role

Sally Hawkins (The Shape Of Water)

Frances McDormand (Three Billboards Outside Ebbing, Missouri)

Margot Robbie (I, Tonya)

Saoirse Ronan (Lady Bird)

Meryl Streep (The Post)

Actor in a leading role

Timothee Chalamet (Call Me By Your Name)

Daniel Day-Lewis (Phantom Thread)

Daniel Kaluuya (Get Out)

Gary Oldman (Darkest Hour)

Denzel Washington (Roman J. Israel, Esq.)

Writing (original screenplay)

The Big Sick

Get Out

Lady Bird

The Shape Of Water

Three Billboards Outside Ebbing, Missouri

Writing (adapted screenplay)

Call Me By Your Name

The Disaster Artist

Logan

Molly’s Game

Mudbound

Animated feature film

The Boss Baby

The Breadwinner

Coco

Ferdinand

Loving Vincent

Music (original song)

“Mighty River” (Mudbound)

“Mystery of Love” (Call Me By Your Name)

“Remember Me” (Coco)

“Stand Up for Something” (Marshall)

“This is Me” (The Greatest Showman)

Documentary (feature)

Abacus: Small Enough To Jail

Faces Places

Icarus

Last Men In Aleppo

Strong Island

Documentary (short subject)

Edith + Eddie

Heaven Is A Traffic Jam On The 405

Heroin(e)

Knife Skills

Traffic Stop

Foreign language film

A Fantastic Woman

The Insult

Loveless

On Body And Soul

The Square

Actor in a supporting role

Willem Dafoe (The Florida Project)

Woody Harrelson (Three Billboards Outside Ebbing, Missouri)

Richard Jenkins (The Shape Of Water)

Christopher Plummer (All The Money In The World)

Sam Rockwell (Three Billboards Outside Ebbing, Missouri)

Actress in a supporting role

Mary J. Blige (Mudbound)

Allison Janney (I, Tonya)

Lesley Manville (Phantom Thread)

Laurie Metcalf (Lady Bird)

Octavia Spencer (The Shape Of Water)

Makeup and hairstyling

Darkest Hour

Victoria And Abdul

Wonder

Film editing

Baby Driver

Dunkirk

I, Tonya

The Shape Of Water

Three Billboards Outside Ebbing, Missouri

Visual effects

Blade Runner 2049

Guardians Of The Galaxy Vol. 2

Kong: Skull Island

Star Wars: The Last Jedi

War For The Planet Of The Apes

Music (original score)

Dunkirk

Phantom Thread

The Shape Of Water

Star Wars: The Last Jedi

Three Billboards Outside Ebbing, Missouri

Short film (live action)

DeKalb Elementary

The Eleven O’Clock

My Nephew Emmett

The Silent Child

Watu Wote/All Of Us

Short film (animated)

Dear Basketball

Garden Party

Lou

Negative Space

Revolting Rhymes

Sound mixing

Baby Driver

Blade Runner 2049

Dunkirk

The Shape Of Water

Star Wars: The Last Jedi

Sound editing

Baby Driver

Blade Runner 2049

Dunkirk

The Shape Of Water

Star Wars: The Last Jedi

Costume design

Beauty And The Beast

Darkest Hour

Phantom Thread

The Shape Of Water

Victoria And Abdul

Cinematography

Blade Runner 2049

Darkest Hour

Dunkirk

Mudbound

The Shape Of Water

Production design

Beauty And The Beast

Blade Runner 2049

Darkest Hour

Dunkirk

The Shape Of Water

Dalam perjalanan menuju Bandara Soekarno-Hatta, Jakarta – Rabu, 24 Januari 2015 dini hari

Pekan Ke 21: Lazio Vs Chievo

Pekan Ke 21: Lazio Vs Chievo 

PROBABILE FORMAZIONER (3-5-1-1): Strakosha;
Bastos, de Vrij, Wallace;
Marusic, Parolo, Leiva, Milinkovic, Lulic;
Luis Alberto;
Immobile.
LBP
3-0
Leg satu sukses. Musim lalu Lazio keok di kandang berkat gol bejan menit akhir, padahal persentase gol tembus 70%. Kali ini kita tak kan buat kendor. Sikat dari menit mula.
JK
Lazio 1-0 Chievo, Immobile
Lazio mengincar sesuatu.
May be scudettto (impossible).
Mungkin juga tiket perebutan kuping besar, jalan menuju lawan Barca.
Arief
Lazio v Chievo 2-0
Immobile
Chievo tak pernah menang di 6 laga terakhir. Immobile memiliki rekor 3x menjebol gawang Chievo. Immobile berpeluang menambah gol lagi
Siska
Lazio 4-1 Chievo
Immo
Kalo liat statistik sih harusnya Lazio bisa menang. Tidak hanya menang, tapi menang besar 🙈 Apalagi hasil tandang Chievo sangat mengecewakan.
AW
Lazio 2-2 Chievo, Immobile
Lazio dihantui rekor buruk tiap jumpa Keledai. Bisa imbang sudah membuat Inzaghi berseri. Hasil akhirnya palingan seri.
Bagas
Lazio 4 – 2 Chievo, Immobile
Lawan mudah, kemungkinan skore besar, dan imoo hetrik. Forza Lazio.
DC
Lazio 2-0 Chievo
Alberto
Kandang adalah kunci. Itu jadi senjata buat kemenangan Lazio. Alberto jadi protagonisnya
Jordan praptoku
Lazio 1-2 Chievo; Pucciarelli
Tidak salah kalau degrit selalu ketakutan menghadapi partai ini. The flying donkey kong sudah menganggap Olimpico sebagai kandang sendiri. Jika Lazio mau juara, cara paling masuk akal adalah mengirim Chievo ke Serie B.
emas calciopoli
Lazio 3 – 1 Chievo
Bale
Wacana becak dihidupan lagi di Jakarta. Membuat para pemain the great bermain kesetanan. Seperti biasa kontribusi Nani masih dari luar lapangan.Serie A belum cukup pantas menjadi ajang unjuk kebolehan.
Damar irr
Lazio 2-1 Chievo, Immobile
Lazio kedatangan tamu, tok..tok.. agus ada, agus lg talking2 to David Beckham, (iklan MU) ga jadi tanding gegera bom. nglantur ya. Intinya menang aja lah.. bisogna vincere
Takdir
Lazio 1-0 Chievo
Gol Savic
Analisis Masih segar diingatan gol menit terakhir Savic ke gawang Keledai Kuning. Dramatis. Fantastis. Taktis. Akan lebih romantis bila diulang.
Karawang, 210118

Pekan Ke 20: Spal 2013 Vs Lazio

Pekan Ke 20: SPAL 2013 Vs Lazio 

LBP
0-3
Tahun baru semangat baru. Kita permak Spalnisti. Nge John Wick dulu lah.
Damar IRR
Spal 1-4 SS Lazio, Immobile
Lazio akan dijamu Spal, sampai padunya Immo dan LA menjadi andalan Lazio, Nani mungkin akan starter melihat performa yang membaik, grande Lazio.
Imoenk
Spal 1-3 Lazio, Immobile
Spal, Hahahaaaaa. Opooooo kui. Gak ada lawan yang lebih keren gitu? Lawan Spal, cadangan juga pasti menang.
Deni
Spal 0-2 Lazio, Immobile
Lajio main tandang. Lajiomain menyerang. Lajio akhirnya menang. Pelatih & fans pun ikut senang.
Arief
SPAL v LAZIO 0-1
Immobile
SPAL jelas bukan lawan sepadan bagi lazio. Lazio tim yang suka main tandang mengingat poin mereka lebih banyak di luar olimpico. Lazio tim tandang tertajam kedua setelah Juventus.
SiapSableng
SPAL 1-2 Lazio
Immobile
Lazio akan menang. Lazio wajib menang. Lazio pasti menang.
Widyanto
SPAL 0-4 Lazio, Immobile
Lazio kembali galak. Lazio tukang palak. SPAL siap mangkrak.
Emily Blunt Prayitno
Spal 2-4 Lazio, Immobile
Jadi mas Sugianto ini asli Sumatera Utara? asli Jawa tapi sejak kecil sudah tinggal di Sumut. Oh gitu… terus ikut casting mirip Sule ini dimana mas? Waktu itu ikut di Cianjur. Oh jadi gitu jauh-jauh dari Sumut hanya demi ikut acara ini ya. Baik-baik, oke pemirsa jangan kemana-mana, tetap di spal! asli atau palsu..u..u..u 🖐🏼
Takdir
Spal 2013 1-3 Lazio
Gol Savic
Paruh musim Lazio kehilangan tujuh poin berkat VAR. Coba hitung seandainya sistem bantuan itu tak ada  kini mereka hanya kalah posisi dari Napoli. Bagaimana separuh kedua? Lini belakang adalah bagian terlemah. Isu De Vrij tak kunjung padam, Radu sudah lambat, dan Bastos – Wallace terlalu sembrono. Caceres bisa jadi opsi terbaik untuk sulam sementara, tapi Inzaghi sudah selayaknya memberikan Felipe Ramos menit bermain. Kalau departemen defensif bisa diperbaiki, percayalah akan ada pemecah dominasi Juventus.
DC
SPAL 1-1 Lazio
Immo
Main kandang , SPAL akan bermain bagus. Lazio bakal kesulitan merebut 3 poin. Hasil imbang adalah hasil akhir
Emas
Spal 2 – 1 lasiyo
Luiz Alberto
Aku tak sing ngalah.
Trimo mundur, timbang loro ati.
Tak oyako, wong kowe wis lali.
Ora bakal bali.
Bgs
Spal 2 – 3 Lazio, Immooo
Semoga immobile legend hetrik biar poin fpl sehat, forza Lazio, Laziomenang om Bud senang.
Indah Santika
SPAL v Lazio 0-2
Luis Alberto
Lazio sedang panas. Lazio lebih suka main tandang. Waspadalah, SPAL


Karawang, 060118

Samudra di Ujung Jalan Setapak – Neil Gaiman

Samudra di Ujung Jalan Setapak – Neil Gaiman

“Aku ingat masa kecilku, ingat sangat jelas… aku tahu banyak hal mengerikan. Tapi aku tahu, jangan sampai orang-orang dewasa tahu bahwa aku tahu. Bisa-bisa mereka ketakutan.” – Maurice Sendak, dalam percakapan dengan Art Spiegelman – The New Yorker, 27 September 1993

Buku pertama yang selesai saya baca di tahun 2018 di tanggal satu. Gaiman memang jaminan kualitas. Masternya cerita fantasi imajinasi. Tak serumit Interworld namun juga tak sesederhana Unfortunately Milk. Sepusing The Silver Dream, walau tak semegah The Good Omens. Eksekusi ending-nya wow, sedih sekali. Kematian terjadi pada kita semua. Seakan terbangun dari mimpi buruk, tapi mimpi itu memang terjadi (dalam bayang mengancam), tampak menakutkan walau-pun kamu tahu itu hanya sekelebat dimensi lain. Hebat. Hebat adalah kata pertama yang kulontarkan seusia mengikuti petualangan Aku di gemerlap samudra di kolam bebek. “Kau hanya perlu tumbuh dewasa dan berusaha untuk layak. Hidup ini memang tidak adil.” Orang-orang dewasa dan monster tidak takut pada apapun.

Kisahnya beralur mundur. Pembukanya adalah ending, jadi kalian pasti tahu sang tokoh utama masih bertahan hidup sekalipun nantinya ia akan terpepet, terjebak dan nyaris koit. Jelas ia akan selamat, catat! Prolog sebanyak delapan halaman itu menjelaskan Lettie Hempstock menganggap kolam bebek di ujung jalan setapak itu adalah sebuah samudra – kalian boleh mencibir, tapi nantinya kalian tahu ternyata airnya memang asin, kini ia merantau jauh ke Australia. Sang Pencerita – menggunakan sudut pandang orang pertama – sang aku ini kini sudah dewasa berumur empat puluhan. Ia mengunjungi rumah masa kecilnya, rumah penuh kenangan itu sudah dijual,  dirobohkan dan sudah dibangun rumah petak lebih modern, maka ia pergi ke rumah tetangga, keluarga petani Hempstock yang istimewa. Aku disambut Nyonya Hempstock tua dengan logat Sussex yang lembut, menawarinya teh panas. Sembari menunggu, Aku berjalan menuju kolam bebek di ujung jalan, duduk menanti senja dan begitulah, kisah ini ditarik jauh ke belakang. Ke masa empat puluh tahun yang lalu saat Aku berusia tujuh tahun. 

Aku merayakan ulang tahunnya dengan hampa, tak ada yang datang. Adiknya yang ceriwis dan akan selalu begitu sampai akhir, mencibirnya tak punya teman. Kursi pesta kosong, tak ada kemeriahan pesta walau kue sudah disiapkan. Aku memang aneh, seorang introvert yang gemar menyendiri, ditemani buku dan mainan segala imaji. Buku-buku adalah para guru dan penasihatku. Di buku-buku anak lelaki biasanya memanjat pohon, jadi aku juga memanjat pohon, kadang-kadang tinggi sekali, selalu takut jatuh. Ketika keuangan keluarga sedang tak baik, Aku yang kamarnya di lantai atas akhirnya mengalah pindah sekamar dengan adiknya. Debat saat tidur pintu harus dibuka atau ditutup, tirai jendela harus disibak atau rapat? Sederhana tapi sungguh menggugah. Kelahi seru kakak-adik bagai dua kutub berujung sama. Kamar atas disewakan kepada seorang penambang opal berlogat Afrika Selatan, memang orang Afrika Selatan. Kedatangannya membuat kasus, kucing imut hadiah ulang tahunnya Fluffy tewas tertabrak di hari pertama tiba dan ia bertanggung jawab menggantinya dengan membawa kucing liar yang kemudian diberi nama Monster. Bukankah nyawa tak bisa ditukar? Sedih, namun waktu lurus ke depan, semarah apapun sesedih apapun Fluffy tidak bisa kembali. “Aku ingin mengingat, sebab aku mengalaminya. Dan aku masih tetap aku.”

Suatu pagi, saat Aku sedang menanti hadiah komik dari ayahnya untuk menyambut libur sekolah di Sabtu mendung. Komik itu seharusnya ada di mobil depan rumah, tapi kosong. Mobil Rover hitam tak ada ditempatnya, mereka baru tahu bahwa mobil itu dibawa kabur pencuri dari telpon polisi yang memberitahukan kendaraan mereka ada di ujung jalan, dengan mayat penambang opal di dalamnya. Terindikasi bunuh diri karena kalah judi, ahh materi. Nah dari sinilah segalanya bermula, di ujung jalan Aku berkenalan dengan Lettie Hepmstock. Gadis sebelas tahun yang istimewa, sangat istimewa. Keluarga ini terdiri dari tiga orang: Lettie, Nyonya Winnie Hempstrock muda dan Nyonya Hempstock tua. “Aku ingat waktu bulan baru diciptakan. Ketika bulan baru muncul. Kami menengadah ke langit, waktu itu semuanya berwarna cokelat keruh dan kelabu jelaga di sini, bukan hijau dan biru…” Aku akrab dengan Lettie karena suatu ketika aku diajak menjelajah dimensi lain melalui gerumbulan pohon hazel di samping jalanan lama. Lettie mematahkan sepotong cabang yang kurus, menguliti cabang itu dengan pisaunya, seperti sudah puluhan ribu kali melakukannya, kemudian dipotongnya lagi sehingga kini menyerupai huruf Y dan memegang cabang pada kedua ujungnya. “Aku memakai ini sebagai penuntun saja, kita akan mencari botol biru…” Lalu menelusur benda, sifat, zat dan lainnya: kain, badai, segala bentuk sebagai pintu, sebagai portkey. Kubayangkan bunga narsisus tentunya bunga tercantik di dunia. Aku kecewa ketika tahu bunga itu mirip bunga dafodil, namun tidak terlalu mengesankan. Dan tanganku tak boleh dilepas selama petualangan. Namun dalam perjalanannya sebuah hentakan dan ada benda yang dilempar ke arahku membuat reflek melepas. Dan di sinilah segala bencana bermula. Sekembali ke dunia fana, Aku mendapai luka di kaki, lubang luka itu menjadi tempat sembunyi cacing yang walau sudah ditarik keluar, dibuang ke saluran air namun ia sudah hadir di dunia kita. Kularikan anganku ke dalam buku, ke sanalah aku pergi kalau kehidupan nyata terasa sangat berat, atau tidak fleksibel. Lettie dan keluarga Hempstock awalnya tetap bersikap biasa, mencari jalan keluar. “Itu adalah pekerjaan menggunting dan menjahit yang sangat rapi, kalau kau tanya padaku. Ini malam harimu, kau bisa menyimpannya kalau mau. Tapi kalau aku jadi kau, aku akan membuangnya.”

Cacing itu, kutu atau kini berwujud gadis cantik bernama Ursula Monkton. Nenek selalu menyebut jenismu kutu, Skarthach dari antara yang lain. Maksudku, dia bisa menyebutmu apa saja. Ia menjelma sebagai pengurus rumah tangga, kembali mengisi kamar kosong Aku di lantai atas. Ibuku bekerja, sehingga kini Aku dan adik dalam kendalinya. Aku tahu, Ursula adalah makhluk antah sehingga aku selalu dilarang keluar pekarangan rumah. Ursula digambarkan sebagai gadis penggoda yang sanggup meruntuhkan iman – iman orang dewasa. Dia adalah badai. Dia adalah halilintar. Dia adalah dunia orang dewasa dengan semua kekuasaannya, rahasia-rahasianya dan kekejamannya yang bodoh dan dianggap angin lalu, dia mengedipkan mata kepadaku. Sampai akhirnya suatu malam aku berhasil kabur ke pertanian Hempstock untuk minta bantuan. Aku hanya tahu pertanian Hempstock terletak di ujung jalan setapakku, namun aku tersesat di sebuah ladang gelap, dan awan-awan guruh sudah semakin rendah, malam begitu kelam, dan hujan terus saja turun, walaupun belum turun hujan deras, dan sekarang imajinasiku mengisi kegelapan itu dengan serigala dan hantu-hantu. Aku ingin berhenti membayangkan, berhenti berfikir, namun tak kuasa. Setelah dibawa ke rumah dan bermalam di sana. Lettie kembali ke dimensi lain, kali ini sendiri, ia mengambil benda-benda untuk dijadikan pintu, untuk memulangkan kutu. Ursula menolak, Lettie mengancam dan akan membawakan pemangsa ke hadapannya, disinilah keadaan segalanya menjadi kacau karena ketika Para Pemangsa pun hadir, mereka juga ga mau ke dimensi mereka, tak mau pulang, dunia kita indah, bumi ini gemerlap. Perang rumit itu membawa tragedi, meruntuhkan tatanan fantasi imajinasi.

Aku tidak tahu meski bagaimana kalau ada orang dewasa menangis. Orang-orang dewasa tidak seharusnya menangis, aku tahu. Mereka tidak punya ibu yang bisa menghibur mereka.

Hebat juga terjemahan sekarang. Pertama terbit di Inggris tahun 2013, langsung dialihbahasakan di tahun itu juga. Dan kasus macam gini sekarang sudah banyak, terutama untuk novel baru dari para Penulis Besar. Contoh terbaru, The Origin-nya Dan Brown rilis tengah tahun 2017, tak butuh setengah tahun terbitan Bahasa sudah tersedia di toko buku. Ikut senang dengan pola ini, walaupun otomatis berharga mahal tapi sangat sepadan. Sangat patut dinanti. Kita tak terlalu ketinggalan jauh, kita bisa menikmati karya luar dengan jarak hanya hitungan bulan. Maka sewajarnya buku-buku baru terbitan lokal-pun kini jua banyak yang bagus.

Bagian saat aku di sebuah wilayah ‘cicin peri’ itu keren sekali. Aku tak boleh keluar lingkaran APAPUN alasannya, siapapun yang menggoda. Dari kemunculan lagi arwah penambang opal, kutu jelmaan. Anak kucingku, dan penambang opal hanya akan mengambil tubuh baru dan akan kembali ke dunia, tak lama lagi. Entah, itu benar atau tidak aku tidak tahu. Aku hanya tahu aku sudah terbiasa menjadi diriku, aku menyukai buku-bukuku, nenek-kakekku, dan Lettie Hampstock. Dan kematian akan mengambil semua itu dariku. Maka saat ayahnya datang ia ragu, asli apa makhluk jadian? Ayahnya yang marah memintaku pulang karena makan malam sudah siap. Bahkan aku membentaknya, sebagai kode untuk membiarkannya tetap tinggal. “Apakah kau jadi merasa hebat kalau bisa membuat anak kecil menangis?” Solusi akhir pun jua keren karena Lettie membawa ember berisi air samudra memintanya masuk dan bayangkan saat kemudian kamu muncul dari ember kepala menyembul dahulu, absurd – imaji membumbung tinggi. Fantasi kelas berat. Aku berfikir, orang bisa bernafas dalam air ini. Aku pikir, barangkali ada rahasianya untuk bernafas dalam air, rahasia sederhana yang bisa dilakukan siapa saja, asalkan tahu caranya.

Kisah Samudra di Ujung mengingatkanku pada kisah fantasi murni bersama penciptaan semesta dengan segala keampuhannya. Menggugah, menakutkan dan puitis. Aku memahaminya seperti aku memahami materi kegelapan, materi alam semesta yang menciptakan segala sesuatu yang pasti ada namun tak bisa kita temukan. Mantra kuno yang rumit, gaya yang bebas, plotnya sangat rapi dan logika pembentuk yang sangat bisa diterima. Keganjilan dunia antah yang dengan hebat dirajut dengan sangat menawan. 10, 15 tahun lalu kisah-kisah bak Penyihir abadi macam gini adalah favoritku, genre utamaku sebelum digilas sastra dan buku penuh petuah filsafat. Tapi tetap, saya selalu suka akar dunia berlapis, yang cara masuk dimensi punya aturan tersendiri. Di sini, kita diajak mengikuti ranting kering yang dibentuk bercabang dengan pisau lalu kita dituntun masuk dunia lain, menempatkan Aku untuk tak melepas pegangan tangan yang dengan brilian diserang makhluk tak kasat mata yang melempar benda tiba-tiba sehingga pegangan terlepas. Aturan baku yang bengkok itu menuntun konsekuensi bencana, dan bencana tentu saja adalah batang utama konflik yang selalu dinanti pecinta cerita. Sungguh hebat, konsep ruang dan waktu yang dituturkan Neil. Salut. Saat akhirnya epilog kunikmati, seakan saya usai melahap puding-dan-pai-yang-manis, kau dalam masalah besar. Damn it! Saya jatuh hati sama karakter Lettie Hempstock.

Samudra di Ujung Jalan Setapak | by Neil Gaiman | diterjemahkan dari The Ocean at the End of the Lane | copyright 2013 | published by arrangement with Writers House, LLC and Maxima Creative Agency | GM 402 0113 0093 | alih bahasa Tanti Lesmana | desain sampul Eduard Iwan Mangopang | Penerbit Gramedia Pustaka Utama | cetakan pertama, Juli 2013 | 264 hlm., 20 cm | ISBN 978-979-22-9768-3 | Skor: 5/5

Untuk Amanda, yang ingin tahu.

Karawang, 020118 – Sherina Munaf – Sendiri