Festival Akhir Tahun

Festival Akhir Tahun

Desember 2017 segera berakhir, banyak diskon akhir tahun di mana-mana, termasuk buku. Di Karawang ada pameran buku di Gedung Wanita, dekat GOR. Di Carefour juga drop harga. Di Gramedia Karawang lantai dasar ada tumpukan buku murah, walau mayoritas buku lama. Ditambah kemarin sekeluarga main ke Revo Square, Bekasi ada Gudang Buku Bekas yang jual buku harga miring. Sebuah mal ganti nama yang sebelumnya Bekasi Square, sehingga saat saya ikuti Waze petunjuknya salah, nyasar justru mengarah ke Alun-alun Bekasi (Alun-alun – Kotak?). Serangkai itu ditambah beli daring dan pinjam-tukar maka inilah buku-buku yang menemaniku sepanjang akhir tahun.

Beli Daring dari Toko Buku Paperplane Bookstore: 4 –pertama kali beli di sini, puas. Rekomended.

#1. Perempuan Di Titik Nol – Nawal El-Saadawi

Saya baca kilat dua jam di Sabtu pagi yang mendung. Karena buku ini, saya berencana merevisi tiap tahun daftar Best 100 Novels yang kususun tanggal 11-11 lalu. Jelas ini buku istimewa, absurd dan berkelas. Tentang Firdaus, wanita yang menanti hukuman gantung di Mesir. Negara Afrika yang maju itu masih begitu diskriminasi terhadap kaum perempuan. Keras, pedas dan sangat hidup. Penuturan dengan gaya orang pertama ‘Saya’ yang wajib dinikmati para pecinta sastra.

#2. Rumah Kertas – Carlos Maria Dominguez

Legendaris. Buku tipis ini selalu masuk dalam jajaran buku berkualitas. Sempat mau saya beli beberapa bulan lalu, tapi agak susah carinya. Maka saat ada kesempatan di Paperplane langsung saya masukkan daftar. Menahan baca, menanti waktu yang tepat untuk merangkulnya. Ini ini bisa baca sekali duduk, tak lebih dari 100 halaman.

#3. Ontologi: Sebuah Penuturan Sederhana – Tony Doludea

Kiranya buku terjemahan, ternyata terbitan lokal. Jadi buku pertama terbitan Quark Books, dari CTI – Cak Tarna Institute. Buku yang berusaha menyampaikan filsafat dengan gaya lancar dan sederhana. Ontologi adalah cabang filsafat yang membahas hakikat keberadaan manusia dan dunianya.

#4. Dawuk – Mahfud Ikhwan

Akhirnya buku pemenang Kusala Sastra Khatulistiwa 2017 kumiliki. Buku Marjin Kiri yang menyabet penghargaan tertinggi lokal tahun ini. Ternyata tak tebal. Tak setebal Raden Mandasia tahun lalu yang padat. Tentang Warto Kemplung di warung kopi yang bertutur masalah cinta Mat Dawuk dan Inayatun.

Beli dari dari Toko Buku Taman Baca Rindang: 2

#5. The Dinner – Herman Koch

Tentang makan malam yang tak biasa, dua keluarga kakak-adik yang berakhir bencana. Sang kakak politikus yang senurut polling adalah kandidat kuat Perdana Menteri Belanda, sang adik adalah mantan guru yang bermasalah jiwanya. Makan malam istimewa di restoran mahal yang sejatinya jadi malam santai berujung debat kusir dan panas setelah kasus masa lalu tentang anak mereka yang bermasalah diungkap. Sebuah buku psikologi yang padat dan krusial.

#6. The Leap – Jonathan Stroud

Dari Penulis The Bartimaeus Trilogy. Buku-buku Stroud sangat bagus kala menyentuh genre fantasi, indah dan sangat menyenangkan memasuki dunia antah yang melalangbuana. Namun ketika beliau banting stir ke versi remaja di dunia asli, terjatuh. The Last Seige yang standar. Nah, buku ini seharusnya terus berpijak di dunia imaji, sayangnya Festival Raya malah memainkan psikologi Charlie yang kehilangan Max, sahabatnya yang tenggelam di danau. Saya baca santai dan berakhir santai, sayang juga endingnya dijelaskan gamblang. Coba bikin gantung pasti akan lebih bikin greget.

Beli di Carefour Karawang: 3

#7. The Ocean at the End of the Lane – Neil Gaiman

Saya tak pernah kecewa baca buku-buku Gaiman. Tak akan jauh dari fantasi imaji, bakal jadi buku keenamnya yang kulahap. Sebuah fabel pembentukan ulang kisah fantasi modern. Kuasa jahat yang terlepas, di dalam keluarga dari kekuatan yang bersatu untuk menghancurkan.

#8. Equal Rites – Terry Pratchett

Buku pertama Terry yang akan kubaca. Ulasan yang kubaca mayoritas positif, Penulis besar di ranah fantasi. Sayangnya saya dapat seri ketiga dari trilogi. Hal terakhir yang dilakukan oleh sang wizard Drum Billet sebelum dewa kematian meletakkan tangan bertulangnya di lehernya adalah meneruskan kekuatan tongkat sihirnya kepada anak laki-laki ke delapan dari seorang anak laki-laki kedelapan.

#9. The Angel At No. 33 – Polly Williams

Ketipu saya. Kukira bakal jadi buku perenungan tapi ternyata jatuhnya malah kisah cinta. “Apakah aku sudah mati? Rasanya sih tidak mati…” Pada suatu malam, Sophie ditabrak bus. Tapi, ia tidak bisa – belum bisa – meninggalkan orang-orang yang dicintainya. Suaminya Ollie, akan berantakan tanpa dia. Freddie, putra mereka masih terlalu kecil. dan sahabatnya, Jenny? Jenny harus mengetahui sesuatu sebelum segalanya terlambat… kisah duda yang mencoba bertahan ditengah malapetaka. Selesai baca seminggu, berat juga euy baca kisah cinta yang aneh gini. Benar-benar buku tipuan. Haha…

Beli di Pameran Buku di Gedung Wanita, GOR Karawang: 2

#10. Cinta Semanis Racun: 99 Cerita dari 9 Penjuru Dunia – Anton Kurnia

Wow, harga aslinya 155 ribu di Pameran kena 85 ribu. Jelas ini masuk kolektor edition. Buku tebal bak al Kitab yang memuat 99 cerpen di seluruh dunia yang dikumpulkan dari berbagai sumber. Sehimpun cerpen terbaik dunia sepanjang masa. “Cinta itu racun. Racun yang manis memang. Tapi tetap saja bakal membunuhmu.” – George R.R. Martin

#11. Comedy Apparition – Ginger Elyse Shelley

Buku yang tertunda. Beberapa tahun lalu nyaris kubeli, sudah kutimang-timang di toko buku untuk kubawa pulang. Tapi malah beralih ke buku Deru Gunung. Ternyata ini adalah buku lokal, tentang penyihir, tentang keluarga penyihir yang beranak-pinak yang unik, aneh dan penuh rahasia. Bagaimana Stephen Haegel masuk dalam lingkaran tak lazim ini?

Beli di Gudang Buku, Revo Square Bekasi: 2

#12. The Secret #2 – R.L. Stine

Ini adalah buku incaran sejak zaman Sekolah! Wow, sampai tak coba kuingat karena perseteruan keluarga Fier dan Goode yang penuh api di seri pertama The Betrayal. Jeda bacanya satu setengah dekade, maka saat tahu ada buku ini tak perlu dua kali pikir untuk kubawa pulang. Ada dua versi di Gudang Buku, English yang kutinggal.

#13. The Burning #3 – R.L. Stine

Akhir dari trilogi. Asal mula Fear Street itu sudah dalam genggaman. 

Beli di Gramedia Karawang: 2

#14. Therese Desqueyroux – Francois Charles Mauriac

Buku pemenang nobel sastra lagi. Saya selesaikan baca hanya di sela-sela kerja seminggu ini: pagi sebelum aktivitas, istirahat pasca makan siang dan satu jam setelah pulang menunggu Magrib. Luar biasa. Sangat menyentuh, memainkan emosi dengan brilian.

#15. 3 Tahun – Anton Chekov

3 Tahun yang kubaca kilat tak lebih dari 3 jam. Buku kedua Chekov yang kulahap. Dari Penerjemah Sapardi Djoko Damono, kisah cinta dari Rusia yang menyorot perkembangan masyarakat di masa 1880an. Dinamika relasi antar manusia.

Dari diskon Telkomsel 50 ribu Intano – Bandung: 1

#16. Kumpulan Cerita Pendek Terbaik – Leo Tolstoy

Intano, rekan kerja yang sedang berbaik hati membagi poin provider selulernya untuk sebuah buku, untukku. Uuhh.. makacih. Melalui chat WA serba instan untuk memilih dan memiliah buku mana yang akan dibawa pulang, saya menetapkan harus Sastra. Bukan fantasi remaja, apalagi Ika Natasha. Dan ini bakal jadi buku pertama Leo yang akan saya lahap.

Pinjaman dari sahabat kantor Widy Satiti: 2

#17. Trologi Soekram – Sapardi Djoko Damono

Dibaca kilat dalam tiga babak. Tentang Soekram, seorang tokoh fiksi yang menjelma hidup menuntut pilihan kenyamanan. Babak pertama sangat hebat di era Reformasi, babak kedua bagus banget di zaman Orde Lama, babak tiga keok. Terjatuh, tersungkur di masa Siti Nurbaya. Marah Rusli berhak marah.

#18. Cuckoo’s Calling – Robert Galbraith

Alhamdulilah. Sempalan buku pertama JK Rowling sukses. Setelah tak berkesan dalam Kursi Kosong, JKR memakai nama lain dalam sampul – dan sukses. Beberapa bagian memberi kejut, banyak bagian biasa. Tapi pemilihan genre detektif modern patut dikasih jempol. Apalagi Cormoran Strike yang ternyata sakit fisik – veteran perang yang juga sakit batin. Novel berkelas yang layak dinikmati kelanjutannya. Makacih Mbak Widy, ditunggu Ulat Sutra dan selanjutnya.

Selamat tinggal tahun penuh buku dan kenangan, 2017 yang berwarna.

Karawang, 301217 – Richard Marx – Until I Find You Again

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s