Kingsman 2: The Golden Circle – A.C.T.I.ON Movie Of The Year

Kingsman 2: The Golden Circle – A.C.T.I.ON movie of the Year

Elton John: “Now go on and save the world!”

— catatan ini mungkin mengandung spoiler —

Paket komplit. Action ada – “Saturday, saturday, saturday!”, comedy ada – seluruh aksi Poppy menyiratkan kelucuan sekaligus kengerian, romance ada – demi cinta akan kuselamatkan dunia, kejutan ada – shoot em all Agen Whiskey!, dan seabreg kecanggihan teknologi CGI – keping ledakan dalam tebaran salju, termasuk menaruh pelacak di ‘tubuh’ Clara? Sebuah rentetan seru sebagai syarat sebuah film blockbuster jelas terpenuhi. 

Kisahnya langsung berlanjut dengan ending Agen Rahasia. Eggsy Unwin (Taron Egerton) keluar dari kantor Kingsman bersetelan jas rapi di Saville Row, London, saat akan naik taksi ditodong penjahat yang ternyata adalah eks rekan seleksi kandidat si Charlie Hesketh (Edward Holcroft). Ia adalah seteru dalam seleksi yang seharusnya lenyap tapi kini mengenakan tangan palsu dengan mesin elektrik canggih. Setelah ditodong untuk masuk mobil, Eggsy berontak. Pertarungan seru di mobil tersaji, dalam kontinu kecepatan kendaraan dalam kejaran di tengah hiruk pikuk kota London, di mobil canggih berisi banyak tools keren. Saat mobil terhenti, tangan mesin Charlie dipatahkan dan Sang Agen kabur. Terjepit di tepi danau, Eggsy menekan tombol transform sehingga mobilnya berubah jadi kapal selam. Dengan kaca yang sudah berserakan ia menahan nafas. Di dasar danau itulah mobil masuk dalam kantor mini Kingsman, meninggalkan mobilnya yang reyot dan bergegas mengejar acara makan malam dengan melompati septitank. Uogh! Kemenangan? Ah tidak juga, tangan elektrik yang tertinggal itu bergerak dalam remote jarak jauh, meretas file rahasia Agen dan merusak segalanya.

Berkat file curian itu, markas komunitas Kingsman dihancurleburkan, para anggota dibunuh, membabat habis para penegak keadilan. Termasuk saat pesta kecil-kecilan ulang tahun sobat mereka Brandon, semua luluh lantak. Menyisakan harapan terakhir, sebuah pesan ke mana mereka saat akhirnya hal ini terjadi. Bersama Merlin (Mark Strong), mereka mengaktifkan protocol kiamat (doomday protocol) yang diluarduga hanya berisi sebotol wiski. Tak tahu harus ngapain, untuk mengalihkan sedih kehilangan teman-teman, mereka minum sampai habis. Dan saat tetes terakhir alcohol, mereka menemukan tulisan dalam kemasan ‘Distilled in Kentucky’ dengan logo K bearing. Harapan terakhir itu mengarah ke Amerika Serikat (tentu saja! Emang mau ke Kenya?).

Di sana mereka berjumpa si annoy Agen Tequila (Channing Tatum), beradu tengkar yang menuntun dalam ruang sekap berkaca. Dan ta-daaa… kejutan! Yang tampak benar-benar mati di film bisa kita hidupkan, entah bagaimana caranya pokoknya kalau tokoh penting dan menjual, ada aja caranya, daftarnya panjang. Dan adegan kupu-kupu itu menjawab kenapa dalam poster muncul gambar Colin Firth. Dengan penutup mata, Harry Hart bangkit dari kematian. Walau awalnya kehilangan ingatan, amnesia akut namun kisah dicipta tim jagoan bersatu.

Bersama sang asisten Ginger (Halle Berry) dan agen Whiskey (Pedro Pascal) dipimpin oleh Champagne alias Champ (Jeff Bridges) mereka adalah agen rahasia cabang Amerika Statesmen, hal ini langsung memicu angan, siapa tahu Cabang Indonesia mungkin akan muncul dalam lanjutan seri ke 69 berjudul Agen Bus Mira PP Surabaya – Yogyakarta, yah siapa tahu. Mereka mereka ulang segalanya dan mengejar penjahat, mencari dalang penghancur Kingsman.

Penjahatnya? Kita diperkenalkan oleh Bandar narkoba kelas kakap yang sangat ikonik dan menyenangkan dan sangat imut dan setiap scene-nya memberi senyum menyenangkan. Di sebuah perkampungan hutan yang tersembunyi di Kamboja, sang drug lord bernama Poppy Land, hiduplah main villain seri ini Poppy Adams (dimainkan dengan brilian oleh Julianne Moore). Karakter unik Poppy langsung mengingatkanku pada penjahat Joker atau Lex Luthor yang melakukan kejahatan bak mainan karena sering tersenyum. Dia jugalah yang mengirim Charlie untuk menghancurkan Kingsman. Cara pengenalannya jua keren, di mana dengan sadis di acara makan malam melakukan pembunuhan tak langsung, dengan senyum terhadap dua tamunya. Charles yang ketahuan melakukan sesuatu yang illegal dihukum dengan cara yang ngeri. Dua anjing robot – robodrugs yang suhha dimodifikasi dan mesin penggiling dihidupkan. Hiii, serem gan. 

Sementara di panggung hiburan sisi lain Poppy menahan penyanyi terkenal nan fenomenal Elton John (dimainkan olehnya sendiri) memainkan piano dengan sendu. Elton sendiri digambarkan dengan keren, tatapan hampa sebagai junky pengguna narkoba. Robodrug dimodifikasi sensornya saat melihat Elton sebagai teman. Dan tak kunyana, seksi kecil gini nantinya jadi sangat berpengaruh sebagai eksekusi ending. Dua anjing robot itu bernama Bennie dan Jet. Dan tentu saja bukan sebuah kebetulan Elton John punya lagu berjudul “Bennie and the Jets”. Wew, keren.

Setelah perkenalan yang seru itu, kita menemukan konflik sesungguhnya. Poppy, seorang lulusan kampus ternama, cum cluade. Bakat seorang CEO sekaligus psikopat (dan Ghofur-pun tertawa teringat beliau) muncul ke permukaan. Mengumumkan sesuatu yang membuat banyak orang terkejut. “My name is Poppy Adams, CEO of The Golden Circle. I’m speaking to you today because our world leaders out of the shadow and taking over. And to make sure no one gets our way. Kingsman is crumpets!”  Narkoba yang diedarkannya ternyata mematikan. Sangat mematikan. Para pemakai akan terlihat linglung, uratnya akan membiru sehingga dengan mata telanjang dapat melihat merekalah para pemakai. Kejang-kejang, mata melotot hingga meninggal. Nah, Poppy mengultimatum kepada kepala dunia (dalam kisah ini diwakilkan Amerika), sang presiden (dimainkan dengan aneh oleh Bruce Greenwood) untuk menghentikan perang terhadap narkoba, kenapa? Karena Poppy akan memberikan menawarnya, atau membiarkan warga – seluruh warga dunia yang terlanjur memakai – akan mati. Diluarduga, sang presiden memutuskan berdiam diri. Dengan enteng bilang, sebuah pilihan mudah, seleksi alam, sampah masyarakat akan berkurang. Edan, presiden-nya juga tak kalah psikopat.

Tim Statemen menyelidiki, mengejar dan mencoba membongkar. Dari pergi ke festival musik Glastonbury (Clara haha… 18+), ke Italia (di dinginnya salju dan yang terjadi di Glastonburry biarlah terjadi di sana) sampai alat lacak mengarah menuju Asean (Singapura apalah). Ditambah lagi, fakta kekasih Eggsy, Putri Tilde (Hanna Alstrom) juga seorang pemakai. Dikejar waktu, berhasilkan Eggsy menyelamatkan kekasih pujaan, berhasilkah para jagoan memburu Poppy dan pada akhirnya menyelamatkan dunia? Kamu tak bisa menyelamatkan dunia, sendirian. Lho kok tagline JL?

 Ada kejutan. Hart menembak rekan kerja dalam serbuan maut. Wow saya terkesima. Ada karakter penting tewas, ranjau meledak dalam rencana. Hebat, tapi mengingat kejutan kupu-kupu bisa jadi seri berikutnya dihidupkan lagi. Kalau yang jelas-jelas ditembak jarak dekat saja bisa bangkit, bagaimana yang meledak berkeping? Patut ditunggu ide apa lagi coba yang akan dikerahkan tim kreatif? Apalagi, bangkitnya Hart bisa sangat diterima dalam kisah aksi fiksi. Semua disaji penuh aksi yang benar-benar layak ditonton di bioskop. Layar lebar dengan gaung dan teriakan kegilaan. 

Dengan cast bintang-bintang besar macam gini, seri ini akan melaju. Ada lima pemennag Oscar. Seri tiga? Coba goda Di Caprio, siapa tahu… Rasanya Tatum harus diberi aksi lebih, masak bintang sekokoh itu cuma dapat peran segitu? Apalagi ending-nya ia tampak macho di jalanan London menenteng senapan. Tambahkan Dwayne Johnson maka trilogy Kingsman dengan senang hati kita tunggu, sangat kita tunggu. Put Alpha Gel on that… Viva la Vegan.

Salah satu film aksi terbaik tahun ini. Two Thumbs Up!

Nonton bareng teman-teman  tercintah, bagaimana respon mereka?

Intano: “Exactly awesome. Bagus banget pokoknya, kereeeen. Kenapa? Asyik aja, aku (sampai) tidak bisa menjelaskannya dalam kata-kata. Pokonya keren. It’s very highly highly highly (three times sis!) recommended.” Skor: 10/10

AAGhofur: “Menurut aku seru ya. Penonton dibuat kayak rollercoaster, naik turun. Jadi kita tuh kayak… turun turun turun terus naik lagi. Ga ketebaklah. Dan untuk kategori spy ini tak terlalu serius. Lumayan bagus.” Skor: 8.5/10

TH: “Ok, masih lebih bagus yang pertama. Secara, efek mengejutkannya lebih bagusan yang pertama. Yang ini surprise-nya kurang. Action-nya terlalu berlebihan untuk sebuah film agen. Agen mata-mata yang berlebihan.” Skor: 6/10

TB: “Paket komplitlah. Luar biasa. Aku terngengah-engah. Yang slamdunk-nya, yang Tequila-nya, yang Julliane Moore-nya, yang Elton John-nya, dan kebangkitan Harry menurut aku masih, masih sangaaat bisa diterima. Apalagi menontonnya sama orang-orang terkasih. Wuuih… nilaiku 10/10.”

Additional – Rani Skom: “Kingsman itu cucuk meong. Tapi aku lebih suka Kingsman satu. Valentine karakternya lebih hidup ketimbang Miss Poppy. Si Eggsy-nya juga lebih bagusan di Kingsman satu sih. Di seri dua terlalu banyak percintaannya, males. Hanya Elton John-nya yang membuat saya bertahan sampai akhir film. Tapi tetap, skor sih 9/10”

Calculating… 10+8.5+6+10+9 = 8.7/10 – wuih action movie of the year

Kingsman: The Golden Circle | Year 2017 | Directed by Matthew Vaughn | Screenplay Jane Goldman, Matthew Vaughn | Cast: Taron Egerton, Edward Holcroft, Mark Strong, Hanna Alstrom, Jullianne Moore, Colin Firth, Michael Gambon, Channing Tatum, Halle Berry, Elton John, Jeff Bridges, Pedro Pascal, Poppy Delevingne | Skor: 4/5

Karawang, 2209-2811-2017 – Sherina Munaf – Ada

Catatan: Draft sudah saya ketik sejak September tapi saya biarkan terbengkelai karena mengejar 11-11-17 dan baru sempat edit untuk memberi sentuhan akhir hari ini.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s