Best 100 Novels

Best 100 Novels

Tulisan ini sudah kusiapkan dalam satu tahun terakhir, dengan banyaknya pilihan dan aturan satu Penulis hanya tercantum satu, George Orwell dan Haruki Murakami punya banyak novel lima bintang tapi hanya satu yang terunggul. Series, saga, cerbung – hanya akan muncul satu judul, kalau ga gitu Harry Potter saja sudah tujuh, Narnia punya tujuh juga, sudah empat belas sekali terawang, yah jadi ga asyik kan. Yang pasti semua buku sudah dibaca dan ulas, lengkapnya silakan klik judul. Tak ada aturan njelimet, asal novel dan memuaskan saya cantumkan. Cerpen tak ada. Jadi kumpulan cerpen Alice Munro tak akan muncul. Komik otomatis tersingkir – DC dan Marvel terlalu oportunis. Seluruh novel luar sudah diterjemahkan Bahasa Indonesia, mau dari Swedia, India sampai Brazil. Yang lokal jelas juga pasti ada, berarti Tere Liye ada peluang. Karena ini daftar individu tanpa ikatan instasi manapun, yang muncul justru subjektif dalam relung pikiran, tak heran fantasi mendominasi, masih mengingin Twilight? Jangan harap buku self-improved, lupakan Ipho Santoso dan Mario Tegar. Ada juga novel yang versi aslinya cerpen bersambung di majalah lalu dirilis satu buku, The Jungle Book, Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck, The Treasure Island. Rentang waktu terbit pertama juga tak dibatasi dari zaman Victoria sampai era millennial ada. Hikayat, legenda, mitos tanpa nama Penulis jelas mustahil tercantum, jangan sekali-kali mencoba cari Nyi Roro Kidul, Sangkuriang atau makhluk danau Loch-Ness.

Ternyata sulit juga memilih dan memilah yang terbaik, setidaknya saya mencoba menyusun berdasar tingkat kepuasan pribadi. Dan ya, berikut adalah 100 Novel Terbaik Sepanjang Masa (per 11-11-17) versi LBP – Lazione Budy Poncowirejo:

#100. Eragon – Christopher Paolini | 2003

Epik penunggang naga. Perpaduan fantasi besar yang sudah tercipta, pengulangan dalam aksi empat babak? Namun siapa yang bisa menolak pesona Saphira?

#99. The Lovely Bones – Alice Sebold | 2002

Susie Salmon dibunuh pada tanggal 6 Desember 1973. Bagaimana kematian anggota keluarga yang menyakitkan itu berefek seiring berjalannya waktu, Susie di alam Antara melihat dengan kerinduan dan pemahaman yang makin bertambah, bagaimana orang-orang yang dikasihinya melanjutkan hidup dengan mengarungi duka yang makin lama makin terobati. Ini adalah buku renungan kelas satu.

#98. The Face Thief – Eli Gottlieb | 2012

Tiga plot terpecah yang dirajut dengan benang pencurian. Semua abu-abu, tak ada karakter jelas, mana jagoan mana bajingan. Dunia ini adalah serangkaian senjata terkokang disertai probabilitas yang terus berdetik.

#97. Saman – Ayu Utami | 1998

Indonesia di era Orde Baru. Tema politik, seksualitas feminis, dan mistik dalam misa arwah. Sungguh berani, blak-blakan, nyeni, memainkan ironi dan plot yang kuat

#96. Tintenherz – Cornelia Funke | 2003

Apa yang kalian akan lakukan ketika punya sihir: semua yang kamu baca, karakternya akan keluar dari buku. Mau manggil siapa? “Untukmu si miskin, perpustakaanku cukuplah sebagai harta.”

#95. The Day Of The Jackal – Frederick Forsyth | 1971

Novel Inggris untuk gejolak Perancis. Bagaimana rencana pembunuhan orang nomor satu dijelaskan dengan detail mengagumkan. ‘Day of the Jackal Fraud’

#94. Knock Three Times – Marion St. Webb | 1917

Dunia Mungkin mengklaim dunia kita adalah Dunia Mustahil. Segala yang ada di dimensi kita adalah hal-hal yang tak masuk akal, dengan tiga ketukan di pohon Molly dan Jack memasuki dunia absurb di mana Labu Kelabu tampak seakan iblis.

#93. Kappa – Ryunosuke Akutagawa | 1927

Kisah satire mahkluk air. Mitos, legenda, hikayat? Semua itu dituturkan oleh orang gila nomor 23.

#92. The Betrayal – RL Stine | 1993

Cerita asal mula Fear Street yang mencekam. Keluarga Fier melawan keluarga Goode. Dan api ada di mana-mana.

#91. The Chronicles of Spiderwick – Tony Diterlizzi & Holly Black | 2003-2004

Dengan batu pengelihatan, dunia gaib terbuka. Di sana ada perebutan ‘Buku Panduan’ yang mengancam kehidupan umat. Rahasia masa lalu diungkap dengan mempesona.

#90. Biru – Fira Basuki | 2003

Reuni Biru, jelang reuni akbar 2006. Momentum itu penting. Fira mencoba mengumpulkan tulang-tulang berserakan dalam drama kosmopolitan.

#89. Tsotsi – Athol Fugard | 1980

Dunia bawah tanah Afrika Selatan yang berputar bak gasing memusing. Kekejaman preman Tsotsi luruh saat menemukan bayi di pohon merah. “Kita ini sakit, Tsotsi. Kita semua, kita ini sakit.”

#88. The Giver – Lois Lowry | 1993

Penyamarataan tentu saja bukan sama dengan adil. Cerita remaja yang penjabaran artinya jauh lebih rumit. Politik, dendam dan teknologi yang dibelokkan di masa depan tanpa sentuhan emosi.

#87. Karnak Kafe – Najib Mahfudz | 1971

Kebenaran memang selalu merupakan pil pahit. Dengan setting Desember 1971 di mana Mesir dalam kondisi pasca perang semua dituturkan dengan apa adanya. Era di mana negeri itu mengalami kegundahan luar biasa, tentang pemikiran, tentang “balas dendam” dan saling tuduh antar golongan.

#86. Botchan – Natsume Soseki | 1906

Seorang anti-hero yang (mencoba) melawan sistem pendidikan yang kolot. Bagaimana bisa anak bandel dewasanya jadi guru? Botchan yang ‘hidup’ di era yang muram.

#85. Pellucidar Series – Edgar Rice Burroughs | 1914-1963

Journey To The Center On the Earth versi Tarzan. Gabungan kongkret antara impian romantisme, petualangan dan penemuan di pusat bumi. Kita seperti dibawa ke masa awal penciptaan bumi, masa ketika sebelum ada satu manusia-pun di atas tanah dan laut.

#84. Robinson Crusoe – Daniel Defoe | 1722

Akar dari kisah petualangan terdampar di sebuah pulau. Dikerumun kanibal, dibalut sujud padaNya. Crusoe adalah contoh sosok anti-menyerah di keterpurukan terdalam.

#83. Kiss The Lovely Face of God – Mustafa Mastoor | 2000

Pertanyaan besar semesta. “Apa yang hilang dari mayat yang ada pada orang hidup. Apa yang membedakan mayat dengan orang hidup?”

#82. Daddy-Long-Legs – Jean Webster | 1912

Kisah satu arah yang dituturkan lewat narasi surat. Karakter sang daddy sendiri disimpan, walau tak terlalu rapat guna memberi kejut di akhir. Happy-ending-day!

#81. The Hours – Michael Cunningham | 1998

Tiga cerita perempuan dari era yang berbeda. Benang merahnya sang Penulis besar Virginia Woolf. Tak segamblang yang kita baca, karena menyeret banyak isu feminism.

#80. Madogiwa no Totto-Chan – Tetsuko Kuroyanagi | 1981

Buku wajib untuk para pengajar. Sistem pendidikan yang kolot yang coba didobrak melalui kisah-kisah inspiratif gadis kecil menggemaskan. Terima kasih Pak Kobayashi.

#79. Inferno – Dan Brown | 2013

Overpopulasi, penafsiran nyeleneh The Divine Comedy-nya Dante Alghieri dan seni melawan bencana kepunahan umat. Catalina, molto bella. Buku yang cantik sekali.

#78. Raden Mandasia Si Pencuri Daging Sapi – Yusi Avianto Pareanom | 2016

Babat tanah Jawa versi cadas via kerajaan Gilingwesi. Identitas besar Sang Raja disimpan sampai bab akhir, pun legenda Putri Tabassum yang elok nian. Semua hikayat itu dituturkan oleh protagonist bernama aneh Sungu Lembu.

#77. Hundraaringen som klev ut genom fonstret och forsvan – Jonas Johasson | 2009

Ide brilian memainkan kakek seabad dalam petualangan menjelajah dunia. Indonesia punya peranan penting aksi Allan. Kenapa cerita fiksi dengan singgung sejarah seperti ini tak terpikirkan dari dulu ya?

#76. A Wrinkle In Time – Madeleine L’Engle | 1963

Misteri dimensi, ruang dan waktu. Teori tesseract. “Jalan menuju neraka dilapisi oleh niat-niat baik.”

#75. A Paint House – John Grisham | 2001

Terinspirasi masa kecil Grisham. Kisah rumah yang ingin dicat putih oleh Luke Chandler sebagai bentuk pengakuan kemapanan. Bagaimana keputusan yang kita ambil sangat mempengaruh nasib orang lain.

#74. The Island of Doctor Moreau – HG Wells | 1896

Novel science MAD fiction. Benar-benar mencekam, bagaimana bisa ada ide (dan mewujud) mencipta makhluk gabungan manusia dan hewan? Awalnya airnya mengalir datar, separuh sampai akhir adalah gejolak mengerikan.

#73. Gitanjali – Rabindranath Tagore | 1912

Song Offerings. Inilah buku yang mengantar Tagore menang Nobel Sastra. Prosa Indah, puja-puji kehidupan.

#72. Tenggelamnya Kapal Van Der Vijk – Hamka | 1939

Tema cinta yang kandas. Romantisme Indonesia dengan balutan budaya yang kental. Hayati lelah.

#71. Mary Poppins Series – P.L. Travers | 1934-1988

Pengasuh anak yang ajaib. Masuk ke dalam lukisan, terbang untuk acara minum teh, kisah bintang jatuh yang dicari sapi sampai komunikasi bayi kepada makhluk sekitar. Mary Poppins menaikkan derajat the nanny untuk lebih disanjung.

#70. Frankenstein – Mary Shelley | 1818

Legenda makhluk raksasa Victor Frankenstein. Sejatinya Frankenstein adalah nama pencipta bukan si buruk rupa, tapi kenapa dunia lalu menjuluki ciptaannya dengan nama Tuhan-nya? “Kita semua makhluk yang tidak sempurna, hanya separuh jadi.”

#69. Romeo And Juliet – William Shakepeare | 1597

Kota Verona punya cerita kasih tak sampai. Ah andai Romeo punya nomor HP Juliet, tragedi itu bisa dicegah. Ah andai salah satu keluarga Montague dan Capulet tak egois, justru Romeo+Juliet dikenal karena tragisnya, ‘Kan?

#68. The Ghost – Robert Harris | 2007

Ide membuat biografi politik dengan menyewa Penulis bayangan, terdengar seru. Di tengah tercemarnya nama baik sang politikus, ada pola tak terduga yang memberi kejut motivasi. Dan letusan tembak membuyar tatanan bata dalam ketik indah.

#67. Disclosure – Michael Crichton | 1994

Tema erotik dibalik yang unik. Kalau selama ini pelecehan seksual biasanya korban perempuan, Pengungkapan adalah laki. Kalau selama ini pihak dalam hubungan industrial, pegawai yang sering keok di pengadilan, bagaimana saat pihak manajemen dicipta tersudut?

#66. The Treasure Island – Robert Louis Stevenson | 1883

Kisah bajak laut yang banyak menginspirasi. Dengan sudut pandang remaja Jim Hawkins kita diajak menjelajah lautan demi harta terpendam. Ombak penuh buih itu terlihat Indah awalnya, namun tunggu dulu – Stevenson membuat kapalnya bergolak dengan menyisipkan pemberontak nan penghianat.

#65. The Messiah – Boris Starling | 1999

Detektif era 1990-an. Pembunuhan atas nama Tuhan. Sang pembunuh serial ada di sekitar kita.

#64. Don Quixote de la Mancha – Miguel de Cervantes | 1905

Cerita jenaka Don Quixote dan pengawalnya Sancho Panza yang legendaris. Hati-hati apa yang kamu baca, imajinasi sering kali membumbung tak terkendali. “Aku sama hebatnya dengan seratus orang.”

#63. A Room With A View – E.M. Forster | 1908

Sedari pembuka kisah kita tahu ke arah mana drama cinta ini akan berakhir. “Kita tidak bisa berbuat baik pada semua orang.” Miss Lucy Honeyschurch memang sudah tampak galau menentukan arti cinta, dan kita dituntunnya untuk bilang wanita (tampak) selalu benar.

#62. Intensity – Dean Doontz | 1995

Sadisme disatukan dengan kecerdasan sang pembunuh. Chyna Shepard seorang siswi kunjung yang malam itu terselip dalam keluarga korban. Adu cerdik, hanya satu yang selamat.

#61. Kniha Smichu a Zapomneni – Milan Kundera | 1979

Paket komplit kisah-kisah Eropa timur. Politik kiri, debat absurb para penyair besar, sampai selingkuh yang dianjur. Novel yang berisi tujuh cerpen yang terkait, sejarah adalah perubahan-perubahan singkat.

#60. The Wildmills of Gods – Sidney Sheldon | 1987

Rakyat hanyalah pion, semua geraknya dikendali tangan tak terlihat. Ketika jabatan prestise diraih itu bukan karena prestasimu, tapi sebuah skenario permainan catur.

#59. The Railway Children – Enid Nesbit | 1906

Dari jalur panjang rel kereta daerah Yorkshire, anak-anak tak tahu nasib ayah mereka yang menghilang. Ibu yang menulis cerita, dan gejolak tanya yang tak kunjung padam. Ajaran peduli sekitar yang menarik.

#58. Therese Raquin – Emile Zola | 1867

Perselingkuhan. Pembunuhan. Sebuah kisah naturalisme yang mengajak Pembaca menyelami pikiran manusia yang memuakan, keberanian mengungkap kejujuran cinta terlarang.

#57. No Country For Old Men – Cormac McCarthy | 2005

Apa yang kalian lakukan saat sendirian melihat mayat-mayat bergelimpangan dengan koper penuh uang di sampingnya? Kaya mendadak dengan resiko bahaya besar, beranikah menantang maut? Karena segala sesuatu pasti bersumber, uang sekoper tak mungkin diabaikan, adu tangkas pembunuh bayaran kejam Anton Chigurh versus Llewelyn Moss sang veteran perang. Dan taruhlah sherif tua diantara mereka.

#56. Doctor Zhivago – Boris Pasternak | 1957

“Tidak perlu menyesuaikan seni dengan tuntutan politik negara. Mengorbankan karya (novel), akan menjadi dosa terhadap kejeniusanku sendiri.” Cara Boris melawan ketidakadilan yang berbuah Nobel Sastra.

#55. Lelaki Harimau – Eka Kurniawan | 2004

Sedari awal sudah tak lazim, pembunuhan terjadi dengan gamblang. Margio mengaku ada harimau dalam tubuhnya, ia menerkam leher Anwar Sadat. Bangunan narasi di kepala itu memberi kejut istimewa di paragraf akhir.

#54. The Hunger Games Trilogy – Suzanne Collins | 1, 2, 3 | 2008-2010

Amerika Serikat di masa depan yang mengerikan, dunia dibagi dalam 12 distrik. Sepasang remaja tiap wilayah yang dipilih undi maju untuk bermain dalam arena bunuh. Hanya satu yang bisa keluar hidup, tunggu dulu.

#53. Gabriela, Cravo, e Canela – Jorge Amado | 1958

The Chronicle of Ilheus. Gabriela adalah pesona utama Ilheus di antara keringat pria-pria frustasi. Kota tani yang sedang berkembang dengan hiruk-pikuknya.

#52. Steppenwolf – Hermann Hesse | 1927

“Hanya Untuk Orang Gila.” Lelaki kesepian yang menyebut dirinya sendiri seorang Steppenwolf di kota yang muram, saat ia memutuskan bersosialisasi yang awalnya iseng malah jadi candu. Cinta memang tak bisa disangka.

#51. Para Priyayi – Umar Kayam | 1992

Kisah Soedarsono melewati masa pra-kemerdekaan zaman Belanda dan Jepang. Era merdeka,  gonjang ganjing PKI, sampai cucu cicitnya yang modern. Simbolis pohon nangka yang tertangkap dalam konsep ruang dan waktu.

#50. Gulliver’s Travels – Jonathan Swift | 1726

Novel satir tentang perjalanan manusia. ‘Aku memiliki pendapat bahwa (manusia) adalah serangga kecil paling mengerikan yang merangkak di atas permukaan bumi.’ Ungkapan menggelitik isi kepala.

#49. Fahrenheit 451 – Ray Bradbury | 1953

Tema dystopia, di mana buku harus dibakar. Petugas pemadam Guy Montag ternyata punya pola pikir melenceng yang membuatnya diburu. Drama absurb tiga bagian: The heart of Salamander, The sieve and the sand, dan Burning bright.

#48. Yama No Oto – Yasunari Kawabata | 1954

Cinta seorang kakek-kakek, Ogata Shingo terhadap menantu yang bergemuruh. Mimpi dan kenyataan, batasannya jadi kabur. “Bahkan saat cuaca alam bagus, cuaca manusia tetap buruk.”

#47. The Good Soldier Schweik – Jaroslav Hasek | 1912

Lugu. Polos. Tolol. Kocak.

#46. The Jungle Book – Rudyard Kipling | 1894

Kisah anak manusia yang dibesarkan binatang di hutan, bukan hanya milik Tarzan. ‘Bunga Merah’ yang menyala dan dongeng adaptif. Kita akan lebih akrab karena biasa, bahkan dengan keseharian binatang.

#45. The Picture Of Dorian Gray – Oscar Wilde | 1890

Obsesi muda yang berbahaya. Disusun dengan pemilihan diksi kelas satu – seolah puisi yang menghanyutkan. Lukisan Dorian Gray terlihat diam, namun dia hidup!

#44. The Call Of The Wild – Jack London | 1903

Seekor anjing rumahan harus membuas di alam liar. Membunuh atau dibunuh. Lolongannya terdengar menyedihkan, hidup memang keras kawan bahkan untuk anjing yang berhati lembut.

#43. The Secret Garden – Frances Hodgson Burnett | 1909

Mary Lennox dipaksa keadaan untuk tinggal di desa, jauh dari hingar kota. Anak manja yang belajar makna kerja keras, dan sebuah kebun rahasia mengantarnya pada petualangan dan persahabatan. “Jangan pernah berhenti mempercayai Hal mahabaik dan mahaagung dan meyakini bahwa dunia dipenuhi dengan hal itu.”

#42. On The Road – Jack Kerouc | 1957

Kitabnya para generasi Beat. Jalan-jalan merenungi hidup bersama narkoba, seks dan pencarian makna. Meksiko jadi puncak terjauh ke Selatan bagi seorang sosok jalanan yang sempurna.

#41. Die Klavierspielerin – Elfriede Jelinek | 1983

Seni musik dipadu dengan erotika perempuan matang. Erika Kohut adalah presentasi sunyi ketaatan namun di kepala penuh ide berontak. Seni dan ketertiban adalah dua saudara yang saling bermusuhan.

#40. Lolita – Vladimir Nabokov | 1955

HH si pedofil. Lolita yang manja. Di Latvia setiap tanggal 30 Mei diperingati sebagai hari nama Lolita.

#39. An Artist Of the Floating World – Kazuo Ishiguro | 1986

Masa lalu yang menghantui. Seorang Pelukis sukses terjebak akan kesalahan masa lalu, mencoba menutupi dan berlindung pada rekan seperjuangan dan ‘jasanya’ terhadap Negara. Jepang era pasca Perang Dunia Kedua, seperti Indonesia yang paranoid komunisme.

#38. To Kill A Mockingbird – Harper Lee | 1960

Drama pengadilan terbaik yang pernah kubaca. Dinarasikan seorang anak perempuan bahwa prasangka itu tak baik. Isu rasial memang sensitif.

#37. The Gambler – Fyodor Dostoyevky | 1867

Nenek kaya raya iseng di meja judi yang mengkhawatirkan para ahli waris, yup berlimpah uang ludes. Alexey Ivanovitch yang jatuh hati bertaruh demi harga diri. Mengherankan apa yang kadang-kadang dapat diperbuat oleh gulden terakhir!

#36. Le Petit Prince – Antoine de Saint-Exupery | 1943

Imajinya luar biasa. Pangeran Cilik tinggal di planet mini, berkunjung ke tujuh planet asing dengan penghuni aneh. Yang ketujuh adalah bumi, planet tak biasa karena akan terus membuatnya terkagum, tersedu sedan, bahwa kita ini debu yang tersembul di semesta.

#35. Les Miserables – Victor Hugo | 1862

Kisah hidup yang sangat panjang Jean Valjean. Dari pendeta bijak bak nabi Tuan Myriel. Dan gadis lugu yang bertransformasi menggila Fantine.

#34. Wuthering Heights – Emily Bronte | 1847

Drama kelurga pilu. Melalui tutur kata Nelly sang pelayan kepada tamunya Tuan Loockwood kita tahu sejarah panjang Wuthering Heights.

#33. Kafka On The Shore – Haruki Murakami | 2005

Kucing hitam, gagak, makhluk dari dunia antah. Perjalanan mencari jati diri yang megah, bonus hujan lintah. Dan tantangan menakjubkan, memaku detik untuk stagnan dalam dimensi lain mengembara.

#32. A Clockwork Orange – Anthony Burges | 1962

Manusia mesin. Tahukah Anda, orange di sini sesungguhnya bukan jeruk? Burges pernah ke Malaysia untuk mengajar dan bahasa Melayu-nya human adalah: orang.

#31. Peterpan – JR Barrier | 1904

Peri penyusup di jendela lantai atas yang legendaris. Perang bajak laut, siapa yang tak kenal kapten Hook? Dan Peterpan – remaja abadi yang terbang dengan serbuk, the boy who wouldn’t grow up.

#30. A Farewell To Arms – Ernest Hemingway | 1929

Kehebatan kalimat langsung. Kehebatan menggunakan hanya kata-kata penting. Kehebatan ending yang disampaikan dalam satu lembar untuk membuat Bradley Cooper (dan mayoritas Pembaca) marah.

#29. The Lord Of The Flies – William Golding | 1954

Makna asli judul ternyata lebih panjang untuk dijelaskan ketimbang yang disangka. Sekumpulan remaja terjebak di pulau misterius, Golding menempatkan segalanya sulit dan kisah seni bertahan hidup dicipta.

#28. Matilda – Roald Dahl | 1988

Matilda, si cerdas yang nyaris kuhadiahkan sebagai nama putriku. Banyak referensi buku besar yang disampaikan. Benarkah kekuatan mentalist menggerakkan benda tanpa menyentuh itu ada?

#27. In Cool Blood – Truman Capote | 1966

Penuturan pengungkapan kasus pembunuhan yang detail, mohon dicatat Ini kisah nyata. Satu keluarga kaya, terpandang, bermasa depan cerah di suatu Minggu pagi ditemukan tewas mengenaskan. “Selesaikan pekerjaanmu, saksikanlah dan berdoalah: karena kamu tak tahu kapan akhirnya tiba.”

#26. The Brave New World – Aldous Huxley | 1932

Masa depan yang misterius, manusia sudah bisa dikloning! “Sebut itu kesalahan peradaban, Tuhan tidak sesuai dengan mesin dan obat ilmiah serta kebahagiaan universal.” Hani! Sons eso tse-nai!

#25. Of Mice And Men – John Steinbeck | 1937

Persahabatan bagai kepongpong, dulu kita sahabat dengan begitu hangat mengalahkan sinar mentari. Lennie dan George, sahabat yang saling mengisi seakan bertalian saudara. Namun tunggu dulu, di sungai Salinas titik utama dimulai kisah menjadi saksi di titik akhir yang mengerikan.

#24. Trilogy Bartimaeus – Jonathan Stroud | 2003-2006

Penyihir versi Jonathan punya dunia berlapis, dimensi ala Kerutan Dalam Waktu. Jin kocak ditemukan penyihir cilik yang cerdas, bumbuhi politik perebutan kekuasaan dan jadilah novel luar biasa. Masih menunggu keajaiban untuk difilmkan.

#23. The Kite Runners – Khaled Hosseini | 2003

Semua syarat buku bagus ada di sini. Kisah persahabatan yang merentang jauh dengan balutan layang-layang putus yang perlu dikejar dan politik Afgan yang sedang goyah. Diceritakan dengan narasi yang padat.

#22. Madame Bovary – Gustave Flaubert | 1857

Cerita dengan tema selingkuh memang mendebarkan, seperti makna penghianatannya itu sendiri. Buku yang membuat Flaubert diadili karena dianggap berkisah tak senonoh. Oh Emma, kenapa?

#21. Gone With The Wind – Margaret Mitchell | 1936

Saksi perubahan karakter dari gadis manja menjadi dewasa dengan pemikir matang. Drama berkelas berbumbu perang. Scarlett ini hebat lho, egois dalam cinta namun akhirnya tetap membumi.

#20. Midnight’s Children – Salman Rusdie | 1981

Ini adalah buku sejarah India dengan sudut pandang anak yang terlahir tepat tengah malam di hari Kemerdekaan. Tak senyaman buku sejarah di sekolah karena tutur bahasanya rumit. Menukar bayi di klinik bersalin adalah kejahatan super duper besar.

#19. A Tales of Two Cities – Charles Dickens | 1859

Revolusi Perancis yang meruntuhkan monarki. Kisah cinta yang dituturkan dari dua kota yang berseberangan, London dan Paris. Ending-nya mengharu biru, betapa pengorbanan cinta sungguh tak bertepi.

#18. The Good Earth – Pearl S. Buck | 1931

Generasi Pertama membangun. Betapa tanah adalah investasi tertinggi sejak dahulu kala sampai masa depan. Keluarga Wang memberi bukti, tak ada yang mustahil dalam hidup.

#17. And Then There Were None – Agatha Christie |  1939

Kisah detektif tanpa detektif. Mengumpulkan 10 calon korban dalam lingkaran kematian di pulau Negro yang terkucil, semua mati. Kalau begitu siapa pembunuhnya?

#16. The Catcher in the Rye – J.D. Salinger | 1951

Mengapa buku ini disukai pembunuh? Holden Vitamin Coulfield menggambarkan pemberontakan ala siswa yang berfikiran out of the box. “Semakin mahal uang bayaran satu sekolah semakin penuh pula sekolah itu dengan maling”

#15. Fight Club – Chuck Palahniuk | 1996

“Jika aku bisa terjaga di tempat yang berbeda, pada waktu yang berbeda, dapatkah aku menjadi orang yang berbeda?” Si insomnia Tyler Durden mendiri klub bertarung bawah tanah. Seru, liar, dan sangat jantan!

#14. His Dark Materials – Phillip Pullman | 1995-2000

Fantasi rumit nan megah. Kompas emas sebagai petunjuk, pisau gaib untuk berkelana dan teropong emas menembus dimensi. Pertempuran besar melawan Otoritas.

#13. Harry Potter Series – JK Rowling | 1997-2008

Kisah penyihir berkaca mata yang meledak di pergantian milenium. Efek novel ini sangat panjang. Selain kekuatan cerita, JKR punya pemilihan nama karakter yang unik, sampai putri keduaku bernama Hermione. Serius, Calista Yumna Hermione!

#12. The Adventure of Tom Sawyer – Mark Twain | 1876

“Benar ia seorang berandal, benar ia meracun hatiku sepanjang hari, tapi kalau suaranya tak terdengar lagi di telingaku, sunyi dan sepilah rasanya di dunia ini bagiku.” Tom Sawyer yang bandel bertemu Huckleberry Finn yang liar menjelajahi pulau. Sebuah pewujud impian masa kecil kita yang benci sekolah dan ingin bersatu dengan alam.

#11. Alice in Wonderland – Lewis Caroll | 1865

Novel anak yang memusingkan anak-anak, juga orang dewasa. Semakin terperosok lebih dalam ke lubang kelinci semakin memperumit imaji. “Penggal kepalanya!”

#10. Bumi Manusia – Pramudya Ananta Toer | 1980

Zaman Indonesia belum merdeka, seorang pribumi diberi kesempatan dalam pendidikan. Kekuatan disusun demi harga diri. Tak ada perang besar dengan memanggul senjata di buku ini, tapi rentetan kalimatnya akan meruntuhkan hatimu.

#9. Narnia Series – C.S. Lewis | 1950-1956

Kisah empat Pevensie bersaudara di dunia ajaib, membuatku ngeri membuka lemari seakan dibalik baju ada dimensi lain. Jadi mengistimewakan nama Lucy yang ketiga setelah di film Die Hard 4.0, Study in Scarlet dan ini. Kemudian yang keempat ya film Lucy-nya Scarlett Johanson.

#8. L’Tranger – Albert Camus | 1942

Meursault adalah orang aneh, lain daripada yang lain yang memandang hidup bak sebuah alur sia-sia. Bercinta berselang tak lama pasca ibunya meninggal dunia, hukuman berat yang dianggap biasa sampai menolak taubat. “Aku telah menjadi orang yang hanya memikirkan masa sekarang atau masa depan dan bukan masa yang telah lampau.”

#7. Nineteen Eighty-Four – George Orwell | 1949

Animal Farm, Tenggelam dan Teringkir di Paris dan London, Road To Wigan Pier, Orwell punya banyak novel lima bintang. Masa depan yang misterius dibuat mencekam Bung Besar. Tahun 1984 sudah lewat tapi 1984 tahun lagi buku ini jelas akan terus dibicarakan.

#6. Study In Scarlet – Sir Arthur Conan Doyle | 1887

Acuan semua kisah detektif. Alur mundur yang membuat penggemar fiksi misteri melonjak kaget. Masterpiece Sherlock Holmes, legenda besar Baker Street 211B.

#5. The Sound And The Fury – William Faulkner | 1929

Drama keluarga yang berliku. Menikmati Faulkner seolah kita ditenggelamkan, melihat dunia dalam sudut air yang bergelombang, megap-megap. Mustahil paham di kesempatan pertama baca.

#4. The Great Gatsby – F Scott Fitzgerald | 1925

Cinta sejati yang membabi buta. Gatsby adalah representasi lain dari kata setia. Dan tentu saja F Scott menambahkan sentuhan tragis di dalamnya untuk menjadikan Pembaca geram bersamaan tepuk tangan.

#3. A Game Of Throne – George RR Martins | 1996

Winter is coming. Perebutan takhta adalah novel fantasi gila, pertumpahan darah di mana-mana. Andai kalian hidup di masa itu, segala gerak pilihan hidup terlihat salah karena semua tak ada yang aman.

#2. The Hobbit – J.R.R. Tolkien | 1937

The best fantasy novel, I ever read. Sebelum Frodo Baggins memulai perjalanan panjang tentang cincin ajaib, kita sudah diajak berpetualang bersama Bilbo Baggins. Menemani tiga belas kurcaci dan Gandalf The Grey mereka melawan naga Smaug yang megah, sebuah Fantasi yang menginspirasi banyak generasi berikutnya.

#1. 100 Years of Solitude – Gabriel Garcia Marquez | 1967

Save the best for the last. Sebagai buku terakhir yang saya review sebelum daftar ini rilis. Saat kamu sudah merasa menemukan novel terbaik, coba sandingkan dengan mahakarya ini.

KGV V5/23 & Ruang HRGA CIF NICI – Karawang, 111117 – #SherinaMunaf – #CurahanSegalanya

Happy anniversary wedding 6 years 11-11-11 —— 11-11-17, sengaja daftar ini saya susun untuk kado pernikahan kami yang keenam tahun. Masa penuh rasa, nano-nano deh. Terima Kasih tak terhingga untuk istriku tercinta, Meyka Budiyanto. Kedua putriku: Najwa Saoirse & Calista Yumna Hermione. Kalian penyemangatku. Enam tahun untuk selamanya.

Daftar ini bisa terwujud berkat bantuan banyak pihak. Terima kasih banyak semuanya. Pertama jelas toko buku kovensional: Gramedia Karawang, Salemba Mega M Karawang, Kharisma KCP (syedihnya tutup – Nov 2017 ini), Gunung Agung Resinda, AA Tuparev, Gramedia Solo Square, Gramedia Slamet Riyadi Solo, Kharisma Solo Grand Mal, Emperan Buku Bekas Gladag – juara buku-buku jadul, Book Store Cikarang – MLC, Salemba Cikarang, Transmedia Cikarang, Togamas Solo, Togamas Surabaya. Kedua: Perpustakaan Solo di Jebres yang sudah lalu, masa indah sekolahku banyak direntang di sana. Ketiga Toko buku online: Stanbook – Olih, Taman Baca Rindang – Ari Naicer, Lenteng Agung – Pak Husna. Keempat segala pameran buku: Pameran buku Senayan 10.10.10, Pujasera Cikarang, Solo Technomart, dst. Kelima Sahabat tukar-pinjam buku: Zulk, Dien Novita, Budi Sukendro, Rani skom, Putri Wewa, Widy Satiti, Sekar Ayu, Vanessa Len, Melly Potter, Jokop Interisti, Pia Edogawa, Tanti Melia Fajrianti, Intana Intano, Wida Mani Oktani, Miss Devi, guru bahasa Inggris ETC, dst. Keenam Rekomendasi hebat dari sahabat: Moh Takdir – raja snob segala bidang, Jacob Julian – penulis absurb, Iin & Bob,  William Loew, Arif Keles, Emas Agoes Lelur yang abstrak, Christian Sutikno – tukang kopi film kolektor HD, Huang yang keukeh terbaik The Star Shines Down – ceo BIB, Gangan si Blogger keren – untuk Lego, Penyihir Midas dan Bokisnya. Teman satu kos Ruanglain31 – Cikarang: Grandong, Eri Wawan dan Jemy K. Rekomendasi dari grup WA – Love Books A Lot ID dan semua sahabat yang tak bisa kusebut. Untuk Penerbit dan Penerjemah buku-buku bermutu, kalian luar biasa. Mewujud mimpi, pada dasarnya menerjemahkan adalah pekerjaan mentransformasi kebudayaan. Daftar ini untuk kalian para Penikmat dan Pecinta Buku, mari berbagi.

#best100novel #100novel #mustberead #beforedie

Iklan

12 thoughts on “Best 100 Novels

  1. terima kasih untuk rekomendasinya. dilihat-liat banyak judul klasik disini, dan aku masih enggan membaca buku klasik. karena semacam trauma bahasa yg digunakan seringkali terasa kaku dan bikin diriku ngantuk

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s