Madame Bovary – Gustave Flaubert

Madame Bovary – Gustave Flaubert

Emma: “Ah, saya kasihan melihat Anda. Ya saya iba pada Anda…

Tema perselingkuhan yang menghantui. Emma Bovary adalah gadis cantik, pintar (namun tak cerdas) karena berwawasan luas, punya impian tinggi dan menginginkan kehidupan yang lebih maju. Hati-hati dengan apa yang kamu baca. Manusia memang tak pernah ada puasnya, lingkungan tentu sangat berpengaruh, pola pikir yang dipengaruhi pengetahuan sehingga banyak tahu tak terkendali dengan pijakan di bumi itu sangat berbahaya. Setinggi angan-angan, kita harus tahu batasan mana yang mampu diraih dan mana yang mustahil. Kalau tidak tahu kontrol bisa gila. Manusia memang tak pernah tahu arti kata cukup, dan syukur tetap yang utama.

Charles Bovary adalah dokter yang sederhana. Dipaksa sekolah kedokteran oleh ibunya, walau dengan nilai cukup. Bahkan selulus kuliah, saat mendapat kerja prakter di desa terpencil Charles dijodohkan dengan janda mapan yang cemburuan. Hidup seakan memang dijalani ala kadarnya. Namun segalanya menjadi lain ketika suatu malam keluarga Charles mendapat tamu seorang pesuruh dengan secarik kertas yang memintanya datang kepada tuannya karena beliau sakit patah tulang dan butuh perawatan.

Monsieur Rouault sangat kaya, istrinya sudah meninggal dan ia punya putri tunggal Emma yang begitu cantik. Ketika sampai di bagian ini jelas kita bisa memprediksi mereka akan bersatu. Dan benar saja, setelah Tuan Rouault sembuh, Charles measih saja berkunjung sekedar cek kesehatan. Ada benih cinta, lalu garis memang mempersatukan mereka karena suatu hari istri Charles meninggal dunia. Sekalipun istrinya cerewet, curigaan, ia terpukul jua. Ia bersandar di mejanya dan tetapi berdiri di sana sampai malam tiba, hanyut dalam kesedihan, bagaimanapun istrinya sangat mencintainya.

Tuan Rouault menghiburnya, mengajaknya jalan dan bersenandung pengalaman, sama-sama duda. Saya sering menyendiri di ladang, saya berbaring di bawah pohon dan menangis, lalu saya bicara dengan Tuhan dan saya melontarkan pada-Nya segala macam hal bodoh. Rasanya saya ingin menjadi tikus mole yang saya lihat bergelantungan di dahan-dahan pohon, dengan ulat-ulat merayapi perutnya – menjadi bangkai. Sangat tidak masuk akal bila seseorang ingin meninggal hanya gara-gara orang yang disayanginya meninggal.

Sampai pada pikiran itu pula muncul. “Tapi bagaimana kalau kamu menikahinya? Tapi bagaimana kalau kamu menikahinya?” Emma lebih suka melangsungkan pernikahannya pada tengah malam, menjelang matahari terbit, tetapi ide itu tidak disetujui ayahnya. Dan menikahlah mereka, mulai bagian ini Emma resmi menjadi Madame Bovary, sesuai judul. Buku ini lalu menyoroti pikiran sang karakter utama.

Charles membayangkan kehidupan berkeluarga adalah awal kehidupan yang lebih menyenangkan, merasa ia akan jauh lebih bebas serta bisa menghemat waktu dan uangnya. Tapi ternyata istrinyalah yang mengatur semuanya. 

Awalnya Charles bangga memiliki istri cantik. Awalnya kehidupan mereka berjalan baik, Emma hamil dan mereka mandiri. Konflik itu mencipta dari dalam. Emma yang hobi baca buku, berpikiran luas serta memiliki pandangan hidup maju mulai banyak menuntut. Harapan naik saat pengetahuan juga naik. Kesempatan mengembangakn pikiran hilang karena suaminya, dokter Charles sederhana, tekun, tak neko-neko, dokter biasa yang mendedikasikan untuk kemanusiaan.

Perkawainan hampa. Pasangan yang tak sejalan, selingkuh terjadi. Awal mula segala kacau, sang Madam Bovary mengejar impian penuh nafsu dan kebahagiaan semu, titik terperosoknya untuk makin dalam frustasi. Adakah jalan untuk kembali?

Novel dengan pola yang bagus, detail yang seram. Menyeret sang Penulis untuk diadili karena di era itu buku macam gini dianggap vulgar. Walau pada akhirnya ia menang, tetaplah kisah legendaris Madam Bovary memberi warna feminisme yang berpengaruh untuk masa selanjutnya. Penggambaran kaum borjuis era abad 19, potret kejiwaan yang sempurna. Seperti kengerian dalam Therese Raquin-nya Emile Zola, kisah selingkuh selalu berujung buruk. Sepakat?!

“Mereka sudah cukup membuatmu menderita. Jangan biarkan kondisimu lebih parah dari yang sekarang.”

Madame Bovary | by Gustave Flaubert | diterjemahkan dari Madame Bovary | Penerbit Serambi  | penerjemah Santi Hendrawati | penyunting M. Sidik Nugraha | pemeriksa aksara Eldani | pewajah isi Siti Qomariyah | cetakan I, Juni 2010 | ISBN 978-979-024-176-3 | Skor: 5/5

Karawang, 101117 – Novia Kolopaking – Aku Selalu Cinta

Iklan

One thought on “Madame Bovary – Gustave Flaubert

  1. Ping balik: Best 100 Novels | Lazione Budy

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s