The 100-Year-Old Man Who Climbed Out of the Window and Disappeared – Jonas Jonasson

The 100-Year-Old Man Who Climbed Out of the Window and Disappeared – Jonas Jonasson

“Balas dendam itu tidak baik. Balas dendam itu seperti politik, satu hal akan diikuti hal lain sehingga buruk menjadi lebih buruk akan menjadi paling buruk.”

Kisahnya unik. Setting waktunya terbagi dua antara sekarang (2005) di mana sang kakek ulang tahun keabad, naik jendela lalu menghilang dan 100 tahun sebelumnya, merangkak waktu demi waktu sampai akhirnya ditemukan dalam satu ttitik. Bagus, sungguh cerdas.

Di rumah lansia di kota kecil Malmkoping segala cerita bermula. Saat ulang tahun ke 100 tahun, Alan Karlsson kabur. Rencana perayaan istimewa, sang walikota hadir. Juga wartawan surat kabar setempat. Orang-orang jompo lain, serta seluruh pegawai panti, dipimpin oleh Direktur Alice yang pemarah. Hanya yang berulang tahunlah yang tidak berniat datang ke pesta.

Alan, masa lalunya lalu kita ketahui. Hebat, pernah bertemu bahkan terlibat hal-hal penting sama orang-orang besar dari Albert Einstein, Jenderal Franco, Soong May Ling, Kim II Sung, Stalin, Winston Churchill, Robert Oppenheimer, Mao Tse-Tung, dan seterusnya. Bagi Pembaca Indonesia, ada bagian khusus yang snagat menarik karena Alan pernah tinggal, bahkan lama dan berpengaruh di Bali. Sekali lagi, hebat, luar biasa. Dia adalah pewujud mimpi petualangan sejati. “Indonesia adalah negara di mana segalanya mungkin.”

Nama Penulisnya unik: Jonas Jonasson. Bak urang Sunda yang mengulang nama per kata dan dibubuhi, macam Lia Amelia, Wawan Setiawan, Barna Subarna, Eman Sulaeman, Riska Riskania, Ika Kartika, Nana Karyana, Iwan Setiawan, Yanti Aryanti, Andi Sugandi, Ani Suryani, Amar Sumarna, Yuyun Yuningsih, Udin Safrudin, dst.

Saya harus akui terbitan Benatng sekali lagi berkelas. Bukti bahwa selain penerjemah yang handal kita butuh proof reader, penyunting, pemeriksa aksara dan orang-orang yang memastikan buku itu bisa memuaskan pembaca. Sekali lagi, Bentang menyusunnya dengan istimewa, seperti biasanya. 

Cerita yang benar-benar lucu, gila, dan absurb. Novel bagus karena menyangkut politik, bertemu orang-orang besar, dituturkan dengan jenaka lalu meledak bak dinamit. Rekomended!

“Never again.”

The 100-Year-Old Man Who Climbed Out of the Window and Disappeared | by Jonas Jonasson | diterjemahkan dari The Hundred-Year-Old Man Who Climbed Out of the Window and Disappeared | judul asli Hundraaringen som klev ut genom fonstret och forsvan | terbitan Piratforlaget, Sweden, 2013 | cetakan kelima, Maret 2015 | penerjemah Marcalais Fransisca | penyunting Ade Kumalasari | perancang sampul Adipagi | ilustrasi isi Adipagi | pemeriksa aksara Fitriana, Intan, Intari Dyah P. | penata aksara Martin Buczer | Penerbit Bentang | viii + 508 hlm.; 20.5 cm | ISBN 978-602-291-018-3 | Skor: 5/5

“Segala sesuatu berjalan seperti apa adanya, dan apa pun yang akan terjadi, pasti terjadi.”

Karawang, 091117 – Sherina Munaf – 1000 Topeng

2 thoughts on “The 100-Year-Old Man Who Climbed Out of the Window and Disappeared – Jonas Jonasson

  1. Ping balik: Best 100 Novels | Lazione Budy

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s