Robinson Crusoe – Daniel Defoe

Robinson Crusoe – Daniel Defoe

Classic tales

Kutipan-Kutipan

Kesederhanaan, ketenangan, kesehatan masyarakat, semua hiburan yang baik dan kesenangan yang diinginkan, merupakan berkat yang ada dalam kehidupan kelas menengah. Inilah cara orang menjalani hidup dengan tenang dan baik.

“Anak muda. Sebaiknya kau jangan pernah berlayar lagi. Seharusnya kau melihat hal ini sebagai pertanda yang jelas dan nyata bahwa kau bukanlah seorang pelaut.”

Pengaruh buruklah yang membawaku pertama kali lari dari rumah ayahku, pengaruh ini pula yang pertama membawaku pada ide liar dan tak dapat dicerna oleh akal sehat untuk mengejar kekayaanku.

Namun keputusanku sudah bulat, kemana pun angin berhembus aku harus pergi dari tempat mengerikan itu. Kelanjutannya kuserahkan pada nasib saja.

Tetapi itulah kebiasaanku, selalu melakukan hal yang salah.

Kekayaan sering kali merupakan musuh terbesar kita, sebagaimana yang terjadi dengan diriku.

Aku mendapat tiga bantuan. Pertama, laut yang tenang. Kedua, ombak yang mengalir ke pantai. Tiga, angin kecil yang berhembus membawaku ke arah darat.

Pulau ini tidak dihuni kecuali binatang liar.

Aku yakin bahwa itulah suara tembakan pertama yang terdengar di pulau itu sejak dunia diciptakan.

“Apa gunanya dirimu? Kau sama sekali tak berguna bagiku. Tak berguna untuk menggali. Salah satu dari pisau ini lebih berharga dari tumpukan ini.”

Aku tidak akan terdampar di pulau ini andai saja tidak terdorong oleh keinginanku untuk memperdagangkan manusia diluar batas.

Orang jahat dipertimbangkan dengan kebaikan yang ada padanya dan hal terburuk yang menimpanya.

Benda yang akan kuberikan padamu adalah salinannya (sekalipun di dalamnya terdapat hal-hal yang sama diceritakan berkali-kali) selama hal ini berlangsung.

Aku segera mengabaikan untuk memuliakan hari Minggu, karena dengan menghilangkan tandanya dari posku, aku lupa yang mana hari Minggu itu.

Aku bukan tipe orang yang mudah putus asa.

Saat merenung mengenai bagaimana aku terdampar di tempat mengerikan ini, di luar jangkauan manusia lain, tiada harapan ditolong ataupun tetap hidup dan aku tidak akan mati kelaparan, semua rasa deritaku menghilang.

“Ya Allah, tolonglah diriku, karena aku dalam kesulitan yang besar.”

Akulah raja dan penguasa negeri yang tidak berpenghuni ini dan berhak memilikinya. Jika aku bisa membawanya, aku mungkin mewariskannya sebagaimana setiap penguasa sebuah manor di Inggris.

Hari ini aku berpuasa dengan khidmat, menyediakan waktu untuk beribadah, dengan bersujud dan merendahkan diri dengan sungguh-sungguh, mengakui dosa kepada Allah, mengakui kebenaran penghakiman-Nya terhadap diriku dan berdoa kepadanya.

Sekarang aku mulai merasakan betapa membahagiakannya hidup yang kini kujalani, dengan semua penderitaannya, daripada kehidupan buruk yang kulalui sebelumnya.

Aku melihat betapa bodohnya memulai sesuatu pekerjaan sebelum memperhitungkan biayanya, dan sebelum kita menilai kekuatan kita dengan benar apakah kita dapat melakukannya.

Alam dan pengalaman mengajarkanku, melalui perenungan bahwa semua hal baik di dunia ini tidak akan menjadi baik bagi kami jika digunakan melebihi kebutuhan.

Orang yang paling kikir, suka iri hati, dan suka mengeluh di dunia ini bisa disembuhkan dari dosanya jika ia berada dalam posisiku.

Sekalipun hidupku menyedihkan, hidupku ini juga penuh dengan belas kasihan.

Sekalipun udara memang sangat panas sehingga pakaian tidak diperlukan, tetapi aku tidak pernah hidup telanjang.

Ketika aku melakukan pelayaran ini, yang ternyata lebih lama daripada yang kuperkirakan.

Kini, aku melihat betapa mudahnya Allah membuat penderitaan terburuk manusia menjadi jauh lebih buruk lagi. Sekarang aku melihat pulau terpencilku sebagai tempat yang paling menyennagkan di dunia dan aku benar-benar ingin kembali ke sana lagi.

“Poll”, makhluk yang bersosialisasi dan mendatangiku.

Kelaparan bisa menjinakkan hewan liar.

Saat itu, aku benar-benar terkejut dengan jejak kaki telanjang manusia di pantai, yang sangat jelas ada di pasir.

Betapa aneh kehidupan manusia ini! Apa yang kita kasihi hari ini akan kita benci pada keesokan harinya. Apa yang kita cari hari ini besok akan kita abaikan.

Sikap damai, bersyukur dan kasih merupakan kerangka doa yang lebih tepat dibandingkan ketakutan dan ketidaktenangan.

Aku pun mengira bahwa tidak ada satu pun di gua itu yang lebih menakutkan daripada diriku.

Robinson Crusoe | by Daniel Defoe | diterjemahkan dari Robinson Crusoe | terjemahan Bahasa Indonesia oleh Peusy Sharmaya | Penerbit PT. Elex Media Komputindo | EMK 777101669 | ISBN 978-979-27-8093-2 | Skor: 5/5

Karawang, 041117 – Backstreet Boys – Incomplete

One thought on “Robinson Crusoe – Daniel Defoe

  1. Ping balik: Best 100 Novels | Lazione Budy

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s