Wonder Woman: Captain ‘Price’ America

Wonder Woman: Captain ‘Price’ America

Diana Prince: I am Diana, Princess of… | Steve Trevor: Price! Diana Price!

Setelah segala keterpurukan film-film adaptasi DC belakangan ini sejauh mana usaha mereka untuk kembali bangkit? Sample tahun lalu Suicide Squad dan Batman Vs Superman: Dawn of Justice gagal secara kualitas. Bandingkan keluaran Marvel yang sukses box office dan jauh dari hujatan kritikus macam Doctor Strange dan Civil War. Tahun ini DC mengeluarkan dua andalan utama, Wonder Woman dan Justice League untuk menantang gempuran pasukan Avengers.

Jumat mendung (9/6) kemarin pasca Taraweh yang tergesa, saya sempatkan seorang diri berjalan kaki ke CGV Blitz Festive Walk Karawang untuk menikmatinya. Banyak review yang sudah mencoba masuk ke otak, tapi saya abaikan. Bahkan tomat fresh pun sempat digulirkan sebelum rilis resmi. Hasilnya? Dari jam 20:20 sampai 22:50 saya terduduk lesu. Lelah. Durasi jadi complain pertama karena banyak scene yang bisa dipangkas tanpa mengurangi inti cerita. 

Kisahnya tentang DC girl paling imut dari latar belakang masa kecilnya sampai era sekarang. Cerita pembukanya di kota Paris, Diana Prince (dimainkan dengan seksi oleh Gal Gadot) menerima berkas berisi foto dirinya bersama empat pasukan di era Perang Dunia, kiriman dari Bruce Wayne itu bertuliskan keinginan mengetahui cerita di balik gambar. Dengan tersenyum, dan kisah langsung diseret jauh ke belakang. Di sebuah pulau terpencil bernama Themyscira tentang legenda Amazon, tersebutlah warga yang berpenghuni semua perempuan. Pulau yang dilindungi dari dunia luar. Diana kecil (dimainkan dengan imut Lilly Aspell – ulang tahunnya sama euy 30 April. Bisa aja DC casting pemain) sudah terlihat istimewa. Antuisme, aktif dan ceria. Kerumunan warga yang semuanya perempuan itu seakan tak dimakan era, semua yang ada di situ adalah gambaran masa jauh dari peradaban. Pakaian seksi, berlatih perang dengan senjata pedang, tombak, panah dengan lengan kiri tersampir tameng. Semua tersaji ala ala film Hercules versi feminim. Dari penuturan ibunya, Diana tahu tentang sejarah Tuhan. Bagaimana Ares, dewa perang turun ke bumi dan meluluhlantakkan sendi kehidupan dan dengan Pedang Pembunuh Dewa-lah ia bisa ditaklukkan.

Era berjalan dengan sekali kedip. Diana sudah dewasa, tampak sangat cantik. Nah, suatu ketika pembatas dunia luar itu tembus. Sebuah pesawat perang masuk ke area Themyscira. Pilotnya Steve Trevor (Chris Pine) yang terjatuh di laut, Diana langsung menyelam guna memberikan pertolongan. Sayangnya barikade udara itu menyeret pasukan Jerman yang mengejar Steve, tarung saru tersaji. pasukan Amazon dengan senjata tradisional dalam serang lingkup senjata api. Dengan Lasso kebenaran Steve bertutur bahwa ada penjahat perang yang mengancam kedamaian dunia, Jenderal Erich Ludendorff (dimainkan dengan menyakinkan oleh Danny Huston) dan kepala laboratorium Dr Isabel Maru (Elena Anaya) yang sedang mengembangkan senjata baru yang bisa melakukan pembunuhan massal. Dan tentu saja dipikiran kaum Amazon itulah perwujud dewa Ares era modern. Dengan alibi inilah, Diana harus dikirim ke dunia luar, harus mencegah kiamat. Saatnya menjadi pahlawan sesungguhnya. Dengan tameng, lasso, Pedang Pembunuh Dewa. Adegan pamitnya bak remaja pertama kali mau merantau yang diantar warga sekampung. Dibuat menyentuh. “Be careful in the world on men, Diana. They do not deserve you. You have been my greatest love. Today, you are my greatest sorrow.” Dan demi JL maka berdua berangkat mengarungi lautan berperahu menuju kerasnya kehidupan.

Sesampai di London (It’s hideous!), dikenalkan dengan sekretaris. “Well, where I am from that’s called slavery.”. Lalu kita dipertemukan dengan sang negosiator Inggris dengan pihak Jerman, Sir Patrick Morgan (lulusan Hogwart yang keren itu, David Thewlis). Awalnya kaku dan ditolak pemerintah misi itu, rencana tak disetujui mereka cari jalan lain. Dengan tekad pahlawan, Sir Patrick off record mengizinkan Steve membentuk tim. Dan Diana-pun diajak berkenalan dengan rekan seperjuangan. Pertama mata-mata aneh Sammer (Said Tagmaous), kedua si kurus layu Charlie (Ewen Bremner) dan berikutnya si penyelundup The Chief (Eugene Brave Rock). Tim siap berangkat! Bak sajian perang penuh bom, rentetan senjata dan pada akhirnya Diana bertatap sama Ludendoff adalah bagian terbaik, “You know nothing of the gods.”, dan sampai kejutan identitas Dewa Ares tentunya. Hiruk pikuk ledakan musim panas. Dan tentu saat foto jadul di Belgia itu dibingkai. Berhasilkah perang besar digagalkan? “I shall destroy you!”

Seperti biasa, saya adalah penikmat credit title. Saya tonton sampai layar benar-benar kosong. Bahkan sampai petugas kebersihan bioskop datang, ‘mengusir’ bilang bahwa scene after credit tidak ada. Yah, saya jawab ‘sudah tahu, saya menikmati tulisannya’. Lalu apa yang saya dapat dari 5 menitan tulisan berjalan ke atas bersama score menghentak Rupert Gregson-Williams itu? Termasuk permainan cello tema Wonder Woman jadul terdengar. Film ini didedikasikan untuk ayah sang sutradara: William T Jenkins yang seorang kapten pilot Air Force. Juga untuk para contributor bergenerasi sebelumnya yang berjasa atas franchise ini: William Moulton Matston, George Perez, Jim Lee, Chiff Chiang dan Lynda Carter yang pertama kali memerankan Diana secara live acton tahun 1975.

Bahwa sedari awal film, tak ada judulnya sama sekali dan tak ada pula yang memanggilnya Wonder Woman sepanjang film. Tulisan judul baru muncul saat usai. Ketika Diana mempresentasikan hidupnya demi keadilan, dan menyebut dirinya sebagai ‘Wonder Woman’.

Keunggulan utama film ini tentu saja segala aksi Gal Gadot, cast yang sempurna. Film superhero dengan leading role wanita pertama sejak Eletra, wew sudah lama sekali ya ternyata. Untungnya sukses, kekhawatiran kita akan cewek berbaju seksi, keluar dari pakem sehingga norak tak terwujud. Salut, Gal Gadot langsung naik pamor. Segala filmnya otomatis diburu, saya bahkan belum nonton Furious 7, apalagi film kelas B macam Keeping Up with the Joneses, Criminal, Triple 9 sampai Kicking Out Shoshana. Keculai franchise Fast and Furious, nyaris semua tak kutahu. Film yang akan dikenang selamanya, film yang mengubahnya menjadi aktris papan atas. Wonder woman 2, Flashpoint, Justice League Part Two secara otomatis juga ditunggu. Tahun ini kita dua kali dihadiahi sang Wonder dua kali. JL yang minggu lalu kutonton, jelas juaranya Gadot dan ini.

Sayangnya plot yang disajikan kurang bagus, biasa saja. Tema manusia jadul, super hero zaman old dari zaman Perang Dunia yang bertahan hidup sampai era millennial tampak tak asing di telinga. Sang Kapten and co dibekukan dan memimpin sekumpulan manusia super. Yah, DC terlambat lagi. Emang nasib.

Salah satu adegan favorit yang tampak biasa tapi sangat mengena, saat Diana pertama kali makan es cream dan berujar, “It’s wonderful. You should be very proud.” Yeah, Gal Gadot, kamu pasti sangat bangga!

Wonder Woman | Year 2017 | Directed by Patty Jenkins | Screenplay Allan Heinberg | Story Zack Snyder, Allan Heinberg, Jason Fuchs | original story Wonder Woman created by William Moulton Marston | Cast Gal Gadot, Chris Pine, Connie Nielsen, Robin Wright, Danny Huston, David Thewlis, Lily Aspell, Ewen Bremner | Skor: 3,5/5

Karawang, 1206-3011-17 – Sherina Munaf – Beranjak Dewasa

#HBDSherinaMunafKU

Draft tulisan ini sudah kubuat bulan Juni 2016 dan baru sempat saya edit dan pos hari ini.


Iklan

Kingsman 2: The Golden Circle – A.C.T.I.ON Movie Of The Year

Kingsman 2: The Golden Circle – A.C.T.I.ON movie of the Year

Elton John: “Now go on and save the world!”

— catatan ini mungkin mengandung spoiler —

Paket komplit. Action ada – “Saturday, saturday, saturday!”, comedy ada – seluruh aksi Poppy menyiratkan kelucuan sekaligus kengerian, romance ada – demi cinta akan kuselamatkan dunia, kejutan ada – shoot em all Agen Whiskey!, dan seabreg kecanggihan teknologi CGI – keping ledakan dalam tebaran salju, termasuk menaruh pelacak di ‘tubuh’ Clara? Sebuah rentetan seru sebagai syarat sebuah film blockbuster jelas terpenuhi. 

Kisahnya langsung berlanjut dengan ending Agen Rahasia. Eggsy Unwin (Taron Egerton) keluar dari kantor Kingsman bersetelan jas rapi di Saville Row, London, saat akan naik taksi ditodong penjahat yang ternyata adalah eks rekan seleksi kandidat si Charlie Hesketh (Edward Holcroft). Ia adalah seteru dalam seleksi yang seharusnya lenyap tapi kini mengenakan tangan palsu dengan mesin elektrik canggih. Setelah ditodong untuk masuk mobil, Eggsy berontak. Pertarungan seru di mobil tersaji, dalam kontinu kecepatan kendaraan dalam kejaran di tengah hiruk pikuk kota London, di mobil canggih berisi banyak tools keren. Saat mobil terhenti, tangan mesin Charlie dipatahkan dan Sang Agen kabur. Terjepit di tepi danau, Eggsy menekan tombol transform sehingga mobilnya berubah jadi kapal selam. Dengan kaca yang sudah berserakan ia menahan nafas. Di dasar danau itulah mobil masuk dalam kantor mini Kingsman, meninggalkan mobilnya yang reyot dan bergegas mengejar acara makan malam dengan melompati septitank. Uogh! Kemenangan? Ah tidak juga, tangan elektrik yang tertinggal itu bergerak dalam remote jarak jauh, meretas file rahasia Agen dan merusak segalanya.

Berkat file curian itu, markas komunitas Kingsman dihancurleburkan, para anggota dibunuh, membabat habis para penegak keadilan. Termasuk saat pesta kecil-kecilan ulang tahun sobat mereka Brandon, semua luluh lantak. Menyisakan harapan terakhir, sebuah pesan ke mana mereka saat akhirnya hal ini terjadi. Bersama Merlin (Mark Strong), mereka mengaktifkan protocol kiamat (doomday protocol) yang diluarduga hanya berisi sebotol wiski. Tak tahu harus ngapain, untuk mengalihkan sedih kehilangan teman-teman, mereka minum sampai habis. Dan saat tetes terakhir alcohol, mereka menemukan tulisan dalam kemasan ‘Distilled in Kentucky’ dengan logo K bearing. Harapan terakhir itu mengarah ke Amerika Serikat (tentu saja! Emang mau ke Kenya?).

Di sana mereka berjumpa si annoy Agen Tequila (Channing Tatum), beradu tengkar yang menuntun dalam ruang sekap berkaca. Dan ta-daaa… kejutan! Yang tampak benar-benar mati di film bisa kita hidupkan, entah bagaimana caranya pokoknya kalau tokoh penting dan menjual, ada aja caranya, daftarnya panjang. Dan adegan kupu-kupu itu menjawab kenapa dalam poster muncul gambar Colin Firth. Dengan penutup mata, Harry Hart bangkit dari kematian. Walau awalnya kehilangan ingatan, amnesia akut namun kisah dicipta tim jagoan bersatu.

Bersama sang asisten Ginger (Halle Berry) dan agen Whiskey (Pedro Pascal) dipimpin oleh Champagne alias Champ (Jeff Bridges) mereka adalah agen rahasia cabang Amerika Statesmen, hal ini langsung memicu angan, siapa tahu Cabang Indonesia mungkin akan muncul dalam lanjutan seri ke 69 berjudul Agen Bus Mira PP Surabaya – Yogyakarta, yah siapa tahu. Mereka mereka ulang segalanya dan mengejar penjahat, mencari dalang penghancur Kingsman.

Penjahatnya? Kita diperkenalkan oleh Bandar narkoba kelas kakap yang sangat ikonik dan menyenangkan dan sangat imut dan setiap scene-nya memberi senyum menyenangkan. Di sebuah perkampungan hutan yang tersembunyi di Kamboja, sang drug lord bernama Poppy Land, hiduplah main villain seri ini Poppy Adams (dimainkan dengan brilian oleh Julianne Moore). Karakter unik Poppy langsung mengingatkanku pada penjahat Joker atau Lex Luthor yang melakukan kejahatan bak mainan karena sering tersenyum. Dia jugalah yang mengirim Charlie untuk menghancurkan Kingsman. Cara pengenalannya jua keren, di mana dengan sadis di acara makan malam melakukan pembunuhan tak langsung, dengan senyum terhadap dua tamunya. Charles yang ketahuan melakukan sesuatu yang illegal dihukum dengan cara yang ngeri. Dua anjing robot – robodrugs yang suhha dimodifikasi dan mesin penggiling dihidupkan. Hiii, serem gan. 

Sementara di panggung hiburan sisi lain Poppy menahan penyanyi terkenal nan fenomenal Elton John (dimainkan olehnya sendiri) memainkan piano dengan sendu. Elton sendiri digambarkan dengan keren, tatapan hampa sebagai junky pengguna narkoba. Robodrug dimodifikasi sensornya saat melihat Elton sebagai teman. Dan tak kunyana, seksi kecil gini nantinya jadi sangat berpengaruh sebagai eksekusi ending. Dua anjing robot itu bernama Bennie dan Jet. Dan tentu saja bukan sebuah kebetulan Elton John punya lagu berjudul “Bennie and the Jets”. Wew, keren.

Setelah perkenalan yang seru itu, kita menemukan konflik sesungguhnya. Poppy, seorang lulusan kampus ternama, cum cluade. Bakat seorang CEO sekaligus psikopat (dan Ghofur-pun tertawa teringat beliau) muncul ke permukaan. Mengumumkan sesuatu yang membuat banyak orang terkejut. “My name is Poppy Adams, CEO of The Golden Circle. I’m speaking to you today because our world leaders out of the shadow and taking over. And to make sure no one gets our way. Kingsman is crumpets!”  Narkoba yang diedarkannya ternyata mematikan. Sangat mematikan. Para pemakai akan terlihat linglung, uratnya akan membiru sehingga dengan mata telanjang dapat melihat merekalah para pemakai. Kejang-kejang, mata melotot hingga meninggal. Nah, Poppy mengultimatum kepada kepala dunia (dalam kisah ini diwakilkan Amerika), sang presiden (dimainkan dengan aneh oleh Bruce Greenwood) untuk menghentikan perang terhadap narkoba, kenapa? Karena Poppy akan memberikan menawarnya, atau membiarkan warga – seluruh warga dunia yang terlanjur memakai – akan mati. Diluarduga, sang presiden memutuskan berdiam diri. Dengan enteng bilang, sebuah pilihan mudah, seleksi alam, sampah masyarakat akan berkurang. Edan, presiden-nya juga tak kalah psikopat.

Tim Statemen menyelidiki, mengejar dan mencoba membongkar. Dari pergi ke festival musik Glastonbury (Clara haha… 18+), ke Italia (di dinginnya salju dan yang terjadi di Glastonburry biarlah terjadi di sana) sampai alat lacak mengarah menuju Asean (Singapura apalah). Ditambah lagi, fakta kekasih Eggsy, Putri Tilde (Hanna Alstrom) juga seorang pemakai. Dikejar waktu, berhasilkan Eggsy menyelamatkan kekasih pujaan, berhasilkah para jagoan memburu Poppy dan pada akhirnya menyelamatkan dunia? Kamu tak bisa menyelamatkan dunia, sendirian. Lho kok tagline JL?

 Ada kejutan. Hart menembak rekan kerja dalam serbuan maut. Wow saya terkesima. Ada karakter penting tewas, ranjau meledak dalam rencana. Hebat, tapi mengingat kejutan kupu-kupu bisa jadi seri berikutnya dihidupkan lagi. Kalau yang jelas-jelas ditembak jarak dekat saja bisa bangkit, bagaimana yang meledak berkeping? Patut ditunggu ide apa lagi coba yang akan dikerahkan tim kreatif? Apalagi, bangkitnya Hart bisa sangat diterima dalam kisah aksi fiksi. Semua disaji penuh aksi yang benar-benar layak ditonton di bioskop. Layar lebar dengan gaung dan teriakan kegilaan. 

Dengan cast bintang-bintang besar macam gini, seri ini akan melaju. Ada lima pemennag Oscar. Seri tiga? Coba goda Di Caprio, siapa tahu… Rasanya Tatum harus diberi aksi lebih, masak bintang sekokoh itu cuma dapat peran segitu? Apalagi ending-nya ia tampak macho di jalanan London menenteng senapan. Tambahkan Dwayne Johnson maka trilogy Kingsman dengan senang hati kita tunggu, sangat kita tunggu. Put Alpha Gel on that… Viva la Vegan.

Salah satu film aksi terbaik tahun ini. Two Thumbs Up!

Nonton bareng teman-teman  tercintah, bagaimana respon mereka?

Intano: “Exactly awesome. Bagus banget pokoknya, kereeeen. Kenapa? Asyik aja, aku (sampai) tidak bisa menjelaskannya dalam kata-kata. Pokonya keren. It’s very highly highly highly (three times sis!) recommended.” Skor: 10/10

AAGhofur: “Menurut aku seru ya. Penonton dibuat kayak rollercoaster, naik turun. Jadi kita tuh kayak… turun turun turun terus naik lagi. Ga ketebaklah. Dan untuk kategori spy ini tak terlalu serius. Lumayan bagus.” Skor: 8.5/10

TH: “Ok, masih lebih bagus yang pertama. Secara, efek mengejutkannya lebih bagusan yang pertama. Yang ini surprise-nya kurang. Action-nya terlalu berlebihan untuk sebuah film agen. Agen mata-mata yang berlebihan.” Skor: 6/10

TB: “Paket komplitlah. Luar biasa. Aku terngengah-engah. Yang slamdunk-nya, yang Tequila-nya, yang Julliane Moore-nya, yang Elton John-nya, dan kebangkitan Harry menurut aku masih, masih sangaaat bisa diterima. Apalagi menontonnya sama orang-orang terkasih. Wuuih… nilaiku 10/10.”

Additional – Rani Skom: “Kingsman itu cucuk meong. Tapi aku lebih suka Kingsman satu. Valentine karakternya lebih hidup ketimbang Miss Poppy. Si Eggsy-nya juga lebih bagusan di Kingsman satu sih. Di seri dua terlalu banyak percintaannya, males. Hanya Elton John-nya yang membuat saya bertahan sampai akhir film. Tapi tetap, skor sih 9/10”

Calculating… 10+8.5+6+10+9 = 8.7/10 – wuih action movie of the year

Kingsman: The Golden Circle | Year 2017 | Directed by Matthew Vaughn | Screenplay Jane Goldman, Matthew Vaughn | Cast: Taron Egerton, Edward Holcroft, Mark Strong, Hanna Alstrom, Jullianne Moore, Colin Firth, Michael Gambon, Channing Tatum, Halle Berry, Elton John, Jeff Bridges, Pedro Pascal, Poppy Delevingne | Skor: 4/5

Karawang, 2209-2811-2017 – Sherina Munaf – Ada

Catatan: Draft sudah saya ketik sejak September tapi saya biarkan terbengkelai karena mengejar 11-11-17 dan baru sempat edit untuk memberi sentuhan akhir hari ini.

Pekan Ke 14: Lazio Vs Fiorentina

Prakiraan formasi

3-5-1-1
Strakosha
Bastos – De Vrij –  Radu
Marusic –  Parolo –  Leiva –  Sergej – Lukaku
Luis Alberto
Immobile
LBP 3-0
Selamat datang Pioli. Serie A sedang panas, tak ada basa basi. Hujan gol terjadi. Immobile terus cetak gol.
Prapmier League
Lazio 3-1 Fiorentina ; Immobile
Analisis: Fiorentina musim ini kehilangan keunguannya. Dalam istilah orang Meksiko hal seperti itu disebut ‘mblobor’. Kesempatan emas bagi Lazio utk menorehkan tinta merah tanda luka parah pada mereka.
Siska
Lazio 2-1 Fiorentina
Immobile
Statistik sangat memihak tuan rumah, meski taun lalu Fiorentina sempat mengalahkan Lazio dengan skor 2-4. Ditambah lagi Fio memiliki catatan tandang yang kurang baik musim ini. Jadi, tidak ada alasan bagi Lazio untuk tidak menang.
DC
Lazio 2-0 Fio
Alberto
Datang main menang.
3 kata yang sangat dikenal.
Kali ini pantas disematkan pada Elang.
Sergio Van Dith
Lazio 2-2 Fiorentina, Immobile
Lazio akan sulit menang. Fiorentina bakal usaha garang. Sudah pantas hasil imbang.
Emas Nani
Lazio 2 – 0 Fiorentina
Immobile
Kabar kemenangan emyu yang diterima Nani langsung diteruskan ke teman-temannya di Lazio. Seketika semangat membara. Laskar benteng Viola dibungkam dengan 2 gol tanpa balas.
Takdir
Lazio 3-2 Fiorentina
Immobile
Analisis: Setelah bersafari dengan liga sparing, kini Lazio kembali fokus pada kompetisi sesungguhnya. “Saya belajar banyak dari Pioli. Saya mengenal Pioli dengan baik dan dia mempersiapkan permainan dengan cara yang benar.” Inzaghi sudah menyiapkan Immobile untuk laga ini. Setelah sembilan laga MENANG terus terhenti di Derby kini kita akan tahu seberapa besar sesungguhnya mental juara The Great. Bisakah bangkit untuk kembali meriuhkan papan atas atau menyusul terpuruk menukik turun terjerebab. Chiesa main. Nani tidak. Skor akan tipis gap satu gol. Icardi kini sejajar 15 jadi wajar makin ngotot Immobile bikin gol buat menjauh. Lukaku sudah saatnya starter, pembuktian pemainan atraktif sebagai super sub harus diganjar menit bermain lebih banyak. Gol pertama ada andil dari Jordan. Ala ala umpan ke Murgia itulah. Selamat datang di Olimpico, Pioli. Selamat menekuri masa lalu. Saya bisa jamin dua tim ditukangi dua pelatih filosofi menyerang, minimal tiga gol tercipta. Kencangkan seatbelt, Serie A menjelma Kick N rush. Serangan terbaik dua golem dua pekka dengan wizard di belakang, dan biarkan Immobile memBarbarianKingkan diri. Aaarrggg…. (muncul lingkaran ungu)
Bagas
Lazio 1 – 0 Fiorentina, Immobile
Meskipun menjadi tuan rumah dan dalam performa lebih baik, Lazio tak bisa terlalu jemawa. Pasalnya, hasil 5 pertemuan di Stadion Olimpico sangat seimbang. Dua kali mereka menang, sekali seri dan dua kali pula mereka kalah. Statistik ini juga sekaligus menjadi motivasi tersendiri bagi Fiorentina yang sedang paceklik kemenangan. Forza Lazio.
WAO
Lazio 2-1 fio. Immobile
Lazio day. Immobile maen. Dan menang 2-1👍.
Karawang, 261117


Naura & Genk Juara

Naura & Genk Juara

Juara adalah kita yang menang melakukan banyak kebaikan bukan hanya menang dalam suatu lomba.

Bernyanyi di bioskop. Film musical lokal terbaru yang saya tonton bersama keluarga di hari Minggu, 19 Nov kemarin adalah hiburan film keluarga yang jualan utamanya nyayi dan nari. Lupakan plot dan konflik berat, jelas ini adalah hiburan anak-anak dengan segala keceriaan yang terkandung di dalamnya. Sedari awal memang ekspektasiku tak setinggi musical terbaik Indonesia sepanjang masa Petualangan Sherina, tapi jelas segala promo material dan tawaran nyanyian anak-anak bak Sherina Munaf dan Sadam-lah magnetnya. 

Di tengah gempuran sekumpulan superhero di Liga Keadilan dan promo kencang film festival Marlina, Naura memberi tawaran keceriaan di tengah kemuraman keduanya. Sebuah opsi lain untuk liburan bersama keluarga dengan mengajak si kecil untuk berdendang di bioskop.

Kisahnya dibuka dengan animasi yang memperlihatkan para karakter utama. Macam main game adventure Sonic, mereka menemukan item dalam dendangan lagu. Dalam live action, SD Angkasa sedang mengadakan lomba sains. Khas anak-anak Sekolah Dasar, dari mainan sembur cola, drone modifikasi sampai GPS system. Semua disajikan dalam gerak tari dan lagu. Pemenang lomba? Tentu saja Naura (Adyla Rafa Naura Ayu) yang sekaligus menjadi ketua kelompok mewakili sekolahnya bersama Okky (Joshua Rundengan) dan Bimo (Vickram Priyono) dalam Kemah Kreatif lomba di kawasan hutan tropis Situ Gunung, Sukabumi. Pembuka yang lumayan.

Di hutan lindung itulah kita bertemu komplotan pencuri satwa lindung, Trio Licik, sindikat perdagangan hewan liar. Mereka melakukan kejahatan pencurian hewan yang dilindungi dengan senjata bius, berkendara mobil trail macam di lomba Dakar. Kebetulan tempat kejadian pencurian bersanding dengan tempat kemah lomba. Kebetulan juga, Noura dkk memergoki. Kebetulan lagi dalam proses melarikan diri dengan salah satu teman mereka dalam sekap (coba tebak siapa? Yang pasti bukan Naura), hujan turun sehingga jalanan becek dan sulit untuk keluar dari kubangan.

Tahu ada anak hilang, para penanggung jawab mengerahkan penjaga hutan (ranger who?) untuk misi pencarian. Sang kepala pelaksana yang bertanggung jawab Pak Marsono yang menggantikan sang ketua (acting kaku Shelomita) karena sedang ke Jakarta tampak selalu konyol. Menggoda ibu Laras (hi ibu Yayas) memberi instruksi salah karena meminta pencarian ke arah Timur, padahal menurut info ranger cilik Kipli (Adryan Sulaiman Bima) yang melihat langsung, para penjahat ke arah Barat. Malam gerimis itu, menjadi makin menggelap karena saat trio jagoan ini mencoba melakukan penyelamatan justru tertangkap dan terpenjara. Ga perlu plot rumit, karena antagonis utama sudah diperlihatkan di sini.

Nah, saat itulah monyet usil milik Kipli bernama ‘Cepot’ melakukan aksinya yang sebelumnya merepot karena membawa tool drone bagur kini memberi harapan, melempar kunci lewat lubang bawah pintu sehingga mereka berhasil lolos. Karena terdesak waktu, trio jagoan membangungkan pasukan peserta kemah demi menyelamatkan sahabat mereka ke arah yang benar. Berhasilkah? Siapa dalang sesungguhnya kejahatan ini?

Secara keseluruhan film, jelas ini film yang biasa banget. Tak ada yang istimewa kecuali gerak tari dan lagu. Cerita anak yang benar-benar buruk. Trio Licik super duper konyol, dan yang sedang booming yang bilang mereka sering iqtifar saat aksi pencurian, emang patut disayangkan. Sangat disayangkan, aksi mereka bukannya lucu tapi benar-benar menjemukan. Ok, dalam Petualangan Sherinaku ada juga penjahat bertindak aneh dengan memunguti permen Sherina yang jatuh dan berkoar jahat tapi tetap aliran plotnya masih sangat bisa diterima. Lha ini? Astaga, tak ada logika.

Sebelum booming pesan negative yang viral itu, First impress saya pas peserta berkumpul juga mencermin tak fair. Anak-anak perempuan, tak satupun berjilbab. Padahal fakta kalau ditelusui saat ini banyak lomba anak SD yang berprestasi, banyak sekali pesertanya sudah mengenakan hijab sedari kecil. Pendidikan agama dari usia dini. Jadi yah, menambah nilai minus. 

Pengambilan gambarnya juga buruk, sering kali blur saat kamera menjauh. Iklan di mana-mana dari Okky Jelly Drink, Indomilk sampai Tini Wini Bity. Cara berpromosi produk yang menjalar di layar lebar. Animasi campuran juga sangat biasa, di era kartun serba wow, pembuatan animasi lokal di bioskop memang harus diapresiasi tapi di film ini sangat biasa, tak istimewa. Adit dan Sopo Jarwo what? Bahkan saat Naura dkk terperangkap dan imajinya melalangbuana memisah realita menjadi kartun, terasa sekali masih kasar geraknya, bagian saat ia menatap pintu dan terasa putus asa, feel sedihnya jua ga dapat. Jangan-jangan. Sayang sekali.

Buang jauh-jauh ekspektasi the next Sherina, buang jauh-jauh logika tema penyelamatan hewan langka, buang jauh-jauh logika, buang jauh-jauh pesan moral pendidikan berkelas, buang jauh-jauh harapan seru nan menghibur. Naura dan Genk jelas film gagal, hanya musical-nya yang lumayan, ‘Jangan Jangan’, ‘Kita Adalah Juara’, ‘Berani Bermimpi’. Album produksi Trinity Optima Production, yah layak diburu – Andi Rianto menyelamatkan hari. Naura, putri penyanyi Riafinola Ifani Sari aka Nola ‘AB Three’ dengan segala keceriannya (dan imut) memang menjanjikan, moga ga salah jalan. Terus berkarya ya. Dengan bakat dan kerja keras, kesempatan akan tercipta. Bernyanyilah dengan hati. 

Be Positif, ambil yang baik buang jauh yang buruk. Or is it just me?

Naura & Genk Juara | Tahun 2017 | Sutradara Eugen Panji | Penulis Naskah Asaf Antariksa, Bagus Bramanti | Pemain Adyla Rafa Naura ayu, Joshua Rundengan, Shelomita, Vickram Priyono, Andryan Bimo | Skor: 2/5

Karawang, 231117 – Sherina Munaf – Lihatlah Lebih Dekat

Pekan Ke 13: Derby

Pekan Ke 13: Derby!

Prakiraan formasi
3-5-1-1
Strakosha
Bastos – De vrij –  Radu
Marusic –  Parolo –  Leiva –  Sergej – Lulic
Luis Alberto
Immobile
LBP 0-3
D Day. Hari H derby yang ditunggu. LIRK berkunjung ke Cikampek, gabung nobar sama RCI. Semoga seru semoga damai semoga menang. #AvantiLazio
Gal Huangdot
Roma 2-1 Lazio; Dzeko
Kedua tim tidak siap dengan partai ini. Seluruh negeri tengah dilanda duka. Tapi tentu saja Dzeko tak ada sangkut pautnya. Dia bahkan bukan orang Italia! Itu sebabnya, hasil akhir game ini akan ditentukan dari kaki dan kepalanya.
Damar irr
Roma 0-2 Lazio, Immobile
Derby oh Derby… Partai wajib menang, scudetto tak berarti tanpa kemenangan Derby Della Capitale. Skuat Lazio kemungkinan cuma minus Strakosha yang dikabarkan cedera. Dengan kombinasi Immobile dan Luiz Alberto serta ditunjang Sergej Lazio akan membantai Roma pekan ini. Forza Lazio. Bisogna vincere
Siska
As Roma 2-2 Lazio
Immobile
Roma diunggulkan karena tuan rumah. Lazio sedang bagus-bagusnya. Hasil akhir seri saja 🙈
DC
Roma 2-0 Lazio
Dzeko
Sama-sama lagi on.
Sama-sama main di Olimpico.
Tapi 3 poin buat Srigala.
Bagas
Roma 1 – 1 Lazio, Djeko
Itali sedang berduka. Berbagi angka menjadi yang terbaik agar tidak menambah duka. Forza Italia.
AW
Roma 3-1 Lazio, El Shaarawy
Roma siap putus rekor. Lazio bakal tekor. Pharaoh bakal nyekor.
JK
Roma 1-2 Lazio, Immo
Aksi saling jegal.
Aksi saling cakar.
Aksi saling terkam.
Lazio mungkin lebih beruntung.
PAPATOTTI
ASR 2-0 SSL
El Sha
Cakaaaar.
Jambaaaak.
Slediiiing.
emas agos
Roma 1 – 1 lazio
Nani
Kegagalan italia ke WC tak lepas dari peran beberapa pemain di laga ini.Mereka bermain dengan menyisakan beribu penyesalan.Tapi ada satu pemain yg akan menyegarkan jalannya pertandingan.Semua mata tertuju padanya.The one and only luiz nani.
Zul Guci
Roma 1-4 Lazio
Immobile
Immobile yang baru saja kecewa gagalnya merasakan piala dunia pertamanya akan melampiaskan pada pertandingan Derby
Abri
Roma 3-1 Lazio
Dzeko
Tuan rumah jelas lebih diunggulkan. Meskipun lazio bukan lawan yang mudah, jelas motifasi Roma adalah menggusur klasemen dari Lazio yang hanya selisih 1 point saja. Pertandingan bakal sengit, tapi tuan rumah lebih garang dalam memanfaatkan peluang
imoenk pemalas (kata siska)
Roma 2-1 lazio
El sharawy
Maaf om bud, kali ini aku dukung Roma ya. Faktor ada little pharaoh disono. Yang lain gak begitu sreg.
GG
Roma 4-2 Lazio
Kolarop
Ibu kota serigala. Ibu kota berpesta. Gak ada Totti, tetep party.
Arief zverev
Roma v Lazio 1-0
Dzeko
Mencetak gol bukan hal sulit untuk Lazio. namun, gawang Roma akan menjadi perkara yang berbeda. Il Lupi baru kemasukan 7 gol alias rapor terbaik di serie A.
Takdir
Derby Day. 1-3, Savic.
Tiang akan sangat berperan di sini. Strakosha cedera saat bersama Timnas tapi bisa dimainkan. Felipe Bale sudah latihan, namun meragukan. Ciro Immobile meminta maaf karena kegagalan mengantar ke Piala Dunia. Savic membuat asis penting untuk Rekan senegara Lajik. De Vrij bilang siap ttd perpanjangan kontrak pasca Perang derby. Hoedt mengenang pengalaman Derby dari kota Soton. Dan Nani bersemangat untuk (cadangan lagi) di derby pertamanya. Lazio dalam posisi pole position untuk menatap puncak. Derby pertama tanpa Francisco Roti. De Rossi marah sama Asisten Ventura. Dzenko sedang membuncah semangatnya. Siapa unggul? Kabar bagus buat Laziale, Wallace cedera atau mungkin sengaja dicederakan? Lagi trend pura pura sakit demi reputasi kan? Malam Minggu Kalian akan sangat bergairah dalam DDC. Lazio saya telah prediksi unggul, salah satunya kena tiang. Kulo Tiang Sundo.
Karawang, 181117

Justice League: Underdog Surprises

Justice League: Underdog Surprises

Barry: What are you super powers again? | Bruce: I am rich

—- catatan ini mungkin mengandung spoiler —-

Review singkat: Bruce dan Diana mencari skuat terbaik manusia hebat untuk melawan Steppenwolf – Anda tak salah baca, sama dengan novel pemenang Nobel Sastra Hermann Hesse -, makhluk antah asistennya Darkseid yang masuk ke bumi mencari tiga ibu bok (mother boxes) di bumi. Skuat itu terdiri dari si A, si B, dst (lihat poster aja) berantem di penghujung film, selesai. Dan logikanya kalau para jagoan punya koalisi, maka penjahat harus punya juga dong. Si gundul pun membentuk oposisi dengan seringai, dan film ditutup.

Review agak panjang, baiklah saya sempatkan waktu luang hari ini (16/11) dan hari ini (17/11).

Ada peningkatan ketimbang yang sudah-sudah namun tak signifikan, karena tetap pada dasarnya tipe Snyder emang gini. Gelap-gelapan, mencoba mencairkan ketegangan dengan meminta tolong Joss Whedon (Weldon!) namun tetap saja, kendali penuh di Zack. Menyenangkan sekali tak tahu bocoran itu, saya baru tahu Whedon kasih andil pas di pembuka film muncul namanya. Kukira salah baca, ternyata enggak karena di credit title muncul lebih jelas dan lama. Sentuhan humornya ada, syukurlah tak muram-muram amat. Walau masih kalah telak sama saingan. Mencoba melucu seperti lomba lari, lumayan. ‘I am rich!’, hambar. Menggambar di muka pengantri, standar. Kenapa film mega hit yang ditunggu banyak fan masih saja ga maksimal? Seolah seperti teriakan Cyborg saat tim akhirnya bersatu, ‘Boo-ya…’ seperti itulah mayoritas tanggapan penonton. Yang suka deretan DC film ya itu-itu saja, yang benci deretan Marvel ya itu-itu saja. Yang bukan jemaahnya ya, ngalir saja. Saya sendiri tak memilah sungguh-sungguh, asal ada waktu dan duit ya ditonton, tak fanatik amat karena bukan pembaca komik. Fanatik untuk Lazio saja – Avanti!

Pembukanya, Superman (aka Clark Kent – Henry Cavill) diwawancarai dua bocah pakai kamera HP. Tentang aksi-aksinya, tentang apa hal yang paling menarik di bumi? Tersenyum… Kisahnya langsung nyambung sama ending dua instalement sebelumnya Wonder Woman (WW) dan Batman Vs. Superman (BVS): Dawn of Justice di mana judul utama dengan latar bendera ‘Justice League’ berkibar di tengah pemakaman Manusia Super. Rumah dijual, Bu Martha Kent (Diane Lane) pindah. Diiringi lagu sedih Everybody Knows-nya Sigrid yang begitu meyakinkan. Sayangnya sampai akhirnya film usai hanya lagu ini yang benar-benar bagus, yang nyantol di telinga beberapa hari. Come Together-nya Gary Clark Jr. sekedar nyaris bagus. Pun seluruh iringan score, kurang nendang. Danny Elfman tidak pas memainkan emosi saat The Story of Steppenwolf muncul. Sayang sekali… Hans Zimmer emang juara! Mustahil original score masuk nominasi Oscar, semustahil Snyder jadi Penulis naskah terbaik.

Superman is dead, selebaran koran terlihat sesaat di gelap malam. Pembuka sesungguhnya sama seperti BVS (nah kan pengulangan), di mana Batman (aka Bruce Wayne – Ben Affleck) menghajar penjahat kelas teri. Memberinya rasa takut dengan ancaman dijatuhkan di pinggir gedung, wajah takut itu hanya untuk menarik makhluk antah yang mengerikan. Monster bersayap yang coba ditelaah Manusia Kelelawar dan asistennya Alfred (Jeremy Irons). Pembuka yang lain, lebih cantik – ralat, lebih apa ya kita mengistilahkan saat melihat Sinna Sherina Munaf tiba-tiba tersenyum padaku dan saya balas senyum dengan hati berdebar? Yahh seperti itulah – nyenengkeh… Sang Wonder Woman (aka Diana Prince – dimainkan dengan luuuuuuuuuar biasaaaaaaaaaa oleh Gal Gadot) berdiri di lengan patung keadilan dengan pedang dan timbangan merentang, terlihat keren, anggun, dan tentu saja cantik sekali (Mira C siapa ya?). Cara menyorotnya juga dibuat dramatis dengan kamera perlahan mutar lalu close up wajah Gadot. Para penjahat masuk bank, seakan merampok dengan diserati pembunuhan. Namun tidak, ia membawa koper berisi bom guna menandai mulainya kiamat. Si Wonder turun tangan dan tentu saja menjalankan aksinya dengan mulus, semulus pahanya. Panjahat ditekuk, berondongan tembakan dihela pakai deker ajaib (Bambang Pamungkas pasti iri). ‘I don’t believe it. What are you?’ – A believer! Pembuka yang lain lebih macho, sang Aquaman (aka Arthur Curry – Jason Momoa) didatangi Bruce diminta gabung dalam sebuah Liga karena ada makhluk berbahaya mengancam keselamatan bumi. Menolak (dikiranya Liga Gojek Traveloka kali?), tertawa dan ralat ‘bukan bicara dengan ikan, tapi airnya!’. Pembuka yang lain, lebih seksi. Sekumpulan cewek-cewek cantik berbikini di dunia Amazon (Alexis what?) sedang mengamati benda kotak yang bergerak, kotak misterius ala Spongebob itu dilindungi ribuan tahun dan tak pernah tampak aneh. Hari itu, benda antik berkekuatan besar dicuri sang main villain Steppenwolf (disuarakan syahdu oleh Ciaran Hinds). Percobaan melawan, gagal. Justru saya suka sekali perlawanan di bagian ini. Panah ditembakkan, naik kuda dalam kejar lempar mantra, pecut ajaib, dan wuuuzzzh… pesan dikirim ke Diana. Tampak sangat memikat, dan saru.

Berikutnya tahulah kita, di dunia ini ada tiga kotak ibu serupa. Sang Steppenwolf mencoba menyatukannya untuk menguasai dunia (jiah klise banget ya), menghancurkan dunia seisinya, nah lebih tepat deh. “No protectors here. No Lanterns. No Kryptonian. This world will fall, like all the others.” Satu kotak di dunia Amazon – kita tahu berhasil diambil, satu kotak di dasar lautan Atlantis yang dijaga Tuan Aquaman dkk – kita juga tahu kotak itu terambil, satu kotak ditimbun di tanah dan tak ada yang tahu – ini nih potensi menyimpan twist, potensial membuat penonton terperajat seperti identitas pembunuh ayah Tony Stark. Sayangnya DC tak meramu dengan gegap gempita tak menyisipkan drama berkelas di dalamnya, kotak itu justru nantinya digunakan untuk mencipta ulang makhluk Krypton – “Dunia membutuhkanmu. Tapi apakah dunia membutuhkanku?” Misi mengamankan kotak, mengingatkanku pada Doctor Strange yang mencoba mencegah pasukan jahat Dormamu masuk ke dunia via lubang ke mana saja di kota yang berbeda, sekali lagi so sorry DC Anda telat lagi. “Dormamu saya ingin berunding… Dormamu kita ingin berunding… Dormamu ayo kita berunding…” Gitu aja terus sampai 2 jam, sampai berbusa. Mau muntah, muntah aja deh!

Batman coba membentuk liga keadilan, mencari orang-orang berkuatan ajaib. Ada Aqua yang awalnya menolak, akhirnya bergabung setelah kotak ajaibnya dicuri. Flash (aka Barry Allen – Ezra Miller) tanpa banyak cingcong langsung sepakat. “Stop right there. I am in”. Cyborg (aka Victor Stone – Ray Fisher), yang dilacak Diana lewat jaringan internet, tentu saja bergabung. Siapa lagi ya? Hhhm… harusnya kasih trivia dikitlah seorang dua orang coba digaet gagal macam Wolverine yang mabuk menolak ajakan Dinamic Duo X-Men. Mera kek, Green Lantern kek, hufh… Hal sederhana easter eggs seperti ini biasanya melonjakkan hati fan. Yasu dahlah… berati sudah lima sesuai yang di poster: Wonder Woman, Batman, Cyborg, Flash dan Aquaman. Skuat DC – Detective Comic tanpa Manusia Super tak akan lengkap. Maka diciptalah ia, kembali bangkit dari kematian. “I was just celebrating the return of God.” Sudah komplit? Belum sih he he…, show must go on! Maka saatnya beraksi. Berhasilkah Liga Keadilan ini mengalahkan Avengers, eh maksudnya mengalahkan Steppenwolf? See…

Ezra Miller mencoba men-Spiderman-kan diri. Lumayan doang, ga ada separuh jarak lemparan jaringnya. Kocak sih, tapi tak sampai terbahak-bahak. Momoa mencoba tampil jantan, ngomong berat, main air, shirtless – tapi sayang adegan best shirtless di film ini justru diambil oleh Cavill yang tanpa kostumnya jauh lebih tampak jantan. Yeah, bisalah tahun depan kita lihat bisa seberapa jauh aksi shirtless-nya. Pas poster awal muncul, saya tak tahu siapa ini karakter ‘Robocop?’ setelah lihat, yah Ray Fisher memerankan karakter yang jauh di bawah Ultron. Namun penuturan drama ayah-anaknya dapet banget. Bagaimana seorang ayah mencoba melakukan yang terbaik untuk putranya. Hiks, sedih. Ben Affleck ya gitulah. Tak wah, tak bisa disanding Bale yang terlalu keren. Affleck sepanjang film manyun wae, seperti di BVS. Ini orang harus nonton Spongebob biar bisa ketawa. Biar bisa memainkan peran superhero sesungguhnya – Mermaid Man and Barnicles Boy. Serius sekali, wibawa leader coba diemban. Gal Gadot juaranya, ya iyalah emang siapa yang bisa menolak pesonanya? Sedari adegan di lengan patung sampai akhirnya main keroyok itu, antek Marvel ring1-pun pasti bertekuk lutut.

Sayangnya script, sesuatu yang diagungkan penikmat sejati bioskop tak bisa menyelamatkan para jagoan. Seperti yang mayoritas sahabatku bilang di akhir nobar, cerita biasa saja. Invasi alien di tahun 2017? Plot macam gini sudah tempak usang karena Avengers pernah memainkan peran melawan Loki dan spesies antah-nya. Di era yang memungkinkan mencipta efek fantasis ini, uang 300 juta dengan cerita macam invasi alien terasa sangat disayangkan. Idenya sekedar pengulangan. Mengumpulkan para manusia super? Magneto dan Profesor X sudah pernah melakukan untuk Kelas Pertama. Efek spesialnya emang bagus, ralat deh bagus banget, saya nonton di 3D dan lumayan nampol. Salju dan debu yang beterbangan di sekitar kita, Superman melempar Batman ke arah penonton ‘Do you bleed?’, Flash mendorong ujung pedang diluar jangkauan wonder (ting…!) sampai petir-petir menyelimuti The Flash yang seakan berkilat keluar layar. Juara 3D? Ya pas Gadot close up memenuhi layar, puas kau!

Steppenwolf yang membuat jagoan ketakutan setengah mati sampai harus menghidupkan yang mati, awalnya tampak gahar, tampak superior yang sayangnya malah ketakutan sendiri. Melawan alien Krypton dan selesai sudah. Premature, sayang sekali, harusnya bisalah dibikin lebih hancur-hancuran macam di Man of Steel. Loki saja bisa bikin New York porak poranda, si Steppen di akhir sekedar buat mobil polisi geser sehingga alarm berbunyi. Oiya, saya tak tahu siapa villain film ini sebelum hari H jadi pas tahu namanya saya langsung teringat novel Hermann Hesse yang beberapa hari lalu kulahap. Novel bagus tentang orang penyendiri di kota yang muram. Boleh deh jadi referensi fan DC buat bacaan.

Terdapat dua scene after credit. Yang pertama tak lama setelah selesai, lampu bioskop belum sepenuhnya mati dan muncullah balap lari. Aneh, garing. Kedua benar-benar di ujung. Saya sendiri tak tahu kalau ada karena menanti detik akhir itu khas Marvel, pengunjung sudah sepi, teman-teman bahkan mungkin sudah foto-fotoan di luar, saya nikmati tulisan berjalannya. Justru yang terakhir ini yang bagus, setelah sepanjang film Lex Luthor tak muncul, wajah imut Jesse menyapa. Dan jadilah penutup bahwa para penjahat sedang menyusun koalisi oposisi. Menarik, sangat menarik.

Jadi kesimpulannya? Seperti yang dulu sudah saya bilang. Berat sekali beban manusia kelelawar pasca kesempurnaan Trilogy Batman-nya Bale. Affleck seakan menanggung sekuintal batu di tanduknya. Berat, sedih dan gagal. Alfred bahkan menggodanya, ‘I miss the days when one’s biggest concern is exploding wind-up penguins’. Untungnya sentuhan Whedon memberi sedikit keceriaan, ‘Ku beli bank-nya’, Jagoan menghilang dan tinggal Flash berdiri depan Gordon, ‘oh itu kasar’ Balap selamat Superman membawa gedung beserta isinya, dst… Ekspektasiku sudah rendah, serendah-rendahnya malah. Yah sedikitnya, sedikit saja terpenuhi. Underdog surprises!

Justice League | Year 2017 | Directed by Zack Snyder | Screenplay Chris Terrio, Joss Whedon | Story Zack Snyder | Cast Gal Gadot, Jason momoa, Amy Adams, Ben Affleck, Ezra Miller, Amber Heard, Henry Cavill, Diane Lane, J.K. Simmons, Ciaran Hinds, Jeremy Irons, Jesse Eisenberg, Ray, Fisher, Robin Wright | Skor: 3.5/5

Karawang, 16-171117 – Sherina Munaf – Simfoni Hitam

Bagaimana pendapat sahabat nobar?

RizkaNov: “Bagus filmnya” – 8/10

Ochi: “Aku (akan) nonton lagi.” – 8.5/10

Adhit: “Dasyatnya tidak bisa dibandingkan.” – 9/10

SekarAyu: “Biasa aja, tapi karena nontonnya di dekat Akbar jadi luar biasa. Wkwkwk – 7.5/10

AAGhofur: “Kalau AA bilang biasanya saja, ceritanya ga bagus tapi special efeknya bagus banget. – 8.5/10

Widy: “Seru seru sih seru. Tapi ya ceritanya biasa aja.” – 5/10

Akbar: “Biasa aja sih. Masih enakan Marvel, masih seruan Marvel. Kita lihat (seri) kedua.” – 6/10

Angga: “Gal Gadot manteb. Awesome. – 7/10

TH: “Berantemnya terlalu ini, terpotong-potong. 7/10

Fajar: “Wonder Womannya cantik banget. – 6.5/10

Dewi: “Amazing… kotak ibu bisa bikin Superman hidup.”

TB: “Adegan paling oke, Superman shirtless terbang. Cerita biasa saja, tapi efeknya keren. Dah! Thank You – 8/10

Calculating…..  (8+8.5+9+7.5+8.5+5+6+7+7+6.5+8+8)/12 ( 7.375/10 – tak buruk juga dibanding RT?

 

Best 100 Novels

Best 100 Novels

Tulisan ini sudah kusiapkan dalam satu tahun terakhir, dengan banyaknya pilihan dan aturan satu Penulis hanya tercantum satu, George Orwell dan Haruki Murakami punya banyak novel lima bintang tapi hanya satu yang terunggul. Series, saga, cerbung – hanya akan muncul satu judul, kalau ga gitu Harry Potter saja sudah tujuh, Narnia punya tujuh juga, sudah empat belas sekali terawang, yah jadi ga asyik kan. Yang pasti semua buku sudah dibaca dan ulas, lengkapnya silakan klik judul. Tak ada aturan njelimet, asal novel dan memuaskan saya cantumkan. Cerpen tak ada. Jadi kumpulan cerpen Alice Munro tak akan muncul. Komik otomatis tersingkir – DC dan Marvel terlalu oportunis. Seluruh novel luar sudah diterjemahkan Bahasa Indonesia, mau dari Swedia, India sampai Brazil. Yang lokal jelas juga pasti ada, berarti Tere Liye ada peluang. Karena ini daftar individu tanpa ikatan instasi manapun, yang muncul justru subjektif dalam relung pikiran, tak heran fantasi mendominasi, masih mengingin Twilight? Jangan harap buku self-improved, lupakan Ipho Santoso dan Mario Tegar. Ada juga novel yang versi aslinya cerpen bersambung di majalah lalu dirilis satu buku, The Jungle Book, Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck, The Treasure Island. Rentang waktu terbit pertama juga tak dibatasi dari zaman Victoria sampai era millennial ada. Hikayat, legenda, mitos tanpa nama Penulis jelas mustahil tercantum, jangan sekali-kali mencoba cari Nyi Roro Kidul, Sangkuriang atau makhluk danau Loch-Ness.

Ternyata sulit juga memilih dan memilah yang terbaik, setidaknya saya mencoba menyusun berdasar tingkat kepuasan pribadi. Dan ya, berikut adalah 100 Novel Terbaik Sepanjang Masa (per 11-11-17) versi LBP – Lazione Budy Poncowirejo:

#100. Eragon – Christopher Paolini | 2003

Epik penunggang naga. Perpaduan fantasi besar yang sudah tercipta, pengulangan dalam aksi empat babak? Namun siapa yang bisa menolak pesona Saphira?

#99. The Lovely Bones – Alice Sebold | 2002

Susie Salmon dibunuh pada tanggal 6 Desember 1973. Bagaimana kematian anggota keluarga yang menyakitkan itu berefek seiring berjalannya waktu, Susie di alam Antara melihat dengan kerinduan dan pemahaman yang makin bertambah, bagaimana orang-orang yang dikasihinya melanjutkan hidup dengan mengarungi duka yang makin lama makin terobati. Ini adalah buku renungan kelas satu.

#98. The Face Thief – Eli Gottlieb | 2012

Tiga plot terpecah yang dirajut dengan benang pencurian. Semua abu-abu, tak ada karakter jelas, mana jagoan mana bajingan. Dunia ini adalah serangkaian senjata terkokang disertai probabilitas yang terus berdetik.

#97. Saman – Ayu Utami | 1998

Indonesia di era Orde Baru. Tema politik, seksualitas feminis, dan mistik dalam misa arwah. Sungguh berani, blak-blakan, nyeni, memainkan ironi dan plot yang kuat

#96. Tintenherz – Cornelia Funke | 2003

Apa yang kalian akan lakukan ketika punya sihir: semua yang kamu baca, karakternya akan keluar dari buku. Mau manggil siapa? “Untukmu si miskin, perpustakaanku cukuplah sebagai harta.”

#95. The Day Of The Jackal – Frederick Forsyth | 1971

Novel Inggris untuk gejolak Perancis. Bagaimana rencana pembunuhan orang nomor satu dijelaskan dengan detail mengagumkan. ‘Day of the Jackal Fraud’

#94. Knock Three Times – Marion St. Webb | 1917

Dunia Mungkin mengklaim dunia kita adalah Dunia Mustahil. Segala yang ada di dimensi kita adalah hal-hal yang tak masuk akal, dengan tiga ketukan di pohon Molly dan Jack memasuki dunia absurb di mana Labu Kelabu tampak seakan iblis.

#93. Kappa – Ryunosuke Akutagawa | 1927

Kisah satire mahkluk air. Mitos, legenda, hikayat? Semua itu dituturkan oleh orang gila nomor 23.

#92. The Betrayal – RL Stine | 1993

Cerita asal mula Fear Street yang mencekam. Keluarga Fier melawan keluarga Goode. Dan api ada di mana-mana.

#91. The Chronicles of Spiderwick – Tony Diterlizzi & Holly Black | 2003-2004

Dengan batu pengelihatan, dunia gaib terbuka. Di sana ada perebutan ‘Buku Panduan’ yang mengancam kehidupan umat. Rahasia masa lalu diungkap dengan mempesona.

#90. Biru – Fira Basuki | 2003

Reuni Biru, jelang reuni akbar 2006. Momentum itu penting. Fira mencoba mengumpulkan tulang-tulang berserakan dalam drama kosmopolitan.

#89. Tsotsi – Athol Fugard | 1980

Dunia bawah tanah Afrika Selatan yang berputar bak gasing memusing. Kekejaman preman Tsotsi luruh saat menemukan bayi di pohon merah. “Kita ini sakit, Tsotsi. Kita semua, kita ini sakit.”

#88. The Giver – Lois Lowry | 1993

Penyamarataan tentu saja bukan sama dengan adil. Cerita remaja yang penjabaran artinya jauh lebih rumit. Politik, dendam dan teknologi yang dibelokkan di masa depan tanpa sentuhan emosi.

#87. Karnak Kafe – Najib Mahfudz | 1971

Kebenaran memang selalu merupakan pil pahit. Dengan setting Desember 1971 di mana Mesir dalam kondisi pasca perang semua dituturkan dengan apa adanya. Era di mana negeri itu mengalami kegundahan luar biasa, tentang pemikiran, tentang “balas dendam” dan saling tuduh antar golongan.

#86. Botchan – Natsume Soseki | 1906

Seorang anti-hero yang (mencoba) melawan sistem pendidikan yang kolot. Bagaimana bisa anak bandel dewasanya jadi guru? Botchan yang ‘hidup’ di era yang muram.

#85. Pellucidar Series – Edgar Rice Burroughs | 1914-1963

Journey To The Center On the Earth versi Tarzan. Gabungan kongkret antara impian romantisme, petualangan dan penemuan di pusat bumi. Kita seperti dibawa ke masa awal penciptaan bumi, masa ketika sebelum ada satu manusia-pun di atas tanah dan laut.

#84. Robinson Crusoe – Daniel Defoe | 1722

Akar dari kisah petualangan terdampar di sebuah pulau. Dikerumun kanibal, dibalut sujud padaNya. Crusoe adalah contoh sosok anti-menyerah di keterpurukan terdalam.

#83. Kiss The Lovely Face of God – Mustafa Mastoor | 2000

Pertanyaan besar semesta. “Apa yang hilang dari mayat yang ada pada orang hidup. Apa yang membedakan mayat dengan orang hidup?”

#82. Daddy-Long-Legs – Jean Webster | 1912

Kisah satu arah yang dituturkan lewat narasi surat. Karakter sang daddy sendiri disimpan, walau tak terlalu rapat guna memberi kejut di akhir. Happy-ending-day!

#81. The Hours – Michael Cunningham | 1998

Tiga cerita perempuan dari era yang berbeda. Benang merahnya sang Penulis besar Virginia Woolf. Tak segamblang yang kita baca, karena menyeret banyak isu feminism.

#80. Madogiwa no Totto-Chan – Tetsuko Kuroyanagi | 1981

Buku wajib untuk para pengajar. Sistem pendidikan yang kolot yang coba didobrak melalui kisah-kisah inspiratif gadis kecil menggemaskan. Terima kasih Pak Kobayashi.

#79. Inferno – Dan Brown | 2013

Overpopulasi, penafsiran nyeleneh The Divine Comedy-nya Dante Alghieri dan seni melawan bencana kepunahan umat. Catalina, molto bella. Buku yang cantik sekali.

#78. Raden Mandasia Si Pencuri Daging Sapi – Yusi Avianto Pareanom | 2016

Babat tanah Jawa versi cadas via kerajaan Gilingwesi. Identitas besar Sang Raja disimpan sampai bab akhir, pun legenda Putri Tabassum yang elok nian. Semua hikayat itu dituturkan oleh protagonist bernama aneh Sungu Lembu.

#77. Hundraaringen som klev ut genom fonstret och forsvan – Jonas Johasson | 2009

Ide brilian memainkan kakek seabad dalam petualangan menjelajah dunia. Indonesia punya peranan penting aksi Allan. Kenapa cerita fiksi dengan singgung sejarah seperti ini tak terpikirkan dari dulu ya?

#76. A Wrinkle In Time – Madeleine L’Engle | 1963

Misteri dimensi, ruang dan waktu. Teori tesseract. “Jalan menuju neraka dilapisi oleh niat-niat baik.”

#75. A Paint House – John Grisham | 2001

Terinspirasi masa kecil Grisham. Kisah rumah yang ingin dicat putih oleh Luke Chandler sebagai bentuk pengakuan kemapanan. Bagaimana keputusan yang kita ambil sangat mempengaruh nasib orang lain.

#74. The Island of Doctor Moreau – HG Wells | 1896

Novel science MAD fiction. Benar-benar mencekam, bagaimana bisa ada ide (dan mewujud) mencipta makhluk gabungan manusia dan hewan? Awalnya airnya mengalir datar, separuh sampai akhir adalah gejolak mengerikan.

#73. Gitanjali – Rabindranath Tagore | 1912

Song Offerings. Inilah buku yang mengantar Tagore menang Nobel Sastra. Prosa Indah, puja-puji kehidupan.

#72. Tenggelamnya Kapal Van Der Vijk – Hamka | 1939

Tema cinta yang kandas. Romantisme Indonesia dengan balutan budaya yang kental. Hayati lelah.

#71. Mary Poppins Series – P.L. Travers | 1934-1988

Pengasuh anak yang ajaib. Masuk ke dalam lukisan, terbang untuk acara minum teh, kisah bintang jatuh yang dicari sapi sampai komunikasi bayi kepada makhluk sekitar. Mary Poppins menaikkan derajat the nanny untuk lebih disanjung.

#70. Frankenstein – Mary Shelley | 1818

Legenda makhluk raksasa Victor Frankenstein. Sejatinya Frankenstein adalah nama pencipta bukan si buruk rupa, tapi kenapa dunia lalu menjuluki ciptaannya dengan nama Tuhan-nya? “Kita semua makhluk yang tidak sempurna, hanya separuh jadi.”

#69. Romeo And Juliet – William Shakepeare | 1597

Kota Verona punya cerita kasih tak sampai. Ah andai Romeo punya nomor HP Juliet, tragedi itu bisa dicegah. Ah andai salah satu keluarga Montague dan Capulet tak egois, justru Romeo+Juliet dikenal karena tragisnya, ‘Kan?

#68. The Ghost – Robert Harris | 2007

Ide membuat biografi politik dengan menyewa Penulis bayangan, terdengar seru. Di tengah tercemarnya nama baik sang politikus, ada pola tak terduga yang memberi kejut motivasi. Dan letusan tembak membuyar tatanan bata dalam ketik indah.

#67. Disclosure – Michael Crichton | 1994

Tema erotik dibalik yang unik. Kalau selama ini pelecehan seksual biasanya korban perempuan, Pengungkapan adalah laki. Kalau selama ini pihak dalam hubungan industrial, pegawai yang sering keok di pengadilan, bagaimana saat pihak manajemen dicipta tersudut?

#66. The Treasure Island – Robert Louis Stevenson | 1883

Kisah bajak laut yang banyak menginspirasi. Dengan sudut pandang remaja Jim Hawkins kita diajak menjelajah lautan demi harta terpendam. Ombak penuh buih itu terlihat Indah awalnya, namun tunggu dulu – Stevenson membuat kapalnya bergolak dengan menyisipkan pemberontak nan penghianat.

#65. The Messiah – Boris Starling | 1999

Detektif era 1990-an. Pembunuhan atas nama Tuhan. Sang pembunuh serial ada di sekitar kita.

#64. Don Quixote de la Mancha – Miguel de Cervantes | 1905

Cerita jenaka Don Quixote dan pengawalnya Sancho Panza yang legendaris. Hati-hati apa yang kamu baca, imajinasi sering kali membumbung tak terkendali. “Aku sama hebatnya dengan seratus orang.”

#63. A Room With A View – E.M. Forster | 1908

Sedari pembuka kisah kita tahu ke arah mana drama cinta ini akan berakhir. “Kita tidak bisa berbuat baik pada semua orang.” Miss Lucy Honeyschurch memang sudah tampak galau menentukan arti cinta, dan kita dituntunnya untuk bilang wanita (tampak) selalu benar.

#62. Intensity – Dean Doontz | 1995

Sadisme disatukan dengan kecerdasan sang pembunuh. Chyna Shepard seorang siswi kunjung yang malam itu terselip dalam keluarga korban. Adu cerdik, hanya satu yang selamat.

#61. Kniha Smichu a Zapomneni – Milan Kundera | 1979

Paket komplit kisah-kisah Eropa timur. Politik kiri, debat absurb para penyair besar, sampai selingkuh yang dianjur. Novel yang berisi tujuh cerpen yang terkait, sejarah adalah perubahan-perubahan singkat.

#60. The Wildmills of Gods – Sidney Sheldon | 1987

Rakyat hanyalah pion, semua geraknya dikendali tangan tak terlihat. Ketika jabatan prestise diraih itu bukan karena prestasimu, tapi sebuah skenario permainan catur.

#59. The Railway Children – Enid Nesbit | 1906

Dari jalur panjang rel kereta daerah Yorkshire, anak-anak tak tahu nasib ayah mereka yang menghilang. Ibu yang menulis cerita, dan gejolak tanya yang tak kunjung padam. Ajaran peduli sekitar yang menarik.

#58. Therese Raquin – Emile Zola | 1867

Perselingkuhan. Pembunuhan. Sebuah kisah naturalisme yang mengajak Pembaca menyelami pikiran manusia yang memuakan, keberanian mengungkap kejujuran cinta terlarang.

#57. No Country For Old Men – Cormac McCarthy | 2005

Apa yang kalian lakukan saat sendirian melihat mayat-mayat bergelimpangan dengan koper penuh uang di sampingnya? Kaya mendadak dengan resiko bahaya besar, beranikah menantang maut? Karena segala sesuatu pasti bersumber, uang sekoper tak mungkin diabaikan, adu tangkas pembunuh bayaran kejam Anton Chigurh versus Llewelyn Moss sang veteran perang. Dan taruhlah sherif tua diantara mereka.

#56. Doctor Zhivago – Boris Pasternak | 1957

“Tidak perlu menyesuaikan seni dengan tuntutan politik negara. Mengorbankan karya (novel), akan menjadi dosa terhadap kejeniusanku sendiri.” Cara Boris melawan ketidakadilan yang berbuah Nobel Sastra.

#55. Lelaki Harimau – Eka Kurniawan | 2004

Sedari awal sudah tak lazim, pembunuhan terjadi dengan gamblang. Margio mengaku ada harimau dalam tubuhnya, ia menerkam leher Anwar Sadat. Bangunan narasi di kepala itu memberi kejut istimewa di paragraf akhir.

#54. The Hunger Games Trilogy – Suzanne Collins | 1, 2, 3 | 2008-2010

Amerika Serikat di masa depan yang mengerikan, dunia dibagi dalam 12 distrik. Sepasang remaja tiap wilayah yang dipilih undi maju untuk bermain dalam arena bunuh. Hanya satu yang bisa keluar hidup, tunggu dulu.

#53. Gabriela, Cravo, e Canela – Jorge Amado | 1958

The Chronicle of Ilheus. Gabriela adalah pesona utama Ilheus di antara keringat pria-pria frustasi. Kota tani yang sedang berkembang dengan hiruk-pikuknya.

#52. Steppenwolf – Hermann Hesse | 1927

“Hanya Untuk Orang Gila.” Lelaki kesepian yang menyebut dirinya sendiri seorang Steppenwolf di kota yang muram, saat ia memutuskan bersosialisasi yang awalnya iseng malah jadi candu. Cinta memang tak bisa disangka.

#51. Para Priyayi – Umar Kayam | 1992

Kisah Soedarsono melewati masa pra-kemerdekaan zaman Belanda dan Jepang. Era merdeka,  gonjang ganjing PKI, sampai cucu cicitnya yang modern. Simbolis pohon nangka yang tertangkap dalam konsep ruang dan waktu.

#50. Gulliver’s Travels – Jonathan Swift | 1726

Novel satir tentang perjalanan manusia. ‘Aku memiliki pendapat bahwa (manusia) adalah serangga kecil paling mengerikan yang merangkak di atas permukaan bumi.’ Ungkapan menggelitik isi kepala.

#49. Fahrenheit 451 – Ray Bradbury | 1953

Tema dystopia, di mana buku harus dibakar. Petugas pemadam Guy Montag ternyata punya pola pikir melenceng yang membuatnya diburu. Drama absurb tiga bagian: The heart of Salamander, The sieve and the sand, dan Burning bright.

#48. Yama No Oto – Yasunari Kawabata | 1954

Cinta seorang kakek-kakek, Ogata Shingo terhadap menantu yang bergemuruh. Mimpi dan kenyataan, batasannya jadi kabur. “Bahkan saat cuaca alam bagus, cuaca manusia tetap buruk.”

#47. The Good Soldier Schweik – Jaroslav Hasek | 1912

Lugu. Polos. Tolol. Kocak.

#46. The Jungle Book – Rudyard Kipling | 1894

Kisah anak manusia yang dibesarkan binatang di hutan, bukan hanya milik Tarzan. ‘Bunga Merah’ yang menyala dan dongeng adaptif. Kita akan lebih akrab karena biasa, bahkan dengan keseharian binatang.

#45. The Picture Of Dorian Gray – Oscar Wilde | 1890

Obsesi muda yang berbahaya. Disusun dengan pemilihan diksi kelas satu – seolah puisi yang menghanyutkan. Lukisan Dorian Gray terlihat diam, namun dia hidup!

#44. The Call Of The Wild – Jack London | 1903

Seekor anjing rumahan harus membuas di alam liar. Membunuh atau dibunuh. Lolongannya terdengar menyedihkan, hidup memang keras kawan bahkan untuk anjing yang berhati lembut.

#43. The Secret Garden – Frances Hodgson Burnett | 1909

Mary Lennox dipaksa keadaan untuk tinggal di desa, jauh dari hingar kota. Anak manja yang belajar makna kerja keras, dan sebuah kebun rahasia mengantarnya pada petualangan dan persahabatan. “Jangan pernah berhenti mempercayai Hal mahabaik dan mahaagung dan meyakini bahwa dunia dipenuhi dengan hal itu.”

#42. On The Road – Jack Kerouc | 1957

Kitabnya para generasi Beat. Jalan-jalan merenungi hidup bersama narkoba, seks dan pencarian makna. Meksiko jadi puncak terjauh ke Selatan bagi seorang sosok jalanan yang sempurna.

#41. Die Klavierspielerin – Elfriede Jelinek | 1983

Seni musik dipadu dengan erotika perempuan matang. Erika Kohut adalah presentasi sunyi ketaatan namun di kepala penuh ide berontak. Seni dan ketertiban adalah dua saudara yang saling bermusuhan.

#40. Lolita – Vladimir Nabokov | 1955

HH si pedofil. Lolita yang manja. Di Latvia setiap tanggal 30 Mei diperingati sebagai hari nama Lolita.

#39. An Artist Of the Floating World – Kazuo Ishiguro | 1986

Masa lalu yang menghantui. Seorang Pelukis sukses terjebak akan kesalahan masa lalu, mencoba menutupi dan berlindung pada rekan seperjuangan dan ‘jasanya’ terhadap Negara. Jepang era pasca Perang Dunia Kedua, seperti Indonesia yang paranoid komunisme.

#38. To Kill A Mockingbird – Harper Lee | 1960

Drama pengadilan terbaik yang pernah kubaca. Dinarasikan seorang anak perempuan bahwa prasangka itu tak baik. Isu rasial memang sensitif.

#37. The Gambler – Fyodor Dostoyevky | 1867

Nenek kaya raya iseng di meja judi yang mengkhawatirkan para ahli waris, yup berlimpah uang ludes. Alexey Ivanovitch yang jatuh hati bertaruh demi harga diri. Mengherankan apa yang kadang-kadang dapat diperbuat oleh gulden terakhir!

#36. Le Petit Prince – Antoine de Saint-Exupery | 1943

Imajinya luar biasa. Pangeran Cilik tinggal di planet mini, berkunjung ke tujuh planet asing dengan penghuni aneh. Yang ketujuh adalah bumi, planet tak biasa karena akan terus membuatnya terkagum, tersedu sedan, bahwa kita ini debu yang tersembul di semesta.

#35. Les Miserables – Victor Hugo | 1862

Kisah hidup yang sangat panjang Jean Valjean. Dari pendeta bijak bak nabi Tuan Myriel. Dan gadis lugu yang bertransformasi menggila Fantine.

#34. Wuthering Heights – Emily Bronte | 1847

Drama kelurga pilu. Melalui tutur kata Nelly sang pelayan kepada tamunya Tuan Loockwood kita tahu sejarah panjang Wuthering Heights.

#33. Kafka On The Shore – Haruki Murakami | 2005

Kucing hitam, gagak, makhluk dari dunia antah. Perjalanan mencari jati diri yang megah, bonus hujan lintah. Dan tantangan menakjubkan, memaku detik untuk stagnan dalam dimensi lain mengembara.

#32. A Clockwork Orange – Anthony Burges | 1962

Manusia mesin. Tahukah Anda, orange di sini sesungguhnya bukan jeruk? Burges pernah ke Malaysia untuk mengajar dan bahasa Melayu-nya human adalah: orang.

#31. Peterpan – JR Barrier | 1904

Peri penyusup di jendela lantai atas yang legendaris. Perang bajak laut, siapa yang tak kenal kapten Hook? Dan Peterpan – remaja abadi yang terbang dengan serbuk, the boy who wouldn’t grow up.

#30. A Farewell To Arms – Ernest Hemingway | 1929

Kehebatan kalimat langsung. Kehebatan menggunakan hanya kata-kata penting. Kehebatan ending yang disampaikan dalam satu lembar untuk membuat Bradley Cooper (dan mayoritas Pembaca) marah.

#29. The Lord Of The Flies – William Golding | 1954

Makna asli judul ternyata lebih panjang untuk dijelaskan ketimbang yang disangka. Sekumpulan remaja terjebak di pulau misterius, Golding menempatkan segalanya sulit dan kisah seni bertahan hidup dicipta.

#28. Matilda – Roald Dahl | 1988

Matilda, si cerdas yang nyaris kuhadiahkan sebagai nama putriku. Banyak referensi buku besar yang disampaikan. Benarkah kekuatan mentalist menggerakkan benda tanpa menyentuh itu ada?

#27. In Cool Blood – Truman Capote | 1966

Penuturan pengungkapan kasus pembunuhan yang detail, mohon dicatat Ini kisah nyata. Satu keluarga kaya, terpandang, bermasa depan cerah di suatu Minggu pagi ditemukan tewas mengenaskan. “Selesaikan pekerjaanmu, saksikanlah dan berdoalah: karena kamu tak tahu kapan akhirnya tiba.”

#26. The Brave New World – Aldous Huxley | 1932

Masa depan yang misterius, manusia sudah bisa dikloning! “Sebut itu kesalahan peradaban, Tuhan tidak sesuai dengan mesin dan obat ilmiah serta kebahagiaan universal.” Hani! Sons eso tse-nai!

#25. Of Mice And Men – John Steinbeck | 1937

Persahabatan bagai kepongpong, dulu kita sahabat dengan begitu hangat mengalahkan sinar mentari. Lennie dan George, sahabat yang saling mengisi seakan bertalian saudara. Namun tunggu dulu, di sungai Salinas titik utama dimulai kisah menjadi saksi di titik akhir yang mengerikan.

#24. Trilogy Bartimaeus – Jonathan Stroud | 2003-2006

Penyihir versi Jonathan punya dunia berlapis, dimensi ala Kerutan Dalam Waktu. Jin kocak ditemukan penyihir cilik yang cerdas, bumbuhi politik perebutan kekuasaan dan jadilah novel luar biasa. Masih menunggu keajaiban untuk difilmkan.

#23. The Kite Runners – Khaled Hosseini | 2003

Semua syarat buku bagus ada di sini. Kisah persahabatan yang merentang jauh dengan balutan layang-layang putus yang perlu dikejar dan politik Afgan yang sedang goyah. Diceritakan dengan narasi yang padat.

#22. Madame Bovary – Gustave Flaubert | 1857

Cerita dengan tema selingkuh memang mendebarkan, seperti makna penghianatannya itu sendiri. Buku yang membuat Flaubert diadili karena dianggap berkisah tak senonoh. Oh Emma, kenapa?

#21. Gone With The Wind – Margaret Mitchell | 1936

Saksi perubahan karakter dari gadis manja menjadi dewasa dengan pemikir matang. Drama berkelas berbumbu perang. Scarlett ini hebat lho, egois dalam cinta namun akhirnya tetap membumi.

#20. Midnight’s Children – Salman Rusdie | 1981

Ini adalah buku sejarah India dengan sudut pandang anak yang terlahir tepat tengah malam di hari Kemerdekaan. Tak senyaman buku sejarah di sekolah karena tutur bahasanya rumit. Menukar bayi di klinik bersalin adalah kejahatan super duper besar.

#19. A Tales of Two Cities – Charles Dickens | 1859

Revolusi Perancis yang meruntuhkan monarki. Kisah cinta yang dituturkan dari dua kota yang berseberangan, London dan Paris. Ending-nya mengharu biru, betapa pengorbanan cinta sungguh tak bertepi.

#18. The Good Earth – Pearl S. Buck | 1931

Generasi Pertama membangun. Betapa tanah adalah investasi tertinggi sejak dahulu kala sampai masa depan. Keluarga Wang memberi bukti, tak ada yang mustahil dalam hidup.

#17. And Then There Were None – Agatha Christie |  1939

Kisah detektif tanpa detektif. Mengumpulkan 10 calon korban dalam lingkaran kematian di pulau Negro yang terkucil, semua mati. Kalau begitu siapa pembunuhnya?

#16. The Catcher in the Rye – J.D. Salinger | 1951

Mengapa buku ini disukai pembunuh? Holden Vitamin Coulfield menggambarkan pemberontakan ala siswa yang berfikiran out of the box. “Semakin mahal uang bayaran satu sekolah semakin penuh pula sekolah itu dengan maling”

#15. Fight Club – Chuck Palahniuk | 1996

“Jika aku bisa terjaga di tempat yang berbeda, pada waktu yang berbeda, dapatkah aku menjadi orang yang berbeda?” Si insomnia Tyler Durden mendiri klub bertarung bawah tanah. Seru, liar, dan sangat jantan!

#14. His Dark Materials – Phillip Pullman | 1995-2000

Fantasi rumit nan megah. Kompas emas sebagai petunjuk, pisau gaib untuk berkelana dan teropong emas menembus dimensi. Pertempuran besar melawan Otoritas.

#13. Harry Potter Series – JK Rowling | 1997-2008

Kisah penyihir berkaca mata yang meledak di pergantian milenium. Efek novel ini sangat panjang. Selain kekuatan cerita, JKR punya pemilihan nama karakter yang unik, sampai putri keduaku bernama Hermione. Serius, Calista Yumna Hermione!

#12. The Adventure of Tom Sawyer – Mark Twain | 1876

“Benar ia seorang berandal, benar ia meracun hatiku sepanjang hari, tapi kalau suaranya tak terdengar lagi di telingaku, sunyi dan sepilah rasanya di dunia ini bagiku.” Tom Sawyer yang bandel bertemu Huckleberry Finn yang liar menjelajahi pulau. Sebuah pewujud impian masa kecil kita yang benci sekolah dan ingin bersatu dengan alam.

#11. Alice in Wonderland – Lewis Caroll | 1865

Novel anak yang memusingkan anak-anak, juga orang dewasa. Semakin terperosok lebih dalam ke lubang kelinci semakin memperumit imaji. “Penggal kepalanya!”

#10. Bumi Manusia – Pramudya Ananta Toer | 1980

Zaman Indonesia belum merdeka, seorang pribumi diberi kesempatan dalam pendidikan. Kekuatan disusun demi harga diri. Tak ada perang besar dengan memanggul senjata di buku ini, tapi rentetan kalimatnya akan meruntuhkan hatimu.

#9. Narnia Series – C.S. Lewis | 1950-1956

Kisah empat Pevensie bersaudara di dunia ajaib, membuatku ngeri membuka lemari seakan dibalik baju ada dimensi lain. Jadi mengistimewakan nama Lucy yang ketiga setelah di film Die Hard 4.0, Study in Scarlet dan ini. Kemudian yang keempat ya film Lucy-nya Scarlett Johanson.

#8. L’Tranger – Albert Camus | 1942

Meursault adalah orang aneh, lain daripada yang lain yang memandang hidup bak sebuah alur sia-sia. Bercinta berselang tak lama pasca ibunya meninggal dunia, hukuman berat yang dianggap biasa sampai menolak taubat. “Aku telah menjadi orang yang hanya memikirkan masa sekarang atau masa depan dan bukan masa yang telah lampau.”

#7. Nineteen Eighty-Four – George Orwell | 1949

Animal Farm, Tenggelam dan Teringkir di Paris dan London, Road To Wigan Pier, Orwell punya banyak novel lima bintang. Masa depan yang misterius dibuat mencekam Bung Besar. Tahun 1984 sudah lewat tapi 1984 tahun lagi buku ini jelas akan terus dibicarakan.

#6. Study In Scarlet – Sir Arthur Conan Doyle | 1887

Acuan semua kisah detektif. Alur mundur yang membuat penggemar fiksi misteri melonjak kaget. Masterpiece Sherlock Holmes, legenda besar Baker Street 211B.

#5. The Sound And The Fury – William Faulkner | 1929

Drama keluarga yang berliku. Menikmati Faulkner seolah kita ditenggelamkan, melihat dunia dalam sudut air yang bergelombang, megap-megap. Mustahil paham di kesempatan pertama baca.

#4. The Great Gatsby – F Scott Fitzgerald | 1925

Cinta sejati yang membabi buta. Gatsby adalah representasi lain dari kata setia. Dan tentu saja F Scott menambahkan sentuhan tragis di dalamnya untuk menjadikan Pembaca geram bersamaan tepuk tangan.

#3. A Game Of Throne – George RR Martins | 1996

Winter is coming. Perebutan takhta adalah novel fantasi gila, pertumpahan darah di mana-mana. Andai kalian hidup di masa itu, segala gerak pilihan hidup terlihat salah karena semua tak ada yang aman.

#2. The Hobbit – J.R.R. Tolkien | 1937

The best fantasy novel, I ever read. Sebelum Frodo Baggins memulai perjalanan panjang tentang cincin ajaib, kita sudah diajak berpetualang bersama Bilbo Baggins. Menemani tiga belas kurcaci dan Gandalf The Grey mereka melawan naga Smaug yang megah, sebuah Fantasi yang menginspirasi banyak generasi berikutnya.

#1. 100 Years of Solitude – Gabriel Garcia Marquez | 1967

Save the best for the last. Sebagai buku terakhir yang saya review sebelum daftar ini rilis. Saat kamu sudah merasa menemukan novel terbaik, coba sandingkan dengan mahakarya ini.

KGV V5/23 & Ruang HRGA CIF NICI – Karawang, 111117 – #SherinaMunaf – #CurahanSegalanya

Happy anniversary wedding 6 years 11-11-11 —— 11-11-17, sengaja daftar ini saya susun untuk kado pernikahan kami yang keenam tahun. Masa penuh rasa, nano-nano deh. Terima Kasih tak terhingga untuk istriku tercinta, Meyka Budiyanto. Kedua putriku: Najwa Saoirse & Calista Yumna Hermione. Kalian penyemangatku. Enam tahun untuk selamanya.

Daftar ini bisa terwujud berkat bantuan banyak pihak. Terima kasih banyak semuanya. Pertama jelas toko buku kovensional: Gramedia Karawang, Salemba Mega M Karawang, Kharisma KCP (syedihnya tutup – Nov 2017 ini), Gunung Agung Resinda, AA Tuparev, Gramedia Solo Square, Gramedia Slamet Riyadi Solo, Kharisma Solo Grand Mal, Emperan Buku Bekas Gladag – juara buku-buku jadul, Book Store Cikarang – MLC, Salemba Cikarang, Transmedia Cikarang, Togamas Solo, Togamas Surabaya. Kedua: Perpustakaan Solo di Jebres yang sudah lalu, masa indah sekolahku banyak direntang di sana. Ketiga Toko buku online: Stanbook – Olih, Taman Baca Rindang – Ari Naicer, Lenteng Agung – Pak Husna. Keempat segala pameran buku: Pameran buku Senayan 10.10.10, Pujasera Cikarang, Solo Technomart, dst. Kelima Sahabat tukar-pinjam buku: Zulk, Dien Novita, Budi Sukendro, Rani skom, Putri Wewa, Widy Satiti, Sekar Ayu, Vanessa Len, Melly Potter, Jokop Interisti, Pia Edogawa, Tanti Melia Fajrianti, Intana Intano, Wida Mani Oktani, Miss Devi, guru bahasa Inggris ETC, dst. Keenam Rekomendasi hebat dari sahabat: Moh Takdir – raja snob segala bidang, Jacob Julian – penulis absurb, Iin & Bob,  William Loew, Arif Keles, Emas Agoes Lelur yang abstrak, Christian Sutikno – tukang kopi film kolektor HD, Huang yang keukeh terbaik The Star Shines Down – ceo BIB, Gangan si Blogger keren – untuk Lego, Penyihir Midas dan Bokisnya. Teman satu kos Ruanglain31 – Cikarang: Grandong, Eri Wawan dan Jemy K. Rekomendasi dari grup WA – Love Books A Lot ID dan semua sahabat yang tak bisa kusebut. Untuk Penerbit dan Penerjemah buku-buku bermutu, kalian luar biasa. Mewujud mimpi, pada dasarnya menerjemahkan adalah pekerjaan mentransformasi kebudayaan. Daftar ini untuk kalian para Penikmat dan Pecinta Buku, mari berbagi.

#best100novel #100novel #mustberead #beforedie