Pekan Ke 10: Bologna Vs Lazio

Bologna Vs Lazio.

Perkiraan Formasi (3-5-1-1):
Strakosha;
Bastos, de Vrij, Radu;
Marusic, Parolo, Leiva, Milinkovic, Lulic;
Luis Alberto;
Immobile.
LBP 0-3
Analisis: Tak ada yang bisa menghentikan kita. Kita sangat kuat di semua lini. Kemenangan jadi begitu hal biasa. Bologna boleh saja sedang bagus, di tangan kita bikin lasagna. Pesta berlanjut…
AW
Bologna 1-3 Lazio, Immobile
Lazio lanjutkan tren. Immobile makin keren. Bologna dijamin nenen.
Bagas
Bologna 1 – 2 Lazio, Cirooo….
Di sisi tim tamu sedang dalam peforma yang sedang on fire, di sebabkan tidak terkalah kan di 5 pertandingan terakhir nya. Lazio tampil apik di ajang UEFA Europa League setelah sukses membekuk tim Zulte Waregem dan tim Perwakilan dari Francis Nice. pada pekan lalu juga dapat mengatasi tim Cagliari dengan total skor 3-0 di pekan ke 9 Serie A.
Siska
Bologna 0-2 Lazio
Immobile
Tim tamu sedang dalam peforma yang sedang on fire, disebabkan tidak terkalah kan di 5 pertandingan terakhir nya. Lazio tampil apik di ajang UEFA Europa League setelah sukses membekuk tim Zulte Waregem dan tim Perwakilan dari Francis Nice. pada pekan lalu juga dapat mengatasi tim Cagliari dengan total skor 3-0 di pekan ke 9 Serie A.
AF
Bolog 2-3 Lajio. Coro Immobile.
Lajio main tandang. Tapi tetal garang. Alhasil menang. Pulsapun datang.
DC
Bologna 1-1 Lazio
Immo
Sepertinya laga ini yang akan memperlambat sedikit laju Lazio. Berbagi angka bagi 2 tim yg sama-sama lagi bagus. Hasil yang sedikit menghentikan eporia Laziale di grup FOC WA.
Zul Guci
Bologna 0-4 Lazio
Immobile
Lazio akan kembali berpesta gol di laga tandang, dan kali ini Bologna korbannya. Forza Lazio.
Damar irr
Bologna 0-1 Lazio
Caicedo
Tandang bukan penghalang, tandang target kemenangan, setel kendow buat persiapan Derby. Forza lazio
gold
Bologna 0 – 1 lazio
budi parrolo
Saatnya pembuktian Luiz Nani > Luiz Alberto. Bermain tengah pekan akan menguras tenaga. Hanya pemain pengalaman dan berkelas yang sangup menjawabnya. Glory glory *Luiz Nani* 🦅
Arief Zverev
Bologna v Lazio 0-1.
Immobile
Bologna dalam performa terbaik setelah meraih 3 win beruntun. Lazio memiliki rekor bagus di Renato Dall’Ara. Immobile kembali menjadi pembeda
Prapia pathok
Bologna 1-1 Lazio, Di Francisco
Hias cempaka kenangan tepian. Mekarnya kuntum nak idam kumbang. Puas kujaga si bunga impian. Gugurnya sebelum berkembang… itulah lazio.
JK
Bologna 2-2 Laz, immo
Elang biru lagi ganas. Jupe dihajar 2 gol. Sassuolo dibantai 6 goal. Nice ditenggelamkan 3 gol.
Menginat Bologna bisa nahan Imbang Inter. Hasil seri cukup adil
Takdir
Bologna 1-4 Lazio
Gol: Ciro
Analisis: Ketika itu skor lawan Nice 1-1. Inzaghi memanggil Ciro untuk bersiap siap, tapi Luiz pun ternyata juga diminta untuk masuk. Saat akhirnya duo ini bersatu di lapangan, semua orang pasti sepakat gol akan terjadi. Nice X. Dengan starting mereka dalam laga jamu Cagliari, gol pun semudah tangkapan penalti Dybala. Dua gol Ciro, satu gol Bastos itu adalah asis Luiz. Cagliari X. Bagaimana dengan Bologna? Selama Mereka duet maut, musuh akan mawut mawut. Gol pasti ada, cuma the Great harus hati-hati. Peran penting Lucas terbukti. Kunci menahan dominasi Lazio ada padanya. Tapi rasanya mereka sulit membendung laju membara Elang Biru. Bologna X. Sekalian saja deh: Benevento X, Udinese X, Nice X, ROMA? Hhhhmm… Kali ini saya benar benar di samping Tuhan saat mengocok dadu nasib, saat batok diangkat tertulis C yang kita anggap sajalah itu Ciro.
Karawang, 251017

Iklan

Kitab Lupa Dan Gelak Tawa – Milan Kundera

Kitab Lupa Dan Gelak Tawa – Milan Kundera

Seharusnya dapat label 18+ nih. Banyak adegan vulgar nan erotis. Memang ada esensi di bagian itu tapi jelas buku macam gini tak akan layak kita pinjamkan kepada remaja, apalagi anak-anak. Untung, saya membaca setelah menikah dan di usia matang, bisa jadi buku ini berefek liar. Keunggulan utama memang pada kekuatan penyampaian cerita dan penjabarannya yang begitu hidup. Kita seakan dicemplungkan ke dalam pusaran masalah, mengaduk emosi dan akhirnya terhanyut. Pasrah. Awalnya seperti sebuah kumpulan cerita pendek, cerita dipecah dan seakan bisa berdiri sendiri. Tak ada tokoh sentral. Sampai akhirnya memasuki cerita kelima, barulah benang merah itu tampak. Beberapa bagian jorok, beberapa bagian lucu –walau bisa saja tak sampai membuat gelak tawa, beberapa bagian nyeni – debat para penyair besar, beberapa bagian sungguh bernyawa –penuh petuah dan anjuran kedamaian. Ini jelas adalah buku yang komplit, permasalahan hidup yang ditulis, dibaca dan jelas untuk tak dilupakan. Perjuangan manusia melawan kekuasaan adalah perjuangan manusia melawan lupa.

Ia jatuh cinta pada nasibnya dan menemukan kemegahan dan keindahan dalam gerak menuju kehancuran. – 16

Sekali lagi jarak hanyalah merupakan rintangan bagi kemajuan. – 36

Sebuah penjara meskipun hanya dikelilingi oleh dinding-dinding, adalah sebuah teater sejarah yang dihiasi dengan sangat baik.-38

“Istrimu harus memahami bahwa tak peduli betapa pun besarnya cintamu padanya, kamu adalah seorang pemburu, dan perbuatanmu bukanlah ancaman.” – 57

Karel dan Marketa saling mencintainya, tapi mereka membutuhkan seorang untuk memindahkan beban yang menghimpit mereka. Seseorang yang membebaskna mereka. – 63

Orang-orang muda selalu punya banyak hal untuk diperbincangkan dan seorang tua harus mengerti dan menyingkir. – 71

Tawaran Eva tmapk mustahil untuk ditolak sebagaimana mulanya tampak mustahil untuk diterima. – 80

Selebihnya hanya gaung-gaung, peniruan-peniruan, pengulang-pengulangan atau kenangan-kenangan. – 84

Tanpa terkejut sedikitpun, seperti seorang anak sekolah yang sudah terbiasa sesekali menerima hadiah dari orang-orang dewasa. – 87

Hidup adalah kebahagiaan. Melihat, mendengar, menyentuh, minum, makan, buang air kecil, menyelam ke dalam air dan memandang ke langit, tertawa, menangis. – 94

Tawa yang dipaksakan. Tawa yang menggelikan. Tawa yang begitu menggelikan sehingga membuat mereka tertawa. Kemudian muncullah gelak tawa murni, gelak tawa total – yang membuat mereka bertekuk lutut dalam luapan rasa tanpa batas. Gelak tawa tiba-tiba. Gelak tawa yang dibangkit-bangkitkan, gelak tawa yang didorong-dorongkan, gelak tawa yang diarah-arahkan, gelak tawa yang meriah, mewah, liar… – 108

Suatu hari aku mengatakan sesuatu yang semestinya aku biarkan tetap tak terkatakan. – 110

Seketika aku merasa seolah-olah kubus es kecemasan telah dimasukkan ke dalam ulu hatiku. – 117

Setiap kali ibu mertua menginginkan sesuatu dari mereka, ia akan menangis. – 138

Apa yang ia anggap sebagai sesuatu yang tak terlupakan bisa menjadi terlupakan. – 142

Ia tidak punya keinginan untuk mengubah masa lampau menjadi puisi, ia ingin mengembalikan pada masa lampau tubuhnya yang hilang. Ia tidak didorong oleh hasrat akan keindahan, ia didorong hasrat untuk hidup. – 145

Dengan bayangan itu muncul kerinduan dahsyat padanya, dan dengan kerinduan itu muncul keinginan hebat untuk menangis. – 149

Karena ini menyangkut apa yang terjadi dalam diriku, di bagian dalam, maka ini patut ditulis. Itulah yang ingin dibaca banyak orang. Tapi cobalah suruh aku duduk di depan kertas, tiba-tiba semua ideku hilang. 152

Grafomania (obsesi untuk menulis buku) mencapai tingkat wabah bila seluruh masyarakat berkembang mencapai titik bisa menyediakan tiga syarat dasar: satu: tingkat kesejahteraan umum tinggi yang memungkinkan orang mencurahkan kepada kegiatan yang tak bermanfaat. Dua, tahap otomisasi sosial yang maju, dan perasaan umum yang ditimbulkan oleh pengisolasian individu. Tiga, tiadanya perubahan sosial penting yang radikal dalam pengembangan internal sebuah bangsa. 154-155

“Dokumen politik?” Kalau ia mau hidupnya bisa dipahami oleh orang-orang maka ia harus menyederhanakannya. Jadi ia katakan saja, “Benar. Dokumen politik.”

Tak pernah terpikirkan oleh orang lain bahwa ia pernah mencintai seseorang dan cinta itu sangat berarti baginya.

Waktu ia bangun, ia merasa damai dan tenang. Ia memutuskan untuk hidup demi kesunyian dan untuk kesunyian.

Waktu Thomas Mann masih sangta muda ia menulis sebuah kisah naïf dan membangkitkan minat mengenai kematian. Dalam cerita itu kematian begitu Indah, seindah yang diimpikan orang-orang yang masih sangat muda, waktu kematian masih berupa khayalan dan mempesona, seperti suara kebiru-biruan dari tempat-tempat yang jauh.

Goethe: ‘Apakah seorang manusia hidup ketika yang lainnya hidup?’

“Tapi kini untuk pertama kali aku melihat seorang ahli strategi dalam dirimu, seorang ahli siasat pintar yang dibutakan oleh nafsu.”

“Kamu tahu apa tentang istriku? Istriku adalah sobatku. Tidak ada rahasia di antara kami!”

Karena memahami berarti membaur, mengenali. Itulah rahasia puisi. Kita terbakar dalam perempuan yang kita puj, kita terbakar dengan pikiran yang kita bela, kita terbakar dalam panorama yang menggerakkan kita.

“Langkah pertama untuk memusnahkan bangsa adalah menghapuskan memorinya. Hancurkan buku-bukunya, hancurkan kebudayaannya dan sejarahnya. Kemudian suruh seseorang menulis buku-buku baru, membuat kebudayaan baru, menemukan sejarah baru. Dunia di sekelilingnya bahkan akan lupa lebih cepat.”

Salah satu jalan paling pasti menuju kelamin perempuan adalah melalui kesedihannya.

Seluruh isi buku ini adalah novel dalam bentuk beragam variasi.

Tidak ada orang yang melakukan perjalanan sepanjang itu tanpa mengetahui di mana berakhirnya. Kamu harus belajar untuk tidak berbohong.

Kematian mempunyai dua wajah. Pertama adalah ketiadaan, yang lainnya adalah benda materi yang mengerikan, yakni mayat.

Sejarah musik adalah fana, tapi ketololan gitar adalah abadi.

Sejarah adalah perubahan-perubahan singkat.

Dirinya diliputi keputusasaan, dan saat ia kehilangan harapan, tangan dan kakinya tampak kehilangan kekuatannya, dan air terasa sangat dingin.

Ia seorang yang fanatik pada orgasme. Orgasme adalah agamanya, satu-satunya tujuan, kaidah ilmu utama ilmu kesehatan, simbol kesehatan. Tapi juga merupakan kebanggaan, karena ini membedakannya dari perempuan lain yang kurang beruntung, seperti memiliki kapal pesiar atau tunangan terkenal.

Kehidupan manusia – dan di sinilah letak rahasianya – berlangsung di tempat yang paling dekat dengan perbatasan, bahkan dalam kontak langsung dengannya. Bukanlah bermil-mil jaraknya, melainkan hanya pecahan dari satu inci.

“Aku sangat berharap kamu segera hamil istriku, aku tak ingin lagi melakukan gerakan-gerakan yang menggelikan ini.”

Setiap kali sesuatu itu diulang, sesuatu itu akan kehilangan sebagian maknanya.

Ia tak pernah mengerti mengapa cairan asin yang keluar dari mata adalah agung dan puitis, dan cairan yang kita keluarkan dari kandung keming menjijikkan.

Kejelekan manusia adalah kejelekan pakaiannya.

“Gila perempuan mengatakan tidak, padahal ia sebenarnya bermaksud iya.”

Kembali ke masa sebelum agama Kristen melumpuhkan umat manusia.

Seorang manusia tahu bahwa hidupnya fana, tapi ia percaya bahwa bangsanya memiliki semacam kehidupan yang abadi.

_______

Kitab Lupa Dan Gelak Tawa | by Milan Kundera | diterjemahkan dari The Book of Laughter and Forgetting | copyright 1978 – Penguin Books | penerjemah Marfaizon Pangai | gambar cover Agus Suwage | typografi Si Ong | desain ulang cover Sugeng D.T. | Penerbit Narasi, bekerja sama dengan Pustaka Promethea | cet. 2 – 2015 | 14.5 x 21 cm; viii + 400 hlm. | ISBN (10) 978-168-429-4 | ISBN (13) 978-979-168-429-3 | skor: 5/5

Karawang, 241017 – Sherina Munaf feat Afgan – Demi Kamu dan Aku

Doctor Zhivago – Boris Pasternak

Doctor Zhivago – Boris Pasternak

“Masalah terbesarku adalah bahwa aku mencintaimudan tahu bahwa kamu tidak mencintaiku. Aku tetap berusaha memahami perasaanku ini. Aku melihat ke dalam diriku dan memikirkan hidup kita bersama.” – surat perpisahan Tonya kepada Yuri.

Hikayat. Inilah riwayat hidup dokter Yuri Andreyevich Zhivago. Ini adalah kisah panjang perjalanan seseorang sedari kecil sampai meninggal dunia. Benar-benar pusat cerita hanya pada satu tokoh. Penokohan yang kuat dan terkonsentrasi itu niscaya akan lebih mudah dinikmati. Bagaimana ia menjalani masa kecil dalam keterasingan, belajar dan berjuang bersama sahabat dan saudaranya, jatuh cinta, mewujudkan mimpi menjadi dokter dan Penulis, menikah dengan gadis pilihan bibinya, menikah lagi dengan gadis impian, menikah kembali dengan gadis pilihan teman yang bangga untuk berujar ke dunia, “anakku menikah dengan seorang dokter”, terkucil sampai terlibat dalam deru tempur revolusi Rusia. Dengan setting awal abad dua puluh sampai Perang dunia Kedua, seluruh kehidupan sang dokter berderap cepat penuh keseruan.

Sedari pembuka di Moscow tahun 1901 kita disuguhi fakta bahwa Yury Zhivago adalah seorang piatu. Baru masuk ke bab berikutnya, ia jadi yatim piatu karena ayahnya bunuh diri melompat dari kereta. Setelah berdoa untuk ibunya, bagian ini tampak absurb dan memainkan ironi. Saat itu Yury dilanda emosi yang meluap-luap dan kehilangan kesadaran selama beberapa saat. Ketika ia terguncang dengan sendirinya ia terjaga. Ia teringat akan ayahnya, ia lupa berdoa untuknya. “Nantilah!” sulit bagi Yury berdoa untuk ayahnya yang tak ia kenal. Ia meninggal tepat pada saat Yuri lupa berdoa untuknya.

Yury lalu tinggal sama paman Nikolay Nicolayevich Vedenyapin atau sering dipanggil paman Kolya, dari pamannyalah ia banyak belajar kehidupan. Tentang seni, tentang politik praktis, tentang filsafat sampai pilihan hidup beragama. Ia belajar banyak hal dalam sepuluh tahun terakhir. Karena pendidikan, Yury harus hidup bersama keluarga Gromeko, di sana ia kuliah di kedokteran dan bersabahat karib dengan Tonya dan Misha. Tonya nantinya jadi istri karena ia adalah seorang Gremeko dan dapat restu dari ibunya langsung secara dramatis sebelum berangkat pesta dansa Sventitsky. “Tonya, kamu cantik sempurna. Dan Yury kamu sungguh sangat tampan dan gagah. Aku sangat bahagia malam ini. Kalian siap untuk menjadi yang terbaik, aku pikir kalian telah siap bagi dunia!” Pernikahan yang awalnya ideal, sampai muncullah karakter penting lain Lara.

Larissa Fyodorovna Guishar atau lebih akrab dipanggil Lara mengalami masa remaja yang tak menyenangkan. Sebagai anak Yatim, ia harus kerja keras membantu ibunya berjualan. Nah, akhirnya muncullah karakter jahat pertama di novel ini (walau nantinya di eksekusi ending jadi begitu ironis mengajak Yury dan Lara mengungsi) bernama Victor Ippolitovich Komarovsky. Ia adalah pengacara yang segerbong dengan ayah Yury saat melompat dari kereta. Komaro ini sering mampir ke toko Amalia, ibu Lara dan mengajak jalan. Naas, suatu ketika saat akan pergi ke pesta, Amalia sakit sehingga Lara yang saat itu masih remaja terpaksa menggantikannya. Bisa kita duga, akibatnya terjadi affair, yang ujungnya nyaris membuat mati Amalia saking malunya dengan bunuh diri. Benang itu menyambung kembali ke Yury yang menjadi saksi peristiwa bunuh diri gagal itu. Di sanalah ia pertama bertemu Lara, dan jatuh hati. Cinta pada pandangan pertama.

Pertemuan kedua lebih dramatis lagi, saat Lara mencoba membunuh Komaro di sebuah pesta. Walau gagal, tapi cinta pada pandangan pertama Yury tak bisa dienyahkan. Setelah itu mereka terpisah lama, terbentang dalam waktu dan keadaan perang dunia pertama serta revolusi pecah dalam perang saudara. Pertemuan ketiga, posisi Lara sudah menikah dengan Pasha. Nantinya Pasha justru jadi salah seorang tokoh perjuangan dan secara tak sengaja bertemu Yury dan bersahabat. Nah pertemuan ketiga di sebuah perpustakaan umum di desa terpencil yang jauh dari Moscow menumbuhkan cinta. Saat itu sedang kecamuk perang, Lara menjadi suster Antipova dan sang dokter hidup dalam pengasingan. Cinta segitiga berbentuk. Pertanyaannya tentu bukan sampai mana kisah kasih ini berujung, karena seperti yang saya katakan di awal, mereka nantinya menikah dan bahkan Yury berikutnya menikah ketiga kalinya. Sangat seru menikmati cerita cinta di masa perang, karena seolah hubungan antar personal jadi hanya tempelan. Padahal kisahnya sangat kuat. Ya, inilah sejarah panjang Rusia.

Boris Leonidovich Pasternak adalah Penulis Rusia yang terasing, meraih Nobel Sastra pada tahun 1958 ini jatuh miskin karena banyak larangan karyanya terbit. Ia menolak menerima Nobel karena tekanan dari Negaranya, kalau sampai ia menerima hadiah Nobel dia akan ditolak pulang ke Uni Sovyet. Dan seperti yang kita tahu, Boris sangat terkenal oleh pecinta Sastra hingga kini karena ia mengirim telegram kepada komite Nobel masalah ini, komite tetap pada pilihannya, “Untuk pencapaian pentingnya dalam puisi lirik kontemporer dan di bidang tradisi epic Rusia.” Sekalipun sudah menolak Nobel, Boris tetap dikecam dan mendapat banyak ancaman. Kelak kita tahu pada tahun 1989, puteranya Evgenii menerima medali itu di Swedia saat peringatan kematian Boris Pasternak. Novel ini memang menjadi propaganda CIA (Central Intelligence Agency) karena isinya yang menolak rezim sosialis yang berarti Anti-Sovyet. Saat perang dingin berlangsung CIA melakukan banyak hal untuk menekan musuh, salah satunya menyortir karya tulis. Dan Doctor Zhivago ini salah satu yang paling terkenal. Cara terbitnya yang berliku, diselundupkan ke Italia yang pada akhirnya penerbit Giangiacomo Feltrinelli di Milan merilis pada tahun 1957. Kalau digaris lurus tuduhan Sovyet terhadap Dewan Nobel yang menganugerahi Boris karena permintaan CIA dan Barat bisa saja pas, namun mereka sudah menyangkalnya.

Lahir di Moscow, 10 Februari 1890. Kutipan paling terkenalnya selalu menginspirasi banyak Penulis, “Tidak perlu menyesuaikan seni dengan tuntutan politik negara. Mengorbankan karya (novel), akan menjadi dosa terhadap kejeniusanku sendiri.” Walau pahamnya itu membuat ia dicekal dan jatuh miskin ia tetap pada pegangan. Karya aslinya sangat tebal tapi entahlah kenapa Narasi bisa memangkasnya menjadi hanya 144 halaman. Mungkin bagian-bagian detail disingkirkan dan hanya memasukkan yang poin utama, pantas saja alurnya cepat sekali, sangat tergesa-gesa. Contoh bagaimana sang dokter saat diculik dan ditawan paksa menjadi perawat pasukan Stelnikov, hanya dalam dua lembar waktu langsung melompat dua tahun kemudian. Atau bagiamana ia terasing bersama istri dan anaknya, saat memilih hidup bersama Lara karena terluka, setting waktu disingkat karena Tonya seakan tiba-tiba emigrasi ke Paris. Benar-benar detailnya dimusnahkan. Sayang sekali.

Usia memang tak ada yang tahu, Boris meninggal dua tahun setelah beliau dinyatakan menang Nobel. Ia meninggal dunia di Peredelkino, Uni Sovyet pada tanggal 30 Mei 1960 karena paru-paru.. Keputusannya menolak bisa kita maklumi karena walau novelnya mengkritik Negara ia begitu mendamba tanah air. Seperti yang disampaikan Yury: ‘Pulang ke rumah telah menjadi tujuan hidupnya – pulang kembali kepada keluarganya, kepada dirinya sendiri, kepada hidup baru.’ Perkataan Yury itu tentu saja sebanding lurus dengan pernyataan Penciptanya. “Meninggalkan tanah air sama artinya dengan kematian bagiku. Aku terikat dengan Rusia karena kelahiran, kehidupan dan pekerjaanku.”

“Dunia telah kacau balau. Itu adalah bagian dari akibat perang, dan kemudian revolusi meneruskan sisanya. Tiba-tiba semua orang merasa bebas, bebas untuk menjadi diri mereka sendiri, sebagai orang baru.”

Doctor Zhivago | by Boris Pasternak | diterjemahkan dari Doctor Zhivago | penerjemah Haryo Dipo Adinegoro | penyunting Yogaswara | perancang sampul Hengky Irawan | Penerbir Narasi | ISBN 979-168-063-9 | cetakan pertama, 2007 | 144 hlm.; 11×18 cm | Skor: 5/5

Karawang, 231017 – Sherina Munaf – Sing Your Mind

Malam Sensasional

Malam Sensasional

Karawang — Subuh (15-10-17) itu, saya tidak yakin bisa pulih dari efek terpana yang ditimbulkan pasca BIG Match pekan ke delapan Serie A. Selama lima jam saya bertahan melek, tak bisa tidur. Ada aura membuncah yang terus berdengung di atas kepala. Rasanya ingin berteriak gembira, katup mata tak bisa kupejamkan. Saya tak tahu harus mulai dari mana untuk bercerita mengenai #MalamSensasional yang saya saksikan. Setiap orang pasti suka kejutan-kejutan; hal seperti ini merupakan lumrah dan alamiah bagi manusia. Namun untuk bisa menaklukkan Juventus di kandangnya, saya tidak pernah mendapatkannya sejak tahun 2002. Hingga akhirnya aksi Dybala Mask versi baju terjadi.

Malam dalam perjalanan pulang dari Torino, para pemain menyanyikan Vola Lazio Vola dengan gegap gempita, dipimpin oleh Thomas yang memegang kamera phone keadaan bus sangat riuh. Sesampainya di Formelo, Laziale menyambut. Membentangkan syal dan ber-chant ria sampai gemuruh tepuk tangan saat bus masuk. Ditarik ke belakang, di pojok stadion Allianz – nama baru Juventus Stadion, dipimpin oleh Savic, pasukan Elang Biru berselebrasi ‘clorot’, bertepuk tangan kepada Laziale yang sudah jauh datang, perayaan malam sensasional yang seakan juara. Sementara Gianluigi Buffon sebelum masuk ke lorong, menyapa Laziale membentangkan kedua tangan, melepas jersey untuk diberikan kepada yang beruntung lalu memberi applaus, dibalas dengan teriakan hiruk pikuk pujian sportivitas. Seperti biasa, Buffon selalu ada di hati kita. Pahamnya yang konservatif bersisian dengan Curva Nord.

Saat itu memasuki menit akhir injury time. Lazio ungggul 1-2 dari tuan rumah Juventus. Empat menit yang disediakan sang pengadil sudah hampir habis. Patric yang baru masuklah pencipa cerita. Sebuah bola lambung dalam kerumunan kotak ia gagal menghalau mulus, bola itu mantul di kakinya lalu mendekat ke Bentacur Dalam keadaan fifty-fifty, bola disaduk bersamaan dengan kaki si ancur. Pemain Juve minta pinalti, dan sudah biasakan mereka dapat hadiah menit akhir? Wasit bergeming. Komplain, saling dorong dan caci maki. Teknologi baru VAR – Video Assistant Ruventus pun digunakan. Pada akhirnya Paolo Silvio Mazoleni menuju pinggir lapangan, menyaksikan tanding ulang dalam monitor sambil terus berkomunikasi pakai earphone. Dalam permohonan Matuidi, wasit memberi kode Spongebob Squarepant lalu meniup peluit dan menunjuk titik putih, merogoh celana dalam dan mengeluarkan kartu kuning untuk Patrick Star. Penalti!

Dua belas Laziale Karawang mengerumi layar, berdoa. Dybala menimang bola, Strakosha meremas-remas jari menatap sang eksekutor memainkan psikologi sementara itu Radu berjongkok memohon pada Yang Kuasa untuk menegakkan keadilan. Ini adalah pinalti keenam Dybala musim ini, Empat sukses, satu gagal. Dan seperti yang kita tahu, pinalti itu ditepis kiper Albania. Tembakan Dybala ke arah kiri dengan jitu dimentahkan, Adam Marusic langsung menyambut bola, mengontrolnya bentar sembari menanti peluit panjang lalu mengambilnya dengan tangan dan menyepak jauh. Di depan gawang, Strakosha dikerumini, Dybala lemas pingsan – dua kali dipecundangi dalam rentang pekan beruntun. Pekan lalu Etrit Berisha-lah pelakunya, kini lebih menyesakkan Juventini karena memang sudah detik akhir. Bangun Dybala, bangun! Kamu hanya kalah dalam pertandingan bukan kalah dalam perang. Kemudian Bernandes mengajaknya bangkit, dan Dybala mask gaya baru diperagakan dengan menutup muka dengan jersey. Duh! Sakke.

Seharusnya Lazio sudah bisa memastikan tiga poin kala menit akhir itu kala Felipe Sepele Caicedo yang tinggal head-to-head sama Buffon, sayang si keling melakukan shot buruk. Lemah terarah sehingga Superman berhasil blok. Ini pemain hanya bisa bikin gol kala pemain lawan blunder deh, bola-bola tinggal sepak. Haha… Namun Juve juga bisa saja mengamankan satu poin kala sepakan jarak jauh Dybala mengenai mistar, hufh. Dag dig dug.

Lazio dalam posisi tertinggal satu gol. Lazio memulai babak restart dengan benar, gol cepat yang dinanti terjadi melalui skema serangan teratur. Serangan dari kiri mengarah ke Luiz Alberto, dalam lima kerumunan lawan ia dengan jeli mengirim umpan terobosan ke arah Immobile yang dengan sekali sepak mengarah ke pojok gawang. 1-1. Lazio berbalik unggul melalui pinalti Immobile yang sebelumnya dijatuhkan Superman. Eksekusi menit lima tiga itu sukses. Setelahnya, laga menjadi sangat hidup. Alle merespon keadaan dengan memasukkan Bernardes menarik sang skorer. Lima tujuh, Matuidi shot dalam kotak, blok. Enam tiga, Alberto melakukan free kick, bola ke arah kerumunan, heading keluar. Juve mencoba serangan balik, langsung kandas dan percobaan Savic dari luar kotak masih menyamping. Lalu Khedira yang malam itu bermain bagus ditarik, Dybala masuk. Tujuh dua, umpan lambung ke Marjuki tapi bola terlampau tinggi. Luiz Alberto out, Luis Oalah masuk. Semenit kemudian Lichtstmerda keluar, sturaro masuk. Tak banyak perubahan, untuk mengamankan tenaga Immo diganti Felipe Sepel Caicedo. Tujuh tujuh Higu berkesempatan membalas, bola enak depan Thomas tapi ia gagal kontrol. Laptop nge-hang perlu restart. Dan LIRK pun terpecah dalam nobar HP, ada tiga yang nyala di mana ketiganya berselisih tiap menit. Patric yang malam itu dibully sebelum dimainkan karena sering ngeselin, eh dimasukkan menit delapan empat. Dan terbukti si Star ini bikin jantung Laziale berdegub lebih tak teratur.

Lima belas menit waktu istirahat, Laziale Karawang sedang berdebat cari link yang tepat. Super Soccer malam itu bapuk, sinyal kembang kempis dengan peringatan error di berbagai web. Padahal sudah daftar premium. Namun kesabaran itu terbayar, nyambung juga (walau seperti yang saya sampaikan di atas, Laptop-nya bapuk di tengah laga). Kopi segelas tandas setelah jadi korban berikutnya #dispenser, tahu bulat sudah comot dua. Dennis Basta muncul saat separuh babak.

Saya rasa kualitas paling penting yang harus dimiliki manusia adalah imajinasi. Imajinasi mampu menempatkan diri mereka di tempat orang lain. Imajinasi membuat mereka menjadi orang yang lebih baik dan bisa bersimpati penuh pengertian, hal semacam ini harus ditanamkan pada ultras.

Babak pertama mulai, koneksi ke Turin belum nyambung berkat laptop hang dan sinyal Patisim yang hancur, atau karena operator Reye yang butuh tutorial? Sebagian sembari menanti permainan muncul di layar, streaming HP. Setelah basa basi saling raba kekuatan, peluang pertama hadir kala Savic melakukan free kick menit enam belas. Tendangannya membentur tembok betis yang membuat Juki terjatuh. Juve unggul lebih dulu melalui Douglas Costa. Prosesnya dari kanan pertahanan. Asamoah mengirim umpan silang ke dalam kotak, Khedira melakukan shot langsung, Thomas reflek mementahkannya. Costa yang berdiri bebas tinggal menceploskan. Offside? Dalam komplain pemain The Great, wasit keukeh mengesahkan. 1-0. Menit dua tujuh, serangan balik Lazio tercipta rapi, dari kanan sepakan lambung Luiz mengarah depan gawang, Immo berhasil menang dalam lomba lompat, sayang tandukannya bisa ditepis Buffon. Khedira nyaris saja menggandakan skor, tendangan jarak jauhnya membahaya jaring, bisa diblok Thomas. Kejadian aneh nan absurb terjadi kala Thomas menerima bola back-pass umpan rendah Marusic. Dalam kejaran Higu, bola disepak kencang yang kena kakinya tepat depan garis gawang. Normalnya bola masuk, tapi entahlah saat itu peri mimi sedang berbaik hati sehingga nerpa mistar! Aje gile. Kalau sampai gol, bisa jadi blunder paling konyol itu. Sampai akhir babak satu, tuan rumah unggul satu.

Kick off itu terdengar dengan komposisi skuat musuh yang aneh. Juve memainkan pola 4-2-3-1. Superman di bawah mistar. Benatia yang baik jelek di Super Coppa dicadangkan. Chiellini, Barzagli, Asamoah dan judas Lichsteiner di belakang. Gelandang bertahan ada di Khedira dan Costa. Higuain menjadi ujung tombang yang disokong tiga pemain ofensif: Matuidi, Bentacur dan Marjuki. Ya, tak ada Dybala dalam starting. Mereka mencoba menyimpannya untuk laga ketiga UCL. Pilihan bijak alex. Di kubu kita, hanya Felipe Bale dan Basta pemain inti yang masih belum pulih. Ini adalah komposisi terbaik, Inzaghi sudah paten dengan strategi 3 bek: De Vrij, Radu dan Bastos. 5 lini tengah yang sangat kuat: Leiva, Parolo, Marusic, Savic, Lu71c. Luiz Alberto menjadi striker belakang ujung tombang, sang goal getter: Immobile. Sembari menanti pulihnya Felipe, posisi ini paten. Dan siap menghancurkan lawan manapun, termasuk Barcelona? Dan saat koneksi ke Allianz terhubung (dengan HP ataupun kadang laptop), pesta laga dimulai.

Ini adalah akhir dari rentetan gilang gemilang laga Juventus selama 41 pertandingan tak pernah kalah di Kandang. Terakhir keok saat tahun 2015. Dalam rangkaian itu, Lazio the Great juga menelan pil pahit nirpoin. Baru pecah saat Final Super Italia awal musim ini. Itu juga dramatis, itu juga Dybala pinalti menit-menit akhir sebelum dihempaskan pemuda Murgia.

Kemenangan ini terasa sangat spesial karena hanya enam tim yang bisa menumbang Juve di stadion baru mereka. Inter 1-2 tahun 2012, Il Samp dan Muechen di tahun 2013, Fiorentina dan Udinese tahun 2015. Dari data Opta mencatat rentetan 41 satu game itu bertulis: DDWWWWWWWWWWWWWWWWWWWWWWWWWWWWWWWWWWDWWWL. Dan dengan melucu ‘L’ ke deret 42 itu berarti LAZIO. Luarbiasa.

Immo

Ciro: “Saya bisa saja pulang ke Juventus tapi mereka tak menjanjikan tempat utama. Apalagi akan sulit bertahan di kota yang sama dengan seragam yang berbeda setelah mendapat kecintaan dari fan Torino.” Musim ini bisa jadi adalah musimnya Immobile, dengan 11 gol dalam 8 laga. Kalau sampai konsisten maka sepatu emas dalam jangkauan. Dan menyakiti Juventus jadi sebuah kebiasaan. 

Coach Setiadi

Simone Setiadi Inzaghi adalah pelatih Lazio sejak era Sven Goran yang paling menarik, menghibur, bersahabat, dan menyenangkan, dia tahu segalanya. Ketika ia lebih memilih Thomas Strakosha yang diorbitkan, bukan Guido  atau Adamois, seolah ia bersabda: “Terberkatilah engkau anakku, berlatih keras dan bersenang-senanglah dalam tiap pertandingan. Temui striker lawan dengan tak gentar di tingkat yang lebih tinggi dan pelajari hal-hal baru, tinggallah di Lazio selama mungkin, bertambah kuat dan sehatlah, dan rayakan tiap pekan dengan poin-poin juara.” Sebagai didikan asli Formello sejak musim 2012, calon kiper terbaik dunia ini sudah berhasil menyingkirkan Marchetti musim lalu.

IRR – 30 Tahun

Irriducibili (dalam English berarti: unshakeable – tak mudah goyah) adalah ultras terbesar Lazio , terfanatik, dan kata polisi paling berbahaya. Suara dan aksinya banyak mempengaruhi keputusan manajemen. Malam Sensasional itu di Allianz, Irriducibili riuh. Menempati pojok stadion dan terus meneror tuan rumah. Bukti Laziale sudah kembali meramaikan setiap laga. Apalagi saat ke Nice, saat ulang tahun ke 30, tiket sebanyak ludes dan itu rekor baru di kandang Nice. Hebat, manis. 

Saya tidak bisa membayangkan ada kebagiaan dalam hidup ini sebagai seorang fan bola, yang lebih hebat daripada menyaksikan tim favoritnya menang seru, dramatis dan patahkan rekor dari tim yang dianggap terbaik dan terkaya. Saya sampai memimpikannya setiap malam.

Strakosha & Immobile 2022

Kabar terbaru semalam dua pemain penting ini perpanjangan kontrak. Seperti yang dikutip Lazio Press, “Lazio ingin mengumumkan klub telah memperpanjang kontrak Ciro dan Thomas Strakosha hingga 30 Juni 2022.”

Kami membutuhkan hujan keberuntungan. Kami membutuhkan dukungan. Selamat selalu. FIT terus dan konsisten mendulang angka sampai akhir musim ya. Salam, Lazione Budy – Laziale dalam keadaan jiwa yang sangat bahagia.

Juventus 1-2 Lazio

Gol: Costa 24′; Immobile 47′, 54′ (pen) 

1 Gianluigi Buffon; 22 Kwadwo Asamoah, 15 Andrea Barzagli, 3 Giorgio Chiellini, 26 Stephan Lichtsteiner; 30 Rodrigo Bentancur, 14 Blaise Matuidi; 17 Mario Mandzukic, 6 Sami Khedira, 11 Douglas Costa ; 9 Gonzalo Higuain

Pelatih: Massimiliano Allegri

1 Thomas Strakosha; 26 Stefan Radu, 3 Stefan de Vrij, 15 Bastos; 19 Senad Lulic, 21 Sergei Milinkovic-Savic, 6 Lucas Leiva, 16 Marco Parolo, 77 Adam Marusic; 18 Luis Alberto; 17 Ciro Immobile

Pelatih: Simone Inzaghi

Karawang, 221017 – Anggun C. Sasmi – Snow on the Sahara

Thx to 12 Laziale Karawang: Rye, Ari Goyang 25, Coach Setiadi, Ketu Satria, Nurd, Dennis Basta, Nda d Young, Nardur Enrich, Abe Lincoln, Xanafi, Adiet, dan Lazione ‘Parolo’ Budy. Kalian luar biasa, kita luar biasa.

Lazio meraih scudetto. Itu adalah bayangan favorit saya setiap malam menjelang tidur. Saya merencanakan sedetail-detailnya – gol dramatis injury time, gol penting penentu kemenangan, selebrasi berlebih dalam hiruk pikuk peluk rekan setim, sampai sapa aplaus kepada fan jelang masuk koridor. Para pemain lawan yang tertunduk, marah, cek cok, frustasi. Karena bahkan terkadang pemain musuh yang berlabel bintang pun bersikap buruk. Rasanya ini bukan akan jadi khayal semata. Musim ini pecah telur setelah 18 tahun? #ForzaLAzio #LazioTiAmo #AvantiLazio

Pekan Ke 9: Lazio Vs Cagliari

PROBABILE FORMAZIONE (3-5-1-1): Strakosha;

Bastos, de Vrij, Radu;
Marusic, Parolo, Leiva, Milinkovic, Lulic;
Luis Alberto;
Immobile.
Kuis The Great dibuka. Parade laga mudah sudah dimulai. Lazio V Cagliari. Ditutup adzan Asar besok. Good luck.
LBP 3-0
Parade lawan mudah dimulai. Target dalam empat pekan ke depan adalah puncak klasemen. Lalu bisa konsisten dan juara lebih cepat. Ok, challange accepted.
JK
Lazio 1-1 Cagliari, Immobile.
Lazio punya semangat tinggi kejar capolista. Berusaha memanfaatkan duel papan atasnya.
Faktor kecapean jadi penghambat laju Lazio.
Arifin
Lajio 1-0 kagliari. Immo.
Lajio menang. Kagliari tumbang. Om budi om girang.
Siti Nurhaliprap
Lazio 2-0 Cagliari, Immobile
Analisis: Purnama mengambang, cuma berteman. Bintang berkelipan dan juga awan. Siapa tahu rindu yang mencekam pada Lazio ku.  Aku meminta pada yang ada. Aku merindu pada yg kasih. Aku merayu padamu yang sudi merinduku, oh Lazio ku.
Bagas
Lazio 3 – 1 Cagliari, Immobile
Dalam laga ini Lazio diprediksi akan menang mudah, Immo akan nyekor lagi (mungkin 2 atau 3 gol), Forza Elang… Forza Lazio…
Arief
Lazio v Cagliari 4-0
Immobile
Curva Nord, tribun sebelah utara Olimpico yang letaknya di belakang  gawang, tidak akan diisi penonton. Lazio diprediksi bisa menyapu bersih selama oktober. Tak ada alasan Lazio gagal menang
Damar IRR
Lazio 1-0 Cagliari,  Caicedo
Setel kendow, jangan setel kenceng, lemaskan aja, jangan spaneng, menyambut bulan sapu bersih Lazio akan lebih santai pada laga ini, tapi3 point adalah hal wajib.
Ajimovic
Lazio 4-1 Cagliari
Immobile
Lazio akan menang. Wajib menang. Dan pantas untuk menang.
DC
Lazio 4-2 Cagliari
Immo
Banjir gol. Partai mudah. Tiga poin buat tuan rumah.
Luis GANi
Lazio 0-1 Cagliari. Farias
Lazio Over PD. Lengah dan bobol. Satu kartu merah.
Siska
Lazio 2-0 cagliari
Luis alberto
Lazio harus bisa memanfaatkan peluang.  Mumpung Napoli dan Inter saling hantam. Kali ini Luis Alberto yang jadi pahlawan.
Gold
Lazio 2 – 1 Cagliari
Ciro
Kunci kebangkitan Lazio tak lepas karena kedatangan luiz ~alberto~ Nani.  Betapa tidak pesona dari si tampan ini cukup memporakpondakan pertahanan lawan. Meskipun dari pinggir lapangan pesonanya begitu terang terpancar.😌
AW
Lazio vs Cagliari : 5-0, Immobile
Lazio menang. Alberto garang. Om Bud senang.
Takdir
Lazio 5-1 Cagliari, Immobile
Analisis: 24 poin dalam delapan laga. Ini gila, Serie A tak ada dominasi tapi Napoli sedang dalam posisi menggila. Semua lawan ditaklukkan, termasuk kandidat kuat Lazio. Icardi sedang bergairah, rasanya tak ada yang lebih indah cetak hatrik di derby dengan berkelas di menit akhir. Kini kalau kita berdiskusi siapa yang akan juara Italia, hanya orang pea yang sebut Juventus,  apalagi setelah digebuki The Great di kandang. Lazio terbukti hebat di Allianz. Kini Inter dan Napoli akan saling ludah, siapa paling basah? Inter sangat pantas jadi batu sandung pertama namun Napoli juga serasi di puncak dengan konsistensi. Ini kuis the Great tapi kenapa bahas BIG match? Karena rasanya tak ada yang bisa dijelaskan panjang lebar, Lazio sedang menjalani pekan pekan sederhana dalam 6 laga berikut. Dibuka bersafari ke Nice, lalu menjamu Cagliari tak ubahnya piknik hura hura. Hanya TAKDIR buruk yang akan menggagalkan poin penuh mereka. Musim ini kita bisa sebut Lazio layak juara, hanya saja kita tak tahu dalam bentuk siapa malaikat Alessandro Calori itu berwujud?
INR
Lazio 0-1 Cagliari Joao Pedro
Bosan dengan foto Lazio. Semoga kali ini kalah. No win no spam.
Karawang, 221017

The Spiderwick Chronicles – Tony Diterlizzi & Holly Black 

The Spiderwick Chronicles – Tony Diterlizzi & Holly Black

Tepat saat adaptasi filmnya dalam proses produksi, Gramedia secara exclusive meluncurkan terjemahan Bahasa Indonesia dalam bundel, kover film: ‘Their world is closer than you think’. Saya membelinya 115 ribu tahun 2008 sesaat setelah main Ding Dong Gunbird bersama Marion di Mal Lippo Cikarang. Ini adalah fantasi murni. Kisahnya segaris dengan fantasi Harry Potter, Narnia, Eragon dan sejenisnya. Karena di tahun-tahun itu memang saya fan berat kisah young adult berbalut fantasi. Dulu pas lihat visualnya saya sempat berprediksi bahwa pemeran Mallory Grace akan menemukan masa depan yang cerah laiknya Emma Watson yang sukses bermain Hermione Granger. Namun lihatlah, sedekade berjalan nama Sarah Bolger tak terdengar nyaring. Tenggelam, sayang sekali.

Dalam film, kelima buku disatukan, walau secara kualitas saya suka sekali aksi Freddie Highmore namun jelas kisah di buku jauh lebih hebat, lebih liar dan detail. Karena keterbatasan waktu banyak hal dibuang. Berikut ulasan singkatnya.

Buku Satu – The Field Guide / Panduan Lapangan

Sebuah keluarga melakukan pindahan ke rumah bibi mereka yang gila dan mendapati bahwa rumah tersebut menyimpan sesuatu yang ganjil. Mrs. Grace yang baru bercerai membawa ketiga anaknya: Mallory yang ahli anggar serta si kembar Jared dan Simon ke rumah bibi Lucinda yang sudah lama dirawat di rumah sakit jiwa. Mereka bertiga mendengar tembok berbisik dan sebuah teka-teki yang menantang untuk dipecahkan, Jared menemukan perpustakaan kecil dan sebuah ‘buku panduan lapangan’. Ada mahkluk kecil bernama Thimbletack di sana yang memperingatkan agar buku itu dibuang. Kenapa?

Buku Dua – Batu Pengelihatan / The Seeing Stone

Saat Jared di dalam rumah, secara tak sengaja melihat Simon di luar diserang oleh mahkluk-mahkluk tak kasat mata. Segera memanggil bantuan kepada kakak mereka, Mallory yang sedang berlatih anggar. Goblin dan mahkluk sejenis itu bisa dilihat dengan batu pengelihatan dari Thimbletack. Dengannya Jared melihat banyak hal, termasuk troll yang makanannya goblin. Misi penyelamatan Simon yang seru itu dilengkapi dengan temuan griffin yang terluka, seekor burung besar berkaki empat seperti kuda. Binatang itu mereka simpan di gudang belakang rumah dan misteri buku panduan belum terpecahkan.

Buku Tiga – Rahasia Lucinda / Lucinda’s Secret

Bertiga mencoba cara lain dengan mengunjungi bibi mereka di rumah sakit, Lucinda Spiderwick. Dan seperti yang bisa kita duga, Lucinda hanya dianggap gila karena bisa melihat mahkluk gaib, termasuk bisa melihat sprite-sprite kecil pembawa makanan. Buku panduan diperlihatkan kepadanya untuk ditanyakan dan betapa terkejut buku terbungkus itu telah diganti seseorang. Wow. Siapa gerangan? Ketiga bersaudara saling tuduh, namun jelas bukan diantara mereka pelakunya. Di perpustakaan mereka menemukan sebuah peta petunjuk dan dari sanalah mereka mengarah bertemu para elf yang bertutur manusia tidak bisa dipercaya laiknya Arthur Spiderwick. Arthur yang dikiranya meninggal ternyata tidak, ia tertahan di dunia elf. Makin rumit dan menegangkan. Jadi pada siapa buku itu berada?

Buku Empat – Pohon Besi / The Ironwood Tree

Saat ada kompetisi anggar yang diikuti Mallory, seluruh keluarga hadir mendukung. Tas mereka diacak-acak anak perempuan, dari jauh Jared yang melihatnya segera mendekat namun tiba-tiba tak ada orang di sana. Di kamar mandi, Jared bertemu Simon tapi tidak, Simon tak mungkin berpakaian sama persis dengannya. Dan benar saja, saat diancam dengan belati itu bukan Simon tapi makhluk jelmaan. Siapa gerangan? Saat pulang, Mallory menghilang. Penyelidikan mengarah ke tambang tua, di sana banyak pohon besi buatan para dwarf. Dwarf itu meminta buku panduan lapangan sebagai syarat agar Mallory dilepas. Pertukaran itu terjadi, padahal yang terbungkus adalah buku matematika. Para dwaff marah dan pertarungan terjadi, berhasilkah mereka lolos?

Buku Lima – Amarah Mulgarath / The Wrath of Mulgarath

Inilah puncaknya. Pada akhirnya mereka akan berlawanan dengan main villain Mulgarath yang sakti. Saat di rumah tak ada orang, mereka bertiga khawatir jangan-jangan yang mereka saksikan dalam perjalan pulang, sepintas lihat ada sandera Mulgarath tadi ibu mereka? Sementara sedang merenung sedih si Thimbletack, saat ditanya ada apa? Eh ternyata dialah pelaku yang mengambil buku panduan namun kini tak ia miliki lagi karena sudah dirampas. Dari Hogsquel kita tahu bahwa Mrs Grace ditawan dan dibawa ke arah pembuangan sampah. Dikejar waktu mereka menemui para elf meminta bantuan untuk melawan Mulgarath. Saat sampai di istana musuh kejutan terjadi karena di sana ada Richard Grace, ayah mereka! Wow kejutan, berhasilkah mereka menyelamatkan segalanya?

Karena ini buku anak-anak tentu saja kalian bisa dengan mudah menebaknya. Happy ending. Selain cerita fantasinya, buku ini memiliki keunggulan dalam ilustrasi. Bagus pakai banget, gambar-gambar yang mengiringi. Bayangan tulisan jadi makin jelas dan menemukan klik. Disertai pula peta perumahan tempat Spiderwick dan sekitarnya. Paket komplit.

Epilog itu berujar: Melalui padang gua, dan hutan benang ini terus terurai dengan kemenangan sang pahlawan dan kejahatan tercerai berai.

The Spiderwick Chronicles | Tony Diterlizzi & Holly Black | Copyright 2004 | Publised by arrangement with Simon & Schuster Books for young reader | diterjemahkan dari The Spiderwick Chronicles | alih bahasa Dona Widjajanto | Penerbit Gramedia Pustaka Utama | Skor: 5/5

#1. 136 hlm; ilustrasi, 17 cm | cetakan kedua, Agustus 2005 | GM 106 04.001 | ISBN: 979-22-0867-4

#2. 136 hlm; ilustrasi, 18 cm | cetakan kedua, Februari 2008 | GM 106 04.002 | ISBN-10: 979-22-0868-2 | ISBN-13: 978-979-22-0868-9

#3. 136 hlm; ilustrasi, 17 hlm | cetakan pertama, Oktober 2004 | GM 106 04.010 | ISBN 979-22-1073-3

#4. 136 hlm; ilustrasi, 18 cm | cetakan kedua, Februari 2008 | ISBN-10: 979-22-1087-3 | GM 106 04.011 | ISBN-13: 978-979-22-1087-3

#5. 168 hlm; ilustrasi, 18 cm | cetakan pertama, Desember 2004 | GM 106 04.013 | ISBN 979-22-1125-x

Untuk nenekku, Melvia yang mengatakan aku seharusnya menulis buku seperti ini dan kepada siapa kukatakan aku takkan melakukannya. – H.B.

Untuk Arthur Rackman, semoga kau terus memberi isnpirasi kepada orang lain seperti yang kau lakukan kepadaku. – T.D.

Karawang, 221017 – Train – Save Me, San Fransisco

Petualangan Menuju Perut Bumi – Edgar Rice Burroughs

Petualangan Menjelajah Perut Bumi – Edgar Rice Burroughs

Aku tahu persis di mana kita sekarang. Kita telah menemukan sebuah penemuan yang luar biasa! Kita membuktikan bahwa bumi mempunyai rongga. Kita telah melewati seluruh lapisan bumi dan sampai di dunia di bawahnya.

Luar biasa. Benar-benar kisah yang menakjubkan. Saya tak paham teori-teori yang berkembang mengenai pusat bumi, karena segala ilmu pengetahuan yang mengemukakannya belum bisa memastikan apa gerangan benda yang ada di inti tempat kita berpijak. Namun dari buku inilah saya malah berimaji liar. Bagaimana bisa Edgar Rice Burroughs – Penulis yang terkenal berkat Tarakan dan John Carter, berfikir praktis bahwa pusat bumi ini adalah sebuah cahaya laiknya matahari menyinari permukaan yang kita huni. Tak ada logika, namun bisa saja ini masuk ke dalam teori yang pas, kalau enggak bisa dibilang sangat ngawur. 

Tapi Edgar ga ngawur, menurutnya ada proses yang bisa dijelaskan. Pada mulanya bumi terbentuk dari  sekumpulan nebula yang kemudian mengalami proses pendinginan. Dikarenakan suhu yang sangat dingin, kumpulan nebula ini menyusut. Setelah untuk waktu yang sangat lama terbentuklah sebuah lapisan tipis dari benda-benda padat di permukaan luar, seperti kulit. Tapi yang terkandung di dalamnya adalah berupa benda-benda yang sebagian mencair dan gas yang telah memuai. Setelah terus-menerus dalam dingin apa yang terjadi? Muncullah gaya sentrifugal yang kemudian melontarkan partikel nebula ke kulit. Hal ini semakin lama semakin cepat seiring dengan perubahannya pada benda padat. Seimbangnya gaya tarik dari kulit bumi dari segala sudut, menjaga inti gas yang bercahaya ini tetap berada di tengah rongga bumi ini. Sisa dari inti gas itu adalah yang kau lihat sebagai matahari. Sebuah benda relatif kecil yang memberi cahaya dan panas di seluruh dunia bawah tanah. Hufh, bisa jadi kalian menganggap telaah fiksi namun berkat buku ini saya malah jadi begitu penasaran. Ataukah karena tutur seni tulis Edgar yang mempesona sehingga seolah kita benar-benar ikut berpetualang bersama Perry dan David Innes?

Kisahnya dinarasikan oleh pemuda David Innes yang ikut dalam ekspedisi sang ilmuwan Perry yang menemukan alat mengebor dan penggali tambang tanah yang diberi nama prospector. Seluruh waktu luangnya dicurahkan untuk mempelajari paleontologi, ilmu yang mengkaji fosil. Mereka berdua lalu menguji mesin, mengendarainya menembus tanah. Namun apa yang mereka temui jauh dari yang diharapkan, sesuatu yang tak terbayangkan, lebih ekstrem karena mesin itu terus masuk ke dasar tak bisa berhenti berhari-hari, yang membuat Perry ketakutan. Ketika di ambang kematian aku merasa yakin akan menyaksikan sebuah festival lantunan doa yang paling sempurna-jika kiasan itu bisa menggambarkan sikap ritualnya. Dan David memohon Tuhan agar panjang umur, seandainya aku mempunyai beberapa tahun lagi untuk melakukan sesuatu agar orang-orang melupakan perbuatan-perbuatan burukku di masa lalu, aku akan senang. Saat prospector berhenti dan mereka keluar dari mesin, mereka ternyata berdiri di atas tanah dengan matahari yang terik. Dikiranya mesin itu berputar arah saat menghujam bumi, namun tidak. Mesin itu terus menghujam turun (kalau orang pusat bumi pasti bilang naik). Mereka ada di pusat bumi! Mempunyai harapan merupakan sesuatu yang sangat baik dan logis. Aku sependapat. Sayang kini harapan tak lagi penting dan membuat kami bahagia.

Dalam kisah ini matahari ada di inti dan penguninya hidup dalam keadaan siang terus. Memang bumi jua ber-rotasi tapi karena intinya di atas kepala kita maka rotasi itu hampa. Waktu tidak akan menjadi faktor lagi apabila hal yang membuat waktu itu tidak ada, sudah tiada. Jam kami sudah hilang dan sekarang kami hidup di bawah matahari yang tidak bergerak. Rumit? Ya, betapa sia-sia imajinasi manusia yang lemah dibandingkan dengan kejeniusan alam. Waktu jadi begitu tak berarti. Pertama-tama katakan padaku apa itu waktu. Dan mungkin aku dapat menyelesaikan masalah kita. Kau mengerti yang kukatakan?

Di sana mereka bersapa dengan makhluk penghuni rongga bumi. Kita dapat percaya pada sesuatu mungkin karena hal itu diajarkan hal itu berulang-ulang kali, dan tidak ada alasan lain untuk tidak mempercayainya. Awalnya terkendala bahasa, namun mereka belajar cepat saat ditangkap. Berangsur-angsur mereka percaya duo ini hidup di bawah tanah. “Manusia dari dunia lain, aku percaya padamu. Bibir boleh berbohong tapi ketika hati telah bicara melalui mata maka yang dikatakan hanyalah kejujuran.

Edgar mencipta konflik dengan pertarungan. David berhasil kabur dan menjelajah sendiri. Aku merasa seperti sedang berjalan di dunia yang telah mati dan dilupakan. Ketika berjalan aku membayangkan membandingkan diri dengan manusia pertama yang hidup di bumi, dengan segala kesunyian yang mengelilingiku dan keindahan alam yang masih perawan, belum tersentuh oleh siapapun. Aku merasakan diriku sebagai Adam kedua. Dan mendapati wanita cantik bernama Dian. Mata kami sedang bertatapan dan aku bersumpah bahwa di dalam matanya aku bisa melihat sebuah ekspresi kepasrahan.

Dian sendiri digambarkan cantik dan jadi rebutan para pria. Tak bisa dilogika juga bagaimana mereka pun suka bertarung seperti kita. Tapi memang selalu begitu, ketika muncul hal baru yang tidak sesuai dengan jangkauan pikiran sempit kita. David berkongsi dengan seorang Mezop bernama Ja yang nantinya menghantar ke banyak wilayah lain, walau pada akhirnya mereka akan selalu kembali ke wilayah Puthra. Ja sendiri awalnya sangsi tapi karena David menyelamatkannya dari mahkluk air, meraka pun sepakat bersatu. Yang tidak mereka miliki adalah kesempatan, sedangkan kita memilikinya, hanya itu.

David berhasil bersatu dengan Dian. Semua impian tentang romantisme, petualangan, dan penemuan itupun terbang menghadapi gabungan antara ketiganya dalam bentuk yang kongkret bergerak ke arahku. Sempat memutuskan hidup dan tinggal di sana membentuk keluarga. Dengan itu aku membuat kesalahan seperti yang biasa kita lakukan ketika memilih jalan hidup kita. Sekali lagi terbukti bahwa jalan yang paling mudah tidak selalu menjadi jalan yang paling baik. Namun tidak, David dipaksa untuk terus bergerak karena dalam goa itu-pun tak seaman yang dikira. Seorang manusia goa purba telanjang sama primitifnya dengan nenek moyang. Seorang putri dari zaman batu pun dapat menjadi sangat tidak tahu terima kasih – sangat tidak berperasaan, tapi mungkin hatinya memenag mencerminkan kualitas zamannya. Tapi kebahagian mereka terusik. Di tempat itu kami merasakan saat-saat paling bahagia dalam hidup kami. Berapa lama kami di sana aku tidak tahu.

Ujungnya, David harus bertarung head-to-head dengan Jubal si Buruk rupa. Yang terkenal kokoh dan kuat. Seakan ada firasat buruk David pamit ke Dian. Aku mengharapkan sepatah kata indah dari Dian untukku sebelum ia pergi, karena ia tahu aku sedang berlari menuju kematianku demi dia. Saat terdesak, ia memikirkan teman-temanku di permukaan bumi, dan bagaimana mereka tetap menjalani hidup mereka tanpa mengetahui nasib mengerikan yang menimpaku atau membayangkan lingkungan aneh di sekitarku. Di sini aku sadar betapa tidak berartinya kehidupan dan kebahagiaan duniawi jika tidak ada yang mengetahui ataupun merasakan keberadaan kita. Siapa yang unggul? Dan bagaimana nasib mereka berikutnya? Semua disajikan dengan tensi dan imajinasi tinggi!

Overall

Ilmu pengetahuan dapat membuat seekor makhluk yang kerdil jadi majikan dari mahkluk yang ganas. Hufh, kalian akan mengalami sebuah petualangan tak biasa. Sesak, penuh dengan makhluk aneh dan saat di tengah cerita yang terus berkejaran, kalian akan merasakan sensasi ganjil bahwa David dan Perry bertarung mencoba bertahan hidup di bawah kita, di tempat misterius, di bawah tanah. Seram, ngeri dan menantang otak dalam membayangkan dunia ciptaan Edgar Rice.

Buku ini aslinya berseri. Seperti Tarzan yang legendaris, yang ada banyak versi dan petualangan. Seri menjelajah perut bumi termaktub dalam serial Pellucidar. Ada delapan seri: At the Earth, Pellucidar, Tanar of Pellucidar, Tarzan at the Earth’s Core, Back to the Stone Age, Land of Terror dan Savage Pellucidar. Empat seri awal ada dalam Proyek Gutenberg yang pertama terbit tahun 1914 sampai 1928. Sedang empat seri berikutnya muncul antara tahun 1929 sampai 1963. Saya tak tahu kumpulan yang saya baca ini merupakan seri utuh delapan atau separuh atau sebagian lain karena Penerbit Quills tak menjelaskan gamblang.

Yang pasti kisah ke perut bumi adalah buku fantasi yang amat sangat layak dinikmati, terutama pecinta fantasi. Dengan matahari seperti itu, waktu tidak berjalan. Nah! Selalu seru kalau sudah berdiskusi masalah waktu, karena memang waktu adalah mahkluk paling misterius.

Petualangan Menjelajah Perut Bumi  | by Edgar Rice Burroughs | diterjemahkan dari  Pellucidar Series | cetakan I, Juni 2005 | alih bahasa Armadeus Syailendratama | ilustrasi MH. Syahlan dan Dedi | penyunting Yossy Suparyo | proof reader Mimi Maryami | supervisi Narulita dan Agung | layout dan design sampul Quills Art Lab. | Penerbit Quills Book Publisher Indonesia | ISBN 979-99176-6-2 | 306; 115 x 175 mm | Skor: 5/5

Karawang, 211017 – Michael Learn To Rock – You Took My Heart Away