Prajurit Schweik – Jaroslav Hasek 

Prajurit Schweik – Jaroslav Hasek

Setiap kata yang mereka ucapkan adalah kata-kata penghianatan tingkat tinggi. Kalau terdengar oleh polisi rahasia sudah pasti mereka dikirim langsung ke tiang gantungan.

Dari sekian banyak buku, rasanya ada yang kurang kalau tak mencantumkan humor. Saya harus mencantumkan minimal satu, karena hidup memang butuh bercanda. Sastra ada, politik ada, kebudayaan ada, klasik banyak, fantasi apalagi. Nah kalau buku yang bikin ketawa-ketiwi? Jarang sekali. Saya putuskan pilih buku asal Austria ini karena memang ini istimewa. Karakter utama, saking tololnya serasa tak ada beban hidup. Hoki yang sering menyelimuti, nasib orang-orang sekitar yang rumit sampai hiruk pikuk Perang Dunia Pertama dengan sudut pandang warga kebanyakan. Hebat kalau kamu tak terpingkal-pingkal.

Dibagi dalam tiga bagian, Pertama: Di Garis Belakang yang menyoroti perjalanan awal mula perang, kehidupan sehar-hari sang prajurit yang menjual anjing biasa dengan harga mahal sampai akhirnya akan diterjunkan ke dalam perang. Bagian Kedua: Di Garis Depan berkisah Schweik yang menuju perang. Bagian Tiga: Kekalahan Yang Gilang Gemilang tentang masa-masa Austria yang luluh lantak.

Schweik mungkin adalah orang paling polos sedunia. Hidup di era Perang Dunia, tak membuatnya gentar untuk ikut ambila bagian dalam perang. Sayangnya ia dikeluarkan dari dinas militer karena menderita lemah akal kronis. Lalu ia pun hidup sebagai penjual anjing, di mana anjing biasa ‘disulap’ sehingga bisa dijual mahal. Peristiwa terbunuhnya putera mahkota Ferdinand di Sarajevo yang menjadi pemicu Perang itu turut mengubah nasibnya. Di sebuah kedai ia ditangkap karena dianggap menghianati Negara, tapi berikutnya malah membuatnya dikirim ke rumah sakit jiwa. 

Nasib mengantarnya kepada Pendeta militer Otto Katz. Selama di sana ia melayani dengan sepenuh hati, namun gara-gara kalah judi sang pendeta sampai mempertaruhkannya. Schweik yang mendengar tuannya berhutang 100 kron, membantunya tapi Otto malah menggunakan untuk judi lagi dan kalah. Sehingga dengan sedih dan raungan tangis ia terpaksa menyerahkan Schweik kepada Letnan Lukash. 

Bergabungnya Schweik dengan sang letnan berbuah keputusan yang tak diduga-duga. Berawal dari burung peliharaan yang dimakan kucing, gara-gara Schweik mencoba mengakrabkan mereka eh saat burung itu didekatkan ke muka si kucing ya langsung disikat. Tolol! Schweik yang kesal meminta saran tuannya hukuman apa yang pantas, kurung seminggu! Si kucing diomeli dan diperintahkan masuk sel, ya kabur. Sampai di bagian ini saya tak bisa berhenti tertawa. Kok yo ada orang macam gini.

Saat tuannya ingin anjing, Schweik menghubungi temannya. Mereka merencana mencuri anjing berkelas, caranya bak drama detektif di mana mereka menyamar, berkomunikasi dengan pemilik, menyiapkan hati dan saat hari H eksekusi sukses. Letnan Lukash terpukau ada anjing sebagus ini. Schweik dipuji dan diberi duit bonus. Tapi ini hanya lapisan dasar, bencana itu saat ia mengajak anjing jalan-jalan dan pemiliknya mengklaim. Lebih heboh lagi, pemiliknya adalah bosanya! Kamv**t. insisden ini membuatnya dikirim ke garis depan perang bergabung ke resimen 91, Schweik turut serta.

Di kereta lagi-lagi ia berulah. Saat dalam gerbong ada tiga orang, satu orang asing botak itu diam saja. Si Tolol gatal, ngajak ngobrol. Tapi caranya sangat salah, dengan menjelaskan detail segala teori kebotakan. Dan apesnya, si botal itu adalah big bos yang sedang menyamar, ‘berpakaian preman’ untuk inspeksi. Schweik terusir, Letna diomeli tak bisa menjaga pelayannya. Selesai? Enggak. Schweik ngobrol dengan petugas kereta, dan ia iseng bertanay apa fungsi ‘rem emergency?’, dia menjelaskan saat ada sesuatu abnormal maka rem itu tinggal ditarik dan kereta akan berhenti. Serius? Dan kita tahu kereta api itu pada akhirnya berhenti di tengah perjalanan, yang membuat Schweik diturunkan di stasiun berikutnya dan dikenai denda.

Dan seterusnya dan seterusnya. Di stasiun ia tak bertanda pengenal, lalu dianggap prajurit kabur, lalu dianggap mata-mata Rusia, lalu dikirim paksa ke perang, lalu dihukum kurung lagi, lalu bertemu Pendeta mabuk yang absub , lalu kecamuk perang pecah. Segala yang disentuhnya remuk redam. Segala yang dekat dengannya seakan bernasib sial 13. Perang Dunia itu mencatatkan Austria kalah dan Negara dalam kondisi mengenaskan. Selamatkah ia?

Sayang sekali banyak typo. Kualitas terjemahan bagus, cetakan dengan kertas HVS, sampul kuat, pemilihan kover keren, dan penampilan dalam format huruf kecil-kecil. Sudah sangat memuaskan, hanya saja salah ketik tersebar, seharusnya sebuah buku (apalagi yang sudah nyaris sempurna gini) harus ada proof reader dan penyunting. Jangan hanya seorang penerjemah, seorang yang merangkap triple job. Sesuatu deh.

“Saya selalu ingin berbuat baik untuk kebaikan tuan dan bukanlah kesalahan saya bila hasilnya tidak seperti yang diharapkan.”

Prajurit Schweik | by Jaroslav Hasek | diterjemahkan dari The Good Soldier Svejk | penerjemah Djokolelono | Penerbit PT Dunia Pustaka Jaya | perancang sampul Muhammad Roniyadi | pertama dicetak tahun 1978 | cetakan ketiga, 2008 | PJ 351-03-2008 | ISBN 13: 978-979-419-106-4 | dicetak oleh Grafika Mardi Yuana, Bogor | Skor: 5/5

Karawang, 251017 – Sherina Munaf – Cinta Pertama dan Terakhir

Iklan

Pekan Ke 10: Bologna Vs Lazio

Bologna Vs Lazio.

Perkiraan Formasi (3-5-1-1):
Strakosha;
Bastos, de Vrij, Radu;
Marusic, Parolo, Leiva, Milinkovic, Lulic;
Luis Alberto;
Immobile.
LBP 0-3
Analisis: Tak ada yang bisa menghentikan kita. Kita sangat kuat di semua lini. Kemenangan jadi begitu hal biasa. Bologna boleh saja sedang bagus, di tangan kita bikin lasagna. Pesta berlanjut…
AW
Bologna 1-3 Lazio, Immobile
Lazio lanjutkan tren. Immobile makin keren. Bologna dijamin nenen.
Bagas
Bologna 1 – 2 Lazio, Cirooo….
Di sisi tim tamu sedang dalam peforma yang sedang on fire, di sebabkan tidak terkalah kan di 5 pertandingan terakhir nya. Lazio tampil apik di ajang UEFA Europa League setelah sukses membekuk tim Zulte Waregem dan tim Perwakilan dari Francis Nice. pada pekan lalu juga dapat mengatasi tim Cagliari dengan total skor 3-0 di pekan ke 9 Serie A.
Siska
Bologna 0-2 Lazio
Immobile
Tim tamu sedang dalam peforma yang sedang on fire, disebabkan tidak terkalah kan di 5 pertandingan terakhir nya. Lazio tampil apik di ajang UEFA Europa League setelah sukses membekuk tim Zulte Waregem dan tim Perwakilan dari Francis Nice. pada pekan lalu juga dapat mengatasi tim Cagliari dengan total skor 3-0 di pekan ke 9 Serie A.
AF
Bolog 2-3 Lajio. Coro Immobile.
Lajio main tandang. Tapi tetal garang. Alhasil menang. Pulsapun datang.
DC
Bologna 1-1 Lazio
Immo
Sepertinya laga ini yang akan memperlambat sedikit laju Lazio. Berbagi angka bagi 2 tim yg sama-sama lagi bagus. Hasil yang sedikit menghentikan eporia Laziale di grup FOC WA.
Zul Guci
Bologna 0-4 Lazio
Immobile
Lazio akan kembali berpesta gol di laga tandang, dan kali ini Bologna korbannya. Forza Lazio.
Damar irr
Bologna 0-1 Lazio
Caicedo
Tandang bukan penghalang, tandang target kemenangan, setel kendow buat persiapan Derby. Forza lazio
gold
Bologna 0 – 1 lazio
budi parrolo
Saatnya pembuktian Luiz Nani > Luiz Alberto. Bermain tengah pekan akan menguras tenaga. Hanya pemain pengalaman dan berkelas yang sangup menjawabnya. Glory glory *Luiz Nani* 🦅
Arief Zverev
Bologna v Lazio 0-1.
Immobile
Bologna dalam performa terbaik setelah meraih 3 win beruntun. Lazio memiliki rekor bagus di Renato Dall’Ara. Immobile kembali menjadi pembeda
Prapia pathok
Bologna 1-1 Lazio, Di Francisco
Hias cempaka kenangan tepian. Mekarnya kuntum nak idam kumbang. Puas kujaga si bunga impian. Gugurnya sebelum berkembang… itulah lazio.
JK
Bologna 2-2 Laz, immo
Elang biru lagi ganas. Jupe dihajar 2 gol. Sassuolo dibantai 6 goal. Nice ditenggelamkan 3 gol.
Menginat Bologna bisa nahan Imbang Inter. Hasil seri cukup adil
Takdir
Bologna 1-4 Lazio
Gol: Ciro
Analisis: Ketika itu skor lawan Nice 1-1. Inzaghi memanggil Ciro untuk bersiap siap, tapi Luiz pun ternyata juga diminta untuk masuk. Saat akhirnya duo ini bersatu di lapangan, semua orang pasti sepakat gol akan terjadi. Nice X. Dengan starting mereka dalam laga jamu Cagliari, gol pun semudah tangkapan penalti Dybala. Dua gol Ciro, satu gol Bastos itu adalah asis Luiz. Cagliari X. Bagaimana dengan Bologna? Selama Mereka duet maut, musuh akan mawut mawut. Gol pasti ada, cuma the Great harus hati-hati. Peran penting Lucas terbukti. Kunci menahan dominasi Lazio ada padanya. Tapi rasanya mereka sulit membendung laju membara Elang Biru. Bologna X. Sekalian saja deh: Benevento X, Udinese X, Nice X, ROMA? Hhhhmm… Kali ini saya benar benar di samping Tuhan saat mengocok dadu nasib, saat batok diangkat tertulis C yang kita anggap sajalah itu Ciro.
Karawang, 251017