The Spiderwick Chronicles – Tony Diterlizzi & Holly Black 

The Spiderwick Chronicles – Tony Diterlizzi & Holly Black

Tepat saat adaptasi filmnya dalam proses produksi, Gramedia secara exclusive meluncurkan terjemahan Bahasa Indonesia dalam bundel, kover film: ‘Their world is closer than you think’. Saya membelinya 115 ribu tahun 2008 sesaat setelah main Ding Dong Gunbird bersama Marion di Mal Lippo Cikarang. Ini adalah fantasi murni. Kisahnya segaris dengan fantasi Harry Potter, Narnia, Eragon dan sejenisnya. Karena di tahun-tahun itu memang saya fan berat kisah young adult berbalut fantasi. Dulu pas lihat visualnya saya sempat berprediksi bahwa pemeran Mallory Grace akan menemukan masa depan yang cerah laiknya Emma Watson yang sukses bermain Hermione Granger. Namun lihatlah, sedekade berjalan nama Sarah Bolger tak terdengar nyaring. Tenggelam, sayang sekali.

Dalam film, kelima buku disatukan, walau secara kualitas saya suka sekali aksi Freddie Highmore namun jelas kisah di buku jauh lebih hebat, lebih liar dan detail. Karena keterbatasan waktu banyak hal dibuang. Berikut ulasan singkatnya.

Buku Satu – The Field Guide / Panduan Lapangan

Sebuah keluarga melakukan pindahan ke rumah bibi mereka yang gila dan mendapati bahwa rumah tersebut menyimpan sesuatu yang ganjil. Mrs. Grace yang baru bercerai membawa ketiga anaknya: Mallory yang ahli anggar serta si kembar Jared dan Simon ke rumah bibi Lucinda yang sudah lama dirawat di rumah sakit jiwa. Mereka bertiga mendengar tembok berbisik dan sebuah teka-teki yang menantang untuk dipecahkan, Jared menemukan perpustakaan kecil dan sebuah ‘buku panduan lapangan’. Ada mahkluk kecil bernama Thimbletack di sana yang memperingatkan agar buku itu dibuang. Kenapa?

Buku Dua – Batu Pengelihatan / The Seeing Stone

Saat Jared di dalam rumah, secara tak sengaja melihat Simon di luar diserang oleh mahkluk-mahkluk tak kasat mata. Segera memanggil bantuan kepada kakak mereka, Mallory yang sedang berlatih anggar. Goblin dan mahkluk sejenis itu bisa dilihat dengan batu pengelihatan dari Thimbletack. Dengannya Jared melihat banyak hal, termasuk troll yang makanannya goblin. Misi penyelamatan Simon yang seru itu dilengkapi dengan temuan griffin yang terluka, seekor burung besar berkaki empat seperti kuda. Binatang itu mereka simpan di gudang belakang rumah dan misteri buku panduan belum terpecahkan.

Buku Tiga – Rahasia Lucinda / Lucinda’s Secret

Bertiga mencoba cara lain dengan mengunjungi bibi mereka di rumah sakit, Lucinda Spiderwick. Dan seperti yang bisa kita duga, Lucinda hanya dianggap gila karena bisa melihat mahkluk gaib, termasuk bisa melihat sprite-sprite kecil pembawa makanan. Buku panduan diperlihatkan kepadanya untuk ditanyakan dan betapa terkejut buku terbungkus itu telah diganti seseorang. Wow. Siapa gerangan? Ketiga bersaudara saling tuduh, namun jelas bukan diantara mereka pelakunya. Di perpustakaan mereka menemukan sebuah peta petunjuk dan dari sanalah mereka mengarah bertemu para elf yang bertutur manusia tidak bisa dipercaya laiknya Arthur Spiderwick. Arthur yang dikiranya meninggal ternyata tidak, ia tertahan di dunia elf. Makin rumit dan menegangkan. Jadi pada siapa buku itu berada?

Buku Empat – Pohon Besi / The Ironwood Tree

Saat ada kompetisi anggar yang diikuti Mallory, seluruh keluarga hadir mendukung. Tas mereka diacak-acak anak perempuan, dari jauh Jared yang melihatnya segera mendekat namun tiba-tiba tak ada orang di sana. Di kamar mandi, Jared bertemu Simon tapi tidak, Simon tak mungkin berpakaian sama persis dengannya. Dan benar saja, saat diancam dengan belati itu bukan Simon tapi makhluk jelmaan. Siapa gerangan? Saat pulang, Mallory menghilang. Penyelidikan mengarah ke tambang tua, di sana banyak pohon besi buatan para dwarf. Dwarf itu meminta buku panduan lapangan sebagai syarat agar Mallory dilepas. Pertukaran itu terjadi, padahal yang terbungkus adalah buku matematika. Para dwaff marah dan pertarungan terjadi, berhasilkah mereka lolos?

Buku Lima – Amarah Mulgarath / The Wrath of Mulgarath

Inilah puncaknya. Pada akhirnya mereka akan berlawanan dengan main villain Mulgarath yang sakti. Saat di rumah tak ada orang, mereka bertiga khawatir jangan-jangan yang mereka saksikan dalam perjalan pulang, sepintas lihat ada sandera Mulgarath tadi ibu mereka? Sementara sedang merenung sedih si Thimbletack, saat ditanya ada apa? Eh ternyata dialah pelaku yang mengambil buku panduan namun kini tak ia miliki lagi karena sudah dirampas. Dari Hogsquel kita tahu bahwa Mrs Grace ditawan dan dibawa ke arah pembuangan sampah. Dikejar waktu mereka menemui para elf meminta bantuan untuk melawan Mulgarath. Saat sampai di istana musuh kejutan terjadi karena di sana ada Richard Grace, ayah mereka! Wow kejutan, berhasilkah mereka menyelamatkan segalanya?

Karena ini buku anak-anak tentu saja kalian bisa dengan mudah menebaknya. Happy ending. Selain cerita fantasinya, buku ini memiliki keunggulan dalam ilustrasi. Bagus pakai banget, gambar-gambar yang mengiringi. Bayangan tulisan jadi makin jelas dan menemukan klik. Disertai pula peta perumahan tempat Spiderwick dan sekitarnya. Paket komplit.

Epilog itu berujar: Melalui padang gua, dan hutan benang ini terus terurai dengan kemenangan sang pahlawan dan kejahatan tercerai berai.

The Spiderwick Chronicles | Tony Diterlizzi & Holly Black | Copyright 2004 | Publised by arrangement with Simon & Schuster Books for young reader | diterjemahkan dari The Spiderwick Chronicles | alih bahasa Dona Widjajanto | Penerbit Gramedia Pustaka Utama | Skor: 5/5

#1. 136 hlm; ilustrasi, 17 cm | cetakan kedua, Agustus 2005 | GM 106 04.001 | ISBN: 979-22-0867-4

#2. 136 hlm; ilustrasi, 18 cm | cetakan kedua, Februari 2008 | GM 106 04.002 | ISBN-10: 979-22-0868-2 | ISBN-13: 978-979-22-0868-9

#3. 136 hlm; ilustrasi, 17 hlm | cetakan pertama, Oktober 2004 | GM 106 04.010 | ISBN 979-22-1073-3

#4. 136 hlm; ilustrasi, 18 cm | cetakan kedua, Februari 2008 | ISBN-10: 979-22-1087-3 | GM 106 04.011 | ISBN-13: 978-979-22-1087-3

#5. 168 hlm; ilustrasi, 18 cm | cetakan pertama, Desember 2004 | GM 106 04.013 | ISBN 979-22-1125-x

Untuk nenekku, Melvia yang mengatakan aku seharusnya menulis buku seperti ini dan kepada siapa kukatakan aku takkan melakukannya. – H.B.

Untuk Arthur Rackman, semoga kau terus memberi isnpirasi kepada orang lain seperti yang kau lakukan kepadaku. – T.D.

Karawang, 221017 – Train – Save Me, San Fransisco

Iklan

One thought on “The Spiderwick Chronicles – Tony Diterlizzi & Holly Black 

  1. Ping balik: Best 100 Novels | Lazione Budy

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s