On The Road – Jack Kerouac

On The Road – Jack Kerouac

Silakan, apa pun yang kaulakukan adalah hebat.

Kisah perjalanan yang melelahkan. Dibagi dalam lima bagian yang berkaitan, karena setiap bab itu tema yang diusung hanyalah jalan-jalan dengan cara pandang yang beda. 

Bagian Satu – Pengantar bagaimana Sal Paradise, sang narator kisah ini memulai petualangan. Pertama bertemu dengan Dean Moriarty,  Sal baru saja menduda dan sakit karena proses cerai yang meletihkan. Dean adalah sosok jalanan yang sempurna, dia memang terlahir di jalan ketika orang tuanya melintasi Salt Lake City pada tahun 1926 dalam sebuah mobil butut menuju Los Angeles. Menikahi gadis muda 16 tahun Marylou, belia bertubuh mungil. Sal berujar: “Aku yakin kau tidak datang untuk menjadi penulis, lagipula apa yang kau ketahui tentang menulis hanyalah bahwa kau harus tetap berpegang pada pekerjaan itu seperti orang gila.” Dean dulu pernah di penjara remaja karena mencuri. Penjara adalah tempat kau berjanji pada dirimu sendiri untuk mendapatkan hak untuk hidup. Bagian ini Sal jalan-jalan dengan menumpang, mengacungkan jempol di pinggir jalan meminta tolong pada nasib, pada sopir yang berbaik hati. Juga naik kendaraan umum, travel, bus, truk. “Aku harap kau sampai pada tempat yang kau tuju dan berbahagia.”

Dalam perjalanan Sal belajar kehidupan, mendewasa bersama debu jalanan. “Manana, nanti. Semuanya beres besok. Bukankah begitu Sal sayang.” Impiannya untuk menjadi Penulis, dengan klontang-klantung terbesit pertanyaan besar, “Apa yang kauinginkan dalam hidup ini?” Selama bersama Dean ia gaya-gayaan meniru Penulis pujaan dengan senang mengutip macam Hemingway, “Ambilkan anggur itu dan periksalah apakah cukup dingin sementara kita memancing.” Atau gaya Dostoevsky, orang yang selalu memasukkan kertas koran ke dalam sepatunya dan mengenakan topi panjang yang aneh, yang ditemukan di tempat sampah. Dia berhasil menemukan gadis paling cantik di dunia dan akan langsung menuju sarang macan bersamanya malam ini. Kalau orang normal mungkin pilihannya akan kepada Terry yang mempesona. Hidup berkeluarga dalam damai. Namun tidak, Sal terus bergerak.

Bagian Dua – selang setahun dari akhir bagian pertama Sal di jalanan lagi dengan Dean, kini mengendarai mobil kredit Dean bersama teman Ed Dunkel. “Masalahnya kau tahu adalah perwujudan dari; di mana Tuhan berada. Kita hanya tidak boleh terpaku. Kepalaku berdering.” Saat Natal, saat Sal akan menikmati libur tiba-tiba Dean datang bersama Mary dan Ed mengetuk pintu. Mereka lalu berpetualang ke berbagai Amerika dari San Fransisco, New York, New Orleans dan seterusnya. Dengan uang pas-pasan, terkadang mereka menaikkan penumpang dan menarik uang bensin ala kadarnya. Kita harus mengurangi anggaran, kata Presiden Truman. Atau teringat dan belajar masa lalunya, aku membayangkan benda di kapal ini pada suatu pagi yang cerah. Tikus-tikus berlarian di depan dan kapten kapaldengan mata biru duduk di sini sambil menyantap makanan. – Hantu San Francisco oleh Jack London

Mabuk, drugs, seks. Semua diaduk, generasi berontak. Aku memaafkan semua orang, aku menyerah, aku mabuk. Bersama lagu-lagi Jazz, salah satunya yang bak lagu pujian Gereja: Lagu Lover Man-nya Billie Holiday: “Someday we’ll meet and you’ll dry all my tears, and whisper sweet. Little things in my ear, hugging and kissing. Oh what we’ve been lissing, Lover Man, oh where can you be…” Nada-nada musik yang terdengar sungguh kaya, kau pasti berfikir bahwa dia tidak mungkin punya waktu untuk menyusunnya. Semua keluar begitu saja seperti ombak di lautan, lalu berteriak, “Ayooo..”

Saat Ed pulang ke istri, Dean dan Mary menemui Camille, istri kedua Dean pada akhirnya Sal sendiri lagi dan harus pulang. Kau sudah bersumpah kau tidak bisa kompromi dengan hal-hal seperti ini. Hukum dan peraturan harus tetap ditegakkan. “Manusia suatu hari nanti akan menyadari bahwa kita sesungguhnya berhubungan dengan orang-orang yang sudah mati, bagaimanapun bentuk hubungan itu; sekarang kita hanya bisa memperkirakan.”

Bagian Tiga – Niatnya Sal dan Dean ingin ke Italia, keluarga baru Dean sedang galau. Bagian ini adalah bagian penyembuhan, luka-luka itu disatukan lalu mereka menyembuhkan sakit. Pengakuan Sal bahwa saat aku memutuskan bersamamu, aku tidak mengharapkan kemewahan dan keindahan, dan hari ini aku tidak terkejut. Dia hanya melihat kata-katanya, seakan-akan telah menemukan Taurat sejati di tempatnya berada, belantara. Manusia macam apa aku ini, tidak mampu bekerja untuk menghidupi dirinya sendiri, apalagi menghidupi mereka.

Dean punya anak, totalnya empat dari tiga istri. Wow, sampai ada nasehat yang pantas. “Selama bertahun-tahun kau belum pernah bertanggung jawab pada siapa pun. Kau telah melakukan banyak kesalahan sehingga aku tidak tahu apa yang harus kukatakan padamu.” Akhir kisah ini Sal sudah berpamitan dengan Dean yang menikah ketiga kalinya, kali ini dengan gadis latin Inez, rasanya akan ditutup dengan kosong, hampa.

Bagian empat – Saat Sal berencana ke Meksiko seorang diri. Dan tadaaa… bagian akhir ini adalah puncak gila-gilaan petualangan karena Dean datang besama Stan – yang cara pisah izin ke keluarganya membuat pembaca khawatir,  jangan jangan Stan nanti celaka. Eh di tengah jalan ia tergigit serangga sampai bengkak dan harus dilarikan ke klinik. Was-was, namun nikmati saja terus ya. Dengan mobil Ford keluaran tahun 1938 mereka melaju jauh ke Selatan. Melewati perbatasan negara dan klimak dalam iringan jazz yang menghentak. “Woo sudah kukatakan berkal-kali, Sal kita teman, kita selalu bersama.”

Di Meksiko mereka meluapkan segalanya. Segala jenis rencana jahat tercipta di bar ini – kau dapat merasakannya – beserta segala jenis kegiatan seksual gila-gilaan.

Sal akhirnya mencetak buku pertamanya: The Town and The City. Di sekelilingku terdengar suara-suara riuh kota pantai emas yang gila ini. Dan inilah karierku di Hollywood. Tapi berkat buku inilah buku kedua yang membuat dia terkenal. “Aku tidak tahu, aku ikut saja. Aku akan berusaha memahami kehidupan.” Gaya cueknya mungkin berbahaya. Ke mana? Bagaimana? Untuk apa?- tidur. Namun, orang-orang tolol di mobil itu tidak peduli. Kita hanya bersenang-senang. Kita hanya hidup sekali, dan kita sedang menikmatinya.

Bagian lima – Hanya epilog berisi tujuh halaman yang menerangkan akhir nasib para tokoh. Saya tak akan cerita banyak karena memang ending jalan-jalan yang melelahkan ini disimpulkan di sini. Setelahnya ada catatan Ann Charters, guru besar sastra Inggris di Universitas Connecticut tentang proses panjang terciptanya On The Road dan alasan kecintaan pada generasi beat mulai tahun 1956.

Kausebut apa perasaan yang muncul saat engkau pergi meninggalkan orang-orang yang kau kenal dan mereka tampak semakin mengecil sampai akhirnya hanya berupa titik kecil lalu hilang? Dunia yang besar inilah yang melingkupi kita, dan itulah perpisahan. Tapi kami juga menantikan petualangan gila lainnya di bawah langit yang biru. “Ya ya ya”, seakan-akan dia tengah mendapat wahyu dari langit dan aku yakin memang demikian, sementara yang lain merasa curiga dan agak khawatir. Dia adalah inti generasi BEAT – akar dan jiwa beat. Generasi Beat adalah berita, dan Kerouac resmi dinobatkan penjelmaannya. Yang dia perlukan adalah setir dan empat roda. Kita tidak boleh membiarkannya menyetir lagi. Dia benar-benar gila, dia pasti baru keluar dari rumah sakit jiwa.

Proses penceritaan On The Road langsung mengingatkanku pada The Great Gatsby. Narator sebagai sudut pandang orang pertama mempunyai tokoh yang ‘dikultuskan’, menggemarinya, mengamatinya dan terlibat dalam intrik. Dia menuliskan pemikiran-pemikirannya dalam sebuah catatan besar tentang segala sesuatu yang terjadi setiap hari – segala sesuatu yang dikatakan dan dilakukan Dean. Jadi apa bedanya Nick yang kagum sama Gatsby? Di sepanjang jalan aku tahu bahwa akan ada banyak gadis, nubuat, segalanya, dan suatu saat nanti permata-permata itu akan kuperoleh. Walau sempat terbesit, Idolaku sekarang menjadi orang yang sangat asing.

Ditulis dalam tiga minggu ketik cepat untuk petualangan tujuh tahun, itu terdengar gila. Ini nulis novel apa duari apa jurnal? Aku sudah memutuskan sesuatu dan sekarang telah menghilang dalam pikiranku tetapi masih terasa sisa-sisanya dalam benakku. Pada dasarnya memang bukan hanya tiga minggu langsung jadi, karena itu tahun 1950 dan novel benar-benar terbit tahun 1957. Aku tidak punya apapun untuk ditawarkan kepada siapapun kecuali kebingunganku sendiri.

Di akhir tahun 2016 di sebuah laman facebook Penulis Raden Mandasia yang termasyur itu, Yusi Avianto Pareanom menuliskan semacam sinopsis tentang novel On The Road. Akhirnya ternyata benar, jelang Lebaran 2017 buku itu resmi dirilis dengan Yusi sebagai penyunting, bukan penerjemah. Penerbitnya sama dengan novel Raden Mandasia, BaNANA. Saya punya kisah manis nan seru yang kubaca bersama Penerbit ini. Saya yang sudah kadung terpukau banyak ulasan, dan film adaptasinya yang ternyata gagal total di penghargaan tahun 2012, begitu antusias namun lemah di script. Padahal Kristen Stewart sudah berani tampil total – baca: bugil. Tapi kenapa baru memiliki bulan September? Budget dan distribusi yang tak rata. Hampir bersamaan dengan terbit ulang In Cold Blood, namun saat buku Truman sudah ada di berbagai toko buku Karawang, Di Jalanan setengah tahun juga ga jaminan ada. Maka beli daring adalah solusi instan.

Kau tahu kawan, semakin tua masalah juga semakin banyak. Suatu hari nanti mungkin kita berada di sebuah gang bersama saat matahari tenggelam dan mengorek-orek tempat sampah.

Tapi tidak apa, jalanan adalah kehidupan.

Di Jalanan | by Jack Kerouac | diterjemahkan dari On The Road | hak cipta Jack Kerouac, 1857; Stella Kerouac, 1983 | cetakan pertama, Juni 2017 | alih bahasa Noor Cholis | penyunting Yusi Avianto Pareanom | deasin isi Risdianto | gambar sampul dan ilustrasi Teguh Sabit | Penerbit BaNANA | 14 cm x 20.5 cm; 436 halaman | ISBN 978-979-1079-59-4 | Skor: 5/5

Karawang, 171017 – Sherina Munaf – Gregetan

Iklan

One thought on “On The Road – Jack Kerouac

  1. Ping balik: Best 100 Novels | Lazione Budy

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s