To Kill A Mockingbird – Harper Lee

To Kill A Mockingbird – Harper Lee

“Aku merasa, kalau aku berkelahi aku akan mengecewakan Atticus. Atticus sangat jarang meminta aku dan Jem melakukan sesuatu untuknya. Jadi aku menerima sebutan pengecut demi dia. Aku merasa sangat mulai mengingat nasehatnya.”

Kalimat di atas disampaikan oleh gadis berusia delapan tahun. Hebat, anak sekecil itu bisa meredam ego. Scout Finch yang kritis tidak dibentuk serta merta. Tumbuh di Maycomb, Alabama ia dididik single parent dengan cara istimewa. Ia sering bermain dan belajar bersama kakaknya Jem Finch yang lebih tua empat tahun. Bersama Dill Harris, si jenius mereka berpetualang sepulang sekolah. Konon, karakter ini dicipta berdasar tetangganya sendiri, Truman Capote! Pada dasarnya Scout gadis tomboy, punya rasa ingin tahu yang luas, dan punya letupan marah yang tinggi namun berkat tempaan bagus ia bisa menahannya. Mereka dibesarkan secara Piatu, ayahnya Atticus Finch adalah pengacara kondang. Nah namanya menjadi gunjingan masyarakat saat ditunjuk menjadi pembela seorang tersangka pria kulit hitam, Tom Robinson  yang disangkut kasus pemerkosaan gadis kulit putih. Semua mencibir, semua memaki tapi Atticus bergeming. Ibarat orang-orang pada bilang, ‘lu ngapain cari gara-gara, cari masalah membela negro?’ Tetangga pada meneror. Tapi ada satu tetangga yang pasif karena sudah lama tak keluar rumah, muncul gosip mistis yang menggelitik kepala Scout. Siapa sebenarnya Arthur ‘Boo’ Radley?

“Aku belum pernah mendengar bahwa berusaha mencegah kejahatan merupakan pelanggaran hukum, dan itulah yang dilakukannya, tetapi mungkin menurutmu tugasku adalah memberi tahu seluruh kota tentang hal itu dan tidak menutupinya.”

Ada adegan saat ada anjing gila melintasi kampung, semua orang ketakutan. Tak ada yang berani mendekat, apalagi menghalau karena takut kena gigit. Nah muncullah Atticus dengan senapannya, ia berhasil membidik jarak jauh. Pada kagum dan takjub, terutama Scout. Ia heran ayahnya ternyata punya pengalaman menenteng senjata, fakta itu memang tak sepenuhnya diketahui. Tak sepenuhnya kita ketahui karena memang tak dituturkan dengan lebih gamblang, dijelaskan secara sepintas. Hanya menegaskan saja, punya kehebatan tak selamanya harus ditunjukkan, dipamerkan. Justru harus rendah hati dan saat terdesak bisa muncul bak hero. Salut!

Keberanian adalah saat kau tahu akan kalah sebelum memulai, tetapi kau tetap memulai dan merampungkannya, apa pun yang terjadi.

Karena sudut pandangnya memang gadis kecil, rata-rata infonya minim. Seperti proses menuju pengadilan yang menyimpan rasa ingin tahu. Jadi berhasilkah Atticus memenagkan kasus?

Buku ini menang Pulitzer Award 1961 dan mendapat anugerah Presidential Medal of Freedom 2007, the highest civilian honor USA. Harper Lee lahir di Monroeville, Alabama tanggal 28 April 1926. Putri bungsu dari empat bersaudara pasangan Amasa Coleman dan Frances Finch Lee. Ayahnya pengacara dan editor surat kabar lokal, saat sekolah ia akrab dengan tetangganya Truman Capote, yup kalian ga salah baca. Ialah Penulis legendaris In cold Blood itu. Terbit pertama tahun 1960, (awalnya) diklaim sebagai satu-satunya buku karya Harper Lee. Namun pada akhirnya kita semua tahu, tahun 2015 sekuelnya muncul Go Set Watchman. Saya baca tahun 2009 saat sendu, dibelikan mas Mury di Solo Gramedia. Setelah baca ini, rate tinggi Ayat-Ayat Cinta langsung drop. Kisah di pengadilan itu terinspirasi? Ataukah saduran kasar? Bagian terbaik buku ini adalah proses di Pengadilan yang luar biasa menegangkan. Poin utamanya memang untuk berprangsa baik, berfikir positif. Kalau ditelaah dari latar belakang Penulis, kisah ini berdasar pada pengalaman pribadi dalam mengamati perilaku dan kegiatan keluarga dan tetangga, apalagi setting-nya pas sekali sesuai usia Lee tahun 1930an. Scout adalah Lee dalam batas fiksi. Dan nasib baik memang tak ada yang tahu, tak lama berselang tahun 1962 diadaptasi film dengan disutradarai Robert Mulligan dan mengangkat nama Gregory Peck, filmnya sukses menang Oscar dan mendapat review positif.

Novel ini lebih menanamkan nilai pendidikan yang baik pada anak. Kegemaran membaca yang dibiasakan  usia dini. Diskusi lebih terbuka, sebuah komunikasi penting hubungan orang tua dan anak. Atticus menjelaskan dengan kalimat yang lebih mudah dicerna, beberapa bagian yang menyerempet seks bukannya dihindari, bukan ditabukan namun dijelaskan dengan lebih bijak. Seperti saat Scout bertanya mengenai kasus perkosaan, Atticus menerangakn bahwa itu tindakan pelecehan badaniah yang dipaksakan. Atau saat dirinya dicibir banyak orang, Atticus selalu menjelaskan bahwa ‘mereka punya pendapat mereka sendiri. Satu hal yang tidak diikuti aturan mayoritas umumnya adalah hati nurani seseorang.’

Dan rasanya ulasan novel ini tak lengkap kalau tak menukil kalimat legendarsi ini, “Kau tidak akan pernah bisa memahami seseorang hingga kau meilhat segala sesuatu dari sudut pandangnya, hingga kau menyusup ke balik kulitnya dan menjalani hidup dengan caranya.” 

Jadi kenapa buku ini berkudul ‘Untuk membunuh mockingbird?’ 

To Kill A Mockingbird | by Harper Lee | diterjemahkan dari To Kill A Mockingbird | terbitan Warner Books, Inc. 1271 Avenue of the Americas | New York, N.Y. 10020 | copyright 1960 | penerjemah Femmy Syahrani  | penyunting Berliani Mantili Nugrahani | proofreader Emi Kusmiati | desain sampul Windu Tampan | Penerbit Qanita | Edisi baru, cetakan VI, April 2009 | 540 hlm.; 20.5 cm | ISBN 978-979-3269-78-8 | Skor: 5/5

Buat Mr. Lee dan Alice dalam pertimbangan cinta dan kasih

Karawang, 121017 – OST Madagascar – I Like To Move It

Iklan

One thought on “To Kill A Mockingbird – Harper Lee

  1. Ping balik: Best 100 Novels | Lazione Budy

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s