Spring-Heeled Jack – Philip Pullman

Spring-Heeled Jack – Philip Pullman

Legenda Jack sang Pelompat ada di zaman Victory, jauh sebelum era Batman dan Superman merasuki pikiran anak-anak. tak ada yang mengetahui nama aslinya, ia hanya dikenal sebagai Jack yang melompati dari atap rumah ke atap rumah lainnya dengan per yang ada di kakinya dengan pakaian berjubah bak setan. Hero berjubah bak penjahat.

Kisahnya tentang tiga bersaudara Summers penghuni panti asuhan Alderman Cawn-Plaster Memorial, London yang ingin kabur. Rose, Lily dan Little Ned sudah menghuni panti selama delapan bulan sejak kapal petualang ayahnya tenggelam di Samudera Hindia. Peninggalan satu-satunya yang berharga adalah kalung emas berliontin foto ibu mereka. Kucing lucu dan konyol Spangle mengikuti mereka. Saat mereka istirahat dan tertidur di Fog Row, daerah tempat sampah terkotor dan terjelek di seluruh West End, muncullah penjahat dari bak sampah Mack Si Pelempar Pisau – penjahat terjahat itu uniknya digambarkan muncul dari dalam bak sampah, merangkak keluar. Haha.. asem ada ruangan rahasia di dalamnya, ih jorok woy. Ia yang mendengar pembicaraan langsung berfikir buruk, lalu meminta kalung itu, melawan, malah Ned dan Spangle yang menyerang ditangkap, disandera. Karena ia tak tahu siapa yang menyimpan kalung, dan mereka bungkam. Ia memutuskan, “Ah ribut sekali. Kalau begitu kalian bawa kalung itu kemari siang ini dan kalian bisa mendapatkan adik kalian kembali dengan utuh atau kalau tidak, kalian akan mendapatkan kembali dalam bentuk potongan-potongan.” Dan Mack menghilang dalam kegelapan dengan menggendong Ned.

Saat itulah petir menggelegar membelah langit yang berkabut terkuak, ketika menengok ke atap muncullah Jack Sang Pelompat. Awalnya Rose dan Lily terteriak ketakutan, tapi saat tahu ia sang pahlawan, lega. Ada harapan. “Takkan ada yang bisa menghentikanku. Akan kukembalikan adik kalian, dan kalian akan mendapat tiket ke Amerika. Tak usah takut karena Jack Sang Pelompat ada di sini.”

Sementara di panti, paginya saat tahu ada tiga anak kabur maka mereka kesal, bukan karena kehilangan asuhan tapi masalah ancaman tak digaji. Karena ada regulasi klausal 44 bahwa ‘gaji pengasuh akan dibayar bila isi panti mencapai angka maksimum, dan akan dihentikan pembayaran bila tak mencapai angka tersebut, dan tidak akan dibayarkan hingga kekurangan dipenuhi.’ Peraturan eh kesepakatan yang aneh ya, hehe. Maka duo Miss Gasket dan Mr Killjoy pun bergerak cepat untuk pencarian. Apesnya ia lapor ke polisi yang salah, karena untuk menangani kasus adalah Sersan Pincher yang penakut.

Sementara lagi di sebuah kapal Amerika yang berlabuh di London menuturkan sesuatu yang diluarduga. Mr Summers ternyata tak mati. Ia berhasil bertahan hidup dalam pelayaran jauh di Timur. Setelah tujuh tahun menghilang ia kembali ke London mencari istri dan ketiga anaknya tapi ternyata zonk. Sehingga dikira sebatang kara, ia memutuskan pergi menjauh ke Amerika, pergi dari memori pahit. Eehh kebetulan sebelum kapal mulai berlayar koper ada sebuah motel, sehingga pelayan Jim Bowling diminta mengambilnya atas instruksi kapten Webster.

Nah, setelah pengantar semua ini. Kisah sesungguhnya di sini. Jim yang punya kekasih Polly bertugas mengambil koper. Jack bergegas menyelamatkan Ned. Polisi dan kedua pengasuh panti mencari ketiga anak Summers, penjahat dan komplotan menanti kalung emasnya. Semua disatukan dalam pertaruhan yang mendebarkan, khas anak-anak karena dilengkapi gambar laiknya komik. Kalian tak akan meleset menebak akhir kisah ini karena sangat predictable, namun poin utamanya memang bukan itu. Proses menuju ke sana yang kurasa menghibur. Bacaan ringan yang seru.

Ada satu karakter lucux bernama Filthy seorang penjahat ambisius yang ternyata tak menyukai rencana Mack. Ia yang akan memasuki Rose and Crown bimbang. Ada suara hati? Sebuah suara dalam kepala? Dalam komik digambarkan mahkluk kecil yang kotor seperti ngengat sedih, atau peri buangan? Terbang berkeliling bak bayangan, tak semua orang melihatnya kecuali kita, pembaca. Dan dialah yang terbang di sekeliling kepala Filthy yang membisikinya instruksi. Apa tanggapanya? “Aku tahu suara itu, suara hatiku. Kupikir sudah bertahun-tahun kukubur. Pergi! Enyah! Aku tak mau mendengarmu!” Haha.. kocak. Iso wae ceritone.

Mengingatkanku pada Fortunately, Milk nya Neil Gaiman. Kisah sederhana, dibumbuhi fantasi anak dengan gambar-gambar bagus di dalamnya. Pullman, ternyata sebelum meledakkan diri dalam fantasi His Dark Materials punya buku-buku anak yang luar biasa seru. Tak ragu lagi I Was a Rat, The Firework Maker’s Daugther, Clockwork or All Wound Up rasanya tinggal tunggu waktu untuk dikoleksi.

Setiap pembuka bab kita akan dinukilkan satu kalimat dari buku-buku besar. Kutipan yang tak sembarangan karena akan jadi pengantar kisah di dalamnya. Saya kutipkan semua ya.

#1. Malam yang gelap dan berangin… – Alexandre Dumas, The Three Musketeers

#2. Sementara itu di peternakan… – A Western

#3. Apa yang terjadi berikutnya akan segera kita ketahui… – Janet and Alan Ahlberg, The Jolly Postman, or Other People’s Letters

#4. Sebuah bangunan tua yang bernuansa gelap dengan tembok bata yang tinggi… – Shirley Hughes, It’s Too Frightening To Me

#5. “Di bawah lengkungan…” – Flanagan dan Allan

#6. Jalanan yang kosong terasa dingin dan sepi… – Charles Dickens, Shetches by Boz

#7. Aku tak berani berhenti untuk beristirahat sejenak… – Tove Jansson, The Expolit of Moominpapa

#8. “Demikianlah keadaannya…” – Sergei Sergeyevich Prokofiev, Peter and The Wolf

#9. “AAAAGGGHHH!” – David Mostyn, The Beano

#10. “Jangan menangis sayang…” – Russel Hoban, The Mouse and His Child

#11. “Sementara itu di panti asuhan…” – Philip Pullman, Spring-Heeled Jack

#12. “Kita tak bisa menunggu lebih lama lagi kapten..” – Herge, The Adventure of Tintin: The Shooting Star

Gara-gara kutipan satu kalimat yang sederhana ini saya malah jadi penasaran sama buku-buku yang tertera. Sebagian kecil sudah baca tapi siapa yang kenal Flannagan dan Allan? Hebat. Buku bagus tak harus njelimet, tak harus tebal sampai bisa buat bantal. Cukup kisah biasa dibumbuhi gambar-gambar catchy yang ternyata sukses membuat kita tertawa, yah minimal terkulum senyum. Philip Pullman memang fantastis.

Kzl itu liburan ke Bandung hanya membawa satu buku ini, baca sekali duduk. Mana selesainya langit masih sangat pagi. Yah, saya nikmati dalam sekali duduk di pagi hari 30 September bersama kopi dan sepiring mie buatan teman. Tanpa musik, karena di Vila Istana Bunga sudah riuh dalam dingin.

Jack Sang Pelompat: Kisah Tentang Keberanian Dan Kejahatan | by Philip Pullman | diterjemahjan dari Spring-Heeled Jack: A Story Of Bravely and Evil | copyright 1989 | First published by Random house Children’s Book | Cover/inside illustrations copyright by Peter Bailey | alih bahasa Yashinta Melani F | GM 322 08.007 | Penerbit Gramedia Pustaka Utama | cetakan pertama, September 2008 | ISBN-10: 979-22-4033-0 | ISBN-13: 978-979-22-4033-7 | Untuk Tom | Skor: 4/5

Villa Istana Bunga, Lembang – Bandung , 300917 – Karawang, 051017 – Back Street Boys – Everything But Mine

Tnx to: Ari Naicer – Toko buku daring Taman Baca Rindang dan teman-teman Kantor NICI atas malam G30S yang seru

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s