A Clockwork Orange – Anthony Burgess

A Clockwork Orange – Anthony Burgess

“Lihat, dia menangis.”

Malam (30/10-17) sepulang kerja pesanan buku dari toko buku daring ‘Taman Baca Rindang’ kuterima. Hermione langsung buka segel plastik, saat orang-orang siap terlelap, jam 22:31 saya mulai baca buku ini, menjadi pilihan pertama dari tiga. Tiga jam kemudian saya selesai lahap. Saya baca sekali duduk bersama segelas kopi pahit untuk bertahan melewati tengah malam dan ditemani sederet lagu Sherina Munaf album Tuna. Buku yang sangat bagus, tiap lembarnya memberi tanya nasib Alex. Benar-benar mengerikan opsi, ‘empat belas tahun penjara atau dua minggu ditransformasi manusia mesin lalu bebas?’ sebuah konsekuensi. Kaubisa melihat semuanya berantakan. Kauakan mengerti kalau satu hal akan membawamu ke hal lainnya.

Kisahnya tentang berandalan muda yang beraksi di malam hari. Dari sudut pandang Alex, seorang remaja lima belas tahun yang memimpin komplotan: Pete, Georgie dan Dim. Adalah lumrah bergerombol dengan empat atau lima anggota, empat anggota sudah cukup, sedangkan enam anggota terlalu banyak untuk berandalan saat itu. Namun, si malang Dim tetap melihat bintang di langit dan berkata, “Apa mereka itu? Aku penasaran. Apa yang ada di atas sana.” Dengan setting di masa depan, sebuah masa distopia yang misterius. Hobi berkelahi, mencuri, memperkosa, sampai iseng bikin onar. “Dunia macam apa ini? Orang pergi ke bulan dan berkeliling dunia. Namun, tidak ada yang peduli dengan hukum. Karma akan datang membalas kalian, Pecundang.”

Suatu malam mereka memainkan akting di depan rumah bertulis RUMAH, setelah bel rumah berbunyi Alex akting minta tolong kalau teman mereka terluka dan pinjam telepon atau sedekar minta air putih. Saat lengah, para berandal ini masuk dan melakukan aksi. “Jangan takut. Jika ketakutan ada dalam hatimu saudaraku, doa akan menenangkanmu.” Malam itu mereka melakukan tindakan biadap di rumah seorang Penulis. Kertas dan mesin tik dihancurkan, Penulis itu dilukai sampai wajahnya ungu dan mengeluarkan sirup spesial (darah) serta istrinya dilecehkan. “Aku kagum pada mereka yang bisa menulis buku.” Aku melihat lembar paling depan dan tertulis: Manusia Mesin. “Ini judul yang bodoh. Siapa yang pernah mendengar manusia mesin?” Kemudian mereka kabur hura-hura, meninggalkan mobil curian di stasiun berpencar pisah naik kereta. Lalu mesin espresso tua (kereta) datang, kami segera naik. Kereta saat itu tampak sangat sepi.

Besoknya dia bolos sekolah. Guru konselingnya datang. P.R. Deltoid yang seakan tahu perbuatan kriminalnya. Hanya karena polisi tidak menangkapmu, bukan berarti kau tidak bersalah. Beliau heran karena Alex punya rumah yang bagus di sini, orangtua yang menyanyangimu, dan kau tidak bodoh. Apa ada monster dalam dirimu? Nasehatnya untuk berhenti dari kebrutalan memang ditanggapi senyum, namun sinis. Sejernih danau tak berlumpur. Jelas seperti langit biru di musim panas. Anda bisa mengandalkanku. “Orang itu menjijikkan dan terlihat seperti kotoran.” Malam adalah saat yang paling menyenangkan. Benar ‘kan? Duduk. Kalau kau tidak lebih berhati-hati dengan dirimu sendiri, aku beri tahu, suatu saat nanti pasti ada pengakuan atas kesalahan setiap manusia dalam hidupnya. Ada adegan lucu saat Alex baca Koran dan melihat iklan di dalamnya. Adegan sepintas yang kocak. Tawaran sabun gratis dengan menukar kaleng sabun hanya selama satu minggu, cukup membuatku tertawa.
Siangnya ia memang berniat untuk berangkat sekolah namun terhenti di toko kaset dan malah berakhir kekerasan lain. Hari ini aku tidak akan ke sekolah selesai makan siang, tetapi pendidikan itu penting, jadi Alex akan menjadi guru. Nama mereka adalah Marty dan Sonieta, cukup gila fesyen untuk gadis seusia mereka. Kaubisa tahu siapa dan mana orang yang paling penting di antara mereka dari pakaiannya, kawan. Aku tahu aku suka fesyen. “Cinta itu seperti mimpi buruk.”

Malamnya Alex yang ditunggu rekan sejawat tak datang tepat waktu setelah ditunggu di tempat biasa. Trio itu menghampiri. Namun terjadi cekcok karena Alex yang merasa pimpinan, mulai terusik tampuknya digoyang. Apalagi ia mimpi buruk. Namun, mimpi tidaklah nyata. Cekcok uang, kalau kau butuh uang, ambillah. Kenapa mendadak menjadi kapitalis? Lalu Georgie yang mulai mengatur. Mimpiku menjadi kenyataan sekarang. Georgie si jenderal memerintahkan apa yang harus dan tidak dilakukan, Dim dengan cambuknya menyeringai seperti anjing. Sampai adegan marahnya pada Dim yang merusak suasana yang dipenuhi udara lagu. “Kau mengerti kenapa aku memukulmu. Itu karena musiknya, kautahu. Aku menjadi gila ketika seseorang mengganggu musiknya. Seperti itulah.”

Aksi berikutnya mereka terusik atas saran gerombolan lain Billyboy untuk merampok wanita tua yang hidup bersama kucing-kucingnya. Aksi itu gagal, karena saat pintu diketuk sang tuan rumah curiga. Aku sadar bahwa berfikir adalah tindakan yang bodoh dan masuk akal jika digunakan sebagai inspirasi atas apa yang Tuhan berikan. Kita akan bertemu di surga. Kecurigaan wanita tua ini tidak bisa disalahkan karena ada banyak berandalan di malam hari. Tentu saja tidak. Maka dengan kenekatan ala MacGyver, Alex menerobos masuk lewat lubang di atas pintu dengan didorong teman-temannya. Saat akhirnya dia di dalam rumah sang nenek melakukan perlawanan walau akhirnya berhasil dilumpuhkan. Dan memaki, “Terkutuk kau anak muda. Kau akan sial seumur hidupmu!” Keinginan untuk menjadi pencuri atau tukang pukul. Hasrat untuk hidup enak.

Naas, Alex terkurung di dalam rumah saat raungan mobil polisi terdengar. Pada lari tunggal langgang, tidak ada yang bisa dipercaya di dunia ini saudaraku. Begitulah menurutku. Dan inilah akhir dari aksi brutalisme kebebasan sang pelajar. Di penjara ia mengalami sensasi lain tentang kekerasan. Guru konselingnya datang menjenguk, namun tak dinyana P.R. Deltoid lalu melakukan hal yang tidak pernah terpikirkan olehku seolah-olah itu bukan dirinya. Dia mendekatiku, lalu meludahiku. Di penjara kapasitas tiga namun berisi enam itu ia sering mimpi buruk. Mimpi ada kambing berwajah manusia memainkan seruling. Ada bunga mawar seperti Ludwig van dengan wajah, dasi, dan rambut yang berantakan. Aku dikenal dengan nama 6655321, bukan Alex. Aku sudah melakukan banyak hal, dan aku masih lima belas tahun.

Alex dihukum empat belas tahun penjara, sang korban meninggal dunia selain akibat tindak kekerasan ia juga kena serangan jantung. Kebaikan itu sesuatu yang dipilih. Ketika seseorang tidak bisa memilih, dia telah gagal menjadi manusia. Aksi kekerasan Alex ternyata tak berhenti walau sudah dikurung, ia bahkan melakukan pembunuhan lagi, walau prosesnya tak berniat. Jika seseorang memukulmu, kau akan membalas pukulannya. Benar ‘kan? Namun, aturan baru itu melarangnya. Esoknya Alex mendapat kejutan karena saat dipanggil gubernur, menteri dalam negeri sampai kepala sipir ia ditawari kebebasan dalam dua minggu ke depan. Sang Pendeta memberikan asumsi. “Oh akan menyenangkan menjadi orang baik.” Namun aku tertawa di benakku saat mengatakannya. Semua anak baik-baik saja, siapa tahu? Jalan Tuhan sangat susah ditebak.

Kekerasan adalah sesuatu yang menakutkan. Itu yang akan kaupelajari sekarang. Tubuhmu sedang mempelajarinya. Syaratnya hanya Alex diminta menonton film. “Pasti filmnya sangat bagus sampai kaumelakukan ini pada mataku.” Dipandu Dr. Brodsky dan asistennya Dr. Branom. Proses itu disebut Ludovico. Saya tak akan menjelaskan bagian ini karena memang ini adalah bagian terbaik. Saran saya hanya satu: BACA! Nikmatilah! Atau muntahkanlah!

“Kaumerasa sakit siang ini karena kau menjadi lebih sehat. Ketika kita sehat, tubuh kita akan merespon dengan adanya rasa benci akan ketakutan dan kejenuhan. Alex muak dan kepala senut-senut. “Semua alat ini yang menyodomi kepala dan badanku. Itu semua.” Dunia ini hanya ada satu, begitu juga kehidupan. Sesuatu yang paling berkesan dibandingkan kekerasan adalah cinta – contoh pada musik. Bahkan kecintaannya pada musik menjadi begitu membuncah hingga berubah menakutkan. Musik tertentu sama seperti emosi, membuatku merasa sakit sama dengan melihat atau melakukan kekerasan. Musik dan hal-hal seksual, literatur dan seni, semuanya tidak menjadi kenikmatan lagi melainkan kesakitan. Pilihan, dia tidak punya pilihan ‘kan? Kebutuhan diri, takut akan rasa sakit, membuatnya melakukan hal yang memalukan. Alex sedang menjalani Reklamasi, kenikmatan menjadi malaikat Tuhan.

Jika aku punya bunga mawar maka aku akan memberikannya padamu. Jika hujan turun, aku akan melindungimu kakimu dari lumpur di jalanan dengan pakaianku. Pembebasan itu akhirnya terlaksana. Dengan pakaian seadanya, uang saku ala kadar untuk memulai hidup baru, bahkan pisau lipat britva juga diberikan. Seseorang tidak bisa memilih untuk menjadi manusia.

Kau memang bersalah tapi hukumanmu sudah keterlaluan. Mereka telah mengubahmu. Kau tidak memiliki hak untuk memilih.  Kita tumbuh di dunia pepohonan yang diciptakan Tuhan. Kita ada karena Tuhan ingin kita mengisi rasa hausnya akan cinta dan sejenisnya. Sebelum kita tahu posisi kita, kita harus mulai melawan. Kisah makin absurb saat pada akhirnya sang residivis ini tak diterima masyarakat dan dikucilkan. Takdir mengantarnya kembali ke RUMAH dalam keadaan babak belur. Aku bukan orang politik. Namun, ketika aku melihat sesuatu yang tidak benar aku akan menghapusnya. Partai politik tidak berarti apa-apa. F. Alexander sudah gila, dialah Penulis ‘manusia mesin’ yang ada di awal kisah yang dirampok itu. Dia bersama tiga rekannya yang aneh: Z. Dolin, Rubinstein dan D.B. da Silva mencoba menjadikan Alex senjata melawan kekuasaan. Alex sebenarnya hanya ingin kembali menjadi normal. Apa yang harus kulakukan untuk kembali seperti dulu? Mati syahid demi kebebasan. “Buka jendela untuk udara segar, ide segar dan hidup baru.” – selebaran itu menunjukkan cara untuk mati dengan melompat keluar. Rasa sakitnya hanya sebentar, mungkin, lalu aku akan tidur selamanya. Selamat tinggal, selamat tinggal. Semoga Tuhan mengampuni dosamu untuk hidup yang hancur. Menghancurkan memang lebih mudah daripada membangun.

Saat akhirnya kita mencapai klimak cerita, justru Anthony memberi tawaran ending yang lain bersama Ren, Rick dan Bully yang dipanggil Bully karena mirip dengan kerbau – gendut dan besar. Jadi petuahnya: “Apa yang sudah kutulis sudah kutulis.”

Ini adalah buku pertama dari Penerbit Papyrus yang saya baca. Terjemahan bagus, jilid OK, sampul keren. Sayang sekali typo banyak saya temukan. Pengalaman memang penting sih, proof reader dan penyunting harus triple check untuk memastikan tak ada salah tulis kata. Dicetak bulan September dilahap Oktober, update! Memang, saat tahu buku ini naik cetak dalam Bahasa saya langsung berburu. Gajian ini wajib beli. Ini adalah buku incaran luuuamaaaa sekali. Terima kasih Papyrus Publishing, kamu mewujudkan harapan itu. Gaungnya sudah menggema jauh hari berkat adaptasi sukses Stanley Kubrick. Walau belum menontonnya, dari sinopsis singkat bahwa Alex terduduk di kursi roda menatap layar menonton film mengerikan dengan terikat dan mata terus dipaksa melek itu ikonik banget. Bagian ini sungguh pilu, begitu hidup dan sangat mengerikan. Sampai segitunyakah untuk mencetak manusia baik?

Lagi pula, keburukan ada pada semua orang, yang membuat dirimu menjadi dirimu.

A Clockwork Orange | by Anthony Burgess | copyright 1962 | diterjemahkan dari A Clockwork Orange | penerjemah Nur Hamidah Oktaviani | penyelaras akhir Nisa MS | perancang sampul dan lukisan Anzi Matta | penata letak Mawaidi D. Mas | Yogyakarta, 2017 | Penerbit Papyrus Publishing | vi+221 hlm.; 13×19 cm | ISBN 978-602-61330-5-2 | cetakan Pertama, September 2017 | Skor: 5/5

Ruang HRGA CIF – NICI. Karawang, 311017 – Sherina Munaf – Primadona

Thx to Ari di Taman Baca Rindang. Saya membuat catatan tambahan ini karena saya cinta buku ini, untuk membantu cetakan berikutnya saja, berikut typo yang saya temukan:

Halaman 43: Andi/Andy, 73 – hokum, 84 – melirik ku, 88 – memebual, 98 – The Doctor/The Doktor, 113 – dnegan, 115 – alu, 125 – orang-orag, 130 – kelelalahan, 146 – yg, 151 – sakitini, 155 – iu, 156 – Alu, 159 – Kristalografi/Kristalograi, 162 – memnendangiku, 163 – Tidak mungkin”, 174 – memngingat, 180 – berhat-hati, 186 – Billybooy, 192 – menungu, 200 – artikal, 201 – Namu, 216 – Toko utama, 219 – di london, 220 – amerika

Iklan

The Gambler – Fyodor Dostoyevsky

The Gambler – Fyodor Dostoyevsky

Mengherankan apa yang kadang-kadang dapat diperbuat oleh gulden terakhir! Dan bagaimana kalau aku kehilangan keberanian pada waktu itu? Bagaimana kalau aku tidak berani mengambil resiko? Besok, besok itu semua akan berlalu.

Alexey Ivanovitch. Aku orang yang bertanggung jawab secara hukum, aku dua puluh lima tahun, aku lulusan perguruan tinggi, aku seorang bangsawan, aku tidak ada hubungan denganmu dengan cara apapun. Tidak ada kecuali rasa hormat yang tak mengikat terhadap harga dirimu yang mencegahku sekarang untuk meminta penjelasan sejelas-jelasnya untuk memuaskan karena memberi dirimu sendiri hak untuk menjelaskan untukku. Seorang pengajar dari Rusia yang tinggal di sebuah hotel di Perancis.

‘Aku seorang murtad dan seorang barbar, que je suis heretique et barbare, dan bahwa aku tidak peduli apapun terhadap semua Archbishop, Kardinal, Monseigneur ini dan semuanya. Pendeknya, aku menunjukkan bahwa aku tidak akan menyerah.

“… Dengar dan ingatlah: ambil tujuh ratus florin ini lalu pergi dan mainlah. Menangkan sebanyak yang kau bisa dalam roulette; aku harus punya uang sekarang, terjadilah apa yang terjadi.”

Para jurnalis menulis artikel-artikel mengenai dua hal: pertama, mengenai kemegahan dan kemewahan luar biasa rumah-rumah judi di Sungai Rhine dan kedua mengenai tumpukkan emas yang katanya tergeletak di atas meja-meja. Mereka dibayar untuk itu.

Lebih menggelikan pendapat konvensional yang diterima oleh semua orang bahwa sesungguhnya dan tak masuk akal untuk mengharapkan sesuatu dari judi. Hanya ada satu di antara seratus yang menang, tapi apa artinya itu untukku?

Bermain dengan taruhan yang sangat sedikit, jauh lebih buruk. Itu ketamakan yang begitu kecil. Seakan-akan ketamakan tidak benar-benar serupa.

Judi adalah pencarian paling tolol dan ceroboh. Apa yang secara khusus tampak buruk pada pandangan pertama, dalam semua rakyat jelata di sekeliling meja roulette adalah rasa hormat yang mereka berikan pada pencarian itu.

Dia tidak memungut kemenangannya, tapi meninggalkannya di atas meja. Hitam muncul kembali, dia tidak memungut kemenangannya juga kali ini, dan ketika yang ketiga kali merah muncul, segera dia kehilangan seribu dua ratus franc.

Mlle. Blanche adalah wanita Perancis yang terkemuka dengan kekayaan luar biasa dan seorang ibu yang menemaninya.

Hari ini adalah hari yang aneh, fantastis, dan menggelikan. Sekarang jam sebelas malam.

Tampak bagiku bahwa perhitungan hanya sedikit artinya dan sama sekali tidak penting seperti yang dilakukan oleh beberapa pemain.

Pada saat itu seharusnya aku pergi, tapi ada sebuah sensasi aneh muncul dalam diriku, suatu tantangan pada nasib, keinginan sangat untuk menantangnya, untuk menjulurkan lidahku padanya. Aku meletakkan taruhan terbesar yang diperbolehkan – empat ribu gulden – dan kalah.

Orang harus lebih banyak akal sehat. Dia menambahkan – aku tidak tahu kenapa- bahwa meskipun sangat banyak orang Rusia yang berjudi, menurut pendapatnya orang-orang Rusia itu bahkan tidak becus untuk berjudi.

Aku mematuhimu, apapun yang kau perintahkan untuk dilakukan, tapi aku tidak bisa menentukan hasilnya. Aku sudah memperingatkanmu bahwa tidak akan ada hasilnya. Apakah kamu begitu marah karena kehilangan banyak uang? Untuk apa kau begitu menginginkannya?

Aku punya pikiran yang aneh dan gila bahwa aku yakin untuk menang di sini di meja judi. Kenapa aku punya pikiran itu aku tidak mengerti, tapi aku mempercayainya. Siapa tahu mungkin aku mempercayainya karena tidak ada alternative yang tersisa.

Kenapa aku menginginkan uang, tanyamu? Bagaimana kau bisa bertanya? Uang adalah segalanya!

Bicara tanpa menggoyang semak, itu yang aku inginkan.

Seorang Perancis akan tahan terhadap sebuah makian, makian yang benar-benar makian amoral tanpa berkedip, tapi dia tidak akan tahan kalau hidungnya dijentik atau apapun. Karena itu melanggar hukum yang berlaku, yang disucikan berabad-abad. Itulah kenapa gadis-gadis muda Rusia kita mempunyai suatu kelemahan terhadap orang Perancis, tata karma mereka begitu baik.

Aku tahu dengan kehadiranmu aku harus bicara, dan bicara, dan bicara – dan kau bicara. Aku kehilangan seluruh rasa hormat-diri dengan kehadiranmu dan aku tidak peduli.

Lady Moscow yang mengerikan dan pemilik tanah yang kaya, Antonida Vassilyevna Tarasyevitchev, sang Granny, – madame la generale princesse de Tarasyevitchev, meskipun Granny belum pernah menjadi puteri.

Ada petugas-petugas polisi dalam pakaian biasa ditempatkan di sini dan di sana di antara para pemain, sehingga mereka tidak bisa dikenali.

Aku membawa pelayan perempuan, Potapitch dan pelayan laki-laki Fyodor tapi aku mengirim Fyodor pulang di Berlin karena aku perhatikan dia tidak ingin dan aku datang sendirian.

Kau kelihatan sangat manis. Aku pasti akan jatuh cinta padamu kalau aku seorang pemuda.

Seorang perempuan tua berumur tujuh puluh yang tidak bisa jalan namun masih bermain tentu saja bukan pemandangan yang bisa dilihat setiap hari.

Kalau kau takut pada srigala kau harusnya tidak masuk ke dalam hutan. Apa? Aku kalah? Pasang taruhan lagi!

Aku sudah bilang Tuhan sendiri menyuruhku untuk mempertaruhkan dua keping uang emas itu.

Aku sendiri adalah seorang penjudi aku merasakan pada saat itu lengan dan tungkaiku gemetar terasa ada denyutan di dalam kepalaku.

Aku di negeri asing tanpa pekerjaan atau cara-cara mencari nafkah, tanpa harapan tanpa masa depan, dan aku tidak memusingkan kepalaku mengenai itu!

Apa hubungannya dneganku? Urusi urusanmu sendiri! Potapitch, kemasi barang semuanya, seluruh bagasi. Kita kembali ke Moscow. Aku telah membuang lima belas ribu rubel!

Selama kau hidup aku akan memenangkannya kembali. Ayo, jalan jangan bertanya lagi! Apakah permainan berlangsung di sana sampai tengah malam?

Kami memiliki semuanya yang kami inginkan di rumah di Moscow: kebun, bunga-bunga yang tidak ada di sini, wewangian, apel besar-besar, banyak kamar di mana-mana. Tapi malahan kami pergi ke luar negeri. Oh oh oh…

Akhirnya dia larut dalam banjir air mata.

Aku telah meninggalkan semuanya di sana, temanku, hampir seratus ribu rubel. Kau benar untuk tidak pergi bersamaku kemarin. Sekarang aku tidak punya uang, tidak sesenpun.

Sesungguhnya Tuhan mencari dan menghukum kesombongan, bahkan di usia tua.

Sebuah kombinasi dari firasat, suatu usaha luar biasa dari kehendak, peracunan diri-sendiri oleh bayangan orang itu snediri – atau sesuatu yang lain – aku tidak tahu, tapi pada malam itu (yang tidak akan kulupakan seumur hidupku) sesuatu yang luar biasa terjadi padaku.

Itulah yang mengecewakan para pecandu judi yang melakukan perhitungan dengan sebuah pensil di tangan mereka karena berada di luar perhitungan mereka. Dan betapa mengerikannya ironi nasib yang kadang-kadang terjadi dalam kasus seperti itu!

Kalau harus ke Paris, biarlah begitu. Sepertinya ini sudah ditakdirkan pada hari kelahiranku.

Yang hebat adalah keberanian dan kau memilikinya, dan kau akan membawakan uang ke Paris lebih dari sekali.

Mereka bilang pertanda buruk untuk mencoba peruntungan dua kali putaran di meja yang sama, dan Homburg adalah tempat yang benar untuk bermain.

Tidak ada mahkluk di bumi ini yang lebih percaya dan lebih tulus daripada seorang gadis Rusia yang baik, bersih dan tidak terlalu canggih.

The Gambler (catatan harian seorang lelaki muda) | by Fyodor Dostoyevsky | diterjemahkan dari The Gambler | judul asli Igrok | copyright 1867 | Dover Publication, Inc 1996 | penerjemah Anna Karina | editor bahasa Sandiantoro | desain sampul & tata letak Andy FN | pemeriksa aksara Agus Hidayat | ISBN 978-602-95979-3-6 | cetakan I, April 2010 | Penerbit Liris | Skor: 5/5

Karawang, 301017 – Sherina Munaf – Sing Your Mind

Pekan Ke 11: Cataldi Vs Lazio

Pekan Ke 11: Benevento Vs Lazio

PROBABILE FORMAZIONE (3-5-1-1):
Strakosha;
Bastos, de Vrij, Radu;
Marusic, Parolo, Leiva, Milinkovic, Lulic;
Luis Alberto;
Immobile.
LBP
0-3
Immobile ditawar Chelsea. Strakosha dijadikan target pengganti Buffon. De Vrij ditawar Liverpool. Luiz Alberto ditawar Atletico. Savic buat rebutan banyak sekali klub, dari duo Manchester, Chelsea sampai Juventus. Semua ini berkat kehebatan skuat memainkan peran dari strategi bagus Inzaghi. Apalah Benevento yang terperosok di dasar tanpa poin. Cataldi lah satu satunya alasan laga ini patut dinanti.
AW
Benevento 0-4 Lazio, Immobile
Sekarang eranya tidak susah. Menebak Lazio menang perkara mudah. Immobile makin subur dan meriah.
Imoenk left
Skor: 1-3
Skorer: immobille
Nebak skorer lazio paling gampang. Immo, 90% bener. Gak percaya? Tunggu saja laga lazio vs benne-opoSich. Nama klub lawan aja asing gitu. Pasti menang laaahhhh.
Siska
Benevento 1-5 Lazio
Immo
Menilik hasil 5 pertandingan terakhir kedua tim mungkin wajar jika mengatakan Lazio dan Benevento ibarat langit dan bumi. Beda jauh kak! Wajar juga kalo banyak yg memperkirakan Lazio akan menang besar (abaikan kalo bola itu bulat lol). Taun 2008 aja Lazio bisa meluluhlantakkan Benevento dengan skor 5-1. Dan sepertinya hal itu bakal terulang lagi 😌
JK
Bene 1-2 Lazio , immo
Setelah nebak skor seri ga tembus. Kali ini coba nebak menang Lazio selisih 1 goal. Meski pesimis juga karena Bene jadi lumbung goal
JS
Bennevento 0-2 Lazio
Skorer Immobile
Lazio yang sedang dalam tren positif tentu tak sulit untuk menang. Apalagi mereka main kandang dan lawan juga cuma klub tidak jelas. Jadi 3 poin pasti bisa diamankan. Dan seperti biasa grup ini akan dipenuhi postingan tentang lazio untuk bbrp hari ke depan.
Bagas
Bento 1-4 Lazio, Immooo….
Lawan tim terlemah di liga harusnya tidak akan jadi masalah buat Immo dan kawan kawan, laga ini akan menambah daftar rentetan kekalahan bagi tim juru kunci, 3 poin sudah jelas milik Lazio. FORZA ELANG!!!
Gold
Benevento 0-2 Lazio
Gol luiz
Orang dayak diatas sampan, rambut berponi bawa belati. Ada banyak pemain tampan, hanya nani selalu di hati. In nani we trust. 🦅
DC
Benevento 0-5 Lazio
Lulic
Lawannya juru kunci. Lumbung gol buat tim lain, jadi wajar 3 poin buat Lazio
GG fans 2.48
Benevento 0-5 Lazio. Immobile
Kedatangan tim antah berantah. Menggila. Immobille quatrick.
Arief Zverev
Benevento v Lazio 0-1. Immobile
Benevento selalu kalah dalam 10 partai. Lazio 99% pasti menang. Immobile berpeluang menambah gol. Mau nebak 3-5 gol, sudah ada. Ya terpaksa nebak 1 gol aja.
AF
Lajio 1-0 Benevento. Immo.
Lajio menang. Bento tumbang. Kakak adik, om budi dan damar sastro girang.
Ajie Gile
Benevento 2-3 Lazio
Immobile
Laga ketat. Suguhan menarik. Hiburan dengan banyak gol.
Wao
Benevento 1-4 lazio
Immobilee
Laga dipastikan seru. Lazio menang mulu. Skrg juga maen home pasti menang lagi.
tehnya dithuang
Benevento 0-4 lazio, Lulic
Saking suburnya Immobile, fans lalajo akhirnya membuat lagu khusus untuk pahlawannya itu. Lagu tersebut belum ada judulnya. Namun liriknya sudah bocor di medsos. lni dia :
cublak cublak suweng
suwenge teng gelenter
mambu ketundhung gudel
tak gento lela lelo
sopo ngguyu ndelek ake
Cirr ciro delek kopong
cirr ciro  delek kopong
air mata ciro imobile tak terbendung lagi. ia begitu terharu.
Pohon Miring –  Karawang, 291017

Tom Sawyer: Anak Amerika – Mark Twain

Tom Sawyer: Anak Amerika – Mark Twain

Suatu ketika di St. Petersburg, Amerika Serikat di abad ke Sembilan Belas…

Kebajikan adalah hal yang bisa didengar orang tuli dan bisa dilihat oleh orang buta.”

Luar biasa. Ini adalah buku klasik, salah satu terbaik yang pernah kubaca. Keren sekali. Nama aslinya Thomas Sawyer, ia adalah anak nakal, berandal nan cerdik. Ia menjadi impian saya sewaktu kecil, bedanya saya hanya bisa berangan, Tom mewujudkan kisah petualangan itu. Ia anak tunggal dari kakak bibi Polly yang kini menjadi orang tua angkat. Sid dan Mary adalah sepupunya, Sid selalu melaporkan kenakalan-kenakalan Tom yang bersama Huckberry Finn, sahabatnya. “Sebab ia tak pernah mengganggu kesenangan orang sebagai engkau. Jika tidak cukup dapat hukuman, niscaya tangan engkau ini sehari-hari tidak akan ke luar-luar dari tempat gula.” Mary lebih kalem dan kadang mengajak Tom belajar menghafal Kitab berlembar-lembar. Nasehat Pendeta: ‘Tapi tiadalah engkau menyesal karena menghafalkannya, ilmu pengetahuan itu lebih besar harganya daripada segala harta di dunia ini.’ Di hari Minggu di Gereja Tom mudah bosan mendengar ceramah. Hanya kesudahan khotbah itu sudah mendapat rintangan yang besar, karena di antara kanak-kanak yang nakalnya sudah banyak yang resah, sebab mendengarkan khotbah yang panjang dan tak dapat difahamkan lagi.

Sedari pembuka kita diajak mengenal karakter nyeneh anak Amerika abad ke sembilan belas, yang kalau dipikir-pikir kok mirip sekali dengan kenakalan angkatanku sewaktu kecil. Saya melalui masa SD tahun 1990an, karena kemiripan inilah seakan jadi semacam nostalgila. Kalau direnteng banyak ulahnya: ga masuk sekolah dengan mencari berbagai alasan, kabur memancing dan mandi di sungai berkepanjangan, yang ngeles dari bibi Polly. Dihukum melabur tembok dan pagar di hari Sabtu saat anak-anak sedang liburan, dan seterusnya. “Maka insyaflah Tom bahwa hidup di dunia ini tidak senantiasa menanggung sengasara saja, asal menggunakan kecerdikan.” Saat membaca kata ‘melabur’ saya ketawa, karena doeloe emang di rumah masa kecilku tembok dan pagar dilabur pakai batu kapur putih yang melepuh saat direndam air, nah air itulah yang buat cat dinding! Kidz jaman now gagal paham.

Konflik pertama mencipa, suatu tengah malam Tom dan Huck hendak memantrai bangkai kucing di tanah pekuburan. Huckleberry Finn yaitu seorang anak yang diberi gelaran ‘anak sampah’ oleh kawan-kawannya. Huckleberry ialah anak seorang pemabuk, yang tidak dihargai lagi dalam pergaulan. Bibi Polly pun melarang Tom bermain-main dengannya dan oleh karena itulah Tom gemar sekali bergaul dengannya. Tak dinyana mereka jadi saksi pembunuhan dokter Robinson. Dua orang pencuri mayat, Injun Joe dan Muff Potter menjadi penggali curi mayat, saat akan deal dan kisruh uang, Sang dokter ditikam saat Potter pingsan dengan pisaunya oleh Joe. Tentu saja kedua anak shock, dan ketakutan. Huck Finn dan Tom Sawyer bersumpah hari ini bahwa mereka akan menutup mulut tentang perkara ini, dan mereka suka rela mati dengan sekonyong-konyong daripada menerangkan yang sebenarnya. Tapi esoknya yang ditangkap dan dituduh pembunuh adalah Potter karena di TKP ada pisau miliknya, maka gundahlah hati mereka. Apalagi nantinya di persidangan pengacara Potter berujar: “Kepada saksi inipun saya tidak hendak bertanya sesuatu apa.

Kisah cintanya dengan Becky Thatcher juga seru. Tunangan-tunangan anak, gombal cara jadul. “Kalau aku sudah besar, nanti aku akan menjadi badut di komidi itu.”

Suatu hari bertiga kabur dari rumah ke Pulau seberang sungai Mississippi, menginap, berapi unggun, mengail dan bermain bajak laut. Maka sampailah mereka pada mata air yang dasarnya seolah-olah ditaburi dengan ratna mutu manikam, disebabkan oleh titik-titik keluar dari tanah. “Tom Sawyer, Penyamun Hitam dari laut Sepanyol. Huck Finn si Tangan Merah dan Joe Harper, Hantu Lautan Raya.” Hidup serupa ini memang menyenangkan hati. Lebih dari itu, tiadalah kuharap-harap. Biasanya tiadalah cukup yang hendak kumakan dan di sini tidak ada orang yang menyepak dan menyiksa akan daku. Tidak terpaksa bangun pagi, tidak usah mencuci badan, tidak usah pergi sekolah dan melakukan pekerjaan lain yang bukan-bukan. Bahwa merekalah ketiga anak yang tidak ada bandingan mashurnya di Amerika.

Hilangnya mereka membuat warga St. Petersburg panik dan melakukan pencarian besar-besaran. Kapal dikerahkan, mantra roti apung dirapalkan. Tom yang menatap tingkah itu bertanya-tanya siapa yang mati tenggelam, dan baru sadarlah mereka.“Kawan-kawan, aku tahu siapa yang mati terbenam, kitalah.

Setelah berhari-hari bibi Polly pun pasrah, hari Minggu nanti di Gereja akan dilakukan misa arwah. “Benar ia seorang berandal, benar ia meracun hatiku sepanjang hari, tapi kalau suaranya tak terdengar lagi di telingaku, sunyi dan sepilah rasanya di dunia ini bagiku.”

Tapi segala sesuatupun ada hingganya. Kejutan dicipta dengan manis dan nakal. Banyak pula orang-orang yang berdesak-desakan di sekeliling kereta itu, sambil bertempik dan bersorak.

Serupa itu benar yang terjadi. Tidak berlainan serabut juga. Engkau menceritakan seolah-olah engkau hadir sendiri pada malam itu, Tom.” Bagian ketika Tom membual itu sungguh kocak, seolah ada arwah yang merasuki mimpi, kisah absurb yang tiada dua. Tapi akhirnya ketahuan juga. “… sebenarnya tidak sekali-kali saya bermaksud hendak menunjukkan budi yang hina, – sebenar-benarnya tidak. Dusta itu dusta yang berpaedah – buat penghibur hati orang tua. Jika benar ia berdusta, tidaklah aku berkecil hati.

Setelah tepar dua minggu karena sakit. Di tengah-tengah pakansi bercabullah penyakit campak, dan Tom tertawan dua minggu lamanya di atas tempat tidurnya, petualangan berikutnya Tom dan Huck adalah mencari harta karun, menggali tanah di mana-mana. Barang siapa mendapat uang atau harta yang terkubur dalam tanah boleh memiliki harta itu, meskipun di dapatnya di tanah siapa juga. Mereka percaya ada harta terpendam yang patut diburu. Mereka berlaku malam agar tak dicurigai warga. Gelap gulita semalam itu, angin dan badai turunlah menggetarkan insan seluruh alam. Di langit cemerlang bintang sebuah. Sejauh-jauh mata memandang tak adalah lagi bintang yang nampak, hanya yang sebuah itu saja. Lebih menantang lagi dilakuakn pada Jum’at malam. “Semua orang gila tahu, bahwa Jum’at adalah hari nahas, Huck! Bukankah engkau yang pertama-tama mendapat ilmu itu.”

Tom berkata dalam hati bahwa ia seumur hidup tak akan percaya lagi kepada sekalian hakim yang sudah tua. Awalnya terasa sia-sia, namun saat mereka sampai di rumah tua, rumah berhantu. Sekali lagi mereka menjadi saksi, dan wow benar-benar melihat uang dan emas bergelimang dipegang dua orang yang tak asing. Pada sangkanya perkataan uang ‘ratusan’ atau ‘ribuan’ itu hanyalah ada pada hitungan saja, sebenarnya uang itu mustahil bisa sekali terkumpul di dunia ini. Tidak masuk dia akal orang bahwa manusia bisa memiliki uang dollar yang terkumpul sampai beratus, apalagi beribu-ribu.

Dua orang itu salah satunya Joe yang kabur dari persidangan dan mereka merencana jahat lagi. Uang dalam peti itu dipindahkan dan akan disimpan di kamar nomor dua. Angka ini akan jadi teka-teki bak penelusuran detektif. Orang hidup itu hanya sekali beroleh jalan buat mendapat rejeki yang luar biasa. Jika tidak diperolehnya sekali itu maka menimpanglah rejeki tadi dan seumur hidupnya akan tidak bertemu-temu lagi.

Setan-setan itu terpelihara dari peluru kami. Twist dicipta. Joe punya rencana jahat, bukan pembuhan namun lebih kejam, tentang balas dendam. Dan sebuah goa misterius menjadi akhir petualangan mendebarkan itu. “Sangkaku kitab-kitab dari sekolah agama.” Meskipun Injun Joe dengan kawannya sudah dibawa setan pindah ke negerinya, tapi aku tahu sekeliling kita masih banyak kawan-kawannya yang masih hidup.

Mark Twain adalah legenda besar seni tulis cerita anak-anak. Lahir dengan nama Samuel Langhorne Clemens di Florida, Missouri, Amerika pada tanggal 30 November 1835. Sekarang tiap tanggal 30 November diperingati sebagai hari Mark Twain. Semasa remaja dia menggemari kapal-kapal yang berlalu lalang di sungai Mississippi, selama empat tahun dia ikut dalam dalam pelayaran. Ia menjadi tukang cetak di usia muda, merangkap juru tulis. Dari sanalah bakat mengarangnya terasah. Saat Perang Saudara pecah pada tahun 1860 beliau pindah ke California dan mulai menggunakan nama pena Mark Twain yang artinya ‘dua depa dalamnya’. Sebuah istilah yang dipakai awak kapal saat mengukur dalamnya air. Beliau meninggal dunia di Redding, Connecticut pada tanggal 21 April 1910.

Setelah menyelesaikan baca Tom tentu saja saya tak sabar melanjutkan sekuelnya yang mengambil judul Petualangan Huckleberry Finn. Di akhir kisah kita tahu, ia ‘terjerat’ dalam kehidupan normal yang tak disukai. Jiwanya adalah petualang.

“Aku mesti ke Gereja, tidak boleh menangkap langau, tidak boleh bersugi tembakau, tidak boleh menghisap pipa, dan sehari-hari Minggu harus memakai sepatu. Nyonya itu makan jika lonceng berbunyi, ia tidur jika lonceng berbunyi, ia bangun jika lonceng itu berbunyi dan semua meski teratur, semua pada waktunya, hingga manusia biasa saja tidak kuat menurutkan kebiasaannya.”

Huck! Memang begitu aturan hidup.”

Dalam hati mereka bertanya-tanya apa yang bisa diberikan oleh peradaban modern untuk menggantikan zaman yang hilang itu. Mereka berkata, lebih baik jadi anak buah Robin Hood setahun ketimbang menjadi Presiden Amerika Serikat seumur hidup. Bravo Bravo Bravo!

Tom Sawyer: Anak Amerika  | by Mark Twain | diterjemahkan dari The adventure of Tom Sawyer | Penerbit Balai Pustaka | BP No. 804 | pertama dicetak, 1928 | cetakan ketujuh, 2001 | alih bahasa Abdoel Moeis | 226 hlm.; 21 cm | ISBN 979-407-883-2 | perancang sampul Supriyono | CMK 010 | Skor: 5/5

Karawang, 26-301017 – Sherina Munaf – Singing Pixie

Lolita – Vladimir Nabokov

Lolita – Vladimir Nabokov

“Aku akan segera turun, dan jika aku jadi kau sayang, aku tak akan bicara dengan orang asing.”

Sepertinya semua orang (nyaris semua deh) sudah tahu ini buku tentang apa. Ketika kata Lolita terdengar, apa yang pertama terbesit? Gadis lugu yang terjebak cinta sama ayah tirinya? Gadis korban pedofil yang menggoda. Kenes dan misterius. Yup, benar sekali. Tapi saya yakin sekali tak banyak yang benar-benar membaca Novel Nabokov hingga tuntas, apalagi untuk di sini di Indonesia. Sulit sekali membayangkan remaja generasi milenial menikmati Lolita. Saya sendiri butuh perjuangan ekstra. Nyaris lima tahun. Dapat Tukar Pinjam sama Tanti Melia Fajrianti dari Bekasi sejak 2010, saya tak langsung bisa menuntaskannya di kesempatan pertama. Terhenti, lalu tertimbun. Di kesempatan kedua, saya coba baca ulang tahun 2012 dan nyerah lagi, tertumpuk. Setahun berselang, saya paksakan menikmati, dan lagi-lagi tersingkir. Baru tahun lalu saya benar-benar focus. Saya baca ulang kilat di bagian kecil yang dulu saya lahap, lalu dengan kekuatan bulan saya menghukummu Lolita. Lunas. Hufh…, ini adalah jenis bacaan yang tak bisa dinikmati santai. Seperti The Sound and Fury yang berbelit, Lolita menawarkan kisah yang tak mudah dicerna dalam sekali duduk, atau terjemahannya ya? Dan memang mayoritas buku berkualitas butuh telaah lebih agar bisa men-sari-kan isi.

Kita akan diajak berselancar ria bersama Hubert Hubert alias HH, seorang yang digambarkan humble, sabar dan baik hati. Ia dibesarkan dari keluarga kaya pemilik hotel Riviera, Swiss. Jatuh hati pada gadis usai 13 tahun bernama Annabel, tamu hotel. Sayangnya percintaan itu kandas karena Anna meninggal dunia terserang tifus. Kisah tak tuntas terhadap anak awal belasan tahun inilah penyebab utama HH semacam idap pedofil. Anak-anak usia jenis ini, ia lebih suka menyebutnya peri asmara atau nymphet.

Setelah dewasa ia merantau ke Amerika, menikah dengan Valeria dan kandas dengan cepat karena istrinya selingkuh. Profesi sebagai professor sastra di Perguruan Tinggi membuatnya romantis dan introvert, karena gaulnya sama Penulis dan Penyair. Di sinilah di sebuah pondokan di Ramsdale, New England awal segalanya bagaimana ia mencinta gadis 12 tahun bernama Dolores Haze, atau yang lebih kita kenal sebagai Lolita. Charlotte Haze, ibunya jatuh hati sama professor, tapi HH jatuh hati sama putrinya. Cinta macam apa ini?! HH yang kini berusia tiga puluh tahunan, dan mau saja menikahi Charlotte hanya agar bisa mendekati Lolita. Pernikahan kedua yang semu ini suatu hari remuk redam. Charlotte menemukan buku harian HH tentang cinta terpendam putrinya. Dengan gusar ia pun berkemas dan segera memberitahukan family-nya untuk pindah. Takdir berkata, ‘Tunggu, tunggu dulu, kisah tak akan senyaman itu bu.’ Charlotte dalam perjalanan mengeposkan surat nass tertabrak mobil hingga tewas. HH yang pernah berbesit ingin membunuh istrinya justru seakan dapat durian runtuh, ia menganggap bahwa ia punya andil untuk kematiannya, dan memang sudah dituliskan Lolita untuknya.

Berikutnya ya, kisah yang sudah banyak kita dengar. Mereka berkelana Amerika. Tinggal dari satu hotel ke hotel lain, dan sesuai rencana HH yang menginginkan tubuh Lolita, merekapun bercinta. Yah, awalnya seakan kita mungkin menganggap itu pemerkosaan, itu pelecehan seksual anak di bawah umur, itu benar-benar tindakan amoral. Kenyataannya, Lolita-pun menerima lebih lapang. Ketagihan, dan menginginkan lebih. Hasrat seksualnya menjadi tinggi dan secara langsung membentuknya menjadi gadis yang lebih cepat dewasa daripada umurnya. Karena usianya yang masih remaja, ia disekolahkan HH. Tapi api cemburu cepat membakar ayah/kekasih ini, ia mudah tersinggung kala melihat keakraban Lolita dengan teman-temannya sehingga mereka berpindah lagi, lelaki tua posesif. HH lalu menganggap Lolita tak perlulah sekolah umum, ia bisa belajar arti kehidupan dari berkelana. Namun mau sampai kapan? Ada kalanya kaki ini juga lelah melangkah.

Akhirnya apa yang ditakutkan HH terjadi, Lolita jatuh hati dengan Penulis drama yang pernah dimainkan Lolita. Clare pun sudah tua, lelaki angkatan HH. Mereka memutuskan kabur, berkelana meningalkan HH yang frustasi dan menggila. Bagian ini benar-benar menyentuh, sampai-sampai mungkin kalian malah bersimpati. Bertahun-tahun tak berkabar suatu ketika HH menerima sepucuk surat dari Lolita yang kehabisan duit. Dengan semangat 45 HH mendatanginya. Lolita kini sudah dewasa, hamil dan waktu menerpanya menjadi perempuan mandiri. HH yang merasa rindu memohon kepadanya untuk kembali, mengajaknya memulai baru. Maukah Lolita bersama dengan lelaki yang sudah merusak masa kecilnya? Berhasilkah HH menjalin asa untuk kesempatan kedua? Nabokov menyajikan kisah panjang itu dengan cara yang tak biasa. Kalian pasti berkali-kali mengernyitkan dahi, dan saat akhirnya di lembar terakhir kalian akan bernafas lega seakan sudah melewati jalur roller coaster yang berliku. Dan mungkin berteriak, ‘Bravo!’

Nama yang aneh, Hubert Hubert. Gara-gara nama ini saya pernah mengusulkan nama putriku yang kedua Hermione Hermione kepada May, tapi ditolak mentah-mentah. “Maksudnya apa coba? Mengulang nama persis, macam ga ada nama lain!” Yah, karena pemberian nama harus kesepakatan bersama tentunya, maka dengan senyum saya ngalah. Padahal kalau dipikir-pikir, terdengar keren ya. Makanya saya terkadang memanggilnya HerHer.

Kovernya terlihat provokatif, namun memang mewakili isi keseluruhan. Gadis berseragam berhadapan dengan lelaki bercelana panjang, necis. Mengedepankan nama Lolita dengan front huruf besar, jelas jualan utamanya. Majalah Time sekalimat bilang, “Satu dari tiga novel paling berpengaruh di dunia…” Yup, saya setuju. Kalau berpengaruh saya setuju, kita pasti setuju tapi kalau terbaik, tunggu dulu. Secara keseluruhan memang novel yang sangat bagus, tapi kalau di rank saya tak akan memasukkannya ke dalam sepuluh besar, apalagi tiga. Bahasanya yang tak nyaman, kisahnya yang tak patut ditiru, dan kaidah cinta yang sungguh bencana.

Vladimir Nabokov (1899-1977) lahir di Rusia, ia menetap di Amerika dan Lolita adalah karya tulis yang paling dikenal. Novel ini di zamannya sulit diterima Pembaca umum karena dianggap tak senonoh. Pertama terbit justru di Perancis oleh Penerbit Olympia Press pada tahun 1955 yang dengan instan menuai sukses penjualan, sesuatu yang kontroversi memang selalu menarik. Hanya butuh setahun untuk dicekal, tapi dua tahun kemudian muncul cetakan berikutnya di Amerika oleh Penerbit G.P. Punam’s Sons. Di sana pun menjadi best seller, dan selanjutntya tak terbendung. Judul aslinya: Lolita, Pengakuan Seorang Duda.

Berkat novel ini, nama Lolita jadi ikonik lalu muncullah kata lolicon atau Lolita complex yang berarti menyukai gadis di bawha umur, istilah lain dari pedofil. Lolita berasal dari bahasa Spanyol yang secara diminutive dari kata lola, dalam bentuk lain bisa Dolores berarti penderitaan. Di Latvia setiap tanggal 30 Mei diperingati sebagai hari nama Lolita.

Ini dia, kauingat kata-kata Kipling: Une femme est une femme, mais un Caporal est une cigarette? Sekarang kita butuh korek api.” – seorang wanita tetaplah wanita tapi seorang kopral adalah sebatang rokok.

Lolita | by Vladimir Nabokov | diterjemahkan dari Lolita | copyright 1955 by Vladimir Nabokov | Penerbit Serambi | penerjemah Anton Kurnia | pewajah isi Nur Aly | cetakan IV: September 2008 | ISBN 978-979-1112-86-4 | Untuk Vera | Skor: 5/5

Karawang, 261017 – Sherina Munaf – Ku Bahagia

A Farewell To Arms – Ernest Hemingway

A Farewell To Arms – Ernest Hemingway

Aku akan sangat bahagia jika aku diberi kesempatan untuk menetap di sana dan melayani Tuhan sepenuhnya.

Di film Silver Lining Playbook, Bradley Cooper di awal film terlihat malam-malam melempar sebuah buku keluar jendela sampai kacanya pecah dengan perasaan gusar dan marah. Buku itu seperti yang terlihat saat gambar close up, adalah A Farewell To Arms. Cooper kesal karena ending-nya yang menyajikan nihilitas. Perjuangan manusia di era perang, seorang serdadu yang terluka jatuh hati, muak akan perang dan saat mempunyai pilihan lain yang terlihat lebih manusiawi sak memasuki surga dan tentu saja terlihat masuk akal, ia mengambilnya. Serdadu itu bersama kekasihnya kabur dari perang dan rasanya akan jadi kisah bahagia saat ia hamil. Anak adalah pelengkap kebahagian. Sayangnya ini bukan produksi Disney, tragedi dicipta di penghujung cerita.

Apa yang dirasakan Cooper, mayoritas dirasakan pembaca jua, termasuk saya. Bukan karena buku ini bercerita tentang sesuatu yang tanpa poin, tapi justru karena kisah yang pilu seperti inilah yang membuat buku jadi begitu terkesan. Saya ikut kesal akan hidup, saya terbawa kesal akan semua pilihan yang terbentang itu sama-sama berakhir busuk. Nasib memang tak ada yang tahu, tapi saat ada pilihan yang tampak lebih bagus patut dicoba. Kalian bisa saja menumpuk uang untuk menjadi kaya, memiliki istri cantik bak bidadari atau terkenal dan bahkan kalau mau jadi raja. Tapi tetap hidup akan berakhir juga, hikayat Nicholas Flamel tetaplah fiksi.

Kisahnya tentang seorang tentara yang diterjunkan di Perang Dunia Pertama. Tentang sopir ambulan Henry Frederich di Italia. Ia adalah seorang Amerika imigran Inggris. Ia sangat berdedikasi. Mengikuti segala aturan main, menjalankan tugas dengan sepenuh hati. Ia menjadi saksi bagaimana para serdadu bergelimpangan terluka. Ada yang hanya perlu perawatan, kehilangan permanen anggota badan sampai yang mati. Kisah-kisah pahlawan yang didengungkan itu mulai mengusik. Di Gorizia, utara Plava, sebuah perbatasan Italia – Austria ia jatuh hati dengan seorang perawat janda. 

Teman-teman memanggilnya Tenente (Letnan). Sampai suatu kejadian di sungai Isonzo membuatnya terluka kena tembak sementara rekannya tewas di tenpat. Setelah mendapat perawatan di pos medikal ia dipindahkan ke rumah sakit. Kakinya terluka parah sampai harus dilakukan operasi pengambilan proyektil di lututnya. “Kupikir aku sudah mati, kemudian aku sadar aku masih bernafas.” Dalam proses penyembuhan itulah ia menjadi lebih dekat dengan perawat cantik Catherine Bakley yang menyusul ke Milan. Jalinan kisah kasih ini menjadi opsi berikutnya. Akankah ikut kembali maju ke front depan perang ataukah menikah dan menjauh dari segala hiruk pikuk? Mereka memutuskan pilihan kedua. Dengan sebuah perahu mendayung malam-malam kabur ke Swiss melalui danau. Dengan kenekatan itu Henry dicari polisi militer sebagai disester. Tapi dengan penuh perjuangan ia berhasil kabur, hidup bahagia dan tinggal di sebuah hotel di mana jendelanya menghadap pegunungan di daerah Montreux. Saat akhirnya hidup sepertinya nyaman, Ernest memberikan pukulan telak buat Pembaca. Kenapa?

Novel terbaik Ernest sejauh ini. Saya baca tahun 2010, jadi buku pertama yang saya dan tetap terbaik setelah menyelesaikan The Old Men and Sea serta The Sun Also Raises. Ini memang novel yang tak akan bisa menyenangkan semua pihak, tapi jelas sangat menyentuh. Bagiamana  bisa harapan dan impian itu dihancurkan bak piring yang terhempas ke lantai dengan kekuatan penuh. Sejatinya kisah ini semiotobiografi. Ditulis dengan banyak kalimat langsung, pengalaman jurnalisnya diterlihat jelas di sini. 

Kisah ini menawarkan ironi. Henry diusulkan Pemerintah mendapat medali perak kehormatan atas tindakan heroik nan dedikasinya atas negara dalam perang. Sejatinya saat serangan itu ia sedang menyantap keju di parit perlindungan! “Aku terkena ledakan saat sedang menyantap keju. Aku tak melakukan apa-apa” Buku ini walau bersetting perang, tak akan mendetail bagaimana rentetan senjata terdengar, bom-bom yang menggelegar atau teriakan serang membahana. Tidak, kalau kalian berharap cerita heroik semacam itu kalian akan kecewa. Buku ini lebih banyak menyoroti sisi psikologis para serdadu, efeknya, dan, bagaimana pasukan menghadapi keseharian, perasaan terpendam, pilihan hidup, dan cinta. Ah cinta memang indah. 

Ernest Hemingway lahir di Oak Park, Illinois, Chicago pada tanggal 21 Juli 1899. Anak kedua dari seorang ayah dokter dan ibu memiliki kemampuan menyanyi yang bagus. Sewaktu kecil ia sering didandani sama dengan saudarinya Marcelline karena keinginan ibunya memiliki anak kembar tak kesampaian. Sampai-sampai mereka mirip dan dipanggil si kembar, untuk Ernest mendapat panggilan sayang ‘Ernestine’. Pengalaman pertamanya bersinggungan dengan karya tulis terjadi di SMA Oak Park dan River Forrest karena berkontribusi dalam majalah sastra sekolah Trapeze dan Tabula. Esnest tak kuliah, ia langsung menjadi reporter The Kansas City selepas lulus tahun 1917. Ayahnya komplain, sehingga ia pun memutuskan gabung di Perang. Karena pengelihatannya yang buruk, ia gagal masuk tentara tapi tetap berangkat perang sebagai sopir ambulan. Pada tanggal 8 Juli 1918 ia terluka saat mengirim pasokan kepada tentara. Dan harus dirawat di Milan. Di sana ia berkenalan dengan perawat palang merah, Agnes von Kurowsky yang lebih tua enam tahun. Nah, kalian pasti menemukan klik dengan buku ini-kan?

Setelahnya ia lebih aktif menulis. Debut sesungguhnya adalah In Our Time yang rilis tahun 1925. Ia berkenalan dengan Penulis The Great Gatsby, F Scott Fitzgerald di Dingo Bar. Mereka bersahabat dan saling tukar tulisan, saling kritik dan membantu. Namun pada akhirnya mereka berkompetisi dan bersaing, apalagi istri Gerald, Zelda kurang suka Ernest yang suka mabuk, bahkan menuduhnya homo sehingga memintanya menjauh.

Pada tahun 1929, buku yang saya ulas ini terbit. Dan setelahnya adalah kisah panjang kehidupan Penulis yang termahsyur. Setelah percobaan yang gagal, tiga minggu kemudian pada tanggal 2 Juli 1961 ia melakukan bunuh diri dengan senapan yang dibelinya di Abercrombie and Fitch, ia memilih cara ini karena depresi. Ah satu lagi penulis meninggal bunuh diri. 

Ending buku ini adalah ini, “Setelah kuusir mereka keluar dan menutup pintu lalu menyalakan lampu, tak ada gunanya. Seperti mengucapkan selamat tinggal pada patung…” yup, bahkan Ernest memberi akhir bukunya dengan rasa depresi yang seakan meramalkan akhir perjalanannya di dunia fana ini.

Dia memandangku dalam kegelapan. Aku marah namun ada keyakinan dalam diriku bahwa ini bagaikan permainan catur yang dapat kulihat jelas arah permainannya.

Pertempuran Terakhir: Luka Batin Seorang Serdadu | by Ernest Hemingway | diterjemahkan dari A Farewell To Arms | penerjemah Adelia Artanti R | penyunting Lilih Prilian Ari Pranowo | tata letak Galih W | pemeriksa aksara Giri dan Tika | perancang sampul Gunawan dan Julian | Penerbit Narasi | 348 hlm; 15 x 23 cm | ISBN  (10) 979-168-203-8 – (13) 978-979-168-203-9 | cetakan pertama, 2010

Karawang, 09-26 – 09-10 – 17 – Elthon John – Sacrifice – The Cranberris – Salvation

Prajurit Schweik – Jaroslav Hasek 

Prajurit Schweik – Jaroslav Hasek

Setiap kata yang mereka ucapkan adalah kata-kata penghianatan tingkat tinggi. Kalau terdengar oleh polisi rahasia sudah pasti mereka dikirim langsung ke tiang gantungan.

Dari sekian banyak buku, rasanya ada yang kurang kalau tak mencantumkan humor. Saya harus mencantumkan minimal satu, karena hidup memang butuh bercanda. Sastra ada, politik ada, kebudayaan ada, klasik banyak, fantasi apalagi. Nah kalau buku yang bikin ketawa-ketiwi? Jarang sekali. Saya putuskan pilih buku asal Austria ini karena memang ini istimewa. Karakter utama, saking tololnya serasa tak ada beban hidup. Hoki yang sering menyelimuti, nasib orang-orang sekitar yang rumit sampai hiruk pikuk Perang Dunia Pertama dengan sudut pandang warga kebanyakan. Hebat kalau kamu tak terpingkal-pingkal.

Dibagi dalam tiga bagian, Pertama: Di Garis Belakang yang menyoroti perjalanan awal mula perang, kehidupan sehar-hari sang prajurit yang menjual anjing biasa dengan harga mahal sampai akhirnya akan diterjunkan ke dalam perang. Bagian Kedua: Di Garis Depan berkisah Schweik yang menuju perang. Bagian Tiga: Kekalahan Yang Gilang Gemilang tentang masa-masa Austria yang luluh lantak.

Schweik mungkin adalah orang paling polos sedunia. Hidup di era Perang Dunia, tak membuatnya gentar untuk ikut ambila bagian dalam perang. Sayangnya ia dikeluarkan dari dinas militer karena menderita lemah akal kronis. Lalu ia pun hidup sebagai penjual anjing, di mana anjing biasa ‘disulap’ sehingga bisa dijual mahal. Peristiwa terbunuhnya putera mahkota Ferdinand di Sarajevo yang menjadi pemicu Perang itu turut mengubah nasibnya. Di sebuah kedai ia ditangkap karena dianggap menghianati Negara, tapi berikutnya malah membuatnya dikirim ke rumah sakit jiwa. 

Nasib mengantarnya kepada Pendeta militer Otto Katz. Selama di sana ia melayani dengan sepenuh hati, namun gara-gara kalah judi sang pendeta sampai mempertaruhkannya. Schweik yang mendengar tuannya berhutang 100 kron, membantunya tapi Otto malah menggunakan untuk judi lagi dan kalah. Sehingga dengan sedih dan raungan tangis ia terpaksa menyerahkan Schweik kepada Letnan Lukash. 

Bergabungnya Schweik dengan sang letnan berbuah keputusan yang tak diduga-duga. Berawal dari burung peliharaan yang dimakan kucing, gara-gara Schweik mencoba mengakrabkan mereka eh saat burung itu didekatkan ke muka si kucing ya langsung disikat. Tolol! Schweik yang kesal meminta saran tuannya hukuman apa yang pantas, kurung seminggu! Si kucing diomeli dan diperintahkan masuk sel, ya kabur. Sampai di bagian ini saya tak bisa berhenti tertawa. Kok yo ada orang macam gini.

Saat tuannya ingin anjing, Schweik menghubungi temannya. Mereka merencana mencuri anjing berkelas, caranya bak drama detektif di mana mereka menyamar, berkomunikasi dengan pemilik, menyiapkan hati dan saat hari H eksekusi sukses. Letnan Lukash terpukau ada anjing sebagus ini. Schweik dipuji dan diberi duit bonus. Tapi ini hanya lapisan dasar, bencana itu saat ia mengajak anjing jalan-jalan dan pemiliknya mengklaim. Lebih heboh lagi, pemiliknya adalah bosanya! Kamv**t. insisden ini membuatnya dikirim ke garis depan perang bergabung ke resimen 91, Schweik turut serta.

Di kereta lagi-lagi ia berulah. Saat dalam gerbong ada tiga orang, satu orang asing botak itu diam saja. Si Tolol gatal, ngajak ngobrol. Tapi caranya sangat salah, dengan menjelaskan detail segala teori kebotakan. Dan apesnya, si botal itu adalah big bos yang sedang menyamar, ‘berpakaian preman’ untuk inspeksi. Schweik terusir, Letna diomeli tak bisa menjaga pelayannya. Selesai? Enggak. Schweik ngobrol dengan petugas kereta, dan ia iseng bertanay apa fungsi ‘rem emergency?’, dia menjelaskan saat ada sesuatu abnormal maka rem itu tinggal ditarik dan kereta akan berhenti. Serius? Dan kita tahu kereta api itu pada akhirnya berhenti di tengah perjalanan, yang membuat Schweik diturunkan di stasiun berikutnya dan dikenai denda.

Dan seterusnya dan seterusnya. Di stasiun ia tak bertanda pengenal, lalu dianggap prajurit kabur, lalu dianggap mata-mata Rusia, lalu dikirim paksa ke perang, lalu dihukum kurung lagi, lalu bertemu Pendeta mabuk yang absub , lalu kecamuk perang pecah. Segala yang disentuhnya remuk redam. Segala yang dekat dengannya seakan bernasib sial 13. Perang Dunia itu mencatatkan Austria kalah dan Negara dalam kondisi mengenaskan. Selamatkah ia?

Sayang sekali banyak typo. Kualitas terjemahan bagus, cetakan dengan kertas HVS, sampul kuat, pemilihan kover keren, dan penampilan dalam format huruf kecil-kecil. Sudah sangat memuaskan, hanya saja salah ketik tersebar, seharusnya sebuah buku (apalagi yang sudah nyaris sempurna gini) harus ada proof reader dan penyunting. Jangan hanya seorang penerjemah, seorang yang merangkap triple job. Sesuatu deh.

“Saya selalu ingin berbuat baik untuk kebaikan tuan dan bukanlah kesalahan saya bila hasilnya tidak seperti yang diharapkan.”

Prajurit Schweik | by Jaroslav Hasek | diterjemahkan dari The Good Soldier Svejk | penerjemah Djokolelono | Penerbit PT Dunia Pustaka Jaya | perancang sampul Muhammad Roniyadi | pertama dicetak tahun 1978 | cetakan ketiga, 2008 | PJ 351-03-2008 | ISBN 13: 978-979-419-106-4 | dicetak oleh Grafika Mardi Yuana, Bogor | Skor: 5/5

Karawang, 251017 – Sherina Munaf – Cinta Pertama dan Terakhir