Beautiful Mind – Sylvia Nasar

Sebuah biografi yang indah. Seperti inilah seharusnya perjalanan hidup seorang tokoh dibuat. Detail, seru dan (seolah) tampak mengesankan. Salah satu biografi terbaik yang pernah kubaca. Untuk menuntaskan 600-an halaman ini saya butuh perjuangan. Setahun setengah terbengkelai, awal bulan ini karena sudah diminta balik sama yang punya, saya kebut dan butuh dua hari penuh (16 – 17 Sep 17) untuk menyelesaikan baca. Penuh dalam artian tak membaca cabang buku lain, tak menulis blog dulu dan fokus di libur – efeknya diomel Meyka karena waktu luang pegang buku mulu. Hasilnya? Sepadan, it’s  A beautiful book.
Tentu saja. Ya tentu saja saya tahu kisah John Forbes Nash Jr. – Genius dalam matematika, penemu salah satu teori perilaku rasional, teori permainan, orang dengan visi tentang pemikir ini pertama tahu dari film yang dibintangi Russel Crowe. Ketika memutuskan baca pinjam dari Putri, teman sekantor pun semua (yang tahu) langsung berujar – sudah ada filmnya. Jadi apa yang baru? Apa menariknya? Ternyata banyak. Seperti yang sudah-sudah, buku tentu saja jauh lebih bagus dan berkelas karena media tulisan penjabarannya luas dengan mengajak pembaca melalangkan imaji. Kisahnya panjang. Sangat panjang, dan rasanya hanya cocok untuk pelahap kertas sejati.

John Fobes Nash Jr.  lahir pada 13 Juni 1928 di Bluefield, Virginia Barat. Lahir dari seorang ayah insinyur listrik dan ibu guru bahasa Latin. Memiliki saudara perempuan Martha yang lebih muda dua tahun. Selesai sekolah dengan nilai bagus, ia mendapat beasiswa ke Carnegie. Berikutnya ia melanjutkan pascasarjana, dengan empat pilihan prestise. Awalnya ia akan ke MIT – Massachusetss Institute of Technology yang bergengsi tapi jalan membentuknya ke kampus Princeton. Di sanalah kegilaan pikiran Indah itu dijalani.

Kisah benar-benar menarik era kuliah, pascasarjana dan menjalani profesi awal sebagai pengajar. Nash adalah seorang egois, benar-benar selfish. Omong besar, suka hoperbolis tentang kehebatannya menghitung, penyendiri, introvert, ga asyik. Semua sifat buruk yang tak enak untuk dijadikan sahabat ngobrol sambil ngopi di kafe. Sering meremehkan orang sekitar, bahkan bahasanya yang blak-blakan membuat teman-temannya menjauh. Takut wajib militer sehingga segala daya dan upaya dibuat agar tak dikirim ke Perang Korea. 

Bagian paling memuakkan adalah saat pacar simpanan seorang perawat sederhana Eleanor Stier hamil. Sebagai pria dewasa berpendidikan sejatinya harus menikahi. Nyatanya, ia cuek. Sebagai professor MIT yang disegani, ia malah mengajukan agar nanti saat putranya lahir diberikan kepada keluarga yang mau menampung,  supaya ekonomi lebih terjamin. Di pikirannya bahkan tak ada niat untuk merawat, membiayai atau memikul tanggung jawab. Fak. Padahal ia yang memberi nama dengan ego sama, John David Stier. Eleanor yang lebih tua lima tahun, mengadu ke orang tua Nash: Margaret Virginia Mastin dan John Nash Sr. membuat mereka marah besar dan meminta menikahinya. Namun saat bersamaan kesehatan sang ayah memburuk hingga akhirnya meninggal. 

Lebih parah lagi, suatu hari Eleanor memergoki Nash tidur sama mahasiswi-nya. Marah-marah ke Nash karena tak berperikemanusiaan. Marah kepada Alicia Lopez-Harrison de Larde, sang mahasiswi jurusan fisika. Seorang imigran El Salamon yang lebih cantik dan terlihat cerdas. Dalam posisi seperti ini, wajarnya Alicia mundur dan membiarkan mereka menikah. Tapi tidak, mereka mencipta riak-riak kehidupan menjadi gejolak. Alicia mengundang Eleanor, membuatnya mabuk dan menodong cerita lengkapnya. Dari situ ia tahu, pacar simpanan Nash adalah perempuan biasa yang tak selevel dengan derajat otak mereka dan memutuskan Maju Terus! Gila. Moral sudah ditimbun di tempat sampah.

Menikahlah Nash dengan Alicia dengan acara sederhana di gereja Episkopal di St. John, Washington D.C. dalam suasana mendung. Mulai dari sini cerita kehidupan Eleanor dan anak haramnya mulai disingkirkan, hanya dijelaskan John David dititipkan dari rumah ke rumah dan ibunya berjuang hidup dengan kerja serabutan. Setahun berselang Alicia hamil dan kegilaan Nash mulai tampak. Ada yang bilang Nash menderita skizofrenia gara-gara kehamilan Alicia. Ada juga yang bilang pemicunya kecewa karena seorang mahasiswa Italia berhasil memecahkan persamaan eliptik yang sedang coba diurainya. Konon delusinya juga dipicu ambisi tak berbatas untuk memecahkan hipotesis Riemann yang merupakan sebuah tantangan besar matematikawan. Apalah itu, Alicia yang mulai khawatir suaminya makin menggila, terpaksa mengirimnya ke rumah sakit jiwa. Tragis, John kedua lahir saat sang ayah dikarantina. Itu artinya kedua anaknya lahir tanpa bisa menemani proses persalinan. 

Seminggu berselang, setelah mengadakan jamuan minum teh yang disebuat Mad Hatter Tea. Nash yang kecewa, mengambil langkah berani dengan mengundurkan diri dari MIT dan pergi ke Eropa. Tujuan? Ingin mencabut kewarganegaraan Amerika-nya untuk menjadi warga negara dunia. Delusi serangan alien dan bahwa ia adalah yang terpilih di jagat raya. 

Oiya, ia pernah juga menjadi karyawan RAND, sebuah institusi eksekutif memecahkan kode yang terhubung dengan Pentagon. Sayangnya ia dipecat dengan tak hormat, gara-garanya ia kedapatan berkencan sesama jenis di suatu dini hari di mana teman kencannya adalah polisi yang menyamar. Kisah penyimpangan seksnya dijabarkan dalam bab padat yang menyakitkan. Bahwa ia memiliki tiga teman istimewa, dan salah satunya yang berinisial ‘B’ yang membuatnya sakit hati hingga menyebutnya iblis. Bagian ini tentu saja menyinggung Alan Turing dari Inggris, seorang jenius bunuh diri gara-gara didakwa bersalah karena homo.

Dan begitulah, setelahnya fokus akan terus memacu personalitas lebih dalam kejiwaan Nash, dirawat dari rumah sakit satu ke rumah sakit lain. Dari rumah sakit swasta elit, swasta kelas menengah hingga kehabisan dana dan dipindahkan ke rumah sakit pemerintah yang disubsidi. Dari terapi insulin, terapi kejut sampai proses penyembuhan yang memilukan. Kabar duka datang silih berganti. Kematian ibunya, perceraian dan perginya Martha menjauh dengan keluarganya sendiri, membuat ia kini sendiri. Benar-benar sebatang kara mengarungi kerasnya kehidupan. Tapi orang-orang Princeton memberi ruang untuknya, sekedar membaca di Perpustakaan, diterima dengan tangan terbuka di Fine Hall, bermain catur dan memenuhi kebutuhan dasar sebagai balas budi seorang alumni, seorang legenda. 

Tahun 1978 ia mendapat John von Neumann Theory Prize, sebuah penghargaan yang diilhami dari profesornya. Lalu Sampai akhirnya seperti yang kita semau tahu, tahun 1994 menerima Nobel Bidang Ekonomi – Nobel Memorial Prize in Economic Sciences. Menurutku yang paling menyedihkan dari semua kisah ini adalah, saat Nash Jr. ada di puncak, saat ia diakui karyanya dengan ganjaran tertinggi, orang terkasih: orang tuanya sudah tiada. Kalimat umum saat ditanya general apa cita-citamu, ‘membuat bangga orang tua’ itu tak mewujud nyata. Walaupun sang mantan istri akhirnya mendukung, sang adik menemani dan anaknya memaafkan, rasanya ada yang hampa. Ada yang kurang.

Sebagai penemu teori Nash equilibrium, Nash embedding theorem, Nash fuction dan teori Nash-Moser. Nash sesungguhnya kurang lengkap penghargaannya karena penghargaan empat tahunan Medal Field yang bergengsi sebagai matematikawan lepas. Award yang nyaris itu, terlepas dalam momen dramatis sebelum ia diserang skizofrenia, dan dalam pikiran (juri) mungkin empat tahun lagi masih ada peluang dapat kesempatan, sayangnya ia keburu dikirim ke rumah sakit jiwa. Ambisi berlebih memecahkan hipotesis Riemann-lah menurutku yang paling merusak. Kehebatannya (mencoba) mematahkan teori bapak Ekonomi dunia, Adam Smith yang fenomenal – teori Invisible Hand menurutku masih perlu diuji keabsahannya. Kata panitia Nobel bilang butuh waktu setidaknya 50 tahun lagi untuk bisa benar-benar merealisasikan teori Ekuilibrium atau kesetimpangan sebagai solusi ekonomi. Ambisi berlebih, semua butuh waktu. Apapun itu kontribusi Nash memang mewujud, kita hanya bisa berandai-andai ah seandainya ia FIT di usia emas.

Karena buku ini istimewa, maka untuk menyimpan memori dalam blog, saya kutipkan judul bab, kutipan pembuka dari tokoh-tokoh besar beserta sebagian kecil yang menarik di Bab itu.

Sebuah lomba, dan sebuah kemenangan lagi. Syukur atas hati nurani yang kita miliki. Syukur atas kelembutan, keriangan, dan ketakutan yang ditimbulkannya. Apalah kejahatan sekuntum bunga selain diam menunggu mati tanpa ada yang menangisi. – William Wordsworth, “Intimation of Immortality”

Prolog – Sama seperti patung…, sama seperti Newton. Kacamata tebal, wajah pendiam. Yang merenung dan terus merenung. Menjelajah samudera pikiran serba asing, sendirian. – William Wordwoth

Emil Kraepelin yang mendefinisikan kelainan ini pertama kalinya pada tahun 1896 menyebutnya ‘dementia praecox’, penyakit yang bukan meluluhlantakkan akal sehat melainkan menyebabkan kerusakan mendasar pada kehidupan emosional dan kemauan. – halaman 12-13

Bagian Satu – A Beautiful Mind

#1. Bluefield (1928 – 45) –  Aku diajari untuk merasa, mungkin terlalu mendalam. Maka aku jadi kelewat mandiri… – William Wordworth

Bluefield yang diberi nama demikian karena banyaknya ladang chicory (Chicory atau Cichorium intybus adalah sejenis tumbuhan bunga biru asal Eropa dan Afrika, daunnya kerap dijadikan salad). Selain dibudidayakan di ladang-ladang dan lembah-lembah di sekeliling kota kecil pedalaman. – 25-26

#2. Carnegie Institute of Technology (Juni 1945-Juni 1948) – Kala itu sedikit sekali orang mau menjadi ahli matematika. Sama langkanya dengan orang yang mau jadi pianis sebuah konser. – Raoul Bott, 1995

Pada musim semi 1948 – yang merupakan tahun ketiga kuliahnya di Carnegie – Nash telah diterima oleh empat program pascasarjana ternama di Amerika dalam bidang matematika, yakni Harvard, Princeton, Chicago dan Michigan, masuk ke salah satu lembaga pendidikan tinggi tersebut pada dasarnya merupakan sebuah prasyarat untuk karier akademik yang cemerlang di kemudian hari. – 53

#3. Pusat Jagat Raya (Princeton, Musim Gugur 1948) – … sebuah perkampunagn dengan tata upacaranya yang unik. – Albert Einstein. – … pusat matematika di seluruh jagat raya. – Harald Bohn

Kontribusi paling besar, tentu saja adalah bom atom. Wigner di Princeton dan Leo Szilard di Colombia menyusun sebuah surat lalu mereka bawa kepada Einstein untuk ditandatangani, yang mengingatkan Presiden Roosevelt bahwa seorang fisikawan Jerman, Otto Hahn di Kaiser Friedrich Institute di Berlin telah berhasil membelah atom uranium. Lise Meitner, seorang Yahudi Austria yang melarikan diri ke Denmark melakukan perhitungan matematis tentang bagaimana sebuah atom dapat dibuat dari penemuan-penemuan tersebut. Niels Bohns, fisikawan Denmark berkunjung ke Princeton pada tahun 1939 lalu menyebarluarkan kabar itu. “Justru merekalah, bukan ahli-ahli kelahiran Amerika yang pertama kali menemukan implikasi militer atas pengetahuan baru ini,” tulis Davies. Presiden Roosevelt menanggapi dengan menunjuk sebuah dewan penasehat untuk urusan uranium dalam bulan Oktober 1939, dua bulan sebelum perang pecah, yang akhirnya berkembang menjadi Proyek Manhattan. – 68

#4. Sekolah Para Genius (Princeton, Musim Gugur 1948) – Bincang-bincang menambah pengetahuan, tetapi hening adalah ciri para genius. – Edward Gibbon

Melvin Hauner belakang berujar, “Anda datang ke sana untuk bicara soal matematika. Mengungkapkan gosip Anda sendiri. Bertemu dengan dosen. Bertemu dengan teman-teman. Membicarakan pemecahan masalah matematika. Berbagi bacaan seputar matematika terkini.” – 80

#5. Genius (Princeton, 1948 – 49) – Untunglah aku tidak membiarkan diriku terpengaruh. – Ludwig Wittgentein

Einstein belum pernah bisa ‘menerima bahwa jagat raya terfragmentasi atas relativitas di satu sisi dan mekanika kuantum di sisi lain.’ menjelang ulang tahunnya yang ke tujuh puluh tahun ia masih mencari seperangkat alat tunggal, konsisten, yang berlaku untuk semua gaya dan partikel yang berbeda-beda di jagat raya dan sesungguhnyalah ketika itu ia sedang menyiapkan sebuah makalah yang belakangan menjadi makalah terakhirnya – teori medan terpadu (unfied field theory). – 90

#6. Permainan (Princeton, Musim Semi 1949)

Permainan ‘John’ atau ‘Nash’ merupakan sebuah contoh indah permainan zero-sum untuk dua orang dengan informasi selengkapnya yang memungkinkan seorang pemain selalu memiliki strategi untuk menang (zero-sum: situasi yang menyebabkan keunggulan pada salah satu pihak sudah pasti mengharuskan pihak lain kalah). Catur dan tic-tac-toe juga permainan zero-sum untuk dua orang dengan informasi lengkap tetapi keduanya masih masih bisa berakhir dengan kedudukan seri. ‘Nash’ benar-benar permainan topologi. ‘Anda dapat berjalan kaki dari Meksiko ke Kanada atau berenang dari California ke New York, tapi tidak dapat melakukan keduanya sekaligus.” Itu menjelaskan mengapa tidak pernah ada kedudukan seri, bahkan jika kedua pemain mencoba mengalah, salah satu dari mereka pasti menang, suka tidak suka. – 101-102

#7. John von Neumann (Princeton, 1948 – 49)

Apapun yang disentuh oleh von Neumann terimbas oleh daya pikatnya. Dengan keberaniannya masuk bidang-bidang yang jauh dari matematika. Ia mengilhami para genius muda termasuk Nash untuk berbuat serupa. Pendekatannya merupakan lampu hijau bagi gerenasi muda yang berbakat menjadi pemecah masalah, alih-alih hanya ahli dalam kejuruan masing-masing. – 109

#8. Teori Permainan – Penemuan teori-teori yang sengaja sangat disederhanakan merupakan salah satu teknik penting dalam sains, khususnya ‘ilmu-ilmu pasti’ yang memanfaatkan analisis matematika secara ekstensif. Apabila seorang ahli biofisika dapat memanfaatkan model-model yang disederhanakan untuk sel, begitu pula ahli ruang angkasa dapat menggunakan model-model yang disederhanakan untuk jagat raya, maka masuk akal jika permainan yang disederhanakan juga dapat digunakan sebagai model-model untuk konflik-konflik yang rumit. – John William, ahli strategi

Bagi matematikawan muda ambisius macam Nash, celah dan cacat pada teori von Neumann sama menantangnya dengan ketiadaan ether sebagai media perambatan gelombang cahaya yang pernah dirasa janggal oleh Einstein muda. Nash langsung memulai memikirkan masalah yang menurut von Neumann dan Morgenstern merupakan batu ujian paling penting bagi teori tersebut. – 116

#9. Masalah Tawar-Menawar (Princeton, Musim Semi 1949) – Bagaimanapun, kami berharap bisa mendapatkan pemahaman yang sesungguhnya atas masalah pertukaran dengan mempelajarinya dari sudut yang berbeda sama sekali, yakni dari perpektif ‘strategi permainan’.” – Von Neumann dan Morgenstern, The Theory Of Games and Economic Behavior, edisi kedua, 1947

Ingat bahwa Edgeworth pernah menyebut masalah kontrak sebagai sesuatu yang ‘tak tertentukan’ atau ‘indeterminate’. Dengan kata lain, jika yang diketahui tentang seorang perunding hanyalah kesukaannya (preferensinya), orang tidak dapat meramalkan interaksinya atau cara yang diusulkannya untuk berbagi kue. Alasan ketakteraturan itu tampaknya sesuatu yang jelas bagi Nash. Baginya, masalah yang pokok adalah ketiadaan informasi yang memadai, oleh sebab itu orang harus menambah asumsi-asumsi tambahan. Teori Nash mengasumsikan ‘kedua individu mempunyai peluang untuk kerja sama yang sama-sama menguntungkan lewat lebih dari satu cara.’ Yang menghebohkan dari makalah Nash adalah bukan tingkat kesulitannya atau kedalamannya atau bahkan keanggunan dan generalisasinya, melainkan karena makalah itu menyediakan jawaban atas sebuah masalah penting. Jika Anda membaca makalah Nash saat ini, Anda akan tersentuh oleh originalitasnya. Gagasan seolah datang begitu saja. Padahal yang terjadi tidak demikian. – 120-121

#10. Gagasan dan Tandingan Nash (Princeton, 1949-50) – Saya memainkan permainan non-kooperatif guna menandingi von Neumann alih-alih untuk mendapatkan dukungan. – John F. Nash Jr, 1993

Ia mengatakan kepada Nash tentang keyakinannya bahwa Nash sudah menggenggam sebuah tesis yang cemerlang di tangannya. Akan tetapi lebih dari itu, ia mendesak Nash untuk mengumumkan temuannya sebelum orang lain memunculkan gagasan serupa. Gale mengusulkan meminta tolong kepada seorang anggotan National Academy of Sciences agar menerbitkan pembuktian Nash dalam buletin bulanan lembaga itu. “Ia polos sekali, tidak pernah terpikirkan olehnya untuk membuat demikian. Maka ia menyerahkan pembuktiannya dan saya menulis pengantar kecil untuk NAS.” Lefschetz langsung mengirimkan catatan itu dan sudah muncul dalam buletin terbitan November. “Saya langsung tahu, itu sebuah tesis. Tapi saya tidak menyangka bahwa kelak itu menghasilkan Nobel.” – 127-128 

#11. Llyod (Princeton, 1950) – semua matematikawan hidup dalam dua dunia berbeda. Mereka hidup dalam sebuah drama mirip kristal dengan bentuk-bentuk platonik yang sempurna. Sebuah istana es. Akan tetapi mereka juga hidup di dunia biasa yang segala sesuatunya serba sementara, serba mendua, selalu siap untuk berubah. Matematikawan terus berpindah-pindah dari dunia satu ke dunia yang lain. Mereka orang-orang dewasa dalam dunia mirip kristal, namun bayi-bayi tak berdaya dalam dunia nyata. – S. Cappel, Courant Institute of Mathematics, 1996

Persahabatan antara sesama pria selalu berujung dengan persaingan. – 138

#12. Perang Antar Orang Pintar (RAND, Musim Panas 1950) – Oh, the Rand corporation is the boon of the world | They think all day for a fee | They sit and play games about going up in flames | For counters they use you and me, Honey Bee | For counters they use you and me. – Malvina Reynolds, ‘The RAND Hymn’, 1961

Kalau tidak sedang menggigit-gigit cangkir kopi, ia berjalan bersiual, sering dengan nada lagu yang sama, yakni The Art of the Fugue ciptaan Bach, berulang-ulang. – 154

#13. Teori Permainan Di RAND – Kami berharap (teori permainan) akan berhasil, sebagaimana pada tahun 1942 kami berharap bom atom akan berhasil. – Ilmuwan anonim di Pentagon kepada Fortune, 1949

Kabar tentang hasil kesetimpangan Nash juga mengilhami kebanyakan strategi permainan paling terkenal di semua bidang ilmu sosial. Dilema Tahanan (Prisoner’s Dilemma). Dilema Tahanan sebagian ditemukan di RAND, beberapa bulan sebelum kedatangan Nash, oleh dua orang matematikawan RAND yang menanggapi gagasan Nash lebih dengan sikap skeptis ketimbang menghargai revolusi yang akan diilhami oleh gagasan Nash. Dalam cerita Al Tucker itu polisi menangkap dua orang tersangka dan menanyai mereka di ruang terpisah. Masing-masing diberi pilihan untuk mengaku, melimpahakn kesalahan kepada pihak tersangka lain, atau diam seribu bahasa. Yang menjadi pokok masalah dalam permainan ini adalah bahwa apapun yang diperbuat oleh tersangka lain, masing-masing (secara sendiri-sendiri) akan merasa lebih baik mengaku. Jika tersangka lainm mengaku, tersangka pertama sebaiknya berbuat serupa dan karean itu terhindar dari hukuman lebih berat karena menyembunyikan kebenaran. Jika tersangka lain tutup mulut, ia berpeluang mendapatkan perlakuan lebih ringan karena bertindak sebagai saksi. Pengakuan merupakan strategi yang dominan. Ironisnya adalah kedua tersangka (diperiksa bersama-sama) akan merasa lebih baik tidak mengaku – yakni, jika mereka dapat kerja sama- tetapi karena masing-masing sadar tentang keuntungan tersangka lain jika mengaku, solusi yang ‘rasional’ adalah jika keduanya mengaku. – 162

#14. Wajib Militer (Princeton, 1950-51)

Ia bertekad melakukan apapun untuk menghindari wajib militer. – 170

#15. Teorema Yang Indah (Princeton, 1950-51)

Sebagaimana orang biologi ingin menemukan berbagai spesies dengan perbedaan yang hampir tidak bermakna sekedar untuk melacak pola evolusi, begitu pula matematikawan mencoba mengisi celah-celah dalam kontinum di antara ruang-ruang topologi yang polos di ekstrem satu dan varietas-varietas aljabar berstruktur sangat pelik di ekstrem lain. “Anda dapat naik anak tangga ke salah satu anak tangga kemudian menggunakan teknik-teknik dari geometri aljabar.” – 181

#16. Massachusetss Institute of Technology

Levinson merupakan pelopor teori persamaan diferensial parsial, pemenang Bocher Prize dan penemu sebuah teorema penting dalam teori kuantum untuk partikel-partikel yang menyebar. Yang paling mempesona ketika usianya awal enam puluhan dan telah menderita tumor otak yang akhirnya merenggut nyawanya, Levinson meraih prestasi paling penting dalam kariernya, yakni menemukan solusi untuk beberapa soal dalam Hipotesis Reitmann yang terkenal. Dalam banyak hal, Levinson dalam tokoh teladan bagi Nash. – 192

#17. Anak-Anak Bengal – Orang memandanganya sebagai anak bengal, tetapi ia anak bengal yang istimewa. – Donald J. Newman, 1995 – Orang Besar… biasaya orang yang dingin, keras, tegas, dan tidak takut ‘pandangan orang lain’; ia tidak begitu peduli soal tata krama, juga tidak suka sok suci. Jika orang sulit memahami jalan pikirannya, ia memilih berangkat sendiri.. ia sadar tidak boleh sembarangan bicara: memang susah menjadi orang terkenal… kecuali sedang bicara sendiri, ia lebih suka menyembunyikan perasaannya. Ada semacam kesepian dalam dirinya yang tidak dapat dijangkau entah untuk dipuji atau dipersalahkan. – Frederich Nietzsche, The Will to Power

Sayangnya Nash menjatuhkan matematikawan lain membuatnya memperoleh julukan ‘Gnash’. ‘G’ di situ jelas sekali genius. – 204

#18. Eksperimen (RAND, Musim Panas 1950)

“Mengenai cinta, aku tahu konjungsi Latin untuk kata kerja amare; amo, amas, amat, amamus, amatis, amant. Agaknya amas juga bentuk imperatif, love! Barangkali orang harus maskulin sekali untuk menggunakan imperatif itu. – 212

#19. Bahaya Merah (Musim Semi 1953) – Sekarang, satu-satunya yang menurut saya sebuah kabar baik sekali bagi komite, jika Anda dapat menjelaskan kepada mereka… Doktor… perihal kenyataan terlalu besarnya persentase orang komunis di MIT? – Robert L. Kunzig, Counel, HUAC, 22 April 1953

Baginya diskusi tentang moralitas itu sebuah kemunafikan. – 216

#20. Geometri – Karya metematikawan terdiri atas dua macam: karya yang penting bagi sejarah matematika dan karya yang membuktikan semangat seorang anak manusia. – Paul J. Cohen, 1996

Matematika sering disebut sebagai bidang yang membuat orang terpencil. Akan tetapi saat seorang matematikawan serius mengumumkan bahwa ia telah menemukan solusi untuk sebuah soal penting, sekurangnya ada seorang matematikawan serius lain dan kadang-kadang beberapa, seperti tradisi yang telah berjalan ratusan tahun, akan dengan sengaja menyisihkan pekerjaan mereka sendiri, kadang-kadang sampai berminggu-minggu atau berbulan-bulan untuk melancarkan dan meluruskan segalanya. – 226

Bagian Kedua – Dua Kehidupan Yang Terpisah

#21. Singularitas – Nash menjalani semua kehidupan yang terpisah ini. Betul-betul kehidupan yang terpisah. – Arthur Mattuck, 1997

Dalam lima tahun yang terasa singkat antara usia dua puluh empat dan dua puluh sembilan tahun, Nash mempunyai hubungan emosi dengan sekurangnya tiga pria. Ia berhubungan gelap dengan seorang wanita, kemudian meninggalkannya kendati melahirkan anak. dan berpacaran dengan – atau lebih tepat, dipacari oleh – seorang wanita yang kemudian menjadi istrinya. – 234

#22. Persahabatan Istimewa (Santa Monica, Musim Panas 1952) – Jauh dari kontak dengan beberapa orang yang sangat khusus membuat aku seperti tersesat, aku tahu arah… maka, dalam banyak hal ini hidup ini terasa berat sekali. – John F. Nash, Jr., 1965

Setelah Nash kehilangan segala-galanya – keluarga, karier, kemampuan matematika – ia mengaku dalam sebuah surat kepada adiknya Martha bahwa hanya tiga orang dalam hidupnya yang pernah mengantarkan ke suatu kebahagiaan sejati: dengan tiga ‘orang sangat khusus’ inilah ia telah membentuk ‘persahabatan yang istimewa’.

#23. Eleanor – Matematikawan adalah orang yang sangat eksklusif. Mereka menempati suatu daratan yang sangat tinggi, dan memandang rendah semua orang lain. Itu membuat hubungan mereka dengan perempuan sangat rumit. – Zipporah Levinson, 1995

Pada akhirnya Eleanor mengaku, “Ia ingin menikah dengan gadis yang betul-betul cerdas. Ia ingin menikah dengan seseorang yang setara dengannya.” – 249

#24. Jack

Yang tertulis di situ pun hanya ‘No to No’ dan tampaknya merupakan jawaban Nash setelah Bricker menjawab ‘No’. “Dear Mattuckine, tampaknya jelas Mr. B yang telah memberiku luka hati paling dalam.” – 256

#25. Ditangkap Polisi (RAND, Musim Panas 1954)

“Kenyataannya bahwa Anda telah dituduh menjadikan Anda tidak mungkin terus berada di sini.” – 261

Alan Turing, genius matematika yang berhasil memecahkan sandi kapal selam Nazi, ditangkap, diadili, dan dinyatakan bersalah berdasarkan undang-undang antihomoseksual Inggris tahun 1952; ia bunuh diri pada musim panas 1954 dengan memakan apel yang diolesi sianida di laboratoriumnya. – 264

#26. Alicia – Ia memiliki tekad yang membaja, itu yang kusukai. Dan yang menarik sekali, ia senantiasa mempunyai rencana dan tujuan. – Emma Douchane, 1997

Sayangnya, gadis romantis dengan lagu kesukaan ‘Lady of Spain’ itu ternyata harus menghilang dalam penderitaan berat hanya dalam beberapa tahun setelah itu. – 278

#27. Pacaran

“Yang kami butuhkan inginkan adalah gairah intelektual. Ketika pacar saya berkata kepada saya e sama dengan l untuk pi minus 1, saya merasa bergetar. Saya merasa bahagia sekali.” – 282

#28. Seattle (Musim Panas 1956)

Eleanor Stier telah menghubungi mereka dan bercerita bahwa ia telah memberi mereka seorang cucu, kata Virginia. Itu sebuah kejutan yang sangat besar. “Jangan pulang. Pergilah langsung ke Boston dan bereskan urusan ini. Nikahi perempuan ini.” – 290

#29. Kematian dan Pernikahan

Nash, yang saat itu ateis tidak suka dengan upacara gerejani itu. Sebenarnya ia lebih suka menikah di catatan sipil. – 297

Bagian Ketiga – Api Kecil Yang Terus Menyala

#30. Olden Lane dan Washington Square (1956-57) – Gagasan matematika berawal dari uji empirik… namun bagitu lahir si subjek menjalani hidupnya sendiri yang khas dan lebih baik dibanding gagasan kreatif yang hampir sepenuhnya diatur oleh motivasi-motivasi estetik… sewaktu suatu disiplin matematika mengembangkan sejarahnya atau setelah sekian kali menjalani persilangan sedarah yang ‘abstrak’ (ia) mulai terancam degenerasi… kapan pun tahapan ini tercapai, obat satu-satunya menurut saya adalah meremajakannya dengan kembali ke sumber semula. Mengisinya kembali dengan gagasan-gagasan yang kurang lebih empirik. – John von Neumann

Ternyata saya mengalami semacam kesialan nasib karena tanpa informasi yang memadai tentang kegiatan orang lain di bidang tersebut, secara kebetulan saya mengerjakan sesuatu yang sama dengan Ennio De Giorgi dari Pisa, Italia. Dan ternyata De Giorgi lebih dulu berhasil mencapai puncak gunung itu (memecahkan soal secara figuratif) setidaknya untuk kasus ‘persamaan eliptik’ yang kala itu menjadi sorotan. – 309

#31. Seperti Membuat Bom Atom – Apa salahnya menjadi penyendiri dan inovator? Bukankah itu bagus? Bagaimanapun sang genius yang kesepian mempunyai hasrat dan perasaan sama seprti orang lain. Kalau hanya dalam taraf praktikal IPA di SMU, kegagalan mungkin bukan masalah. Akan tetapi dalam kesendirian seseorang mengalami kekecewaan dalam perkara besar, itu sesuatu yang mengerikan, dan kengerian dapat berkembang menjadi depresi. – Paul Howard, McLean Hospital

“Pada tahun 1962, Fields untuk Nash menjadi mustahil. Itu tak mungkin lagi. Bahkan saya yakin tak ada seorang pun yang mengingatnya.” – 318

#32. Rahasia (Musim Panas 1958) – Betapa terkejut ketika aku sadar bahwa aku tahu segalanya; seolah segala sesuatu terungkap di hadapanku, seolah semua rahasia yang ada di dunia milikku selama beberapa jam itu. – Gerard De Nerval

“Apa? Sudah tiga puluh tahun, dan belum ada penghargaan, belum ada penawaran dari Harvard, jabatan tetap pun belum? Dan engkau masih menganggap diri matematikawan besar? Seorang genius? Ha ha ha!” – 323

#33. Skema (Musim gugur 1958) – Pertumbuhan kesadaran menghadirkan bahaya sekaligus penyakit. – Frederich Nietzshe

Cohen kepada Nash: “Teorema keliru mana lagi yang kamu buktikan hari ini?”

#34. Kaisar Antartika – Ada ranting-ranting kering. Yang kapanpun siap untuk terbakar. – Joseph Brenner, psikiater, Cambridge, Massachusetts, 1997

Kata Shapiro, “Saya ingat pernah mendengar bahwa ia tertarik sekali pada bilangan prima. Reaksi semua orang kala itu adalah jika Nash lari ke teori bilangan, berarti para pakar teori bilangan wajib waspada. Semua mengharapkan kejutan.” – 347

#35. Di Pusat Badai (Musim Semi 1959) –  Tak kala badai dasyat itu datang. Kita memegang apapun yang kita miliki. Jangan sampai hilang semuanya. – Alicia Nash

Nash sangat sakit. – 354

#36. Hari-Hari Di Bowditch Hall (McLEan Hospital, April – Mei 1959) – Beginilah hari-hari di Bowditch Hall, McLean – ‘Walking in the Blue’, Life Studies. Robert Lowell

Semua orang menaruh harapan yang besar sekali. Optimisme memang merupakan bagian tak terpisahkan dari ‘zaman keemasan psikoanalitik’ di McLEan. – 364

#37. Mad Hatter’s Tea (Mei-Juni 1959)

Itu salah satu malam paling menyedihkan yang pernah saya alami. Saya memenuhi undangan mereka dan di sana ada Alicia, bayi, dan ibu Alicia. Perilaku John kala itu aneh sekali. Setiap kali John berdiri, ibu Alicia ikut berdiri menjaga di antara bayi dan John. Mereka seperti pasangan yang sedang berdansa. – 372

Bagian Keempat – Tahun-Tahun Yang Hilang

#38. Warga Negara Dunia (Paris dan Jenawa. 1959-60) – Ada tugas sulit di hadapanku dan telah kuabdikan seluruh hidupku demi tugas ini. – K, dalam The Casstle, Franz Kafka. – Aku seolah berada di tengah sesuatu yang serba agung, serba indah dan memanjakan khayalku sendiri. – Percy Bysshe Shelley, “Mont Blanc”

Seperti tokoh K, Nash menemukan diri terperangkap dalam sebuah situasi serba rumit serba salah dengan tumpukan kertas tak berujung… dengan mesin raksasa pengedar kertas… sebuah dunia berserak kertas, darah putih birokrasi… menjadi budak kekuatan-kekuatan luar kendali, sekaligus mengalihkan perhatiannya ke hasrat-hasrat hati yang serba membingungkan. – 386-387

#39. Nol Mutlak (Princeton, 1960)

Sehari atau dua hari sebelum polisi menangkapnya, Nash muncul di kampus dengan bekas cakaran di tubuhnya. “Johann von Nassau anak nakal.” Katanya dengan mimik sangat menakutkan. “Mereka akan datang menangkapku.” – 406

#40. Menara Keheningan (Trenton State Hospital, 1961) – Dalam ketenangan di tengah panorama paling indah di lembah sungai Delaware, terpadu seluruh kekuatan seni dna keterampilan manusia yang diharapkan mampu memanjakan, menenangkan dan memulihkan para cerdik pandai yang berkumpul dalam kebingungan di dalamnya. – Laporan tahunan pertama New Jersey State Lunatic Asylum, 1848

Aku seperti dibiarkan membusuk di ‘Menara Keheningan’ menjadi sasaran empuk burung-burung pemangsa yang terus mencabik, mengoyak organ vitalku. – John Nash, 1967

“Nash dulu pasien saya,” kenang Baumecker. “Ia tak menyukai saya hanya karena nama saya diawali dengan huruf ‘B’. Ia merasa anti sekali dengan huruf ‘B’.” – 410

#41. Selingan Rasionalitas Yang Paksakan (Juli 1961 – April 1963) – Ketika saya dirumahsakitkan cukup lama…, saya akhirnya melepaskan hipotesis-hipotesis selama delusi itu dan kembali ke pola pikir semula sebagai manusia yang konvensional. – John Nash, autobiografi untuk Nobel, 1995

‘Apa yang engkau butuhkan?’ tanya saya. ‘Saya buth garam dan lada.’ Setelah membubuhkan garam dan lada ke dalam tehnya, ia mengeluhkan tehnya yang terasa sangat tidak enak. – 424

#42. Masalah ‘Blowing Up’ (Princeton dan Carrier Clinic. 1963-65)

‘Saya  minta alamat Jean Cocteau dan Andre Gide. Saya harus menyurati meraka.’ Saya pelan-pelan memberitahukannya bahwa Gide amaupun Cocteau sudah meninggal dan menyurati mereka yang sudah pasti sia-sia. Mendengar itu Nash merasakan kekecewaan yang berat sekali. – 441

#43. Sendiri (Boston, 1965-67)

“Banyak kantong lipat, bertumpuk, juga kotak-kotak sereal. Tak terlalu buruk, tapi itu tanda bahwa ia sakit.” – 458 

#44. Kesepian di Dunia Serba Asing (Roanoke, 1967-70) – and then a plank in reason, broke, | and dropped down, and down – | and hit a world, at every plunge… |–| Tiba-tiba, bilah papan pembentuk Nalar itu, patah, | Terus jatuh, terempas, ke bawah… | Memukul, menghantam, membentur, menghujam… – Emily Dickson, Number 280

“Kepalaku seolah-olah sebuah balon yang hampir meletus, penuh suara serba membingungkan.” – 467

#45. Phantom of Fine Hall (Princeton, 1970-an) – Banyak Kegilaan ternyata indera paling Ilahi, ‘Tuk Mata yang sungguh keji … – Emily Dickson, Number 435

Nash tertarik kepada agama Zoroaster. Zarathrustra adalah nabi bagi orang Iran di masa lampau. Ia bukan orang gila. Ia bukan orang yang ‘mempunyai unta kuning’ (ungkapan orang Iran untuk orang tak waras). Agama yang diperkenalkan mempunyai tiga prinsip: perbuatan baik, pikiran baik, tampilan wajah baik. Api dianggap suci. Cahaya dan kegelapan terus berseteru. Api selalu menyala di kuil Zoroaster. Mereka hanya menyembah satu Tuhan. – 480

#46. Kehidupan Yang Tenang (Princeton, 1970-90) – Aku diberi tempat bernaung di sini, maka tak harus menjadi gelandangan. – John Nash, 1992

“Anda pasti pernah mendengar tentang ayah saya. Ia yang memecahkan teorema pembenaman.” – 491

Bagian Lima – Yang Paling Berharga

#47. Remisi – Kita semua maklum, ia pernah sakit lama sekali, tapi sekarang ia sehat. Bukan berkat terapi ini atau itu, melainkan semata-mata karena boleh menjalani hidupnya secara tenang. – Alicia Nash, 1994

Dan ia merupakan salah seorang dari hanya segelintir penderita skizofrenia parah yang lama kemudian mengalami remisi yang dramatis. – 500

#48. Hadiah – Anda harus menunggu lima puluh tahun untuk mengetahuinya (kisah tentang penghargaan untuk Nash). Kami tidak akan pernah mengungkapkannya sekarang. – Carl-Orlof Jacobson, sekretaris jenderal, Royal Swedish Academy of Sciences, Februari 1997

Mereka memutar nomor Selter dahulu karena ia berada di Jerman dan, tidak seperti Nash atau Harsanyi, sudah pasti tidak sedang tidur. Ternyata, Selter sedang berbelanja. Jacobson kemudian mencoba Harsanyi, ketika telepon tersambung dengan cepat Maler yang kenal baik mulai bicara menyakinkannya bahwa Jacobson bukan salah seorang mahasiswanya atau lebih buruk lagi seorang wartawan yang mencoba mempermainkannya. Nash menjadi yang terakhir dihubungi. “Di luar dugaan ia tenang sekali.” Katanya setelah pembicaraan selesai. “Setidaknya itulah yang kurasakan. Ia menerimanya dengan tenang sekali.” – 534

#49. Lelang Paling Akbar Sedunia (Washington, D.C., Desember 1994)

“Akhirnya kita menyaksikan perwujudan potensi sejati revolusi yang dahulu dimulai von Neumann dan Morgenstern. Dan karena kebanyakan penerapan teori permainan dalam ilmu ekonomi menggunakan konsep kesetimbangan Nash, sumbangan Nash adalah penyediaan titik tinggal tinggal landas semua tadi.” – 537

#50. Kebangkitan (Princeton, 1995-97)

Matematika adalah permainan kaum muda. Namun permainan ini tak memberi kesempatan barang sedikit pun untuk merenung dan mengagumi kesitimewaannya begitu keasyikan melumat… sampai memasuki masa sarat kebosanan tak berujung. – Norbert Weiner

“Masa ketika aku mengalami serangan-serangan delusi sudah berlalu, tapi bagi anakku masa itu adalah sekarang.” – 549

Epilog – Princeton Junction, New Jersey, 1 Juni 2001

Ketika Nash pertama bertemu Russel Crowe ia berkata, “Anda akan harus melewati semua tranformasi ini!” Bahkan selama tiga tahun sejak buku ini diterbitkan, transfromasi dalam kehidupan nyata Nash sama menakjubkan dengan yang digambarkan Crowe di layar lebar. – 559

Jelas ini adalah salah satu biografi terbaik yang pernah saya baca. Sylvia sering kali menyebut Nietzsche, menyebut karakter novel-novel Franz Kafka dari K hingga sang kecoak, sampai mengutip William Wordsworth. Buku tentang matematikawan namun tak banyak teori angka yang memusingkan. Bagus sekali tak membuat kening berkerut sehingga cocok dibaca untuk umum. Biografi paket lengkap dan akurat karena dilengkapi wawancara orang-orang sekitar lalu disisipi dengan foto. Hebat, ini baru biografi. Tak heran buku sempurna ini menang National Book Critics Award tahun 1998 dan jadi finalis Pulitzer Prize.

Terakhir sebelum saya tutup. Ini kabar terbaru takdir Nash Jr. sehingga tak ada dalam buku. Sang professor dan istrinya pada hari Sabtu tanggal 23 Mei 2015 meninggal dunia karena kecelakaan lalu lintas saat naik taksi. Mereka meninggal di tempat kejadian, taksi yang mereka tumbangi melaju tak terkendali saat mencoba mendahului kendaraan lain, menabrak pagar pembatas dan mobil dari lawan arah hingga terhenti di pos penjaga rel kereta api. Pengemudi Tarek Girgis menderita luka parah dan dilarikan ke rumah sakit Robert Wood Johnson University. Nash Jr meninggal di usia 86 tahun, Alicia 82 tahun. Selamat jalan Legend. Warisanmu kan dikenang sepanjang masa.

A Beautiful Mind: Kisah Hidup Seorang Genius Penderita Sakit Jiwa Yang Meraih Hadiah Nobel | by Sylvia Nasar | diterjemahkan dari A Beautiful Mind | copyright 1998 | alih bahasa Alex Tri Kantjono W. | GM 204 05.039 | Penerbit Gramedia Pustaka Utama |desain sampul Sofnir Ali | setting Sukoco | arranged with the Robbins Office, Inc through Tuttle-Mori Agency Co. Ltd | ISBN 979-22-1464-X | Skor: 5/5

Karawang, 190917 – Coldplay – Till Kingsom Come – HBD Mbakku yang cantik Purwati

Thx to Putri Wewa yang sudah dengan sabar meminjami buku ini setahun setengah lebih. Tri HH yang sudah menjadi kurir pinjam-balik. Kalian luar biasa.

Iklan