The Betrayal – R.L. Stine

Yang tak bersalah mati hari ini. Tapi rasa benciku akan hidup turun-temurun. Keluarga Fier tak kan luput dari pembalasanku. Ke mana pun mereka lari aku akan jadi jerit tangis keluarga Fier yang tersiksa. Api yang membakar hari ini tak kan padam – sampai dendamku terbalas dan keluarga Fier terbakar selama-lamanya dalam api kutukanku.
Saya kenal RL Stine sejak sekolah. Baca di persewaan buku dan komik seri anak Goosebumb yang ringan namun tetap seru dan seri Fear Street yang lebih remaja. Daya pikatnya kuat, sehingga saat setiap mencari di rak deret yang utama yang dicari adalah ini dan komik Kunfu Komang yang kocak, temanku Inu prefer ke komik Detective Conan. Selain dari sewa dapat di Perpus Kota Solo daerah Jebres dan sesekali kalau punya uang lebih beli di toko buku loak Gladag. Saya ingat sekali saat beli ini, selepas lulus SMK cari kerja tes di BKK, naik bus Damri dari Sekolah turun Gladag – seberang kantor pos Solo yang terkenal itu – di gerimis Desember 2003. The Betrayal saya temukan terselip di antara novel jadul lain. Saat akan memutuskan membelinya saya gemetar, bimbang. Harganya Rp 1,500,- yang kala itu untuk saya termasuk besar. Lulus sekolah, seorang penganggur, sisa tabung yang tak seberapa, novel ini terbukti sangat layak kubawa pulang. Sejauh 10 Km dari Palur, sendiri membaca gratis di emperan tukang buku – tanpa bawa air minum  – lebih dari 3 jam dan hanya membeli buku tipis ini. Dunia memang penuh ironi.

Saya tak hitung sudah berapa Fear Street yang kulahap, baru belasan tapi jelas ini yang terbaik. Ada twist, ada kesedihan yang menggelayuti, ada kemarahan, dan kebencian nasib buruk di tengah harapan cerah masa depan. Apalagi ini adalah asal mula terbentuknya daerah Fear Street, jadi kita tahu segalanya bermula. Kisahnya dibuka dengan silsilah keluarga Fier dan prolog tentang keadaan desa Shadyside tahun 1900. Nora Goodie tahu rahasianya dan ia berdongeng untuk kita. Api yang membara jadi pengantar cerita pilu ini. 1900, tahun lahirnya Lazio tuh. 

Kisah ditarik jauh ke belakang lagi, tahun 1692 di Desa Wickham, koloni Massachusetts. Susannah Goode anak seorang petani, berpacaran dengan sembunyi dengan Edward Fier, anak orang berada. Ayahnya adalah hakim desa termasyur. Kejutan pertama muncul, saat mereka sedang menikmati makan dan berdebat tentang wortel Susannah memberitahu ayahnya ia akan menikahi akan Fier. Namun siapa nyana, ayahnya malah memberitahu balik bahwa pagi tadi dia diberitahu bahwa Edward telah bertunangan dengan gadis asal Portsmouth.

Sementara Benjamin Fier juga sedang berdebat dengan putranya yang menolak menikah dengan Anne Ward, “Aku tak kenal dia, dia orang asing.” Perjodohan ini terasa menguntungkan sang hakim karena August Ward adalah importir teh yang kaya sehingga kelak masa depan keluarga Fier lebih terjamin. Edward yang marah mengancam, “Ini hidupku dan aku akan menikah dengan Susannah Goodie, aku akan menikah dengannya sekalipun kita harus kawin lari.” Sang ayah hanya tersenyum kejam.

Upaya menggagalkan kata cinta itu disusun. Benjamin mengirim pasukan untuk menangkap keluarga Goodie, saat William tak sedang di rumah. Dengan trik menggeledah dan menemukan peralatan sihir dari cakar ayam, helai bulu, akar kering, sepotong tulang kecil, sampai gelas berisi cairan semerah darah. Saat itu juga Martha dan Susannah Goodie dibawa untuk dihukum, bayi mereka George dititipkan ke tetangga Mary. Hukum untuk praktek sihir adalah bakar hidup-hidup. Upaya terakhir gagal meyakinkan, “Anda mengenal kami, kami keluarga sederhana yang takut Tuhan. Kami orang saleh.”

William frustasi mengetahui anak dan istrinya akan dibakar esok malam, padahal bukti bahwa mereka penyihir tak kuat. Malam itu Matthew Fier, adik Benjamin yang licik mendatanginya, mengajak berbisnis. Ia mengaku bisa mengubah keputusan kakaknya sehingga menyelamatkan keluarga tapi biayanya mahal, 100 Pounds. Karena miskin dan uang bukan segalanya, semua tabungan diberikan. Ada 800 Pounds plus beberapa Shilling. Dominatio per malum.

Esoknya diluarduga, keluarga Fier kabur merampok semua yang bisa dibawa. Namun hukuman untuk penyihir tetap dijalankan. Keluarlah kutukan itu, kutukan yang tak pernah dikira. Kutukan dari William Goodie kepada Keluarga Fier akan selalu ada dari generasi ke generasi, karena siapa sangka ada darah penyihir dalam Goodie? Muncul rasa kasihan saat orang-orang tak berdosa itu kena rentetan nasib buruk. Dulu pas baca saya bahkan sempat dengan berharap pertemuanSemua ini kita ketahui berkat tulisan Nora. Ending-nya sendiri menggantung karena keturunan Fier yang marah kini menyusun rencana untuk kembali ke Wickham dan membalas dendam.

Robert Lawrence Stine atau lebih dikenal sebagai R.L. Stine adalah Penulis yang sangat produktif. Fear Street tercipta dulu 1989, baru tiga tahun kemudian lahir Goosebumps. Mendapat julukan Stephen King-nya anak-anak. Buku-bukuya tipis tapi menghantui, semacam horor kelas B yang asyik namun tak norak. The Betrayal merupakan Fear Street trilogi Saga. Saya belum membaca lanjutannya, The Secret dan The Burning. Sudah nyaris 15 tahun saya belum juga melanjutkan baca pertempuran Fier Vs Goodie. Suatu hari nanti pasti kubaca, suatu hari nanti.

Nora: “Ya, ceritaku yang mengerikan ini baru dimulai. Ceritanya panjang dan pahit dan aku harus menyelesaikannya sebelum malam berganti pagi.”

Sepi, hanya terdengar bisikan angina di sela pepohonan. Mungkin sebaiknya aku berbaring saja di sini di dalam lumpur dan membiarkan air hujan menghanyutkanku, menghanyutkanku menjauhi semua ini.

Penghianatan | by R.L. Stine | copyright by Parachute Press, 1993 | diterjemahkan dari Fear Street: The Betrayal | terbitan Pocket Books, a division of Simon & Schuster, Inc | alih bahasa Widya Kirana | GM 99-309 | Penerbit Gramedia Pustaka Utama | cetakan pertama, Mei 1999 | 192 hlm; 18 cm | ISBN 979-655-309-0 | Skor: 5/5

Karawang, 080917 – Lagu Daerah, Sunda – Bubuy Bulan

Iklan