The Great Gatsby – F. Scott Fitzgerald

Gatsby: “Tentu saja Daisy mungkin pernah mencintainya, hanya beberapa saat setelah menikah – dan justru lebih mencintaiku setelah itu, kaulihat? Dia menikah dengan Tom hanya karena dulu saya miskin dan dia lelah menunggu. Itu adalah kesalahan fatal, tapi di dalam hatinya dia tidak pernah mencintai siapa pun selain aku!
Di tahun 2013 film dibintangi Leonardo Di Caprio dirilis. Dengan begitu terkenal dan akrabnya kisah ini, apa yang baru? Diluardugaanku ternyata visualnya bagus, sangat bagus. Cerita lebih nyaman diikuti, walau pada akhirnya secara garis besar tentu saja sama. Saya baca buku ini tahun 2010, dapat cinderahati dari Serambi bersama The Corious Case of Benjamin Button. Sayangnya kumpulan cerpen itu hilang, dipinjam teman ga balik, menyisakan kenangan. Dan langsung terkesan. The Great selalu masuk dalam 100 novel terbaik versi manapun, nyaris di manapun. Dan tentu saja versi LBP. Hari ini baru sempat saya ulas, mengejar November.

Paragraf kutipan pengantar: Jadi pakailah topi emas, jika itu bisa menggugahnya, jika kau bisa melompat tinggi, melompatlah untukku, hingga dia berseru, “Kekasih bertopi emas, kekasih pelompat-tinggi, aku harus memilikimu!” – Thomas Parke D’Invilliers. Kalimat langsungnya sungguh pas sekali dengan alur utama kisah. Harus, sebuah kata yang tak ada toleransi dan apesnya malah terdengar kejam saat disangkutkan dengan legenda Gatsby.

Setiap kali kamu mengkritik seseorang, ingatlah bahwa semua orang di dunia ini tidak memiliki kelebihan seperti yang kamu miliki.” Kalimat pembuka yang absurb dari ayah kepada karakter yang diambil sudut pandang cerita kisah ini. Nick Carraway adalah pendatang ke New York era 1920an. Ia adalah pemuda yang kembali dari Perang yang sedang merintis karir sebagai pialang saham. Ia tinggal tetanggaan dengan seorang glamour Jay Gatsby yang suka pesta dari kalangan jetzet. Karena sudut yang diambil adalah Nick, maka sosok utama terlihat misterius. Dari banyak gosip miring, kekayaan didapat dari jualan minuman keras, narkoba, sampai hal ilegal lainnya. Bahkan ada yang bilang ia seorang pembunuh! Kemisteriusan inilah yang disajikan sepanjang cerita. Awalnya memang monoton, namun semakin mendekati akhir daya ledaknya membuncah. Dan daya pikat The Great ternyata adalah cinta! Motif jadul yang abadi dari zaman batu hingga era masa depan yang misteri.

Nick adalah sang narator, bertutur bahwa tetangganya gemar pesta. Hura-hura buang duit. Mereka tinggal di West Egg, sebuah daerah timur New York yang dipisahkan teluk di mana daerah seberangnya disebut East Egg. Kabar lainnya bilang Gatsby adalah milyader keturunan bangsawan, lulusan kampus terkemuka Oxford. Namun siapa yang tahu? Kita diminta untuk tak menilai seseorang hanya dengan prasangka. Nah suatu hari diluarduganya ia mendapat undangan untuk bergabung pesta. Tentu saja ini adalah kejutan, karena ia bukan dari kalangan atas. Saat di pesta itulah ia terkejut karena banyak tamu yang tak kenal dekat dengan tuan rumah. Sedikit sekali yang pernah bertemu langsung, sungguh aneh, tapi kedatangan Nick ternyata disambut langsung. Nantinya kita tahu, semua tamu dan rekan itu palsu sebab hanya sahabat sejati yang akan menemani saat kalian terjatuh.

Dari situlah kita mulai tahu duduk perkara mau digiring ke mana buku ini, Gatsby meminta bantuan Nick untuk mengundang sepupunya Daisy Buchanan yang tinggal di seberang laut untuk minum teh di suatu sore. Kalau dilihat lebih teliti rumah Daisy akan terlihat samar, lampu hijau di ujung dermaga. Pesta-pesta yang diadakan adalah bentuk pamer dan suatu hari berharap Daisy mau datang. Permintaan yang sebenarnya dikira sederhana itu, ternyata memberi efek kisah panjang karena di masa lalu Daisy dan Jay adalah pasangan kekasih. Saat ini sepupunya sudah menikah dengan orang kaya Tom Buchanan, nantinya kita tahu Tom adalah suami brengsek gemar selingkuh. Salah satu selingkuhannya bersama Mytle, yang nantinya jadi picu konflik pengantar ending. Adegan pertemuan pertama Jay dengan Daisy sendiri terlihat sendu, bayangkan saya kamu masih jomblo dan masih sangat mencintai mantan, lalu ketemu duaan, dia padahal sudah nikah dan bodohnya kamu, kamu masih berharap sang mantan kembali bersama merajut masa depan! Hufh… Istri orang bung, aduh.

Ini yang bikin sedih. Karena kemudian kita akan tahu juga masa lalu Jay Gatsby. Dia adalah anak miskin, yatim piatu yang diselamatkan bangsawan di laut. Berpacaran dengan Daisy, sang kekasih malah nikah dengan orang lain saat dipaksa keadaan untuk berangkat perang. Sekembali dari Perang Dunia Pertama, cintanya masih menggebu, dan menuduh kenyataan ini adalah kesalahan, menyangka Daisy pergi gara-gara ia miskin dan tak mau bersabar menunggu. Dia bersemangat kasih bukti. Berjuang mengumpulkan uang, sukses secara materi. Hati-hati dengan ambisi bro! Jangan sepelekan mimpi karena orang bisa jadi apa saja saat kerja keras, kesempatan + tindakan nekad. Uang yang dikira penyebab perginya Daisy kini bukan kendala, lantas saat cinta lama ini ditawarkan lagi, apakah Daisy mau menerimanya? Sekokoh apa cinta ini? Yang pasti untuk jadi kisah legendaris, Penulis Hebat harus merajut tragedi dan tentu saja F Scott sukses membuat kita, berteriak ‘AAAAggghhh… setan kau Desi!’.

Kalau diminta membuat daftar karakter fiksi paling kejam sedunia, saya pastinya akan menempatkan Daisy Buchanan dalam top 10. Dia tak membuat porak poranda dunia, tak membunuh dengan pistol langsung, dor! Tapi sebagai cewek ga jelas ia bisa dengan jelas-jelas menjatuhkan martabat pria dengan gilang gemilang. Walau kalau ditelaah lagi, sosok Gatsby langka dan (mungkin) terdengar konyol tapi yang namanya cinta bisa sajakan muncul kenekadan? Bukan karena penolakan, bukan karena ketidaksetiaan, bukan pula karena ia cewek matre, yang bikin gereget itu plin-plan mengikuti arah angin mana yang menguntungkan. Tak peduli orang-orang sekitar berdarah-darah memberi pengorbanan asal dia nyaman, sok wae disikat semua. Sifat Daisy yang menempatkan kepentingan pribadi di atas segalanya seharusnya dikategorikan juga merupakan dosa besar, sebuah degradasi mental masyarakat yang patut kita benci. Camkan wahai para gadis, bukan hanya kalian yang meminta komitmen, Pria juga butuh kepastian!

Mereka itu sekumpulan orang busuk, sekalipun mereka semua disatukan, kau tetap lebih layak.” All hail the Great!

Kovernya kurasa kurang bagus, ilustrasi komik menampilkan tiga karakter utama di tengah pesta. Ketiganya menatap sayu pada pembaca, Daisy ada di tengah. Dibanding kover edisi English, salah satu yang kutahu terbitan Alma Classic Ltd., jelas edisi Serambi kurang catchy. Mungkin maksudnya memberi warna gold biar elegan, sayangnya gambar ilustrasinya tak memberi kesan wow.

Karena F Scott Firzgerald sukses membuat kita geram, berarti sukses pula buku ini merajut impresi Pembaca. Sebuah mahakarya yang tak lekang dilahap zaman. Seperti Romeo + Juliet yang berakhir bencana, The Great Gatsby yang berakhir sadis pastinya akan dikenang sepanjang masa.

Kau tinggal di West Egg, aku kenal seseorang di sana.” | “Aku tidak kenal siapapun_” | “Kamu pasti tahu Gatsby.” | “Gatsby?” tanya Daisy. “Gatsby siapa?

The Great Gatsby | by F. Scott Fitzgerald | diterjemahkan dari The Great Gatsby | penerjemah Sri Noor Verawaty | penyunting M. Sidik Nugraha | pemeriksa aksara Eldani | pewajah isi Siti Qomariyah | penerbit Serambi Ilmu Semesta | cetakan I: Oktober 2010 | ISBN 978-979-024-210-4 | Skor: 5/5

Karawang, 050917 – Sherina Munaf – Sing Your Mind

Iklan