September Ceria

Enam buku baru, satu buku pinjam dan satu buku pinjam ulang. September 2017 yang berarti 34 tahun datang dengan lambat. Dimulai dengan hari Raya Idul Adha, libur panjang dan saya tak bisa tidur sejak tengah malam. Bukan gara-gara insom tapi pegang HP baru Redmi Note 4, iseng aktifkan lagi instagram lazione.budy tahu-tahu Subuh. Subuh Adha yang artinya segera bergegas bersiap Ied.
Buku pertama datang Pekan sebelumnya, saat libur menyisa lelah, senja menyapa sehingga saya bergegas ke Gramedia Karawang untuk beli In Cold Blood. Hanya lima menit dari rumah. Buku kedua dari teman kerja Rani Skom, serial Chestomanci. Buku ketiga dari Putri Wewa, teman kerja yang sudah resign yang mendapat kesempatan baca lagi dari TH. Dan lima buku berikutnya datang dari Toko Buku Online, Lenteng. Mari kita urai.

#1. In Cold Blood – Truman Capote

Pertama tahu buku dari film Capote sepuluh tahun lalu kutonton di kos Ruanglain_31. Sebagai maha karya novel non-fiksi gaya bertuturnya begitu memikat. Saya membacanya sekali telan di tanggal 2 September. Dari Subuh saat Jerman menang dramatis atas tuan rumah Ceko, selesai baca sore dalam ketergesaan menjemput May. Padahal buku sangat tebal, mungkin karena daya lem-nya kuat. Susah sekali berhenti. Tentang satu keluarga yang ditemukan tewas secara sadis di Holcomb, Kansas. Bukan permainan teka-teki karena sedari awal dua pembunuhnya juga ikut dituturkan, residivis dalam bebas bersayarat. Dengan sudut pandang yang berganti-ganti, inilah masterpiece ‘Dongeng Pembunuhan Yang Sempurna.’

#2. The World Of Chrestomanci: Charmed Life – Diana Wynne Jones

Diklaim sebagai dasar utama inspirasi kisah Harry Potter karena memang begitu miripnya petualangan penyihir di sekolah sihir. Dua yatim piatu ditampung di keluarga sihir termasyur Chrestomanci. Diajar sihir, dikendalikan agar tak meluap-luap. Gwendolin Chant adalah penyihir berbakat, adiknya Eric Chant (Cat) lebih kakem kareba begitu penurut. Saat sepertinya kekesalan tampak dalam sekolah, muncul kekuatan jahat yang mengancam.

#3. A Beautiful Mind – Sylvia Nasar

Ini adalah baca kesempatan kedua. Tahun lalu saya dipinjami, terbengkelai saat menyentuh bab 4. Bulan lalu diminta balik terpaksa saya pulangkan via TH. Ternyata acara temu pemilik gagal, sehingga saya bisa pinjam lagi. Sebuah noda, pinjam gagal selesai baca. Maka biografi John Forbes Nash Jr ini wajib baca-review bulan ini. Sudah difilmkan, 600an halaman setebal al kitab. Challange accepted!

#4. Hilang Dalam Taufan – Victor Hugo

Buku langka terbitan BPK Gunung Mulia cetakan kedua tahun 1979 ini sangat tipis, bisa kali dibaca sambil dengar Sherina. Bahkan bisa saja saat Primadona teriak ‘berhenti’ buku sudah selesai lahap. Kaum Comprachico adalah sampah masyarakat yang hidup dari kejahatan. Mereka memperdagangkan anak secara besar-besaran. Sampai akhirnya di Inggris diadakan peraturan bahwa perdagangan anak dihukum dengan besi panas.

#5. Rahasia Di Balik Kesuksesan Para Maestro Penulis Besar Dunia – Jingga Gemilang

Ada 25 Penulis yang dijabarkan. Dengan halaman yang tak lebih dari 200, jelas tak mendalam. Tentu saja sebagian besar bukunya sudah kubaca, sebagian lagi dalam proses kejar. Bab satu tentang Agatha Christie yang kubaca dalam sekali seruput kopi, dan benar, sebuah awal yang buruk. Sepertinya ini buku untuk pemula, sehingga kisah hidup orang-orang besar ini hanya cerita kulitnya. Wikipedia sudah ada, tinggal pilih dan rasanya jauh lebih detail.

#6. Tom Sawyer: Anak Amerika – Mark Twain

Huckleberry Finn sampai sekarang belum selesai baca, sempat kumulai tapi belum selesai bab pertama. Terbitan Narasi terjemahan terasa hampa. Kini malah dapat Tom yang kudamba. Terbitan Balai Pustaka dengan alih bahasa Abdoel Moeis. Pertama terbit tahun 1928, Indonesia belum merdeka cuy, yang saya pegang adalah cetakan ketujuh tahun 2001. Jadi setelah  punya Finn dan Tom mana dulu karya Twain yang selesai kulahap? Saya bertaruh untuk ini.

#7. Bukan Cinta Biasa – Tasirun Sulaiman

30 renungan terinspirasi dari Jalaluddin Rumi. Penulis besar itu dicatut dan paragraf kutipnya dipajang di tiap bab. Sebuah magnet, tapi poinnya bukan ini. Walau ekspetasiku tak tinggi, buku dengan nama Rumi jelas layak dinikmati. Melihat CV sang Penulis yang banyak terinspirasi dan menukil karya orang besar maka bolehlah dicoba. Kover dengan seekor kupu-kupu?!

#8. Midnight’s Children – Salman Rushdie

Inilah kado ulang tahun yang sesungguhnya. Dari Penulis buku kontroversial Satanic Verse, akankah buku dengan tiga penghargaan ini benar-benar bisa memuaskan(ku)? Harapanku tentu saja sangat tinggi. Paragraf back-covernya menakutkan: “Dan ketika perawat itu sendirian – dua bayi di tangannya, dua kehidupan dalam kuasanya – dia melakukan sebuah tindakan revolusioner hanya agar lelaki yang dipujanya mau mencintainya. Ditukarnya label nama kedua bayi itu: memberi bayi yang miskin kehidupan istimewa dan menghukum anak keluarga kaya dengan akordion dan kemiskinan…” mulai kubaca hari ini di hari istimewa, secepat apa?

September baru mulai, satu dari delapan sudah selesai. Bismillah, siapkan kopi. Dan mari menikmati hidup dalam tiap helainya.

Karawang, 030917 – Hanson This Time Around

#HBD34Tahun

Iklan