Deru Gunung #25 – Yasunari Kawabata

Deru Gunung #25 – Yasunari Kawabata

Shingo: “Tapi sukses tidaknya seorang ayah tampaknya mesti dihubungkan dengan kenyataan apakah kehidupan pernikahan anak-anaknya berhasil atau sebaliknya. Nah, dalam hal ini aku tidak begitu sukses.

Ini adalah jenis buku depresif menghadapi usia senja. Di mana pikiran seorang kakek melalangbuana tak terkendali. Ditemani mimpi-mimpi aneh yang menerawang di kala lelap dan kehidupan sederhana dengan orang sekeliling yang rasanya menggemaskan. Saya sendiri belum bisa membayangkan dengan jelas bagaimana nanti ketika menapaki usia itu, karena bahagia itu ukurannya dinamis. “Bahkan saat cuaca alam bagus, cuaca manusia tetap buruk.”

Ogata Shingo adalah seorang sukses secara finansial yang di usia tuanya masih bekerja. Istrinya Yasuko, usianya lebih tua setahun tapi tampak awet muda. Seorang pendengkur dan pengatur. Ia kehilangan gairah terhadap pasangan, karena waktu malam-malam pikirannya keluyuran tak tentu arah akibat rasa hampa kepada sang istri. Putranya Shuichi ketahuan selingkuh. Mereka bekerja di tempat yang sama. Di mana anaknya jadi penasehat. Karena kerjanya sama, tinggal juga masih bareng maka ia tahu lebih banyak kegiatan keluarga anaknya. Salah satu pelajaran berharga di sini adalah, setelah menikah segera tinggallah terpisah. Jangan di PMI – Pondok mertua Indah karena tak seindah namanya. Menantunya Kikoku digambarkan begitu mempesona, cantik dan penyabar. Seorang ibu rumah tangga yang ideal, yang justru dihianati cinta. Buku ini akan didominasi cerita perasaan Shingo terhadap menantunya, gemuruh hati. Deru gunung Kawamura yang menggelora. Sementara putrinya Fusako sudah berkeluarga dan menganugerahi dua cucu, yang sesekali mampir dan berceloteh. Shingo sendiri berfikir alangkah tenang dan ringan rasanya duduk di ruang sarapan pada hari Minggu di bulan April sambil menatap kuntum-kuntum mekar sakura dan menyimak ayunan sang genta. Mentari musim panas memudar dan angin senja bertiup pelan.

Affair putranya awal dikira sekedar berdansa bersama selepas jam kerja, makan malam romantis atau hanya mencari perhatian sang ayah. Tapi tidak, keadaan ternyata sudah sangat rumit karena selingkuhan Kinu sudah hamil. Keadaan makin runyam saat tahu status sang WIL yang janda mati akibat perang. Pernikahan itu seperti rawa-rawa berbahaya, barang siapa menyeleweng maka kakinya akan makin terperosok. Saat akhirnya Shingo mendapat kesempatan bertemu langsung dengan perusak rumah tangga orang itu, adegan trenyuh tercipta. Ia bahkan tak menuntut penuh putranya, karena ia memang sangat mendamba anak. Ah korban perang, perang memang sebuah tragedi massal. Efeknya panjang. Ironisnya, sang selingkuhan mempertahankan bayinya untuk lahir, Kikoku justru malah aborsi. Permainan ironi macam apa ini! “Bisakah kasus ini dituntaskan tanpa campur tangan seorang lelaki tua? Tapi semua solusi memang jahat, kukira.”

Menjelang fajar, ia bermimpi. Dua kali bahkan dan di setiap mimpi ia mendapati diri bertemu dengan orang yang sudah mati. “Pagi ini aku bermimpi bertemu dengan orang yang sudah mati. Si tua yang tinggal di Tatsumiya mentraktirku makan mi.” Saat ia bercerita, istrinya yang menimpali, “Kau tidak memakannya kan?” Terdengar biasa? Ya. Tapi kalau dipikir-pikir seram juga karena Shingo bertanya-tanya apakah bermimpi dengan memakan makanan yang ditawarkan orang mati maka sang pemimpi sendiri akan mati? Orang harusnya menjauh saat ada yang mencinta. Ia bertanya apakah belalang juga mengalami mimpi buruk? 

Akhir buku ini memang seakan tak tuntas, menggantung di mana pembaca dipaksa berhenti di tengah jalinan kisah tanpa tahu mau ke arah mana. Tapi memang ini ciri khasnya, ‘Seni untuk Seni’. Karena ia berpendapat spekulasi dan rangkaian sketsa kehidupan jauh lebih penting ketimbang kesimpulan. Inilah hebatnya, sederhana namun sangat menohok. Buku istimewa dalam kehidupan yang tak istimewa. Penceritaannya memang sangat dekat karena mungkin bertutur masalah hal remeh temeh keseharian – hal-hal sepele. Sebuah buku yang lamban, ibarat air yang mengalir di tempat datar. Pelan namun terus dipaksa bergerak. Beberapa mungkin bahkan disodorkan tanpa emosi. Kalian tak akan menemui adegan pesawat jatuh, rentetan peluru atau gempa bumi. Pemilihan diksi terjemahannya bagus, sangat bagus. Beberapa tampak sangat puitis, walau sebenarnya keadaan yang dicipta sebenarnya mungkin hanya sekedar celoteh umum. “Mentari musim panas telah memudar, dan angin senja bertiup pelan.” Sederhana kan? Tapi memang itulah nyawa utama buku ini. “Beberapa kupu-kupu tampak berterbangan. Shingo bisa melihat mereka berkerlap-kerlip melewati celah dedaunan.” Cerita jiwa-jiwa yang sepi. Dalam Budha, ‘… aku telah menemui apa yang sukar ditemui, aku telah mendengar apa yang sukar didengar…’

Sebagai buku dari Peraih nobel sastra tahun 1968 – Penulis Jepang pertama yang mendapatkannya, Deru Gunung memang yang paling terkenal. Sama termasyurnya dengan Penari dari Izu, Ibokota Lama, Daun-Daun Bambu, Seribu  Burung Bangau sampai Negeri Salju. Akar naturalis Jepang yang kuat, penggambaran sekitar yang begitu realistis, kesederhaan dalam puitis. Selain menulis novel ia juga mencipta cerita pendek – beliau menyebutnya dengan ‘Kisah-Kisah Telapak Tangan’ (Tenohira no shosetsu). Kawabata meninggal karena bunuh diri pada tanggal 16 April 1972, kalau kalian sudah baca Norwegian Wood-nya Haruki Murakami kalian pasti tahu adegan saat seorang karakter melakukan bunuh diri dalam mobil yang sengaja dipenuhi gas beracun. Jelas itu adalah inspirasi dari kehidupan Kawabata, para jenius yang pasrah akan derita hidup. Spekulasi motif kematian Kawabata sendiri banyak beredar. Ada yang bilang ia melakukannya karena depresi pasca perang, sekalipun ia tak terjun langsung pada Perang Dunia Kedua. Ada yang bilang akibat penyakit Parkinson yang dideritanya sudah parah. Ada yang berujar juga karena depresi akibat sahabatnya, sesama Penulis Yukio Mishima melakukan bunuh diri harakiri di kam pasukan Jepang bersama Morita. Ada juga keran kecelakaan gasnya bocor saat ia dalam mobil? Yasunari Kawabata menambah panjang Penulis bunuh diri. Halaman 296 beliau bahkan memperingatkan dirinya sendiri, ‘Ia tak tahu apakah dirinya marah akibat Aihara mencoba bunuh diri ataukah marah karena kaca matanya lepas.’

Jadi apa salahnya mencintai Kikoku dalam mimpi? Apa salahnya mencintai menantu dengan diam-diam sepanjang hari, sepanjang waktu. Pikiran cinta ini juga merasuki ulang dari perasaanya terhadap kakak iparnya yang sudah meninggal – de javu. Awalnya kita seakan menyalahkan sang putra yang jelas-jelas selingkuh, tapi ketika kita menyelami pikiran Shingo ternyata sama saja. Keduanya mengalami keterpurukan spiritual, hati yang hampa. Dan segalanya dituturkan dengan sangat indah. Jelas Deru Gunung adalah salah satu novel (tampak) sederhana terbaik yang pernah saya baca. Lima bintang!

Untuk kepiawaian narasinya dan kepekaan hebat dalam mengungkapkan sisi natural kehidupan di Jepang.” –  panitia Nobel Sastra

Deru Gunung | by Yasunari Kawabata | diterjemahkan dari The Sound Of The Mountain | Penguin Books tahun 1974 | Penerjemah Nurul Hanafi | judul asli Yama no Oto terbitan tahun 1954 | Cetakan pertama, 2016 | Penerbit Senja | 376 hlm; 14 x 20 cm | ISBN 978-602-391-127-1 | Skor : 5/5

Karawang, 080217-250617-290917 – Backstreet Boys – The ONE

Catatan ini ditulis dalam tiga kesempatan, pertama bulan Feb 2017 saat selesai baca. Kedua saat mengejar #30HariMenulis #Juni2017 dan akhir September ini. Setelah mencoba – gagal, coba lagi – gagal, akhirnya selesai juga.

#HBD34Tahun

Iklan

Inferno – Dan Brown

Inferno – Dan Brown

Dunia sesak. Populasinya membengkak. Kesejahteraan hidup yang makin menjamin, kelahiran tak terkendali, harapan umur panjang. Longevity – yang mengingatkan pada tulisan Shailesh Modi bahwa di era exponential harapan hidup manusia bertambah 3 bulan setiap tahunnya. Empat tahun lalu harapan hidup manusia ada di angka 79 tahun dan akan terus naik saat ini ada di angka 80. Artinya di tahun 2036 harapan hidup manusia akan mencapai 100 tahun! Teori transhuman itu juga dijelaskan di buku ini, LB2083 – all hail hydra! Sementara bumi menyediakan sumber daya alam yang dalam prediksi matematis tak akan cukup dalam 50 tahun ke depan. Manusia banyak, makanan kurang. Sebuah ancaman yang harus diantisipasi yang kini jadi debat rumit para ilmuwan. Solusi untuk mencegah kepunahan umat. Masuk akal sekali kan.

Ada satu ilmuwan Bertrand Zobrist yang menawarkannya. Caranya ektrim sekali, saat ada kesempatan menekan sebuah tombol yang bisa mencegah kepunahan umat apakah kalian akan lakukan? Tapi dengan konsekuensi 1/3 umat manusia tewas! Mengerikan. Sang ilmuwan lalu membuat virus/patogen/bakteri/wabah/penyakit yang mengancam. Apa yang dicipta Zobrist sendiri menjadi kejutan bagus di akhir. Karena saat tersudut, ia lebih memilih bunuh diri maka karyanya dilanjutkan pengikutnya. Dan sebuah konser Dante Symphony mematiknya. Pihak WHO, dipimpin oleh Elizabeth Sinskey tentu saja berusaha mencegah, menjadikannya target nomor satu untuk diburu. Zobrist berlindung di ketiak Provos, sebuah organisasi rahasia yang menyediakan layanan privasi pada kliennya, menjaganya dari segala ancaman, dan siap menyebarkan berita hoax. Costumer first!

Catalina, molto bella. Buku yang cantik sekali. Ini adalah hype capaian tertinggi dari semua seri petualangan Simbolog Robert Langdon. Benar-benar luar biasa. Awalnya kukira  Da Vinci Code adalah novel terbaik Dan Brown dan beliau sudah di puncak, tapi ternyata ekspektasi tinggi Inferno terpenuhi. Tak sekontroversial aneh penjabaran lukisan Leonardo tentunya tapi tentu saja penafsiran nyeleneh sebuah buku Dante Alighieri: The Divine Comedy tetaplah membuat shock. Ditulis dalam bab-bab pendek yang sebenarnya pola yang kurang kusuka, di mana tiap akhirnya digantung yang seakan meminta Pembaca untuk tak memenggal kisah, awalnya pesimis karena tahun lalu filmnya mengecewakan. Tapi saat sudah lahapanku menyentuh halaman seratus, rasanya sulit sekali diletakkan. Dan sukses membuat pembaca terpaku dan terus mengikuti lari Langdon. Terengah-engah, bangkit, dan kembali dipacu waktu. Salut.

Tagline utama kisah ini adalah: ‘Tempat tergelap di neraka dicadangkan bagi mereka yang tetap bersikap netral di saat krisis moral’. Sebuah kalimat yang sungguh menggoda, penafsiran awam tentu saja seolah bilang, ‘jangan cuek terhadap sekitar saat terjadi masalah’. Tapi ternyata itu adalah nukilan buku The Divine Comedy karya Dante. Dan buku inilah yang akan jadi pusat segala konflik kisah. Dalam puisinya, Dante mengisahkan perjalanan tiga alam yang dipandu oleh Virgil dalam Inferno – neraka, Purgatorio – penebusan dan Paradiso – surga. Mahakarya yang rilis tahun 1308-1321 ini jadi semacam kitab oleh ‘teroris’ fanatik Bertrand Zobrist. Neraka Dante bukan fiksi, itu ramalan. Kesengsaraan yang luar biasa, penderitaan yang menyiksa. Umat manusia jika tak terkendali, berfungsi sebagai wabah. Seperti kanker yang jumlahnya meningkat setiap tahun. Menjadikan panduan untuk menyelamatkan dunia. Jalan ke surga hanya bisa dilalui oleh kematian lewat Neraka. The Divine Comedy sendiri sebenarnya bukan buku komedi, buku ini dituliskan dalam bahasa Italia rakyat sehingga mudah diterima. Zaman itu bahasa Italia umum dirasa kurang sopan, makanya blak-blakan itulah dianggap melucu. Dalam sejarahnya buku ini justru lebih diterima masyarakat yang anehnya malah menjadi panduan untuk bertobat. Cara efektif menarik umat untuk ke Gereje daripada alkitab!

Carilah, maka akan kau temukan. Robert Langdon, profesor Havard seorang simbolog terbangun dengan amnesia jangka pendek akibat tertembak di kepala di rumah sakit Florence. Ia tak ingat apa yang terjadi semalam, dan alasan tepatnya kenapa ia di Italia. Langdon tak bisa berlama-lama menentukan pilihan karena ia kini adalah target pembunuh bayaran dan sepasukan penuh Pemerintah menginginkannya tewas. Dibantu dokter muda cerdas Siena Brooks ia melarikan diri. 

Dengan sebuah file dalam bentuk stempel kuno memberinya petunjuk di mana cara bukanya pakai sidik jari Langdon, mengantarnya ke Topeng Dante – yang mengejutkannya justru semalam Langdon curi, ke kata very sorry verry sorry yang salah terjemahkan, sebuah puisi di balik Topeng, sampai memaksa mereka harus melanjutkan perjalanan 1,600 kilometer jauhnya untuk mencegah bencana. Semua dikisahkan dengan kecepatan luar biasa, kejar-kejaran. Bukan hanya siasat cepat Langdon dan Siena untuk memacu waktu, tapi Dan menulisnya dengan tempo tinggi. Dan karena saya sudah menonton filmnya, tak terlalu mengejutkan saat petunjuk itu mengarah ke Turki.

Ya, buku macam gini tak akan menarik juri Pulitzer apalagi Nobel Sastra. Jelas, ini hanya buku seru-seruan setebal 600 halaman. Tapi memang sedari awal sudah kuniatkan hanya ‘have fun’. Narasinya tak serumit seni tulis, semua yang dijelaskan tak memberi perdebatan bercabang karena gamblang dan selurus sepakat. Bayangkan saja, ‘hanya’ 600 halaman bisa terpecah dalam 100 bab lebih. Ini adalah buku (promo) panduan tur paling menarik. Bohong kalau setelah baca kalian tak ingin ke Florence, Venezia atau ke Istanbul. Karena saya tak pernah ke sana, maka jelas ini buku bervitamin. Dan seperti tujuan Dan Brwon dalam biografinya yang menginginkan setiap pembaca untuk mendapat akhir yang ‘Wow, coba pikir betapa banyak yang sudah kupelajari.’ Dan sukses memberi gambaran surga dunia dengan keseruan fiksi. 

Berkat kesuksesan tak terkendali The Da Vinci Code, tentu saja Dan harus memasangnya di setiap buku barunya. Kisah hidup Dan yang saya nikmati bulan lalu menjelaskan bahwa pilihan (pasangan) hidup yang tepat itu penting, sangat penting. Kalau kata Puthut EA kurang lebih begini, ‘lelaki boleh saja melakukan kesalahan-kesalahan, tapi tidak BOLEH kesalahan terjadi dalam memilih istri.’ Nah Dan ini hebat sekali, ketepatan menikahi Blythe Brown memberinya waktu tak berbatas untuk berkarya. Finansialnya terjamin, sehingga setelah gagal menjadi musisi ia menepi untuk menulis. Menulis tanpa kebingungan besok mau makan apa, menulis dengan pikiran bebas. Merdeka, punya uang lebih untuk melakukan riset dan saat seorang Penulis fokus, karya bagus tinggal masalah waktu. Inferno ini hanyalah salah satu rentetan efek pilihan tepat menyunting pasangan. Selamat Dan! Anda seorang gentlemen.

Inferno (movie tie-in) | by Dan Brown | copyright 2013 | terbitan Doubleday, New York 2013 | diterjemahkan dari Inferno | edisi kesatu, cetakan XIII, Maret 2016 | edisi kedua (movie tie-in), cetakan I, September 2016 | penerjemah Ingrid Dwijani Nimpoeno dan Berliani Mantili Nugrahani | penyunting Tim Redaksi | book design by Maria Carella | motion picture artwork 2016 CTMG | pemeriksa aksara Eti Rohaeti dan Oclivia Dwiyanti | penata aksara Cahyono | Penerbit Bentang | 644 hlm.; 23,5 cm | ISBN 978-602-291-268-2 (softcover) | untuk Orangtuaku… | Skor: 5/5

Karawang, 230917 – Celine Dion – The Power of Love

Thx to Intana Intano yang telah tukar pinjam dengan biografi Dan Brown, “We’re just the beginning.”

Pekan ke 6: Hellas Verona Vs Lazio 

Pekan ke 6: Hellas Verona Vs Lazio 

Perkiraan formasi
4-3-2-1
Strakosha
Patric –  Lukaku – Radu – Luiz Felipe
Leiva – Parolo – Lulic
Sergej – Luiz Alberto
Immobile
LBP 0-3
Ini hanya satu hari dari ratusan hari sedih selama jadi Laziale. Ada jutaan kenangan indah yang telah diberikan Lazio. Kalem Laz, ga usah panik. Ga usah lebay. Percayakan kepada Mr Simo. Hari ini akan berlalu juga dan diganti harapan baru. Babak pertama kita bermain luar biasa. Determinasi. Kompak. Efektivitas. Dan berhasil leading dengan gol keren. Sayang sang dewi sedang berpaling. Bastos memaksa ganti. De Vrij mengikuti. Mungkin Inzaghi salah antisipasi dengan memberikan Murgia masuk sehingga membuat lubang pertahanan, tapi permainan ini kan penuh perjudian. Ingat pekan lalu Inzaghi juga berjudi di Ferarris saat lawan berhasil menyamakan kedudukan dua kali. Nah, malam tadi saat keadaan dibalik hanya dalam dua menit, sang pelatih tetap mencoba melakukan yang terbaik dengan terobosan Lukaku. Tapi Basta membuat harapan mengejar ketinggalan menjadi tertutup karena dengan 10 pemain dan tak ada sentral pertahanan murni tentu saja sulit. Salut sama Immobile yang terus berlari tak kenal lelah. Babak kedua benar benar berantakan, kita kehabisan bek. Satu hal yang pasti, peran De Vrij vital. Sangat penting. Maraton 38 Kilometer masih jauh dari kata finish. Kita baru spint di awal kompetisi. Segala pujian media masa, segala harapan berlebihan pecinta Serie A itu. Mari berbenah, eratkan seatbelt karena hari hari ke depan akan lebih terjal. Kita sudah memberikan yang terbaik. Kita sudah melakukan yang terbaik. Kita sudah mendukung yang paling baik. #NonMollareMai #AvantiLazio #ForzaLazio #LazioTiAmo
DC
Verona 0-2 Lazio,  Immobile
Setelah kalah, akan menang lagi. Itu keyakinan saya. Bagaimana faktanya? Kita liat saja.
Bagas
Verona 1-3 Lazio , Immmoooo….
Demi menjaga asa lazio harus petik poin penuh, demi fans juga yang di PHP keunggulan dibabak pertama lawan napoli, semoga kata aduh tidak terucap lagi, forza elang.
Damar irr
Verona 1-2 Lazio, Immobile
Lazio sedang limbung, tapi tetap optimis 3 point didapat, apakah Mauricio transfer panik yang ndobos? well see..
Kakadit Gokil
Verona 0-4 Lazio, Immobile
Hail King Immo! Forza Immobile! Lazio pesta gol!
Arief Targaryen
Verona v Lazio 0-1. Immobile
Verona mendapatkan tugas berat. Perbedaan posisi di klasemen cukup menggambarkan jurang perbedaan kekuatan kedua klub. Immobile akan membawa Lazio menang lagi.
Siska
Verona 1-4 Lazio, Immobile
Abis kalah dari napoli cari pelampiasan dong. Apalagi Verona ndobos gitu. Bisalah Lazio menang besar.
king in the north
Hellas 2-3 Lazio, Immobile.
Lazio menang. Lazio pasti menang. Waktunya lazio kembali menang.
kumbhuang2 di taman
Veron 0-6 Lazio, Immobile
Ini adalah laga pelampiasan. Setelah laga pelatih Verona siapapun dia akan langsung dipecat. Tanpa pesangon, tanpa say goodbye. You’re fired kata om tram.
Takdir Hellas 2-5 Lazio, Immobile
Analisis: Apes jamu Napoli sesungguhnya bukan kehilangan poin, tapi kehilangan pemain inti secara bersamaan. Setelah Wallace, Felipe Bale, dan segera tak turunnya trio Portegal Pekan lalu secara bersamaan The Great kehilangan Bastos, De Vrij dan Basta! Bayangkan dalam semalam tiga anggota tim inti cedera! Entah dosa apa Laziale saat tim sedang dalam aura membuncah di angkasa dalam pekan pekan kemenangan menakjubkan tiba tiba terhempas ke lantai bak piring cantik hadiah beli deterjen, pecah berkeping. Sabar, ini ujian. Dalam catatan sejarah babad tanah Formello, Lazio menang besar saat bersua Hellas. Krisis ini akan berlalu, Luca Crecco tercoret untuk panggilan ulang sang Sentral Bek horor Mauricio. Kesempatan kedua, hidayah. Kalau sampai mereka bisa melewati tanding sulit dalam rentetetan cedera ini dengan sukses, yakinlah Lazio tetap penantang serius Scudetto. Tapi kalau recover tim gagal menuai poin kejar, seharusnya skuat dirombak dan orang pertama yang harus ditendang pantatnya tentu saja Nani. Gaji gede 0 menit. Serie A masih sangat panjang. Duduk, dan nikmatilah. Biarkan Simone Inzaghi melaksanakan tugasnya.
Wao
Hellas 2-1 lazio
Pazzini
Lazio abis kalah. Sepertinya belum move on. Main di Hellas kalah tipis 2-1.
Karawang, 130917

Pekan 5: Lazio Vs Napoli

Lazio Vs Napoli

Prakiraan formasi
3-4-2-1
Strakosha
Bastos –  De Vrij – Radu
Basta – Parolo – Leiva-Lulic – Leiva – Lulic
Luis Alberto –  Sergej
Immobile
LBP 3-0
Xuel akbar bulan ini. Napoli sedang dalam puncak permainan, Lazio dalam puncak optimistis. Malam ini 01:45 Wib jadilah saksi, siapa yang terbaik?
praptekanthropus erectus
Lazio 1-3 Napoli; Mertens
Di tengah yuforia performa apik, lha kok malah divoor. Main kandang pulak. Hahay, makanan empuk bandar ini bray. Sikat!
Adityanus Marairembessy!
Lazio vs Napoli : 1-2, Callejon
Napoli lagi oke. Lazio lagi oke. Siapapun yang menang oke.
Damar irr
Lazio 2-0 Napoli,  Immobile
Bermodal optimisme tinggi pasukan elang akan menghancurkan Napoli. Kuncinya ada d strategi Simone Inzaghi. Immobile pasti akan berkelok 9 lagi.
Bagas
Lazio 2 – 1 Napoli, Immobile
Diprediksi menjadi penantang gelar musim ini menjadi suntikan moral bagi Elang untuk menggebuk Napoli, skore 2 – 1 layak untuk laga ini, forza Lazio!
Ajie Muserinteristi
Lazio 1-1 Napoli, Immobile
Pembuktian don simone. Pantas tak pantasnya Lazio disebut sebagai kuda hitam. Laga krusial saling berbagi angka.
Takdir
Lazio 3-1 Immobile
Sandungan pertama Napoli adalah Lazio. Martens sedang panas Dybala sedang meluap, Immobile adalah gabungannya. Disaat tim lelah karena jadwal Nani datang siap membackup. Dan saya penasaran dengan Seberapa Vieri Simone Palombi, debut? (revisi)
Arief Arryn
Lazio v Napoli 0-2. Mertens
Tridente Napoli semakin menakutkan. Lazio ingin meneruskan tren positif. Mertens akan kembali menjadi pembeda.
Arifin Panigoro
Lazio 1-0 tampoli. Immobile.
Lajio main tandang. Lajio menang. Om budi girang. Om pulsa om. 🤣
Siska
Lazio 4-2 napoli
Ciro
Ini adalah ujian besar bagi tuan rumah Lazio. Bayang-bayang histori yang tak dapat dibanggakan akan menghantui mereka sepanjang pertandingan. Tapi sepertinya Lazio tetap akan menang 😌
emas agos 24 karat
Lazio 2 – 0 napoli
Gol Nani
Efek kedatangan Nani begitu terasa di squad Lazio. Belum sempat dimainkan saja sudah jumawa di serie A dan EL. Apalagi kalo sudah dimainkan. Fans berharap tuah kejayaan United menular lewat NANI
Karawang, 200917

Beautiful Mind – Sylvia Nasar

Sebuah biografi yang indah. Seperti inilah seharusnya perjalanan hidup seorang tokoh dibuat. Detail, seru dan (seolah) tampak mengesankan. Salah satu biografi terbaik yang pernah kubaca. Untuk menuntaskan 600-an halaman ini saya butuh perjuangan. Setahun setengah terbengkelai, awal bulan ini karena sudah diminta balik sama yang punya, saya kebut dan butuh dua hari penuh (16 – 17 Sep 17) untuk menyelesaikan baca. Penuh dalam artian tak membaca cabang buku lain, tak menulis blog dulu dan fokus di libur – efeknya diomel Meyka karena waktu luang pegang buku mulu. Hasilnya? Sepadan, it’s  A beautiful book.
Tentu saja. Ya tentu saja saya tahu kisah John Forbes Nash Jr. – Genius dalam matematika, penemu salah satu teori perilaku rasional, teori permainan, orang dengan visi tentang pemikir ini pertama tahu dari film yang dibintangi Russel Crowe. Ketika memutuskan baca pinjam dari Putri, teman sekantor pun semua (yang tahu) langsung berujar – sudah ada filmnya. Jadi apa yang baru? Apa menariknya? Ternyata banyak. Seperti yang sudah-sudah, buku tentu saja jauh lebih bagus dan berkelas karena media tulisan penjabarannya luas dengan mengajak pembaca melalangkan imaji. Kisahnya panjang. Sangat panjang, dan rasanya hanya cocok untuk pelahap kertas sejati.

John Fobes Nash Jr.  lahir pada 13 Juni 1928 di Bluefield, Virginia Barat. Lahir dari seorang ayah insinyur listrik dan ibu guru bahasa Latin. Memiliki saudara perempuan Martha yang lebih muda dua tahun. Selesai sekolah dengan nilai bagus, ia mendapat beasiswa ke Carnegie. Berikutnya ia melanjutkan pascasarjana, dengan empat pilihan prestise. Awalnya ia akan ke MIT – Massachusetss Institute of Technology yang bergengsi tapi jalan membentuknya ke kampus Princeton. Di sanalah kegilaan pikiran Indah itu dijalani.

Kisah benar-benar menarik era kuliah, pascasarjana dan menjalani profesi awal sebagai pengajar. Nash adalah seorang egois, benar-benar selfish. Omong besar, suka hoperbolis tentang kehebatannya menghitung, penyendiri, introvert, ga asyik. Semua sifat buruk yang tak enak untuk dijadikan sahabat ngobrol sambil ngopi di kafe. Sering meremehkan orang sekitar, bahkan bahasanya yang blak-blakan membuat teman-temannya menjauh. Takut wajib militer sehingga segala daya dan upaya dibuat agar tak dikirim ke Perang Korea. 

Bagian paling memuakkan adalah saat pacar simpanan seorang perawat sederhana Eleanor Stier hamil. Sebagai pria dewasa berpendidikan sejatinya harus menikahi. Nyatanya, ia cuek. Sebagai professor MIT yang disegani, ia malah mengajukan agar nanti saat putranya lahir diberikan kepada keluarga yang mau menampung,  supaya ekonomi lebih terjamin. Di pikirannya bahkan tak ada niat untuk merawat, membiayai atau memikul tanggung jawab. Fak. Padahal ia yang memberi nama dengan ego sama, John David Stier. Eleanor yang lebih tua lima tahun, mengadu ke orang tua Nash: Margaret Virginia Mastin dan John Nash Sr. membuat mereka marah besar dan meminta menikahinya. Namun saat bersamaan kesehatan sang ayah memburuk hingga akhirnya meninggal. 

Lebih parah lagi, suatu hari Eleanor memergoki Nash tidur sama mahasiswi-nya. Marah-marah ke Nash karena tak berperikemanusiaan. Marah kepada Alicia Lopez-Harrison de Larde, sang mahasiswi jurusan fisika. Seorang imigran El Salamon yang lebih cantik dan terlihat cerdas. Dalam posisi seperti ini, wajarnya Alicia mundur dan membiarkan mereka menikah. Tapi tidak, mereka mencipta riak-riak kehidupan menjadi gejolak. Alicia mengundang Eleanor, membuatnya mabuk dan menodong cerita lengkapnya. Dari situ ia tahu, pacar simpanan Nash adalah perempuan biasa yang tak selevel dengan derajat otak mereka dan memutuskan Maju Terus! Gila. Moral sudah ditimbun di tempat sampah.

Menikahlah Nash dengan Alicia dengan acara sederhana di gereja Episkopal di St. John, Washington D.C. dalam suasana mendung. Mulai dari sini cerita kehidupan Eleanor dan anak haramnya mulai disingkirkan, hanya dijelaskan John David dititipkan dari rumah ke rumah dan ibunya berjuang hidup dengan kerja serabutan. Setahun berselang Alicia hamil dan kegilaan Nash mulai tampak. Ada yang bilang Nash menderita skizofrenia gara-gara kehamilan Alicia. Ada juga yang bilang pemicunya kecewa karena seorang mahasiswa Italia berhasil memecahkan persamaan eliptik yang sedang coba diurainya. Konon delusinya juga dipicu ambisi tak berbatas untuk memecahkan hipotesis Riemann yang merupakan sebuah tantangan besar matematikawan. Apalah itu, Alicia yang mulai khawatir suaminya makin menggila, terpaksa mengirimnya ke rumah sakit jiwa. Tragis, John kedua lahir saat sang ayah dikarantina. Itu artinya kedua anaknya lahir tanpa bisa menemani proses persalinan. 

Seminggu berselang, setelah mengadakan jamuan minum teh yang disebuat Mad Hatter Tea. Nash yang kecewa, mengambil langkah berani dengan mengundurkan diri dari MIT dan pergi ke Eropa. Tujuan? Ingin mencabut kewarganegaraan Amerika-nya untuk menjadi warga negara dunia. Delusi serangan alien dan bahwa ia adalah yang terpilih di jagat raya. 

Oiya, ia pernah juga menjadi karyawan RAND, sebuah institusi eksekutif memecahkan kode yang terhubung dengan Pentagon. Sayangnya ia dipecat dengan tak hormat, gara-garanya ia kedapatan berkencan sesama jenis di suatu dini hari di mana teman kencannya adalah polisi yang menyamar. Kisah penyimpangan seksnya dijabarkan dalam bab padat yang menyakitkan. Bahwa ia memiliki tiga teman istimewa, dan salah satunya yang berinisial ‘B’ yang membuatnya sakit hati hingga menyebutnya iblis. Bagian ini tentu saja menyinggung Alan Turing dari Inggris, seorang jenius bunuh diri gara-gara didakwa bersalah karena homo.

Dan begitulah, setelahnya fokus akan terus memacu personalitas lebih dalam kejiwaan Nash, dirawat dari rumah sakit satu ke rumah sakit lain. Dari rumah sakit swasta elit, swasta kelas menengah hingga kehabisan dana dan dipindahkan ke rumah sakit pemerintah yang disubsidi. Dari terapi insulin, terapi kejut sampai proses penyembuhan yang memilukan. Kabar duka datang silih berganti. Kematian ibunya, perceraian dan perginya Martha menjauh dengan keluarganya sendiri, membuat ia kini sendiri. Benar-benar sebatang kara mengarungi kerasnya kehidupan. Tapi orang-orang Princeton memberi ruang untuknya, sekedar membaca di Perpustakaan, diterima dengan tangan terbuka di Fine Hall, bermain catur dan memenuhi kebutuhan dasar sebagai balas budi seorang alumni, seorang legenda. 

Tahun 1978 ia mendapat John von Neumann Theory Prize, sebuah penghargaan yang diilhami dari profesornya. Lalu Sampai akhirnya seperti yang kita semau tahu, tahun 1994 menerima Nobel Bidang Ekonomi – Nobel Memorial Prize in Economic Sciences. Menurutku yang paling menyedihkan dari semua kisah ini adalah, saat Nash Jr. ada di puncak, saat ia diakui karyanya dengan ganjaran tertinggi, orang terkasih: orang tuanya sudah tiada. Kalimat umum saat ditanya general apa cita-citamu, ‘membuat bangga orang tua’ itu tak mewujud nyata. Walaupun sang mantan istri akhirnya mendukung, sang adik menemani dan anaknya memaafkan, rasanya ada yang hampa. Ada yang kurang.

Sebagai penemu teori Nash equilibrium, Nash embedding theorem, Nash fuction dan teori Nash-Moser. Nash sesungguhnya kurang lengkap penghargaannya karena penghargaan empat tahunan Medal Field yang bergengsi sebagai matematikawan lepas. Award yang nyaris itu, terlepas dalam momen dramatis sebelum ia diserang skizofrenia, dan dalam pikiran (juri) mungkin empat tahun lagi masih ada peluang dapat kesempatan, sayangnya ia keburu dikirim ke rumah sakit jiwa. Ambisi berlebih memecahkan hipotesis Riemann-lah menurutku yang paling merusak. Kehebatannya (mencoba) mematahkan teori bapak Ekonomi dunia, Adam Smith yang fenomenal – teori Invisible Hand menurutku masih perlu diuji keabsahannya. Kata panitia Nobel bilang butuh waktu setidaknya 50 tahun lagi untuk bisa benar-benar merealisasikan teori Ekuilibrium atau kesetimpangan sebagai solusi ekonomi. Ambisi berlebih, semua butuh waktu. Apapun itu kontribusi Nash memang mewujud, kita hanya bisa berandai-andai ah seandainya ia FIT di usia emas.

Karena buku ini istimewa, maka untuk menyimpan memori dalam blog, saya kutipkan judul bab, kutipan pembuka dari tokoh-tokoh besar beserta sebagian kecil yang menarik di Bab itu.

Sebuah lomba, dan sebuah kemenangan lagi. Syukur atas hati nurani yang kita miliki. Syukur atas kelembutan, keriangan, dan ketakutan yang ditimbulkannya. Apalah kejahatan sekuntum bunga selain diam menunggu mati tanpa ada yang menangisi. – William Wordsworth, “Intimation of Immortality”

Prolog – Sama seperti patung…, sama seperti Newton. Kacamata tebal, wajah pendiam. Yang merenung dan terus merenung. Menjelajah samudera pikiran serba asing, sendirian. – William Wordwoth

Emil Kraepelin yang mendefinisikan kelainan ini pertama kalinya pada tahun 1896 menyebutnya ‘dementia praecox’, penyakit yang bukan meluluhlantakkan akal sehat melainkan menyebabkan kerusakan mendasar pada kehidupan emosional dan kemauan. – halaman 12-13

Bagian Satu – A Beautiful Mind

#1. Bluefield (1928 – 45) –  Aku diajari untuk merasa, mungkin terlalu mendalam. Maka aku jadi kelewat mandiri… – William Wordworth

Bluefield yang diberi nama demikian karena banyaknya ladang chicory (Chicory atau Cichorium intybus adalah sejenis tumbuhan bunga biru asal Eropa dan Afrika, daunnya kerap dijadikan salad). Selain dibudidayakan di ladang-ladang dan lembah-lembah di sekeliling kota kecil pedalaman. – 25-26

#2. Carnegie Institute of Technology (Juni 1945-Juni 1948) – Kala itu sedikit sekali orang mau menjadi ahli matematika. Sama langkanya dengan orang yang mau jadi pianis sebuah konser. – Raoul Bott, 1995

Pada musim semi 1948 – yang merupakan tahun ketiga kuliahnya di Carnegie – Nash telah diterima oleh empat program pascasarjana ternama di Amerika dalam bidang matematika, yakni Harvard, Princeton, Chicago dan Michigan, masuk ke salah satu lembaga pendidikan tinggi tersebut pada dasarnya merupakan sebuah prasyarat untuk karier akademik yang cemerlang di kemudian hari. – 53

#3. Pusat Jagat Raya (Princeton, Musim Gugur 1948) – … sebuah perkampunagn dengan tata upacaranya yang unik. – Albert Einstein. – … pusat matematika di seluruh jagat raya. – Harald Bohn

Kontribusi paling besar, tentu saja adalah bom atom. Wigner di Princeton dan Leo Szilard di Colombia menyusun sebuah surat lalu mereka bawa kepada Einstein untuk ditandatangani, yang mengingatkan Presiden Roosevelt bahwa seorang fisikawan Jerman, Otto Hahn di Kaiser Friedrich Institute di Berlin telah berhasil membelah atom uranium. Lise Meitner, seorang Yahudi Austria yang melarikan diri ke Denmark melakukan perhitungan matematis tentang bagaimana sebuah atom dapat dibuat dari penemuan-penemuan tersebut. Niels Bohns, fisikawan Denmark berkunjung ke Princeton pada tahun 1939 lalu menyebarluarkan kabar itu. “Justru merekalah, bukan ahli-ahli kelahiran Amerika yang pertama kali menemukan implikasi militer atas pengetahuan baru ini,” tulis Davies. Presiden Roosevelt menanggapi dengan menunjuk sebuah dewan penasehat untuk urusan uranium dalam bulan Oktober 1939, dua bulan sebelum perang pecah, yang akhirnya berkembang menjadi Proyek Manhattan. – 68

#4. Sekolah Para Genius (Princeton, Musim Gugur 1948) – Bincang-bincang menambah pengetahuan, tetapi hening adalah ciri para genius. – Edward Gibbon

Melvin Hauner belakang berujar, “Anda datang ke sana untuk bicara soal matematika. Mengungkapkan gosip Anda sendiri. Bertemu dengan dosen. Bertemu dengan teman-teman. Membicarakan pemecahan masalah matematika. Berbagi bacaan seputar matematika terkini.” – 80

#5. Genius (Princeton, 1948 – 49) – Untunglah aku tidak membiarkan diriku terpengaruh. – Ludwig Wittgentein

Einstein belum pernah bisa ‘menerima bahwa jagat raya terfragmentasi atas relativitas di satu sisi dan mekanika kuantum di sisi lain.’ menjelang ulang tahunnya yang ke tujuh puluh tahun ia masih mencari seperangkat alat tunggal, konsisten, yang berlaku untuk semua gaya dan partikel yang berbeda-beda di jagat raya dan sesungguhnyalah ketika itu ia sedang menyiapkan sebuah makalah yang belakangan menjadi makalah terakhirnya – teori medan terpadu (unfied field theory). – 90

#6. Permainan (Princeton, Musim Semi 1949)

Permainan ‘John’ atau ‘Nash’ merupakan sebuah contoh indah permainan zero-sum untuk dua orang dengan informasi selengkapnya yang memungkinkan seorang pemain selalu memiliki strategi untuk menang (zero-sum: situasi yang menyebabkan keunggulan pada salah satu pihak sudah pasti mengharuskan pihak lain kalah). Catur dan tic-tac-toe juga permainan zero-sum untuk dua orang dengan informasi lengkap tetapi keduanya masih masih bisa berakhir dengan kedudukan seri. ‘Nash’ benar-benar permainan topologi. ‘Anda dapat berjalan kaki dari Meksiko ke Kanada atau berenang dari California ke New York, tapi tidak dapat melakukan keduanya sekaligus.” Itu menjelaskan mengapa tidak pernah ada kedudukan seri, bahkan jika kedua pemain mencoba mengalah, salah satu dari mereka pasti menang, suka tidak suka. – 101-102

#7. John von Neumann (Princeton, 1948 – 49)

Apapun yang disentuh oleh von Neumann terimbas oleh daya pikatnya. Dengan keberaniannya masuk bidang-bidang yang jauh dari matematika. Ia mengilhami para genius muda termasuk Nash untuk berbuat serupa. Pendekatannya merupakan lampu hijau bagi gerenasi muda yang berbakat menjadi pemecah masalah, alih-alih hanya ahli dalam kejuruan masing-masing. – 109

#8. Teori Permainan – Penemuan teori-teori yang sengaja sangat disederhanakan merupakan salah satu teknik penting dalam sains, khususnya ‘ilmu-ilmu pasti’ yang memanfaatkan analisis matematika secara ekstensif. Apabila seorang ahli biofisika dapat memanfaatkan model-model yang disederhanakan untuk sel, begitu pula ahli ruang angkasa dapat menggunakan model-model yang disederhanakan untuk jagat raya, maka masuk akal jika permainan yang disederhanakan juga dapat digunakan sebagai model-model untuk konflik-konflik yang rumit. – John William, ahli strategi

Bagi matematikawan muda ambisius macam Nash, celah dan cacat pada teori von Neumann sama menantangnya dengan ketiadaan ether sebagai media perambatan gelombang cahaya yang pernah dirasa janggal oleh Einstein muda. Nash langsung memulai memikirkan masalah yang menurut von Neumann dan Morgenstern merupakan batu ujian paling penting bagi teori tersebut. – 116

#9. Masalah Tawar-Menawar (Princeton, Musim Semi 1949) – Bagaimanapun, kami berharap bisa mendapatkan pemahaman yang sesungguhnya atas masalah pertukaran dengan mempelajarinya dari sudut yang berbeda sama sekali, yakni dari perpektif ‘strategi permainan’.” – Von Neumann dan Morgenstern, The Theory Of Games and Economic Behavior, edisi kedua, 1947

Ingat bahwa Edgeworth pernah menyebut masalah kontrak sebagai sesuatu yang ‘tak tertentukan’ atau ‘indeterminate’. Dengan kata lain, jika yang diketahui tentang seorang perunding hanyalah kesukaannya (preferensinya), orang tidak dapat meramalkan interaksinya atau cara yang diusulkannya untuk berbagi kue. Alasan ketakteraturan itu tampaknya sesuatu yang jelas bagi Nash. Baginya, masalah yang pokok adalah ketiadaan informasi yang memadai, oleh sebab itu orang harus menambah asumsi-asumsi tambahan. Teori Nash mengasumsikan ‘kedua individu mempunyai peluang untuk kerja sama yang sama-sama menguntungkan lewat lebih dari satu cara.’ Yang menghebohkan dari makalah Nash adalah bukan tingkat kesulitannya atau kedalamannya atau bahkan keanggunan dan generalisasinya, melainkan karena makalah itu menyediakan jawaban atas sebuah masalah penting. Jika Anda membaca makalah Nash saat ini, Anda akan tersentuh oleh originalitasnya. Gagasan seolah datang begitu saja. Padahal yang terjadi tidak demikian. – 120-121

#10. Gagasan dan Tandingan Nash (Princeton, 1949-50) – Saya memainkan permainan non-kooperatif guna menandingi von Neumann alih-alih untuk mendapatkan dukungan. – John F. Nash Jr, 1993

Ia mengatakan kepada Nash tentang keyakinannya bahwa Nash sudah menggenggam sebuah tesis yang cemerlang di tangannya. Akan tetapi lebih dari itu, ia mendesak Nash untuk mengumumkan temuannya sebelum orang lain memunculkan gagasan serupa. Gale mengusulkan meminta tolong kepada seorang anggotan National Academy of Sciences agar menerbitkan pembuktian Nash dalam buletin bulanan lembaga itu. “Ia polos sekali, tidak pernah terpikirkan olehnya untuk membuat demikian. Maka ia menyerahkan pembuktiannya dan saya menulis pengantar kecil untuk NAS.” Lefschetz langsung mengirimkan catatan itu dan sudah muncul dalam buletin terbitan November. “Saya langsung tahu, itu sebuah tesis. Tapi saya tidak menyangka bahwa kelak itu menghasilkan Nobel.” – 127-128 

#11. Llyod (Princeton, 1950) – semua matematikawan hidup dalam dua dunia berbeda. Mereka hidup dalam sebuah drama mirip kristal dengan bentuk-bentuk platonik yang sempurna. Sebuah istana es. Akan tetapi mereka juga hidup di dunia biasa yang segala sesuatunya serba sementara, serba mendua, selalu siap untuk berubah. Matematikawan terus berpindah-pindah dari dunia satu ke dunia yang lain. Mereka orang-orang dewasa dalam dunia mirip kristal, namun bayi-bayi tak berdaya dalam dunia nyata. – S. Cappel, Courant Institute of Mathematics, 1996

Persahabatan antara sesama pria selalu berujung dengan persaingan. – 138

#12. Perang Antar Orang Pintar (RAND, Musim Panas 1950) – Oh, the Rand corporation is the boon of the world | They think all day for a fee | They sit and play games about going up in flames | For counters they use you and me, Honey Bee | For counters they use you and me. – Malvina Reynolds, ‘The RAND Hymn’, 1961

Kalau tidak sedang menggigit-gigit cangkir kopi, ia berjalan bersiual, sering dengan nada lagu yang sama, yakni The Art of the Fugue ciptaan Bach, berulang-ulang. – 154

#13. Teori Permainan Di RAND – Kami berharap (teori permainan) akan berhasil, sebagaimana pada tahun 1942 kami berharap bom atom akan berhasil. – Ilmuwan anonim di Pentagon kepada Fortune, 1949

Kabar tentang hasil kesetimpangan Nash juga mengilhami kebanyakan strategi permainan paling terkenal di semua bidang ilmu sosial. Dilema Tahanan (Prisoner’s Dilemma). Dilema Tahanan sebagian ditemukan di RAND, beberapa bulan sebelum kedatangan Nash, oleh dua orang matematikawan RAND yang menanggapi gagasan Nash lebih dengan sikap skeptis ketimbang menghargai revolusi yang akan diilhami oleh gagasan Nash. Dalam cerita Al Tucker itu polisi menangkap dua orang tersangka dan menanyai mereka di ruang terpisah. Masing-masing diberi pilihan untuk mengaku, melimpahakn kesalahan kepada pihak tersangka lain, atau diam seribu bahasa. Yang menjadi pokok masalah dalam permainan ini adalah bahwa apapun yang diperbuat oleh tersangka lain, masing-masing (secara sendiri-sendiri) akan merasa lebih baik mengaku. Jika tersangka lainm mengaku, tersangka pertama sebaiknya berbuat serupa dan karean itu terhindar dari hukuman lebih berat karena menyembunyikan kebenaran. Jika tersangka lain tutup mulut, ia berpeluang mendapatkan perlakuan lebih ringan karena bertindak sebagai saksi. Pengakuan merupakan strategi yang dominan. Ironisnya adalah kedua tersangka (diperiksa bersama-sama) akan merasa lebih baik tidak mengaku – yakni, jika mereka dapat kerja sama- tetapi karena masing-masing sadar tentang keuntungan tersangka lain jika mengaku, solusi yang ‘rasional’ adalah jika keduanya mengaku. – 162

#14. Wajib Militer (Princeton, 1950-51)

Ia bertekad melakukan apapun untuk menghindari wajib militer. – 170

#15. Teorema Yang Indah (Princeton, 1950-51)

Sebagaimana orang biologi ingin menemukan berbagai spesies dengan perbedaan yang hampir tidak bermakna sekedar untuk melacak pola evolusi, begitu pula matematikawan mencoba mengisi celah-celah dalam kontinum di antara ruang-ruang topologi yang polos di ekstrem satu dan varietas-varietas aljabar berstruktur sangat pelik di ekstrem lain. “Anda dapat naik anak tangga ke salah satu anak tangga kemudian menggunakan teknik-teknik dari geometri aljabar.” – 181

#16. Massachusetss Institute of Technology

Levinson merupakan pelopor teori persamaan diferensial parsial, pemenang Bocher Prize dan penemu sebuah teorema penting dalam teori kuantum untuk partikel-partikel yang menyebar. Yang paling mempesona ketika usianya awal enam puluhan dan telah menderita tumor otak yang akhirnya merenggut nyawanya, Levinson meraih prestasi paling penting dalam kariernya, yakni menemukan solusi untuk beberapa soal dalam Hipotesis Reitmann yang terkenal. Dalam banyak hal, Levinson dalam tokoh teladan bagi Nash. – 192

#17. Anak-Anak Bengal – Orang memandanganya sebagai anak bengal, tetapi ia anak bengal yang istimewa. – Donald J. Newman, 1995 – Orang Besar… biasaya orang yang dingin, keras, tegas, dan tidak takut ‘pandangan orang lain’; ia tidak begitu peduli soal tata krama, juga tidak suka sok suci. Jika orang sulit memahami jalan pikirannya, ia memilih berangkat sendiri.. ia sadar tidak boleh sembarangan bicara: memang susah menjadi orang terkenal… kecuali sedang bicara sendiri, ia lebih suka menyembunyikan perasaannya. Ada semacam kesepian dalam dirinya yang tidak dapat dijangkau entah untuk dipuji atau dipersalahkan. – Frederich Nietzsche, The Will to Power

Sayangnya Nash menjatuhkan matematikawan lain membuatnya memperoleh julukan ‘Gnash’. ‘G’ di situ jelas sekali genius. – 204

#18. Eksperimen (RAND, Musim Panas 1950)

“Mengenai cinta, aku tahu konjungsi Latin untuk kata kerja amare; amo, amas, amat, amamus, amatis, amant. Agaknya amas juga bentuk imperatif, love! Barangkali orang harus maskulin sekali untuk menggunakan imperatif itu. – 212

#19. Bahaya Merah (Musim Semi 1953) – Sekarang, satu-satunya yang menurut saya sebuah kabar baik sekali bagi komite, jika Anda dapat menjelaskan kepada mereka… Doktor… perihal kenyataan terlalu besarnya persentase orang komunis di MIT? – Robert L. Kunzig, Counel, HUAC, 22 April 1953

Baginya diskusi tentang moralitas itu sebuah kemunafikan. – 216

#20. Geometri – Karya metematikawan terdiri atas dua macam: karya yang penting bagi sejarah matematika dan karya yang membuktikan semangat seorang anak manusia. – Paul J. Cohen, 1996

Matematika sering disebut sebagai bidang yang membuat orang terpencil. Akan tetapi saat seorang matematikawan serius mengumumkan bahwa ia telah menemukan solusi untuk sebuah soal penting, sekurangnya ada seorang matematikawan serius lain dan kadang-kadang beberapa, seperti tradisi yang telah berjalan ratusan tahun, akan dengan sengaja menyisihkan pekerjaan mereka sendiri, kadang-kadang sampai berminggu-minggu atau berbulan-bulan untuk melancarkan dan meluruskan segalanya. – 226

Bagian Kedua – Dua Kehidupan Yang Terpisah

#21. Singularitas – Nash menjalani semua kehidupan yang terpisah ini. Betul-betul kehidupan yang terpisah. – Arthur Mattuck, 1997

Dalam lima tahun yang terasa singkat antara usia dua puluh empat dan dua puluh sembilan tahun, Nash mempunyai hubungan emosi dengan sekurangnya tiga pria. Ia berhubungan gelap dengan seorang wanita, kemudian meninggalkannya kendati melahirkan anak. dan berpacaran dengan – atau lebih tepat, dipacari oleh – seorang wanita yang kemudian menjadi istrinya. – 234

#22. Persahabatan Istimewa (Santa Monica, Musim Panas 1952) – Jauh dari kontak dengan beberapa orang yang sangat khusus membuat aku seperti tersesat, aku tahu arah… maka, dalam banyak hal ini hidup ini terasa berat sekali. – John F. Nash, Jr., 1965

Setelah Nash kehilangan segala-galanya – keluarga, karier, kemampuan matematika – ia mengaku dalam sebuah surat kepada adiknya Martha bahwa hanya tiga orang dalam hidupnya yang pernah mengantarkan ke suatu kebahagiaan sejati: dengan tiga ‘orang sangat khusus’ inilah ia telah membentuk ‘persahabatan yang istimewa’.

#23. Eleanor – Matematikawan adalah orang yang sangat eksklusif. Mereka menempati suatu daratan yang sangat tinggi, dan memandang rendah semua orang lain. Itu membuat hubungan mereka dengan perempuan sangat rumit. – Zipporah Levinson, 1995

Pada akhirnya Eleanor mengaku, “Ia ingin menikah dengan gadis yang betul-betul cerdas. Ia ingin menikah dengan seseorang yang setara dengannya.” – 249

#24. Jack

Yang tertulis di situ pun hanya ‘No to No’ dan tampaknya merupakan jawaban Nash setelah Bricker menjawab ‘No’. “Dear Mattuckine, tampaknya jelas Mr. B yang telah memberiku luka hati paling dalam.” – 256

#25. Ditangkap Polisi (RAND, Musim Panas 1954)

“Kenyataannya bahwa Anda telah dituduh menjadikan Anda tidak mungkin terus berada di sini.” – 261

Alan Turing, genius matematika yang berhasil memecahkan sandi kapal selam Nazi, ditangkap, diadili, dan dinyatakan bersalah berdasarkan undang-undang antihomoseksual Inggris tahun 1952; ia bunuh diri pada musim panas 1954 dengan memakan apel yang diolesi sianida di laboratoriumnya. – 264

#26. Alicia – Ia memiliki tekad yang membaja, itu yang kusukai. Dan yang menarik sekali, ia senantiasa mempunyai rencana dan tujuan. – Emma Douchane, 1997

Sayangnya, gadis romantis dengan lagu kesukaan ‘Lady of Spain’ itu ternyata harus menghilang dalam penderitaan berat hanya dalam beberapa tahun setelah itu. – 278

#27. Pacaran

“Yang kami butuhkan inginkan adalah gairah intelektual. Ketika pacar saya berkata kepada saya e sama dengan l untuk pi minus 1, saya merasa bergetar. Saya merasa bahagia sekali.” – 282

#28. Seattle (Musim Panas 1956)

Eleanor Stier telah menghubungi mereka dan bercerita bahwa ia telah memberi mereka seorang cucu, kata Virginia. Itu sebuah kejutan yang sangat besar. “Jangan pulang. Pergilah langsung ke Boston dan bereskan urusan ini. Nikahi perempuan ini.” – 290

#29. Kematian dan Pernikahan

Nash, yang saat itu ateis tidak suka dengan upacara gerejani itu. Sebenarnya ia lebih suka menikah di catatan sipil. – 297

Bagian Ketiga – Api Kecil Yang Terus Menyala

#30. Olden Lane dan Washington Square (1956-57) – Gagasan matematika berawal dari uji empirik… namun bagitu lahir si subjek menjalani hidupnya sendiri yang khas dan lebih baik dibanding gagasan kreatif yang hampir sepenuhnya diatur oleh motivasi-motivasi estetik… sewaktu suatu disiplin matematika mengembangkan sejarahnya atau setelah sekian kali menjalani persilangan sedarah yang ‘abstrak’ (ia) mulai terancam degenerasi… kapan pun tahapan ini tercapai, obat satu-satunya menurut saya adalah meremajakannya dengan kembali ke sumber semula. Mengisinya kembali dengan gagasan-gagasan yang kurang lebih empirik. – John von Neumann

Ternyata saya mengalami semacam kesialan nasib karena tanpa informasi yang memadai tentang kegiatan orang lain di bidang tersebut, secara kebetulan saya mengerjakan sesuatu yang sama dengan Ennio De Giorgi dari Pisa, Italia. Dan ternyata De Giorgi lebih dulu berhasil mencapai puncak gunung itu (memecahkan soal secara figuratif) setidaknya untuk kasus ‘persamaan eliptik’ yang kala itu menjadi sorotan. – 309

#31. Seperti Membuat Bom Atom – Apa salahnya menjadi penyendiri dan inovator? Bukankah itu bagus? Bagaimanapun sang genius yang kesepian mempunyai hasrat dan perasaan sama seprti orang lain. Kalau hanya dalam taraf praktikal IPA di SMU, kegagalan mungkin bukan masalah. Akan tetapi dalam kesendirian seseorang mengalami kekecewaan dalam perkara besar, itu sesuatu yang mengerikan, dan kengerian dapat berkembang menjadi depresi. – Paul Howard, McLean Hospital

“Pada tahun 1962, Fields untuk Nash menjadi mustahil. Itu tak mungkin lagi. Bahkan saya yakin tak ada seorang pun yang mengingatnya.” – 318

#32. Rahasia (Musim Panas 1958) – Betapa terkejut ketika aku sadar bahwa aku tahu segalanya; seolah segala sesuatu terungkap di hadapanku, seolah semua rahasia yang ada di dunia milikku selama beberapa jam itu. – Gerard De Nerval

“Apa? Sudah tiga puluh tahun, dan belum ada penghargaan, belum ada penawaran dari Harvard, jabatan tetap pun belum? Dan engkau masih menganggap diri matematikawan besar? Seorang genius? Ha ha ha!” – 323

#33. Skema (Musim gugur 1958) – Pertumbuhan kesadaran menghadirkan bahaya sekaligus penyakit. – Frederich Nietzshe

Cohen kepada Nash: “Teorema keliru mana lagi yang kamu buktikan hari ini?”

#34. Kaisar Antartika – Ada ranting-ranting kering. Yang kapanpun siap untuk terbakar. – Joseph Brenner, psikiater, Cambridge, Massachusetts, 1997

Kata Shapiro, “Saya ingat pernah mendengar bahwa ia tertarik sekali pada bilangan prima. Reaksi semua orang kala itu adalah jika Nash lari ke teori bilangan, berarti para pakar teori bilangan wajib waspada. Semua mengharapkan kejutan.” – 347

#35. Di Pusat Badai (Musim Semi 1959) –  Tak kala badai dasyat itu datang. Kita memegang apapun yang kita miliki. Jangan sampai hilang semuanya. – Alicia Nash

Nash sangat sakit. – 354

#36. Hari-Hari Di Bowditch Hall (McLEan Hospital, April – Mei 1959) – Beginilah hari-hari di Bowditch Hall, McLean – ‘Walking in the Blue’, Life Studies. Robert Lowell

Semua orang menaruh harapan yang besar sekali. Optimisme memang merupakan bagian tak terpisahkan dari ‘zaman keemasan psikoanalitik’ di McLEan. – 364

#37. Mad Hatter’s Tea (Mei-Juni 1959)

Itu salah satu malam paling menyedihkan yang pernah saya alami. Saya memenuhi undangan mereka dan di sana ada Alicia, bayi, dan ibu Alicia. Perilaku John kala itu aneh sekali. Setiap kali John berdiri, ibu Alicia ikut berdiri menjaga di antara bayi dan John. Mereka seperti pasangan yang sedang berdansa. – 372

Bagian Keempat – Tahun-Tahun Yang Hilang

#38. Warga Negara Dunia (Paris dan Jenawa. 1959-60) – Ada tugas sulit di hadapanku dan telah kuabdikan seluruh hidupku demi tugas ini. – K, dalam The Casstle, Franz Kafka. – Aku seolah berada di tengah sesuatu yang serba agung, serba indah dan memanjakan khayalku sendiri. – Percy Bysshe Shelley, “Mont Blanc”

Seperti tokoh K, Nash menemukan diri terperangkap dalam sebuah situasi serba rumit serba salah dengan tumpukan kertas tak berujung… dengan mesin raksasa pengedar kertas… sebuah dunia berserak kertas, darah putih birokrasi… menjadi budak kekuatan-kekuatan luar kendali, sekaligus mengalihkan perhatiannya ke hasrat-hasrat hati yang serba membingungkan. – 386-387

#39. Nol Mutlak (Princeton, 1960)

Sehari atau dua hari sebelum polisi menangkapnya, Nash muncul di kampus dengan bekas cakaran di tubuhnya. “Johann von Nassau anak nakal.” Katanya dengan mimik sangat menakutkan. “Mereka akan datang menangkapku.” – 406

#40. Menara Keheningan (Trenton State Hospital, 1961) – Dalam ketenangan di tengah panorama paling indah di lembah sungai Delaware, terpadu seluruh kekuatan seni dna keterampilan manusia yang diharapkan mampu memanjakan, menenangkan dan memulihkan para cerdik pandai yang berkumpul dalam kebingungan di dalamnya. – Laporan tahunan pertama New Jersey State Lunatic Asylum, 1848

Aku seperti dibiarkan membusuk di ‘Menara Keheningan’ menjadi sasaran empuk burung-burung pemangsa yang terus mencabik, mengoyak organ vitalku. – John Nash, 1967

“Nash dulu pasien saya,” kenang Baumecker. “Ia tak menyukai saya hanya karena nama saya diawali dengan huruf ‘B’. Ia merasa anti sekali dengan huruf ‘B’.” – 410

#41. Selingan Rasionalitas Yang Paksakan (Juli 1961 – April 1963) – Ketika saya dirumahsakitkan cukup lama…, saya akhirnya melepaskan hipotesis-hipotesis selama delusi itu dan kembali ke pola pikir semula sebagai manusia yang konvensional. – John Nash, autobiografi untuk Nobel, 1995

‘Apa yang engkau butuhkan?’ tanya saya. ‘Saya buth garam dan lada.’ Setelah membubuhkan garam dan lada ke dalam tehnya, ia mengeluhkan tehnya yang terasa sangat tidak enak. – 424

#42. Masalah ‘Blowing Up’ (Princeton dan Carrier Clinic. 1963-65)

‘Saya  minta alamat Jean Cocteau dan Andre Gide. Saya harus menyurati meraka.’ Saya pelan-pelan memberitahukannya bahwa Gide amaupun Cocteau sudah meninggal dan menyurati mereka yang sudah pasti sia-sia. Mendengar itu Nash merasakan kekecewaan yang berat sekali. – 441

#43. Sendiri (Boston, 1965-67)

“Banyak kantong lipat, bertumpuk, juga kotak-kotak sereal. Tak terlalu buruk, tapi itu tanda bahwa ia sakit.” – 458 

#44. Kesepian di Dunia Serba Asing (Roanoke, 1967-70) – and then a plank in reason, broke, | and dropped down, and down – | and hit a world, at every plunge… |–| Tiba-tiba, bilah papan pembentuk Nalar itu, patah, | Terus jatuh, terempas, ke bawah… | Memukul, menghantam, membentur, menghujam… – Emily Dickson, Number 280

“Kepalaku seolah-olah sebuah balon yang hampir meletus, penuh suara serba membingungkan.” – 467

#45. Phantom of Fine Hall (Princeton, 1970-an) – Banyak Kegilaan ternyata indera paling Ilahi, ‘Tuk Mata yang sungguh keji … – Emily Dickson, Number 435

Nash tertarik kepada agama Zoroaster. Zarathrustra adalah nabi bagi orang Iran di masa lampau. Ia bukan orang gila. Ia bukan orang yang ‘mempunyai unta kuning’ (ungkapan orang Iran untuk orang tak waras). Agama yang diperkenalkan mempunyai tiga prinsip: perbuatan baik, pikiran baik, tampilan wajah baik. Api dianggap suci. Cahaya dan kegelapan terus berseteru. Api selalu menyala di kuil Zoroaster. Mereka hanya menyembah satu Tuhan. – 480

#46. Kehidupan Yang Tenang (Princeton, 1970-90) – Aku diberi tempat bernaung di sini, maka tak harus menjadi gelandangan. – John Nash, 1992

“Anda pasti pernah mendengar tentang ayah saya. Ia yang memecahkan teorema pembenaman.” – 491

Bagian Lima – Yang Paling Berharga

#47. Remisi – Kita semua maklum, ia pernah sakit lama sekali, tapi sekarang ia sehat. Bukan berkat terapi ini atau itu, melainkan semata-mata karena boleh menjalani hidupnya secara tenang. – Alicia Nash, 1994

Dan ia merupakan salah seorang dari hanya segelintir penderita skizofrenia parah yang lama kemudian mengalami remisi yang dramatis. – 500

#48. Hadiah – Anda harus menunggu lima puluh tahun untuk mengetahuinya (kisah tentang penghargaan untuk Nash). Kami tidak akan pernah mengungkapkannya sekarang. – Carl-Orlof Jacobson, sekretaris jenderal, Royal Swedish Academy of Sciences, Februari 1997

Mereka memutar nomor Selter dahulu karena ia berada di Jerman dan, tidak seperti Nash atau Harsanyi, sudah pasti tidak sedang tidur. Ternyata, Selter sedang berbelanja. Jacobson kemudian mencoba Harsanyi, ketika telepon tersambung dengan cepat Maler yang kenal baik mulai bicara menyakinkannya bahwa Jacobson bukan salah seorang mahasiswanya atau lebih buruk lagi seorang wartawan yang mencoba mempermainkannya. Nash menjadi yang terakhir dihubungi. “Di luar dugaan ia tenang sekali.” Katanya setelah pembicaraan selesai. “Setidaknya itulah yang kurasakan. Ia menerimanya dengan tenang sekali.” – 534

#49. Lelang Paling Akbar Sedunia (Washington, D.C., Desember 1994)

“Akhirnya kita menyaksikan perwujudan potensi sejati revolusi yang dahulu dimulai von Neumann dan Morgenstern. Dan karena kebanyakan penerapan teori permainan dalam ilmu ekonomi menggunakan konsep kesetimbangan Nash, sumbangan Nash adalah penyediaan titik tinggal tinggal landas semua tadi.” – 537

#50. Kebangkitan (Princeton, 1995-97)

Matematika adalah permainan kaum muda. Namun permainan ini tak memberi kesempatan barang sedikit pun untuk merenung dan mengagumi kesitimewaannya begitu keasyikan melumat… sampai memasuki masa sarat kebosanan tak berujung. – Norbert Weiner

“Masa ketika aku mengalami serangan-serangan delusi sudah berlalu, tapi bagi anakku masa itu adalah sekarang.” – 549

Epilog – Princeton Junction, New Jersey, 1 Juni 2001

Ketika Nash pertama bertemu Russel Crowe ia berkata, “Anda akan harus melewati semua tranformasi ini!” Bahkan selama tiga tahun sejak buku ini diterbitkan, transfromasi dalam kehidupan nyata Nash sama menakjubkan dengan yang digambarkan Crowe di layar lebar. – 559

Jelas ini adalah salah satu biografi terbaik yang pernah saya baca. Sylvia sering kali menyebut Nietzsche, menyebut karakter novel-novel Franz Kafka dari K hingga sang kecoak, sampai mengutip William Wordsworth. Buku tentang matematikawan namun tak banyak teori angka yang memusingkan. Bagus sekali tak membuat kening berkerut sehingga cocok dibaca untuk umum. Biografi paket lengkap dan akurat karena dilengkapi wawancara orang-orang sekitar lalu disisipi dengan foto. Hebat, ini baru biografi. Tak heran buku sempurna ini menang National Book Critics Award tahun 1998 dan jadi finalis Pulitzer Prize.

Terakhir sebelum saya tutup. Ini kabar terbaru takdir Nash Jr. sehingga tak ada dalam buku. Sang professor dan istrinya pada hari Sabtu tanggal 23 Mei 2015 meninggal dunia karena kecelakaan lalu lintas saat naik taksi. Mereka meninggal di tempat kejadian, taksi yang mereka tumbangi melaju tak terkendali saat mencoba mendahului kendaraan lain, menabrak pagar pembatas dan mobil dari lawan arah hingga terhenti di pos penjaga rel kereta api. Pengemudi Tarek Girgis menderita luka parah dan dilarikan ke rumah sakit Robert Wood Johnson University. Nash Jr meninggal di usia 86 tahun, Alicia 82 tahun. Selamat jalan Legend. Warisanmu kan dikenang sepanjang masa.

A Beautiful Mind: Kisah Hidup Seorang Genius Penderita Sakit Jiwa Yang Meraih Hadiah Nobel | by Sylvia Nasar | diterjemahkan dari A Beautiful Mind | copyright 1998 | alih bahasa Alex Tri Kantjono W. | GM 204 05.039 | Penerbit Gramedia Pustaka Utama |desain sampul Sofnir Ali | setting Sukoco | arranged with the Robbins Office, Inc through Tuttle-Mori Agency Co. Ltd | ISBN 979-22-1464-X | Skor: 5/5

Karawang, 190917 – Coldplay – Till Kingsom Come – HBD Mbakku yang cantik Purwati

Thx to Putri Wewa yang sudah dengan sabar meminjami buku ini setahun setengah lebih. Tri HH yang sudah menjadi kurir pinjam-balik. Kalian luar biasa.

Pekan 4: Genoa Vs Lazio 

Genoah vs Lazio 

Prakiraan Formasi
3-5-1-1
Strakosha
Bastos – De Vrij –  Radu
Basta –  Murgia –  Leiva –  Sergej –  Lulic
Luis Alberto
Immobile

LBP
0-3
TAK ADA YANG MUSTAHIL. Di Luigi Ferarris kita tak pernah menang sejak… Kapan ya. Saking lamanya sampai lupa. Tapi di tangan Inzaghi semua seakan ada yang pertama. Inilah saatnya. Ayo Lazio.

Adithandro Nista
Genoa vs Lazio : 1-3, Immobile
Lazio sedang ON. Gaya main tidak monoton. Om Budi dilarang nonton.

bagas
Genoa vs Lazio : 1 – 4, Immobile
Lazio dalam tren  bagus, ayo Immobile hettrik lagi, forza elang!

arifin panigoro
Genoa 1 v 1 Lazio. Immobile.
Lajio main tandang. Hasil imbang. Pulsapun datang.

DC
Genoa 1-0 Lazio
Galabinov
Main kandang. Genoa bakal menang tipis. Cukup 1-0 saja

I’m a Muser
Genoa 1-2 Lazio, Immo
Lazio masih dalam kepercayaan diri tinggi usai pekan lalu sukses membantai tim kaya mendadak Milan. Meski main tandang rasanya tak sulit utk Lazio meraih setidaknya satu tren kemenangan lagi. Pekan ini masih milik Lazio sepenuhnya.

JK
Genoa 1 – 1 Lazio, Laxalt
Genoa meski dipapan bawah ga mau kehilangan muka di kandang. Lazio 3x beruntun menang disemua kompetisi. Imbang kayaknya pas.

Damar ultras Budiman
Genoa 0-1 Lazio ,savic
Ini lawan sesungguhnya Lazio.melawan genoah Lazio selalu kesulitan. Tapi lagi-lagi Inzaghi memainkan strategi briliannya. Tiga point pun diraih

Arief Arryn
Genoa v Lazio 0-1.
IMMOBILE
Lazio pantas diunggulkan di laga ini. Kemenangan 4-1 atas Milan menjadi bukti Le Aquile adalah tim hebat. Genoa belum meraih kemenangan pada musim ini.

sun go khuang
Genovah 0-2 lazio; Milinkovic Savic
Mitos bentegodi sudah kita tumbangkan. Setan merah sudah kita buat seperti kumpulan pemain amatir. Kini saatnya luigi ferraris kita buat menangis! Dici, lazio per campione! ✊🏽🔥

Wao
Genoa 2-4 lazio, IMMO
PaRtai serie A dihelat lagi mempertemukan jenoa vs lazio.Laga tandang tidak ngaruh buat elang biru.pada akhirnya skor akhir 2-4 untuk tamu.

Siska
Genoa 0-2 Lazio
Immobile
Genoa? Lazio bisalah menang. Bener ga om Bud? 😌

gold calciopoli
Ge noah 2 – 1 lazio
Bale.
Tak ada yang lebih menyenangkan selain mengalahkan genoa dikandang. Tapi sayang harapan tinggal harapan. Lazio terpeleset dan kembali terjungkal.

Ngolon GANte
Genoa 0-4 Lazio
Immobile
Lazio mengamuk. Genoa tikusruk. Immo hattrick.

Takdir
Genoa 1-1 Savic
Analisis: Kemenangan tak terduga The Great di Bentegodi menyalakan alarm persaingan Scudetto. Luluh lantaknya si Kaya Baru membuka mata,  Serie A kini akan kembali ketat. Tim cadangan yang diminta main ke Belanda bahkan membawa pulang angka penuh! Catat, itu semua tak diperkuat trio Portegal yang baru ditranfer, belum diperkuat il phenomenal Felipe Bale Anderson! Melawan Genoa adalah kuntji utama. Menang di Ferarris, Juve wajib gemetar. Seri Inter segera tekan tombol SOS. Kalah berarti Lazio The Great masih seekor Elang Hitam yang bisa di papan tengah saja syukur. Saya penasaran seberapa Vieri pemuda gagah Palombi itu? Debut?

Karawang, 170917

Kappa – Ryunosuke Akutagawa

Kappa – Ryunosuke Akutagawa

Peringatan: Ulasan ini mengandung spoiler, karena jumlah halaman yang sedikit dan review ini akan menceritakan dari halaman awal sampai ending kisah Aku. Bagi yang belum baca dan ingin menikmati Kappa disarankan berhenti baca di sini.

Kappa tua: “Siapa pun tidak dapat hidup tenteram, kalau tidak sehat atau tidak mempunyai uang. Untungnya aku selalu sehat dan mempunyai cukup bekal untuk membiayai keperluanku. Mungkin yang paling utama yang menjadikan aku bahagia adalah aku telah tua sejak lahir.”

Bermula dari rekomendasi grup WA – Love Book A Lot, sebuah buku tipis yang jumlah halaman tak lebih dari 100, memaksa saya memilih lahap Kappa. Awal bulan ini akan beli, tapi ragu karena lumayan juga harganya, setipis itu 45 ribu woy. Pekan lalu saat rekan kerja persiapan resign, akhirnya memutuskan beli-titip karena kebetulan Len mau ke Gramedia. Dan esoknya malah jadi hadiah perpisahan. Makacih Vaness. Bukunya saya baca kilat dalam perjalanan ke HO – Head Office pada 13 September lalu saat akan implementasi Training ke SAP. Buku aneh yang dibaca saat suasana kurang tidur dan kepala senut-senut ditemani radio Prambors FM yang ngelantur.

Cerita dibuka dengan sebuah kutipan satu paragraph panjang dari ensiklopedia Wakan Sansai Zue yang terbit tahun 1770. Tentang definisi kappa, mahkluk yang mirip manusia umur 10 tahun, telanjang, bisa berdiri tegak dan bisa bicara bahasa manusia. Hidup di air, biasanya keluar malam hari untuk mencuri semangka, apel dan hasil ladang lainnya. Orang harus berhati-hati kalau menyeberang sungai karena hobinya berkelahi. Bisa menyeret kuda atau lembu ke dalam air dan menghisap darahnya dari dubur. Sebuah penggambaran absurb seekor makhluk yang akan mengajak kita berpetualangan.

Ini adalah novel(a) satire dari Jepang yang pertama terbit di era Meiji. Sebuah analisis social tentang budaya Jepang yang disamarkan dalam bentuk dunia lain, dunia kappa. Sudut pandangnya orang pertama, orang gila nomor 23. Karena ini cerita dari orang gila banyak hal ganjil akan kita temui. Yah, seakan ia ngoceh tak tentu arah tapi karena penggambarannya pas seakan ini benar-benar terjadi – ataukah benar-benar terjadi? Ia bercerita di hadapan kita bagaimana kehidupan kappa yang legendaris itu.

Si Aku sedang mendaki gunung Hodaka, beristirahat di lembah sungai Azusa ia melihat kappa. Berniat menangkapnya, ia malah terjatuh pingsan. Saat tersadar ia sudah di kerumunan kappa, diperiksa oleh dokter Chak. Karena masih sakit maka ia ditandu ke rumah kappa dan jadi warga kehormatan. Maka jadilah ia hidup di sana, belajar kehidupan, bahasa, sastra, seni sampai budaya. Aneh di negeri asing itu banyak hal nyeleneh. Di negeri manusia dianggap serius tapi di sana tidak, begitu juga sebaliknya.

Di negeri kappa ia berteman dengan banyak karakter. Dari dokter Chak, Pep sang hakim, Bag kappa pencari ikan yang dikejar Aku, Tok penyair, Lap murid kappa, Mag sang filsuf, Crabach si componist jenius, Gael pemilik perusahaan gelas sampai Kappa Tua peniup seruling. Semua memberi porsi cerita moral yang pas berdasar bagaimana mereka memandang hidup ini.

Sekarang aku akan bangkit dan pergi | Ke jurang di seberang lembah kesengsaraan ini | Ke jurang berbatu karang | Di Mana air sejuk dan jernih | Dan udara segar dengan rumput-rumput berbunga’ – nyanyian Mignon, Goethe

Sedari lahir, kappa sudah diberi pilihan. Mau hidup atau langsung dimusnahkan. Janin kappa akan ditanya apakah ingin lahir atau tidak? Bila tidak ia akan disuntik cairan untuk pergi. Masalah jodoh misalkan, kappa betina akan mengejar kappa jantan sampai ke manapun. Di sana juga ada agama dan pemikir modern, ada juga para pemuja kehidupan viverisme. Di sana ada perang dan persaingan. Dan yang paling mengerikan (menurutku) adalah sistem kerja. Saat sang Aku bertanya kenapa para pekerja yang dirugikan itu tak melakukan mogok kerja, membentuk serikat kerja untuk melawan? Gael sang direktur menjawab ada undang-undang yang mengatur bahwa para buruh itu mereka makan. Jadi para kappa yang kehilangan pekerjaan berhak disembelih dan dimakan! Serem men…

Semakin halaman tinggal dikit sang Aku makin muak. Bahkan salah satu temannya ada yang bunuh diri saking memandang hidup dengan optimisme berbeda. Saat kemuakan sudah sampai di puncak ia ingin kembali ke kehidupan manusia. Melalui Bag ia disarankan bertemu dengan kappa tua pemain seruling si kutu buku, di sana ia menunjuk sudut ruangan yang menjulur seutas tali yang tergantung di langit-langit. Saat tali ditarik, terlihat pohon pinus dan cemara dan langit dan tawaran kehidupan lama menjelang. Jika ingin kembali itulah jalannya. Saat ditanya apakah benar ia tak ingin tinggal di negeri kappa saja? Sang Aku dengan mantab bilang tidak.

Saat kembali di kehidupan manusia ia malah jadi jijik. Malah merasa kehidupan kappa lebih jernih tak sekotor manusia, tentu saja berkat ia sudah terlalu lama berinteraksi di sana. Kembali ia butuh adaptasi, memandang manusia aneh dan bau, sesekali bicara dengan bahasa kappa ‘Qua’, menggelandang di stasiun dan saat akan berkereta ke Chuo ia malah ditangkap polisi sampai akhirnya dirawat di rumah sakit bernomor 23 karena ngoceh ga jelas dan dianggap gila sehingga suatu saat dokter S yang merawatnya lengah ia ingin kembali ke negeri kappa. Lhooo.. ternyata.

Apa yang didapat dari pengalaman aneh ini? Tentu saja memandang hidup jadi lain. Apa yang ada di depan kita harus syukuri. Sesuatu yang mungkin kita anggap biasa, bahkan sepele di nun di sana adalah anugerah. Hidup ini singkat, tak perlu marah dan kecewa dengan tetangga, lebih-lebih saudara. Saling mengasihi dan terutama sekali sabar. Walau tak setajam Animal Farm-nya George Orwell di mana binatang bisa ngomong dan bertarung, kappa adalah kisah yang menyentil tata krama manusia. Walau tak serumit masa depan Brave New World-nya Aldous Huxley, namun kappa jelas memberi gambaran frustasi suatu masa (depan) yang tak pasti. Walau tak sehampa Pulau Dokter Moreau-nya H.G. Wells, jelas kappa memberi kesunyian hidup dalam gila semu dan sinisme.

Saya memang suka minimalis tapi kover-kover terbitan baru KPG yang hanya memberi warna latar dominan dengan mencantumkan nama Penulis besar dan judul ala kadarnya itu buruk juga. Ilustrasinya terlalu sederhana yang bahkan seperti dibuat anak kecil. Minimalis oke, tapi kalau minimalis dan serentak mirip jadinya ga unik. Monoton. Harusnya tetap memberi identitas sekelumit kisah, bandingkan dengan versi yang lebih berwarna yang enak dipandang seperti terbitan Interprebook.

Catatan ini saya tutup dengan sajak gila pasien nomor 23:

Di antara rumpun bambu dan batang kurma yang sedang berbunga | Budha telah lama tertidur | dan dengan batang ara yang layu di sepanjang jalan | Agaknya Kristus pun telah mati | Tetapi kita semua harus beristirahat, semua pemain | Bahkan sebelum adegan-adegan yang harus kita mainkan.

Well, seperti kata Ryunosuke, “Kappa lahir dari kemuakanku terhadap banyak hal, terutama pada diriku sendiri.” Akhir hidup sang Penulis sendiri adalah interprestasi dari apa yang dipikirkan laiknya penyair Tock. Otak manusia memicu banyak hal nyata di hari depan. Di tanggal 24 Juli 1927 setelah menyelesaikan tulisan Zoku Saiho no Hito ia ditemukan meninggal dunia karena over dosis obta tidur. “Hanya kegelisahan yang usulnya tidak jelas.

Kappa | by Ryunosuke Akutagawa | diterjemahkan dari Kappa | KPG 59 16 01211 | cetakan pertama, Juni 2016 | sebelumnya diterbitkan oleh PT Dunia Pustaka Jaya | cetakan pertama, 1975 | penerjemah Winanrta Adisubrata | perancang sampul Teguh Tri Erdyan, Deborah amadis Mawa | iv + 83, 14 cm x 21 cm | ISBN 978-602-424-095-0 | Skor: 5/5

Karawang, 150917 – Sherina Munaf – Curahan Segalanya

Tnx to Vanessa Len, sukses berkarir di tempat barunya. Another place another challange