Ordeal By Innocence – Agatha Christie

Khas Christie. Pembunuhan, para potensial terdakwa saling tuding, pembaca diminta menebak jalan pikiran masing-masing. Setelah yakin siapa sang pembunuhnya, kita dikecoh dengan fakta kecil yang luput dari perhatian. Ya, seperti keseruan laiknya buku-buku Christie lain. Untuk ‘Mata Rantai Yang Hilang’ ditambah bumbu debar bahwa kasus pembunuhan yang sudah ditutup dua tahun yang lalu kini harus dibuka lagi karena sang pembunuh yang dihukum seumur hidup itu harus mati di penjara, dan ternyata salah tangkap! Waaa.. sungguh mendebarkan.

Buku ketiga pinjaman dari Melly Potter, teman istri yang kubaca dan review. Buku keempat ga saya ulas karena ‘Kisah Di Balik Penulisan Harry Potter’ itu sudah punya. Jadi setelah ini saya ulas akan kembali. Buku-buku pinjam saya prioritaskan tuntas agar segera pulang dan fokus buku lain. Sapta Siaga yang sederhana, Besar Itu Indah chicklit foya-foya serta ini, kisah pembunuhan dari Penulis favoritku.

Dari 76 buku Christie, setelah saya hitung ulang baru 11 buku yang sudah kubaca. Problem at Pollensa, Third Girl, After The Funeral, They Came To Baghdad, And Then There Were None, Murder is Easy, The ABC Murders, The Thirteen Problems, Partners In Crime, Poirot Investigates, dan buku ini. Wah, tak sampai 1/5 nya! Christie begitu produktif, bahkan buku-bukunya banyak yang dijual bundel oleh Gramedia. Pernah berniat beli (minimal satu aja), sayangnya tak pernah kesampaian. Isi per bundel 10 buku dengan baderol 500 ribu. Mahal juga ya, padahal 15 tahun lalu saat kubeli Poirot Investigates hanya 20 ribu. Kini sudah dua kali lipat. Kualitas memang tak bohong.

Ini adalah kisah detektif tanpa kehadiran detektif, yang memecahkan kasus adalah orang sipil. Kisahnya sulit ditebak, ya saya terkecoh. Semua orang yang ada di dekat TKP punya potensi. Tentang Jacko Argyle yang dituduh melakukan pembunuhan terhadapm ibunya, dan dipenjara. Di tahanan ia meninggal dunia. Dua tahun berselang, muncul orang asing yang meluluhkan kedamaian keluarga Argyle karena punya alasan kuat bahwa Jacko bukan pembunuh yang sesungguhnya. Arthur Calgary suatu senja memutuskan mendatangi sebuah kediaman mewah Sunny Point (dulunya bernama Viper’s Point) milik kelaurga Argyle. Ia datang untuk menemui Leo Argyle dan memberitahukan bahwa dua tahun lalu ia memberi tumpangan kepada Jack Argyle di malam naas itu. Dia ingin meluruskan bahwa ada kemungkinan Jack tak bersalah. Diluarduga Arthur, sambutan keluarga ini dingin. Bahkan terlihat jelas pada ga suka, aneh sekali.

Arthur lalu menyelidiki sebabnya. Keluarga Argyle ternyata tak punya anak kandung, kelimanya adalah anak angkat.

Anak yang pertama Marry ‘Polly’ Durrant, gadis asal New York yang diasuh setelah jadi korban Perang Dunia Kedua. Dibawa ke Inggris, sesuatu yang mewah dan membahagiakan awalnya naik mobil, hotel berbintang, pakaian indah, kapal laut dan pelayan. Sebuah kemewahan dalam kemanjaan ganjil yang akhirnya dia dapat. Menikah dengan orang cerdas Philip Durrant, namun sayang Philip terserang polio di puncak karir sehingga Polly harus merawatnya, mengabdi.

Kedua adalah Micky Argyle, seorang berfikiran bebas. Ibunya cuek pemabuk yang suka memukuli anak, ayahnya ga jelas. Seharusnya merasa beruntung diangkat anak keluarga ini, tapi ia selalu berteriak, ‘Saya mau pulang, saya mau pulang, ke Mama, ke Ernie.’ Malam ia sering menangis dalam kesedihan mendalam. Masa kecil keras yang membentuk wataknya kemudian hari.

Ketiga Christina ‘Tina’ Argyle, seorang pustakawan yang tinggal di flat kecil dengan mobil sederhana. Seorang anak blateran dari ibu pelacur, ayah pelaut India. Micky dan Tina punya kedekatan yang terlihat sepintas bisa saja mereka menjalin kasih. Awalnya kita diberitahu mereka tak ada di rumah saat kejadian, tapi semakin tipis halaman keraguan muncul karena ternyata ada saksi yang jelas melihat mobil mereka di sana!

Keempat Hester Argyle yang cantik. Ibunya dari Irlandia yang setelah melahirkan tidak sah tidak ingin memulai hidup baru. Dia memiliki kekasih posesif seorang dokter Donald Craig. Sempat mengadu untung di dunia seni peran merantau jauh dari orang tua namun kandas, sehingga kembali dalam pelukan Rachel. Malam setelah dipastikan bukan Jacko sang pembunuh ia membatalkan acara menonton pertunjukan drama Waiting for Gadot di Drymount.

Kelima si ragil Jack ‘Jacko’ Argyle berwajah monyet jenaka yang menyenangkan, kelucuan-kelucuan selalu membuat tawa keluarga. Seorang perayu ulung, penipu dan suka foya-foya. Dia pintar sekali berkelit, hebat dalam bicara sehingga ada banyak korban wanita yang jatuh dalam pelukannya. Duit yang diberikan orang tua angkat selalu habis, dan gagal dalam segala usaha bisnis. Malam itu setelah gagal meminta uang kepada ibunya, dia dituduh membunuh menggunakan besi perapian karena marah. Ditangkap, diadili seumur hidup, tapi tewas lebih cepat. Kejutan buat keluarga adalah ia sudah menikah dengan gadis lugu penjaga tiket bioskop Maureen, yang setelah kematian Jack menikah lagi dengan Joe Clegg.

Kelaurga Argyle memiliki seorang pelayan setia Kirsten ‘Kisty’ Lindstrom yang penggugup yang sudah bertahun-tahun mengabdi bahkan sejak keluarga ini mulai dibentuk, serta sekretaris Gwenda Vaughan yang setelah kematian Rachel akan menikahi Leo. Rachel ternyata seorang ibu yang sangat protektif terhadap anak, semua diaturnya. Bahkan setelah pada dewasa masih saja mengatur masa depan, yang membuat anak-anak ini risih. Tentu saja selain kelima anaknya, tiga karakter ini dimasukkan dalam pusaran kemungkinan tersangka.

Malam naas itu, kedelapan orang ini terkait di dalam Sunny Point. Dikejar waktu karena mereka saling silang curiga dan prasangka pasti ada pembunuh di antara mereka sungguh dilematis, jadi siapa sebenarnya pembunuh Rachel Argyle?

Inspektur Huish yang sudah menutup kasus terpaksa membuka kembali adalah aib bagi kepolisian kasus salah tangkap, ia meminta keluarga ini berkumpul guna dimintai keterangan lagi. Dibantu oarng yang penyebab segalanya muncul, Arthur Calgary satu per satu coba ditelaah sampai akhirnya terjadi pembunuhan berikutnya yang mencengangkan!

Karena saya baru suka main instagram pakai HP May, saya iseng ketik judul buku ini dan muncullah banyak cast dan crew update terbaru film BBC yang ternyata dalam proses adaptasi! Wow, kok bisa pas banget ya, saya selesai baca dan langsung digarap ke tv series. Saya hanya lihat sepintas video durasi 30 detik dan nama paling populer yang muncul adalah Bill Nighty, jelas ia akan memerankan pak tua Leo Argyle. Rasanya sangat pantas ditunggu ini film.

Saya teringat kata-kata magna carta: ‘Tak ada orang yang akan dibiarkan tidak mengecap keadilan’.

“Penampilan seseorang kadang-kadang menipu.”

Mata Rantai Yang Hilang | by Agatha Christie | diterjemahkan dari Ordeal By Innocence | copyright 1958 | alih bahasa Ny. Suwarni A.S | revisi desian sampul Dwi Koendoro | GM 402 94.032 | Penerbit Gramedia Pustaka Utama | Cetakan kedua, Mei 2002 | 384 hlm; 18 cm | ISBN 979-605-032-3 | Untuk Billy Collins, dengan penuh sayang dan terima kasih | Skor: 4,5/5 KGV.V5/23 – Karawang, 290717 – Krewella – Alive Thx to Melly Potter, May’s friend

Iklan

Gulliver’s Travels – Jonathan Swift


Wow, buku bagus banget ini. Pecinta fantasi wajib baca. Pengamat politik harus menelaah. Buat yang suka fiksi satir kudu menikmatinya. Bukunya memang tipis, karena kita langsung masuk ke permasalahan. Tak banyak basa-basi, Sang Penulis langsung menempatkan kata-kata penting tanpa banyak pengantar situasi. Ceritanya memang tentang perjalanan mengarungi samudera, terdampar di pulau misterius tapi poin utamanya bukan itu, justru sindiran tajam tentang sifat manusia yang mengedepankan egoisme serta pencarian kenyamanan menjalani kehidupan. Mungkin saat ini sudah banyak kisah yang mengangkatnya, tapi untuk sebuah karya abad 18 tentunya istimewa. Karena film adaptasinya sudah banyak muncul dengan berbagai penyesuaian, maka saat menikmatinya tinggal ngalir tanpa banyak kejutan berarti. Tinggal bayangkan Jack Black dengan segala tatapan polosnya.

Kisah klasik dibagi dalam dua bagian: Perjalanan ke Negeri Liliput dan Perjalanan ke Brobdingnag. Setelah pengenalan dua halaman sang Penulis asal Dublin, Irlandia kita langsung ditempatkan dalam konflik. Sang Aku, Lemuel Gulliver diceritakan kilat sedari kelahiran di Nottinghamshire, sekolah di Emanuel College di Cambridge lalu belajar pada dokter terkenal asal London, James Bates. Cita-citanya yang ingin berpetualang di negeri asing sudah ada sejak kecil. Hobi baca dan mempelajari bahasa ini akan jadi pegangan dalam kisah asing ke Timur jauh. Setelah menikah mereka pindah ke Wapping dan mencoba bisnis tapi keadaan tak membaik maka Gulliver memcoba peruntungan berlayar bersama kapten William Pritchard, kepala kapal Antelope yang melakukan perjalanan ke Selatan yang berlayar dari Bristol pada tanggal 4 Mei 1699. Dan preferensi kisah ini dirangkum kilat hanya dalam 1 lembar! Benar-benar efektif dan tak bertele.

Perjalanan ini lancar sampai di Van Diemen (Tasmania) lalu badai muncul yang mengakibatkan 12 kru meninggal dan yang lain luka-luka, tanggal 5 November awal musim panas di dunia bagian tersebut angin kencang kembali menyapa sampai kapal menampar karang hingga hancur. Enam orang berhasil melompat selamat, namun terpencar ke segala arah, ia berhasil berenang menemukan daratan sendirian pada pukul delapan malam. Saking lelahnya ia tertidur di rumput pendek nan halus di dekat pantai. Saat terbangun kurang lebih sembilan jam kemudian ia terkejut, mendapati tubuhnya sudah dalam posisi dililit benang. Dengan matahari pagi yang mulai terik, Gulliver merasakan ada sesuatu yang hidup menaiki kaki kirinya, kemudian berjalan ke atas tubuh menuju wajah. Betapa terkejutnya ia makhluk berukuran enam inci dengan busur dan panah di tangan mengancam, kemudian ada lagi paling tidak empat puluh makhluk yang sama mengikuti! Selamat datang di negeri Liliput! Inilah gambaran yang ada di sampul buku.

Saat membacanya saya membayangkan, kita sedang dikerumuni manusia kerdil seukuran kadal dengan segala ancamannya. Seram juga, Gulliver mencoba membebaskan diri, walau ada beberapa benang putus tapi sungguh erat iktannya lalu beberapa panah ditembakkan lagi membuatnya panik, makhluk itu coba ditangkapnya, tiba-tiba salah seorang berteriak, “Tolgo phonac!” dan ratusan panah menancap di lengan kiri, bagaikan ratusan jarum yang menghujam, berikutnya sasaran ke wajah tapi bisa ditangkis. Ia pun memutuskan kembali diam berbaring. 

Setelah beberapa lama, makin banyak makhluk yang berdatangan. Dari sebelah kanan salah seorang berteriak, “Langro dehulsan.” Dan sekitar lima puluh orang melepaskan tali. Orang yang memerintah itu berusia sekitar setengah baya dan lebih tinggi dari yang lain berbicara panjang lebar dan walaupun ia tak mengerti bahwa perkataannya menyatakan tentang ancaman, janji, belas kasihan dan kebaikan hati. Mencoba menjawab tapi terkendala bahasa. Akhirnya dibuat kesepakatan dengan menggunakan isyarat. Ia ingin dibebaskan, tapi muncul sang raja yang menggelengkan kepala dan memberi tanda kepada pasukan bahwa ia dibawa sebagai seorang tawanan. “Peplum selan!

Orang-orang ini adalah pembangun yang hebat, ada lima ratus tukang dan insinyur bekerja menyiapkan kendaraan untuk mengangkutnya. Benang yang kuat diikatkan di leher, tangan, tubuh dan kaki. Sembilan ratus pria terkuat menarik benang itu selama kurang lebih tiga jam Gulliver berhasil diangkut, dibawa ke kerajaan. Begitulah, akhirnya ia menjadi tawanan di negeri Liliput. Di sana hukum terlihat unik, bila orang tertuduh di pengadilan terbukti tidak bersalah maka sang penuduh dijatuhi hukuman mati dan orang yang dituduh mendapati harta dan tanah sang penuduh. Pemerintah yang baik berdasarkan pada imbalan dan hukuman. Semua orang yang menjunjung tinggi hukum negeri selama enam tahun akan mendapat hak istimewa. Simbol keadilan mereka berupa enam mata, dua di depan, dua di belakang, dan masing-masing satu di sisi. Sebuah kantung emas dan pedang bersarung menunjukkan mereka lebih menginginkan imbalan ketimbang hukuman.

Berikutnya ia mempelajari bahasa mereka, ia dipanggil ‘Quinbus Flestrin’ atau ‘Manusia Gunung’, dengan porsi makan yang bisa menghabiskan porsi ribuan liliput mereka meminta ‘bersumpah damai dengannya dan kerajaannya’ atau ‘lumos kelmin desmar lon emposo’. Ditandatangani dan disegel pada hari keempat bulan kedelapan puluh Sembilan kekuasaan yang Mulia – Clefven Frelock, Marsi Frelock –

Perdamaian itu membuat Gulliver harus menyerahkan senjata, uang perak dan tembaga, pisau cukur, sisir, kotak tembakau dan saputangan. Tapi ia menyimpan kacamata, teleskop saku dan beberapa benda lain yang lolos dari pengamatan. Setelahnya mereka mengakrabkan diri. Ia mendapat suplai makan yang cukup untuk 1728 liliput per hari. Gulliver heran bagaimana mereka bisa menghitung cepat angka itu, lalu salah seorang menjelaskan ia sudah mengukur tubuhnya adalah dua belas kali liliput sehingga butuh makanan sebanyak 1728 kali yang mereka butuhkan. Dari sini jelas mereka adalah makhluk yang pandai. Di dunia liliput ternyata tak jauh beda dengan kehidupan kita, mereka berperang, hidup dalam masyarakat dalam komunitas. ‘Golbasto momaren evlame gurdilo shefin mully ully gue’ Raja paling kuat liliput, cahaya dan terror alam semesta.

Konflik sesungguhnya di dunia liliput muncul saat kerajaan tetangga Blefuscu menghimpun kekuatan untuk berperang, tapi dengan adanya manusia gunung mereka tentu saja menang mudah. Malam itu armada kapal Blefuscu direnteng, mereka terkejut ada raksasa dan paginya mereka menyerah total. Kembalinya ia disambut bak pahlawan dengan penuh puja puji, mereka menganugerahi gelar pahlawan nardac, gelar penghormatan tertinggi. 

Yang Mulia menginginkan membawa seluruh kapal musuh ke Liliput, ambisi Raja tak terbatas ia menginginkan Blefuscu sebagai salah satu provinsi, ia ingin menghancurkan negeri Ujung Lebar, dan menjadi penguasa seluruh dunia. Gulliver tentu saja menolak, ia tak ingin menjadikan orang bebas menjadi budak, penolakan itulah awal dari segala prasangka buruk. Sang raja mulai menuduhnya berkonspirasi, menolak Raja berarti melawan kerajaan, beberapa menteri mulai menarug curiga. Dan saat surat undangan damai kerajaan Blefuscu disampaikan, malam itu terjadi kebakaran di kerajaan Liliput, Gulliver membantu memadamkannya dengan mengencinginya, puncak kemarahan meletus. Ia harus pergi, ia harus pulang ke Inggris. Sehingga saat di pantai ada kapal asing terdampar di sana ia memutuskan untuk berlayar.

Kisah Liliput ditutup pada tanggal 24 September 1701 jam enam pagi ia meninggalkan pulau Liliput dan dua belas jam kemudian di barat daya Gulliver menemukan pulau, setelah istirahat ia kembali berlayar satu jam kemudian ia melihat kapal berbendera Inggris. Kapten kapal yang baru dari Jepang, Tuan John Biddel dari Deptford. Bertemu dengan teman lama Peter Williams. Setelah bergabung, cerita Gulliver dikira mengada-ada, dikiranya pikiran terganggu. Namun dalam sakunya terdapat binatang ternak mungil yang bisa jadi bukti. Akhirnya mereka bisa mendarat kembali ke Inggris tanggal 13 April 1702.

Perjalanan kedua ke Brobdingnag diawali dengan tak lebih absurb pada tanngal 2 Juni 1702. Dengan kapal Adventure yang dinahkodai kapten John Nicholas dari Liverpool mereka menuju Surat, sebuah daerah di India. Ada yang unik kala satu pulau Indonesia disebut, pada tanggal 3 Mei mereka mencapai Maluku Selatan lalu ke arah Tenggara, kemudian mereka terdampar di sebuah pulau asing, saat para pelaut pada berlarian ke kapal untuk menyelamatkan diri karena dikejar raksasa, Gulliver apes sedang di pantai sendirian. Karena ngeri, ia sembunyi lalu dalam keadaan takut ia memutuskan masuk ke ladang di mana tanamannya super besar. 

Tentu saja Gulliver akhirnya tertangkap. Awalnya dikira binatang, tapi saat ia mengeluarkan pedang mengancam dan berteriak-teriak mereka malah tertawa. Kelucuan Gulliver membuat para raksasa membawanya pulang dan dimasukkan ke kandang, dan esoknya dibawa keliling ke pasar untuk dipamerkan. Siapa saja yang ingin melihat ‘Grildrig’ yang artinya manekin, mereka harus membayar. Sang raja lalu membayar petani untuk Gulliver, ia dirawat oleh gadis cilik berjuluk Glumdalclith alias Perawat Cilik. Di sana Gulliver belajar bahasa dan kebiasaan baru. Dan sungguh luar biasa, negeri raksasa ini, mereka juga sudah maju. Ada angkatan darat, susunan majelis kerajaan sampai tata Negara. Tukar pikiran sejarah manusia itu membuat salah satu kutipan paling bagus diucapkan raja halaman 112, “Aku memiliki pendapat bahwa orang-orangmu adalah serangga kecil paling mengerikan yang merangkak di atas permukaan bumi.”

Jonathan Swift memang berfikiran anti-kekerasan dan anti-perbudakan. Novel bergaya diary ini sukses membuat kita ikut larut berfikir, ‘benar juga ya, manusia di hadapan semesta hanya sebesar debu’ dianggap sebagai serangga mengerikan dengan pikiran jahat terselebung. Sungguh hebat sindiran yang tersampaikan. 

Sebenarnya setelah ke Negeri Raksasa masih ada dua perjalanan lain Gulliver yaitu ke Glubbdubdrid dan Jepang serta ke negeri Houyhnhnms. Tapi buku ini hanya merangkai dua perjalanan awal. Patut diburu nih kisahnya. Ada satu lagi kutipan yang sangat kusuka, saat Gulliver terasing dan terancam maut ia memikirkan keluarga di halaman 75 ia menulis: “Aku berfikir tentang istri dan anak-anakku dan semua teman serta sanak saudara yang telah menasehatiku untuk tak kembali melaut.”

Itulah jiwa petualang, saat sudah mereda segala rintangan kita akan tertantang untuk kembali mengarungi sesuatu yang baru. Dan jelas Gulliver ini istimewa!

Gulliver’s Travels | by Jonathan Swift | alih bahasa Zuniriang Hendrato | penyunting Windy A | perancang sampul Bendung | Penerbit Narasi | distribusi tunggal PT Buku Kita | cetakan pertama, 2007 | 128 hlm; 13×19 cm | ISBN 979-168-022-1 | Skor: 5/5

Ruang HRGA CIF – Karawang, 100817 – Sherina Munaf – Persahabatan

#HBDCalista3Years #HermioneYumna​