Felipe – Ciro Padu, Lazio Menang Dominan Meyakinkan

Kiessling: “Sewaktu saya remaja, Lazio adalah salah satu tim terbaik sedunia, sampai hari ini masih klub yang menakjubkan. Jika mereka menghadapi Juventus tanpa rasa takut, mereka bisa juara Super Italia.”

Laiknya seluruh fan sedunia, menuju musim baru selalu memberi semangat baru. Laga pra musim yang sesungguhnya akhirnya dimulai. Apa itu ICC – Indonesia Cawak Club, Emirates, Audi? Bla bla bla… Bah! Kita punya tawa dan cerita sendiri. Setelah karantina dengan rekor clinsit di Auronzo 2017, Lazio keluar kandang, kita terbang ke Austria. Lawan pertama kita tak tanggung-tanggung, tim kuat Bundesliga Bayer Leverkusen. Misi balas dendam kualifikasi UEFA Champion League 2015 dicanangkan. Karena ini momen istimewa, pra musim big match maka Lazio Indonesia Region Karawang (LIRK) ngumpul. Bertepatakn dengan acara hajatan Bro Adit, Minggu malam (30/7) kita beduyun ke Blok ND5. Total ada 10 Laziale, koneksi sempat susah, butuh kesabaran untuk terhubung cari link live yang bagus. dengan seteko kopi pahit (euank ternyata euy) dan sajian kue kering senampan, kita nikmati laga big match pra musim.

Inzaghi mencoba strategi 3-5-2, formasi yang mulai sering dia pakai di kamp Auronzo. Kali ini kita pasang full tim. Strakosha tentu saja pilihan utama bawah mistar. Adamois sudah disekolahkan ke Salernitana, kiper kedua Guido Guerrieri sudah mentas dari perantauan, Vargic setia sama nomor tiga. Eh kemana the legend Marchetti ya? Bastos, De Vrij duet Holland Hoedt. Trio ini adalah andalan solid kita, musim panjang nanti mudah-mudahan fit ketiganya karena pelapis masih meragukan. Sisi tengah diisi Basta, Murgia, Luis Alberto, Savic dan kapten Lulic. Sisi depan sudah beberapa kali mencoba duet Felipe Anderson dan Ciro Immobile. Malam ini duet striker ini luar biasa, padu, saling melengkapi. Patenkan! Starter ini menampilkan pemain lama semua. Tak ada Marusic, Leiva, Gennaro dan rekrutan anyar Felipe Caciedo yang masih proses gabung pasca lulus tes medis . 

Dari sisi Bayer, karena saya asing dengan Liga Jerman (boring boring Muenchen!) maka hanya segelintir yang kukenal. Tak ada Hakan Calhanoglu dan Chicarito, mereka sudah dipreteli. Tak ada monster tua Kiessling, bahkan di cadangan sekalipun. Hanya Mehmedi, momok 2015 yang tersisa untuk kita padamkan. Pakai tim kedua?

Lazio mengenakan jersey utama Eropa warna biru cleret putih. Leverkusen dengan warna hitam merah kebanggaan. Stadion Untersberg Arena, Grodig terlihat lengang di sisi jauh, tapi chant terdengar sangat riuh di sisi utama. Ternyata Ultras Laziale lumayan banyak yang hadir dari kamera berada nantinya saat akhir laga terlihat Laziale telanjang dada dan salah satunya bahkan menato dada kirinya dengan lambang Lazio! Dengan pemandangan sejuk pegunungan Austria, laga dimulai.

Peluang pertama dan kedua beberapa menit berselang tercipta di angka 10. Ciro Immobile setelah tiki taka tinggal berhadapan dengan Leno, sayang gagal. Kemudian Felipe Anderson setelah one two yang manis, sepakannya tipis di samping gawang. Gol benar-benar muncul di menit 19, prosesnya cantik sekali. Luis Alberto dari sisi kiri menyepak jauh depan garis gawang, Alesandro Murgia dengan jeli membelokkan bola dengan dada ke arah Ciro. Dengan liukan maut ia mendorong bola menjauh ke sisi kiri yang coba ditutup maju Leno, dengan ketenangan khasnya Ciro menembak dari sisi sempit dan tentu saja masuk walau sempat kena blok Bender. Gol yang disambut peluk Sergey dan kapten Lulic. Coba perhatikan, setelah gol Ciro sering kali berjalan senyum lalu menarik kaosnya untuk mengusap wajah. Selama pra-musim sering sekali ini.

Lima menit berselang, Savic nyaris menggandakan gol. Sayang berhasil dimentahkan, menit 30 ada water break. Waah di pegunungan sekalipun mereka butuh asupan air lebih. Lima menit kemudian Felipe melakukan shot jarak jauh, nyaris. Peluang pertama Bayer muncul lewat tendangan bebas, bola mengenai mistar. Dominasi Lazio akhirnya berbuah lagi menit 40. Prosesnya keren banget serangan balik cepat, dari sisi tengah lapangan Felipe mengontrol bola sampai dalam kotak memberi umpan Ciro, bek tinggal satu Bender yang terkecoh kebingungan, Ciro langsung kasih balik dan sekali sentak gol. 2-0 menutup babak satu. Bisa saja Lazio unggul 5 gol, tapi 2 ke gawang tim (eks) UCL sudah sangat bagus. Mereka bahkan tak punya shot on goal. Haha..

Karena suara komentator di laptop kurang gahar, saya pulang ambil speaker mini komputer biar lebih mantab. Tengah babak, ngopi dan ngeroti. Saat kembali, babak dua sudah mulai. Bayer melakukan pergantian 8 pergantain langsung, salah satunya menarik Mehmedi mengganti Yurchenko. Kita masih belum memasukkan pemain cadangan.

Thomas melakukan save bagus pertamanya menit 50, lalu serangan Felipe dari kanan dengan menyisir lapangan dihentikan dengan tekel keras di garis kotak. Free kick yang gagal. Babak dua kita tetap dominan, pamer kekuatan. Enak banget lihatnya, kayak lihat tiki taka Barca. Hening seketika.

Gol ketiga hadir menit ke 55. Dari tengah Savic mengirim umpan datar ke sisi kiri, Ciro dengan jeli mengolah bola. Mencari ruang, Felipe maju meminta. Sementara di kanan jauh Basta mengangkat tangan kanannya juga meminta umpan, Ciro lebih prefer ke Felipe yang lebih dekat. Tapi umpan itu hanya disentuh sekali untuk kembali jadi assist, dengan kemampuan hebatnya bola diplesing jarak jauh. Jauh dari jangkauan kiper. Gol itu dirayakan dalam peluk dengan seluruh pemain cadangan yang sedang ngerumpi di pojok.

Menit 64 akhirnya melakukan pergantian, langsung gembruduk 9 pemain. Wallace, Luis Felipe, Radu, Marusic, Parolo yang kini kapten, Leiva yang ternyata nameset di punggung Lucas, Di Gennaro (nomornya 88 cuy), Patric setelah gol cantiknya lawan Trientina kasih kesempatan lagi, Palombi dan si keling Keita. Perombakan pergantian, yasu dahlah unggul tiga gol saatnya coba tim kedua. Keinginan lihat tridente IKA tak terwujud. Dan dimana Lord Djordje suadara sekalian? Pas lawan Triestina kan lumayan tuh, bisa bikin peluang kena mistar setelah umpan bagus Palombi walau tetep saja gagal.

Menit-menit berikutnya lihat aksi pemain baru. Marusic keren. Leiva meyakinkan, satu kartu kuning yang tak perlu. Di Gennaro ternyata mainnya ngotot, ok kita coba. Keita terasa banget sudah ga fokus. Dan di mana Chris Oiko? Wonderkid impian Aussie-Yunani yang selalu kutunggu, plis jangan dipinjamkan lagi.

Salah satu peluang bagus terjadi berkat umpan Keita dari sisi kiri, umpan lambungnya tepat depan gawang sanag sekali gagal dikontrol Parolo, padahal musuh sudah lengah. Bola itu justru melambung. Saat memasuki injury time, akhirnya kita kebobolan. Dari sisi kir pertahanan, bola bergulir cepat melewati Parolo dan Luis Felipe. Serangan sempat dihadang empat pemain dalam kotak, sayang kita lengah ada satu pemain berlari menusuk dalam kotak Vladlen Yurchenko menempatkan bola di pojok kiri yang tak terjangkau Thomas. Gol yang merusak, setelah itu wasit langsung meniup peluit akhir. Setelah kekalahan dari Sandhausen 3-2, kini mereka tumbang lagi 3-1. Leverkusen yang ini jelas bukan klub yang kita lihat beberapa tahun terakhir.

Gol menit akhir itu merusak rekor bersih pra musim. Setelah menang meyakinkan 16-0 lawan tim Auronzo, menghempaskan 3-0 Triestina, dan mendepak Spal 2-0 dalam trofeo the cime di lavaredo. Skor 3-1 membuat Thomas gagal cleanset lagi. Malam ini (1/8) kita akan bermain dengan tim divisi 3 Austria FC Kufstein. Hura-hura jelang ke Spanyol 5 Agustus 2017 menyongsong Malaga dalam turnamen Costa Del Sol di stadion LA Rosaleda.

Catatan dari laga ini. Duet lini serang kita SANGAT bisa andalkan Felipe-Ciro. Keren sekali, saat melakuakn serangan seakan mereka sudah tahu ke arah mana mengisi ruang. Dengan skill di atas rata-rata, ada peluang kecil nan sempit bisa mengubah skor. Percobaan memajukan Felipe pantas dicoba, semiga sukses. Caicedo yang datang dengan rekor meragukan dari Espanyol bisa saja melapis, tapi rasanya butuh pelapis yang lebih hebat. Saga Sardar Azmoun — Messi dari Iran sudah memasuki dua bulan, setelah sangat dekat pekan lalu kini malah suram. The biggest target musim ini, striker Iran rasanya sulit terwujud. Falcinelli juga menjauh. Palombi, Rossi rasanya juga butuh waktu poles. Padahal drama Keita makin panjang, malam ini ia tak bisa menunjukkan performa. Pergilah Nak, saranku keluar Serie A. Kalaupun itu West Ham atau Brighton sekalipun, jadikan batu loncatan ke tim impianmu Barcelona. Asal jangan ke Juventus apalagi Inter, suram Nak. Dan kalian, ya kalian jangan pernah berharap pada Brahimi, kemahalan. Lotito tak akan mau keluar uang segitu. Mari kita tunggu suara Gianluca Di Marzio, moga kabar-kabar positif.

Sisi belakang, masih mengkhawatirkan tim keduanya. Setelah De Vrij ditarik, sisi bek sentral benar-benar harus diantisipasi. Kabar resminya Martin Caceres bergabung harusnya menjadi solusi tepat, anehnya malah langsung dipinjamkan 6 bulan ke Verona. Patric masih saja segitu tawaran Benevento dan Lisbon ditolaknya karena merasa berdarah Lazio (salut buat setia dan semangatmu Nak), Wallace mungkin ada kemajuan tapi blunder kadang kumat, Luiz Felipe yang diciduk dari Brazil masih sangat muda butuh menit tanding (patut dinanti aksinya) yang justru berkebalikan sama Radu yang ngos-ngosan saking setianya (tua).

Lini tengah banjir talenta. Marusic larinya kencang juga. Gennaro yang tukang pindah klub, layak dinanti, kasih kesempatan sebagai New Mauri. Leiva setelah 10 tahun berpuasa, mungkin kini saatnya juara Liga. Parolo-Keita ada beberapa peluang tapi memang miss, emosi si Keling harus direda. Untuk Savic jelas tak diragukan lagi. Kertas tawaran 70 Juta Juve pantas sekali kita sobek-sobek. Kita sedang menyusun klub juara, jangan ganggu!

Untuk kiper rasanya mutlak tak ada perdebatan, kesuksesan mempromosikan kiper tak ber KTP DonaWho di Milan bisa saya pastikan akan menjalar di Thomas Stakosha. Albania punya cerita di ibu kota, mari catat sejarah manis di sini. Scudetto 2017/2018 bukan angan-angan.

Persiapan matang menuju perebutan piala Super Italia melawan Juventus 14 Agustus 2017. Laga sesungguhnya! Kami tidak takut. Forza Lazio! Thx Laziale hadir: Kambing, Abe, Adiet, Nda, Satria, Xanafi, Nur, Setiadi, Reye, and Me. #AvantiLazio

Lazio 3-1 Bayer Leverkusen

Immobile 19, 56, Felipe Anderson 41; Yurchenko 91. 

Lazio: Strakosha; Bastos (Wallace 64), De Vrij (Luiz Felipe 66), Hoedt (Radu 64); Basta (Marusic 64), Murgia (Parolo 64), Luis Alberto (Lucas Leiva 64), Milinkovic-Savic (Di Gennaro 64), Lulic (Patric 64); Felipe Anderson (Palombi 65), Immobile (Keita 64)

Bayer Leverkusen: Leno; Henrichs (Kohr 46), Tah (Dragovic 46), S Bender (Ramalho 46), Wendell; L Bender (Bellarabi 46), Kampl (Baumgartlinger 46), Mehmedi (Yurchenko 46), Brandt (Bailey 46); Volland, Havertz (Pohjanpalo 46)

Karawang, 010817 – American Authors – Best Day of My Life

Di dini hari sepi sunyi ini, dalam membuat catatan ini ternyata saya sudah muter lagu American Authors lebih dari sepuluh kali, keren banget ternyata Best Day of My Life iki. Jadikan soundtrack musim 2017/2018 ah.

#GWSAderson, kami bersamamu.