Mockingjay – Suzanne Collins

“Apakah kau akan datang ke pohon memakai kalung dari tali, bersamaku bersebelahan. Hal-hal aneh terjadi di sini kita tak kan jadi orang asing, jika bertemu tengah malam di pohon gantung.” – The Hanging Tree song

Beberapa hari yang lalu saya tak sengaja menonton The Hunger Games di sebuah tv swasta, sudah sering ditayangkan. Tapi berkat tayangan ini saya serasa punya hutang review, buku final ini harus segera dikembalikan. Jadi saya kebut baca dan ulas biar tuntas.

Sebuah penutup yang sempurna. Bravo! Bravo! Bravo! Luar biasa, setelah menghentak di seri pertama, menurun secara kualitas di seri kedua, seri pamungkas sungguh memukau. Segala tanya dijawab sudah, inilah akhir perjalanan panjang Katniss Everdeen the rebelion. Beberapa mungkin membosankan, terutama pengantar menuju pemberontakan, namun bsetelahnya adalah Wow, ada bagian yang mengejutkan, keputusan di ending. Saya sampai membayangkan dalam balutan visual bagaimana amunisi panah itu meluncur. Pasti membuat penonton terperangah menyaksikan tawa getir presiden Snow.

Bagian pertama terjudul Abu. Kisahnya langsung menyambung dari ending Tersulut di mana setelah pertarungan The Hunger Games ke tujuh puluh lima yang memporakporandakan kompetisi Katnis Everdeen dan beberapa member diselamatkan ke distrik 13. Keberadaan distrik itu bukan mitos, bahkan saat sampai di sana ternyata kekuatan yang disusun sudah cukup kuat untuk melakukan pemberontakan. Plutarch Heavensbee, kepala juri pertarungan seorang pembelot, ialah yang telah mengorganisasi pemberontkan di Capitol. Pertanyaan saat pertama ketemu Katniss dengan menunjukkan jam berlogo Mockingkay terjawab sudah. Sayangnya Peeta Meelark tersandera ke Capitol. Perpisahan pasangan ini menyulut banyak hal. Katniss sebagai simbol pemberontakan, Peeta sebagai duta damai. Perang hanyalah kerugian semua pihak. “Apakah kau benar-benar percaya pada orang-orang yang bekerja bersamamu?”

Katniss mengunjungi distrik 12 yang kini menyisakan abu, kepulan asap bekas serangan Capitol. Sudah tak ada kehidupan, seluruhnya runtuh. Korban jiwa berjatuhan, perang sudah ditabuh. Beberapa yang selamat dibawa ke pusat distrik 13 yang hidup di bawah tanah. Kunjungan itu hanya sebuah tindakan bayang kenangan masa lalu, ucapan selamat tinggal masa kecil. tak ada yang sia karena Katniss berhasil menemukan kucing Prim yang kebingungan, Buttercup.

Pemberontakan itu dipimpin oleh (calon) presiden Coin. Selama bertahun-tahun menyusun kekuatan, kini saatnya. Momen yang pas untuk revolusi mengakhiri kepemimpinan Snow yang semena-mena. Saat akhirnya Katniss bertatap dengan sang pemimpin, terjadi mutualisme kesepakatan. Katniss mau jadi simbol pemberontakan, menjadi Mockingjay dan siap berakting untuk disiarkan ke seluruh penduduk distrik dalam bentuk Propo bahwa dia hidup dan perlawanan itu nyata. Katniss, dibantu tata rias yang disandera Flavius, Octavia, Venia dan kameramen Cressida serta kru-nya. Ternyata salah satu kelebihan utama Katniss adalah spontanitas, jadi beberapa naskah yang sudah dipersiapkan banyak yang tak sesuai yang hasil akhirnya bagus. Mereka terus mengintimidasi Pemerintah, menyabot siaran televisi melalui hacker nyentrik Beetee. rada aneh juga, siaran resmi Pemerintah dengan mudah dan setiap saat bisa ditembus. Tak penah gagal, IT Capitol dodol atau Beetee yang brilian? “Mari bergabunglah bersama kami!” Tak kusangka, karakter aneh di Quarter Quell ketiga ini jadi begitu sangat penting.

Ada tiga permintaan Katniss sebagai taruhan Mockingjay. Pertama ia dan sahabatnya Gale diperbolehkan untuk tetap berburu. Kedua dibebaskannya segala tuntutan hukum terhadap teman-temannya jika nantinya. erhasil menggulingkan Capitol: Johanna, Ennobaria dan Peeta! Dan syarat terakhir meminta Katniss-lah sang eksekutor hukuman mati untuk presiden Snow. Coin sepakat. 

Untuk memulihkan kepala dan jiwanya, distrik 13 memutuskan melakukan tindakan penyelamatan terhadap Peeta. Misi berat itu sempat juga membuat dahiku berkerut. Kalau mereka berhasil menyusup, menculik sekaligus menyelamatkan Peeta yang kini jadi pion Pemerintah berarti seharusnya mereka sudah sangat perkasa. Sudah hebat, kenapa misi diatur ulang? Serang! Tapi pikiran itu akan dibantahkan otomatis saat akhirnya kita sampai di Bagian akhir, bagian terbaik novel ini.

Konsekuensi pernyataan perang itu adalah serangan besar-besaran di distrik 13. Tapi kini mereka sudah siap. Warga dievakuasi ke gedung bawah tanah yang sudah dibangun dan dipersiapakn untuk hari ini, sebuah bungker evakuasi modern. Jadi saat Capitol membombardir masyarakat sudah dalam posisi aman. Tak heran setelah serangan, saat sudah reda dan berani muncul di atas tanah distrik 13 bak kota mati. Luluh lantak. Kekejaman itu membulatkan tekad Katniss, ia mengajukan diri untuk maju berperang. All hail tim bintang 451!

Semenjak pasukan Katniss diturunkan dalam medan perang, buku ini langsung melonjak dalam andrenalin. Perpindahan holo (semacam GPS) dari pemimpin pasukan Boggs kepada Katniss membuat sitegang. Peeta yang berubah-ubah sifatnya karena sakit membuat banyak perdebatan. Sampai bantuan aneh Tigris. Pacunya terus meningkat, bagian terbaik. Salah satu novel terbaik yang pernah saya baca ada di 1/3 akhir. Luar biasa. Pembaca diajak terus mendebarkan jantungnya, jelas bukan untuk Pembaca berhati lemah. Saat menyusup masuk ke bawah tanah, dikejar Mutt sampai ledakan demi ledakan semua disajikan dengan sangat seru. Sayang sekali saya kena spoiler temanku JJ-Jacob Julian, atas kematian salah satu karakter penting. Huufh. Dengan segala kepentingan tiap pribadi, bagaimana akhir dari perseteruan negara Panem ini?

Salah satu karakter favoritku Finnick, sekutu saat pertarungan dibuat bahagia dengan menikahi kekasihnya. Tapi tak sampai di sana, butuh pengorbanan dan harganya mahal karena Finnick adalah sang pemenang dan pejuang ia turut dalam pemberontakan. Lalu Cinna yang tak muncul sama sekali, adegan akhir di seri Catching Fire saat Katniss dibawa ke arena ia dilumpuhkan bisa jadi adalah kematiannya, sayang sekali. Hiks, ikut sedih. Satu lagi karakter kesukaanku si Haymitch, ini adalah sosok sesungguhnya kita saat terjadi perang saudara. Masa bodoh. Siapapun yang memimpin, ia cuek. Pesimistis mungkin, tapi realistis. Terlihat teler mulu, tapi sesungguhnya sangat cerdas. Sebagai mentor, dirinya tampak meragukan namun siapa sangka setelah melewati tiga buku Haymitch tetaplah Haymitch. Selama ada bir, dunia sudah cukup. Tak butuh yang lain.

Tak banyak buku terbitan milenia abad 21 yang kupuji, dan trilogi Hunger Games jelas yang minoritas ini. Mungkin New York Times Book Review berlebihan dengan berujar, “Trilogi ini merangkum gerakan politik dari novel 1984, kekerasan yang tak terlupa dari A Clockwork Orange, nuansa imajinasi The Chronicles Of Narnia dan daya cipta nan cerdas dari Harry Potter.” Tiga dari empat buku yang disebut sudah saya baca dan ketiganya masterpiece, ada beberapa kecil yang setuju, tapi ya ga mungkin bisa menyamai ketiganya. Satu lagi dasar awal buku ini adalah inspirasi The Royale Battle dari Jepang. Hebat Suzanne, menggabungkan daya pikat karya lama, meramunya jadi young adult mempesona. Patut dinanti karya Suzanne Collins lainnya pasca puncak hype novel ini.

“Jika kami terbakar, kau terbakar bersama kami!”

Mockingjay | by Suzanne Collins | diterjemahkan dari Mockingjay | copyright 2010 | alih bahasa Hetih Rusli | GM 322 01 12 0001 | Penerbit Gramedia Pustaka Utama | cetakan ketujuh, Mei 2012 | 432 hlm; 20 cm | ISBN 978-979-22-7843-9 | untuk Cap, Charlie, dan Isabel | Skor: 5/5

Karawang, 270717 – Wet Wet Wet – Sweet Surrender

Thx to Widy Satiti untuk pinjamannya

Advertisements

One thought on “Mockingjay – Suzanne Collins

  1. entah kenapa saya kok sampe sekarang belum bisa mencerna dengan baik kalo baca novel terjemahan. entah translatenya yang kurang sip, atau ekspektasi saya yang ketinggian terhadap sebuah novel terjemahan tsb. haha

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s