Does My Bum Look Big In This? – Arabella Weir

“Aku orang yang sangat berharga dan punya banyak kelebihan.”
Chicklit, being single and happy. Ah lama sekali saya tak baca teenlit atau chicklit – chick literature (bacaan cewek). Dulu pernah baca dua atau tiga novel tapi memang kurang berkesan. Untuk seri ini adalah buku tukar pinjam, kurasa saya tak setuju, single-happy. Kenapa? Karena terlihat jelas sang tokoh utama tak bahagia. Wanita gendut, usia matang 30an, single, dan betapa tersiksanya melawan berat badan dan mencari jodoh. Isinya mayoritas keluhan. Di Inggris, yah tak jauh beda sama di sini. Bagaimana orang tua mengkhawatirkan masa depan anaknya yang tak segera nikah. Bagaimana seluk beluk sang wanita karir ini menghadapi hari esok. Disajikan dalam bentuk diary, kita akan tahu segala apa yang ada di pikiran, apa yang membuatnya was-was.

Buku ini laiknya sebuah tulisan blog pribadi, seakan curhatan bebas. Dari pembukanya sudah terlihat sangat narsis, si Penulis Jacqueline M. Pane – dipanggil Jack atau lebih suka Jackie atau Jacqueline. Karena ini buku terjemahan maka tentu saja bukan orang Batak dengan marga Pane, tapi orang British yang manggilnya mister atau miss. Jack seorang lajang berusia 33 tahun yang bertekad kurus. Kisahnya dimulai di bulan Januari dan akan berlangsung selama setahun penuh. Dia baru saja ditinggal pergi pacarnya si Perfect Peter yang merantau ke New York. Pergi tanpa kejelasan. Nantinya ia menjuluki sang mantan dengan Bajingan Pembohong, karena suatu ketika Peter mudik ke Inggris mengajak bertemu dan dengan bodohnya terjerat lalu mencampakkannya lagi dan tak lama berselang menikah dengan orang lain.

Sebagai Koordinator Senior bagian konferensi di Perusahaan Pellet Corporation, perusahaan perangkat dan pemasok komputer terbesar di Inggris (Skotlandia termasuk tidak ya? Ah tak jadi masalah). Keseharian berangkat-pulang kerja dari flatnya yang kecil naik bus. Dia mungkin merasa tak terlalu guna di kantor, tapi ternyata suatu ketika saat ia tak masuk ada telpon dari bos Bowyer berujar, “Pekerjaan tak bisa jalan tanpamu, Jacqueline. Kau satu-satunya yang bisa menangani klien-klien besar dan kehadiranmu sangat penting di kantor.” Oh ya, benar penting yang membangkitkan tawa orang-orang yang melihat betapa gendutnya, atau penting karena akan membuat orang lain tampak lebih baik saking jeleknya dirinya. Nah, pikiran negatif kan, kalau orang bahagia tak begitu. Harusnya tagline buku ini ‘being single and sad’.

Di kantor ada karyawan baru bagian marketing, Andi si keren. Jack memanggilnya ANKE – Andy Keren. Seorang yang menangani account Pozzi. Si gendut naksir habis, di depannya salting berusaha tampil seanggun mungkin. Berteman dengan si Ceking Clare, bagian penjualan. Yang awalnya bikin bête karena dekat Andy, ternyata ia sudah tunangan, yang membuatnya lega. Ah kisah remaja sekali ya, pesaing perebut cowok sudah punya pacar dan gitu doang lega. Masalahnya yang penutur bukan remaja lagi, jadinya terdengar gmana gitu, mual.

Untuk mengatasi berat badan, Jack mengikuti kelas gym yang sudah tiga tahun tak tampak perubahan. Ia bahkan ke psikiater, yang anehnya psikolognya jauh lebih gendut darinya. Yang membuatnya tertawa tertahan, gagal. Pola makan sudah coba dijaga, tapi tetap saja saat lepas landas ia menghantam segala makan ketika kalap. Pengen ketawa rasanya saat tiap pulang kerja bisa sukses tanpa mampir ke McD yang dilewati. Ikut kelas Percaya Diri, walau voucher gratis dari ibunya tapi tetap saja tak signifikan. Segala upaya dan daya dikerahkan untuk membentuk tubuh ideal, dan kita tahu pasti gagal. Orang tua Jack bercerai enam tahun lalu, kini ia memiliki saudara tiri dan ayah tiri dari ibunya yang menikah lagi. Ibunya cerewet sekali. Setiap berkunjung akhir pekan, pertanyaan wajib selalu muncul, ‘kapan nikah?’ membuatnya muram.

Sahabat sejatinya bernama Sally yang bertunangan dengan si ganteng Dan, tempat curhat dan keluh kesah. Maka saat Andy mengajaknya makan malam di hari Valentine, ia meminta saran kepadanya. Dengan persiapan beberapa hari sebelum hari H, Jack mencoba tampil sebaik mungkin. Sayangnya, malam itu berjalan kacau. Sangat kacau. Sebelum acara makan malam yang dirancang romantis, ia malah menghabiskan berbotol-botol wine, tiga vodka dan tonik yang membuatnya teler. Sisa malam itu tak tahu, karena paginya ia sudah terbaring di kamar. Memalukan bukan? Tanda tanya, apakah andy yang membawanya pulang? Berarti Andy pula yang mengganti bajunya, tapi tak ada seks, yang membuat Jack berfikir berarti Andy ‘cowok baik’. Benarkah?

Suatu hari ia mendapat kesempatan wawancara di sebuah majalah wanita, majalah karir yang saat itu bertema ‘gendut bukan masalah’. Ada tiga narasumber, yang pertama si Jack, kedua pramugari dan yang ketiga seorang manajer toko pakaian. Sang wartawan majalah Spare Tyre, Rachel Lowe mewawancari mereka. Terasa biasa, tapi ternyata ketika terbit artikelnya luar biasa. Efeknya ternyata banyak, pembacanya luas sehingga setelah muncul di majalah ia mendapat tawaran lain untuk sebuah acara yang lebih besar!

Waa.. rasanya masa depan karir Jackie terlihat cerah. Namun tak semulus yang dikira, ayahnya suatu ketika mengumumkan bahwa ibu tirinya yang sudah berusia 45 tahun akan memiliki momongan. Kabar baik itu berat sekali disampaikan kepada ibu. Lalu Andy, cowok yang paling diidamkannya pernah diputusnya karena galau. Diperparah Andy pindah tugas ke luar kota, makin jauh. Jodohnya makin tak tentu. Tapi yah, akhir manis ditulis. Sebuah mimpi yang jadi realita. Apakah itu?

Seharusnya buku ini dilabeli 18+, karena beberapa bagian menampilkan cerita seks bebas. Kebiasaan Barat yang dengan gamblang diceritakan. Lebih bijaknya sih bagian itu bisa kena skip saat alih bahasa, kenapa? Jelas, andai dibaca remaja atau wanita ¼ abad apa yang ada di pikiran Jack tak semua patut diserap.

Bagusnya, buku ini semakin mendekati akhir kisah semakin seru. Lucu, kata endorn sampil belakang awalnya kukira bohong. Tapi ternyata Weir dengan jeli menaruh joke yang pas. Seperti saat Jack akan naik pesawat yang ketika diperiksa berat badan, dengan membawa tas berisi pasir dan batu! Lalu bagian artikel majalah yang mengklaim ‘Jack paling kurus’ itu mungkin sederhana tapi berefek signifikan. Kombinasi lucu dan kasihan. Bagian-bagian itulah penyelamat skor akhir. Yang pasti kalau diminta beli buku chicklit, saya bilang NO. Kalau dipinjami bolehlah, tak ada ruginya baca gratis. Ini bukan akhir-kan?

“Aku minta maaf atas kelakuanku kemarin, waktu itu aku sedang terserang emboli.”

Well, ada yang tahu apa itu emboli? Weir menjelaskan dengan singkat dan lucux!

Besar Itu Indah | by Arabella Weir | diterjemahkan dari Does My Bum Look Big In This? | copyright 1997 | first published in Great Britain by Hodder & Stoughton | alih bahasa Monika Edita Indriani | GM 402 03.021 | sampul oleh eM Te | Penerbit Gramedia Pustaka Utama | cetakan keempat, November 2004 | 272 hlm; 18 cm | ISBN 979-22-0436-9 | Skor: 3/5

Karawang, 240717 – Sherina Munaf – Semoga Kau Datang

Thx: Melly Potter

Iklan