War For The Planet Of The Apes: Sad End To a Trilogy

Apes. Together. Setrooooong.

Caesar: I did not start this war. I offered you peace. I showed you mercy, but now you’re here. To finish us off for good.

Akhir yang buruk untuk the trilogy reboot Apes. Rise begitu mempesona sehingga saya kasih nilai sempurna, Dawn ada penurunan tapi perang dan special efeknya sangat bagus jadi masih sangat layak dinikmati. War benar-benar terjun bebas. Tak ada sesuatu yang luar biasa di sini. Perang? Perang apa? Plot? Aduh, berantakan. Villain utama sang Kolonel kelihatan sangar doang, saat akhirnya head-to-head malah memble. Bahkan motif yang disodorkan tak kuat, drama yang datar. Anti-klimak. Yaah, apes deh nonton di hari pertama nonton Apes.

Selasa kemarin saya sudah antisipasi nonton jauh hari, acara lari sore yang harusnya Rabu kita majukan di Selasa, dari jadwal di web CGV Festive Walk tertera 19:00 masih kekejar. Awalnya berencana nonton berdua sama Ghofur, rekan kerja dari Accounting tapi muncul satu nama lagi untuk join Sekar Ayu. Di saat kita lari, Sekar ke bioskop cari tiket, karena ini hari pertama tayang takut kehabisan. Faktanya banyak tempat duduk kosong, antusiasme manusia kera kalah sama manusia laba-laba yang kini sudah 3 pekan dan masih bertahan. Aneh sekali, bahkan telak dari film lokal Mars Meets Venus!

Dengan sebotol TeaFresh rasa Maskissa kesukaan di setiap tangan, kita arungi babak final perseteruan manusia lawan kera. Pembuka film menampilkan catatan dari dua film sebelumnya. 15 tahun sejak virus ALZ-113 – Simian Flu menyebar dan membunuh banyak manusia muncullah kera dengan intelegensi tinggi, Caesar (Andy Serkis), lalu saat kawanan kera membentuk komunitas terpisah dengan manusia malah terjadi seteru internal yang dipimpin pemberontak Koba (Toby Kebbell). Uniknya tulisan pengantar kisah ini kata ‘Rise’ dan ‘Dawn’ dicetak tebal warna merah darah, lalu disusul kata ‘War’. Sangat menarik.

Klan monyet sembunyi di hutan Muir Woods, manusia mencoba membumihanguskan. Pasukan Alpha-Omega mengusiknya. Variasi tulisan di helm justru memberi trivia seru. Pembuka film sesuai ekspektasi, sangat menjanjikan. Rentetan peluru, teriakan pasukan di antara letusan bom bak sebuah Perang Dunia Kedua. Ditunjang sound menggelegar dan visual jernih di mana tembakan sebuah peluru memberi lintas sinar ngeri. Ternyata klan monyet jauh lebih siap, karena serangan itu bisa digagalkan. 63 manusia tewas dalam misi, tiga ditangkap hidup-hidup bersama seekor monyet pembelot Red (Ty Olsson). Caesar tak membunuh tahanan, justru memberi ampun kebebasan. Memberi mereka pesan perdamaian, untuk gencatan senjata dan hidup bersisian. Sayang, Red kabur setelah mengalahkan Winter (Aleks Paunovic). Tak lama, anak Caesar Blue Eyes (Max Llyid-Jones) kembali, pulang dibebaskan lalu bertemu dengan Lake (Sara Canning). Keluarga monyet yang kini tampak sempurna bisa berkumpul lagi dengan pasangan Caesar, Cornelia dan Putra bungsu Cornelius. Malam itu Caesar memutuskan rencana klan ini harus pergi membentuk koloni baru yang jauh dari manusia, lebih aman. Dan muncullah tagline yang sudah wara-wiri sepanjang tahun 2017: Apes. Together. Strong.

Sayang malam itu damai yang diharap lenyap, tragedi dicipta. Pasukan Alpha-Omega yang dipimpin oleh Kolonel McCullough (Woody Harrelson) melakukan penyerbuan saat para monyet tidur. Serangan instan lewat air terjun dengan tali yang menjuntai itu membuat layar tangis, sang kolonel berhasil membunuh Cornelia dan Blue Eyes, lalu kabur. Dalam adegan dramatis dan tatapan bengis Caesar coba mengejar. Gagal. Kematian anggota keluarga itu membara kepala Caesar. Esoknya saat koloni bersiap untuk migrasi ke tempat baru, Caesar mengambil jalan berlawanan. Balas dendam! Suatu sifat antagonis milik Koba, dan yah Caesar memahami kini ia mirip mantan team-matenya. Ada dendam yang harus dituntaskan.

Saat Caesar menunggang kuda berpanggul senjata sendirian, tiga rekannya mengikuti. Mereka siap berkorban menemani. Orangutan bijak Maurice (Karin Konoval), Rocket (Terry Notary) dan gorilla Luca (Micahel Adamthwaite). Tentu saja awalnya menolak, tapi mereka memaksa. Perjalanan pun dimulai. Pertama mereka menemukan kamp militer yang terbengkelai, muncul tentara, sikat! Di dalam bangunan tersebut ada seorang gadis kecil tanpa identitas yang ketika ditanya tak bisa bicara. Maurice memutuskan membawanya, ketimbang ditinggal tak terurus mati. Nantinya gadis itu diberi nama Nova (Amiah Miller) karena suatu survenir besi bertulis ‘Nova’. Menarik fakta bahwa nama Nova sudah pernah dipakai di versi original yang diperankan oleh Linda Harrison. Berikutnya saat sedang memantau di ujung tiang listrik, kuda mereka dicuri mahkluk bertudung. Pengejaran itu menuju sebuah bangunan tua tak berpenguni. Terdesak, sang mahkluk melempar senjata tanda menyerah. Ternyata seekor monyet. Bad Ape (Steve Zahn). Kocak sekali monyet ini, scene stealer. Dengan memakai sweeter trendy ia ikut dalam misi. Dari penuturan Bad, kita tahu pasukan manusia sedang bersatu menunggu di perbatasan California di mana akan ada kamp karantina. Bantuan menuju utara untuk bergabung dengan Alpha-Omega, mereka siap melawan pasukan kera.

Berikutnya mereka menemukan tiga manusia sekarat, ditembak oleh pasukannya sendiri. Saat ditanya, tentara itu tak bisa menjawab. Hanya menggunakan isyarat. Dari sinilah kita mulai diajak menebak, ada apa gerangan? Manusia mulai tak bisa ngomong? Virus itu membuat monyet menjadi cerdas? Perang besar sepertinya ada di depan.

Naas, saat akhirnya kamp di mana kolonel tinggal ditemukan. Ada pasukan yang mengetahui pengintaian, pertarungan itu membuat salah satu jagoan kita tewas. Sedih sekali. Maurice sekali lagi menawarkan kepada Caesar, untuk mundur bergabung dengan rombongan klan mumpung belum terlambat. Namun ia menolak, sejengkal lagi harus maju terus! Benar, kini sifat Koba sudah merasukinya. Di kamp ada sedikit kejutan karena sudah menunggu kawanan kera melakukan kerja paksa dan Caesar terperangkap. “Wellington and Napoleon, Grant and Lee, Custer and Sitting Bull”. Ditambah lagi, kera-kera penghianat ‘Donkey’ lah pengawas kerja paksa itu. Waktu menipis, sebelum pasukan bantuan masuk Caesar dalam posisi tertahan harus menuntaskan dendam. Dan perang yang dimaksud (walau tak seperti yang kumaksud) pun pecah, siapa unggul?

Untuk sebuah film dengan judul ‘Perang’ apa yang ditampilkan tak seperti perang yang diharapkan. Hanya sekumpulan kera versus sepasukan manusia. Tak sesuai harapan. Jelas ini penurunan dari dua seri yang memukau. Untuk drama juga tak bagus, terlalu lemah. Saya sempat terkantuk-kantuk saat Caesar dkk dalam misi penyelamatan. 

Untuk teknologi berkali-kali Sekar bilang capture wajah Caesar luar biasa, mirip sekali manusia. Tapi karena kita sudah menyaksikannya teknologi mo-cap dalam topeng Smeagol dan dua seri sebelumnya, ini hanya pengulangan. Dua karakter yang menarik perhatian, jelas pemeran Nova. Cantik natural, sayangnya peran tak berkembang. Mungkin maksudnya bergabungnya Nova memberi arti perbedaan adalah suatu yang biasa, dia beberapa kali membantu namun tetap saja monoton. Karakter tanpa dialog? Tunggu dulu, ada dua tiga patah kata akhirnya muncul namun terlambat. Karakter satu lagi yang saru adalah si Bad Ape, lucu sekaligus konyol. Acungan jempol, senyum ceria, kekhawatiran serta tuturan nasehat bak kakek-kakek pikun. Salah satu yang bikin geram, teropong terbalik! Ah sayang si Bad Ape secara keseluruhan gagal menolong keseriusan Caesar.

Di tanki kamp kalau kalian jeli akan menemukan sebuah grafiti bertulis, ‘Ape-ocalypse Now’ sebuah tribut untuk film perang legendaris Apocalypse Now dimana karakter kolonel mengikuti seramnya kolonel Kurtz. Lalu tulisan ‘We are the beginning and the end’ yang berarti sesuai alfabet Yunani di mana Alpha adalah huruf pertama dan Omega seri terakhir. Ekspresi klasik ‘if someone stands between the beginning and the end then it includes everything.’

Seperti biasa, saya selalu menikmati credit title. Kali ini ditemani, fakta bahwa film ini melibatkan lebih dari 15,000 orang sungguh luar biasa. Paling banyak jelas dialokasikan ke spesial efek, di mana dalam tulisan berjalan bahkan dipecah landscape lima baris! Wow, untuk sebuah film tentu saja fantastis. Film diproduksi di beberapa negara dan salah satunya tentu saja Selandia Baru, tempat fantasi berujung. Saoundtracknya hanya diberi tiga judul, distribusi jelas ke Sony Klasik. Mungkin bagi sebagian orang ini info sederhana tak penting, tapi bagiku sebuah magnet penghormatan bagi orang-orang di balik layar.

Well, kabar film akan dibuat lagi seri empat sudah tak membuatku antusias. Ending bahagia yang berakhir buruk ini kurasa cukup. 

This is the complete let down. Enough!

War For The Planet Of The Apes | Year 2017 | Directed by Matt Reeves | Screenplay Mark Bomback, Matt Reeves | Cast Andy Serkis, Woody Harrelson, Steve Zahn, Karil Konoval, Amiah Miller, Terry Notary, Micahel Adamthwaite, Toby Kebbell, Sara Canning | Skor: 2,5/5

Ruang HRGA CIF – Karawang, 260717 – Sherina Munaf – Singing Pixie

Terima kasih buat Sekar Ayu dan Abdul Ghofur (duo akuntan keren) yang menemani nonton di tengah pekan. Berikut penilaian singkat mereka:

Ghofur: “Kalau menurut aku sih konfliknya kurang wow gitu ya, kemudian eerrggg… alurnya terlalu sederhana dan boring-lah, tak seperti yang sebelumnya. Apalagi yang kedua itu bagus banget. Rate? Lima! Lima per sepuluh? Hhmmn.. enam deh. Enam per sepuluh. Kalau diurutkan dari yang terbaik: yang paling kusuka seri Dua, lalu Satu dan yang terakhir Tiga.”

Sekar: “Bagus. Visualisasinya bagus, Cuma ceritanya terlalu apa ya, terlalu biasa ajah. Menurut aku kerenan Baywatch! Haha. Saya belum nonton yang satu-dua, tapi ceritanya sudah dapat. Yang ketiga cerita biasa saja, mungkin karena jalan cerita, apa ya molor (durasinya) gitu ya. Nilainya enam deh.”​

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s