Spider-Man: Homecoming – Laba-Laba Hura-Hura

Adrian Toomes: You need to understand, I will do anything to protect my family. I know you know what I’m talking about.
Yeah, jarang-jarang saya menonton film se-update ini. Hari pertama rilis menyempatkan diri ke CGV Blitz Festive Walk Karawang. May ga mau ikut, cuma ingin dibeliin copcorn. Walhasil setelah mampir ke Gramedia dengan 3 buku baru, Magrib yang mepet saya berhasil menyusup dalam keramaian bioskop tengah pekan. Dapat kursi bagian depan ketiga. Penuh euy, hebat antusiasme menyambut manusia laba-laba. So here we go, spiderwebb!

Sebelum film rilis saya sudah menutup mata dan telinga, sedikit sekali info yang masuk. Dan tentu saja saat beberapa easter eggs muncul, daya kejutnya berasa gmana gitu. Kisahnya nyambung sama dunia Marvel yang lain. Dari pembuka kita disuguhi akhir film The Avengers pertama yang berbagai alien meluluhkan kota New York berkat undangan si evil Tom Hiddleston. Bangkai pesawat alien itu dibereskan kontraktor nyentrik Adrian Toomes (Michael Keaton) dkk. Ada banyak benda-benda berdaya sumber tinggi yang akan membuat Madura kegirangan. Rongsok itu punya daya jual bagus. Tapi dalam prosesnya mereka dihentikan oleh pihak berwajib, proyek itu diambil alih. Adrian ynag sudah menginvestasikan uang untuk program ini kecewa. Perintah untuk menyerahkan segalanya tak digubris, beberapa benda yang sudah diangkut lalu diotak-atik yang ternyata jadi benda hebat sebagai senjata. “Business is good.”

Lalu film resmi dibuka. Tanpa judul sama sekali. Memperlihatkan para jagoan Marvel seolah membuka lembar-lembar komik, opening song-nya khas Spidey. Itu tuh lagu yang pernah dinyanyikan nenek-nenek di Spider-Man 2 ketika Spidey menghilang. Lagu klasik Spider-man versi orchestra yang pertama rilis tahun 1967 oleh Paul Francis Webber dan Robert ‘Bob’ Harris. Sebuah tribute yang baik. Delapan tahun berselang, kita disambungkan dengan klimak to the maxx Civil War di Berlin. Di bandara yang riuh penuh aksi gila itu kita diajak melihat dari sudut pandang Spidey karena pembuka film berujar ‘a Film by Peter Parker’. Seusai perang riuh itu, Peter Parker (Tom Holland) kembali ke rutinitas. Seorang anak SMU yang memcoba menyembunyikan alter-ego. Peter yang ingin diakui member Avengers, kontaknya ke Tony hanya lewat asisten Happy Hogan (diperankan sangat unik dengan facelessnya Jon Favreau).

Seperti Parker versi lainnya, kali ini tetap nerd dan humoris. Suka main lego Death Star, bareng konco kentalnya Ned (diperankan dengan sangat lucu oleh Jacob Batalon) sekaligus jadi sidekick-nya. Sedari awal kita sudah disuguhi identitas Spidey bocor sama Ned, jadi sepanjang film di film ada teman sekolah yang tahu siapa manusia laba-laba. Ketika pulang, masuk lewat jendela, menutup pintu dan melepas kostum. Ned ternyata ada di dalam kamar Peter. Waaa… selanjutnya ya mereka saling mengisi. Saking banyaknya kata, ‘awesome, cool, wow’ yang diucapkan Ned seakan mewakili fan seandainya sang idola berada dalam kehidupan sekitar. Yup, kalau kalian berteman dengan pahlawan super tentu ekspresinya akan seperti Ned, ‘kan?

Aksi pertama muncul saat di sebuah pojok gedung di ruang mesin ATM terjadi pembobolan. Ada tulisan ‘Bagley’ di dinding dalam bentuk pilox-an. Sebuah penghormatan untuk Mark Bagley. Empat penjahat yang mengenakan topeng anggota Avengers membobol mesin dengan senjata canggih. Di mana lasernya bisa menembus benda padat. Aksi itu memporakporandakan bangunan sekitar, termasuk toko roti langganan Peter. Dalam sebuah acara pesta remaja di rumah Liz (Laura Harrier) yang ditaksir Peter, awalnya Spidey akan muncul di tengah hingar bingar musik yang dimainkan si tukang bully Flash (Tony Revolori), saat sang laba-laba bersiap show-off malah melihat sebuah tembakan cahaya di tengah kota. Seakan ingin memberi bukti pada Tuan Stark (Robert Downey Jr), ia ke TKP. Di sana ada transaksi jual-beli senjata ilegal. Hajar sana-sini. Keributan itu membuat bos Toomes marah. Delapan tahun tak pernah bermasalah, kini muncul bocah ingusan yang coba mengacaukan bisnisnya. Dan Toomes itu adalah sang manusia burung, Birdman aka Vulture. Pertarungan seru disajikan. Mendesak Peter dalam gudang, terpenjara sampai esok. Adegan lucu saat Spider-man ada di tengah perumahan, taka da gedung tinggi yang memaksanya berlari. Ya iyalah, jaringnya tak bisa digunakan di antara rumah warga. Lucux sekali melihatnya berlari kesal.

Sajian paling heboh ditampilkan di monument Washington. Inilah bagian terbaik Homecoming. Sebuah benda akan meledak di puncak, membawa rekan-rekan sekolahnya yang baru saja memenangkan kompetisi cerdas-cermat. Spidey dikejar waktu untuk mencegah. Melalui dinding monument, merangkak dengan gaya, masuk lewat jendela dalam serangan pesawat penjaga. Peter dengan dramatis melempar jaringnya tepat saat elevator turun, menyelamatkan Liz. Wuuih, deg-degan juga karena mengingatkanku pada nasib Emma Stones.

Bersama Karen (Jennifer Connelly) si pemandu personalnya, Spidey terus mengejar penjahat dan coba menguak jati diri Vulture. Sementara di kehidupan asli, si Peter tetap siswa aneh. Maka saat acara homecoming (ternyata ini semacam acara reuni) aneh sekali Liz mau diajaknya jalan. Kejutan menarik muncul ketika ia datang menjemput ke rumah Liz, wow. Pasti penonton ikut terhenyak. Setelahnya ketegangan terus dijaga, sampai di akhir, eh ralat maksudnya menjelang akhir. Misi utama penjahat adalah membajak pesawat yang membawa benda-benda canggih milik Stark. Perpindahan gedung Stark industries itu coba digagalkan Vulture dkk. Berhasilkah Spidey menghantam sang villain?

Jennifer Connelly menyumbang suara dalam diri Karen, mengikuti suaminya Paul Bettany sebagai Jarvis. Suara seksinya akan menemani Spidey laiknya Jarvis memandu Iron-Man. Ada dua kejutan saru dalam film ini, pertama identitas ayah Liz dan siapa karakter MJ yang disimpan terus sampai akhirnya dibuka sesaat di akhir. Jelas ini akan jadi semakin menarik bagaimana cinta Peter akhirnya berlabuh. Nantikan Homecoming 2 yang rencana rilis Mei 2019. Sayangnya akhir film anti-klimak. Setelah hancur-hancuran di museum dan penyelamatan di kapal seharusnya saat pertarungan di pesawat bisa lebih memukau. Apes sekali, justru terjun bebas. Gagal mempertahankan tempo. 

Pemilihan Michael Keaton menjadi Birdman juga unik. Menyambungkan film Oscar Birdman yang juga dibintanginya, ataukan menyindir Batman yang lampau? Lalu permainan Jon Favreau yang muncul mengesalkan selalu sebagai asisten Iron-Man sukses bikin ngakak. Sutradara favorit ini pas banget jadi orang yang merasa terganggu sama bocah tengil, tahun depan ditunggu sekuel The Jungle Book. Ayoo hebohkan Jon!

Untuk sebuah franchise besar Marvel, Homecoming adalah film hura-hura. Dibanding dua Spidey sebelumnya, jelas kalah. Original Tobey tetap yang terbaik. Trilogy itu rasanya akan sulit digoyahkan karena memang menakjubkan. Reboot versi Andrew Garfield sebenarnya sangat bagus, sayang saja beberapa pengulangan sehingga seakan mengambil template. Dan anehnya ending Amazing 2 yang hebat itu tak dilanjutkan. Dan kini, setelah menggoyang Civil Wars, Spidey tampil sendiri. Ini murni film khas remaja. Tak ada air mata, sama sekali tak ada scene menyentuh hati. Tak ada cinta-cintaan, kisahnya menggejar Liz juga hambar. Kecuali ending identitas MJ, plot cinta remaja di Homecoming benar-benar tak kuat. Bahkan trailer Peter mencium Liz di film dihilangkan. 

Homecoming juga menampilkan Spidey dengan teknologi mewah dimana semua gadget canggih dikedepankan. Jaringnya modifikasi Stark industry, ga harus digigit laba-laba untuk bisa melontarkan jaring. Ada mode bom, mode interogasi sampai mode kekuatan perekat. Kostumnya bisa menggembung lalu mengetat menyesuaikan tubuh. Apakah semakin canggih semakin bagus? Ah tidak juga, Spidey terlanjur melekat sebagai pahlawan kere, jadi dipadu peralatan canggih membuat kita berkerut dahi. 

Spoiler – Spoiler – Spoiler

Khas Marvel movie setelah selesai film kita ditawari scene after credit. Saya menikmati semua tulisan berjalan itu. Untuk Homecoming ada dua, yang pertama adalah kode untuk kemunculan master villain Sinister Six di mana Adrian Toomes ngegoliam ditunggu seseorang. Kode bakalan muncul Mysterio dan atau Kraven? Yang kedua banyak yang bilang, fak scene di mana Captain America bilang sabar adalah kunci. Sabar menunggu apa? “probably a war criminal now”. Bah! Jelas criminal kau Kapten, bikin kita misuh-misuh. Aggghh.., silakan dinikmati.

Saya tak mau komentar tentang Marisa Tomei. Jangankan kita,  pelayan restoran freak aja terkesan. Cukup May!

Spider-Man: Homecoming | Year 2017 | Director by Jon Watts | Screenplay Jonathan Goldstein, John Francis Daley, Jon Watts, Christopher Ford, Chris McKenna, Erik Sommers | Cast Tom Holland, Michael Keaton, Robert Downey Jr., Marisa Tomei, Jon Favreau, Gwyneth Paltrow, Zendaya, Donald Glover, Jacob Batalon, Laura Harrier, Jennifer Connelly, Stan Lee | Skor: 3.5/5

Ruang HRGA NICI CIF – Karawang, 060717 – Sherina Munaf – Impian Kecil


Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s