THR 2017

THR tahun ini adalah buku yang sangat melimpah. Ditambah buku-buku pinjaman yang juga mengantri, seharusnya sampai akhir tahun saya sudah punya daftar panjang baca dan tak perlu beli buku lagi. Yah, kalau ga terjebak di mall dan ga tahu ke mana tentunya. Buku-buku dibeli sebelum puasa di toko buku Mal Lippo Cikarang, lalu antara bulan puasa di Gramedia Karawang, di toko buku Salemba KCP Karawang. Pas ada buka puasa bersama dan taraweh di Masjid besar depan Karaba, Karawang ada buku terhampar di halaman depan masjid. Pas mudik beli di Gramedia Solo, di buku buku bekas Gladag Solo. Dan sekembali ke Karawang, tangan saya gatal untuk kembali ke Gramedia lagi, sisanya pemberian sehingga total THR tahun ini menghasilkan 22 buku baru. Sebagian sudah baca dan review dalam event #30HariMenulis.

#1. Les Miserables – Victor Hugo

Sebenarnya sebelum mudik saya mau beli Hugo atau Great Expectation, tapi pas balik ke Gramed salah satu buku sudah sold out. Pilihan tinggal karya Hugo. Buku legendaris yang proses penyiapan dan menulisnya menembus 20 tahun. Tentang mantan narapidana Jean Valjean. Sudah difilmkan tahun 2012 dengan bintang Hugh Jackman dan mengantar Anne Hathaway menang Oscar, disutradarai Tim Hooper. Uniknya dalam versi musikal. Bagaimana dengan versi aslinya?

#2. The Nothing Hill Mystery – Charles Felix

Dengan daya jual detektif pertama di dunia, tentu saja membuat penasaran. Terbit tahun 1863 jauh sebelum kemunculan Monsieur Lecoq dan Sherlock Holmes. Bermula terbit dalam seri di majalah Once A Week tahun 1862 dengan nama pena. Sampai setengah abad lebih identitas Felix tersimpan, tahun 1952 ada yang mencoba mengungkapkan. Baru tahun 2011 oleh Paul Collins, seorang akademisi, penulis dan editor melakukan penelusuran panjang identitasnya dan kesimpulannya Felix adalah seorang pemilik…

#3. Inheritance – Christopher Paolini

Serial Eragon. Saya membaca Eragon jauh sebelum filmnya dibuat. Tapi terhenti karena adaptasinya yang kurang OK serta tersendat seri dua di Cikarang yang kala itu susah cari. Ini adalah buku keempat, itu artinya saya melewati dua seri. Bukunya tebal sekali, maka untuk membelinya selalu terpikir dua kali. Saya mendapat ‘Warisan’ di toko buku bekas yang harganya miring, maka tak masalah ditumpuk dulu karena cepat lambat saya pasti membaca semua kisah Saphira. Buku ini unik macam The Lord of The Ring versi zaman kita. Ada peta, ada naga, dan dunia fantasi yang fantastis.

#4. The Call of the Wild – Jack London

Novel pertama Jack London yang saya baca. Nama unik penulis ini sudah saya incar jauh hari, sayangnya yang saya temui versi English, duh my bad. Dan entah kenapa siang itu sebelum menimang versi original, malah ketemu terjemahannya. Yang saya pegang adalah cetakan pertama tahun 2016. Terima kasih Gramedia, ayo terjemahkan karya klasik lainnya. Ternyata tentang seekor anjing rumahan di California bernama Buck yang diculik dan diperjualbelikan untuk menjadi anjing penarik kereta di Amerika Utara yang dingin. Di alam liar Klondike, Alaska Buck menjelma menjadi anjing hebat, pejantan tangguh yang sesungguhnya. Adaptif yang luar biasa.

#5. Revolution 2020 – Chetan Bhagat

Sudah selesai baca dan review. Tentang India yang birokrasi sama bobroknya di negara kita. Cinta, korupsi, ambisi. Di sana uang berkuasa, yang idealis dan memegang teguh nilai tersingkir. Kisahnya dari tiga remaja asli Varanasi yang akan memutuskan masa depan, mau ke mana. Dilema itu dibumbui kisah cinta segitiga. Yang satu jenius nan berpegang teguh integritas, yang satu cantik luar biasa ingin jadi pramugari tapi di Varanasi tak ada bandara, dan yang satu secara akademis berotak ala kadarnya namun menjelma bisnisman sehingga menjadi direktur di usia muda. Antara nafsu dan ambisi membuat India menjadi lebih baik, sebuah koran kuning bernama Revolution 2020 membuat rakyat berfikir terbuka masih ada harapan untuk lebih baik di sebuah masa depan yang imajinatif.

#6. Dear Life – Alice Munro

Saya beli sebelum bulan puasa, berarti jauh sebelum THR tiba. Tapi sebagai rekap, saya masukkan di daftar. Saya baca kilat kumpulan cerpen yang amazing. Salah satu kumcer terbaik yang pernah kubaca. Cinta. Rasa bersalah. Aib. Gairah. Kehilangan. Keterasingan. Perkara keseharian yang dekat dengan kita di tangan Munro menjadi sangat memikat. Hebat. Peraih nobel, jaminan mutu. Seni mengolah kata yang menakjubkan. Bagaimana bisa cerita pendek menjadi begitu gemuruh memainkan pikiran. Wajib baca, wajib cari buku Munro yang lainnya.

#7. Planetes – Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie

Akhirnya ada juga buku Penulis benama aneh ini saya baca. Buku lokal rasa internastional. Dunia fantasi yang penuh ambiguitas itu diramu menjadi cerita asal muasal terbentuknya tata surya, termasuk planet bumi yang kita cintai. Memainkan gaya klasik ramalan, bahwa Satu pembawa takdir, Satu orang kehilangan terkasih, Satu dalam pencarian, Satu menjadi pembimbing dan Satu lagi sebagai tertuduh. Sekalipun agak membingungkan, tapi sebenarnya sederhana. Perjalanan cerita diatur seenak pembuat toh ini fiksi. Terbentuknya tata surya berkat mereka dan tentu saja untuk keseruan ada penghianat di dalamnya.

#8. Tom Little – L. Ron Hubbard

Ini juga jadi buku pertama Hubbard yang saya baca. Tipis, hanya terdiri dua cerpen yang dipanjangkan. Berkat buku ini saya tahu, apa itu pulp fiction. Judul aslinya bukan Tom Little apalagi Tom si Kerdil. Aslinya berjudul If I Were You, saya ga tahu kenapa Penerbit Ufuk membuat dua versi berbeda padahal setelah saya buka isinya sama. Beda kover dan beda judul doang. Kisahnya tentang Tom yang bertubuh mungil yang mengharapkan suatu hari bisa gagah, doa itu terkabul berkat seorang gipsi berjuluk sang Profesor yang mati mewariskan buku sihir. Dan seperti kisah yang sudah-sudah, apa yang kita impikan tak seperti yang dibayangkan. Dunia sirkus itu bergolak. Tom terjebak dalam kawanan singa dan harimau gara-gara terjebak dalam tubuh yang salah.

#9. Dan Brown a biography – Lisa Rogak

Untunglah, dulu sempat menimang-nimang untuk kubeli tak urung. Untuk sebuah biografi setipis 236 halaman banderol 60 ribu terlampau mahal. Sebenarnya rasa penasaran itu membuncah, tentang Novelis kontroversial yang menghasilkan novel mega hit Da Vinci Code. Sebenarnya jadi buku pertama yang kubaca sesampai di rumah. Tapi baru dapat dua bab, saya ketiduran. Esoknya kamar tidur dirapikan May termasuk buku-buku yang berserak. Saya tanya, ‘Di mana biografi yang kubaca semalam?’ Dia taruh asal di rak, saya cari njelimet ga ketemu. Hufh, ketunda sebulan. Ini akhirnya ketemu setelah saya telusur satu per satu. Apakah worth it daya tunggu itu?

#10. Cinta Paling Setia – Benny Arnas

Jadi buku kedua (atau ketiga) bung Benny yang saya baca. Diambil dari cerpen-cerpen beilau yang pernah terbit di media masa. Karena dulu terkesan, maka kumpulan cerpen yang ini punya ekstektasi tinggi. Cerita pendek karya beliau memang tak lazim. Bagus. Membumbui kisah-kisah kedaerahan. Saya jadi tahu banyak hal tentang adat di Lumbuklinggau dan sekitar. Dan seperti yang sudah-sudah, pasti kumpulan cerpen ini akan menyeret lebih banyak hal dari tanah kelahiran sang Penulis. Semoga sama bagusnya.

#11. Doctor Zhivago – Boris Pasternak

Penulis Rusia selalu memikat hati. Ini jadi buku Pasternak pertama yang saya baca, terbitan Narasi yang bikin was-was. Tipis. Tentang revolusi Rusia yang menyeret perubahan besar itu melibatkan kisah cinta Lara dan Pasha, cinta lama yang hilang dan mencoba untuk dirajut lagi. Ada segitiga dalam karakter lain Yuri Zhivago sang dokter. Kisah asmara di tengah polemik politik, sangat menarik.

#12. Animal Rationale – FX Rudy Gunawan

Kumpulan cerpen yang dibaca sekali duduk. Awalnya menarik, tapi semakin ke tengah halaman lalu menyusut di akhir kisah karena makin tak jelas. Mungkin maksudnya dibuat takjub di awal, terpesona. Namun sayang sekali secara keseluruhan ini adalah buku kumpulan cerita pendek yang sangat biasa. Tak banyak kejutan, sebagian bahkan bisa kita baca di web dengan mudah. Menguak sisi kebinatangan manusia melalui berbagai jalan, yah buntu.

#13. The Extraordinary Adventures of Arsene Lupin – Maurice LeBlanc

Dalam daftar ini akan ada tiga buku tentang Arsene Lupin. Sepuluh tahun lalu saya kesulitan mendapat buku-buku LeBlanc. Siapa sangka Penerbit Bukune menghujani kita dengan terjemahan melimpah. Tahu ada buku ini di Gramedia, langsung saya sikat tiga. Satu lagi terbitan VisiMedia. Seluruh kover Bukune bagus, hebat euy. Enyak dilihat dan dipajang di rak. Salute Bukune! Petualangan Lupin yang luar biasa akan jadi buku pertama yang saya lahap. Sehebat apa ya?

#14. The Crystal Stopper – Maurice LeBlanc

Kali ini sang gentlement of thief dan kawanannya melakukan tugas bukan berdasar harta, melainkan nyawa. Berpacu dengan waktu untuk menyelamatkan teman-temannya yang tak bersalah dari ancaman pisau guillotine dan deputi Daubrecq siap menjegal. 

#15. The Hollow Needle – Maurice LeBlanc

Tahap pencurian kali ini ditingkatkan. Target harta karun peninggalan raja Perancis yang berisi mas kawin ratu Perancis, mutiara, rubi, safir, dan berlian yang tak ternilai harganya. Dalam aksinya mendapat lawan tangguh Holmlock Shears dan Isidore Beautrelet. 

#16. The Game of Two Quests: Sherlock Holmes Vs Arsene Lupin – Maurice LeBlanc

Kaget. Ternyata ada buku ini, menyeret detektif Inggris legendaris Sherlock Holmes dalam bukunya Lupin. Kok bisa? Kabarnya Sir Arthur Conan Doyle mengajukan somasi hak cipta, wah zaman itu pasti geger ya. Sangat berani juga menantang detektif besar ini. Khawatir dan was-was, akankah adu cerdik yang brilian ataukah konyol? Semoga tak mengecewakan. Please jangan rusak Holmes kita.

#17. Gulliver’s Travel – Jonatahn Swift

Adaptasi filmnya sudah ada banyak versi. Penjalanan Gulliver ke negeri liliput dan negeri Brobdingnag. Pertama terbit tahun 1726! Perjalanan ke empat petualangan seru. Ke sebuah negeri aneh liliput dan raksasa. Sebuah kisah fiksi satir yang menyinggung politik.

#18. The Little Secret That Can Change Your Life – Joann Davis

Satu-satunya buku non fiksi yang saya beli. Dari Penulis best seller yang katanya bisa mengubah hidup Anda. Buku tipis tentang motivasi, self healing. Kenapa saya bawa ke kasir? Baca kover belakangnya: ‘Inilah sejumlah aturan untuk tikus rumah. Tak ada pertarungan, tak saling menggigit. Jika kau cakar punggungku, kucakar balik punggungmu. Jika tak mungkin melawan, eluslah dia.’ Oke, bisakah membuat kita berubah ke arah yang lebih baik?

#19. World Without End I – Ken Follett

Bukunya sangat tebal, dan ini baru jilid satu! Aje gile, 700 halaman yang sangat panjaaaang. Kisahnya dibuka tanggal 13 November 1327 di tanah Britania. Masa kecil yang menghantui karena jadi saksi pembunuhan. Saat dewasa kenangan itu terus terbawa, terus bersama keempat anak itu. Andai ada Laguna inc, andai ada pensive. Andai ada penghapus kenangan pahit. Oke, seberapa seru buku sangat tebal sekali ini. Sepintas mengingatkanku pada Mystic River.

#20. Mehrunnisa, The Twentieth Wife – Indu Sundaresan

Kalau yang ini bukan buku beli, tapi pemberian teman lama Lelur saat reuni kecil buka bersama ke Cikarang. Buku Hikmah tentang Timur Tengah adalah kisah yang paling sering kuhindari. Kenapa? Entahnya, dramatisasinya kurang Ok. Raja-raja beristri banyak yang dilemanya kurang greget. Tapi karena ini pemberian, dan saya tegaskan saya pembaca segalanya maka saya pasti lahap walau entah kapan. Semoga kuat, semoga strooong sampai halaman akhir. Dan kita lihat bagaimana reviewnya nanti.

#21. Majalah Hadila edisi 119 | Mei 2017

Ini juga ga beli. Waktu mudik kemarin, Mbak Purwanti kasih sebuah majalah lokal tentang agama. Hufh, tentang agama. Maksudnya bagus, agar tetap reliji. Tapi yah, mari kita lihat. Judul edisi ini adalah ‘Selfie Hati’, apakah semacam muhasbah? Instropeksi? Sahabat Keluarga Menuju Takwa. Yakin, kubaca dan selesai?

#22. Fantasteen: Anonymous Letter – Salsadzwana

Awalnya buku ini saya beli untuk saya bawa pulang mudik diberikan kepada ponakan Winda LI yang suka baca KKPK. Sayangnya semalam sebelum berangkat saya cari di rak ga ketemu, dirapikan May gara-gara berserakan. Ini jadi buku fantasi remaja terbitan Dar! Mizan pertama yang saya beli dan akan saya baca. Pernah, malam itu buku ini sudah siap saya buka segel dan baca tapi ditegur Hermione, ‘Itu buku Mbak Winda!’, yah karena pas beli saya berujar gitu maka ga jadi saya buka, sampai sekarang. Berhubung sudah ketemu dan pulang kampung sepertinya masih jauh hari, sepertinya akan kelahap juga. Yang berarti plastiknya kulepas. Ah, Winda pastinya tak terlalu mempermasalahkan sebuah buku second’kan?

Well, ada 22 buku baru. Sejauh mana selesai? Sepertinya sampai akhir tahun ga akan, kenapa? Buku keempat Eragon akan tertahan karena saya akan cari buku ketiga dan kedua. Tergantung hasil baca buku satu, dua buku Lupin. Andai bagus, bisa jadi kelahap semua dalam waktu singkat. Tapi kalau mengecewakan, pasti kan tersendat. Tergantung juga buku non genre-ku seperti majalah Agama dan kisah timur Tengah seorang istri ke dua belas? Saya sih tak pesimis, tapi menyelesaikan dalam dua-tiga bulan ke depan rasanya sulit. Apalagi saya berencana, mereviewnya. Ditambah antrian empat buku pinjam yang juga harus segera selesai karena akan kukembalikan. Dan keempatnya semua setebal al kitab!

Karawang, 060717 – Phil Collins – You’ll Be In My Heart

Antrian blog review: Spider-Man Homecoming, Wonder Woman, Amadeus dan Pengalaman Mudik 2017 yang entah kapan kumulai tulis.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s