Tom Little #29

Buku pertama Lafayette Ronald Hubbard yang saya baca dan review. Bukunya tipis, sebuah novela menarik tentang dunia sirkus. Buku-buku Hubbard sebenarnya sudah lama sekali lihat di toko buku. Berserakan karena memang banyak dan tipis-tipis. Tapi baru benar-benar saya beli bulan puasa lalu. Sempat kebaca pas mudik, separuh dibaca di Palur separuh dibaca di Jatipuro. Dibaca cepat untuk mengejar event #30HariMenulis. 

Buku dibuka dengan penjelasan apa itu pulp fiction? Sebelum membaca buku ini saya jelas akan jawab itu adalah judul film Quentin Tarantino. Masterpiece yang berbuah best screenplay di Oscar. Tapi ternyata ada arti yang lain. Arti sesungguhnya. Bahwa pulp fiction adalah era emas fiksi yang dicetak di kertas pulp cokelat murahan di Amerika masa tahun 1930an sampai 1940an. Masa penuh gairah dan berseminya gelombang membaca, angka baca per kapita tertinggi sepanjang sejarah Amerika. Kios-kios majalah dipenuhi publikasi berpotongan kasar, gambar sampul serampangan, harga per edisiyang murah karena dicetak di kertas pulp murahan – kesenangan yang dipegang tinggi.

Saya sendiri kalau beli buku mending yang kertas buram, ketimbang hvs cerah yang hambur uang. Ga masalah buat koleksi kertas biasa, yang utama adalah isi. Saya punya koleksi buku Friedrich Nietzsche terbitan Narasi yang mana kertasnya buram, ga masalah. Kena harganya murah, yang penting jilid kuat. Mending kualitas kertas biasa isi keren ketimbang buku kertas luk kualitas kopong dengan harga selangit.

Era pulp fiction melahirkan PenulisPenulis: H.P Lovecraft, Edgar Rice Burroughs, Robert E. Howard, Max Brand , Loius L’Amour, Elore Lenard, Dashiell Hammett, Raymond Chandler, Erle Stanley Gardner, John D. MacDonald, Ray Bradbury, Issac Asimov, Robert Heinin dan tentu saja L Ron Hubbard. 

Seperti tradisi Penulis hebat lainnya seperti Herman Melville, Mark Twain, Jack London dan Ernest Hemingway, Ron benar-benar menjalani petualangan yang dikagumi karakter-karakternya sendiri. Entah sebagai etnologis di tengah suku-suku prmitif, sebagai insinyur, maupun sebagai kapten kapal yang menyeberangi samudera. Bahkan Ron menulis satu seri artikel untuk Argosy berjudul ‘Hell Job’ untuk itu ia melakoni sendiri sebagai profesi berbahaya dan menceritakan pada pembaca. 

Lantara era pulp fiction dicetak di kertas murahan maka banyak yang akhirnya dicetak ulang saat era itu berakhir. Kisah-kisah dari Masa Keemasan karya Ron menawarkan sesuatu untuk berbagi selera pembaca. Kisah ini akan membawa kita ke masa itu. Era itu terhenti saat Perang Dunia II karena kelangkaan kertas. Yang bertahan sampai kini tentu saja yang karya berkualitas, salah satunya adalah yang saya baca.

Bukunya terdiri dari dua cerita. Laiknya cerpen, tapi agak panjang. Yang pertama adalah Tom Si Kecil kedua Tetes Terakhir. Tom bercerita tentang seorang kerdil yang selalu dilecehkan bosnya di arena sirkus. Nah suasana sirkus menjadi mencekam saat kematian sang profesor. Seorang peramal yang hebat itu menghembuskan nafas terakhirnya dengan memberi warisan kepada Tom. Buku-buku sihir untuk dipelajari. “Dengan kekuatan semacam itu aku meninggalkan dunia ini yang lebih baik, karena aku tahu persis ke mana aku pergi. Tetapi aku pergi tidak dengan menyisakan bangkai permata, karena sesuatu yang kumiliki untukmu. Kau akan memiliki kekuatan utnuk menjalankan dan menguasai semua tahap ilmu sihir,”

Buku tiu dipelajari Tom dengan giat. Dan dia menemukan sebuah mantra untuk berpindah tubuh. Dimana ia bisa bertukar jiwa dengan orang lain. Kekuatan itu dicoba kepada Maizie dengan menatap mata lalu membaca mantra. Berhasil, Tom masuk ek tubuh Maizie dan Maizie ke tubuh Tom. Bertukar jiwa ini sungguh membahagiakan Tom karena dari dulu dia sudah muak bertubuh 30 cm. Keinginan untuk bertubuh normal akhirnya ditujukan kepada sang pembaca acara sirkus Herman Schmidt. Seorang sombong yang suka melecehkannya.

Saat ia berhasil bertukar jiwa, segalanya tak sesuai yang dibayangkan. Herman tukang selingkuh yang kini dikejar suami Betty. Sudah tunangan tapi tak berniat menikahi sang gadis. Seorang koruptor pertunjukan. Dibenci banyak orang. Sengan kekhawatiran memuncak, karena kini Herman ada di tubuh Tom berhasilkah ia kembali ke tubuhnya sebelum terlambat?

Tom Si Kecil | by L. Ron Hubbard | copyright 2007 | pertama terbit berjudul If I were You | diterjemahkan dari Tom Little | pewajah sampul Apung Donggala- Ufukkreatif design | Ilustrasi sampul Roni Setiawan | pewajah isi EMW14@ufukkreatif Design | penerjemah Leinovar Bahfein | Proofreader Helena Theresia | cetakan I, Februari 2012 | Penerbit Ufuk Publishing House | ISBN 978-602-9346-32-9 | Skor: 4/5

Jatipuro, 290617 – Sherina Munaf – Ku Mau Kau Mau – diposting di Palur

#HBDSherinaMunafKu #27Tahun

#29 #Juni2017 #30HariMenulis #ReviewBuku

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s