Morning, Noon & Night #23 #10

Buku kesepuluh Sidney Sheldon yang saya review. Ternyata sudah dua setengah tahun lewat dari peminjaman buku Rani wulan skom dan kini belum tuntas juga. Saran untuk perlahan menikmati dan mereview satu per satu membuat saya kebablasan santai. Seperti novel-novel Sheldon lainnya, selalu dibuka dengan sebuah kutipan bagus. Kali ini dari Arthur Rimbaud:

“Izinkan mentari pagi menghangatkan hatimu di masa muda. Dan biarkan angin siang yang lembut mendinginkan gairahmu. Tapi waspadalah terhadap malam, sebab di sanalah maut mengintai. Menanti, menanti, menanti.”

Lalu kisah dipecah dalam tiga bagian, seperti dalam judul: Pagi, Siang dan Malam. Pagi – Harry Stanford sedang berada di Eropa bersama Sophia seorang call girl, Dmitri sang pengawal dan Prince anjing gembala Jerman berbulu putih. Harry Stanford adalah seorang milyuder tersohor. Arogan, sehingga tak punya banyak teman. Ia merasa ada yang menguntit baik pers atau pesaing bisnis. Dengan mobil mewahnya berusaha kabur di dini hari. Saat di pesiar itulah tragedi terjadi, Dmitri menyambar intercom dan berteriak, “Orang tercebur!” Harry ditemukan tewas di laut.

Kasus ini lalu ditangani Capitaine Francois Durer, chef de police di Corsica. Karena orang tersohor kasus ini dilimpahkan kepada pengacara keluarga, Renquist, Renquist & Fitzgerald. Dari sinilah akhirnya kisah sesungguhnya dimulai. Sang pengacara lalu mengumpulkan anggota keluarga Stanford untuk membahas warisan. Kita pun diajak mengenal anak Harry satu per satu. Ya putra-putri Stanford akan datang ke Boston untuk merayakan kematian ayah mereka: Tyler, Woody dan Kendal.

Tyler Stanford adalah seorang hakim. Hakim dengan hati luka. Masa kecil Tyler penuh kenangan buruk. Mengakibatkan dirinya mengalami kelainan seks. Dirinya lebih suka sesama, sehingga sampai kini belum menikah. Dia punya kenangan buruk dengan almarhum sehingga setiap tertekan ia akan teringat kalimat ini, “Aku tahu rahasiamu yang kotor.”

Kendal Stanford adalah seorang perancang busana kelas atas. Tinggal di Paris dengan para kalangan jetzet. Seperti Tyler, Kendal punya masalah dengan ayahnya. Calon suami pilihannya ditentang. “Dia bukan siapa-siapa, dia mau kawin denganmu karena dia pikir dia bakal dapat uang banyak.” Tapi cinta Kendal tak berbatas kepada Marc, mereka kawin kabur. Kendal mendapat surat pemerasan yang minta ditransfer ke bank Swiss. Jengah, tapi ia tak ingin aibnya terbuka. Sebuah dosa besar yang menghantui.

Woody Stanford adalah seorang suami yang dirundung gosip. Ia menikah dengan pelayan keluarga Peggy Malkovich. Keputusan untuk tetap menikahi Peggy lebih karena dosa masa lalu ayahnya yang pernah membuat aib dengan meniduri pelayan dan mencampakkannya. Seakan kesalahan lama terulang, Woody melakukan dosa yang sama. Tapi dia lebih gentle, ia tak kabur. Ia tak mengelak dari aib, ia dengan penuh tanggung jawab menikahi sang pelayan. Dan yah, Peggy pelayan (kelihatannya) tak cerdas. Kalangan atas membuatnya tak siap. Adaptasi dari dapur belakang menjadi nyonya rumah tak semulus yang diperkirakan. Ditambah mereka tak kunjung memiliki anak. Diperparah Woody seorang pecandu obat terlarang.

Lengkap sudah keluarga ini. Seluruh anaknya bermasalah, tak ada yang benar-benar akrab dan dekat dengan almarhum sehingga kabar kematiannya justru menjadi kabar bahagia. Woody butuh uang untuk melanjutkan hobi nge-drug. Kendal butuh uang untuk menutupi aib dari pemeras. Dan Tyler butuh uang untuk gaya hedon dengan lelaki idamannya. Tapi tunggu dulu, muncul satu karakter yang tak diduga bernama Julia Stanford. Diluar radar ketiga anaknya yang secara sah, ternyata Harry memiliki anak hubungan gelapnya dengan pelaya. Sang anak menang tak mengenal almarhum, tapi secara hukum tetap berhak jatah warisan, atau setidaknya tergantung surat wasiat yang ada di tangan pengacara. Maka saat mengdengar kabar kematian ayahnya Julia memutuskan datang ke Boston. Keputusannya itu ternyata membawa persoalan hidup dan mati.

Saat keluarga ini berkumpul, laiknya orang-orang asing karena tak saling bersapa dan lama tak bertemu. “Aku tak merasakan rasa berkabung di rumah ini. Suasananya lebih seperti sebuah perayaan.” Simon Fitgzgelard angkat bahu, ia hanya menjalankan tugas. Saat itulah muncul Clark, sang pelayan di pintu, “Maaf, ada seorang wanita yang ingin menemui Anda semua. Ia mengaku bernama Julia Stanford.”

Bagian Pagi ditutup dengan kedatangan Julia. Siang – Julia yang disangsikan keasliannya diinterogasi. Panjang lebar dengan penuh keyakinan. Dan dapat menjawab tanya yang rasanya mustahil diketahui orang luar. Sebagai satu-satunya perempuan Kendal lalu menerima kehadiran adik tirinya. Tapi saat kita ikut percaya sebuah kejutan, twist besar muncul saat Tyler berteriak, “Kita berhasil Margo! Kita berhasil!”

Siang ditutup. Malam – tiba, kita akan mengenal lebih jauh lagi bagaimana mereka menjelaskan kisah hidup masa lalunya. Dan bagaimana akhir dari debat keluarga ini? Bagaimana pembagian warisan yang dirasa ‘adil’? Lalu saat Simon muncul dengan surat wasiat yang siap dibacakan semua orang terkesima. Semua pembaca pun terkejut, ada apa gerangan?

Secara garis besar, polanya sama dengan buku-buku Sheldon lainnya. Di awal memberi harapan tinggi pada pembaca, dengan berbagai detail mengagumkan. Menyelami karakter-karakter, bukan hanya karakter utama tapi karakter sempalan pun dijelaskan untuk mendapat gambaran rinci. Seperti Sophia yang cuma numpang lewat atau sang pengacara yang muncul di sesi penting serta polisi pantai yang sebenarnya bisa saja kita skip tapi dibuat detail agar ada bayangan. 

Setelah itu, muncullah pola. Mau dibawa ke arah mana cerita ini. Di Pagi kita ternyata diajak menyelami permasalahan warisan. Kematian ini mengakibatkan anak-anaknya untuk berkumpul. Menghitung bagian-bagian, mencari haknya. Nah saat kisah menuju laiknya sinetron kita dihantam twist khas sang Penulis. Kejutan itu tak pelak menaikkan rate, membumbung tinggi karena buakn sekedar kejutan apa yang dilakukan komplotan itu masuk akal, sangat masuk akal.

Lalu setelah twist kita-pun diajak mengenal lebih dekat para karakter, mana yang jahat dan mana yang baik. Diajak bersimpati, lalu saat akhirnya penyelesaian masalah tercipta kita disguhi fakta mengejutkan lagi sebelum ditutup. Semacam itulah novel-novel Sheldon. Selalu diajak keliling dunia selalu diajak mengenal kebudayaan asing. Nah di Morning, semuanya berpola sama. Kecuali kejutan dua nama karakter yang mengaku asli, semuanya tertebak.

Pagi, Siang & Malam | by Sidney Sheldon | copyright 1995 by Sheldon literary Trust | diterjemahkan dari Morning, Noon & Night | alih bahasa Hendarto Setiadi | GM 402 96.031 | Penerbit Gramedia Pustaka Utama | Cetakan kedua, Januari 1996 | 448 hlm.; 18 cm | ISBN 979-605-031-5 | untuk Kimberly; dengan penuh cinta | Skor: 4/5

#10/14 #SidneySheldon, ditulis di Sabtu pagi dini hari yang cerah – Next review: Lewat Tengah Malam

DDitulis di Krawang, 170617 – Solo, 230617 – Raisa – Pemeran Utama – Diposting di Palur , Sukoharjo  230617. #HBDSherinaMunafKu #27Tahun

#23 #Juni2017 #30HariMenulis #ReviewBuku

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s