Animal Rationale #22

​ 

Kumpulan cerita pendek yang kubeli di pelataran Masjid Al Alyaah di seberang Karaba saat buka bersama teman-teman kantor CIF ini saya lahap dengan sangat cepat. Selain karena tipis, cerpen-cerpen di awal buku ternyata seru. Bagaimana rasional binatang manusia menguasai manusia. Sayangnya semakin ke belakang semakin terpuruk. Cerpennya benar-benar cerita pendek. Sebuah kumpulan yang sederhana. 

#Desember Di Timika

Ini adalah cerpen terbaik, wuih yang paling bagus taruh di depan. Kisahnya tentang seorang pembunuh bayaran yang ditugaskan ke Timika, tanah Papua. Di sana sengketa terjado, 1 Desember 2012 OPM (Organisasi Papua Merdeka) merayakan hari jadi, unjuk rasa sedang berlangsung. Bung FX dengan jeli memainkan ironi, Derajat Mulai dengan inisial Si Bejat.

#Markum sudah Tidur

Kisah tentang dendam panjang seorang anak lelaki yang ditinggal mati ibunya karena perkosaan. Kasus tak terungkap, Markum hilang bertahun-tahun. Saat kembali ia melegenda sebaiah pria tegak dengan ukuran kemaluan di atas rata-rata. Hingga akhirnya malam naas itu terjadi.

#You Are The Lucky Man, Jess

Tentang tragedy bom Bali. Jess yang biasanya jalan mengambil kiri setiap iseng di tikungan, petang itu tak tahu mengapa malah mengambil kanan. Padahal saat itu bom Bali terguncang, Jess sedang di warnet. Dikiranya gempa, tapi ternyata dia hanya berjarak beberapa meter dari tragedy pilu nasional. Untung bunting siapa ya tahu?

#Ryan

Ini adalah cerpen terbaik kedua. Tentang Ryan Jombang. Bola mata tersaput kabut tipis yang membuat pandangan terlihat misterius. Para pembunuh segan padanya saat di penjara. Seorang pembunuh berantai, tukang jagal, mutilasi. Ngeri. Berita yang menggucang jagad negeri ini. Endingnya justru menggelitik ketika penjaga penjara berujar, “Dia di kamar mandi, Pak.”

#Hidung Kecak

Hidung istimewa Kecak, bisa mengendus pribadi seseorang. Berkat bakat itu dia sering dipecat dari pekerjaan. Tentu saja, deteksi hidungnya lebih banyak mengarah para bos berdasi. Salah satu bosnya ditangkap KPK. “Bagaimana kamu bisa maju dengan hidung pesek yang seperti anjing kampong begitu, Cak!” kecak satpam pengendus para tamu.

#Jalan Kemustahilan

Untuk sampai ke Yobar, kau harus dua kali melewati kematian. Yobar. Kau mungkin tidak pernah mendengar nama itu. Mungkin kau bertanya-tanya tempat macam apakah itu yang membuat seseorang harus melewati dua kali kematian untuk mencapainya. Ah, apakah ini semacam ‘jelan kemustahilan’ yang harus dilalui seseorang untuk menjadi seniman? Awalnya sok misterius, tapi makin ke sana makin tak jelas. Tentang komplek pelacuran di ujung timur Indonesia. Tapi yah memang tak semisterius yang dibuka. Darsih tahu, tak ada yang mustahil di dunia ini, bahkan untuk seorang pelacur mendampa kekasih?

#Metamorfosis

Yah, makin kertas menipis makin kacau. Ini kisah tentang pejabat Dulhakim bermulut lamis yang menyatakan keprihatinan terhadap kejahatan perempuan sehingga bilang ke media untuk bersimpati menjadi perempuan. “Saya melihat kondisi kaum perempuan yang masih saja tertindas hak-haknya apalagi ditambah kemiskinan yang trehimpit mereka, saya selalu kepingin menjadi perempuan, lho. Sungguh!” Dan deer! Dewa mendengar, esoknya ia berubah banci. Pejabat penting yang tegas menjadi lemah gemulai, tentu partai politiknya marah punya kader semacam itu. Metamorphosis yang jadi headline berita itu ditutup dengan hampa.

#Kilometer Nol

Tentang gagak hitam yang tinggal di hutan kilometer nol. Gagak hitam yang simbolis datangnya kematian, marah kenapa mereka diidentikkan dengan aura negative. Baiklah mereka memang memakan bangkai, segala jenis bangkai termasuk manusia tapi tahukah kalian asal usulnya? Hingga suatu ketika seekor gagak hitam bertengger di sebuah tiang listrik memperhatikan sebuah keluarga sedang makan malam. Suami, istri dan seorang anak. Tragedy dirajut.

#Hyper Sex

Cerpen paling jelek. Drop. “Jadi;ah simpananku, Binal. Aku akan memberimu kekuasaan karena aku seorang politikus berkuasa.” Seorang wanita hyper sex menjelajah kota mencari mangsa. Seorang siswa drop out sekolah Karena hamil diluar nikah, nikah terpaksa lalu cerai karena suaminya tak bisa mengimbangi nafsu syahwat. Bergulirnya waktu, si Binal merasa dialah penguasa sesungguhnya karena setiap lelaki bisa ditaklukkan. Ah, basi sekali tema ginian. Tak ada konflik, tak ada kejutan. Datar.

#The Living Legend

Seekor kerbau keramat warisan keluarga bernama Nyi Ageng Mandra telah berumur puluhan tahun, jelas kerbau istimewa karena umur jauh di atas rata-rata binatang mamalia itu. Nah si aku adalah anak dari keluarga yang setiap hari wajib minum susunya. Mau enggaknya, haus enggaknya, muntah enggaknya tak peduli. Susu ajaib itu wajib diminum. Dengan keterpaksaan, dan semakin hari semakin muak. Sampai akhirnya sebuah rahasia keluarga terungkap.

#Reinkarnasi

Sebagai cerita penutup, awalnya menjanjikan. Diskusi dewa-dewa dengan mahkluk yang akan dilahirkan kembali. Karena perbuatannya di masa lalu, si aku akhirnya terlahir ke dunia sebagai kutu. Keberatan tapi palu nasib sudah diketok. Salim diturunkan di kepala seorang lurah. Nass, sang lurah dibunuh sehingga Salim berpindah ke kepala pembunuh. Si pembunuh hanya orang suruhan, dalam pengadilan Salim meloncat ke pengacara. Di kepala pengacara yang tukang tipu sampai muak. Lalu ia pindah ke kepala polisi yang tak lebih bagus, naas Salim tewas dalam sebuah adu tembak. Bukan, bukan Salim yang tertembak tapi inangnya. Salim tergencet. Saat kembali menghadap kepada dewa, Salim tak mau terlahir sebagai manusia karena sifatnya mengerikan. Jadi apa ia kelak kembali ke dunia?

Bukan kumpulan cerpen sekelas Kompas. Bahkan untuk jadi artikel mingguan Koran Lampu Merah sekalipun tak layak pajang. Ada satu dua yang lumayan, tapi mayoritas standar cerita. Beberapa bahasanya kasar, ada adegan misug-misuh yang tak perlu. Ada adegan vurgal yang bisa saya skip. Pemilihan diksi juga tak wah. Yah, memang ala kadarnya. Sekali baca lupakan.

Karena saya belinya di beranda masjid dan membacanya di bulan suci, jelas tak rekomendasi dilahap saat puasa. Ini memang buku iseng baca jadi hasilnya sesuai ekspektasi. Tapi seandainya diberi kesempatan untuk membaca buku karya bung FX Rudy yang lain saya siap baca. Mungkin karena efek lapar jadinya kacau? Secara kover Oke, secara cetakan dan edit oke. Hanya isinya kurang greget saja. Mengingatkanku pada nocturnal animal.

Animal Rationale: Cerita-Cerita Yang Tak Pernah Usai | oleh FX Rudy Gunawan | Editor Widyawati Oktavia | Proofreader Nurul Hikmah | Penata Letak Wahyu Suwarni | Desainer cover Jeffri Fernando | Foto cover: iStockfoto.com/Zora Simin & Natalia Lukiyanova | Penerbit Gagas Media | Cetakan pertama, 2009 | ISBN 979-780-360-0 | vi + 186 hlm.; 13 x 19 cm | Untuk Sri Utami, Havel Hardian, Hasya Nindita dan Harkafka Nagendra yang selalu menjaga kemanusianku | Skor: 2/5

Ruang HRGA NICI CIF, Karawang, 200617 – Maddi Janne – Barricade — diposting di Palur. #HBDSherinaMunafKu #27Tahun

#22 #Juni2017 #30HariMenulis #ReviewBuku

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s