Disclosure #15


Ia tak ingin pergi ke Malaysia dengan Meredith. Ia tak ingin terlibat affair dengan atasannya. Walaupun affair satu malam. Karena orang akan selalu tahu, gosip-gosip makan siang, pandangan-pandangan aneh sewaktu berpapasan di gang. Dan cepat atau lambat istri akan mendengar. Selalu begitu kejadiannya. Akhirnya bantingan pintu, pengacara perceraian, hak pemeliharaan anak.

Salah satu kutipan terbaik buku yang kubaca tahun ini ada di sini. Sebuah komitmen hebat seorang suami terhadap pernikahan. Bagaimana dia melawan godaan seks atasannya demi janji suci cinta. Dan yup, Sanders adalah salah satu karakter fiksi hebat yang pernah dicipta. Setia, komitmen yang diujar dipegang teguh sekalipun dalam desakan kata-kata pahit dari kiri kanan. Sekalipun ga pure karakter baik, tapi jelas Sanders punya kelas.

Ini adalah buku pertama karya Crichton yang saya nikmati. Luar biasa, gaya bahasa khas 1990an yang dinamis. Dunia sedang dihadiahi penemuan digital. Kisahnya bukan hanya tentang percobaan pelecehan seksual seorang bos tetapi juga disusupi sebuah teknologi virtual yang di zaman itu terasa absurb, yang walau sampai sekarang masih dalam pengembangan, bagian saat pencarian file dengan gaya dimensi lain itu sungguh menakjubkan.

Dengan sub judul Sex Is Power, kisahnya sudah difilmkan Warners Bros tak lama setelah buku dicipta. Dibintangi Michael Douglas dan Demi Moore sebagai dua bintang utamanya. Dari pengarang Jurrasic Park yang fenomenal itu, kita akan diajak menelusuri sebuah keluarga yang awalnya terlihat bahagia. Keluarga ideal di Negeri Paman Sam. Yang laki bekerja di industri pengembangan komputer yang kala itu sedang panas-panasnya, dan potensi promosi jabatan. Yang perempuan sebagai pengacara. Dua anak imut dan punya rumah (cicilan) dengan letak strategis, semua tampak menyakinkan masa depan itu. Tapi hari itu semua seakan berkonspirasi busuk memusuhi keluarga kecil ini.

Sebelum memulai petualangan, kita diperkenalkan dua alenia Pasal VII Undang-Undang Hak Asasi Manusia tahun 1964 tentang larangan majikan memperlakukan bawahan dengan membedakan SARA. Kekuasaan tidak membedakan pria dengan wanita. Nah hari apes keluarga Tom Sanders dimulai sejak pagi pada tanggal 15 Juni. Sebagai kepala divisi di Digital Comunication Technology di Seattle kesibukannya luar biasa. Pagi itu ia terlambat datang bekerja, padahal desas-desusnya ia akan dipromosikan. Sesampai di kantor rapat sudah dimulai. Kejutan pertama, promosi yang ‘dijanjikan’ batal. Perusahaan justru melakukan reorganisasi dan rencana merger. Tentu saja ia kecewa. 

Masalah lain datang dari pabrik di Malaysia karena terjadi kebocoran dalam komputer. Arthur Kahn, kepala pabrik cabang Kuala Lumpur menginformasikan kesulitan dalam monitor yang terkadang mati sendiri yang katanya dikarena sambungan engsel. Kahn sendiri dalam kisah ini tak pernah bertatap muka. Hanya komunikasi lewat telpon dan faksimile. Seorang kepercayaan yang punya andil besar dalam eksekusi ending.

Mark Lewyn, kepala design produk adalah rekan yang juga kepercayaan Sanders. Ia merasa produk yang dibuat sudah sesuai kriteria hitung yang dibutuhkan. Dalam trial sudah Ok dan siap produksi, tapi ternyata saat siap cetak massal di Malaysia ada masalah. Ini juga karakter unik. Kerja keras itu penting, tapi persahaban jauh lebih penting. Saat tahu temannya ga jadi promosi, ia dengan muak berujar, “Persetan dengan mereka. Persetan Garvin. Persetan Phil. Persetan merger. Persetan mereka semua. Reorganisasi ini kacau. Aku (selalu) mendukungmu, kawan!”

Digicom punya kepala bidang hukum bernama Phil Blacburn. Pria dengan penampilan yang selalu necis. Seperti di sini, orang-orang hukum selalu coba dihindari karena akan selalu textbook aturan. Selalu bilang pasal ini mengharuskan ini. Pasal itu melarang itu. Nah, setiap kali ada panggilan dengan Phil maka bisa dipastikan pada was-was. Sebagai ‘orang lama’ yang sudah belasan tahun mengabdi di Digicom, Phil termasuk tak akrab dengan generasinya seakan menjaga jarak. Karakter ini juga punya kunci penting ketika big boss mereka terjerak kasus, dia dengan konsisten menjaga komitmen pekerjaan tak peduli lawan hukumnya adalah rekan kerja sendiri.

Don Cherry, kepala programming. Para programer selalu merasa kesal kalau menemukan masalah mekanis. Hidup hampir seluruhnya di abstrak kode-kode komputer. Bagi mereka peralatan mekanis tingkatannya jauh di bawah mereka. Nah, salah satu penemuan hebat dalam kisah ini ada di sini. Ada sebuah walker pad yang besarnya seperti trampolin bundar, di design seperti treadmill. Pengguna akan bisa ‘berjalan di tempat’ dan secara virtual bisa berhubungan langsung dengan database. Mengolah data informasi dengan lingkungan khayal yang seolah-olah hidup yang diproyeksikan ke headset. Saat menggunakannya sang pengguna seakan dalam koridor, sebuah gang panjang dengan rak-rak penyimpanan di kanan kiri. Si pemakai bisa berhenti di mana saja, membuka laci yang masa saja dengan tangannya persis seperti keadaan nyata. Macam Pokemon Go versi serius dalam aplikasi data. Terknologi inilah yang menjadi kunci utama pembongkaran kasus. Salut.

Bob Garvin, bos besar Digicom. Sebagai seorang atasan nomor satu, ia sebenarnya ideal, sayang sebuah kecelakaan yang merenggut anggota keluarganya membuat sifatnya berubah drastis. Karakter ini memuakkan, tapi mengingat masalah berat pribadinya kita bisa saja maklum. Nyatanya suaranya memang menentukan sekali.

Kegagalan Tom promosi akibat reorganisasi ini membuatnya memiliki bos baru bernama Meredith Johnson. Seorang wanita ambisius yang terlihat cerdas. Cantik, anggun. Karirnya melesat dengan cepat sejak bergabung. Senin itu setelah rapat selesai dan senja datang, ia mengundang Tom ke kantornya di puncak gedung. Tom yang kesal tetap mencoba profesional. Membawa berkas file produk bermasalah yang kemungkinan didiskusikan.

Konflik sesungguhnya terjadi di sini. Tom adalah mantan kekasih Meredith. Saat di ruangan berdua, bukannya membicarakan pekerjaan, si bos malah ngajak nimbrung masa lalu. Nostalgia dengan segelas minuman keras dan tawa kaku permainan nasib. Dan terjadilah pelecehan seksual. Kali ini bukan pihak laki-laki yang memaksa, tetapi bos wanitalah yang mencoba merayu, mengintimidasi dan mengancam. Bak kisah Nabi Yusuf, Tom menolak. Pergi dari ruangan itu dengan amarah, tanpa adegan baju robek di punggungnya.

Kejadiannya cepat. Saat Tom dapat telpon HP dari Mark tentang perkembangan solusi NG produk. Belum sempat ia mematikan HP ia langsung dicium, sempat bilang ‘tunggu..’ tapi bosnya masih sama seperti dulu, liar. Seperti yang tertulis di awal tulisan ini. Dalam bayang nikmat, Tom tersadar. Resikonya tak sepadan. Maka ia pun menolak, segera pergi. Pergi secepat-cepatnya dari tempat itu. HP nya yang tergeletak di dekat jendela segera diambil dan pulang. Dalam perjalanan pulang yang absurb ia menganalisis sehari ini. Kacau. HP nya ternyata tewas, karena baterai drop? Padahal tadi masih penuh. Nah, saya terkecoh di bagian ini. HP itu jadi barang bukti paling penting ternyata, kenapa saya tak bisa menganalisisnya ya?

Besoknya lebih heboh lagi. Saling tuduh melecehkan. Dibawa ke meja hijau atau damai? Siapa salah dan pada kemana para pihak mendunkung? Susan, istrinya marah besar tahu kejadian itu. Tapi ia percaya, Tom adalah suami terbaik. Maka ia putuskan pergi sementara sampai kasus benar-benar tuntas. Dan bagaimana nasib Digicom yang punya citra baik menyelesaikan kasus ini?

Hebatnya buku ini berdasarkan kisah nyata. Nyata di bagian pelecehan seksualnya, fiksi di bagian perkembangan produk dan setting utama cerita. Luar biasanya setting waktu hanya 4 hari. Kisah tebal ini dimulai Senin pagi dan ditutup Kamis si sebuah bandara. Dalam catatan akhir dijelaskan semua nasib karakter. Yang paling akhir adalah Meredith Johson, ia pindah kerja di IBM sebagai wakil presiden Operations and Planning di Paris. Menikah dengan duta besar Amerika di Perancis. Lihat! Orang sebrengsek apa, kalau punya talenta masih bernasib mujur.

Saya membacanya di saat yang sangat tepat. Bagaimana hati Tom Sanders hancur karena gagal promosi bisa saya rasakan dengan sepenuh jiwa ketika promosi yang ada di depanku terkatung karena prosedur. Sempat muncul rasa marah tapi seperti kata Sanders, “Percayalah kepadaku Gavin, aku baik-baik saja.” Saya rasa saya juga ikhlas. 

Pengungkapan | by Michael Crichton | copyright 1994 | diterjemahkan dari Disclosure | alih bahasa Andang H. Sutopo | GM 402 95.105 | Penerbit Gramedia Pustaka Utama | cetakan kedua, Februari 1995 | 672 hlm; 18 cm | ISBN 979-605-105-2 | Untuk Douglas Crichton | Skor: 5/5

Karawang, 160617 – Natalie Imbrugulia – Torn 

#HBDSherinaMunafKu #27Tahun |  1990 – 2017

#15 #Juni2017 #30HariMenulis #ReviewBuku

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s