Revolution 2020 #7


Aarti: “Kau seharusnya cari pacar. Jatuh cinta itu menakjubkan. Perasaan yang bahkan lebih dahsyat daripada menemukan panggilan jiwa.” | Gopal: “Jatuh cinta hanya terasa menakjubkan ketika pihak satunya membalas cinta kita.”

Buku baru kedua yang kubeli jelang Ramadan ini kulahap dalam tempo singkat sekalipun jumlah halamannya menyentuh angka 400. Sebuah buku dari India, pengarang ‘3 Idiots’ yang mengklaim sebagai Penulis India terlaris buku berbahasa Inggris sepanjang sejarah!

Kisahnya tentang, seperti yang ditulis dalam subjudul: Cinta, Korupsi, Ambisi. Cerita akan terus berjalan dalam lingkaran tiga kata itu. Cinta segita masa remaja yang berlarut sampai akhirnya sang pujaan harus menentukan kepada siapa cintanya bersandar. Korupsi yang membelit India, tak jauh beda dengan di sini, sudah kronis. Korupsi melumpuhkan integritas di berbagai sendi kehidupan. Dan ambisi, arti sukses tak melulu tentang uang yang melimpah. Bisa menaklukkan gadis pujaan dengan tetap bertegang teguh pada prinsip-pun adalah sukses yang luar biasa. Ambisi pemuda-pemuda India untuk meraih perubahan penuh di tahun 2020, nanti?

Sebuah prolog sederhana sebagai pengantar plot. Bahwa seorang pembicara besar baru saja selesai memberikan kuliah atas undangan universitas ternama. Setelah kalimat penutup, “Mudah-mudahan bukan hanya Anda, melainkan seluruh negeri juga akan terus mengorbankan harapan. Keren rasanya mengatakan bahwa ‘Aku berasal dari negeri dengan semiliaran harapan’”. Chetan lalu diajak pemilik Perguruan Tinggi Gangga Tech untuk bersantai di rumah mewahnya. Gopal Misha, pemuda yang sukses secara materi itu masih lajang. Seorang direktur muda yang dielukan banyak orang, menjamu dengan minuman keras. Nah saking mabuknya keesokan hari mereka tepar di rumah sakit. Saat itulah, Gopal memutuskan bercerita secara mendalam tentang masa lalunya. Tentang aarti – pelita yang dinyalakan di waktu subuh di sepanjang sungai suci Gangga. Tentang Aarti, gadis masa lalunya.

Lalu setelahnya kisah bertutur tentang Gopal. Bagaimana masa sekolah Gopal di Sunbeam School yang nakal bersama sahabat sejatinya, Raghav mencuri makan siang teman-temannya saat upacara. Salah satu siswi yang bekalnya kena adalah gadis dari keluarga kaya Aarti Pratap Pradhan. Empunya kue marah, dan membuat mereka dihukum. Tapi berkat kejadian itu mereka malah akrab. Sangat akrab.

Gopal dari keluarga sederhana. Seorang piatu yang dielukan ayahnya untuk jadi insinyur teknik. Seorang pensiun yang menginginkan anaknya bisa hidup terjamin di kemudian hari. Berseteru dengan saudaranya Paman Dubey yang sengketa warisan tanah pertanian tak kunjung berakhir. Raghav diceritakan seorang anak cerdas kebanggan Varanasi, kota setting kisah bercerita. Ia memenuhi kriteria orang pintar rangking satu sepanjang tahun. Aarti adalah anak politisi bersih yang berkecupukan. Cantik. Manja. Dan bercita-cita jadi pramugari. Di Varanasi tak ada bandara, tapi mimpi akan mengarahkan jalan menuju terwujudnya harapkan?

Nah, konflik pertama muncul saat pengumuman kelulusan dan tes ke Perguruan Tinggi impian AIEEE (All India Engineering Entrace Exam) dan IIT JEE (Indian of Technology Joint Entrace Exam). Raghav tentu saja lulus dengan gemilang. Aarti masuk ke jurusan psikologi di Agrasen College. Kursi mahasiswa hanya tiga ribu diperebutkan empat ratus ribu. Persentase lulus tipis untuk seorang pelajar dengan otak pecundang. Baba langsung meminta Gopal untuk try out tahun depan. Jadi selama setahun diminta belajar, intens di luar kota ke bimbel ternama. Awalnya Gopal menolak karena selain merasa otaknya tak mampu lagian keuangan mereka menipis, dari mana Baba akan mendapatkan uang untuk biaya ini? Namun orang tua mana yang tak mau berkorban demi pendidikan anak? Baba memaksa. Gopal turut. Iapun merantau ke kota untuk try out. 

Nah dalam rantau itulah sesuatu yang buruk terjadi. Hubungan Gopal-Aarti merenggang. Aarti yang awalnya mau berhubungan dengan sahabatnya karena Gopal justru kini mereka semakin dekat. Sahabat ditelikung. Awalnya mereka masih sering berteleponan, chat, tapi berjalannya waktu renggang. LDR emang tak enak. Maka setelah belajar di rantau Gopal mendapati bahwa dua sahabatnya kini berpacaran. Langsung down, marah dan caci maki bermunculan. F###!

Kondisi diperparah setelah belajar mati-matian, Gopal tetap tak lulus. Ketakutan informasi ini disampaikan kepada Baba membuatnya makin dilema. Tekanan yang membuatnya berfikir, mungkin seperti inilah rasa yang ada untuk mahasiswa bunuh diri karena gagal mewujudkan impian orang tua. Maka tamparan Baba memberinya fakta pahit kehidupan. 

Aarti dan Gopal sering menghabiskan waktu dalam perahu untuk menikmati sore atau pagi yang cerah sekedar bercerita di atas sungai. Membayangkan adegan itu saja, kita pastinya akan melonjak romantis. Tapi ingat mereka hanya sahabat, maka saat suatu hari Gopal mencoba mencium gadis pujaannya tentu saja ditolak. Sakit.

Konflik makin menarik saat Baba ditemukan meninggal dalam tidur yang membawa kemarahan terhadap anak semata wayangnya ke alam kubur. Pamannya datang untuk pemakaman, tapi tak lama berselang mereka langsung menawari uang guna menjual hak warisnya. Karena Baba saja menolak tentu saja Gopal bersikukuh menolak juga. Tanah warisan keluarga petani, pantang dijual sekalipun terhadap saudara sendiri. 

Kini hidup Gopal ditentukan oleh pilihannya sendiri, sebatang kara. Mau jadi pemenang atau pecundang selamanya. Maka ia memutuskan akan mendaftar pada perguruan swasta, mencari informasi lewat stan mahasiswa. Membandingkan harga kuliah, mencari yang berprospek bagus. Dan membuat rencana ke depan dengan gamang. Nah dalam prosesnya justru takdir mengantarnya pada seorang pejabat korup Shukla-ji. Pejabat kebanyakan yang gendut dan suka suap. Mengetahui Gopal punya tanah, daripada mencari tempat kuliah yang ga jelas maka muncullah pemikiran untuk membuat perguruan tinggi sendiri. Uang disuplai oleh snag pejabat, sengketa tanah dalam sekejap dibereskan. Karena ini tanah pertanian, maka untuk mendapat izin mendirikan tempat belajar harus mendapat izin dari Pemerintah setempat, suap pun digelontor kesiapa saja para koruptor yang berwenang mengambil kebijakan.

Sementara kedua sahabatnya Aarti dengan Raghav semakin renggang. Karena Raghav seorang mahasiswa teknik justru malah tertarik pada jurnalis, bercita-cita jadi wartawan. Sangat mengejutkan saat lulus bukannya menerima tawaran bekerja di sebuah perusahaan terkemuda di bidang teknologi, malah memilih bergabung dengan koran lokal BHU bergaji pas-pasan. Orang tua marah, ijazahnya tak digunakan. Tapi Raghav adalah seorang idealis, mewujudkan mimpi adalah yang utama.

Nah konflik sesungguhnya kisah ini ada di sini. Raghav mengulas betapa korupnya para pejabat kota Varanasi. Artikelnya lugas dan sangat berani, suatu ketika menyeret Shukla-ji, membuatnya berang. Maka dengan kekuatan uang ia dihukum, Raghav dipaksa PHK oleh redaktur. Pemecatan itu tak menyurutkan niatnya membongkar yang salah. Tersulut untuk terus berkarya, Raghav membuat koran independen Revolution 2020 – ininih yang diambil judul. Awalnya jadi bahan ketawaan, karena selain berisi berita politik mereka menerima iklan kontak jodoh demi kelangsungan hidup di media cetak. Tapi dari cemooh itulah, Raghav memberi pukulan telak. Kasus korupsi proyek sungai suci Gangga dibongkar dengan data akurat, bahwa sebuah Perusahaan milik Shukla-ji telah mencemari lingkungan dan uangnya ditilep. Karena sang pejabat adalah donatur Gopal maka dua sahabat ini akhirnya benar-benar berseteru. Keadaan Varanasi memanas, Shukla-ji dipaksa lengser hingga mendekam dalam penjara. Koran Revolution 2020 – R2020 disorot media India, dan dielukan karena keberaniannya. Namun tak bertahan lama karena kantor mereka besoknya diporakporandakan LSM – preman membuat komputer, printer dan peralatan kantor hancur. Ok, mereka bisa saja menghancurkan sarana tapi tekad menggebu Raghav tak akan hancur. 

Waktu mendesak. Aarti yang setelah lulus bukan jadi pramugari tapi malah menjadi front desk hotel dipaksa orang tuanya segera menikah. Diantara dua sahabatnya yang sama-sama dicinta. Gopal yang kini memiliki uang berlimpah dan mapan ataukan kepada Raghav yang kere dan idealis, bahwa hidupmu akan berarti kalau bermanfaat bagi orang lain. Kepada siapa hati pelita berlabuh?

Well, bagian saat Gopal belajar di kota itu sangat bagus. Memberi nyawa semangat bagi para pembelajar untuk terus menyalakan api harapan. Bagian saat tahu bahwa Raghav tak mau disuap dengan apapun itu sangat luar biasa. Jadi seorang yang lurus memang berat diantara masyarakat korup. Bagian saat Gopal galau terhadap tarik-ulur cinta Aarti itu juga sangat indah dinikmati. Bagaimana cinta sejati itu membunuh perlahan bagi hati yang kesepian. Sayangnya, eksekusi endingnya kedodoran. Apalagi tiba-tiba Gopal melakuakn blunder konyol mengundang dua pelacur, duh sinetron banget. Lalu dengan mudahnya bung Chetan memberi happy ending bagi semua pihak seakan hidup ini samudera pelangi. Anti-klimak. Sayang sekali.

Aarti. Berkat buku ini saya jadi tahu apa itu aarti. Nama yang sejuk didengar. Pelita harapan India menyongsong perubahan besar, dari sekarang berarti 3 tahun lagi. Good luck R2020!

Revolution 2020 | by Chetan Bhagat | diterjemahkan dari Revolution 2020 | terbitan Rupa Publications India Pvt. Ltd., 2011 | Penerjemah Reni Indardini | Penyunting Indar Kumalasari | Perancang sampul Ads studio | Ilustrasi sampul dan isi Upiet | Pemeriksa aksara Septi W.S & Indari dyah P. | Pemeriksa Aksara Endah Adytia | Penerbit Bentang | Cetakan pertama, Oktober 2013 | vii + 436 hlm; 20,5 cm | ISBN 978-602-7888-70-8 | untuk ibuku – untuk Varanasi – untuk Sungai suci – untuk pelajar India | Skor: 3,5/5

Karawang, 110617 – Backstreet Boys – Just Want You To Know – RIP Jupe

#HBDSherinaMunafKu #27Tahun |  1990 – 2017

#7 #Juni2017 #30HariMenulis #ReviewBuku

Iklan

One thought on “Revolution 2020 #7

  1. YAAH KOK DIBOCORIN KALO ANTIKLIMAKSS. Padahal udah baper dan mau nyari bukunyaaa

    Konfliknya sih yang menggigit, mungkin klise karena cinta segitiga, tapi keliatannya bahasannya asikk

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s