My Sweet Heart #30

My Sweet Heart #30

Huray! Akhirnya catatan ke 30 dari 30 sampai juga. Sesuai target 15 buku lokal dan 15 buku terjemahan selama bulan Juni dalam event #30HariMenulis #ReviewBuku dengan berbagai kendala dan keseruan yang menyelingkupi. Dengan segala kelelahan dan berbagai kenekadan, inilah catatan akhir itu. Tulisan di mulai tepat tanggal 1 Juni di Karawang dalam laptop Meyka dan diakhiri di Palur dalam laptop Wildan. Dipost antara perjalanan mudik dan arus balik yang macet. Ditulis dalam kekhusukan Ramadhan penuh berkah. Di sela-sela usaha tetap berlomba cari pahala. Dengan optimisme ala optimis prime, bisa tepat berakhir di akhir bulan. Sampai jumpa bulan Juni 2018.

Sekali lagi dari KKPK – Kecil Kecil Punya Karya punya ponakan Winda LI. Dibeli kemarin saat ke Gramedia Solo, saat Wildan cari buku psikotest untuk persiapan tes masuk Angkatan Laut, dibeli saat saya cari novel Jack London, The Call Of Wild. Winda membeli tiga buku KKPK. Buku setipis ini dengan kecepatan santaipun seharusnya bisa diselesaikan sekali duduk. Tapi tidak, tadi pagi saya baca di Jatipuro ketika antar ibu ke Pasar Jatipuro dapat dua bab, sisanya saya baca siang ini di Palur. Draft sudah saya siapkan untuk perjalanan arus balik esok ke kota Karawang.

Untuk sebuah buku KKPK sejauh ini My Sweet Heart adalah salah satu yang terbaik. Pantaslah masuk Gold Edition: Best Seller. Kisahnya mungkin sederhana tapi untuk buku anak-anak jelas plotnya lucu. Apalagi ending-nya yang menggantung menggemaskan. Saya sendiri tersenyum menggerutu. Kata Winda, ada buku KKPK lain yang juga menarik. Sayangnya program ini sudah berakhir hari ini. Mungkin tahun depan?

Ceritanya ya tentang keseharian sang Penulis dibumbui daya khayal anak SD. Tiras adalah si Salim – sok alim karena dalam keseharian sekolah mengenakan hijab. Padahal ia tomboi suka main game battle dan play station. Nah hari itu Tiras ditinggal sendirian di rumah, membaca komik Detective Conan menunggu mang Kiki tapi via telpon ia ga jadi datang. Adegan mengunci pintu dua kali klik dan adegan angkat telpon yang wajarnya biasa bisa dibuat lucu. Hebat dik! Berteman akrab dengan Sarry yang di hari pertama sekolah naik angkot, turun bersama dan berlomba lari. 

Nah, kisah sesungguhnya ada di di sini. Dari Kang Ginanjar, Amira tahu ada tiga orang di dunia in berwajah mirip dengan pribadi kita. Dia berujar bahwa ia tahu ada seorang anak yang mirip dengan Tiras, via rekaman HP sedang bermain bulu tangkis. Anak itu bernama Mei Ling. Dari namanya jelas keturunan Cina. Tiras lalu diajak bertemu langsung saat turnamen bulu tangkis. Keluarga ini datang terlambat, untungnya pertandingan Mei ada di akhir jadi aman. Mereka mendukung di tribun penonton, “Ayooo Mei Ling, sikat! Smash!”

Sayangnya menjelang akhir laga, Mei cidera. Wasit memberi waktu untuk pemulihan, saat itulah Tiras kebelet pipis. Tak disangka mereka bertemu langsung, saling terkejut. Dan terbesitlah ide untuk melanjutkan pertandingan, Tiras yang maju. Kesepakatan diraih, mereka bergegas bertukar kostum. Tiras yang hanya tahu pengetahuan dasar bulu tangkis mencoba melawan. Tapi karena Mei sudah leading jauh, dan sang lawan mulai mengejar akhirnya mereka ada di skor dramatis 14-14. Dengan sistem lama di mana sang pemenang adalah yang pertama cetak skor 15, pertandingan dibuat dramatis dan yak! Betul Tiras palsu menyudahi perlawanan Erwin dengan jurus crazy ball.

Kesepakatan bertukar tempat ternyata tak sampai di sini. Mereka setuju, sampai hari Minggu mereka akan menjalani kehidupan baru. Tiras di rumah Mei bersama bunda Fu Jin Siao dalam kehidupan kelas atas yang gemerlap. Rumah bak istana, mobil Mercedez Benz dengan sopir pribadi, sekolah elite di mana ketika masuk dengan sidik jari, dan kehidupan orang kaya lain di mana koneksi internet bisa diakses setiap saat. All hail game online!

Sementara Mei hidup dalam keseharian sederhana di mana setiap hari adalah keseruan. Pulang sekolah main lumpur, membaur dengan teman-teman tanpa tekanan berlebih dari orang tua. Konflik baru muncul saat di sekolah Tiras sangat kurang dalam aljabar, sementara Mei kurang dalam pelajaran bahasa. Mei Ling sampai dapat julukan Ratu Buta Bahasa dari bu guru Esti, sementara Tiras dengan julukan salim. Penyesuaian diri itu awalnya sulit, tapi dengan segala keseruan khas anak-anak tentu saja dapat teratasi. Tapi tak sampai di sana saja, karena akan ada masalah lain yang akan menghadang mereka. Bisakah kali ini diatasi? Kisah ditutup dengan sebuah informasi dari Mang Ginanjar, sesuatu yang unik. Renang?

Sampulnya unik. Ilustrasi cantik Mei Ling. Bak sebuah gambar kartun, cantik sekali Mei yang mengacungkan dua jari ‘peace’ sementara Tiras memberi kode telunjuk di depan mulut yang berarti ‘sssttt…’ dengan kombinasi cerita bagus, ilustrasi oke jelas ini termasuk KKPK yang sukses. Ayoo Winda cari lagi buku Amira dan saya numpang baca lagi. Lho.

My Sweet Heart | oleh Amira Budi Mutiara | ilustrasi isi Agus Willy | ilustrasi sampul Nur Cililia | penyunting naskah Dadan Ramadhan | penyunting ilustrasi Iwan Yuswandi | design isi dan sampul tumes | pengarah design Anfevi | layout dan setting isi Tim Pracetak | Penerbat DAR! Mizan | Cetakan III, Maret 2017 | 116 hlm.; illust.; 21 cm | ISBN 978-602-420-170-8 | Skor: 3,5/5

Palur, 290617 – Pink – Just Give Me A Reason – Subuh dan diposting di Gemuh kota Kendal 

#HBDSherinaMunafKu #27Tahun

#30HariMenulis #ReviewBuku​

Tom Little #29

Buku pertama Lafayette Ronald Hubbard yang saya baca dan review. Bukunya tipis, sebuah novela menarik tentang dunia sirkus. Buku-buku Hubbard sebenarnya sudah lama sekali lihat di toko buku. Berserakan karena memang banyak dan tipis-tipis. Tapi baru benar-benar saya beli bulan puasa lalu. Sempat kebaca pas mudik, separuh dibaca di Palur separuh dibaca di Jatipuro. Dibaca cepat untuk mengejar event #30HariMenulis. 

Buku dibuka dengan penjelasan apa itu pulp fiction? Sebelum membaca buku ini saya jelas akan jawab itu adalah judul film Quentin Tarantino. Masterpiece yang berbuah best screenplay di Oscar. Tapi ternyata ada arti yang lain. Arti sesungguhnya. Bahwa pulp fiction adalah era emas fiksi yang dicetak di kertas pulp cokelat murahan di Amerika masa tahun 1930an sampai 1940an. Masa penuh gairah dan berseminya gelombang membaca, angka baca per kapita tertinggi sepanjang sejarah Amerika. Kios-kios majalah dipenuhi publikasi berpotongan kasar, gambar sampul serampangan, harga per edisiyang murah karena dicetak di kertas pulp murahan – kesenangan yang dipegang tinggi.

Saya sendiri kalau beli buku mending yang kertas buram, ketimbang hvs cerah yang hambur uang. Ga masalah buat koleksi kertas biasa, yang utama adalah isi. Saya punya koleksi buku Friedrich Nietzsche terbitan Narasi yang mana kertasnya buram, ga masalah. Kena harganya murah, yang penting jilid kuat. Mending kualitas kertas biasa isi keren ketimbang buku kertas luk kualitas kopong dengan harga selangit.

Era pulp fiction melahirkan PenulisPenulis: H.P Lovecraft, Edgar Rice Burroughs, Robert E. Howard, Max Brand , Loius L’Amour, Elore Lenard, Dashiell Hammett, Raymond Chandler, Erle Stanley Gardner, John D. MacDonald, Ray Bradbury, Issac Asimov, Robert Heinin dan tentu saja L Ron Hubbard. 

Seperti tradisi Penulis hebat lainnya seperti Herman Melville, Mark Twain, Jack London dan Ernest Hemingway, Ron benar-benar menjalani petualangan yang dikagumi karakter-karakternya sendiri. Entah sebagai etnologis di tengah suku-suku prmitif, sebagai insinyur, maupun sebagai kapten kapal yang menyeberangi samudera. Bahkan Ron menulis satu seri artikel untuk Argosy berjudul ‘Hell Job’ untuk itu ia melakoni sendiri sebagai profesi berbahaya dan menceritakan pada pembaca. 

Lantara era pulp fiction dicetak di kertas murahan maka banyak yang akhirnya dicetak ulang saat era itu berakhir. Kisah-kisah dari Masa Keemasan karya Ron menawarkan sesuatu untuk berbagi selera pembaca. Kisah ini akan membawa kita ke masa itu. Era itu terhenti saat Perang Dunia II karena kelangkaan kertas. Yang bertahan sampai kini tentu saja yang karya berkualitas, salah satunya adalah yang saya baca.

Bukunya terdiri dari dua cerita. Laiknya cerpen, tapi agak panjang. Yang pertama adalah Tom Si Kecil kedua Tetes Terakhir. Tom bercerita tentang seorang kerdil yang selalu dilecehkan bosnya di arena sirkus. Nah suasana sirkus menjadi mencekam saat kematian sang profesor. Seorang peramal yang hebat itu menghembuskan nafas terakhirnya dengan memberi warisan kepada Tom. Buku-buku sihir untuk dipelajari. “Dengan kekuatan semacam itu aku meninggalkan dunia ini yang lebih baik, karena aku tahu persis ke mana aku pergi. Tetapi aku pergi tidak dengan menyisakan bangkai permata, karena sesuatu yang kumiliki untukmu. Kau akan memiliki kekuatan utnuk menjalankan dan menguasai semua tahap ilmu sihir,”

Buku tiu dipelajari Tom dengan giat. Dan dia menemukan sebuah mantra untuk berpindah tubuh. Dimana ia bisa bertukar jiwa dengan orang lain. Kekuatan itu dicoba kepada Maizie dengan menatap mata lalu membaca mantra. Berhasil, Tom masuk ek tubuh Maizie dan Maizie ke tubuh Tom. Bertukar jiwa ini sungguh membahagiakan Tom karena dari dulu dia sudah muak bertubuh 30 cm. Keinginan untuk bertubuh normal akhirnya ditujukan kepada sang pembaca acara sirkus Herman Schmidt. Seorang sombong yang suka melecehkannya.

Saat ia berhasil bertukar jiwa, segalanya tak sesuai yang dibayangkan. Herman tukang selingkuh yang kini dikejar suami Betty. Sudah tunangan tapi tak berniat menikahi sang gadis. Seorang koruptor pertunjukan. Dibenci banyak orang. Sengan kekhawatiran memuncak, karena kini Herman ada di tubuh Tom berhasilkah ia kembali ke tubuhnya sebelum terlambat?

Tom Si Kecil | by L. Ron Hubbard | copyright 2007 | pertama terbit berjudul If I were You | diterjemahkan dari Tom Little | pewajah sampul Apung Donggala- Ufukkreatif design | Ilustrasi sampul Roni Setiawan | pewajah isi EMW14@ufukkreatif Design | penerjemah Leinovar Bahfein | Proofreader Helena Theresia | cetakan I, Februari 2012 | Penerbit Ufuk Publishing House | ISBN 978-602-9346-32-9 | Skor: 4/5

Jatipuro, 290617 – Sherina Munaf – Ku Mau Kau Mau – diposting di Palur

#HBDSherinaMunafKu #27Tahun

#29 #Juni2017 #30HariMenulis #ReviewBuku

AKU #28

Aku #28

Kalau sampai waktuku | ‘Ku mau tak seorang ‘kan merayu | Tidak juga kau | Tak perlu sedu sedan itu | Aku ini binatang jalang | Dari kumpulannya yang terbuang | Biar peluru menembus kulitku | Aku tetap meradang menerjang | Luka dn bisa kubawa lari | Berlari | Hingga hilang pedih peri | Dan aku akan lebih tidak peduli | Aku mau hidup seribu tahun lagi | Maret 1943

Siapa yang tak kenal puisi ini? Semua pelajar Indonesia pasti tahu, karena masuk dalam buku-buku pelajaran. Kalaupun tak tahu setidaknya pernah membacanya sekilas. Kalaupun belum membacanya, pasti pernah mendengarnya sekelebat. Kalau masih belum dengar juga, berarti bolos saat mata pelajar Bahasa Indonesia, eh pas bahas puisi ini. 

Buku yang kubeli karena booming film Ada Apa dengan Cinta? Sudah 12 tahun tertata rapi di rak. Dulu sih carinya susah, sekarang sudah banyak di toko buku. Buku kumpulan puisi yang difotocopy Cinta ini memang bagus, beberapa sudah sangat dikenal karena puisi Chairil Anwar memang sudah ada yang dikutip di buku-buku pelajaran Bahasa Indonesia. Makanya saat dunia puisi kembali naik saat film rilis, otomatis buku ini ikut terangkat. 

Penyair lokal yang paling dibicarakan ini menjadi lebih dekat setelah membaca buku ini. Kisah hidupya yang mati muda, bagaimana ia mencinta, punya seorang putri lalu becerai dikisahkan dengan gaya sastra. Untuk seorang yang suka biografi buku ini bisa dibaca santai karena halamannya tak lebih dari 200, tak banyak narasi. Lebih kepada nukilan kehidupan dengan disertai proses-proses terciptanya buku. 

Buku karya Sjuman Djaya yang mengisahkan perjalanan hidup sang penyair Chairil Anwar. Bentuknya bak skenario film dengan gaya sastra dimana sajak sang penyair selalu disertai. Buku dibuka dengan puisi ‘Bom atom pertama meledak di kota Hiroshima. Langit berselaput awan cendawa berbisa. Letika memburai awan ini, bumi laksana ditimpa hujan salju ganas… lalu menganalogikan ada seekor kuda yang mengamuk di tengah peron stasiun kereta api. Berikutnya kita diajak berkenalan dengan Chairil Anwar secara pribadi.

Ayahnya menikah lagi dengan perempuan muda. Momen itu ditangkap saat ia memenangkan turnamen badminton. Ayahnya pergi ke Medan meninggalkan ibu dan dia. Sebagai kutu buku ia membawa serta buku ke manapun, semasa sudah dewasa ia mengembara. Pergi dari rumah, tak pulang yang membuat ibunya khawatir. Tapi dalam perjalanan itu ia menerima kabar melalui surat ibunya bahwa neneknya meninggal, membuatnya terpukul. Ia sangat dekat dengan sang nenek.

Sejak remaja Chairil sudah bertekad menjadi seniman. Sehingga sejak hijrah ke Batavia (Jakarta) ia makin mengbulatkan tekad. Buku-buku orang besar dilahapnya dari Hendrik Marsmn, Edgards du Perron, Reiner Maria Rilke. Dari orang-orang inilah ia terpengaruh. Beberapa ada yang bilang, ia meniru. Pada masa pendudukan Jepang, karyanya tak banyak diterbitan. Nah saat Indonesia mewujudkan proklamasi barulah muncul.

Chairil menikah tahun 1946 dengan Hapsah Wiraredja dan memiliki anak Evawani Alissa. Pernikahannya hanya bertahan dua tahun. Tahun 1949 beliau meninggal dunia dan dimakamkan di Taman Makam Umum Karet Bivak, Jakarta. 

Skenario film ini ditutup dengan ironi tulisan kapital: AKU MAU HIDUP SERIBU TAHUN LAGI!

Well, kisah dan skenario film yang bagus ini tak pernah terwujud karena sang Penulis dan Sutradara sudah tiada. Niatnya untuk mewariskan semangat penyair yang dikaguminya dalam bentuk gambar gerak tak pernah tercapai. Tapi tetap ini adalah salah satu karya besar Sjuman Djaya yang menempatkannya dalam jajaran seniman besar Indonesia. 

Saya yakin. Saya sangat yakin suatu hari nanti akan ada yang membeli hak buku ini untuk diangkat ke layar lebar. Suatu hari nanti…

“Tubuhku diam dan sendiri, cerita dan peristiwa berlalu beku…”

Aku: Berdasarkan Perjalanan Hidup Dan Karya Penyair Chairil Anwar | oleh Sjuman Djaya | Pengantar Rendra | Tata letak isi Muhammad Roniyadi | Desain sampul Sushanto | ilustrasi S. Malela | Diterbitkan pertama kali Pustaka Utama Grafiti, 1987 | Terbitan kedua oleh Metafor Inter Media Indonesia, 2003 | ISBN 979-3019-12-3 | 9 11 13 15 16 14 12 10 8 | xii + 155 hlm.; 19,7 cm | Skor: 5/5

Jatipuro, 280617 – Peter Pan – Kukatakan Dengan Indah

#HBDSherinaMunafKu #27Tahun

#28 #Juni2017 #30HariMenulis #ReviewBuku​

Dinosaurus #27

Catatan ke 27 saya ambil dari buku kecil Hot Topics lagi punya ponakan Wildan Aziz P. Kali ini yang dibahas adalah makhluk legenda jutaan tahun lalu, dinosaurus. Seperti yang saya sampaikan di bagian pertama, makhluk ini tidak ada sekarang jadi kita hanya membicarakan berdasar penelitian dan hasil penelusuran para ahli. Dari situs purbakala, penemuan fosil-fosil sampai penelitian sejarah. Ya karena dinosaurus adalah masa lalu yang punah, maka kita hanya berandai, membayangkan. Khayal pada zaman dahulu kala hiduplah…

Berikut saya ambil 14 data yang menarik untuk dibagikan:

#1. Ada dua hal penting yang membedakan antara dinosaurus dengan makhluk reptil lain. Pertama, semua dinosaurus hidup di darat. Kedua, mereka semua berjalan dengan kaki tegak. Sedangkan reptilia baik yang hidup di masa kini maupun yang sudah mati memiliki cara berjalan yang berbeda. Dinosaurus yang dipercaya hidup pertama tertua adalah eoraptor, ditemukan di Argentina tahun 1991 yang hidup 228 juta tahun yang lalu. Panjangnya satu meter atau mungkin seukiran anjing besar. Dinosaurus bukanlah reptilia pertama, karena di Skotlandia tahun 1989 dalam bebatuan ditemukan ada yang hidup 335 juta tahun yang lalu.

#2. Iklim di bumi lebih hangat selama masa kejayaan dinosaurus. Antartika, benua yang kita kenal sekarang lebih dekat dengan ekuator. Dinosaurus tidak akan melihat adanya tudung es! Reptilia tidak dapat hidup di iklim yang sangat dingin (eat that Ice Age legend!). Zaman dahuu dinosaurus tak perlu menyeberangi samudera. Benua telah bergeser menjauh secara perlahan sejak awal terbentuk. Saat ini ditemukan brachiosaurus yang ada di benua Afrika dan Amerika Utara, saat itu benua masih jadi satu.

#3. Pada tahun 1822, Gideon Mantell seorang doktor dari Inggris menemukan gigi iguanodon. Tahun 1824 William Buckland menjelaskan bahwa tulang-tulang yang ditemukan beberapa tahun sebelumnya sebagai tulang megalosaurus. Setelah penemuan ini banyak ahli memburu fosil kadal raksasa ini. Zaman dulu memang sudah ditemuakn tulang-tulang itu, tapi mereka mengira itu adalah tulang manusia. Dinosaurus artinya adalah ‘kadal mengerikan’. Nama ini diciptakan oleh ilmuwan terkenal Richards Owen tahun 1824.

#4. Dinosaurus terkecil adalah comsognathus, panjang tubuhnya sampai tumbuh sempurna hanya 1,2 meter dan bagian terpanjang ada di ekornya. Dinosaurus terbesar adalah brachiosaurus, panjangnya 12 meter dan beratnya 80 ton. Dino terpanjang diplodacus, mencapai 27 meter. Namun di Colorado dan New Meksiko ada penemuan-penemuan baru yang mungkin bisa mengubah penemuan lama.

#5. Sebagian dino melindungi diri oleh perisai, seperti perisai lempeng yang keras, tanduk dan duri. Dino pemakan daging memiliki gigi dan cakar yang tajam. Dan ya, ada dino pemakan dino lain yang lebih lamban. Hewan kecil seperti reptil, ikan, burung dan serangga semuanya makanan dino.

#6. Di seluruh dunia terdapat ribuan tempat jejak kaki ditemukan. Salah satu yang terkenal ada di Peternakan Davenport, Texas. Dalam bebatuan yang berumur ratusan juta tahun ada banyak jejak kaki ditemukan. Dino menyeberangi danau berlumpur atau tepi laut dan meninggalkan jejak kaki. Lumpur mengering akibat sinar matahari yang panas dan pasang surut banjir akan membawa lebih banyak lumpur ke dalam cetakan kaki yang kemudian terawetkan.

#7. Walaupun ukuran tubuh dino sangat besar, tidak masuk akal untuk menduga bahwa ia dapat tenggelam. Satu set jejak kaki brontosaurus menunjukkan hanya kaki depan. Sepertinya dino mengapung di danau dan mendorong tubuhnya sendiri dengan kaki depannya. 

#8. Dodo hidup di pulau Mauritus di samudera Hindia, karena dodo tak bisa berenang ia mudah sekali diburu dan menjadi punah di akhir adab ke 16. Sisik reptilia sama seperti ular dan kadal. Adakah dino berbulu? Ada. Yang paling terkanl adalah pteranodon, tapi masuk ke dalam kelompok reptil terbang dalam kategori pterosaurus.

#9. Fosil telur pertama diteukan di gurun Gobi, Mongoliatahun 1921. Fosil itu tersusun rapi dalam sarang bersama kerangka dino kecil bertanduk protoceratopsia. Telur dino orodemus dan troodon setelah di sinar X mengandung tulang kecil embrio yang telah jadi fosil. Telur terbesar yang telah ditemukan adalah 9 kg, tidak sebanding dengan tubuh sauropoda beratya 22 ton.

#10. Berdasar ukuran kepala, dino stenonychosaurus mungkin adalah dino terpintar. Proporsi otaknya mungkin sama dengan burung dan bahkan sama dengan mamalia, namun sedikit lebih besar dari buaya. Jenis sauropoda memiliki otak terkecil, walaupun begitu mereka dapat bertahab hidup lama 150 juta tahun karena hidup berkelompok dan saling menjaga dalam kawanan. 

#11. Seperti hewan masa kini, dino juga butuh darah untuk memompa oksigen, udara dan makanan ke seluruh tubuh. Darah mereka kemungkinan sama dnegan kita. Untuk memompanya mereka butuh jantung, tentu saja dino terbesar juga berjantung besar. Sayangnya darah tak bisa memfosil, tapi slauran tulang untuk pembuluh darah bisa. Penelitian memberi bukti bahwa tulang dino sama dengan mamalia berdarah hangat masa kini. 

#12. Kebanyakan fosil ditemukan di bebatuan yang terbentuk di bawah air, terutama air laut. Walaupun mereka hidup di darat, fosil jarang ditemukan di darat. Lebih sering fosil ditemukan di tepi danau, atau sungai dan laut, ada juga yang di padang pasir. Baryonyx adalah dino paling unik yang ditemukan tahun 1982 di Kanada.

#13. Saat ini tidak ada jurusan khusus dino di perguruan tinggi. Untuk menjadi ahli dino kuliahnya dalam aspek berbeda tentang geologi seperti bebatuan, mineral, fosil serta proses pembentukan bumi. Bisa juga belajar tentang zoologi dan hewan masa kini untuk belajar masa lalu yang tentu dino akan terseret. Paling mudah pergi ke museum untuk tahap awal agar tahu secara teori lama untuk menjadi penemu fosil.

#14. Tidak ada dino yang bisa bertahan hidup hingga kini. Salah satu misteri terbesar dalam sejarah kehidupan adalah mengapa hewan ini punah? Dino terakhir yang bertahan hidup adalah jenis tyranosaurus, triceratopsia dan parasaurolophus. Banyak teori penyebab punahnya dino, tapi yang paling dipegang adalah: kompetisi dengan mamalia, iklim yang menjadi lebih dingin, otak mengecil dan suhu tinggi yang disebabkan oleh ledakan meteorit. Selain dino, reptil laut yang besar menghilang, beberapa jenis kerang serta tumbuhan laut mikrospkopik lenyap. Pendapat terbesar penyebab punah: pertama iklim bumi yang bertahap dingin, kedua sekitar 64 juta tahun lalu ada bencana besar. Meteorit menabrak bumi. Suatu saat adegan menegangkan dalm film Armagedon mengancam? Siapa tahu.

Topik Paling Seru: Dinosaurus | by John Cooper | diterjemahkan dari Hot Topics: Dinosaurs | original UK edition first published in Great Britain in 2003 by Chrysalis Childrens Book, Bramley Road, London W10 6SP, UK | alih bahasa Anggia Prasetyowati. S,Si. | editor Kiki Sulistiyani. S,Si. Margaretha H. Eddy. M.B.A | setting & layout: bagian produksi Penerbit Erlangga | 09. 8 7 6 5 4 | Penerbit Erlangga | Skor: 3/5

Palur, 280617 – Avril Lavigna – Bitchin’ Summer

#HBDSherinaMunafKu #27Tahun

#27 #Juni2017 #30HariMenulis #ReviewBuku

Never Give Up #26

KKPK (kecil-kecil punya karya) lahir tahun 2003, itu artinya sudah 14 tahun melalangbuana di toko buku. Saya sudah membaca beberapa bukunya. Kisah-kisahnya mungkin sederhana, tapi yang membuat saya mengapresiasinya adalah ini karya anak bangsa. Dari hal-hal sederhana inilah kita menabur bibit. Lalu waktu akan mengasah para Penulis ini menjadi dewasa dan otomatis tulisannya akan menajam dengan sendirinya. Saya yakin di tahun 2020an akan sangat banyak Penulis lokal punya karya mumpuni.

Buku KKPK terbaru yang saya baca milik ponakanku, Winda Lutfi Isnaini. Buku ini ada dalam rak bukunya bersama buku-buku anak lain. Saya pilih acak, tapi dia lalu menyarankan yang menurutnya rekomendasi baca adalah ini. Oke, langsung baca sekali duduk. Tak lebih dari setengah jam selesai. Hasilnya? Khas cerita anak yang bertutur dengan plot mau terus. Tak ada kejutan, padahal berpotensi besar ada twist. Yang membuat kita takjub adalah ini buku berdasarkan kisah nyata. Judul ‘Never Give Up’ sangat pas menggambarkan isi secara keseluruhan.

Dengan sub judul: ‘Kisah gadis cilik korban gempa’ yang secara otomatis nyambung dengan judul ‘tak pernah menyerah’ maka sudah jelas sekali ini kisah mau dibawa kemana. Sekali lihat kover yang ada dalam bayangku adalah. Ada gempa di Indonesia yang mengguncang hati seorang anak (remaja) lalu musibah itu membuat luka batin, tapi ia tak pernah menyerah. Berjuang. Bertahan. Maju terus menatap masa depan. Dan setelah 30 menit sampai di ending, tebakan saya tepat. Ralat tak tepat amat karena bukan hanay luka batin, tapi sang gadis cilik juga uka fisik. 

Dari kata pengantar penerbit kita tahu, KKPK sudah sedekade lebih terbit. KKPK pertama terbir bulan Desember 2003 karya Sri Izzati, 8 tahun. Pelajar SD Istiqamah Bandung itu membuat buku Kado Untuk Umi. Disusul Januari 2014 kumpulan puisi karya Abdurahman Faiz, Untuk Bunda Dan Dunia. Lalu karya Faiz, Dunia Caca (Putri Salsa) dan May, Si Kuku-Kupu (Dena).

Lalu pengantar dari orang tua yang memberi spoiler berat. Betapa Dira berjuang untuktetap berkarya. Setelahnya ucapan terima kasih yang memangkas 2 halaman. Kisahnya terdiri dari 9 bab pendek-pendek. Alfatira Dira adalah pelajar dari Padang yang punya hobi menyanyi, hobinya sudah banyak memberi piala dan bahkan sudah membuat rekaman. Kisah lalu bertutur keseharian kegiatan khas pelajar.

Dari bangun pagi, sarapan, berangkat sekolah, berkutat dalam dunia pendidikan di kelas, kegiatan pulang sekolah nonton Si Unyil dan Si Bolang, ikut les, sampai kewajiban menjalankan kewajiban ibadah. Dan akhirnya hari yang bersejarah buat Dira hadir tanggal 30 September 2009 saat ia mengikuti bimbingan belajar (bimbel) Gema. 

Tidak sedetail itu gempa yang menimpa Padang. Hanya dijelaskan Dira sore itu ikut bimbel, goncangan terjadi, gedung roboh, ia pingsan. Ikut sedih di bagian ini, karena ia harus segera ditangani intensif di Rumah Sakit. Lalu dibawa ke Jakarta yang memiliki peralatan medis lebih lengkap. Selama berbulan-bulan harus ditangani khusus.

Musibah itu memberi simpati. Sebagai seorang pelajar berbakat, ia harus berjuang ekstra. Datanglah kesempatan bertemu dengan ibu menteri, ibu Linda Gumelar. Lalu perform di depan Pak Presiden. Menjadi penyemangat untuk bangkit. Dibantu orang-orang terkasih dalam keluarga. Ayah, ibu, tante Sandra dan yang lainnya. Diterapi dan diobati oleh dokter dan terapis handal Dokter Norman Zainal, dokter Linda Wahyuni sampai kak Seto, Tira ada dalam lingkaran orang-orang hebat.

Yup, never give up Tira. Semoga cita-citamu menjadi dokter terkabul. Semoga harapanmu menjadi Penulis hebat terwujud. Tetap semangat., ditunggu karya-karya berikutnya.

Untuk sebuah buku kecil karya anak-anak, saya memang tak berekspektasi muluk-muluk. Isi cerita memang tak semenarik novel nobel, tapi proses kreatifnya luar biasa. Sesuatu yang harus kita apresiasi. Dunia literasi Indonesia penuh warna. 

Never Give Up | oleh Alfatira Gema | ilustras sampul dan isi Sepves | Penyunting naskah Dadan Ramadhan dan Yani Suryani | penyunting ilustrasi Kulniya Sally | Desain sampul dan isi Iwan, Dea, Anniez | proffreader Rani Setiani P | layout sampul dan setting isi Tim Pracetak | copyright 2011 | Cetakan IV, Desember 2016 | Penerbit Dar! Mizan | 112 hlm.; iilust.: 21 cm | ISBN 978-602-242-935-7 | Skor: 3/5

Palur, 270617 – Coldplay – Paradise

#HBDSherinaMunafKu #27Tahun

#26 #Juni2017 #30HariMenulis #RewiewBuku

Kreatif Menulis Cerita Anak #25

AA Navis: “Kalau seseorang sedang lapar dan haus, pastilah pikirannya tidak jernih. Saya termasuk perokok kelas berat. Kalau lagi asyik menulis tiba-tiba rokok habis, lebih-lebih kalau tengah malam, saya behenti menuis. Bahkan sebelum menekan tuts mesin ketik, saya harus merokok terlebih dahuu.”

Di tahun 2013 saat berkunjung ke Cikarang Mal Lippo, ketika budget beli buku masih sangat ketat kami membeli buku dengan sangat selektif. Harga jadi pertimbangan utama. Bahkan untuk sekedar buku non fiksi pun saya harus mencari yang dibawah 40 ribu. Awanya saya ambil buku kumpulan tips mengotak atik komputer karena saat itu komputerku sedang instal ulang sehingga sekalian dimodif aplikasinya, lalu buku motivasi macam Mario Teguh yang sebenarnya sudah dengan mudah ditemukan di banyak web. Tapi pada akhirnya justru tips menulis buku anak inilah yang kubawa pulang.

Dengan sampul buku yang ciamik, bergambar seekor gajah di kelilingi bianatang kecil lain sedang membaca buku. Yang terlintas saat tu adalah novel-novel anak legendaris dari Alice InWonderland, The Wizard Of OZ, sampai The Trasure Island. Yah, ternyata isinya jauh dari bayang. Ringkasan di sampul belakang berujar:

Kreatif: menyampaikan pesan ini buku untuk anak sesuai latar belakang budaya, psikologi dan kehidupan anak masa kini. Edukatif: menciptakan naskah yang mampu mendidik karakter dn peribadian anak. 

Awalnya kukira akan ada tips secara khusus yang bisa menjadikan tulisan lebih tajam dan edukasinya mumpuni, namun hanya sebagian sangat kecil. Karena seperti yang ada di sampul depan bawah, ada sederet nama-nama kontributor tulisan, yang dengan otomatis buku ini keroyokan, yang secara otomatis pula akan beda pendapat, ide berbeda tiap orang, lalu tak fokus ke tulisan anak. Justru terlalu global.

Ditulis secara keroyokan, buku ini awalnya memang lumayan bervitamin. Dengan mengenalkan sejarah tulisan. Dari zaman Mesr kuno sampai zaman perjuangan Emile Zola di Perancis. Dari alfabet pertama di Cina sampai tulisan yang mengubah opini publik dalam Pondok Paman Tom. Lalu bergerak dalam aturan main dalam tulisan. Sedari awal Penulis harus memutuskan mau dalam bentuk apa nanti karyanya. Syarat untuk kesiapan menulis selain bakat Penulis harus mempunyai: Kemauan / niat, lusa wawasan, kaya imajinasi, DISIPLIN, kreatif, persepsi, tangguh tak mudah putus asa, menguasai teknik menulis dan memahami bahasa. Wah, syaratnya berat juga. Padat dan berisi.

HB Yassin dalam pidatonya ketika menerima gelar Doktor Honoris Causa dari Universitas Indonesia tanggal 14 Juni 1875 berkata: “Timbulnya kesusastraan Indonesia modern adalah berkat pertemuan dengan pemikiran dunia barat padapermulaan abad ini dengan mulai didirikannya sekolah-sekolah yang memiliki dasar pendidikan modern.”

Fiksi ada setua usia manusia. Cerita pendek yang baik adalah cerita pendek yang sederhana dalam penyajian tetapi padat dengan makna, kuat dalam tema, bagus dalam pemilihan tokoh, mengandung pesan berharga, enak dibaca, meninggalkan kesan yang dalam. Beberapa hal yang perlu diingat dalam tulisan (cerpen): mengetahui tema, mengetahui teknik menulis, memahami bahasa dengan baik, konsisten, logis/masuk akal, tidak bertele-tele, hemat kata, efektif, teliti dan cermat memperhatikan lingkungan, perkaya imajinasi, pertajam persepsi, tangguh/tidak mudah putus asa, berani mengutarkan pendapat, perasaan, dan gagasan. 

Tips agar karya kita terbit ala Titis Basino:

#Jangan sekali-sekali mengirim karya yang belum jadi atau setengah jadi.

#Kirimkan naskah yang prima, nomor wahid.

#Buatlah pngantar yang simpatik dengan argumentasi yang meyakinkan.

#Proaktif. Jangan hanya menunggu pasif. Tapi cobalah menjemput bola, sering-seringlah berdiskusi dengan Penerbit atau editor mengenai dunia Anda.

Membaca adalah kunci keberhasilan anak bahkan pada sepanjang hidupnya kemudian. Tanpa kemampuan baca yang baik, banyak kesempatan emas dan profesi yang menjanjikan hilang. Dengan kata kali, budaya membaca sangat penting, baik untuk individu atau masyarakat. 

Selain bahasa yang harus sesuai dengan dunia anak, pemilihan topik yang menarik, pengembangan alur yangmampu membuat anak dag dig dug menebak kelanjutan cerita dan penasaran ingin melanjutkan membaca dari penokohan yang mempu membuat anak keki karena suka atau benci akan tokoh cerita juga sama pentingnya. Semua unsur itu harus padu dan saling menunjang. Paduan semacam inilah wujud cerita anak yang unggul.

Well, buku ini draft-nya sebagian dicipta tahun 1990an. Terlihat dari akhir tulisan yang menyertakan tangga dan tempat. Buku ini terbit tahun 2012, berarti butuh lebih dari satu dekade untuk terbit! Era itu kan Penulis lokal masih menggunakan mesin tik (kecuali yang sudah beruang mungkin punya Windows 98), itu artinya butuh perjuangan ekstra untuk mewujudkan tercetaknya buku ini. Hebat juga. Isinya mungkin sederhana, tapi perjuangan untuk memperkaya buku motivasi Menulis perlu diapresiasi. 

Karena tulisan keroyokan, jadi beberapa tips ditulis ulang temanya. Beberapa lebih sebagai tips menulis secara umum (bukan spesifik) untuk sebuah karya anak-anak. Beberapa bervitamin untuk menambah motivasi. Buku ini mungkin sederhana untuk Penikmat karya tulis yang kawakan, tapi saya yakin untuk pemula akan sangat membantu. Lihatlah, di rak toko buku. Tersebar buku-buku anak yang tercipta dari tangan anak-anak. Dan yang luar biasa, itu adalah asli karya anak bangsa. Mudah-mudahan buku ini juga memberi andil positif. Hidup anak Indonesia!

Mari berkarya.

Kreatif Menulis Cerita Anak | oleh Titik WS, Riris K. Toha Sarumpet, Titis Basino P.I., Sumard, Korrie Layun Rampan, Ismail Marahimin, Fawzia Aswin Hadits | editor Irwan Kurniawan | pembaca pruf Tim Nuansa | desain kover Andy Yoes Nugroho | penyelaras akhir Mathori Alwustho | cetakan I, Agustus 2012 | Penerbit Nuansa | 134 hlm.; 14,5 x 21 cm; mechanical paper 50 gram | ISBN 978-602-8394-80-2 | Skor: 2,5/5

Palur, 260617 – John Legend – All Of Me

#25 #Juni2017 #30HariMenulis #ReviewBuku

Hewan Hewan Mungil #24

Buku pertama yang kubaca di kampung halaman untuk event kali ini. Bukunya ponakan Wildan, terbitan Erlangga. Ada dua seri, hewan mungil dan seri dinosaurus. Karena dino adalah hewan legenda dan tulisan yang disajikan lebih banyak dugaan ketimbang fakta, maka saya pilih review yang akurat.

Buku tipis yang kubaca selepas Subuh dalam sekali duduk. Awalnya kukira asli lokal, eh ternyata buatan luar yang diterjemahkan dan diterbitkan Erlangga. Dengan caption ‘wajib dibaca!’ apakah ini buku worth it? Yup. Mungkin isinya sederhana, tapi bervitamin. Mungkin hanya berisi kutipan dan gambar gambar sederhana tapi sangat bagus untuk edukasi. Mungkin basic sekali, dan memang jelas ini untuk anak anak, jadi lebih kepada buku ajar. Kan jelas sekali di sampul bawah tertulis: Erlangga For Kids. 

Berisi full colour 32 halaman termasuk indeks dan daftar isi. 

Saya pilihkan 14 kutipkan yang menarik:

1 – Anak kalajengking dibawa di atas punggung induknya. Kecoa dapat menghasilkan 30,000 anak dalam setahun! Bekicot dan cacing tanah adalah hewan hermafrodit yang berarti menghasilkan sel telur dan sperma sekaligus. Saat kawin mereka bertukar sperma dan saling membuahi sel telur pasangannya. Anak capung jarum disebut nimfa. Nimfa keluar dari air merayap naik di batang tumbuhan. Capung muda dewasa dapat melepaskan diri dari kulit nimfa. 

2 – Kupu kupu pasha meletakkan telur di atas daun. Ketika menetas, ulat itu akan menggantung pada tangkai untuk jadi kepompong. Dalam kepompong ulat pasha akan berubah bentuk yang kemudian menjadi kupu kupu. Proses metamorfosis laiknya katak. 

3 – Bekicot terkadang menyerang dan memangsa bekicot lain. Jika seekor bekicot menarik diri ke dalam cangkangnya, sang penyerang akan membuat lubang di cangkangnya lalu memangsa korban. Contoh euglandina rosea menyerang bekicot papustila. Undur undur berbaring setengah tersembunyi di dasar lubang berbentuk corong. Larva ini mengibaskan pasir ke mangsanya sehingga mangsa terpeleset dari tepi lubang dan jatuh ke dasar. Belalang sembah tersamar daun dengan sangat baik. Mereka menangkap mangsa dengan kaki depan berduri dan memakannya secara terbalik.

4 – Kumbang kotoran membuat bola kotoran dan menguburkannya ke dalam terowongan tempat telur telur diletakkan. Larva yang menetas akan menemukan banyak sekali makanan yang lezat. 

5 – Thrip atau serangga guntur tidak memiliki rahang kanan. Rahang kirinya ia gunakan untuk menghisap getah tumbuhan. Thrip termasuk hama pemakan jagung dan tanaman pangan lainnya. Di dalam bagian mulut nyamuk yang panjang dan setajam jarum terdapat sebuah tabung penghisap. 

6 – Laba laba adalah hewan mungil yang bisa terbang sekaligus tidak punya sayap. Lalat peri memiliki sayap yang lembut berbulu. Mereka merupakan salah satu jenis hewan mungil terbang paling kecil. Lamuk merupakan salah satu hewan dengan kepakan sayap tercepat. Sebagian lamuk mengepakkan sayap lebih dari 1,000 kali per detik. 

7 – Laba laba pemangsa tuma kayu memiliki rahang yang amat besar dan dirancang khusus untuk menangkap mangsa. Semua laba laba memiliki delapan kaki yang digunakan untuk berlari. Lipan rumah memiliki 30 kaki. Sebagian kaki lebih panjang daripada kaki lainnya sehingga tidak tersandung kakinya sendiri. 

8 – Peluncur kolam memiliki rambut rambut kedap air di kakinya, rambut itulah yang membantunya mengapung di air. Belalang menarik pasangan dengan cara menggosok gosokan kaki belakangnya ke sayap sehingga menghasilkan bunyi seperti bernyanyi. Kutu ekor pegas dapat melontarkan diri ke udara menggunakan ‘ekor khusus’ mereka. 

9 – Siput dan bekicot adalah hewan mungil istimewa melata yang menggunakan satu kaki di sepanjang jalur berlendir. Cacing tanah membuat lubang di tanah dengan cara memakannya. Nematoda adalah cacing giling berukuran amat kecil yang hidup di dalam banyak jenis hewan dan tumbuhan, serta di tanah.

10 – Kupu kupu brimston terlihat seperti daun ivy hijau tempatnya istirahat. Kupu kupu diadem tidak beracun tetapi menipu pemangsanya dengan cara ikut terbang kupu kupu raja afrika dan jeruk swallowtail yang beracun. 

11 – Saat ketakutan ulat ngengat puss mengulurkan jumbai panjang berwarna merah dari tabung di bagian belakang tubuhnya. Kumbang perusak kapas (bapak pucung) dijauhi burung akibat warna warnanya yang memberi peringatan. Kupu kupu burung hantu menjadi makhluk ganas dengan sayap yang terlihat seperti mata besar membelalak jika direntangkan terbuka. 

12 – Katidid (jangkrik semak) menyanyikan lagu ‘katydid, katydidnt’ berulang ulang di malam hari. Katydid punya telinga di kakinya. Kunang kunang bersinar di malam hari untuk menarik pasangan. Kumbang death watch membenturkan kepala ke sisi sisi liangnya! 

13 – Cocopet bersembunyi di bawah kulit pohon untuk menjaga telur telur dan merawat anaknya. Tawon gal ek meletakkan telur pada tulang daun ek. Tulang daun itu lalu menggembung dan membentuk gal yang merupakan rumah aman bagi larva yang hidup di dalamnya. 

14 – Semut penjahit membuat sarang dari dedaunan menjadi satu dengan benang sutra yang dihasilkan dari kelenjar ludah pada larva. Rayap hidup sebagai keluarga dalam sarang besar. Raja dan ratu hidup dalam ruangan khusus. Tubuh ratu akan menggembung membesar saat ia meletakkan telur ke dalam tubuhnya. Ratu rayap dapat bertelur 30,000 butir dalam sehari!

Dengan buku semungil ini informasi yang didapat lumayan juga. Satu yang paling mengerikan adalah fakta kecoa yang menghasilkan 30,000 anak dalam setahun. 

Topik Paling Seru: Hewan Hewan Mungil | by Gerald Legg | diterjemahkan dari UK edition Hot Topics: Minibeast | izin terjemahan dari Chrysalis Children Books | copyright 2003 | alih bahasa Damaring Tyas, S. Si | editor Kiki Sulistiyani, S. Si & Margaretha H. Eddy, M.B.A. | Penerbit Erlangga | 07 06 8765432 | ISBN 979-781-097-6 | Skor: 3/5

Jatipuro – Karanganyar, 240617 – Sherina Munaf – Jalan Cinta 

#HBHSherinaMunafKu #27Tahun 

#24 #Juni2017 #30HariMenulis #ReviewBuku