Never Give Up #26

KKPK (kecil-kecil punya karya) lahir tahun 2003, itu artinya sudah 14 tahun melalangbuana di toko buku. Saya sudah membaca beberapa bukunya. Kisah-kisahnya mungkin sederhana, tapi yang membuat saya mengapresiasinya adalah ini karya anak bangsa. Dari hal-hal sederhana inilah kita menabur bibit. Lalu waktu akan mengasah para Penulis ini menjadi dewasa dan otomatis tulisannya akan menajam dengan sendirinya. Saya yakin di tahun 2020an akan sangat banyak Penulis lokal punya karya mumpuni.

Buku KKPK terbaru yang saya baca milik ponakanku, Winda Lutfi Isnaini. Buku ini ada dalam rak bukunya bersama buku-buku anak lain. Saya pilih acak, tapi dia lalu menyarankan yang menurutnya rekomendasi baca adalah ini. Oke, langsung baca sekali duduk. Tak lebih dari setengah jam selesai. Hasilnya? Khas cerita anak yang bertutur dengan plot mau terus. Tak ada kejutan, padahal berpotensi besar ada twist. Yang membuat kita takjub adalah ini buku berdasarkan kisah nyata. Judul ‘Never Give Up’ sangat pas menggambarkan isi secara keseluruhan.

Dengan sub judul: ‘Kisah gadis cilik korban gempa’ yang secara otomatis nyambung dengan judul ‘tak pernah menyerah’ maka sudah jelas sekali ini kisah mau dibawa kemana. Sekali lihat kover yang ada dalam bayangku adalah. Ada gempa di Indonesia yang mengguncang hati seorang anak (remaja) lalu musibah itu membuat luka batin, tapi ia tak pernah menyerah. Berjuang. Bertahan. Maju terus menatap masa depan. Dan setelah 30 menit sampai di ending, tebakan saya tepat. Ralat tak tepat amat karena bukan hanay luka batin, tapi sang gadis cilik juga uka fisik. 

Dari kata pengantar penerbit kita tahu, KKPK sudah sedekade lebih terbit. KKPK pertama terbir bulan Desember 2003 karya Sri Izzati, 8 tahun. Pelajar SD Istiqamah Bandung itu membuat buku Kado Untuk Umi. Disusul Januari 2014 kumpulan puisi karya Abdurahman Faiz, Untuk Bunda Dan Dunia. Lalu karya Faiz, Dunia Caca (Putri Salsa) dan May, Si Kuku-Kupu (Dena).

Lalu pengantar dari orang tua yang memberi spoiler berat. Betapa Dira berjuang untuktetap berkarya. Setelahnya ucapan terima kasih yang memangkas 2 halaman. Kisahnya terdiri dari 9 bab pendek-pendek. Alfatira Dira adalah pelajar dari Padang yang punya hobi menyanyi, hobinya sudah banyak memberi piala dan bahkan sudah membuat rekaman. Kisah lalu bertutur keseharian kegiatan khas pelajar.

Dari bangun pagi, sarapan, berangkat sekolah, berkutat dalam dunia pendidikan di kelas, kegiatan pulang sekolah nonton Si Unyil dan Si Bolang, ikut les, sampai kewajiban menjalankan kewajiban ibadah. Dan akhirnya hari yang bersejarah buat Dira hadir tanggal 30 September 2009 saat ia mengikuti bimbingan belajar (bimbel) Gema. 

Tidak sedetail itu gempa yang menimpa Padang. Hanya dijelaskan Dira sore itu ikut bimbel, goncangan terjadi, gedung roboh, ia pingsan. Ikut sedih di bagian ini, karena ia harus segera ditangani intensif di Rumah Sakit. Lalu dibawa ke Jakarta yang memiliki peralatan medis lebih lengkap. Selama berbulan-bulan harus ditangani khusus.

Musibah itu memberi simpati. Sebagai seorang pelajar berbakat, ia harus berjuang ekstra. Datanglah kesempatan bertemu dengan ibu menteri, ibu Linda Gumelar. Lalu perform di depan Pak Presiden. Menjadi penyemangat untuk bangkit. Dibantu orang-orang terkasih dalam keluarga. Ayah, ibu, tante Sandra dan yang lainnya. Diterapi dan diobati oleh dokter dan terapis handal Dokter Norman Zainal, dokter Linda Wahyuni sampai kak Seto, Tira ada dalam lingkaran orang-orang hebat.

Yup, never give up Tira. Semoga cita-citamu menjadi dokter terkabul. Semoga harapanmu menjadi Penulis hebat terwujud. Tetap semangat., ditunggu karya-karya berikutnya.

Untuk sebuah buku kecil karya anak-anak, saya memang tak berekspektasi muluk-muluk. Isi cerita memang tak semenarik novel nobel, tapi proses kreatifnya luar biasa. Sesuatu yang harus kita apresiasi. Dunia literasi Indonesia penuh warna. 

Never Give Up | oleh Alfatira Gema | ilustras sampul dan isi Sepves | Penyunting naskah Dadan Ramadhan dan Yani Suryani | penyunting ilustrasi Kulniya Sally | Desain sampul dan isi Iwan, Dea, Anniez | proffreader Rani Setiani P | layout sampul dan setting isi Tim Pracetak | copyright 2011 | Cetakan IV, Desember 2016 | Penerbit Dar! Mizan | 112 hlm.; iilust.: 21 cm | ISBN 978-602-242-935-7 | Skor: 3/5

Palur, 270617 – Coldplay – Paradise

#HBDSherinaMunafKu #27Tahun

#26 #Juni2017 #30HariMenulis #RewiewBuku

Kreatif Menulis Cerita Anak #25

AA Navis: “Kalau seseorang sedang lapar dan haus, pastilah pikirannya tidak jernih. Saya termasuk perokok kelas berat. Kalau lagi asyik menulis tiba-tiba rokok habis, lebih-lebih kalau tengah malam, saya behenti menuis. Bahkan sebelum menekan tuts mesin ketik, saya harus merokok terlebih dahuu.”

Di tahun 2013 saat berkunjung ke Cikarang Mal Lippo, ketika budget beli buku masih sangat ketat kami membeli buku dengan sangat selektif. Harga jadi pertimbangan utama. Bahkan untuk sekedar buku non fiksi pun saya harus mencari yang dibawah 40 ribu. Awanya saya ambil buku kumpulan tips mengotak atik komputer karena saat itu komputerku sedang instal ulang sehingga sekalian dimodif aplikasinya, lalu buku motivasi macam Mario Teguh yang sebenarnya sudah dengan mudah ditemukan di banyak web. Tapi pada akhirnya justru tips menulis buku anak inilah yang kubawa pulang.

Dengan sampul buku yang ciamik, bergambar seekor gajah di kelilingi bianatang kecil lain sedang membaca buku. Yang terlintas saat tu adalah novel-novel anak legendaris dari Alice InWonderland, The Wizard Of OZ, sampai The Trasure Island. Yah, ternyata isinya jauh dari bayang. Ringkasan di sampul belakang berujar:

Kreatif: menyampaikan pesan ini buku untuk anak sesuai latar belakang budaya, psikologi dan kehidupan anak masa kini. Edukatif: menciptakan naskah yang mampu mendidik karakter dn peribadian anak. 

Awalnya kukira akan ada tips secara khusus yang bisa menjadikan tulisan lebih tajam dan edukasinya mumpuni, namun hanya sebagian sangat kecil. Karena seperti yang ada di sampul depan bawah, ada sederet nama-nama kontributor tulisan, yang dengan otomatis buku ini keroyokan, yang secara otomatis pula akan beda pendapat, ide berbeda tiap orang, lalu tak fokus ke tulisan anak. Justru terlalu global.

Ditulis secara keroyokan, buku ini awalnya memang lumayan bervitamin. Dengan mengenalkan sejarah tulisan. Dari zaman Mesr kuno sampai zaman perjuangan Emile Zola di Perancis. Dari alfabet pertama di Cina sampai tulisan yang mengubah opini publik dalam Pondok Paman Tom. Lalu bergerak dalam aturan main dalam tulisan. Sedari awal Penulis harus memutuskan mau dalam bentuk apa nanti karyanya. Syarat untuk kesiapan menulis selain bakat Penulis harus mempunyai: Kemauan / niat, lusa wawasan, kaya imajinasi, DISIPLIN, kreatif, persepsi, tangguh tak mudah putus asa, menguasai teknik menulis dan memahami bahasa. Wah, syaratnya berat juga. Padat dan berisi.

HB Yassin dalam pidatonya ketika menerima gelar Doktor Honoris Causa dari Universitas Indonesia tanggal 14 Juni 1875 berkata: “Timbulnya kesusastraan Indonesia modern adalah berkat pertemuan dengan pemikiran dunia barat padapermulaan abad ini dengan mulai didirikannya sekolah-sekolah yang memiliki dasar pendidikan modern.”

Fiksi ada setua usia manusia. Cerita pendek yang baik adalah cerita pendek yang sederhana dalam penyajian tetapi padat dengan makna, kuat dalam tema, bagus dalam pemilihan tokoh, mengandung pesan berharga, enak dibaca, meninggalkan kesan yang dalam. Beberapa hal yang perlu diingat dalam tulisan (cerpen): mengetahui tema, mengetahui teknik menulis, memahami bahasa dengan baik, konsisten, logis/masuk akal, tidak bertele-tele, hemat kata, efektif, teliti dan cermat memperhatikan lingkungan, perkaya imajinasi, pertajam persepsi, tangguh/tidak mudah putus asa, berani mengutarkan pendapat, perasaan, dan gagasan. 

Tips agar karya kita terbit ala Titis Basino:

#Jangan sekali-sekali mengirim karya yang belum jadi atau setengah jadi.

#Kirimkan naskah yang prima, nomor wahid.

#Buatlah pngantar yang simpatik dengan argumentasi yang meyakinkan.

#Proaktif. Jangan hanya menunggu pasif. Tapi cobalah menjemput bola, sering-seringlah berdiskusi dengan Penerbit atau editor mengenai dunia Anda.

Membaca adalah kunci keberhasilan anak bahkan pada sepanjang hidupnya kemudian. Tanpa kemampuan baca yang baik, banyak kesempatan emas dan profesi yang menjanjikan hilang. Dengan kata kali, budaya membaca sangat penting, baik untuk individu atau masyarakat. 

Selain bahasa yang harus sesuai dengan dunia anak, pemilihan topik yang menarik, pengembangan alur yangmampu membuat anak dag dig dug menebak kelanjutan cerita dan penasaran ingin melanjutkan membaca dari penokohan yang mempu membuat anak keki karena suka atau benci akan tokoh cerita juga sama pentingnya. Semua unsur itu harus padu dan saling menunjang. Paduan semacam inilah wujud cerita anak yang unggul.

Well, buku ini draft-nya sebagian dicipta tahun 1990an. Terlihat dari akhir tulisan yang menyertakan tangga dan tempat. Buku ini terbit tahun 2012, berarti butuh lebih dari satu dekade untuk terbit! Era itu kan Penulis lokal masih menggunakan mesin tik (kecuali yang sudah beruang mungkin punya Windows 98), itu artinya butuh perjuangan ekstra untuk mewujudkan tercetaknya buku ini. Hebat juga. Isinya mungkin sederhana, tapi perjuangan untuk memperkaya buku motivasi Menulis perlu diapresiasi. 

Karena tulisan keroyokan, jadi beberapa tips ditulis ulang temanya. Beberapa lebih sebagai tips menulis secara umum (bukan spesifik) untuk sebuah karya anak-anak. Beberapa bervitamin untuk menambah motivasi. Buku ini mungkin sederhana untuk Penikmat karya tulis yang kawakan, tapi saya yakin untuk pemula akan sangat membantu. Lihatlah, di rak toko buku. Tersebar buku-buku anak yang tercipta dari tangan anak-anak. Dan yang luar biasa, itu adalah asli karya anak bangsa. Mudah-mudahan buku ini juga memberi andil positif. Hidup anak Indonesia!

Mari berkarya.

Kreatif Menulis Cerita Anak | oleh Titik WS, Riris K. Toha Sarumpet, Titis Basino P.I., Sumard, Korrie Layun Rampan, Ismail Marahimin, Fawzia Aswin Hadits | editor Irwan Kurniawan | pembaca pruf Tim Nuansa | desain kover Andy Yoes Nugroho | penyelaras akhir Mathori Alwustho | cetakan I, Agustus 2012 | Penerbit Nuansa | 134 hlm.; 14,5 x 21 cm; mechanical paper 50 gram | ISBN 978-602-8394-80-2 | Skor: 2,5/5

Palur, 260617 – John Legend – All Of Me

#25 #Juni2017 #30HariMenulis #ReviewBuku

Hewan Hewan Mungil #24

Buku pertama yang kubaca di kampung halaman untuk event kali ini. Bukunya ponakan Wildan, terbitan Erlangga. Ada dua seri, hewan mungil dan seri dinosaurus. Karena dino adalah hewan legenda dan tulisan yang disajikan lebih banyak dugaan ketimbang fakta, maka saya pilih review yang akurat.

Buku tipis yang kubaca selepas Subuh dalam sekali duduk. Awalnya kukira asli lokal, eh ternyata buatan luar yang diterjemahkan dan diterbitkan Erlangga. Dengan caption ‘wajib dibaca!’ apakah ini buku worth it? Yup. Mungkin isinya sederhana, tapi bervitamin. Mungkin hanya berisi kutipan dan gambar gambar sederhana tapi sangat bagus untuk edukasi. Mungkin basic sekali, dan memang jelas ini untuk anak anak, jadi lebih kepada buku ajar. Kan jelas sekali di sampul bawah tertulis: Erlangga For Kids. 

Berisi full colour 32 halaman termasuk indeks dan daftar isi. 

Saya pilihkan 14 kutipkan yang menarik:

1 – Anak kalajengking dibawa di atas punggung induknya. Kecoa dapat menghasilkan 30,000 anak dalam setahun! Bekicot dan cacing tanah adalah hewan hermafrodit yang berarti menghasilkan sel telur dan sperma sekaligus. Saat kawin mereka bertukar sperma dan saling membuahi sel telur pasangannya. Anak capung jarum disebut nimfa. Nimfa keluar dari air merayap naik di batang tumbuhan. Capung muda dewasa dapat melepaskan diri dari kulit nimfa. 

2 – Kupu kupu pasha meletakkan telur di atas daun. Ketika menetas, ulat itu akan menggantung pada tangkai untuk jadi kepompong. Dalam kepompong ulat pasha akan berubah bentuk yang kemudian menjadi kupu kupu. Proses metamorfosis laiknya katak. 

3 – Bekicot terkadang menyerang dan memangsa bekicot lain. Jika seekor bekicot menarik diri ke dalam cangkangnya, sang penyerang akan membuat lubang di cangkangnya lalu memangsa korban. Contoh euglandina rosea menyerang bekicot papustila. Undur undur berbaring setengah tersembunyi di dasar lubang berbentuk corong. Larva ini mengibaskan pasir ke mangsanya sehingga mangsa terpeleset dari tepi lubang dan jatuh ke dasar. Belalang sembah tersamar daun dengan sangat baik. Mereka menangkap mangsa dengan kaki depan berduri dan memakannya secara terbalik.

4 – Kumbang kotoran membuat bola kotoran dan menguburkannya ke dalam terowongan tempat telur telur diletakkan. Larva yang menetas akan menemukan banyak sekali makanan yang lezat. 

5 – Thrip atau serangga guntur tidak memiliki rahang kanan. Rahang kirinya ia gunakan untuk menghisap getah tumbuhan. Thrip termasuk hama pemakan jagung dan tanaman pangan lainnya. Di dalam bagian mulut nyamuk yang panjang dan setajam jarum terdapat sebuah tabung penghisap. 

6 – Laba laba adalah hewan mungil yang bisa terbang sekaligus tidak punya sayap. Lalat peri memiliki sayap yang lembut berbulu. Mereka merupakan salah satu jenis hewan mungil terbang paling kecil. Lamuk merupakan salah satu hewan dengan kepakan sayap tercepat. Sebagian lamuk mengepakkan sayap lebih dari 1,000 kali per detik. 

7 – Laba laba pemangsa tuma kayu memiliki rahang yang amat besar dan dirancang khusus untuk menangkap mangsa. Semua laba laba memiliki delapan kaki yang digunakan untuk berlari. Lipan rumah memiliki 30 kaki. Sebagian kaki lebih panjang daripada kaki lainnya sehingga tidak tersandung kakinya sendiri. 

8 – Peluncur kolam memiliki rambut rambut kedap air di kakinya, rambut itulah yang membantunya mengapung di air. Belalang menarik pasangan dengan cara menggosok gosokan kaki belakangnya ke sayap sehingga menghasilkan bunyi seperti bernyanyi. Kutu ekor pegas dapat melontarkan diri ke udara menggunakan ‘ekor khusus’ mereka. 

9 – Siput dan bekicot adalah hewan mungil istimewa melata yang menggunakan satu kaki di sepanjang jalur berlendir. Cacing tanah membuat lubang di tanah dengan cara memakannya. Nematoda adalah cacing giling berukuran amat kecil yang hidup di dalam banyak jenis hewan dan tumbuhan, serta di tanah.

10 – Kupu kupu brimston terlihat seperti daun ivy hijau tempatnya istirahat. Kupu kupu diadem tidak beracun tetapi menipu pemangsanya dengan cara ikut terbang kupu kupu raja afrika dan jeruk swallowtail yang beracun. 

11 – Saat ketakutan ulat ngengat puss mengulurkan jumbai panjang berwarna merah dari tabung di bagian belakang tubuhnya. Kumbang perusak kapas (bapak pucung) dijauhi burung akibat warna warnanya yang memberi peringatan. Kupu kupu burung hantu menjadi makhluk ganas dengan sayap yang terlihat seperti mata besar membelalak jika direntangkan terbuka. 

12 – Katidid (jangkrik semak) menyanyikan lagu ‘katydid, katydidnt’ berulang ulang di malam hari. Katydid punya telinga di kakinya. Kunang kunang bersinar di malam hari untuk menarik pasangan. Kumbang death watch membenturkan kepala ke sisi sisi liangnya! 

13 – Cocopet bersembunyi di bawah kulit pohon untuk menjaga telur telur dan merawat anaknya. Tawon gal ek meletakkan telur pada tulang daun ek. Tulang daun itu lalu menggembung dan membentuk gal yang merupakan rumah aman bagi larva yang hidup di dalamnya. 

14 – Semut penjahit membuat sarang dari dedaunan menjadi satu dengan benang sutra yang dihasilkan dari kelenjar ludah pada larva. Rayap hidup sebagai keluarga dalam sarang besar. Raja dan ratu hidup dalam ruangan khusus. Tubuh ratu akan menggembung membesar saat ia meletakkan telur ke dalam tubuhnya. Ratu rayap dapat bertelur 30,000 butir dalam sehari!

Dengan buku semungil ini informasi yang didapat lumayan juga. Satu yang paling mengerikan adalah fakta kecoa yang menghasilkan 30,000 anak dalam setahun. 

Topik Paling Seru: Hewan Hewan Mungil | by Gerald Legg | diterjemahkan dari UK edition Hot Topics: Minibeast | izin terjemahan dari Chrysalis Children Books | copyright 2003 | alih bahasa Damaring Tyas, S. Si | editor Kiki Sulistiyani, S. Si & Margaretha H. Eddy, M.B.A. | Penerbit Erlangga | 07 06 8765432 | ISBN 979-781-097-6 | Skor: 3/5

Jatipuro – Karanganyar, 240617 – Sherina Munaf – Jalan Cinta 

#HBHSherinaMunafKu #27Tahun 

#24 #Juni2017 #30HariMenulis #ReviewBuku

Morning, Noon & Night #23 #10

Buku kesepuluh Sidney Sheldon yang saya review. Ternyata sudah dua setengah tahun lewat dari peminjaman buku Rani wulan skom dan kini belum tuntas juga. Saran untuk perlahan menikmati dan mereview satu per satu membuat saya kebablasan santai. Seperti novel-novel Sheldon lainnya, selalu dibuka dengan sebuah kutipan bagus. Kali ini dari Arthur Rimbaud:

“Izinkan mentari pagi menghangatkan hatimu di masa muda. Dan biarkan angin siang yang lembut mendinginkan gairahmu. Tapi waspadalah terhadap malam, sebab di sanalah maut mengintai. Menanti, menanti, menanti.”

Lalu kisah dipecah dalam tiga bagian, seperti dalam judul: Pagi, Siang dan Malam. Pagi – Harry Stanford sedang berada di Eropa bersama Sophia seorang call girl, Dmitri sang pengawal dan Prince anjing gembala Jerman berbulu putih. Harry Stanford adalah seorang milyuder tersohor. Arogan, sehingga tak punya banyak teman. Ia merasa ada yang menguntit baik pers atau pesaing bisnis. Dengan mobil mewahnya berusaha kabur di dini hari. Saat di pesiar itulah tragedi terjadi, Dmitri menyambar intercom dan berteriak, “Orang tercebur!” Harry ditemukan tewas di laut.

Kasus ini lalu ditangani Capitaine Francois Durer, chef de police di Corsica. Karena orang tersohor kasus ini dilimpahkan kepada pengacara keluarga, Renquist, Renquist & Fitzgerald. Dari sinilah akhirnya kisah sesungguhnya dimulai. Sang pengacara lalu mengumpulkan anggota keluarga Stanford untuk membahas warisan. Kita pun diajak mengenal anak Harry satu per satu. Ya putra-putri Stanford akan datang ke Boston untuk merayakan kematian ayah mereka: Tyler, Woody dan Kendal.

Tyler Stanford adalah seorang hakim. Hakim dengan hati luka. Masa kecil Tyler penuh kenangan buruk. Mengakibatkan dirinya mengalami kelainan seks. Dirinya lebih suka sesama, sehingga sampai kini belum menikah. Dia punya kenangan buruk dengan almarhum sehingga setiap tertekan ia akan teringat kalimat ini, “Aku tahu rahasiamu yang kotor.”

Kendal Stanford adalah seorang perancang busana kelas atas. Tinggal di Paris dengan para kalangan jetzet. Seperti Tyler, Kendal punya masalah dengan ayahnya. Calon suami pilihannya ditentang. “Dia bukan siapa-siapa, dia mau kawin denganmu karena dia pikir dia bakal dapat uang banyak.” Tapi cinta Kendal tak berbatas kepada Marc, mereka kawin kabur. Kendal mendapat surat pemerasan yang minta ditransfer ke bank Swiss. Jengah, tapi ia tak ingin aibnya terbuka. Sebuah dosa besar yang menghantui.

Woody Stanford adalah seorang suami yang dirundung gosip. Ia menikah dengan pelayan keluarga Peggy Malkovich. Keputusan untuk tetap menikahi Peggy lebih karena dosa masa lalu ayahnya yang pernah membuat aib dengan meniduri pelayan dan mencampakkannya. Seakan kesalahan lama terulang, Woody melakukan dosa yang sama. Tapi dia lebih gentle, ia tak kabur. Ia tak mengelak dari aib, ia dengan penuh tanggung jawab menikahi sang pelayan. Dan yah, Peggy pelayan (kelihatannya) tak cerdas. Kalangan atas membuatnya tak siap. Adaptasi dari dapur belakang menjadi nyonya rumah tak semulus yang diperkirakan. Ditambah mereka tak kunjung memiliki anak. Diperparah Woody seorang pecandu obat terlarang.

Lengkap sudah keluarga ini. Seluruh anaknya bermasalah, tak ada yang benar-benar akrab dan dekat dengan almarhum sehingga kabar kematiannya justru menjadi kabar bahagia. Woody butuh uang untuk melanjutkan hobi nge-drug. Kendal butuh uang untuk menutupi aib dari pemeras. Dan Tyler butuh uang untuk gaya hedon dengan lelaki idamannya. Tapi tunggu dulu, muncul satu karakter yang tak diduga bernama Julia Stanford. Diluar radar ketiga anaknya yang secara sah, ternyata Harry memiliki anak hubungan gelapnya dengan pelaya. Sang anak menang tak mengenal almarhum, tapi secara hukum tetap berhak jatah warisan, atau setidaknya tergantung surat wasiat yang ada di tangan pengacara. Maka saat mengdengar kabar kematian ayahnya Julia memutuskan datang ke Boston. Keputusannya itu ternyata membawa persoalan hidup dan mati.

Saat keluarga ini berkumpul, laiknya orang-orang asing karena tak saling bersapa dan lama tak bertemu. “Aku tak merasakan rasa berkabung di rumah ini. Suasananya lebih seperti sebuah perayaan.” Simon Fitgzgelard angkat bahu, ia hanya menjalankan tugas. Saat itulah muncul Clark, sang pelayan di pintu, “Maaf, ada seorang wanita yang ingin menemui Anda semua. Ia mengaku bernama Julia Stanford.”

Bagian Pagi ditutup dengan kedatangan Julia. Siang – Julia yang disangsikan keasliannya diinterogasi. Panjang lebar dengan penuh keyakinan. Dan dapat menjawab tanya yang rasanya mustahil diketahui orang luar. Sebagai satu-satunya perempuan Kendal lalu menerima kehadiran adik tirinya. Tapi saat kita ikut percaya sebuah kejutan, twist besar muncul saat Tyler berteriak, “Kita berhasil Margo! Kita berhasil!”

Siang ditutup. Malam – tiba, kita akan mengenal lebih jauh lagi bagaimana mereka menjelaskan kisah hidup masa lalunya. Dan bagaimana akhir dari debat keluarga ini? Bagaimana pembagian warisan yang dirasa ‘adil’? Lalu saat Simon muncul dengan surat wasiat yang siap dibacakan semua orang terkesima. Semua pembaca pun terkejut, ada apa gerangan?

Secara garis besar, polanya sama dengan buku-buku Sheldon lainnya. Di awal memberi harapan tinggi pada pembaca, dengan berbagai detail mengagumkan. Menyelami karakter-karakter, bukan hanya karakter utama tapi karakter sempalan pun dijelaskan untuk mendapat gambaran rinci. Seperti Sophia yang cuma numpang lewat atau sang pengacara yang muncul di sesi penting serta polisi pantai yang sebenarnya bisa saja kita skip tapi dibuat detail agar ada bayangan. 

Setelah itu, muncullah pola. Mau dibawa ke arah mana cerita ini. Di Pagi kita ternyata diajak menyelami permasalahan warisan. Kematian ini mengakibatkan anak-anaknya untuk berkumpul. Menghitung bagian-bagian, mencari haknya. Nah saat kisah menuju laiknya sinetron kita dihantam twist khas sang Penulis. Kejutan itu tak pelak menaikkan rate, membumbung tinggi karena buakn sekedar kejutan apa yang dilakukan komplotan itu masuk akal, sangat masuk akal.

Lalu setelah twist kita-pun diajak mengenal lebih dekat para karakter, mana yang jahat dan mana yang baik. Diajak bersimpati, lalu saat akhirnya penyelesaian masalah tercipta kita disguhi fakta mengejutkan lagi sebelum ditutup. Semacam itulah novel-novel Sheldon. Selalu diajak keliling dunia selalu diajak mengenal kebudayaan asing. Nah di Morning, semuanya berpola sama. Kecuali kejutan dua nama karakter yang mengaku asli, semuanya tertebak.

Pagi, Siang & Malam | by Sidney Sheldon | copyright 1995 by Sheldon literary Trust | diterjemahkan dari Morning, Noon & Night | alih bahasa Hendarto Setiadi | GM 402 96.031 | Penerbit Gramedia Pustaka Utama | Cetakan kedua, Januari 1996 | 448 hlm.; 18 cm | ISBN 979-605-031-5 | untuk Kimberly; dengan penuh cinta | Skor: 4/5

#10/14 #SidneySheldon, ditulis di Sabtu pagi dini hari yang cerah – Next review: Lewat Tengah Malam

DDitulis di Krawang, 170617 – Solo, 230617 – Raisa – Pemeran Utama – Diposting di Palur , Sukoharjo  230617. #HBDSherinaMunafKu #27Tahun

#23 #Juni2017 #30HariMenulis #ReviewBuku

Animal Rationale #22

​ 

Kumpulan cerita pendek yang kubeli di pelataran Masjid Al Alyaah di seberang Karaba saat buka bersama teman-teman kantor CIF ini saya lahap dengan sangat cepat. Selain karena tipis, cerpen-cerpen di awal buku ternyata seru. Bagaimana rasional binatang manusia menguasai manusia. Sayangnya semakin ke belakang semakin terpuruk. Cerpennya benar-benar cerita pendek. Sebuah kumpulan yang sederhana. 

#Desember Di Timika

Ini adalah cerpen terbaik, wuih yang paling bagus taruh di depan. Kisahnya tentang seorang pembunuh bayaran yang ditugaskan ke Timika, tanah Papua. Di sana sengketa terjado, 1 Desember 2012 OPM (Organisasi Papua Merdeka) merayakan hari jadi, unjuk rasa sedang berlangsung. Bung FX dengan jeli memainkan ironi, Derajat Mulai dengan inisial Si Bejat.

#Markum sudah Tidur

Kisah tentang dendam panjang seorang anak lelaki yang ditinggal mati ibunya karena perkosaan. Kasus tak terungkap, Markum hilang bertahun-tahun. Saat kembali ia melegenda sebaiah pria tegak dengan ukuran kemaluan di atas rata-rata. Hingga akhirnya malam naas itu terjadi.

#You Are The Lucky Man, Jess

Tentang tragedy bom Bali. Jess yang biasanya jalan mengambil kiri setiap iseng di tikungan, petang itu tak tahu mengapa malah mengambil kanan. Padahal saat itu bom Bali terguncang, Jess sedang di warnet. Dikiranya gempa, tapi ternyata dia hanya berjarak beberapa meter dari tragedy pilu nasional. Untung bunting siapa ya tahu?

#Ryan

Ini adalah cerpen terbaik kedua. Tentang Ryan Jombang. Bola mata tersaput kabut tipis yang membuat pandangan terlihat misterius. Para pembunuh segan padanya saat di penjara. Seorang pembunuh berantai, tukang jagal, mutilasi. Ngeri. Berita yang menggucang jagad negeri ini. Endingnya justru menggelitik ketika penjaga penjara berujar, “Dia di kamar mandi, Pak.”

#Hidung Kecak

Hidung istimewa Kecak, bisa mengendus pribadi seseorang. Berkat bakat itu dia sering dipecat dari pekerjaan. Tentu saja, deteksi hidungnya lebih banyak mengarah para bos berdasi. Salah satu bosnya ditangkap KPK. “Bagaimana kamu bisa maju dengan hidung pesek yang seperti anjing kampong begitu, Cak!” kecak satpam pengendus para tamu.

#Jalan Kemustahilan

Untuk sampai ke Yobar, kau harus dua kali melewati kematian. Yobar. Kau mungkin tidak pernah mendengar nama itu. Mungkin kau bertanya-tanya tempat macam apakah itu yang membuat seseorang harus melewati dua kali kematian untuk mencapainya. Ah, apakah ini semacam ‘jelan kemustahilan’ yang harus dilalui seseorang untuk menjadi seniman? Awalnya sok misterius, tapi makin ke sana makin tak jelas. Tentang komplek pelacuran di ujung timur Indonesia. Tapi yah memang tak semisterius yang dibuka. Darsih tahu, tak ada yang mustahil di dunia ini, bahkan untuk seorang pelacur mendampa kekasih?

#Metamorfosis

Yah, makin kertas menipis makin kacau. Ini kisah tentang pejabat Dulhakim bermulut lamis yang menyatakan keprihatinan terhadap kejahatan perempuan sehingga bilang ke media untuk bersimpati menjadi perempuan. “Saya melihat kondisi kaum perempuan yang masih saja tertindas hak-haknya apalagi ditambah kemiskinan yang trehimpit mereka, saya selalu kepingin menjadi perempuan, lho. Sungguh!” Dan deer! Dewa mendengar, esoknya ia berubah banci. Pejabat penting yang tegas menjadi lemah gemulai, tentu partai politiknya marah punya kader semacam itu. Metamorphosis yang jadi headline berita itu ditutup dengan hampa.

#Kilometer Nol

Tentang gagak hitam yang tinggal di hutan kilometer nol. Gagak hitam yang simbolis datangnya kematian, marah kenapa mereka diidentikkan dengan aura negative. Baiklah mereka memang memakan bangkai, segala jenis bangkai termasuk manusia tapi tahukah kalian asal usulnya? Hingga suatu ketika seekor gagak hitam bertengger di sebuah tiang listrik memperhatikan sebuah keluarga sedang makan malam. Suami, istri dan seorang anak. Tragedy dirajut.

#Hyper Sex

Cerpen paling jelek. Drop. “Jadi;ah simpananku, Binal. Aku akan memberimu kekuasaan karena aku seorang politikus berkuasa.” Seorang wanita hyper sex menjelajah kota mencari mangsa. Seorang siswa drop out sekolah Karena hamil diluar nikah, nikah terpaksa lalu cerai karena suaminya tak bisa mengimbangi nafsu syahwat. Bergulirnya waktu, si Binal merasa dialah penguasa sesungguhnya karena setiap lelaki bisa ditaklukkan. Ah, basi sekali tema ginian. Tak ada konflik, tak ada kejutan. Datar.

#The Living Legend

Seekor kerbau keramat warisan keluarga bernama Nyi Ageng Mandra telah berumur puluhan tahun, jelas kerbau istimewa karena umur jauh di atas rata-rata binatang mamalia itu. Nah si aku adalah anak dari keluarga yang setiap hari wajib minum susunya. Mau enggaknya, haus enggaknya, muntah enggaknya tak peduli. Susu ajaib itu wajib diminum. Dengan keterpaksaan, dan semakin hari semakin muak. Sampai akhirnya sebuah rahasia keluarga terungkap.

#Reinkarnasi

Sebagai cerita penutup, awalnya menjanjikan. Diskusi dewa-dewa dengan mahkluk yang akan dilahirkan kembali. Karena perbuatannya di masa lalu, si aku akhirnya terlahir ke dunia sebagai kutu. Keberatan tapi palu nasib sudah diketok. Salim diturunkan di kepala seorang lurah. Nass, sang lurah dibunuh sehingga Salim berpindah ke kepala pembunuh. Si pembunuh hanya orang suruhan, dalam pengadilan Salim meloncat ke pengacara. Di kepala pengacara yang tukang tipu sampai muak. Lalu ia pindah ke kepala polisi yang tak lebih bagus, naas Salim tewas dalam sebuah adu tembak. Bukan, bukan Salim yang tertembak tapi inangnya. Salim tergencet. Saat kembali menghadap kepada dewa, Salim tak mau terlahir sebagai manusia karena sifatnya mengerikan. Jadi apa ia kelak kembali ke dunia?

Bukan kumpulan cerpen sekelas Kompas. Bahkan untuk jadi artikel mingguan Koran Lampu Merah sekalipun tak layak pajang. Ada satu dua yang lumayan, tapi mayoritas standar cerita. Beberapa bahasanya kasar, ada adegan misug-misuh yang tak perlu. Ada adegan vurgal yang bisa saya skip. Pemilihan diksi juga tak wah. Yah, memang ala kadarnya. Sekali baca lupakan.

Karena saya belinya di beranda masjid dan membacanya di bulan suci, jelas tak rekomendasi dilahap saat puasa. Ini memang buku iseng baca jadi hasilnya sesuai ekspektasi. Tapi seandainya diberi kesempatan untuk membaca buku karya bung FX Rudy yang lain saya siap baca. Mungkin karena efek lapar jadinya kacau? Secara kover Oke, secara cetakan dan edit oke. Hanya isinya kurang greget saja. Mengingatkanku pada nocturnal animal.

Animal Rationale: Cerita-Cerita Yang Tak Pernah Usai | oleh FX Rudy Gunawan | Editor Widyawati Oktavia | Proofreader Nurul Hikmah | Penata Letak Wahyu Suwarni | Desainer cover Jeffri Fernando | Foto cover: iStockfoto.com/Zora Simin & Natalia Lukiyanova | Penerbit Gagas Media | Cetakan pertama, 2009 | ISBN 979-780-360-0 | vi + 186 hlm.; 13 x 19 cm | Untuk Sri Utami, Havel Hardian, Hasya Nindita dan Harkafka Nagendra yang selalu menjaga kemanusianku | Skor: 2/5

Ruang HRGA NICI CIF, Karawang, 200617 – Maddi Janne – Barricade — diposting di Palur. #HBDSherinaMunafKu #27Tahun

#22 #Juni2017 #30HariMenulis #ReviewBuku

No Country For Old Men #21


Sewaktu dia bangun dia tau mungkin dia harus membunuh orang. Dia hanya belum tahu siapa yang harus dibunuh.

Inilah novel pegangan film nominasi Oscar tahun 2006, hanya kalah dari There Will Be Blood yang fenomenal itu. Film yang mengahantui dengan gaya ramput belah pinggir itu akhirnya bisa saya nikmati versi original. Dan ternyata yang di buku jauh lebih dahsyat. Detailnya lebih hebat. Kita diajak berpetualang di negeri para bandit dengan seluk beluk kehidupannya. 

Kisahnya tentang seorang sherif tua di negara perbatasan Amerika dan Meksiko. Di daerah Texas yang gersang, dimana para pencuri ternak berganti profesi menjadi kurir obat terlarang dan kota-kota kecil menjadi zona bebas tembak. Sang sherif yang seorang veteran perang seakan terjebak dalam situasi serba salah. Membantu warga yang kesulitan, menegakkan hukum dan berpusar dalam kejahatan rumit narkoba. 

Sedari awal saya sudah tahu bahwa Llewllyn Moss, seorang warga negara yang baik dan taat hukum suatu hari menemukan sebuah truk pick-up yang dikelilingi oleh beberapa mayat. Sejumlah heroin dan uang kontan dua juta Dollar dalam koper tergeletak. Ia memutuskan mengambil uang, membawanya kabur mencoba mencari tempat aman dan serangkaian sulut reaksi kekerasan dan pembunuhan yang tak bisa ditangani hukum terjadi. Karena yang mengejar adalah orang gila, si rambut belah pinggir assassin the legendary Chigurh. Seperti itulah yang disajikan dalam film, dan dalam novel tak jauh beda.

Sudut pandang kisah berganti-ganti sesuai karakter yang dikisahkan. Tapi tokoh utamanya adalah sang sherif Bell. Dia akan bercerita dalam paragraf dengan front miring. Mengenai masa lalunya yang (dianggap) gagal sampai terhenpas di Texas. Bagaimana awal dia dikirm perang, bagaimana kehidupan seorang polisi yang makin canggih era makin beringas para penjahatnya. Bagaimana rekan-rekan kerjanya tewas dalam tugas, partner kerja mati semuda itu. Bagaimana keluarga tanpa anak ini menjalani kehidupan, dan dukungan penuh seorang istri Loretta. Endingnya, saya kasih tahu mengambil sepenuhnya isi kepala Bell yang sangaaaat manis. Salah satu ‘happy ending’ terbaik yang pernah saya baca.

Sedari awal saat sudut pandang beralih kepada sang pemburu Chigurh, kiat sudah diwanti-wanti ini adalah karakter istimewa. Bagaimana bisa ia meloloskan diri dari seorang polisi yang sudah menangkapnya. Dengan borgol kedua tangan di belakang, ia bisa mengecoh sang deputi malang. Pembunuh berdarah dingin. Chigurh mengusap tangannya dengan sapu tangan, Cuma tidak ingin mengotori mobil dengan darah korban! Selain ciri rambut dan lemparan koin keberuntungan, karakter ini dikenal dengan sebuah apar – alat pemadam api ringan yang digunakan untuk membuka paksa pintu hotel. Dan ya, adegan itu dicomot plek dari buku. Dulu kukira ide itu mengada-ada, tapi ternyata penjelasannya terbaca masuk akal. Ada yang berani coba menembakkan apar pada pintu? Setiap gedung yang memenuhi standar safety pasti ada tabung apar di beberapa sudut, dan setelah membaca buku ini, setiap lihat tabung merah itu jadi takut.

Kau akan hidup sampai berumur seratus tahun. Moss adalah binatang buruannya. Semua orang mungkin akan berfikir bahwa suatu senja saat ia berburu rusa di bukit tapi malah menemukan sekoper uang dan bertumpuk heroin, plus bergelimpang mayat adalah anugerah. Sebuah keberuntungan. Dalam bayang kita, tentu tkp – tempat kejadian perkara itu adalah tempat transaksi terlarang, tapi tak terjadi deal hingga saling bunuh, entah siapa yang pertama menarik pelatuk. Moss tanpa pikir dua kali tentu saja membawa lari koper duit. Sesampai di rumah truk, ia meminta istrinya, Carla Jean untuk pergi secepatnya ke orang tuanya di Odessa. “Aku punya firasat buruk, Llewlyn.” Dari kekhawatiran istri ini harusnya Moss mau befikir ulang rencana besar mereka, tapi uang sebesar itu tentu saja sulit ditolak. Maka Moss memutuskan kabur, Carla pulang. Adegan demi adegan berikutnya adalah pemburuan koper dari satu hotel ke hotel lain. Dengan naluri binatang pemangsa Chigurh melawan seorang petarung sejati Moss, kepada siapa koper itu akhirnya berlabuh?

Covernya keren sekali. Orange menyala dengan latar matahari senja di mana bayangan seorang koboi berlari di pandang pasir dengan tangan kanan membawa koper (penuh uang) dan tangan kiri menenteng senjata. Catchy. Salah satu pemilihan cover buku terbaik yang pernah saya punya. Pernuturannya tanpa tanda petik sama sekali, sekalipun dalam dialog kalimat langsung? Yup. Bukan buku pertama dengan pola semacam ini, tapi ketiadaan tanda itu semakin membuat kita berfikir keras. Menantang imajinasi Pembaca untuk menebak ini kalimat siapa dan ditunjukkan kepada siapa. Sukses menyusup dalam daya khayal itu, berarti sukses menejawantah intinya. Syukurlah, ini jenis buku yang tak perlu banyak berkerut kening. Semua jelas tanpa penafsiran ganda. Hebatnya lagi, kejutan-kejutan dicipta tanpa berlebihan namun pas sekali. Karena saya sudah menonton filmnya maka, apa yang disampaikan tak terlalu membuat saya berdegub khawatir nasib karakter.

Saya membaca novel ini tahun 2009, mendapatnya di sebuah pameran buku di Solo bareng Grandong dan Afifah. Saat itu saya membaca dalam banyak kebimbangan, justru saya bisa menyelesaikan baca The Fight Club dan Million Dollar Baby tapi tidak dengan ini, saya terhenti di tengah karena pusingnya. Beberapa tahun berselang barulah, saya baca ulang sampai selesai. Dua buku yang saya sebut tentu saja buku fantastis, tapi novel ini sama menakjubkannya.

Ada empat adegan yang luar biasa di buku ini yang menurutku patut dibagikan. Pertama, penuturan Carla Jean tentang masa lalunya kepada sherif, bagaimana pertama ia bertemu dengan Moss. Sebagai gadis penjaga toko jatuh hati pada pandangan pertama pada pemuda yang mengajaknya kencan, itu keren sekali penyampaiannya. Kedua, bagian saat Moss menyimpan koper uangnya di saluran air lalu menariknya dengan gantungan baju. Wow, bisa-bisanya ada ide adu sembunyi semenegangkan ini!

Ketiga saat Chigurh menepi untuk isi bensi dan cari camilan, ia menanyakan penjaga tokonya tutup jam berapa lalu ada nada jesal hingga muncullah Kutipan favorit: Sembilan belas lima puluh delapan. Koin ini sudah berjalan-jalan selama dua puluh dua taun untuk sampai di sini. Dan sekarang koin ini ada di sini. Dan akau ada di sini. Dan tanganku menutupinya. Bisa kepala bisa ekor. Dan kau harus mengatakannya. Tebaklah!

Keempat adalah adegan endingnya. Sherif tua itu mimpi ataunya di alam nyata? Terbaca biasa, tapi coba baca ulang di bagian ini: Aku tau bahwa dia akan terus berjalan dan dia akan membuat api unggun di tengah udara gelap dan dingin dan aku tau bahwa jika aku sampai di sana dia akan tetapi berada di sana. Dan kemudian aku terbangun. 

Dari mimpi? Dari gelap dan dingin lalu terganggu cahaya api unggun? Tunggu dulu, kalimat itu perlu ditelaah lagi. Tuhan itu hidup dalam keheningan yang menggosok tanah ini dengan abu.

Salah satu novel terbaik yang pernah saya baca.

No Country For Old Men | by Cormac McCarthy | copyright 2005 | diterjemahkan dari No Country For Old Men: A Novel | Penerjemah Rahmani Astuti | Penyunting Setiadi R. Saleh | design sampul Prasajadi | Tata letak Tito F Hidayat | Montase Ruslan Abdul Gani | Penerbit Q-Press | Cetakan I, November 2007 | ISBN 978-979-1174-31-2 | Santa Fe Institute | Skor: 5/5

Karawang, 210617 – Nikita Willy – Pantas Untukku (Solo version) – mudik day 

#HBDSherinaMunafKu #27Tahun

#21 #Juni2017 #30HariMenulis #ReviewBuku​

Jokowi: Spirit Bantaran Kali Anyar #20

Megawati: “Rudy, orang yang kamu bawa kok kurus banget?”

Buku ini terbit di tahun 2012 jelang Pak Joko Widodo – kita kenal sebagai pak Jokowi maju ke pilkada gubernur DKI Jakarta. Buku cepat saji, karena pihak penerbit menawarkan kepada Penulis secara mendadak untuk naik cetak maka mereka hanya meramu dari media online Tribunnews.com, Tribun Jakarta Digital Newspaper, koran digital yang terbit tiga kali sehari. Selain ramuan yang sudah ada, tulisan juga ditambal dari tim Penulis lain langsung ke Solo, tempat Pak Jkowi mengabdi selama 7 tahun sebagai walikota. Dan jadilah buku setebal 250an halaman.

Awal tertarik beli ya saat itu profil calon Presiden kita ini ada di mana-mana. Di tahun 2012-2013 beritanya setiap hari ada saja di portal berita. Rata-rata positif, jadi saat itu ada jargon Indonesia masih punya harapan. Maka ketimbang merasa pesimis tiap masuk bilik dalam pemungutan suara maka saya putuskan untuk mengenal calon pemimpin kita. Dan seperti yang kita lihat saat ini. Setelah mengabdi di Solo, beliau merantau di Jakarta dan belum genap tugasnya selesai ia kini menjadi orang nomor satu di Negeri kita tercinta. 

Karena buku ini terbit tahun 2012 maka berita yang dicetak tentu saja saat-saat beliau berjuang di Solo, dari masa kecil sampai akhirnya berita fenomenal pemindahan PKL secara damai itu. Dari masa mahasiswa UGM sampai resep-resep memimpin yang luar biasa. Semua disajiakn dalam bahasa media yang khas Tribunnews. Saya sih menikmatinya, ibaratnya kita sudah dipilah pilihkan berita oleh tim ini dari ratusan ribu berita yang ada, tinggal baca santai sambil ngopi.

Buku dibuka dengan kata pengantar ketua PDIP, Megawati soekarno Putri. Kesan-kesannya, alasan beliau membawa Pak Jokowi ke Jakarta, sanjungan masa kepemimpinannya sampai harapan (Jakarta dan) Indonesia ke depan. Lalu pengantar dari Penulis yang bercerita mau menyanggupi Penerbiy Elex untuk ‘kampanye’ seorang pejabat yang mau melayani, bukan dilayani. Kemudian prolog, sangat panjang karena malah bercerita ke sana ke mari mengenai profil serta kesan-kesannya.

Setiap pergantian bab, kita akan disodori sisipan kutipan orang-orang hebat masa lampau. Di bab pertama berjudul: Bibit Kepemimpinan, kita bertemu John F. Kennedy: “Leadership and learning are indispensable to teach other.” Di bagian ini kita akan lebih banyak diajak ke masa lampau. Penulis bertemu dengan orang-orang sekitar, langsung ke Solo. Mulai drai guru, tetangga, sampai teman-teman diwawancarai. Kesederhanaanlah mengapa saya justru menyukai bagian ini. Bab terbaik ada di sini. Bagaimana Sang Presiden menghabiskan waktu masa kecilnya, laiknya kita semua, suka bermain di kali mencari telur bebek. “Saya gemar mandi di kali, mandi di kali. Mancing, cari telur bebek itu jagoan saya. Saya hafal bebek bertelur di mana, tapi itu rahasia saya, saya tidak kasih tahu teman-teman.” 

Bagian Jokowi terjatuh ada dalam penuturan ibundanya. “Ada dua pengalaman kegagalan saya. Yang pertama saya gagal masuk ke sekolah favorit SMA dan kedua kasus penipuan ini.” Penipuan yang dimaksud adalah awal usaha Pak Jokowi di bidang mebel. “Di awal usaha, dia pernah ketipu sampai klumprak-klumpruk. Sekitar satu tahun saya jalan sendiri langsung game point. Banyak itu, misalnya modal saya 10 tertipu 30, jadi tiga kali lipat. Baru satu setengah tahun kemudian saya bisa bangkit lagi.”

Bab kedua berjudul Orang Sekitar, ditemukan Jim Burning: “A loving family provides the foundation childrenneed to succeed and strong families with a man and a woman – bonded together for life – always been and always will be, the key ti such families.” 

“Ibu saya orang biasa, seperti ibu-ibu lainnya. Kalaupun hebat itu karena cara pandang dan pola pikirnya yang jauh ke depan. Ayah saya tukang kayu. Saya sebut bukan pengusaha kayu, karena nanti yang dibayangkan malah Prayogo Pangestu yang punya Barito Pasific.” Yup Jokwi adalah kita, masyarakat kebanyakan yang ketika menginginkan sesuatu butuh kerja sangat keras.

“Pagi, bangun tidur sholat Subuh. Kemudian jogging, kalau tidak ya tidur lagi jam 7 atau 8 bangun, baca koran atau keluar sepedaan. Mendengarkan lagu itu bar fresh. Paling lima belas menit, empat lima lagu cukup. Habis itu on fire lagi turun ke masyarakat.” Led Zepperlin, Megadeath, dan Lamb Of God. Wow cadas!

Bab ketiga tentang Integritas, kiat disapa W. Clement Stone: “Have the courage to say no. Have the courage to face the truth. Do the right thing because it is right. These are the magic keys to living your life with integrity.” Bagian ini menyoroti bagaimana cara keraj seorang pemimpin nothing to lose. Kerjakan yang terbaik, hasilnya akan mengikuti.

“Mau dinilai tidak baik, silakan. Mau dinilai baik, ya silakan. Saya kan tugasnya hanya bekerja. Enggak ada kemauan macam-macam. Enggak punya target apa-apa. Bekerja, begitu saja.”

Bab keempat tentang Pengabdian bersama Bob Brando: “To grasp the full significance of life is the actor’s duty to interpret is his problem, and to express is his dedication.”

Bagian yang sukses sebagai walikota. Bagaimana Surakarta menjadi lebih cantik dan sedap dipandang. Memindahkan PKL yang biasanya penuh huru hara dirubah penuh suka cita. Diantaranya butuh negosiasi panjang sampai tembus makan bersama sebanyak 54 kali! Benar-benar manusia super sabar ini. Relokasi itu masuk rekor MURI. Segala prestasinya juga diganjar di tahun 2012 menjadikannya Finalis Walikota terbaik sedunia yang diselenggarakan The City Majors Foundation yang ada di London, Inggris.

Bab terakhir tentang Jalan Berliku DKI-1. Kali ini kita disapa Chen Sui Bian: “The road to democracy may be winding and is like a river taking many curves, but eventually the river will reach teh ocean.”

Branding Solo: The Spirit of Java diperkenalkan beliau. Memanusikan warga Jakarta adalah tujuan dia dibawa ke ibukota. Awalnya mau mengubah branding kota macet, sayang tak tuntas dan sampai kini Jakarta masih sangat macet. Di bagian epilog lebih kepada sebuah pengalaman salah satu Penulis. Dan kita [un tahu, bagaimana akhirnya ciri khas baju kotak-kotak itu dicipta.

Sebagai sebuah buku kumpulan artikel media online, buku ini cukuplah untuk nostalgia. Biasanya kumpulan gini akan boring karena sedekar pengulangan, tapi untuk profil Presiden kita cukup padat. Lumayan, kita jadi lebih kenal beliau. Sayangnya beberapa foto yang disisipkan bukan dengan kertas luks jadi terlihat tak jelas karena dicetak buram. 

Nah sekarang sudah lima tahun dari 2012, ayo dong cetak lagi kumpulan artikel beliau. Pastinya sudah banyak sekali cerita yang bergulir. Lima tahun terakhir adalah masa paling sibuk, penuh huru-hara Pilpres dan pro-kontra terbesar dalam Pemilu Indonesia sepanjang masa. Kalau ada buku detail Pak Jokowi lagi, boleh deh saya coba nikmati lagi. Japri!

Panjang umur dan sehat selalu ya Mr. Presiden. Good luck!

Jokowi: Spirit Bantaran Kali Anyar | oleh Domu D. Ambarita, Albert G. Joko, Ade Rizal Avianto, Yogi Gustaman, FX Ismanto | copyright 2012 | artistik Achmad Subandi | Disain cover Setiawan | Penerbit Elex Media Komputindo | 236121777 | ISBN 978-602-00-3385-3 | Skor: 3/5

Karawang, 200617 – Taylor Swift – Everything Has Changed