On This Day – 2009

image

Brocchi: “Kemenangan ini saya persembahkan untuk dua nama, yang pertama untuk Gabriele Sandri karena ini juga kemenangannya. Yang kedua untuk sang presiden Claudio Lotito yang telah melakukan segalanya untuk piala ini.”

Stadio Olimpico – Roma, 13 Mei 2009. Gara-gara seorang teman posting on this day – 2012 Manchester City juara English Premiere League (EPL) melalui drama injuri time (Apa kabar Fergie?!), saya jadi teringat satu hari yang sama di tahun 2009. Saat setiap orang memberitahu sejarah City itu saya pastinya langsung teringat Final Coppa delapan tahun lalu. Maka catatan hari ini saya persembahkan utuh, sekaligus menyambut Final Coppa 2017 lawan Juventus tengah pekan nanti.

Sebenarnya sudah buat draft buat posting juara EPL teranyar, Chelsea FC yang pagi tadi memastikan pasca menumbangkan taun rumah West Bromwich 0-1. Tapi karena terlalu ramai cerita itu makanya saya buat tulisan yang lebih personal. Lagian kalau kalian tengok semua kanal bola atau olahraga hari ini kisah Skuat Conte berpesta bertebaran di mana-mana. Mengikuti arus sudah tak menarik. Menuruti hype terasa sangat biasa.

Kisah pasukan Delio Rosi mengangkat piala di Olimpico terasa sangat istimewa. Di awal musim itu seorang pelatih nyentrik melakoni musim pertamanya di Serie A dan bilang, “Roma, Milan dan Juventus akan mengakhiri musim ini tanpa gelar.” Nah saat perayaan beberapa pemain mengenakan kaos bertuliskan ‘lo campione, tu zero titoli’- I am champion, you have no honours’. Menohok banget kan.

Menggunakan strategi 4-4-2, Goran Pandev yang dikabarnya cidera dan diragukan tampil ternyata muncul dalam skuat. Berduet dengan Mauro Zarate. Sisi tengah dikapteni Ledesma. Sedang sektor belakang Kolarov dan Lichtsteiner siap membantu serangan. Saat wasit Roberto Rosetti meniup peluit keras tanda dimulai pertandingan gemuruh Olimpico menyambut. Kedua tim memperagakan permainan terbuka. Lazio The Great unggul cepat menit keempat. Prosesnya serangan dari kiri, Zarate membawa bola memasuki pertahanan Il Samp tapi bola berhasil diblok dan lawan langsung menyusun serangan balik. Tapi belum sempat melewati garis tengah, operan Franceschini kepada Pazzini berhasil direbut Rocky dan keadaan berbalik lagi. Dari kiri Mauro Zarate menyusuri lapangan melewati tiga pemain lalu saat bola masih di luar garis pinalti melakukan tendangan jarak jauh nan fantastis. Penempatan bola yang jitu jauh dari jangkauan Luca Castelazzi. Gol! 1-0. Selebrasi khas mengepakkan kedua tangan maju mundur, lari ke lintasan lari.

Menit ke 26 Lazio nyaris menggandakan kedudukan, melalui tendangan khas jarak jauh Kolarov. Dari sisi kiri, sayang berhasil diblok. Bola muntah sempat ditembak lagi oleh Pandev, tembakan kedua pun berhasil ditepis. Setelah memperagakan permainan terbuka yang seru, Il Samp akhirnya berhasil menyamakan kedudukan menit 31. Prosesnya dari kiri pertahanan, Antonio Cassano memberi umpan lambung ke depan garis pinalti. Sempat disundul Franceschini ke dalam kotak dilanjutkan Pazzini dengan kepala. Gol 1-1.

Setelahnya kedua tim justru lebih berhati-hati. Tapi tak membuat permainan membosankan. Babak kedua jual beli serangan terus berlanjut. Pazzini bisa saja menyegel kemenangan, tapi Dabo cs tampil prima. Zarate pun tetap padu di depan. Tapi memang banyak peluang tapi tak ada yang benar-benar berubah gol. Sehingga waktu normal 90 menit kedudukan imbang. Setelah 2×15 menit permainan hampa dipaksa ke babak tos-tosan. Sampdoria mendapat giliran pertama menendang.

Tendangan pertama Cassano sukses diblok Muslera, tendangan ke arah kiri itu berhasil ditepis. Tendangan pertama Lazio, sang kapten sukses.

Tendangan kedua Palombo gol, Muslera tepat menebak, tapi bola terlalu jauh. Tendangan kedua kita gagal. Rocchi menempatkan bola ke kiri, tapi tak cukup dalam sehingga menerpa mistar.

Tendangan ketiga sampai kelima sukses semua, skor 4-4. Saat memasuki tendangan tambahan inilah Muslera menunjukkan bintangnya. Shoot kanan tengah Campagnaro dapat dibaca Muslera sehingga berhasil menempatkan tangan kanannya untuk blocking. Dan tembakan final Dabo pun menghantar Lazio juara copa kelimanya. Muslera tak berani melihat langsung eksekusi, ia menghadap penonton dan ikut berlari dalam sorak sorai setelahnya.

Penyerahan piala langsung oleh presiden Italia Giorgio Napolitano kepada Rocchi dan Ledesma, bersama mengangkatnya ke udara. Dalam taburan convetti merah, putih, hijau. Pesta Lazio dalam pentas Coppa terulang di tahun 2013, empat tahun berselang. Dan kini empat tahun kemudian akankah kita kembali mendapatkannya? Sebuah pertanda 4 tahun sekali kita juara Coppa.

Setelah Delapan Tahun, apa yang terjadi pada punggawa The Great?

Pelatih:
#Delio Rossi – Lazio adalah satu-satunya tim BESAR yang pernah ditangani Delio Rossi. Dan jadi satu-satunya piala yang pernah beliau persembahkan. Sebut saja semua tim semenjana yang ada di kepala, beberapa yang terlintas pasti pernah dibesutnya. Terakhir melatih Bologna menggantikan Diego Lopez dan sukses promosi ke Serie A. Sayang hanya sebentar, hasil buruk beruntun di awal Liga hingga terpaksa lengser.

Pemain:
#Fernando Muslera – Baby face yang menghentak Piala Dunia (PD) 2010 sebagai best goalkepeer ini akhirnya dijual ke Galatasay tahun 2011. Setelah tarik ulur drama berkepanjangan mengenai perpanjangan kontrak, gaji, harga dan klub tujuan akhirnya dia memilih Liga Turki sebagai pelabuhan berikutnya, sampai sekarang. Juara Super Lig beruntun di tim terkuat? Ah ga ada seninya, dan fan Bayern-pun tertawa.

#Stephan Lichtsteiner – Ini adalah salah satu pemain durhaka. Di musim 2011 ia pindah ke Juventus dan tiap kali melawan Lazio akan merayakan berlebihan seakan lupa siapa yang membawanya tenar. Sekalipun jadi cadangan di tim Kuda Jingkrak ia mengucap betah.

#Aleksandar Kolarov – Komoditi panas transfer Lazio. Sebagai pemain bintang, pasca juara banyak tawaran masuk. Di tahun 2010, klub kaya baru Manchester City menariknya. Drama transfer Kolarov berliku, hampir saja berseteru dengan sang presiden. Untung harga ke City cocok. Sampai sekarang masih di Manchester Biru dan tergolong sukses di Inggris karena siapapun pelatihnya Alex tetap nomor satu. Kapan janji pulang ke Lazio kau penuhi?

#David Rozehnal – Pemain Ceko ini tentu saja asing di telinga Laziale karena hanya semusim dalam pinjaman Newcatle. Setelah dua musim di Jerman ia merantau ke Lille sebelum akhirnya pulang kampung ke KV Oostende.

#Sebastiano Siviglia – Bek senior yang membela Lazio empat musim setengah ini akhirnya pensiun di ibukota tahun 2010. Tak banyak mantan Roma yang kita cinta, daftarnya pendek. Peruzzi dan Siviglia tentu ada dalam urutan atas.

#Christian Brocchi – Sempat kunilai habis di Milan dan ke Lazio hanya hura-hura, ternyata salah. Brocchi jadi sosok penting di sektor gelandang bertahan. Musim debut manis berbuah gelar ini mengikatnya sampai tahun 2013. Satu lagi bintang besar yang pensiun di sini. Setelah menjajaki pelatih primavera Milan 2014-2016, sempat naik kelas ke senior tapi hanya sesaat mengganti Sinisa Mihajolovic yang dipecat jelang akhir musim. Saat ini menjadi pelatih klub Serie B, Brescia.

#Christian Ledesma – Sang kapten pujaan. Selama karir panjang 8 musim berbaju Lazio, Ledesma adalah legenda besar sektor tengah. Sayang sejarah mencatat cap di timnas tak cemerlang. Dengan bendera Argentina dan Italia, bisa jadi ia memilih. Hanya sekali dicoba Parandelli di tahun 2010 melawan Rumania dalam laga persahabatan. Setelah mencoba ke Brazil dan pulang ke Argentina, saat ini main di Ternana, ‘melatih’ Primavera Lazio.

#Osmane Dabo – Pemain yang saya kenal sebagai Interisti ini sempat merantau ke Manchester Biru sebelum akhirnya balik lagi tahun 2008. Setelah terkatung tanpa klub 2010 ia menerima tawaran ke Amerika. Sayang baru main tiga kali ia terkapar dan akhirnya memutuskan pensiun.

#Pasquale Foggia – Laziale sejati. Selama 7 musim bersama Lazio dirinya lebih sering dipinjamkan, sampai pensiun 2014 terdampar ke Salernitana, klubnya Lotito. Saat ini Foggia memiliki akademi sepakbola, dan dirinya selalu bilang Lazio klub terbaik yang pernah dibelanya.

#Mauro Zarate – Striker berkelas. Tendangan jarak jauhnya mematikan. Dinamic duo bersama Pandev. Tarik ulur kontrak, terlampau sering berpindah sekalipun pinjaman. Setelah dari EPL kembali ke EPL. Pasca keluar dari Lazio tahun 2013, kariernya meredup. Saat ini terikat kontrak dengan Watford.

#Goran Pandev – Striker kelas wahid. Duet terbaik bersama Zarate. Sayang sekali akhir yang tak manis bersama Lazio karena setelah juara, tarik ulur kontrak terjadi. Pandev ingin hengkang, atau kenaikan gaji tapi tak ada kata deal dengan Lotito. Setelah setengah musim tak tentu arah, Pandev tak dimainkan reguler padahal bugar akhirnya Inter menyambar peluang. Pilihan diwaktu yang pas karena di akhir musim 2010 Inter treble dan Pandev terlibat, sekaligus jadi cadangan Milito. Sempat merantau ke Turki dan mencicipi Napoli, Goran per tahun 2015 ke Luigi Ferraris. Sayang tiap gol ke gawang Lazio dia selebrasi berlebih. Walau berujar, selebrasinya untuk menyindir Lotito tapi itu terlihat menyakitkan fan. Bahkan gol terbarunya ke gawang Thomas, ia dirangkul Cataldi.

#Stefan Radu – Debut musimnya di Italia langsung memberi gelar juara. Stefan Radu adalah tipe pemain setia. Setelah diangkut dari Dinamo Bucuresti, 4 tahun yang sukses lalu hanya jersey Lazio yang dikenakan, bahkan saat ini sudah diikat panjang sampai tahun 2022. Sudah pensiun dari Timnas Rumania, kala itu ia bilang agar bisa konsentrasi ke Lazio. Keren!

#Tommaso Rocchi – Laziale yang fantastis. Pernah berjanji akan pensiun di Lazio. Setelah 9 tahun yang gemilang dengan 82 gol, Rocchi justru mengikuti jejak pemain gagal yang berlabuh ke Inter. Saya sendiri heran kenapa pemain berpengalaman bisa terjatuh di lubang Meazza. Cuma sebentar lalu pindah-pindah ke klub antah Haladas dan Tatabanya. Pernah dengar? Tidak? Saya juga.

#Juan Pablo Carrizo – Diplot sebagai kiper utama ketika direkrut tahun 2008, justru melempen. Gagal meyakinkan Rossi sehingga kiper kedua Muslera naik. Konsistensi anak muda itu memaksa Carrizo mendekam di bangku cadangan. Sempat ke LA Liga dan pulang ke River Plate sampai akhirnya kembali ke Italia bersama Inter, dan tentu saja tetap cadangan.

#Lorenzo De Silvestri – Bek kanan didikan asli Formelo ini setelah juara malah ke Fiorentina, setelah gagal menembus tim inti. De Silvestri juga gagal menembus timnas Italia, terhitung hanya 6 kali membela Gli Azzuri dan itupun sekedar laga-laga teri. Saat ini membela Torino, dan juga bukan pemain inti ternyata.

#Modibo Diakite – Sebagai bek sentral Diakite seharusnya bisa lebih fight. Sayang sekali didikan akademi Pescara ini jarang unjuk gigi. Malang melintang di klub kecil, bahkan pernah ke La Coruna, dan gagal. Sekarang di Ternana ngerumpi nostalgia bersama Ledesma.

#Stefano Mauri – Il capitano. Laziale sejati. Selama 10 musim yang penuh warna, Mauri termasuk pemain tengah yang luar biasa, sentral. Sempat disangkutkan dengan kasus calciopoli tahun 2012 dan jadi berita panas. Tahun 2013 sukses mengangkat piala lagi. Sayangnya di tahun 2016, kontraknya terkatung free agen. Tahun 2017 terpaksa ke Brescia, klub yang pernah dinaunginya selama semusim, dan sukses.

#Simone Del Nero – The number 23. Tak terlalu akrab di telinga karena Del Nero termasuk pemain gagal. Seingatku belum pernah cetak gol. Wajar di tahun 2013 sampai terdampar di Serie D bersama Massese. Saat ini membela Carrarese bersama Gennaro Tutino, nah kalau yang ini justru tahu. Striker masa depan Napoli atau bisa dibilang masa depan Italia!

Presiden:
#Claudio Lotito FOREVER! Setelah delapan tahun presiden kita tetap Lotito. Sempat didemo, libera la Lazio tahun 2015 tapi justru skuat Pioli pamer gaya. Sang presiden tetap cuek, malah membalas harusnya fan berterima kasih padanya karena keuangan klub sangat stabil. Bersama pencari bakat yang sangat berbakat Igli Tare, mungkin delapan tahun lagi Lazio bisa juara Liga Champions. Semoga!

Karawang, 130517 – Til Kingdom Come
*) tulisan dibuat di malam Minggu sambil nonton Fio V Lazio on Jak TV, dan baru sempat diedit-pos malam ini. #ForzaLazio #AvantiLazio

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s