109 Tahun Inter Di Mata FOC Indonesia

image

Kuis Anniversaro 109 Internazionale.
Inter vs Atlanta.
Skor
Skorer
Tulis 1 kalimat terakhir di halaman 109 di buku yang Foc-ers baca #judul#pengarang.

JK
Inter vs Atlanta.
Skor : 4-0
Skorer : Icardi
Tapi saat berikutnya, sementara pandangannya belum dialihkan dari kanvas, si pelukis menjadi gemetar dan sangat pucat, dia terperanjat dan berseru dengan suara keras,”lukisan ini sungguh kehidupan itu sendiri! ” lalu tiba-tiba berpaling untuk memandangi sang istri tercinta: “dia sudah mati”.
– The Black Cat and the Other Stories, EdgarAllanPoe

Arief
Skor: 2-0
Skorer: Icardi
Gonzales gelagapan. Ia menoleh padaku, mohon bantuan. Aku menoleh pada MVRC Manooj dan ia menoleh pada Ninoch. Ninoch seperti biasa, menunduk malu.
– Edensor, Andrea Hirata

Huang
Skor: 2-1
Skorer: Icardi
Karena kamu berhati buruk dan secara diam2 mencelakakan orang lain di kehidupan lampau.
– The Cause and Effect Sutra, Anonim

Arifin
Skor: 3-1
Skorer: Icardi
Sehat jasmani tanpa diimbangi dengan sehat rohani akan menjadikan seseorang jatuh nilainya.
– Dahsyatnya Bangun Pagi, Tahajud, Subuh & Dhuha., Adlan Al-Ikhwani.

Bagas
Skor: 3 – 0
Skorer: Icardi
Petunjuk:
Ingat persamaan parameter parabola puncak O (0,0). Misal dua titik pada parabola adalah A dan B, tentukan koordinat A dan B dari parameter parabola.
Ingat rumus menentukan koefisien arah dua titik yang diketahui.
– Geometri Analitik Bidang, Dr Sutama, M. Pd

DC (X)
Inter v Atalanta
Skor 1-0
Skorer Icardi
Duuhhh belum ada yang dibaca

Gabriel Jesus
Inter vs Atalanta
Skor 3-2
Scorer Perisic
Ini semua bukan tentang selera, tentang musik, tentang bola atau apapun. Itu semua kecil banget dibanding kalau kita menjadi orang yang membuat orang lain bisa bernafas lebih lega karena keberadaan kita di situ.
– 5cm, Donny Dhirgantoro

GG
Inter vs Atalanta
Skor 4-1
Skorer Icardi
Lalu, meski menuai protes dari fans Cardiff karena ia dianggap tak mengenal tradisi  Cardiff, bukankah Vincent Tan bisa menunjukkan bagaimana seorang penduduk negara persemakmuran kini bisa berjaya di tanah yang dulu menjajahnya?
– Brazilian Football and Their Enemies, Pandit Football Indonesia

LBP
Int 1-1 Atlanta
Candreva
“Bang…” Vina mendekati suaminya, nada suaranya tak sekeras tadi, “kalau misalnya benar gue kena kanker memangnya kita mau operasi pakai biaya dari mana? Kantor lo kan kagak kasih asuransi.”
– Pinky Promise, Kireina Enno

Mrs Reus
Inter vs Atalanta 2-2
Skorer: icardi
Good is an adjective. Caroline felt good about her test results. (good describes Caroline)
– Road to English Proficiency Test, Mohammad Kurjum

Widy
Inter 4-2 atalanta
Scorer : Icardi
“Dengan Tetap didukung karyawannya yang rela berkorban, akhirnya telkomsel mampu membuktikan konsistensi perjuangannya dengan brand yang melekat di hati masyarakat dan menjadi yang terbesar di Indonesia.
– ESQ, EMOTIONAL SPIRITUAL QUOTIENT the Easy Way 165, Ary  Ginanjar Agustian

Takdir
Inter 1-0 Atlanta
Candrevak
Namun, baru setahun lalu aku yakin bahwa puing sisa pemboman masih jadi pemandangan umum di seluruh kota ini, misalnya area di seberang Jembatan Keraguan – lokasi distrik hiburan kami berada- yang tahun lalu masih berupa padang puing.
– An Artist of the Floating World, Kazuo Ishiguro

Karawang, 120217

Iklan

Silence: Grim And Intimidating

image

image

Father Rodrigues: I pray but I am lost. Am I just praying to silence?

Film ketiga Oscar 2017 yang ku-rate sempurna setelah Arrival dan Captain Fantastic. Kisahnya sangat panjang, hingga menyikat durasi hampir 3 jam. Waktu yang bisa saya gunakan untuk merampungkan baca satu buku terbitan Atria itu saya persembahkan untuk sebuah film karya sutradara legendaris Martin Scorsese. Untungnya worth it, karena sesuai ekspektasi. Berdasarkan buku karya Shusaku Endo yang bulan lalu sebenarnya sudah saya timang-timang untuk saya beli, namun urung karena terbentur budget, next time pasti kebeli. Kujamin! Martin sendiri menerima novel Endo tahun 1988 dari Paul Moore, seorang Pendeta di New York. Butuh nyaris 3 dekade untuk divisualisasikan!

Kisahnya pilu dan mengintimidasi. Sedari awal sudah diperlihatkan adegan pembunuhan. Walau pengambilan gambar eksekusinya ga eksplisit karena kamera akan menjauh di adegan itu. Bahwa Kristenisasi di abad ke 17 terjadi di tanah Jepang, tepatnya tahun 1637 sesuai yang narator sampaikan. Para Pendeta dikirim ke berbagai belahan dunia. Kalau dulu pas sekolah saya dapat dari pelajaran IPS – Ilmu Pengetahuan Sosial sub Geografi Sejarah bahwa saat itu Eropa menyerbu – boleh juga kau sebut menjajah – Asia dengan misi 3G: Glory, Gold dan Gospel. Nah film ini akan menyosot ‘G terakhir’ tapi dari sudut pandang yang teraniaya. Dari adegan pembuka, kita langsung disuguhi wajah aktor besar Liam Nesson (sebagai Pendeta Cristovao Ferreira) tapi butuh lebih dari sejam lagi untuk muncul. Ia tertangkap bersama 4 Pendeta lainnya, dieksekusi mati dengan keji di depan warga sebagai contoh. Disalib, ditelanjangi lalu disiram air panas setetes demi setetes sehingga sakitnya teramat dan perlahan. Jepang era Shogun Tokugawa melarang pengaruh Barat masuk. Segala hal yang berbau Kristen dibumihanguskan. Zaman itu dipakai untuk kolonialisme, untuk politik, untuk kuasa. Jadi kalau zaman sekarang kalian masih menunggangi Agama untuk meraup suara dalam Kampanye Pemilu, kalian mundur 4 abad ke belakang.

Father Cristovao Ferreira tidak mati, ia murtad untuk menyelamatkan nyawa. Surat perpindahan keyakinan itu diselundupkan, disalurkan dan ditebus sampai ke St. Paul’s College, Macau. Dibacakan oleh Pendeta Jesuit Portugis, Father Allesandro Valignano (Ciaran Hinds) kepada dua pengikut Ferreira, Father Sebastiao Rodrigues (diperankan dengan sangat bagus oleh Andrew Garfield) dan Father Fransisco Garupe (Adam Driver). Kabar yang mengejutkan itu sulit dipercaya, bagaimana bisa orang pegangan mereka ternyata melepas pegangannya, lalu mereka meminta izin untuk bertemu dan ‘meluruskan’ Ferreira ke Jepang. Tentu saja ini adalah misi berbahaya, nyawa taruhannya. Keinginan mereka bak semangat pertama anak muda berpetualang ke tanah seberang.

Mereka dipertemukan dengan saudagar Tuan Chun yang membawanya kepada seorang Jepang yang terdampar di Macau, alkoholik frustasi Kichijiro (Yosuke Kubozuka). Seorang nelayan yang ingin pulang itu akhirnya menghantar mereka menyelundup untuk menginjakkan kaki di Negeri Matahari Terbit. Dalam adegan yang dramatis dan sunyi saat perahu mereka menepi, diluarduga disambut umatnya. Sebuah desa yang penuh Kristiani. Ada dua kepala desa yang selama ini membaptis dan memimpin doa, Mokichi (Shinya Tsukamoto) dan Ichizo (Yoshi Oida). Mereka dengan suka cita melayani Pendeta yang datang. Era itu, barang siapa bisa menunjukkan seorang Kristen mendapat 100 keping emas, saudara Kristen berarti 200 keping emas dan bisa menunjukkan seorang Pendeta artinya 300 keping emas. Era itu begitu mencekam, beda keyakinan dibunuh. Kebebasan beragama ditenggelamkan ke rawa-rawa terdalam.

Rodrigues dan Garupe bersembunyi dan sesekali muncul untuk memimpin doa. Rasa frustasi mulai tampak, jika mereka tak bertindak bagaimana bisa menemukan guru mereka? Suatu hari mereka ditemukan dua orang Jepang memakai buyuk/caping dibalik kabut. Awalnya ketakutan, namun ternyata mereka dua orang Kristen yang datang dari Goto. Mereka tahu ada Pendeta datang ke Jepang via si gila Kichijiro. Mereka meminta Padre (Romanji-nya Father) untuk ke sana karena umat begitu rindu pemimpin. Adegan itu mengharu biru, yang akan membuat orang tersentuh. Di tengah tekanan dan ancaman, masih ada umat yang memegang teguh keyakinan. Minoritas yang teraniaya. Dari Goto, Rodrigues mendapat informasi dari seorang tua bahwa Ferreira di Shinmachi, daerah dekat Nagasaki. Itu dulu sebelum masalah besar terjadi. Kota berbahaya.

Di Goto, Rodrigues membagikan salib ayaman dari selubung padi. Diterima dengan suka cita umatnya, sampai-sampai pada mencium penuh kasih. Salib yang membuatnya khawatir karena mereka menilai tanda-tanda keimanan ini jauh lebih dari keimanan itu sendiri. Tapi melihat antusiasme tinggi itu, Rodrigues begitu tarharu. Ia bahkan memberikan Rosarianya. Semacam tasbih, yang dibagikan satu per satu tiap butirnya. Kecuali Kichijiro yang berlari ketakutan. Ternyata si gila memikul beban dosa tak tertanggung, ia memiliki masa lalu yang kelam. Dan bagaimana keluarganya meregang nyawa ditampilkan dengan pilu. Setiap ingat itu ia selalu ingin melakukan Pengakuan dosa.

Di Goto, Rodrigues membaptis ratusan orang. Menjadi orang yang begitu dihormati bak nabi, bak The Chosen One. Berjalannya waktu, Pihak Pemerintah Jepang memburu. Mereka mengancam kalau dalam tiga hari mereka tak memberi informasi tentang persembunyian Pendeta maka mereka akan membunuh 4 orang dan salah satunya sang pemimpin Mokichi. Informasi itu diperdebat, Rodrigues dan Garupe begitu dicintai mereka bimbang, apakah harus pergi ataukah bertahan. Maju kena mundur kena. Dan keputusan bulat diambil, Padre bertahan sehingga wajib dipilihlah empat orang yang siap mati. Dua pemimpinnya tentu saja maju yang pertama, jeda lama. Jeda diam yang begitu menyakitkan, siapa mau mati demi agama? Seorang loyalis tua mengajukan diri, gila! Sukarela mati bro. Begidik rasanya, dan kurang satu orang. Tak ada yang berani mengajukan diri (salah satu adegan terbaik 2016, sunyi yang mengintimidasi), sampai akhirnya seseorang nyeletuk Kichijiro bukan warga asli sini kenapa bukan dia aja? Adegan di poster saat akhirnya Andrew Garfield bersentuhan jidat dengan Yoshi Oida itu pun terjadi. Ditemani rintikan hujan dengan latar Adam Driver yang berwajah hampa. Sedih sekali.

Eksekusi matinya pun dibuat seram. Satu per satu diminta menginjak simbolisme Yesus, awalnya mau tanpa ekspresi tapi mereka curiga sehingga dilanjutkan diminta meludahi salib dengan menyebut kalimat sulit buat seorang Kristiani. Simbol, sebuah tanda keagamaan itu bertaruh nyawa. Dua Padre yang melihat dari jauh itu benar-benar frustasi, sampai beginikah sebuah negeri menolak Agama Luar?

Aku harap aku bisa sekuat kamu. Setelah eksekusi itu mereka memutuskan pergi. Ah mereka mati sia-sia, mati demi kita. Misi berikutnya mereka berpisah, Garupe ke Hirado dan Rodrigues kembali ke Goto. Dari adegan perpisahan itu saya sudah curiga mereka pasti celaka. Rasa curigaku terbukti, saat tiba di Goto desa sudah porak-poranda. Pemerintah yang dipimpian jaksa kejam Innoe Sama (Issei Ogata) sudah membumihanguskan wilayah itu. “Bapa, aku meminta maaf untuk kelemahan dan keraguanku.” Dan akhirnya apa yang ditakutkanpun terjadi. Berhasilkah mereka bertemu Father Ferreira? Seberapa kuat mereka memikul beban untuk mempertahankan keyakinan di tengah deraan siksa yang pedih di dunia yang fana ini?

Adam Driver adalah aktor baru, belum terlalu lama muncul. Dia mencuat berkat aksinya sebagai Kylo Ren di film besar Star Wars: The Force Awakens. Betapa beruntungnya awal muncul langsung di proyek besar, apalagi kini mendapat tempaan sutradara hebat Martin Scorsese. Penampilannya tetap tenang, wajahnya memang teduh – mirip aktor lokal yang jadi Rangga di AADC series – jadi cocok jadi seorang Pendeta. Penampilan Garfield juara, bagusan di sini ketimbang jadi serdadu anti senjata di Hacksaw Ridge. Anehnya dua penampilan Garfield ini sebagai orang soleh yang terdampar di Jepang! Ada adegan absurd saat dua Padre ini dijamu makan, karena laparnya mereka langsung sikat! Begitu mangkuk diserahkan. Sementara umatnya malah tenang dan berdoa khusuk sebelum makan. Aneh bin ajaib.

Film sebagus ini bahkan tak masuk kandidat best picture. Hanya menyumbang satu kategori, itupun bukan utama. Duh, bandingkan film foya-foya joget dan nyanyi penuh warna yang nyaris menang itu, jauh banget kualitasnya. Ini adalah film religius ketiga Martin setelah The Last Temptation of Christ dan Kundun. Skoringnya bagus banget. Begitu pas mengiringi ‘kesunyian’ yang menyelimuti. Bunyi jangkrik dalam renungan. Adegan saat si gila meludah ditemani skor jeder jeder, wuiszz serem.

Film ini pertama tayang rilis terbatas di Vatikan. Lalu screening terbatas lagi di depan ratusan Pendeta di Roma. Mendapat review positif. Yak, tentu saja mereka suka. Walau beberapa adegan memberi gambaran pilu karena simbol agama diinjak, kalau Muslim pasti pada istighfar tapi secara keseluruhan film ini tetap berpegang teguh pada keyakinan. Separuh awal kita mungkin bisa terhanyut untuk memberi simpati pada kaum yang di-dzolimi, sebuah minoritas tertindas. Separuh akhir muncullah sebuah pergolakan batin, kalau Tuhan ada kenapa diam saja – cocok dengan judulnya – saat umatnya disiksa. Dimana Tuhan saat mereka meminta pertolongan? Iman adanya di hati, bukan pada simbol-simbol keagamaan. Bukan pada salib, bukan pada tasbih, bukan pula pada peci, celana cungkring, sampai jenggot tebal. Iman itu didasari di hati. Tak perlu ditonjolkan, tak harus diungkapkan ke orang sekitar, cukup dalam sunyi bersemayam di lubuk pikiran biar Tuhan dan pribadi yang tahu.

For the Japanese Christians and their pastors Ad Majorem Dei Gloriam. Saya nikmati sampai credit title-nya habis. Tak umum karena cast and crew tak berjalan naik, tapi muncul per tulisan lalu ganti. Silence dipersembahkan untuk istri Martin, Helena dan putrinya Fransesca. Seperti katanya bahwa Silence is about the necessity of believe fighting teh voice of experience!

Beruntunglah kita, hidup di era kebebasan beragama. Toleransi dalam bergaul. Hidup dalam lindungan dan kasih sayangNya. Semoga kita semua selalu dalam limpahan rahmat Tuhan Yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang. Amin.

Silence | Year 2016 | Directed by Martin Scorsese | Screenplay Martin Scorsese, Jay Cooks | Cast Andrew Garfield, Adam Driver, Liam Neeson, Yosuke Kubozuka, Issei Ogata | Skor: 5/5

Karawang, 120317 – Sherina Munaf feat Elfa’s Singers – Selamat Datang Cinta

Immobile Vs Belotti: Duel Duet Attacante Gli Azzuri

image

Lazio V Torino.
FOCCERS dengan semangat 1900 memprediksi.

LBP 3-0
Immo 16 gol vs Belotti 22 gol. Komoditas panas musim transfer jeda kompetisi nanti. Lazio nomor 4 menuju zona liga Juara, Il Toro nomor 9 tinggal 1 poin menuju salvation. Kiper muda gilang gemilang Thomas Strakosha vs Kiper timnas England yang sedang bangkit Joe Hart. Siapa unggul? Pastikan Selasa dini hari kalian duduk manis depan Trans7 untuk jadi saksi BIGMATCH Serie A pekan ini. Ale ale Lazio ti amo.

Arifin
Lajio v Torino 2-0. Immo
Lajio menang. Torino tumbang. Om Budi riang.

Arief
Lazio v Torino 1-0. Immobile.
Lazio terus mengintip zona UCL. Tim besutan Sinisa Mihajlovic tak pernah menang atas Lazio di 7 duel terakhir.
Meski menghormati eks klub, sang penyerang takkan sungkan mencetak gol.

Huang
Lazio v Torino. 2-2. Belotti.
Ini pertemuan yang saru. Apalagi kalo bukan duel 2 capocanonieri lokal yang sama-sama sedang ngocol, eh, onfire. Saya menjagokan Bellotti sebagai pencetak gol karena namanya ada berbau totti tottinya gitu, sang pangeran romlah.

Gabriel Jesus
Lazio vs Torino 3-2, Immobile
Lazio akan lanjutkan tren kemenangan. Tidak terkalahkan di 6 game beruntun jadi bukti Lazio jantan. Immobile akam teruskan rentetan gol berjalan.

Takdir
Immobile 2-1 Belloti
The hottest partners on the earth. Game on! It looks like these sports stars know how to score both on and off the field. You complete me – Jerry Maguire. #AvantiLazio

Widy
Lazio 3-1 Torino. Immobile
Lanjutin kemenangan. Lawan berikutnya cuma tim Skelas torino. Bisalah untuk  Lazio. Skor 3-1 mewarnai partai ini.

Ajie Muser
Lazio 1-2 Torino, Belloti.
Laju Lazio wajib terhenti di giornata kali ini demi memuluskan jalan bagi Internazionale Milano. #forzainter

Bagas
Lazio 4 – 2 Torino, Parolo
Lajio mulai konsisten. Begitu juga di laga ini pasti bisa memetik poin penuh. Forza Lajio.

Jk
Lazio 1-1 Torino, Immo.
Si Elang biru masih mampu mengepakkan sayap. Saatnya posisi idle biar ga cape. Hasil imbang 1-1 cukup bagi kduanya.

Imoenk 21
Lazio 1-1 Torino, Belotti.
Skor saingan sama bung Jack, cuma beda skorer. Gak opo-opo sing penting nebak. Belotti on fire hlo jack. Biasanya nyekor hlo.

DC
Lazio 2-1 Torino, Immobile
Menang tipis. Itu yang akan terjadi di laga ini. Dan 3 poin tersebut jadi milik tuan rumah.

Emas agos
Lazio 1 – 0 Torino. Felipe bale.
Kota turin milik wasit semalam. Kota roma milik Budi untuk kali ini. 3 angka mendekatkan impian bermain melawan Barca. Glory….glory….laziale ✊🏾

Karawang, 110217