Kubo

image

Kubo: “If you must blink, do it now”

Saya menonton Kubo beruntun dengan Moana, yang ada beberapa kemiripan. Animasi bagus dengan karakter utama punya kemampuan khusus yang dibantu dewa. Dua kartun yang leading di perebutan best animated feature. Moana punya keceriaan khas Disney, Kubo punya kualitas stop-motion khas Laika.

Kubo (voice by Art Parkinson) adalah seorang anak tunggal yang diasuh ibunya (Charlie Theron) di sebuah goa. Mata kirinya ditutup terus, ia kehilangan salah satu pengelihatannya karena ulah sang kakek. Kubo adalah seorang paper-boy yang mengenakan jubah milik alm. ayahnya Hanzo. Memainkan lagu dengan gitar ditemani origami berbentuk para karakter untuk mendukung cerita. Kubo memetik gitar sambil berceloteh kisah tentang seorang samurai Hanzo yang berjuang mencari tiga senjata utama untuk melawan raja bulan: Pedang super kokoh, baju besi anti tembus dan helm super kebal. Saat cerita mempertemukan Hanzo dan musuh bebuyutannya, matahari tenggelam. Cerita selalu terpenggal di sana, penonton ingin akhir cerita namun karena Kubo tak boleh berkeliaran malam hari maka cepat-cepat ia pulang. Sampai di goa posisi ibunya masih sama saat ia tinggal pergi, terduduk diam menghadap matahari. Saat malam benar-benar datang barulah ibunya terbangun, bercengkerama dengan putra semata wayangnya, menceritakan kisah keluarga ditemani boneka monyet imut terduduk manyun.

Keseharian Kubo terusik oleh tuturan seorang nenek, bahwa sebuah kemeriahan festival yang penuh kembang api, nyanyian, tarian, dan pesta. Dan poin utamanya adalah lentera di altar yang digunakan orang-orang untuk berbicara dengan orang terkasih yang sudah meninggal. Dunia antara, yang menebas rindu itu membuat Kubo penasaran. Maka malam itu ia tak patuh sama petuah ibunya, ia tak segera pulang, dibawanya lentera ke altar untuk berbicara dengan alm. ayahnya. Zonk. Ternyata larangan sang ibu berkait dengan The Sisters (Rooney Mara) yang memburunya. Betapa aura negatif langsung menyeruak. Desa dibuat luluh lantak. Saat Kubo berusaha kabur lari ia terjatuh, gitarnya terlepas. Saat genting itu datanglah sang ibu menyelamatkannya. Diberinya kekuatan di jubahnya sehingga Kubo-pun terbang. Sang ibu menggunakan kekuatan sihir terakhirnya untuk menyelamatkannya. Ia berteriak memanggil ibunya sambil melayang dan tertariklah sehelai rambut.

Ia terbangun di negeri asing Nun Jauh dengan latar putih berteman badai bersama seekor monyet putih (Charlie Theron lagi). Kubo yang kebingungan, diajaknya pergi untuk mencari tempat berlindung. Tentu saja banyak tanya yang ingin terlontar namun malam itu telah larut sehingga diminta segera istirahat. Dari cerita sang monyet, ibunya telah pergi, monyet yang menyertainya adalah perwujudan jimat boneka sebesar kepalan tangan yang selalu dibawa Kubo ke mana-mana, jadi kini monyet itu hidup menjadi pemandu. Berdua mereka akan mencari tiga senjata utama. Shock, ternyata kisah Hanzo itu sungguh nyata. Bedanya kini ialah pemeran sang Hanzo.

Mereka memulai pencarian tanpa petunjuk kecuali origami kertas berwarna merah berbentuk sang samurai. Ia terus menunjuk dengan pedangnya ke suatu arah. Menuruti instruksi kertas? Yah, daripada tanpa pegangan sama sekali setidaknya menuruti kertas bergerak itu ide buruk terbaik yang mereka punya. Dalam perjalanan, mereka bertemu dengan seekor kumbang (debut istimewa pengisi suara Matthew McConaughey) berbentuk manusia yang mencoba menculik Kubo. Sang kumbang adalah makhluk terkutuk yang terpaksa melalangbuana di Negeri Nun Jauh ini, ia fanatik Hanzo. Jadi kebetulan sekali, jubah Kubo adalah milik Hanzo. Ia-pun siap mengabdi mengantar si anak dalam petualangan. Maka bersatulah ia dalam tim.

Nah aksi selama perjalan bertiga inilah bagian terbaik film ini. Petualangan menemui musuh-musuh yang awalnya hanya dalam benak Kubo kini nyata dihadapinya. Mencari pedang, jubah dan helm untuk melawan sang raja bulan (Ralph Fiennes). Melawan jerangkong hidup, ‘mencuri adalah nama tengahku’. Kumbang tertidur balik tak bisa bangkit. Sederhana namun lucu. Mengarungi samudera dengan kertas dan daun yang begitu fantastis. Berhadapan dengan mata raksasa di dasar laut. Memancing ikan yang aneh. Segala tingkah laku si Kumbang sangat lucu. Sangat lucu. Benar-benar jadi karakter favorit dan memorable ini kamvret. Dengan segala rintangan, termasuk perlawanan menawan The sisters dan legenda-legenda Jepang yang mempesona, berhasilkah Kubo menuntaskan misinya?

Opening logo Focus dan Laika dibentuk dari origami biru dan merah, unik. Mewakili mainan Kubo. Laika memang studio istimewa. Sampai saat ini saya memplot kartun Coraline adalah salah satu animasi terbaik yang pernah saya tonton. Kisah uniknya dengan motion-stop yang sangat menawan. Kubo sama bagusnya dengan Coraline, sama berkaitan mata yang hilang. Film ini juga spesial karena sang produser, sang pemilik Laika sendiri yang turun tangan sebagai sutradara. Andai menang Oscar akan jadi debut luar biasa untuk Mr Knight. Mari berharap juri Oscar fair.

String gitar Kubo di awal kisah (kalau kalian perhatikan) berjumlah tiga namun kenapa judulnya bilang hanya dua? Apakah ini terkait kedua orang tuanya? Dalam artian kemelut hidup dan mati? Sebuah non-konsistensi kisah, seharusnya sedari awal isinya dua senar biar linier. Film ini dijual lebih sering disebut ‘Kubo’ saja tanpa embel-embel dua senar gitar. Dan yah, lebih simple dan bagus gitu sih, terdengar sederhana namun mengena.

Di scene akhir kalian akan menemui boneka jerangkong tengkorak berdasarkan cerita Gashadokuro yang ada dalam pertarunagn perebutan pedang. Jerangkong raksasa itu dibuat nyata untuk mewujudkan animasi megah, tingginya mencapai 16 kaki, waaa… boneka stop-motion terbesar yang pernah dibuat untuk mendukung pembuatan animasi. Seperti  film kartun lainnya, setiap kredit jalan ke atas jadi begitu menarik untuk dilihat sampai akhir karena akan ada gambar-gambar bagus menyertai. Di akhir kredit dengan cerdas Laika menutup gambar dengan bentuk segala karakter yang pernah mereka buat. Dari Boxtroll, Coraline, Paranorman dan diakhiri Kubo sebagai film terbaru mereka. Sepintas namun indah.

Akankah menang best animated? Kalau kualitas yang bicara jawabnya YA. Ketimbang Moana yang jadi princess berikutnya Disney (kita mulai bosan), Kubo jelas lebih bagus. Film ini juga menyusul A Nightmare Before Christmas yang sukses menjadi kartun  kandidat best visual effect. Bukti betapa kerennya Kubo. Sayangnya tahun ini visual efek sangat ketat. Antara The Jungle Book dan Doctor Strange sepertinya yang akan menang.

Kisah Kubo ada twist-nya. Tapi karena dua pengisi suara sudah akrab di telinga, kejutan itu tertebak. Tapi tetap ini kisah menawan. Seperti kalimat pembukanya yang intimidatif, “If you must blink, do it now” perjalanan Kubo seolah menantang kita untuk jangan melewatkan tiap detiknya. Yah, saya sepakat ini adalah film istimewa.

Kubo And Two Strings | Year 2016 | Directed by Travis Knight| Screenplay Marc Haimes, Chris Butler | Cast (voices) Charlie Theron, Art Parkinson, Ralph Fiennes, Roney Mara, George Takei, Matthew McConaughey | Skor: 4,5/5

Karawang, 250217 – Sheila On 7 – Ingin Pulang

Advertisements

One thought on “Kubo

  1. Pingback: Best Film 2016 | Lazione Budy

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s