Captain Fantastic: Dua Jam Bersama Petuah Nabi Chomsky

image

image

Kielyr: We’re defined by our actions not our words.

Unique story. Kisah absurb sebuah keluarga yang mengasingkan diri dari hiruk pikuk kehidupan luar. Mendidik anak-anak dengan caranya sendiri, tak perlu sekolah umum. Ben dan Leslie ingin mendidik anak-anaknya menjadi filsuf sejak dini. Menjadikan mereka berfikir kritis dan idealis. Belajar dari alam. Bertahan hidup dengan lingkungan seadanya, beratap langit dan berteman buku sebagai penopang pengetahuan. Dengan kepemimpinan seorang ayah yang fantastis. Terlihat sempurna, sampai akhirnya ibu mereka bunuh diri yang memaksa instropeksi lagi untuk kembali merenungkan apakah perlu mengoreksi arti ‘sempurna’ yang selama ini mereka pegang.

Hidup dari alam dalam arti yang sebenarnya. Ben (diperankan dengan fantastic oleh Viggo Mortensen) adalah kepala keluarga yang mengasingkan keenam anaknya untuk dididik dengan caranya sendiri. Keenam anak unik karena nama mereka ‘mencoba’ hanya satu di dunia ini. Adalah (tarik nafas): Bodevan, Kielyr, Vespyr, Relian, Zaja, Nai – George Mackay, Samantha Isler, Annalise Basso, Nicholas Hamilton, Shree Crooks, Charlie Shotwell. Si sulung Bo dalam adegan pembuka kini sudah dewasa, berhasil menangkap kijang bersenjata pisau dalam penyamarannya dengan melumpuri tubuh. Pesta digelar, di bawah langit dengan api unggun dan iringan lagu.

Ibu mereka Leslie (Trin Miller) sudah tiga bulan tidak bersama mereka karena sakit bipolar disorder. Si bungsu menanyakan kenapa ibu pergi lama sekali. Mereka rindu. Suatu siang saat Ben dan Bo mengantar barang hand made mereka untuk dijual kepada Joe, langganan mereka. Bo menyelinap ke loker surat dan memeriksa inbox. Hasilnya Bo surat dari berbagai universitas yang menyatakan ia diterima di semua perguruan tinggi ternama. Amazing.

Suatu malam, awan hitam menyelimuti. Ben mendapat telepon yang memberitahukan bahwa istrinya bunuh diri memutus urat nadi. Kabar duka ini begitu sulit diterima. Dilema melanda. Seminggu lagi Leslie akan dikuburkan, pemakaman cara Kristiani yang tak sesuai surat wasiat almarhum karena sebagai Budhist ia ingin mayatnya dikremasi dengan diringi nyanyian dan tarian. Awalnya Ben merelakan semuanya, dan aktivitas belajar dan berlatih tetap berjalan seperti biasa. Namun anak-anak tak bisa konsentrasi – Rellian terluka dalam latihan panjat tebing – dan menginginkan menyelamatkan ibunya. Di atas bus family  bernama Steve, di belakang kemudi sampai Ben berteriak, ‘diam dan relakan’. Wajah-wajah lesu menghinggapi. Hufh, tapi siapa peduli. Ben berubah pikiran, ok perjalanan  panjang dimulai.

Setelahnya Captain Fantastic menjadi movie road dari Pasific Northwest menuju New Meksiko. Bagaimana keterasingan mereka selama ini menjadikan mereka seperti sekumpulan sekte terlarang. Telanjang adalah lumrah, setiap laki-laki memiliki penis. Mencuri makanan di swalayan dalam tajuk ‘selamatkan makanan’. Merayakan hari Noam Chomsky dengan memberikan hadiah kepada anak-anak yang membuat Rellian berfikir ulang. Kenapa keluarga kita tidak merayakan Natal seperti yang lain. Tapi malah merayakan hari Chomsky? Bo yang freak di depan cewek sehingga saat akhirnya menerima ciuman pertama langsung melamar sang gadis perokok. Mencoba berburu binatang, malah membidik sekumpulan domba yang sedang digembalakan. Dan seribu satu keanehan yang akan membuat para orang tua mengelus dada.

Tapi. Ada tapinya, dengan segala keanehan mereka. Anak-anak ini jenius. Bo yang tinggal pilih univesitas bergengsi karena bisa enam bahasa dan hafalan kuat dengan fisik luar biasa. Bahkan dalam sebuah adegan si kecil Zaja saat diadu dengan anak SMP dan SMA, saudara sepupunya jadi begitu wow karena anak 8 tahun hafal Amandemen Negara Amerika. Bukan sekedar hafal tapi juga bisa menjelaskan makna The Bills of Rights! Cara mendidik anak memang jadi begitu berpengaruh, lingkungan memang sangat amat berpengaruh.

Sampai akhirnya mereka tiba di Gereja di acara pemakanan. Ben dan keenam anaknya berpakaian aneh (kakek Jack menyebutnya pakaian badut), bukan pakaian berkabung umum dengan setelan jas. Mereka melawan untuk membatalkan penguburan karena Leslie Abigail Cash seorang Budha. Tapi apalah, acara itu jadi begitu kacau dan saling teriak menyalahkan. Mereka terusir dari acara yang harusnya sakral itu.

Rellian protes, ayahnya merusak masa depan. Bo kembali berfikir tentang keinginannya kuliah dan kebersamaan yang kuat keluarga ini mulai retak. Apalagi kakek mereka bersitegang dengan Ben tentang cara terbaik mendidik anak. Saat seakan semua menyalahkan keadaan, kecelakaan tak perlu terjadi Vespyr yang terjatuh dari atap rumah menambah daftar panjang penderitaan lalu mengajak penonton untuk kembali merenungkan arti semua perjuangan ini. Sang kapten tertunduk, apa yang salah?

Endingnya menghentak. Amazing. Lagu ‘Sweet Child O’Mine’ yang emang pada dasarnya lagu fantastis diaransemen ulang dengan cantik sekali oleh keluarga ini. Suara lembut Annalise Basso menjadi hipnotis kremasi yang patut dikenang sebagai salah satu scene terbaik 2016. Dengan pakaian bertuliskan ‘Jesse Jackson 88’ Ben memberi pesan perjuangan kepadanya yang seorang adalah politisi aktivis untuk partai Demokratik tahun 1984 dan 1988.

Sebagai pecinta buku, referensi bacaan tersebar di berbagai sudut. Banyak buku-buku besar disebut dari Lolita, The Brother Karamov, Midlemarch dan tentu saja nama Noam Chomsky disebut berulang kali. Karena keluarga Ben lebih ke kiri sehingga anti kapitalis dan membenci sistem Pemerintah yang berjalan, mereka anaka sekumpulan orang aneh yang jenius.

Saat akhirnya film berakhir dan mengajak kita kembali ke dunia nyata, rasanya fantasi Ross tak ingin kuakhiri. Jelas ini adalah salah satu film terbaik 2016. Penuh emosional. Sangat menyentuh. Di Oscar hanya mewakilkan Viggo Moertensen. Rasanya sulit, pesaing lain tak kalah hebat. Ah sayang sekali, film sefantastis ini tak mendapat piala di Academy Award.

Captain Fantastic | Year 2016 | Directed by Matt Ross | Screenplay Matt Ross | Cast Viggo Mortensen, Frank Langelia, Kathryn Hahn, Steve Zahn, George Mackay, Samantha Isler, Annalise Basso, Shree Crooks | Skor: 5/5

Karawang, 260217 – Calvin Harris – Summer

Iklan

One thought on “Captain Fantastic: Dua Jam Bersama Petuah Nabi Chomsky

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s