Captain Fantastic: Dua Jam Bersama Petuah Nabi Chomsky

image

image

Kielyr: We’re defined by our actions not our words.

Unique story. Kisah absurb sebuah keluarga yang mengasingkan diri dari hiruk pikuk kehidupan luar. Mendidik anak-anak dengan caranya sendiri, tak perlu sekolah umum. Ben dan Leslie ingin mendidik anak-anaknya menjadi filsuf sejak dini. Menjadikan mereka berfikir kritis dan idealis. Belajar dari alam. Bertahan hidup dengan lingkungan seadanya, beratap langit dan berteman buku sebagai penopang pengetahuan. Dengan kepemimpinan seorang ayah yang fantastis. Terlihat sempurna, sampai akhirnya ibu mereka bunuh diri yang memaksa instropeksi lagi untuk kembali merenungkan apakah perlu mengoreksi arti ‘sempurna’ yang selama ini mereka pegang.

Hidup dari alam dalam arti yang sebenarnya. Ben (diperankan dengan fantastic oleh Viggo Mortensen) adalah kepala keluarga yang mengasingkan keenam anaknya untuk dididik dengan caranya sendiri. Keenam anak unik karena nama mereka ‘mencoba’ hanya satu di dunia ini. Adalah (tarik nafas): Bodevan, Kielyr, Vespyr, Relian, Zaja, Nai – George Mackay, Samantha Isler, Annalise Basso, Nicholas Hamilton, Shree Crooks, Charlie Shotwell. Si sulung Bo dalam adegan pembuka kini sudah dewasa, berhasil menangkap kijang bersenjata pisau dalam penyamarannya dengan melumpuri tubuh. Pesta digelar, di bawah langit dengan api unggun dan iringan lagu.

Ibu mereka Leslie (Trin Miller) sudah tiga bulan tidak bersama mereka karena sakit bipolar disorder. Si bungsu menanyakan kenapa ibu pergi lama sekali. Mereka rindu. Suatu siang saat Ben dan Bo mengantar barang hand made mereka untuk dijual kepada Joe, langganan mereka. Bo menyelinap ke loker surat dan memeriksa inbox. Hasilnya Bo surat dari berbagai universitas yang menyatakan ia diterima di semua perguruan tinggi ternama. Amazing.

Suatu malam, awan hitam menyelimuti. Ben mendapat telepon yang memberitahukan bahwa istrinya bunuh diri memutus urat nadi. Kabar duka ini begitu sulit diterima. Dilema melanda. Seminggu lagi Leslie akan dikuburkan, pemakaman cara Kristiani yang tak sesuai surat wasiat almarhum karena sebagai Budhist ia ingin mayatnya dikremasi dengan diringi nyanyian dan tarian. Awalnya Ben merelakan semuanya, dan aktivitas belajar dan berlatih tetap berjalan seperti biasa. Namun anak-anak tak bisa konsentrasi – Rellian terluka dalam latihan panjat tebing – dan menginginkan menyelamatkan ibunya. Di atas bus family  bernama Steve, di belakang kemudi sampai Ben berteriak, ‘diam dan relakan’. Wajah-wajah lesu menghinggapi. Hufh, tapi siapa peduli. Ben berubah pikiran, ok perjalanan  panjang dimulai.

Setelahnya Captain Fantastic menjadi movie road dari Pasific Northwest menuju New Meksiko. Bagaimana keterasingan mereka selama ini menjadikan mereka seperti sekumpulan sekte terlarang. Telanjang adalah lumrah, setiap laki-laki memiliki penis. Mencuri makanan di swalayan dalam tajuk ‘selamatkan makanan’. Merayakan hari Noam Chomsky dengan memberikan hadiah kepada anak-anak yang membuat Rellian berfikir ulang. Kenapa keluarga kita tidak merayakan Natal seperti yang lain. Tapi malah merayakan hari Chomsky? Bo yang freak di depan cewek sehingga saat akhirnya menerima ciuman pertama langsung melamar sang gadis perokok. Mencoba berburu binatang, malah membidik sekumpulan domba yang sedang digembalakan. Dan seribu satu keanehan yang akan membuat para orang tua mengelus dada.

Tapi. Ada tapinya, dengan segala keanehan mereka. Anak-anak ini jenius. Bo yang tinggal pilih univesitas bergengsi karena bisa enam bahasa dan hafalan kuat dengan fisik luar biasa. Bahkan dalam sebuah adegan si kecil Zaja saat diadu dengan anak SMP dan SMA, saudara sepupunya jadi begitu wow karena anak 8 tahun hafal Amandemen Negara Amerika. Bukan sekedar hafal tapi juga bisa menjelaskan makna The Bills of Rights! Cara mendidik anak memang jadi begitu berpengaruh, lingkungan memang sangat amat berpengaruh.

Sampai akhirnya mereka tiba di Gereja di acara pemakanan. Ben dan keenam anaknya berpakaian aneh (kakek Jack menyebutnya pakaian badut), bukan pakaian berkabung umum dengan setelan jas. Mereka melawan untuk membatalkan penguburan karena Leslie Abigail Cash seorang Budha. Tapi apalah, acara itu jadi begitu kacau dan saling teriak menyalahkan. Mereka terusir dari acara yang harusnya sakral itu.

Rellian protes, ayahnya merusak masa depan. Bo kembali berfikir tentang keinginannya kuliah dan kebersamaan yang kuat keluarga ini mulai retak. Apalagi kakek mereka bersitegang dengan Ben tentang cara terbaik mendidik anak. Saat seakan semua menyalahkan keadaan, kecelakaan tak perlu terjadi Vespyr yang terjatuh dari atap rumah menambah daftar panjang penderitaan lalu mengajak penonton untuk kembali merenungkan arti semua perjuangan ini. Sang kapten tertunduk, apa yang salah?

Endingnya menghentak. Amazing. Lagu ‘Sweet Child O’Mine’ yang emang pada dasarnya lagu fantastis diaransemen ulang dengan cantik sekali oleh keluarga ini. Suara lembut Annalise Basso menjadi hipnotis kremasi yang patut dikenang sebagai salah satu scene terbaik 2016. Dengan pakaian bertuliskan ‘Jesse Jackson 88’ Ben memberi pesan perjuangan kepadanya yang seorang adalah politisi aktivis untuk partai Demokratik tahun 1984 dan 1988.

Sebagai pecinta buku, referensi bacaan tersebar di berbagai sudut. Banyak buku-buku besar disebut dari Lolita, The Brother Karamov, Midlemarch dan tentu saja nama Noam Chomsky disebut berulang kali. Karena keluarga Ben lebih ke kiri sehingga anti kapitalis dan membenci sistem Pemerintah yang berjalan, mereka anaka sekumpulan orang aneh yang jenius.

Saat akhirnya film berakhir dan mengajak kita kembali ke dunia nyata, rasanya fantasi Ross tak ingin kuakhiri. Jelas ini adalah salah satu film terbaik 2016. Penuh emosional. Sangat menyentuh. Di Oscar hanya mewakilkan Viggo Moertensen. Rasanya sulit, pesaing lain tak kalah hebat. Ah sayang sekali, film sefantastis ini tak mendapat piala di Academy Award.

Captain Fantastic | Year 2016 | Directed by Matt Ross | Screenplay Matt Ross | Cast Viggo Mortensen, Frank Langelia, Kathryn Hahn, Steve Zahn, George Mackay, Samantha Isler, Annalise Basso, Shree Crooks | Skor: 5/5

Karawang, 260217 – Calvin Harris – Summer

Iklan

FOC Dalam Prediksi Oscar 2017.

image

FOCCERS menebak para pemenang 10 kategori utama OSCAR 2017.

JJ repisi1
1. Best Picture: Aripal
2. Best Actor: Casey
3. Best Actress: Natalie
4. Best Supporting Actor: Patel
5. Best Supportig Actress: Pemaine hidden figures
6. Achievment in Directing: Chazele
7. Adapted Screenplay: Moonlit
8. Original Screenplay: Lalala
9. Best Visual Effect: Dr strange
10. Best Animated Feature: Zootop
Komentar: x

Arief_pranata
1. Best Picture:  LA LA LAND
2. Best Actor: Casey Affleck
3. Best Actress: Emma Stone
4. Best Supporting Actor: Mahershala Ali
5. Best Supportig Actress: Viola Davis
6. Achievment in Directing: Damien Chazelle
7. Adapted Screenplay: Moonlight
8. Original Screenplay: Manchester by the sea
9. Best Visual Effect: The Jungle Book
10. Best Animated Feature: Zootopia
Komentar: Sebagai jemaah LA LA LAND-riyah, eke sangat yakin bisa memenangkan best picture. Eke juga jemaah Chazelliyah, sangat yakin Chazelle bakal jadi director termuda yg menang oscar. LA LA LAND bakal memboyong banyak piala oscar, minimal 10 lah🔥🔥

Arifin revisi1
1. Best Picture: La la land
2. Best Actor: Casey affleck
3. Best Actress: Natalie portman
4. Best Supporting Actor: Mahershala ali
5. Best Supportig Actress: Viola davis
6. Achievment in Directing: Damien chazelle
7. Adapted Screenplay: Moonlight
8. Original Screenplay: La la land
9. Best Visual Effect: Doctor strange
10. Best Animated Feature: Zootopia
Komentar: x

Deni
1. Best Picture: Moonlight
2. Best Actor: Casey
3. Best Actress: Isabelle
4. Best Supporting Actor: Mahershala ali
5. Best Supportig Actress: Viola davis
6. Achievment in Directing: Chazele
7. Adapted Screenplay: Moonlit
8. Original Screenplay: Lala land
9. Best Visual Effect: The jungle book
10. Best Animated Feature: Zootopia
Komentar: x

GG
1. Best Picture: La La Land
2. Best Actor: Ryan Gosling
3. Best Actress: Emma Stone
4. Best Supporting Actor: Mahershala Ali
5. Best Supportig Actress: Viola Davis
6. Achievment in Directing: Damien Chazelle
7. Adapted Screenplay: Arrival
8. Original Screenplay: La La Land
9. Best Visual Effect: Doctor Strange
10. Best Animated Feature: Zootopia
Komentar: x

Iin
1. Best Picture: La La Land
2. Best Actor: Denzel Washington
3. Best Actress: Emma Stone
4. Best Supporting Actor: Mahershala Ali
5. Best Supportig Actress: Viola Davis
6. Achievment in Directing: Damien Chazelle
7. Adapted Screenplay: Moonlight
8. Original Screenplay: Manchester by the Sea
9. Best Visual Effect: The Jungle Book
10. Best Animated Feature: Zootopia
Komentar: x

Huang
Revisi1
1. Best pic : La la land
2. Best aktor: Casey affleck
3. Best aktris: Emma stone
4. Best suport aktor: Mahershala
5. Best suport aktris: Naomi harris
6. Directing: Chazelle
7. Adapt screenplay: Arrival
8. Ori scrinple: Manchester by the sea
9. Best visuefek: Deepwater
10.  Best animasi:  Zootopia
Komentar: x

Adit
1. Best Picture : Moonlight
2. Best Actor : Ryan Gosling
3. Best Actrees : Emma Stone
4. Best Supporting Actor : Michael Shannon
5. Best Supporting Actrees : Naomie Harris
6. Best Director : Barry Jenkins
7. Adapted Screenplay : Moonlight
8. Original Screenplay : La La Land
9. Best Visual Effect : Rogue One
10. Best Animated Feature : Moana

Takdir
1. Best Picture : La La Land
2. Best Actor : Denzel Washington
3. Best Actrees : Natalie Portman
4. Best Supporting Actor : Mahershala Ali
5. Best Supporting Actrees : Viola Davis
6. Best Director : Damien Chazelle
7. Adapted Screenplay : Moonlight
8. Original Screenplay : La La Land
9. Best Visual Effect : Dr Strange
10. Best Animated Feature : Zootopia
Komentar: x

Indah
1. Best Picture : La La Land
2. Best Actor : Casey affleck
3. Best Actrees : Natalie Portman
4. Best Supporting Actor : Mahershala Ali
5. Best Supporting Actrees : Viola Davis
6. Best Director : Damien Chazelle
7. Adapted Screenplay : Moonlight
8. Original Screenplay : Manchester by the sea
9. Best Visual Effect : The Jungle book
10. Best Animated Feature : Zootopia
Komentar: Eke juga jemaah La la land, sama seperti kak Arief. Yakin borong banyak piala. Eke juga ngefans sama neng Natalie Portman, moga dia menang.

Karawang, 250217

Hell Or High Water: Excellently Written And Acted

image

Tanner Howard: Why is it always the sweet ones that are such devils when you get them revved up?

Judul yang aneh. Awalnya saya tak paham, tapi begitu kelar nonton saya langsung salut. Judul yang sedikit banyak mewakili kekesalanku pada – eheem – bank. Dua saudara Toby Howard (Chris Pine) dan Tanner Howard (Ben Foster) adalah perampok bank. Sang kakak Tanner adalah kriminal yang sudah bolak balik dari jeruji besi sementara sang adik Toby lebih kalem. Hanya sekali bermasalah dengan hukum karena kasus perceraian. Penjahat kombinasi aneh ini saling melengkapi. Sementara di sisi baik ada sherif Marcus Hamilton (Jeff Bridges), seorang Texas Ranger di ujung karir. Berduet dengan Ranger keturunan Meksiko Alberto Parker (Gil Birmingham). Merekalah yang bertugas untuk menangkap duo ini.

Kisah dibuka langsung pada poin utama. Duo ini dengan mengenakan penutup kepala merampok Texas Midlands Bank di Archer City saat akan buka. Pekerja wanita ditodong pistol, tapi karena uang ada di brankas si pegawai tak tahu passwordnya mereka kesal menunggu manager bank jam 08:30, saat sang manager datang langsung dihantam. Setelah melakukan aksinya ngebut kabur. Aksi berikutnya sama, merampok bank Midland lagi kali ini di kota Olney, sedang ada nasabah kakek tua dengan uang receh koleksi tahun 1952. Ada perlawanan karena nasabah bawa pistol, Toby melakukan kesalahan setelah menggeledah si kakek pistol ditaruh di dekat counter tak jauh dari korban, setelah terjadi baku tembak mereka dengan amarah debat renyah sambil menyetir, berhasil kabur. Setelah melakukan aksinya, mobil dikubur untuk menghilangkan jejak. Ganti kendaraan lain, aksi lagi. Begitu terus.

Karena uang hasil rampokan berseri, untuk menghilangkan jejak mereka bawa ke kasino untuk main judi dan ditukar koin. Setelah bermain judi, ditukar tunai dan cek untuk dicairkan ke bank Midland! Terdengar gila, tapi begitulah mereka menikmati hidup. Dalam aksinya mereka berusaha seminiminal mungkin jatuh korban, uang yang diambil hanya uang di kasir. Kesenangan melakukan kejahatan ini suatu ketika diluar rencana. Saat makan siang, Tanner melakukan aksi rampok sendiri sementara Toby sedang makan. Bukan bank cabang Midland yang membuat Toby marah, ini berbahaya. Sikap sang kakak yang memang cuek, santai saja.

Perampokan sehebat apapun pasti terbongkar. Sherif Marcus dan Alberto lalu memutuskan memantau sebuah bank dari seberang gedung, menunggu aksi. Pilihan sulit antara mendatangi bank pasca dirampok atau menunggu bank calon tempat TKP. Namun rasa frustasi melanda karena menunggu adalah tindakan yang menjemukan. Sang perampok akhirnya meningkatkan kapasitas aksinya dengan bank yang penuh nasabah dengan resiko lebih besar dan penuh gaya, mereka menuntaskan semua yang tertahan. Dalam adegan klimak yang meledak itu siapa yang akhirnya unggul?

Film ini mempunyai kejutan yang tak kita duga karena motif utama lebih dari sekedar uang rampasan. Warisan tanah keluarga Howard berisi minyak dengan ribuan Barrel per harinya. Dibanding isi minyak di perut bumi, hasil rampokan itu hanyalah receh. Jadi ini tentang apa?

Sempat mau beri judul ‘Two Freaks Chasing Two Bastards’ namun terlalu berlebihan rasanya. Duet polisi yang aneh, yang satu tua dengan ambisi mengakhir karir dengan gemilang bahkan rasisme terhadap partnernya sendiri, yang satu seorang hispanic berdarah Meksiko-Indian yang pendiam namun siap membantu senior. Mereka mengejar mantan Napi cuek bebek yang berduet dengan adik manis bersetel kalem. Namun di akhir cerita kita tahu motif perampokan itu tak sesederhana yang terlihat.

Ada adegan bagus banget saat dua Howard ini mengisi bensin dalam perjalanan ke Oklahoma, mereka berpapasan dengan dua pemuda dengan mobil hijau mengkilap di SPBU. Dengan posisi santai berkaca mata, Tanner ditantang dua begundal yang ternyata salah satunya memegang pistol. Tanner santai saja diancam. ‘aku punya anak buah’. Toby yang sedang cari makan melihat hal itu langsung bak big buk sikat si pemuda ga jelas itu. melempar pistolnya dan membuat pemuda satu lagi terlihat pecundang. Asem. Cool!

Judul film ini artinya adalah ‘do whatever needs to be done, no matter the circumstance’. Sebuah klausul kontrak yang memberatkan penyewa/peminjam di mana pembayaran tetap terus akan dibebankan kepada penyewa tidak peduli kesulitan apa yang bakal dialaminya. Kesepakatan yang tentu saja menguntungkan bank ini anehnya sudah lazim di negara-negara maju dan berkembang, termasuk Indonesia. Dasar kapitalis, di mana perlindungan warga dan konsumen kalau gini? Sistem kapitalis yang legal dan tak adil. Yah kalau mau ambil silakan kalau ga juga ga papa, tapi kalau sudah sepakat dan kau mengalami kesulitan pembayaran, pihak bank tak mau tahu. Berat? Ya. Faktanya memang begitu sistem yang berlaku. Kamvret kan.

Jadi apakah saya membela perampokan duo Howard? Jelas tidak. Bagaimanapun merampok adalah tindakan salah. Dalam film ini emang para karakter abu-abu, Ben Foster juara aktingnya, menjadi seorang kriminal yang ternyata menyimpan kelembutan. Dan itu cukup membuat kita bertepuk tangan untuk naskah yang sangat baik, ditunjang penampilan tiga bintang utamanya jelas film ini mumpuni. Jeff Bridges layak menang Oscar. Hah menang lagi? Naskah orisinil terbaik juga sah, kini makin membuatku pusing tebak mana, bagus semua euy! Yang pasti untuk best picture sulit.

3 tours in Iraq but no batloot for people like us.

Hell Or High Water | Year 2016 | Directed by David Mackenzie| Screenplay Taylor Sheridan | Cast Jeff Bridges, Chris Pine, Ben Foster, Gil Birmingham | Skor: 4/5

Karawang, 250217 – Sheila On 7 – Lia Lia Lia

Kubo

image

Kubo: “If you must blink, do it now”

Saya menonton Kubo beruntun dengan Moana, yang ada beberapa kemiripan. Animasi bagus dengan karakter utama punya kemampuan khusus yang dibantu dewa. Dua kartun yang leading di perebutan best animated feature. Moana punya keceriaan khas Disney, Kubo punya kualitas stop-motion khas Laika.

Kubo (voice by Art Parkinson) adalah seorang anak tunggal yang diasuh ibunya (Charlie Theron) di sebuah goa. Mata kirinya ditutup terus, ia kehilangan salah satu pengelihatannya karena ulah sang kakek. Kubo adalah seorang paper-boy yang mengenakan jubah milik alm. ayahnya Hanzo. Memainkan lagu dengan gitar ditemani origami berbentuk para karakter untuk mendukung cerita. Kubo memetik gitar sambil berceloteh kisah tentang seorang samurai Hanzo yang berjuang mencari tiga senjata utama untuk melawan raja bulan: Pedang super kokoh, baju besi anti tembus dan helm super kebal. Saat cerita mempertemukan Hanzo dan musuh bebuyutannya, matahari tenggelam. Cerita selalu terpenggal di sana, penonton ingin akhir cerita namun karena Kubo tak boleh berkeliaran malam hari maka cepat-cepat ia pulang. Sampai di goa posisi ibunya masih sama saat ia tinggal pergi, terduduk diam menghadap matahari. Saat malam benar-benar datang barulah ibunya terbangun, bercengkerama dengan putra semata wayangnya, menceritakan kisah keluarga ditemani boneka monyet imut terduduk manyun.

Keseharian Kubo terusik oleh tuturan seorang nenek, bahwa sebuah kemeriahan festival yang penuh kembang api, nyanyian, tarian, dan pesta. Dan poin utamanya adalah lentera di altar yang digunakan orang-orang untuk berbicara dengan orang terkasih yang sudah meninggal. Dunia antara, yang menebas rindu itu membuat Kubo penasaran. Maka malam itu ia tak patuh sama petuah ibunya, ia tak segera pulang, dibawanya lentera ke altar untuk berbicara dengan alm. ayahnya. Zonk. Ternyata larangan sang ibu berkait dengan The Sisters (Rooney Mara) yang memburunya. Betapa aura negatif langsung menyeruak. Desa dibuat luluh lantak. Saat Kubo berusaha kabur lari ia terjatuh, gitarnya terlepas. Saat genting itu datanglah sang ibu menyelamatkannya. Diberinya kekuatan di jubahnya sehingga Kubo-pun terbang. Sang ibu menggunakan kekuatan sihir terakhirnya untuk menyelamatkannya. Ia berteriak memanggil ibunya sambil melayang dan tertariklah sehelai rambut.

Ia terbangun di negeri asing Nun Jauh dengan latar putih berteman badai bersama seekor monyet putih (Charlie Theron lagi). Kubo yang kebingungan, diajaknya pergi untuk mencari tempat berlindung. Tentu saja banyak tanya yang ingin terlontar namun malam itu telah larut sehingga diminta segera istirahat. Dari cerita sang monyet, ibunya telah pergi, monyet yang menyertainya adalah perwujudan jimat boneka sebesar kepalan tangan yang selalu dibawa Kubo ke mana-mana, jadi kini monyet itu hidup menjadi pemandu. Berdua mereka akan mencari tiga senjata utama. Shock, ternyata kisah Hanzo itu sungguh nyata. Bedanya kini ialah pemeran sang Hanzo.

Mereka memulai pencarian tanpa petunjuk kecuali origami kertas berwarna merah berbentuk sang samurai. Ia terus menunjuk dengan pedangnya ke suatu arah. Menuruti instruksi kertas? Yah, daripada tanpa pegangan sama sekali setidaknya menuruti kertas bergerak itu ide buruk terbaik yang mereka punya. Dalam perjalanan, mereka bertemu dengan seekor kumbang (debut istimewa pengisi suara Matthew McConaughey) berbentuk manusia yang mencoba menculik Kubo. Sang kumbang adalah makhluk terkutuk yang terpaksa melalangbuana di Negeri Nun Jauh ini, ia fanatik Hanzo. Jadi kebetulan sekali, jubah Kubo adalah milik Hanzo. Ia-pun siap mengabdi mengantar si anak dalam petualangan. Maka bersatulah ia dalam tim.

Nah aksi selama perjalan bertiga inilah bagian terbaik film ini. Petualangan menemui musuh-musuh yang awalnya hanya dalam benak Kubo kini nyata dihadapinya. Mencari pedang, jubah dan helm untuk melawan sang raja bulan (Ralph Fiennes). Melawan jerangkong hidup, ‘mencuri adalah nama tengahku’. Kumbang tertidur balik tak bisa bangkit. Sederhana namun lucu. Mengarungi samudera dengan kertas dan daun yang begitu fantastis. Berhadapan dengan mata raksasa di dasar laut. Memancing ikan yang aneh. Segala tingkah laku si Kumbang sangat lucu. Sangat lucu. Benar-benar jadi karakter favorit dan memorable ini kamvret. Dengan segala rintangan, termasuk perlawanan menawan The sisters dan legenda-legenda Jepang yang mempesona, berhasilkah Kubo menuntaskan misinya?

Opening logo Focus dan Laika dibentuk dari origami biru dan merah, unik. Mewakili mainan Kubo. Laika memang studio istimewa. Sampai saat ini saya memplot kartun Coraline adalah salah satu animasi terbaik yang pernah saya tonton. Kisah uniknya dengan motion-stop yang sangat menawan. Kubo sama bagusnya dengan Coraline, sama berkaitan mata yang hilang. Film ini juga spesial karena sang produser, sang pemilik Laika sendiri yang turun tangan sebagai sutradara. Andai menang Oscar akan jadi debut luar biasa untuk Mr Knight. Mari berharap juri Oscar fair.

String gitar Kubo di awal kisah (kalau kalian perhatikan) berjumlah tiga namun kenapa judulnya bilang hanya dua? Apakah ini terkait kedua orang tuanya? Dalam artian kemelut hidup dan mati? Sebuah non-konsistensi kisah, seharusnya sedari awal isinya dua senar biar linier. Film ini dijual lebih sering disebut ‘Kubo’ saja tanpa embel-embel dua senar gitar. Dan yah, lebih simple dan bagus gitu sih, terdengar sederhana namun mengena.

Di scene akhir kalian akan menemui boneka jerangkong tengkorak berdasarkan cerita Gashadokuro yang ada dalam pertarunagn perebutan pedang. Jerangkong raksasa itu dibuat nyata untuk mewujudkan animasi megah, tingginya mencapai 16 kaki, waaa… boneka stop-motion terbesar yang pernah dibuat untuk mendukung pembuatan animasi. Seperti  film kartun lainnya, setiap kredit jalan ke atas jadi begitu menarik untuk dilihat sampai akhir karena akan ada gambar-gambar bagus menyertai. Di akhir kredit dengan cerdas Laika menutup gambar dengan bentuk segala karakter yang pernah mereka buat. Dari Boxtroll, Coraline, Paranorman dan diakhiri Kubo sebagai film terbaru mereka. Sepintas namun indah.

Akankah menang best animated? Kalau kualitas yang bicara jawabnya YA. Ketimbang Moana yang jadi princess berikutnya Disney (kita mulai bosan), Kubo jelas lebih bagus. Film ini juga menyusul A Nightmare Before Christmas yang sukses menjadi kartun  kandidat best visual effect. Bukti betapa kerennya Kubo. Sayangnya tahun ini visual efek sangat ketat. Antara The Jungle Book dan Doctor Strange sepertinya yang akan menang.

Kisah Kubo ada twist-nya. Tapi karena dua pengisi suara sudah akrab di telinga, kejutan itu tertebak. Tapi tetap ini kisah menawan. Seperti kalimat pembukanya yang intimidatif, “If you must blink, do it now” perjalanan Kubo seolah menantang kita untuk jangan melewatkan tiap detiknya. Yah, saya sepakat ini adalah film istimewa.

Kubo And Two Strings | Year 2016 | Directed by Travis Knight| Screenplay Marc Haimes, Chris Butler | Cast (voices) Charlie Theron, Art Parkinson, Ralph Fiennes, Roney Mara, George Takei, Matthew McConaughey | Skor: 4,5/5

Karawang, 250217 – Sheila On 7 – Ingin Pulang