Hidden Figures: Delightful And Entertaining Film

image

image

Mary Jackson: Three negro women chasing a white police officer down a highway in Hampton, Virginia in 1961. Ladies, that there is a GOD-ordained miracle!

Wow. Wow adalah kata pertama yang terucap pasca menonton kisah trio wanita keling di era 1960an ini. Sesuatu banget menyaksikan perjuangan melawan diskriminasi warna kulit. 60an itu masa yang belumlah jauh dari sekarang. Amerika yang mengklaim Negara adikuasa itu masih berlaku tak adil terhadap warganya sendiri setengah abad yang lalu. Kenyataan bahwa sekarang Presiden baru mereka begitu rasis membuat Amerika justru kembali mundur ke era itu.

Hidden Figures adalah kisah cantik perjuangan tiga orang wanita kulit hitam Katherine Johnson (diperankan dengan sangat bagus oleh Taraji P. Henson), Dorothy Vaughan (Octavia Spencer) dan Mary Jackson (Janelle Moane) yang berotak cemerlang. Opening film memperlihatkan bahwa kecerdasan Katherine memang sudah terlihat sejak kecil. Ia berhitung dengan bilang ‘prime’ saat menyentuh bilangan prima. Ia dengan mudah menaklukkan soal-soal matematika. Tahun 1926 ia melanjutkan sekolah elite khusus kulit hitam Institut West Virginia. ‘Kamu harus melihat dia akan jadi apa nantinya.” Film lalu melompat di tahun 1961 di Hampton, Virginia, trio keling ini sedang memperbaiki mobil mogoknya. Katherine melamun, Mary bersolek dan Dorothy jadi montir. Mereka berkendara menuju Langley, tempat gedung NASA – National Aeronatics and Space Administration. Saat kelar memperbaiki mobil mereka disambut pak polisi yang aneh – memandang langit dan bilang kita sedang diawasi Rusia, tahu mereka adalah pegawai NASA setelah mobil kembali beres mereka dikawal. Wew, sesuatu yang langka warga kulit putih mengejar polisi kulit putih di tahun 1961.

Katherine Johnson adalah seorang matematikawan Afro-Amerika yang menghitung lintasan terbang dalam proyek Merkuri dan Apollo 11, ia menjadi satu-satunya wanita kulit hitam di gedung itu. Setiap kali ingin buang air ia harus keluar gedung seberang karena di gedung itu toilet hanya untuk warga kulit putih. Begitulah setiap butuh konsentrasi dan pergi ke belakang ia harus menyeberangi gedung lain ke toilet ‘color restrooms’.

Mary Jackson adalah seorang penerima beasiswa sekolah. Sebagai warga kulit berwarna ia berjuang untuk masuk ke kampus bergengsi. Sesuatu yang langka di masa itu, namun akhirnya dengan penuh perjuangan dan kehebatan berfikir serta bertindak ia berhasil menjadi yang pertama.

Dorothy Vaughan adalah seorang pengajar kulit hitam yang sangat berdedikasi. Ia begitu mencintai pekerjaannya melakukan banyak hal positif untuk Negara. Sering berselisih dengan Vivian Jackson (Kirsten Dunst) namun akhirnya kualitas berbicara.

Mereka bertiga adalah orang hebat yang tak diketahui banyak orang dalam proses lomba tembus angkasa. Cerita berfokus kepada Katherine. Seorang janda anak tiga, suatu Minggu siang dalam acara kumpul warga kulit hitam di perayaan agama di Gereja, ia disebut oleh sang pendeta sebagai kebanggaan, “wanita yang bekerja menerbangkan roket”. Bersamaan dengan itu seorang Kolonel Jim Johnson (Mahershala Ali) juga disebut karena bisa menjadi orang hebat di militer. Nama King tentu saja disebut karena ia adalah pahlawan perjuangan persamaan hak, walau sekilas. Mereka akan bersatu tentu saja itu tebakan yang mudah, namun proses melamarnya begitu romantis sampai-sampai membuat Kaherine berkaca-kaca. Dan membuat penonton tersentuh.

Karir sang protagonist sebenarnya cemerlang, hanya terkendala warna kulit. Rekan-rekan kerja pada memandang sebelah mata, atasan yang tak begitu peduli atas kinerja sampai rasisme yang bagi orang berhati lemah pasti patah arang. Namun tidak bagi Katherine, ia tetap menjalankan tugasnya dengan sepenuh hati. Hingga pada suatu hari ia menuliskan hitungan pesawat ulang-aling yang benar di papan. Hitungan itu diketahui oleh bosnya Al Harrison (diperankan dengan meyakinkan oleh Kevin Costner). Hitungan itu ternyata benar, membuat mata setiap karyawan mulai terbuka.

Kabar bahwa Rusia mulai sudah mengorbitkan pesawat luar angkasanya dengan sukses membuat petinggi NASA resah. Segala upaya lalu dikerahkan untuk menaklukkan mereka. Lomba pacuan menembus langit dua Negara adikuasa itu seperti yang dicatat sejarah akan mencapai puncak saat bisa menginjak bulan. Pertanyaannya tentu saja bukan siapa yang menang. Pertanyaan untuk film ini lebih pasnya seberapa besar peran Katherine dalam proses menghantar astronot mereka menembus langit.

Berdasarkan buku karya Margot Lee Shetterly dengan judul yang sama, kisah nyata ini begitu menohok. Entah bagaimana kisah aslinya karena beberapa dipastikan dramatisasi. Seperti keseharian Katherine yang harus bolak-balik ke toilet khusus itu adalah pengalaman Mary, namun karena Katherine adalah leading role maka digeser ke dia.

Salah satu adegan paling menyentuh diperlihatkan Kevin Costner saat menghancurkan tanda toilet berwarna dengan emosional. Dengan amarah meletup sekaligus kepala dingin ia berujar, “Here at NASA we all pee the same color.” Aksi Costner dalam film memerangi rasisme bukanlah yang pertama, kisah ini sudah kulihat di film ‘Black or White’ dimana Octavia Spencer juga ikut andil.

Mengenai Oscar, sejauh ini penampilan Octavia lebih baik ketimbang Kidman. Peluangnya masih sangat ada, Manchester dan Moonlight belum ketonton. Mahershala Ali juga berperan di Moonlight dan masuk nominasi. Persaingan dua film head-to-head dengan bintang sama, saru. Untuk adapted screenplay sangat layak menang, namun sayang sekali saya sudah plot untuk Arrival. Untuk best picture bisa kupastikan kalah. Jadi kesimpulannya film sebagus ini besar kemungkinan tangan hampa? Sangat bisa Ya. Tahun yang berat dalam memerangi rasisme.

Kisah lomba balap angkasa ini menghantar John Glenn menjadi astronot Amerika pertama yang mengorbit bumi. NASA berdiri tahun 1958, masa yang tak lama untuk bisa sukses terbang menembus gravitasi. Sempat berharap cerita akan menyentuh tahun 1969, namun diakhiri lebih dini jadi heroism manusia mendarat di bulan tak diperlihatkan.

Hidden Figures adalah film dengan penampilan berkelas trio aktris Taraji, Jenelle dan Octavia. Semua gerak dan kalimat yang terucap sangat bagus, asyik dan lucu yang membuat penonton ikut tersenyum. Akting menawan ditemukan dengan naskah bagus dan jadilah ‘Sosok Tersembunyi.” Dibanding Emma Stone Taraji jauh lebih mengesankan. Hanya warna kulit yang membuatnya tak masuk kandidat best actress. No offence!

Hidden Figures | Year 2016 | Directed by Theodore Melfi | Screenplay Allison Schoeder, Theodore Melfi | Cast Taraji P. Henson, Octavia Spencer, Janelle Monae, Kevin Costner, Kirsten Dunst, Jim Parsons, Mahershala Ali | Skor: 4/5

Ruang HRGA NICI – Karawang, 240217 – Rihanna – So Hard
Gajian day

Advertisements

One thought on “Hidden Figures: Delightful And Entertaining Film

  1. Pingback: Best Film 2016 | Lazione Budy

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s