Lion: Incredible True Story

image

Saroo Brierley: I’m not from Calcutta, I’m lost.

Ah sayang sekali, tagline-nya spoiler berat. Sehingga bagian terbaik film ini di 10 menit akhir yang seharusnya akan membuat air mata turun akhirnya sekedar nyaris. Kesalahan ‘12 Year A Slave’ ada di judul, kesalahan Lion ada di tagline. Benar-benar patut disayangkan. Script-nya menawan. Sebuah kisah nyata yang luar biasa.

Kisahnya sangat menyentuh hati. Film dimulai tanpa menampilkan judul film – dan sampai jelang akhirpun tak nampak tulisan ‘Lion’. Bersetting tahun 1986 di India. Daerah kumuh, padat penduduk dengan pelbagai kesulitan hidup. Saroo (Sunny Pawar) adalah seorang anak pemberani berusia 5 tahun. Bersama kakaknya Guddu (Abhishek Bharate) membantu orang tua mereka mencari nafkah. Anak-anak diperlihatkan ikut bekerja sekalipun serabutan, jelas masa kecilnya terenggut. Pembukanya memperlihatkan Saroo di tengah ladang penuh kupu-kupu, terlihat indah sekali. Dalam keseharian Saroo dan Guddu mencuri batu bara dari gerbong kereta api yang sedang berjalan pelan. Dengan gaya selayaknya bajing loncat mereka menjejali karung dengan bahan bakar tersebut. Saat petugas tahu, kabur. Hasil jarahan itu ditukar dengan susu dan uang receh. Saroo melihat makanan lezat yang sangat diinginkannya, jalebi tapi karena uang ga cukup sang kakak hanya menjanjikan suatu saat saya belikan jalebi. Seisi toko jalebi. Haha. Dan saat pulang, susu dibagi untuk ibunya Kamla (Priyanka Bose) dan si bungsu Shekila. Dari adegan pembuka ini kita tahu, sekalipun mereka hidup dalam kemelaratan, mereka bahagia dalam kebersamaan.

Kepiluan kisah dimulai saat suatu malam Kamla berangkat kerja, sang kakak juga bersiap berangkat seminggu dan Saroo diminta bertugas menjaga si adik. Namun saat akan berangkat Saroo bersikukuh ikut. Dengan gaya anak-anak yang menggemaskan bahwa dia bisa membantu memperlihatkan bisa mengangkat benda-benda, dia kuat dan pasti berguna. Sepeda aja sampai diangkat. Akhirnya Guddu mengiizinkan bersama. Dengan bersepeda mereka ke stasiun. Sayang sesampainya di sana Saroo tertidur. Hufh, karena sulit dibangunkan ia diminta tidur di peron dan jangan ke mana-mana selama sang kakak bekerja. Dini hari, stasiun kosong dan ia terbangun. Dengan panik mencari sang kakak. Naik kereta, meneriaki namanya. Karena lelah, tertidur.

Saroo terbangun dalam kondisi kereta sedang berjalan. Semakin panik, berteriak minta tolong. Tidur lagi, sembunyi ketakutan. Saat akhirnya kereta berhenti, ia memutuskan turun di antara jubelan calon penumpang. Dia-pun menggelandang, dari satu tempat ke tempat lain. Gabung sama pengemis, gelandangan, tuna wisma hingga tidur beralas kertas. Saat petugas sosial datang mereka kabur. Lari ketakutan – bagian ini sepintas mengingatkanku pada ‘Slumdog Millionaire’ di mana anak-anak sehat matanya dibutakan untuk diajak mengemis. Saya tentu saja ikut was-was arah nasib sang protagonist.

Saat hari terang ia berjalan di atas rel kereta api dan bersapa dengan orang asing yang kelihatannya baik, Noor (Tannishtha Chatterjee). Dia ajak ke tempatnya tinggal, diberi makanan enak, minuman segar cola dan tempat berteduh. Namun gerak-geriknya mulai mencurigakan, ditambah saat pasangannya datang dan mengatakan ia adalah sosok pas yang dicarinya saat ini. Kekhawatiran itu dijawab Saroo dengan kabur saat Noor lengah. Kabur menemui takdir yang tak pasti. Hingga scene bertuliskan ‘2 bulan kemudian’.

Suatu hari Saroo menatap kaca dari jauh orang sedang makan dan mengikuti gerakan makannya. Sang pemuda merasa kasihan dan membawanya ke kedai, Saroo memberitahu dia tersesat dan berasal dari daerah ‘Ganestalay’. Tak ditemukan di peta. Dibawa ke kantor polisi, dimuat di koran telah ditemukan anak hilang. Sementara menunggu informasi, Saroo ditempatkan di panti asuhan. Koran yang konon dibaca 15 juta warga itu tak menghasilkan klaim. Rasa frustasi mulai tampak.

Muncul angin segar, pasangan dari Australia ingin mengadopsinya. John dan Sue Brierley (David Wenham dan Nicole Kidman) menyambut kedatangan Saroo penuh cinta. Awalnya Saroo terlihat malu-malu tapi akhirnya bisa menyesuaikan diri. Kehidupan baru Saroo di Hobart, Tasmania dimulai. Dua tahun berselang pasangan ini mengadopsi lagi seorang anak bernama Mantosh yang freak. Menjadi saudara angkat, melengkapi keluarga kaya nan baik hati ini.

Waktu berlari, tahun 2010 Saroo kini tampak tampan. Diperankan oleh Dev Patel, ia sedang kuliah dan menghadapi gaya hidup barat, eh tenggara ya harusnya ‘kan Aussie. Berpacaran dengan cewek cantik pakai banget Lucy (Rooney Mara). Kehidupan mapan itu suatu ketika terusik saat Saroo dalam jamuan teman-temannya dan ada satu hidangan jalebi yang langsung membuatnya teringat masa kecilnya. Memori itu muncul dan keinginan untuk mencari rumah menyeruak. Dengan kecanggihan teknologi, Saroo melacak jalur kereta di India. Menggunakan Google Earth Saroo menelusuri berbagai kemungkinan desa asalnya. Berhasilkah ia pulang?

Apa yang terlintas pertama kali saat dengar kata Bengali? Jawabnya adalah Penulis Besar India, Rabindranath Tagore. Film ini dari pembuka sampai pertengahan menggunakan Bahasa Bengali dan Hindi. Pemahaman Bahasa juga jadi kunci hilangnya Saroo.

Kisah nyata ini berdasar buku karya Larry Buttrose dan Saroo Brierley sendiri berjudul ‘A Long Way Home’. Saroo terpisah dengan keluarganya selama 25 tahun. Tempat kereta berhenti adalah Calcutta, itu berarti ia terpisah 1,6000 Km dari rumahnya, sebelum akhinya terbang ke Tasmania. Kisah pilu bak sebuah fiksi ini nyata, benar-benar cerita yang luar biasa. Berkat teknologi yang makin canggih, segala kemungkinan memenggal jarak bisa diatasi.

Dunia masih ada harapan. Masih banyak orang baik. Melihat kasih sayang apik Sue dan John terhadap anak angkatnya begitu menyentuh. Cintanya bahkan melebihi cinta anak kandung. Tindakan adopsi Saroo dan Mantosh benar benar inspiratif. Dunia harus mengucapkan terima kasih padanya.

Pertanyaannya kenapa film ini berjudul Lion? Karena kalian tak akan menemukan sama sekali seekor singa. Kecuali patung singa yang sekilas muncul di awal film. Jawabnya adalah nama Saroo diambil dari kata Sheru yang berarti singa. Adegan awal Dev Patel itu juga merupakan adegan akhir. Bagaimana perbuahan sosok dan mimiknya yang frustasi menjadi begitu bahagia saat tiba di Rumah yang sesungguhnya. Mungkin juri Oscar terpesonanya di sini. Peluangnya? Ah kecil. Jelas saya tak akan menjagokan Dev Patel dan Nicole Kidman. Skoring dan cinematografi juga biasa, jadi rasanya sulit. Peluang hanya di adapted screenplay, namun sayang seribu sayang kemarin saya terpukau Arrival jadi prediksiku Lion akan tangan hampa. Kalaupun ada satu piala, itu seharunya ke Dev Patel. Mustahil ke piala tertinggi best picture.

Saya justru terpesona sama pendatang baru, actor cilik Sunny Pawar yang begitu menggemaskan. Dia sukses menyingkirkan 4,000 kandidat untuk mendapatkan peran ini. Yakin sekali besarnya nanti akan jadi bintang besar. Seperti Dev Patel yang ditemukan oleh Danny Boyle, Sunny yang diasah Davis punya masa depan cerah. Tinggal audisi ke film berikutnya untuk menuju Hollywood.

Secara keseluruhan Ok film ini bagus, namun banyak adegan di Aussie yang ga penting yang menurunkan mood. Film jadi begitu mengharukan saat adegan asli pertemuan kedua orang tua Saroo bertemu. Sangat mengharukan, saya nyaris mennagis. Di akhir kredit saat memperlihatakna kedua kaka adik ini berjalan beriringan di rel kereta api muncullah kalimat menyentuh hati, ‘In loving memory of Guddu’.

Terakhir, film ini seharusnya jadi media promo Google Earth karena aplikasi ini begitu dominan dan sangat membantu. Saya jadi kepikiran, suatu saat harusnya WordPress bisa menjadi media yang disorot berjasa bagi blogger seperti kita. Setuju?!

Lion | Year 2016 | Directed by Garth Davis | Screenplay Luke Davies| Cast Dev Patel, Rooney Mara, David Wehham, Nicole Kidman, Sunny Pawar, Abhishek Bharate, Priyanka Bose, Deepti Naval | Skor: 4/5

Ruang HRGA NICI – Karawang, 220217 – Sherina Munaf – Sendiri

Advertisements

2 thoughts on “Lion: Incredible True Story

  1. Yey….memank bkin berkaca2 ni film….n pas ntn midnite…peminat dkit….yg ntn cma 4 orang….1 gerombolanku…..ehm….mas coba liat Neerja juga….based on true story…..n bkin mbrebes….n kepkiran beberapa hari ma sosoknya….jd slah 1 best india film tahun ni….rlis maret tahun lalu….n film Dangal nya amiir khan yg rlis dsember tahun kmrn jg recmended….true story jg…. 😄😄😊

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s