Arrival: Science Fiction Masterpiece

image

Tulisan ini mengandung spoiler, yang belum nonton dan berniat menikmatinya dianjurkan untuk tidak membacanya.

Dr. Louis Banks: If you could see your whole life from start to finish, would you change things?

Inilah film Oscar 2017 terbaik yang kutonton sampai saat ini. Posternya snob. Pesawat alien turun ke bumi bentuknya macam batu cobek melonjong ke atas, kalau dilihat dari samping seperti tempurung dan ngambang di atas tanah. Tagline-nya mempertanyakan alasan invasi mereka ke bumi, “Why are they here?” Ceritanya? Walau ga semua, menjadi kandidat best adapted screenplay Oscar adalah jaminan mutu. Dan yah kali ini saya sangat setuju. Pacenya lambat. Saya sempat ketiduran bahkan sebelum pesawat alien terlihat di layar. Timing emang sangat berpengaruh, saya nonton dalam posisi lelah sehingga kurang konsentrasi (apa kabar Sicario?). Dan film ini butuh konsentrasi ekstra. Esoknya baru tonton ulang bersama May dari menit pertama.

Dikisahkan Dr. Loiuse Banks (Amy Lou Adams) adalah seorang dosen ilmu Bahasa dengan muka muram seakan hidup penuh beban layaknya Squidwart Tentacles. Anaknya, Hannah (diperankan empat aktris berbeda tiap bertambah usia – Carmela Nossa, Jadyn Malone, Julia Scarlett Dan, Abigail Pniowsky) menderita penyakit langka yang mematikan. Hannah bukan sembarang nama, karena paliandrom. Dibalik bacanya tetap Hannah, layaknya Kasur, apa, ada, malam, radar, katak, kodok, makan rusak, asa. Termasuk sang pemeran Ian. Si Renner dibaca balik juga Renner. Suatu hari kelasnya sepi, lalu salah satu mahasiswa memintanya menyalakan televisi. Breaking news memperlihatkan sebuah objek telah (hampir) mendarat di Montana, Amerika Serikat. Saya tulis hampir karena objek mereka melayang. Lalu Hokaido, Jepang dan 8 negara lain. Dalam perkembangan informasi totalnya kini 12 pesawat mendatangi bumi ke berbagai negara:  China, Sudan, Amerika sampai Rusia.

Setiap negara mencoba membongkar maksud kedatangan ini. Menteri Pertahanan bersama para armadanya berusaha keras memanggil para ahli. Setelah dua hari, saat Banks sedang bersantai di rumah pinggir pantainya, ia didatangi Kolonel Weber (Forest Whitetaker). Sebagai penerjemah berbagai Bahasa, ia diminta mengartikan rekaman alien. Suara yang terdengar hanya gerutuan ga jelas yang pastinya akan membuat anjing-pun mengernyitkan dahi. Apalagi Banks, ia mungkin bisa tahu lebih detail bila face-to-face.

Suatu malam sebuah helikopter mendarat di rumah Banks. Membawanya ke Montana bersama theoretical physicist Ian Donnelly (Jeremy Renner) dan beberapa rekan ahli lain. Sesampai di TKP, tenda darurat sudah dipasang dan pasukan yang sebelumnya meneliti menyambut dingin. Setelah segala persiapan, memakai suit khusus laiknya stronot tim inipun siap menganalisis. Setiap terdengar bunyi seperti terompet, pintu objek terbuka. Pintunya di bawah sehingga tim ini masuk dengan bantuan reachtruck yang diungkit ke atas. Lubang berbentuk kotak itu anti-gravitasi. Jadi bayangkan kalian bisa berjalan di dinding ke langit-langit tanpa terjatuh. Ide yang sangat bagus.

Dengan kabut yang menyelimuti mereka terpisah dengan sebuah kaca dua arah. Dua alien menyambut – akhirnya nanti mereka menyebutnya heptapod. Dua alien berwujud tentakel itu oleh Ian diberi nama Abbott dan Costello (mengingatkanku pada serial Sherlocknya Benedict Cumberbact, The Hound of the Bakervilles). Setelah beberapa kali cek dan ricek mengajak komunikasi tapi gagal paham, Banks berinisiatif membawa papan bertulis, ‘human’. Alien itupun membalas dengan muntahan cairan tinta berbentuk lingkaran hitam, seperti simbol yang rumit. Setelah berulang kali seperti itu, akhirnya Banks paham begitulah mereka ngobrol, setiap lingkaran simbol dianalisis dan Banks menuliskan kata demi kata.

Sementara kabar dari 11 negara lain-pun menemui jalan buntu. Melalui monitor semua mengerahkan daya upaya tujuan invasi ini. Hari demi hari ketegangan meningkat. Suatu analisis menyebut kata ‘a weapon’ yang membuat gempar semua orang, karena bisa jadi itu artinya sebuah ancaman perang. Dr. Banks mencoba menahan diri karena bisa jadi artinya itu bisa ‘alat’ atau mungkin penawaran ‘teknologi’. Akhirnya kesabaran China habis, jenderal Shang (Tzi Ma) memutuskan akan menyerang objek. Sudan dan Rusia mengikuti. Debat antar negara itu memutus kontak karena perbedaan cara menghadapi kebuntuan. Nah kesabaran Amerika jua menipis, mereka pun bersiap meledakannya. Banks yang sedikit banyak mulai memahami Bahasa heptapod, mencoba melawan. Dia beberapa kali memimpikan, membayangkan dalam bentuk adegan bersama putrinya. Mengejar waktu, berhasilkah Banks menyelamatkan kegemparan yang berpotensi perang itu? Sebenarnya ada tujuan apa 12 pesawat itu ke bumi?

Kalau kualitas yang dinilai harusnya Arrival menang piala tertinggi best picture. Karena twist yang disampaikan begitu brilian. Berdasarkan novella ‘Story of Your Life’ karya Ted Chiang yang terbit tahun 1998. Film ini bakalan memecahkan banyak persepsi – walaupun penjelasan Dennis sebenarnya sudah gamblang di layar, hanya butuh konsentrasi dan mungkin putar ulang untuk tahu misi Arrival. Dan juri Oscar seharusnya suka ending macam gini.

Spoiler – Spoiler – Spoiler  —  WARNING —  Spoiler – Spoiler – Spoiler

Seperti ajaran Buddish, hidup ini sebuah lingkaran. Setelah kehidupan di dunia berakhir ada reinkarnasi. Makhluk akan terlahir kembali sesuai perilaku kehidupan sebelumnya. Berputar terus. Heptapod mengeluarkan cairan berbentuk lingkaran/sirkular sebagai sarana komunikasi. Konsep simbol melingkar adalah makna bahwa para alien ini bisa ‘mengatur waktu’. Di sana waktu acak-acakan kadang maju kadang mundur. Yang pasti waktu di kehidupan mereka tak sama dengan di bumi yang linier maju terus laiknya tulisan kita yang dari kiri ke kanan atau sebaliknya. Dalam ajaran agama kita konsep waktu ada awal dan ada akhir. Bumi dibuat, ada kehidupan, lalu kematian, ada kiamat, lalu ada hisap dan kehidupan lain yang abadi. Tak bisa berputar dan tak bisa kembali ke bumi. Dalam teori Lubang Cacing dijelaskan bahwa perilaku kita saat ini mempengaruhi kehidupan kita esok harinya. Kalau kita melakukan ini dampaknya adalah ini, kalau kita melakukan itu akibatnya adalah begitu. Hidup ini pilihan seperti variasi lorong, lorong yang kita pilih itulah yang kita jalani. Bagi kita masa depan adalah misteri, ada beberapa manusia bisa melakukan ramalan-ramalan namun itupun hanya perkiraan bukan kepastian.

Nah kedatangan mereka adalah memberi tahu bahwa manusia harus belajar bahasa mereka agar bisa ‘menaklukan’ waktu. Seperti kata Ian tentang syndrom sapir whorf bahwa kemampuan otak kita terpengaruhi bahasa. Peradaban dipengaruhi oleh pengetahuan, tapi bagi Banks peradaban dipengaruhi oleh bahasa. Tulisan kita maju terus, waktu kita pun sama maju terus. Andai manusia menguasai bahasa mereka, pola pikirnya tentu saja akan seperti mereka. Nah, karena Dr Banks mulai paham bahasa heptapod mulailah pikirannya dipenuhi masa depan. Awalnya tentu saja bingung, ada kalimat mengejutkan saat akhirnya Banks bertatap langsung dengan Costello. “Who is this child?”. Dan inilah kejutan besar di film ini. Seluruh adegan awal itu hanyalah bayangan masa depan Louise Banks. Tentang putrinya, tentang Hannah yang sakit akut, tentang suaminya yang pergi, tentang gambar putrinya ‘ayah dan ibunya bicara dengan hewan’. Dan seterusnya dan seterusnya. Persoalannya ketika kalian tahu masa depan, apakah kalian ingin mengubahnya?

Dalam Arrival, Banks (akan) memiliki kehidupan yang tragis. Anaknya sakit parah, suaminya meninggalkannya karena tahu Hannah akan mati muda, dia tak siap mendengar kabar itu. Membayangkannya saja seram. Dan yang jadi suaminya ternyata adalah Ian!

Sesuatu yang logis makhluk asing datang ke bumi dan terkendala bahasa. Mustahil kalau mereka datang bisa berkomunikasi langsung pakai bahasa kita. Sederhananya ga mungkin kan kalian pertama kali datang ke China bisa ngomong mandarin pastinya blekak-blekuk disertai isyarat. Nah, para heptapod ini dari galaksi lain berkunjung ke bumi menyapa kita ya pakai bahasa mereka. Kita membalasnya dengan English, ga nyambung. Kata ‘a weapon’ sendiri akhirnya salah tafsir karena itu ‘a gift’. Dalam banyak fiksi lain, kita sudah paranoid bahwa alien adalah makhluk berbahaya yang kedatangnya untuk invasi, dengan puluhan film perang melawan makhluk asing pikiran kita sudah negatif duluan. Padahal semesta ini misteri. Seperti analogi penjelasan Banks kepada Kolonel Weber tentang kangguru. Bahwa terjadi kesalahpahaman antara pendatang dengan suku aborigin.

Dengan ide brilian semacam ini bagaimana peluang Arrival di Oscar Senin nanti? Harusnya dua kategori utama menang. Lalu adapted screenplay WAJIB menang. Sound editing sudah kuplot ke Sully jauh hari, namun ternyata Arrival juga keren sekali. Ketat. Peluang terbesar ada di sound mixing. Kalau cinematografi melihat lawan-lawannya, rasanya berat. Begitu juga di production design. Minimal ada tiga piala. Dan mudah-mudahan di bagian utama semua. Dan mari berdoa Blade Runner 2049 sama menggilanya!

Arrival | Year 2016 | Directed by Denis Villeneuve | Screenplay Eric Heisserer | Cast Amy Adams, Jeremy Renner, Forest Whitetaker, Michael Stuhlbarg, Tzi Ma, Mark O’Brien | Skor: 5/5

Ruang HRGA NICI – Karawang, 210217 – Sherina Munaf – Ku Disini

Advertisements

3 thoughts on “Arrival: Science Fiction Masterpiece

  1. Pingback: Best Film 2016 | Lazione Budy

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s