Deepwater Horizon: Empty Action Flick

image

Felicia: Is it just me or did it get real bright in there all of a sudden? Mike, what is that? Is everything Ok? Mike?

Panik bukanlah taktik. Film pertama Oscar yang kutonton pasca pengumuman. Berdasarkan kisah nyata yang terjadi pada tanggal 20 April 2010 di laut lepas Teluk Meksiko. Kilang minyak lepas pantai meledak, jutaan gallon minyak berhambur merusak habitat biota laut.

Kisah dibuka dengan spoiler akut. Sebuah dialog di pengadilan menjadi suara latar ceruk lautan dalam yang memperlihatkan mesin melakukan pengeboran. Kalimat itu memberitahu kita bahwa Mike Williams selamat dari tragedi sehingga bisa bersaksi.

Mr. Mike Willaims (Mark Wahlberg) terbangun pukul 5:11 sementara istrinya Felicia (Kate Hudson) berujar ia mendapat mimpi buruk tentang kelinci berkaki dua yang mengikuti gerakannya di panggung. Mimpi aneh tentang ibunya. Dialog keduanya tersaji dengan lembut dan penuh kasih karena hari ini hari libur terakhir Williams sebelum kembali ke pekerjaan. Sementara Andrea Fleytas (Gina Rodriguez) bersiap berangkat dengan kendala mobil tuanya mogok sehingga akhirnya malah diantar pacarnya naik motor. “Juallah mobilmu belilah Ducati”. Pagi sarapan kali ini putri Williams, Sydney (Stella Allen)  memberikan demo mengebom minyak dengan sekaleng cola, sambil bernarasi bagaimana temannya membawa penguin asli ke sekolah karena ayahnya bekerja di kebun binatang. Jadi ayah, bawakan saya fosil! Haha dasar anak 10 tahun. Imut.

“Alarm warna magenta di kilang adalah yang terburuk.” Kata Jimmy Harrel (Kurt Russell) meminta bosnya melepas dasi warna aneh itu. Itu menyebabkan trauma. Kalimat ini seperti pertanda. Persiapan menuju kilang minyak prosedurnya bagus. Sekalipun mereka kru pengalaman yang sudah bertahun-tahun tetap diperiksa sebelum naik helikopter. Dalam perjalanan udara di atas laut itu mereka membicarakan liburan, bonus nanti digunakan untuk apa sampai masalah mobil mustang 96 Andrea yang bermasalah. Tiba-tiba seekor burung mengguncang heli, tatapan murung Jimmy memberi tahu penonton akan terjadi hal buruk, sepertinya.

Sesampai di pangkalan kilang minyak mereka beradu argumen tentang pengecekan semen, laporan BP, dan beberapa prosedur yang terlewat. Sementara ada kapal Bankston di samping Deepwater yang setelah diklarifikasi mereka diminta pergi setelah mengangkut lumpur dari Deepwater. Sekalipun hasil tes positif orang BP, Vidrine dan Kaluza tetap meminta mengoperasikan pengeboran. karena terlambat 43 hari dan kelebihan anggaran 50 juta Dollar. Inilah awal petaka, mengendurkan prosedur safety demi saving money-money-money. Setelah bermenit-menit penonton diajak mengenal istilah-istilah kilang minyak lepas pantai yang rumit. Akhirnya kita sampai pada poin film ini.

Bos Vidrine (diperankan dengan dingin oleh John Malkovich) tetap meminta pengeboran dimulai. Sims (Douglas M. Griffin) menyatakan prosedur keselamatan meragukan. Mike Williams sebagai seorang teknisi di sana memaparkan seribu masalah di Deppwater yang belum ditangani. Ironisnya malam petaka itu terjadi setelah Jimmy mendapat penghargaan BP Safety award karena selama 7 tahun kepemimpinanya terjadi zero accident.

Tak ada lumpur tak ada tekanan. Salah mesin tes penguji sampai debat persepsi masalah bor. Semua itu meledak setelah satu jam film berjalan. Saksi pertama kalau malam itu akan berujung petaka adalah Celeb Holloway (Dylan O’Brien, idola remaja masa kini – pelari di The Maze Runner). Lumpur muncul di ruang pengeboran, awalnya hanya rembesan lalu dalam hitungan detik terjadi semburan lumpur. Segalanya kacau sejak itu. Sudah terlambat untuk mematikan kembali mesin, sudah terlambat evakuasi, sudah melebar lebih besar masalahnya. Seekor bangau terjebak dan mengacau. Dan sisa film menjadi begitu Hoolywood, bagaimana Mike begitu heroik melompati kobaran api bak seorang Superman.

Memang kekuatan utama di separuh kedua ini. Ledakan, kebakaran, kepanikan dalam tragedi sampai akhir di upaya penyelamatan. Semua disajiakn dengan efek puluhan juta Dollar yang membuat penonton takjub. Demi membuat adegan menakjubkan di lepas pantai itu tim sampai membuat set mahal di Chalmette, Loiusiana.

Film ini mencatatkan salah satu kutipan terbaik tahun 2016, “When faced with our darknest hour, hope is not a tactic.” Dibanding Lone Survivor, film kolaborasi pertama Wahlberg dan Berg, Deepwater jelas sebuah penurunan kualitas. Script-nya terlalu lemah. Di era serba glamor, jualan utama nya efek tak cukup.

Akting paling bagus ditunjukkan John Malkovich. Penuh intimidasi. Keunggulan memang di visual efek, sayangnya tahun ini bagian itu sudah sangat ketat antara Doctor Strange dan The Jungle Book. Saya belum nonton Star Wars, yang pasti Deepwater sulit menang di kategori ini. Satu lagi untuk Sound editing, rasanya juga berat. Di segmen ini sudah saya plot untuk Sully. Tangan hampa? Ya, prediksiku film ini pulang dengan nol piala.

Sebuah tribute film untuk tragedi BP oil tahun 2010. Selama 87 hari api berkobar, 11 orang meninggal, dan menjadikan bencana kilang minyak terbesar sepanjang sejarah. Safety first di manapun berada adalah poin penting yang kudapat setelah menikmatinya.

Sayangnya, seperti dialog di opening. Kita tahu jagoan utama film ini selamat sehingga tak ada kejutan.

Deepwater Horizon | Year 2016 | Directed by Peter Berg | Screenplay Matthew Michael Carnahan | Cast Mark Wahlberg, Kurt Russel, Douglas M. Griffin, James Dumont, Joe Chrest, Gina Rodgriguez, John Malkovich, Kate Hudson, Peter Berg | Skor: 3/5

Karawang, 180217 – Michael Buble – Havent Met You Yet
Karawang dalam guyuran hujan tiada henti.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s