Nocturnal Animal: A Pretty Nightmare

image

Edward Sheffield: When you love someone you have to be careful with it, you might never get it again.

Separuh pertama sangar. Sadis. Saya begidik saat adegan penculikan itu. Film jenis drama thrilling gini nih yang saya suka. Sayang saja jelang akhir kisah antiklimak. Konfik yang disodorkan memang berat, bukan untuk penonton yang berjantung lemah. Saya memulai dengan nama Micahel Shannon yang jadi kandidat best supporting actor. Musuh Batman ini tampil keras, pede dan sekaligus rapuh secara bersamaan. Sampai di tengah saya sempat akan komplain, kok film sebagus ini ga ada di jajaran best picture. Dan yah, sayangnya memang jelang akhir film ini kehilangan kendali, seperti tatapan Tony yang galau untuk menarik pelatuk trigger-nya. Eksekusi ending kurang mantab.

Kisah dibuka dengan malam yang tenang di kota Los Angeles, Amerika. Susan Morrow (Amy Adams) pulang dari rutinitas, membuka otomatis gerbang rumah besarnya dengan tempaan cahaya berkilau pintu. Beberapa saat kemudian datang sebuah mobil di belakangnya. Tamu tak diundang yang sebentar itu ternyata menaruh sebuah manuskrip novel di kotak surat. Karena paginya Susan melalui asistennya Christopher, membukanya. Sebuah draft novel berjudul ‘Nocturnal Animal’ karya Edward Sheffield (Jake Gyllenhaal). Seorang mantan suami yang sudah tak berkomunikasi selama 19 tahun, tiba-tiba mengirim novel berdasarkan kisahmu. Cerita di dalam cerita. Wah ide bagus.

Akhir pekan ini sebenarnya Susan sudah meliburkan para pegawainya agar punya waktu bersama dengan suaminya Hutton Morrow (Arnie Hammer) ke rumah pantai, ingin bersantai menikmati bersama orang terkasih. Namun sang suami ternyata sibuk, sehingga memaksanya ke New York, urusan bisnis. Jadilah kegalauan Susan lengkap. Ada bacaan di waktu luang, sebenarnya adalah sebuah kenikmatan dunia. Tunggu dulu, novel yang akan dibaca adalah kisahmu sendiri berdasarkan pengalaman pahit di suatu malam naas di jalanan menuju Maldives, Texas Selatan, walau seperti yang disampaikan di catatan, beberapa bagian tak sesuai, dirubah untuk dramatisasi. Dengan kata mata tebal, kamar tidur nyaman, posisi wuenak untuk malahap buku dan kisah-pun dimulai.

Tony Hastings (diperankan juga oleh Jake Gyllenhaal) sekeluarga – sama anak istri – sedang dalam perjalanan melintas kota yang akan memakan waktu perjalanan lebih dari sehari semalam. Ketika melewati jalan sepi, malam naas itu jadi. Terjadi insiden dengan pengendara lain yang mengakibatkan mereka harus menepi. Sepi, tenang dan mencekam. Langit jadi saksi kejahatan. Para begundal Ray Marcus (diperankan dengan sangat bagus oleh Aaron Taylor-Johnson), Lou (Karl Glusman) dan Turk (Robert Aramayo), mereka mengintimidasi Tony. Setelah dipaksa menepi, ban mobil dibuat bocor sehingga harus diganti. Saat akhirnya mereka keluar kendaraan, perkelahian terjadi yang berujung penculikan. Laura dan India Hastings (Isla Fisher dan Ellie Bamber) dibawa kabur, Tony ditinggal di jalan sepi sendiri. Nah Ray, sang pimpinan marah karena Lou meninggalkan Tony, dia kembali dan memanggilnya namun Tony bukannya maju malah sembunyi, takut. Ah konyol sekali. Anak istri diculik tapi tak langsung menampakan perlawanan. Sifat lemah ini akan diceritakan lebih lanjut di era muda.

Esoknya Tony mencari bantuan. Ke kantor polisi melaporkan kejahatan yang menimpanya. Pencarian digelar, dan naas. Sesuatu yang sangat buruk terjadi. Dibantu polisi rapuh Bobby Andes (diperankan dengan sangat meyakinkan oleh Micahel Shannon) mereka coba meringkus dan membalas dendam para kriminal. Kisah lalu alurnya maju-mundur. Ke era masa muda sang Penulis, betapa Edward adalah pribadi dengan masa depan gemilang untuk bisa menjadi novelis besar, sedang wawancara beasiswa kuliah di Colombia University. Bertemu Susan yang punya talenta seni dan sedang dalam proses menyelesaikan gelar Master. Pertemuan mereka dibuat romantis, Edward bilang, “You’re look beautiful, as always.’ Pertemuan itu berlanjut ke makan malam romantis dan yah cinta lama itu bersemi. Di tanah rantau itulah mereka memadu kasih. Ibu Susan (Laura Linney – tampil sepintas tapi begitu mengintimidasi, – kata ‘weak’ jadi begitu seram) menolak rencana nikah karena merasa Edward kere dan lelaki lemah. Namun cinta Susan mengukuhkan kebulatan tekad hingga akhirnya mereka memiliki putri. Kisah juga kadang loncat ke masa kini, bagaimana Susan digambarkan memiliki suami yang pengecut di mana pamit kerja malah ngandeng cewek lain saat ke hotel. Bagaimana lukisan seninya menggambarkan kehidupan masa lalunya. Tulisan ‘Revenge’, gambar dua lelaki berhadapan yang satu bersiap menembak pada calon korban.

Akhirnya sherif Bobby berhasil meringkus sang penjahat. Lou ditahan atas tuduhan pembunuhan. Menyusul kemudian Ray. Penjahat, ketika ditanya tentang kelakuannya, ya jelas menolak tahu. Pura-pura ga kenal korban. Menutupi kebohongan. Sayang silat lidah mereka dibantu pembela bagus dari Dallas, berhasil meyakinkan jaksa, dan jaksa takut kalah dalam persidangan sehingga mereka dilepas. Dengan wajah penuh amarah Edward lalu diminta bertemu sang sherif di kafe. Off the record, ada masalah kesehatan. Apakah Tony mau keluar prosedur standar untuk menegakkan keadilan? Dan berhasilkah dendam itu terbalas?

Adegan endingnya menggantung yang akan membuat hyppie blockbuster mengerutkan kening. Bisa jadi pecah dua kubu, apakah terjadi pertemuan? Saya lebih suka ending hampa, haha… Akting Jake Gyllenhaal sangat bagus. Entah kenapa ini aktor ga masuk kandidat, kasus Nightclawer terulang. Bedanya di sana dia adalah penjahat malam yang semena-mena terhadap anak buah dan begitu ambisius, di sini dia begitu lemah melawan ketidakadilan. Skoringnya juga bagus, menghantui. Amy Adams bertransformasi dengan sukses dari saat menjalankan gadis lugu penuh cinta, ibu yang marah dan frustasi menghadapi penculikan sampai menjadi wanita sukses di usia paruhbaya yang hampa. Ada Jane Malone yang tampil sangat singkat namun cukuplah menyegarkan dahaga. Sementara sang pemeran Kick-Ass, Aaron Taylor-Johnson tampil sangat meyakinkan sebagai kriminal dengan mimik jahat yang pas. Perhatikan ketika dia menggaruk kaca mobil, menari di tengah jalan di malam hari sampai aksi pura-pura tak bersalahnya saat ke-gap polisi. Menawan. Harusnya yang masuk nominasi supporting actor dia. Well, Apa kabar Richard Benjamin?

Dan kepada Micahel Shannon kita terpusat. Karena dialah alasan saya memutuskan menikmati film ini. Jadi film pertama Oscar yang kuulas pasca pengumuman para kandidat. Seberapa besar peluangnya? Ah sayangnya kecil. Untuk kelas Oscar peluang Shannon kecil. Saya belum menonton lawan-lawannya tapi saya meyakini peluang menang sangat tipis. Saya justru terpukau akting Jake dan Amy yang punya chemistry kuat. Oke binatang malam, mudah-mudahan pagimu cerah.

Tell me when and where!

Nocturnal Animal | Year 2016 | Directed by Tom Ford | Screenplay Tom Ford | Cast: Amy Adams, Jake Gyllenhaal, Micahel Shannon, Aaron Taylor-Johnson, Isla Fisher, Laura Linney, Micahel Sheen, Jane Malone | Skor: 4/5

Karawang, 150217 – Natalie Imbrugulia – Torn
Pilkada serentak 101 daerah, cerah setelah berpekan-pekan hujan

Iklan

2 thoughts on “Nocturnal Animal: A Pretty Nightmare

  1. Ping balik: Best Film 2016 | Lazione Budy

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s