A Man Called #Ahok – @Kurawa

image

Bukunya tipis, isinya hanya cuitan sosmed lalu dirangkum dalam cetak. Jelas sekedar buku sederhana yang saya bisa baca sekali buka, bahkan sambil nyuapin makan malam Hermione yang bermain sepeda mini. Bisa dimaklumi karena memang buku ini dicetak tanpa royalti, tidak terdaftar ISBN, nulis lembar identita buku saja typo, ‘silahkan’, bukan dibuat di percetakan untuk buku yang dijual di Gramed dan boleh dikutip bebas tanpa izin tertulis.

Endorsm back cover itu hiperbolis, terlalu tinggi untuk buku ‘saku’ setipis buku saku pramuka. Itu komen dari orang-orang yang balas twit makanya tak heran dipilih yang bombastis. Saya ga follow si Kurawa ini namun saya yakin, yang komen negatif banyak dan tak mungkin dong diikutsertakan cetak. Ada 10 ‘bab’ dimana di setiap akhirnya ada kutipan bagus dari 9 orang-orang besar sebelum kita, kenapa ga genap 10, haha karena kutipan final dari Ahok sendiri. Saya hanya akan menukil sebagian kecil isi twit yang kurasa menarik. Saya ga akan mereview seperti biasa layaknya buku-buku lain, takutnya ulasan dan pandangan saya nanti malah bisa lebih banyak kata ketimbang buku ini sendiri.

Dimulai dari 10 kutipan dulu deh, walau kalian dengan mudah menemukannya di web namun yang ini emang layak dibagikan.

1. Whatever you do, or dream you can, begin it. Boldness has geniu, power and magic in it. Begin it now. – Johann Wolfgan Von Goethe

2. The Purpose of life is not to be happy. It is to be useful, to be honorable, to be compassionate, to have it make some difference that you have lived anf lived well. – Ralph Waldo Emerson

3. We are what we repeatedly do. Excellence, therefore, is not an act but a habit. – Aristotle

4. No one has ever become poor by giving. – Anne Frank

5. Respect yourself and other will respect you. – Confucius

6. Respect has invented to cover the empty place where love should be. – Leo Tolstoy

7. It is time for parents to teach young people early on that in diversity there is beauty and there is strength. – Maya Angelou

8. It it never too late to give up your prejudices. – Henry David Thoreau

9. Opportunity often comes disguised in the form of misfortune, or temporary defeat. – Napoleon Hill

10. Ingat saja pepatah Tiongkok, “Sebelum bunyi empat paku di atas peti matimu, kamu tidak bisa nilai orang lain itu baik atau buruk.” Nanti kamu baru tahu apa yang saya kerjakan. – Basuki Tjahaja Purnama.

Bagus-baguskan kalimatnya. Bagaimana dengan isinya? Saya ambil 10 kutipan twit yang kuanggap menarik aja ya. Kalian bisa buka twitter si Penulis atau search di #sinetwit #Ahok.

1. Kim Nam selalu membolehkan anak-anaknya mendengarkan pembicaraan saat tamu datang ke rumah mereka. Caranya dengan sembunyi di balik ruang tamu.

2. Walaupun #Ahok anak orang kaya dan terpandang di desanya, dia lebih memilih sekolah negeri dibanding sekolah elite untuk karyawan PT. Timah
3. Dari info #Ahok sendiri, resep hidup harmonis kakek neneknya: semarah / seberantem apapun, mereka berdua harus tetap seranjang.
4. Makanya #Ahok sering bilang: “Gue cuma belum diberikan hidayah aja ama Tuhan, kalau gue mualaf gue bisa jadi pendahwah no. 1”
5. Gus Dur berkata dengan gaya khasnya kepada #Ahok: Jangankan gubernur jadi presiden juga bisa. Apa akan terbukti kelak?
6. Hormat pada orang yang lebih tua dan guru-gurunya adalah kunci keselamatan #Ahok selama ini katanya. Dia banyak didoakan oleh orang yang ditolong.
7. Ibu Bundet mengenal #Ahok kecil sebagai pribadi penurut dan tidak nakal. Dia cukup surprise di Jakarta #Ahok terkesan sebagai ‘pemarah’.
8. “Hok, kamu bisa pintar karena gizi, istirahat, dan waktumu cukup. Sebenarnya kalo teman-temanmu sama kaya kamu hidupnya, kamu pasti kalah,” kata bokapnya
9. Dia mengatakan di hati #Ahok tersimpan kelakuan sifat seorang Islami walaupun Ahok bukan Islam, menolong tanpa pamrih, pemimpin warga yang teladan.
10. #Ahok sangat benci sama orang-orang, terutama oknum aparat-aparat hukum yang datang ke rumahnya untuk malak bokapnya. Dia bilang mereka itu minta uang.

Finally, apakah buku bervitamin? Nope. Karena saya sudah terbiasa membaca fiksi setebal alkitab, maka buku ini tak terlalu membuat kesan mending baca biografi Ahok sekalian. Sudah ada? Ga tahu deh. Saya sekedar penikmat buku, bukan penggemar bukan hater. Buku ini mengingatkanku pada buku ‘A Man Called Ove’, buku yang sudah diadaptasi film yang kini masuk nominasi Oscar best foreign language 2017. Nama mirip tapi jangan bandingkan kualitas isinya.

Sederhana adalah kata pertama yang ada di benakku ketika selesai melahapnya. Tak banyak hal baru yang diungkap. Mungkin buku ini lebih seperti klarifikasi atas beberapa isu yang muncul, klarifikasi dari seorang pendukung berdasar fakta langsung ke Belitung Timur untuk menemui orang-orang yang dulunya mengenal Ahok. Seperti catatan pembuka buku ini, “…harus diakui sebagai bahasa tulis, kumpulan twit ini miskin emosi karenanya mohon maaf jika semua emoticon tidak dapat seluruhnya terekspresikan.” Nah, sepakat.

A Man Called #Ahok Sepenggal Kisah Perjuangan & Ketulusan | by @Kurawa (Rudi Valinka) | copyright @kurawa, 2016

Karawang, 150217 – Michael Learns To Rock – Something You Should Know
Liburan, ngopi, dengar #Sherina dan menikmati ‘Gabriela, Cengkih dan Kayu Manis’

Thank you for Bravo Kurniawan

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s