The Day Of The Jackal (Jilid 1) – Frederick Forsyth

image

“Oleh karenanya, menurut saya tugas pertama yang tanpanya semua usulan lain akan menjadi tidak ada artinya, adalah memberikan nama kepada orang ini. Dengan sebuah nama kita mendapatkan wajahnya, dengan wajahnya kita mendapatkan paspornya, dengan paspornya kita bisa menahannya. Tetapi untuk menemukan namanya, secara rahasia adalah tugas murni detektif.” Ia kembali diam, dan menyelipkan pipanya kembali ke antara giginya. Yang telah diucapkannya itu dicerna oleh masing-masing orang yang hadir. Tak seorang pun dapat menyalahkannya. Sanguinetti mengangguk pelan di sebelah sang Menteri. | “Dan siapakah, Komisaris, detektif terbaik di Perancis?” tanya sang Menteri. Bouvier menerungkannya beberapa detik, sebelum melepaskan pipanya lagi. | “Detektif terbaik di Perancis, tuan-tuan, adalah wakil saya sendiri, Komisaris Claude Lebel.” | “Panggil dia!”, kata sang Menteri Dalam Negeri.

Dalam film-film James Bond, kita sering terpukau akan aksi, ledakan, dan segala bentuk pemecahan masalah melawan kejahatan namun mentah itu hanya kulitnya saja. Tidak dijelaskan bagaimana sang agen 007 mendapatkan bantuan orang-orang di belakang layar. Tak ada gambaran orang-orang yang menyokongnya dengan jelas. Nah di buku ini kita bisa menikmati detail-detail yang tidak ada dalam aksi sang jagoan. Detail penyusunan rencana sebuah pembunuhan ditampilkan dengan bagus sekali. Poin utama novel ini adalah detail yang rasanya akan kena potong di film action yang penuh ledakan.
Endingnya menggantung karena yang saya baca baru jilid satu. Catatan pembuka yang saya tulis adalah paragraf ending. Akhir dari anatomi sebuah rencana. Kisahnya enak sekali diikuti, kualitas terjemahan mungkin tak serenyah buku-buku terbitan Gramed atau Bentang namun tetap bisa dinikmati. Bagian yang mengganggu adalah seringanya memakai imbuhan akhir ‘-nya’ dan saduran kalimat langsung asli Perancis yang dibiarkan apa adanya sehingga blank – harusnya diterjemahkan juga dong. Yah kalau sedikit sih ga papa tapi kalimat itu beruntun dan banyak ya bikin dahi berkerut. Dan inilah buku pertama sang jago cerita Frederick Forsyth yang saya lahap.

Kisahnya bergaris kejadian nyata tentang rencana pembunuhan presiden Perancis republik kelima, Jenderal Charles de Gaulle. Namun saya tak tahu apakah detail yang disodorkan Frederick ini nyata atau rekaan pikiran. Seperti yang kita tahu, sejarah Perancis yang panjang dengan Aljeria, kebijakan-kebijakan Pemerintah yang keras akan komunis, peristiwa pasca Perang Dunia Kedua yang rumit tentang berbagai kudeta sampai kejadian-kejadian yang luput dicatat sejarah. De Gaulle sendiri adalah pelaku kudeta Pemerintahan era Republik keempat yang penuh korupsi dan kuatnya pengaruh komunis di bulan Juni 1958. Saat itu ia adalah Perdana Menteri, ia memasuki istana Elysee pada Januari 1959 dengan kebijakan tanpa kompromi. “Sayalah Perancis, instrument takdir negara ini. Ikutilah saya, patuhilah saya.” Dia memulihkan negara dengan menolak budaya asing karena Perancis harus bangga akan kedigdayaannya. Buku ini jelas bervitamin, dan menambah wawasan. Kisah sesungguhnya bukan tentang Perancis, kisah sesungguhnya – seperti di judul – adalah aksi si Jackal, pembunuh bayaran.

Dibuka dengan cerita eksekusi mati sang pemberontak seorang kolonel Angkatan Udara Perancis, Letnan Kolonel Jean-Marie Bastien-Thiry di halaman utama Fort d’Ivry pada tanggal 11 Maret 1963. “Anda tak mengerti, tak ada pasukan Perancis yang tega mengangkat senjata terhadap saya,” katanya kepada pengacaranya. Ia keliru. Di pagi yang sejuk itu, pemimpin pemberontak Organisasi Pasukan Rahasia tewas di depan regu tembak. Seharusnya matinya orang nomor satu geng OAS  – Organization L’Armee Secrete – ini mengakhiri upaya lebih lanjut segala upaya membunuh sang presiden, namun tidak, justru ini adalah permulaan.

Upaya pembunuhan sudah enam kali dan gagal semua. Kegagalan yang terakhir ini dijelaskan dengan detail, bahwa ada kesalahan sepele yang terjadi namun sangat merusak. Di tanggal 22 Agustus di Petit-Clamart matahari akan terbenam pukul 8:35, namun itu ternyata kalender tahun 1961. Karena di tanggal 22 Agustus 1962 matahari terbenam pukul 8:10 malam. Perbedaan 20 menit itulah yang mengubah sejarah Perancis. Saat pukul 18:28 sang kolonel Bastien-Thiry melambaikan surat kabarnya dengan panik, sang presiden melewati jalan Avenue de la Liberation lebih cepat dari yang direncana. Bernier yang terkejut langsung menginstruksikan ‘tembak!’, mobil Presiden yang berkecepatan 70 mil/jam kena bagian belakang dan mengempeskan dua ban. Saat itulah Francis Marroux- sang sopir menyelamatkan nyawa De Gaulle.

Sang sopir terus berupaya kabur, di depan ada pasukan OAS lagi namun semua sudah terlambat. Pasukan pengawal Presiden bergegas membalas hingga membuat panik para pemberontak, mobil Presiden berhasil kabur melaju ke persimpangan jalan menuju Villacoublay. Kegagalan itu mengantar pemberantasan ke akar-akarnya organisasi OAS dan kroninya. Kelompok ini diadili Januari 1963. Dinas Rahasia Perancis, Service de Documentation Exterieure et de Contre-Espionage (SDECE) menyusupkan orang-orangnya di organisasi bawah tanah untuk memperoleh info-info rahasia musuh. Service One adalah kelompok murni intelejensi dan membagi bironya untuk R untuk Renseignement (Informasi). Di bawah norma Perancis yang menyenangkan, di bawah lapisan kebudayaan dan peradaban, berkecamuk salah satu perang bawah tanah yang paling pahit dan paling sadis dalam sejarah modern.

Eksekusi mati Bastien-Thiry dilaporkan dalam berita pukul 8 pagi di radio Europe Number One dan didengar sebagian besar di Eropa Barat. Di sebuah kamar hotel di Austria, siaran itu memicu serangkaian pemikiran dan membawa Jenderal de Gaulle mendekati maut lebih dari kapanpun dalam karirnya. Yang mendengar adalah kolonel Marc Rodin, kepala operasi OAS yang baru.

Rodin adalah orang rekan Antoine Argoud (wakil OAS) yang diculik dan disembunyikan oleh dinas intelejen. Ia mengangkat menjadi ketua jaringan OAS setelahnya dan mulai menyusun rencana baru. Dia mengundang Rene Montclair dan Andre Casson, orang kepercayaannya di Pension Kleist di Bruckneralle, Wina. Rodin hanya didampingi oleh Victor Kowalski, pengawal pribadi kepercayaannya. Pertemuan segitiga itu menghasilkan kesepakatan: untuk membunuh presiden mereka menyewa pembunuh bayaran. Orang asing yang tak ada sangkutpautnya dengan sejarah Perancis. Seorang pirang dari Inggris itu memberi kode nama Jackal – memberi tarif setengah juta Dollar. Separuh dibayar dimuka, separuh setelah eksekusi. Tarif mahal itu membuat jaringan OAS melakukan banyak perampokan sepanjang Juni-Juli 1963.

Di jilid 1 ini kita akan lebih banyak disuguhi kisah sang Jackal menyusun rencana. Seperti membuat identitas palsu. Ia harus ke Belgia dan istimewanya detail cara pemalsuannya dibuat dengan bagus. Sampai-sampai muncul istilah ‘Day of the Jackal Fraud’. Detail memesan senjata pesanan khusus diceritakan dengan rinci yang mengagumkan. Bagaimana ia memesan, berlatih sampai cara memasang dan melepas part-nya. Detail itu kalau sampai pada orang labil berbahaya. Dan ternyata pada tahun 2005 pernah ada percobaan pembunuhan Presiden Amerika Serikat, George W Bush oleh Vladimir Arutnunian, seorang militan yang katanya terobsesi dengan sang Jackal. Wuihh, efeknya seram.

Dalam seminggu ke depan jelas saya segera menyelesaikan jilid II, dan secepatnya kuulas. Pertanyaannya jelas bukan apakah sang pembunuh bayaran berhasil melakukan misinya? Karena kalau ditilik sejarah Perancis, sang presiden tidak mati di tahun 1963. Poin utama jilid II adalah menikmati keseruan tiap lembarnya, semoga sama memikatnya dengan yang ini. Anatomi sebuah pemburuan…

Beraksinya Sang Jackal, Jilid 1 | by Frederick Forsyth | ditejemahkan dari The Day Of The Jackal | Penerbit Huthcinson | alih Bahasa Drs. Arvin Saputra | Editor Dr. Lyndon Saputra | copyright 1971, diterjemahkan dari buku terbitan tahun 2004 | Penerbit Alice Saputra Communications, Co., | untuk Ibu dan ayah saya | Skor: 5/5

Ruang HR NICI – Karawang, 170117 – Sherina Munaf – Sebuah Rahasia

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s