Tak Pernah Terbesit Sedikitpun Cataldi Akan Memakai Jersey Selain Lazio

image

“Jersey Lazio bagi saya adalah kulit kedua saya. Memenangkan tropi bersama klub ini merupakan impian saya.” – Danilo Cataldi, November 2016

Hari ini hatiku patah. Berita kepindahan itu membuatku menangis. Sore ini selepas Asar, ngaso sebentar buka HP dan betapa mengejutkannya. Sisa hari kerja tak bisa konsentrasi. Saya menangis di kamar mandi. Di depan komputer-pun sudah ga kuat ngetik kerjaan. Pulang sepanjang perjalanan yang biasanya ditemani Sherina, tak ada  mood, sunyi dalam air mata. Sehabis Magrib kuselipkan doa, mudah-mudahan proses pergantian kulit (sementara) ini tak mengurai cintaku.

Tak Pernah Terbesit Sedikitpun Cataldi Akan Memakai Jersey Selain Lazio. Diluardugaan semua pihak, Pemain pujaan Laziale masa kini dan masa depan, Danilo Cataldi pindah ke Genoa. Memang tak ada opsi permanen atau apapun dalam proses ini, karena bagaimanapun rekam jejaknya nanti di Genoa, Cataldi akan balik.

Milan pernah menawarnya, Laziale berhak meludahi proposal itu. Juventus pun pernah berniat, lelucon tawaran itu membuat kita terpingkal-pingkal. Cataladi tak tersentuh, dia tak akan ke mana-mana. Segala rumor tak penting itu reda dengan sendirinya melalui permainan ciamik Danilo – selama mendapat kesempatan saat Biglia absen. Seminggu ini bahkan tak ada angin media berita apapun. Pastinya karena awal Januari ini Genoa melepas Rinso Rincon ke Juventus, mereka mencari pemain bintang sebagai pengganti. Berita tranfer ke Nyonya tua juga sekelebat lewat, namun siapa sangka efek dari proses itu menyeret Danilo.

Prosesnya cepat sekali, Rabu Genoa meminta, Kamis Cataldi bilang ya, dan Lotito sepakat. Dirinya butuh menit bermain lebih, menjadi bayang-bayang Biglia ternyata tak nyaman. Dan waktu seakan tak ada esok, dirinya medical di hari itu juga! Jumat berita peresmian sudah terpampang di media. Andai bersabar, padahal lini tengah Lazio menjanjikan menit. Biglia sedang bicara dengan Chelsea atau mungkin Madrid, dan rawan cidera ini pemain. Parolo dan Savic memang sedang on fire, 6 bulan itu lama. Berdua tak akan bisa penuh bermain terus, pasti akan absen. Murgia dan Lombardi usia masih muda, jadi ga terlalu mengkhawatirkan buat jadi pesaing. Apalagi Leitner, sudah kalah mental jauh hari. Pilihan aneh bilang YA ke seteru.

Delio Rossi, mantan pelatih kita yang sukses mengangkat piala, pernah berujar Ledesma lebih baik ketimbang Biglia. Biglia pemain malas, cengeng dan sering salah passing. Kualitas Ledesma tidak pernah kita ragukan, karena salah satu legenda besar kita. Namun meremehkan Biglia membuat statemen itu kita tertawakan bertahun-tahun. Namun siapa sangka waktu merajut Biglia jadi penerus Mauri mengenakan ban kapten menyingkirkan Candreva yang ngebet, dan Radu yang nominal musim jauh lebih lama dan lebih senior. Tawa itu jadi getir sore ini, andai tahu dialah penyebab utama Cataldi tersingkir, mending Biglia enyah sajalah. Lucas satu-satunya pemain yang bisa di atas salary cap 2 juta. Titahnya lebih mengena, ketimbang Lulic – pemain serba bisa di semua posisi, asal di kiri – sekalipun. Perlakuan istimewa kepada Biglia, sering memaku celana Cataldi di bangku cadangan. Cataldi, kini di usia matang 22 tahun jadi seharusnya sudah inti. Kalau satu-satunya cara menjadikannya reguler adalah menjual Biglia, saya setuju dan itu terdengar lebih bijak.

May boleh saja menyingkirkan poster Sherina Munaf dari dinding kamar. Dia juga boleh mencibir poster Wolverine dengan sebilah samurai yang terpajang manis. Namun istriku tak kan kubiarkan menurunkan poster Danilo Cataldi mengenakan ban kapten. Dia adalah satu-satunya poster pemain bola yang berhasil ada di dinding kamar pasca berkeluarga. Dia bak dewa, gambarnya bersebelahan dengan kaligrafi, dibingkai indah dengan ukiran lembut di sekelilingnya. Hari ini mungkin sedikit terbesit menggoyahkannya dari tembok. Tapi entahlah, akankah gambar Cataldi akan ikut turun dan kulipat bersama legenda-legenda lain Lazio, tahun ini? Hanya waktu yang tahu.

Pas LIRK – Lazio Indonesia Region Karawang – nonton bareng lawan Genoa yang memecahkan jumlah penonton di rumah Xanafi, saat itu koneksi bermasalah. Sehingga streaming terganggu dan kita ganti provider dengan tethering wifi HP. Salah satu Laziale yang menyalakan wifi ditanya, ‘Paswordnya apa?’, dijawab ‘cataldi32’. Waaah, langsung deh semua sumringah dan bertepuk tangan. Saya sendiri hanya tersenyum, karena password wifi ku juga ‘32cataldi’.

Dalam game COC, klan kita ‘bandanoantrindo’ yang member Laziale-nya tak pernah lebih dari 20, nama akun kita ada berbagai hawa Lazio. Dari Zarate, Lazione Budy, I’m Laziale, sampai Cataldi! Tak heranlah, Cataldi ada di berbagai lini sudut hati kita.

Sabtu ini saat saya cek di sosmed, Cataldi sudah berbaju merah menyala. Sedang berlatih bersama Ocampos dkk. Melihat gambar itu membuatku emosional. Kabarnya, ada syarat dirinya tak diperbolehkan bermain saat melawan The Great, jadi saat laga tengah pekan nanti di Coppa dirinya tak akan ada di daftar pemain kedua tim, begitu juga saat leg 2 Serie A.
Cataldi tanda tangan perpanjangan kontrak dengan Lazio sampai Juni 2020 di bulan Febuari 2016, beberapa hari sebelum bersua Genoa. Sebuah fakta yang mengkhawatirkan, karena Genoa punya histori rivalitas sangat panjang bersama kita. Genoa jadi tim yang dipilih untuk menit bermain, hal ini mengejutkanku. Entah apa yang akan disampaikannya saat kedua tim bentrok. Mudah-mudahan tak kontroversial.

Karir Cataldi bersama Lazio dimulai sejak dini. Pria pribumi ibukota Italia ini begitu mengidolai Allesandro Nesta, kapten terakhir kita yang begitu menonjol. Namun kita-pun sudah tahu ujung cerita Nesta. Harapan pemain asli Formello menjadi kapten setelahnya, sebenarnya pernah mencuat nama Frederico Macheda. Yah, saya juga ga mau bahas ini anak. Karena kita semua tahu akhir karirnya. Poin intinya adalah dia dibajak ke Inggris dengan iming-iming menjanjikan, yang begitu melukai Laziale. Bertahun berlalu era 2010an muncullah nama Danilo Cataldi. Pemain bernomor 32, nomor Christian ‘Bobo’ Vieri itu sudah digadang-gadang, di-blow up, dan begitu dipuja bermasa depan biru. Saat ini sih sudah beralih ke nomor 5, jejer 4. Patric.

Cataldi lahir di Roma, 6 Agustus 1994. Pemain primavera Lazio ini akhirnya naik ke level senior tahun 2013, namun dirinya langsung dipinjamkan untuk bermain di Crotone. Masih Under 20 bagiku ga terlampau bermasalah mencicipi tim lain, asal bukan tetangga. Tampil impresif di Serie B dengan membukukan 35 penampilan bonus 4 gol. Tak heran saat dirinya dimainkan 10 menit akhir pekan lalu, dia begitu ngotot ketemu tim tempatnya belajar. Musim berganti dan cerita sesungguhnya baru dimulai. Sesekali menembus menit-menit sebagai pengganti di atas lapangan. Namun Pioli tak seperti Petkovic yang begitu percaya tenaga muda. Dirinya hanya jadi bayang-bayang Biglia, musim itu berakhir lumayan karena ada di 3 besar dan finalis Coppa. Cataldi cetak gol debut di pekan 21 menumbangkan Chievo Verona.

Momen pertama Cataldi jadi kapten di level senior adalah saat laga lawan Fiorentina tanggal 10 Maret 2015. Silakan googling, review pertandingan ini. Saya menjadikannya sebagai laga terbaik Lazio era Pioli karena permainan Lazio begitu menakjubkan. Meluluhlantakkan Fiorentina di segala lini. Nah saat itu Stefano Mauri ditarik diganti Ogenyi Onazi (apa kabarmu nak di liga seberang? – kisah penjualan Onazi sendiri penuh drama, karena saat itu lini tengah Lazio penuh talenta muda, dan demi memberi kesempatan Cataldi dan Murgia, Onazilah yang tercoret) Sejatinya ban kapten diberikan kepada wakil, Stefan Radu. Namun tak dinyana, sang Rumanian di depan Mauri malah memakaikan ban kapten itu ke lengan Cataldi. Momen itu menjadikan gemuruh Laziale begitu membuncah. Gambar pemakaian ban kapten itu ramai sekali dibicarakan seantero dunia. Menjadi picture profilku berminggu-minggu. Dan kujadikan poster. Radu-Mauri-Cataldi: picture of the year.

“Saya kapten? Saya hanya ingin ucapkan terima kasih kepada Stefan yang memberikan kesempatan ini. Awalnya saya tak mau karena banyak pemain yang lebih layak ketimbang saya, namun Radu berkeras. Andai saya tak menerimanya, saya akan membawa pulang ban kapten itu.” Esoknya Brocchi – legenda Milan dan Lazio – juga memujinya. Sebagai pribumi, masa depan Lazio ada di lengannya, dia layak memakainya.

Ketika musim berganti lagi, Cataldi bersama Lombardi memulai musim dengan bagus karena langsung mencetak gol penting kala drama 7 gol lawan Atlanta. Namun pekan demi pekan, Inzaghi ternyata masih saja jarang memainkannya starter. Pekan paling penting di derby-pun Cataldi tak diturunkan. Padahal semua orang sudah menunggu aksi putra asli daerah. Ah kisah DDC itu berakhir pilu saat adegan siram air. Puncaknya ya pekan lalu saat kesempatan dia bertemu mantan, namun tak starter. Yah, hati orang tak ada yang tahu.

Sebagai pemain masa depan Italia, Cataldi harus dipagari dan dijaga. Bersama Marco Sportiello (mengejutkan memilih Fiorentina sebagai tim berikutnya), Danielle Rugani (Jupe punya sejarah dengan pemain asli Italia), Alesia Romagnoli (Laziale yang tersesat di Milan), dan ujung tombak Andrea Belotti (komoditi paling panas bursa transfer) timnas Italia dipastikan cerah. Ketika Cataldi mencetak gol debut di Serie A lawan Keledai Kuning, saya pernah berujar, “Cataldi akan mengangkat piala bersama Gli Azzuri”. Sampai saat ini saya masih sangat meyakininya. Waktu yang akan membuktikan, namun ketika momen itu tiba saya hanya ingin satu hal: Cataldi adalah kapten Lazio The Great sehingga orang-orang akan membicarakannya di ruang makan gathering sepak bola, 50, 70, atau 100 tahun lagi. Too much love for you, good luck danilocat32!
#AvantiLazio

Karawang, 120117 – Nico and Vinz – Am I wrong?

*) catatan ditulis tanggal 12 Januari 2017 malam, baru edit dan pos dua hari kemudian saat libur kerja

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s