Inzaghi: Now Or Never

image

INTER (4-2-3-1): Carrizo (Handanovic);
D’Ambrosio, Medel (Murillo), Miranda, Ansaldi; Kondogbia (Gagliardini), Brozovic; Eder (Candreva), Joao Mario (Banega), Perisic; Palacio (Icardi).
All.: Stefano Pioli.
A disp.: Handanovic, Radu, Murillo, Andreolli (Ranocchia), Santon, Nagatomo, Gagliardini, Banega, Candreva, Biabiany, Gabigol, Icardi.

LAZIO (4-3-3): Strakosha; Patric (Basta), de Vrij, Wallace, Radu; Parolo, Biglia, Murgia; Felipe Anderson, Immobile, Lulic.
All.: Simone Inzaghi.
A disp.: Marchetti, Vargic, Hoedt, Bastos, Basta, Lukaku, Vinicius, Leitner, Luis Alberto, Lombardi, Djordjevic, Rossi.
Indisponibili: Kishna, Milinkovic-Savic, Lombardi.

Diffidati: nessuno
ARBITRO: Marco Guida (sez. Torre Annunziata).
ASS: Meli – Cariolato, IV: Celi.

Prediksi FOCCERS:

LBP
Inter 0 Vs 3 Lazio
Analisis: Hanya Coppa satu satunya harapan piala musim ini. Immobile bakalan ngamuk. Siapapun yang kalah nirgelar. Kecuali Jupe kalah 10x beruntun. Persaingan kembali terbuka.

Arifin
Inter vs Lazio : 3 – 1
HT : 1 – 0
Skorer : Eder
Analisa : Inter masih dalam tren positif menang 5 laga terakir. Sementara Lazio belum bisa move on dari kekalahan Juve dan Chievo. Alhasil Interlah yang memetik kemenangan atas Lajio. #ompulsaom

Bagas (X)
Inter vs lazio : 0-0
HT : 0 – 0
Skorer : –
Analisa : Sama sama menyerang, Sama kuat, Sama sama dapat poin 1

JK
Inter vs Lazio : 3-0
HT : 1-0
Scorer : Icardi
Analisa : Pioli memang great. Tahu kelemahan mantan great. Dan Pioli tertawa cengengesan

Adit
Inter vs Lazio : 2-1
HT : 1-0
Scorer : Icardi
Analisa : Pioli sukses memenangkan 9 game beruntun di semua ajang. Pioli mampu jadi penebar mimpi buruk bagi lawan. Pioli adalah mantan Lazio tersayang dengan modus dendam kesumat.

Arief
Inter v lazio 1-0
HT : 0-0
scorer : Icardi
Analisa : Copa Italy target kedua tim. Pioli kembali ketemu mantan. Lazio pun menyesal melepas Pioli.

Deni
Inter vs Lazio : 2-0
HT : 1-0
scorer: Eder
Analisa: Lajio main tandang. Inter main menyerang. Lajio bertahan. Akhirnya Inter yang menang 😐

Widy
Inter vs lazio 3-2
HT : 1-1
Scorer : Icardi
Analisis : Lazio datang ke Kandang Inter berbekal kekalahan. Lawan yang dihadapi pun pelatihnya malah eks Lazio. Kayanya kemenangan berpihak masih ke Inter

Huang
Inter v lazio : 1-1
HT : 0-0
Scorer: Candreva
Pioli masih mencintai Lazio. Maka dari itu ia berharap untuk tidak menang. Kemenangan beruntun akan terhenti dan Candreva tidak akan merayakan golnya.

Emas Agos
Inter 0 – 1 Lazio
HT 0 – 0
Gol Felipe Bale
The Grit dengan segala kekurangannya berhasil mematahkan kemenangan Inter. Love The Grit. Every time, every where.

Panji
Inter 2-0 Lazio
Ht: 2-0
Gol: Candreva
Inter melanjutkan tren positif. Kalau kalah, berarti kemaren php doang. Ya udah.

Damar
Inter vs Lazio : 2-1
HT : 1-0
Skorer: Immobile
Analisis: Lazio main ball possesion. Inter gx bisa berkmbang permainan. Akan ada 1 umpan ajaib dari lini tengah Lazio.

DC
Inter 1-1 Lazio
HT 1-0
Scorer Icardi
Main tandang. Hasil imbang lawan tuan rumah yang  lagi onfire lebih dari cukup buat Lazio. Kali ini Inter akan mengalami kesulitan hingga hanya 1 poin yang diraih.

Karawang, 310117

Iklan

Surat Dari Raja Dan Anyelir Merah – Rabindranath Tagore

image

Manusia hidup sambil membayangkan bahwa suatu hari sebuah ‘surat’ panggilan akan datang dan membawakan kebahagian. Sehingga menunggu bisa menjelma sebagai siksaan; namun tidak bagi mereka yang punya cinta. – catatan sampul belakang

Ini adalah jenis buku yang sekali duduk selesai baca. Tipis, tak sampai 150 halaman. Sayang aja buku sebagus ini cepat selesai lahap. Ini adalah buku ketiga beliau yang saya nikmati, setelah ‘Gitanjali’ sebuah prosa kehidupan yang indah dan ‘Tagore dan Masa Kanak’, kumpulan cerita pendek – salah satu terbaik yang pernah baca. ‘Surat Dari Raja Dan Anyelir Merah’ adalah cerita sandiwara dua bagian yang sangat menawan, seperti karya Tagore yang lain yang selalu puitis dan menghanyutkan, kekuatan utama di dialog yang membabat batas-batas tabu. Surat Dari Raja sama menakjubkannya. Bukti beliau sungguh hebat dalam bentuk karya tulis apapun, novel yang belum kubaca.

Bagian pertama tentang seorang anak yang sakit kronis bernama Amal Dutta, ia adalah anak angkat Madhav Dutta. Ia divonis dokter untuk tak boleh keluar rumah, kena sinar mentari. Untuk seorang anak terkurung tentu saja siksaan. Namun imaji Amal yang tinggi membuatnya menembus mimpi yang rasanya mustahil. Kegemarannya duduk di tepi jendela terbuka lalu menyapa siapa saja yang lewat membuatnya akrab dengan orang sekitar.

Mandhav: Sungguh resah aku sekarang! Sebelum ada dia, tak ada masalah apa-apa; aku merasa bebas. Tapi sekarang, setelah dia datang, entah dari mana, hatiku diliputi rasa iba padanya. Dan rumahku serasa bukanlah rumah saat dia tak ada. Dokter, menurut Anda apakah dia –
Dokter: Jika hidup masih menjadi suratan nasibnya, dia akan berumur panjang. Tapi yang tertera di kitab kedokteran, rupanya –

Dialog ini adalah sebuah pembuka yang mengantar kisah sang anak yang nantinya bersosialisasi dengan orang-orang lewat, lewat jendela. Bercerita dengan orang asing. Pertama tukang susu dari Sungai Shamli di kaki bukit Panch-mura, ia menjual dadih dan disapa Amal. Amal lalu belajar berteriak menjajakan dadih. Kedua adalah penjaga yang bertugas membunyikan gong. Ada dialog absurb dimana Amal menanyakan kenapa tidak membunyikan gong-nya sekarang? Karena memang belum waktunya. Dari sang penjaga kita tahu ada kantor pos baru yang dibangun dekat rumahnya. Kantor pos siapa? Kantor pos milik Raja!

Ketiga kepala desa. Yang kebetulan lewat dipanggil Amal. Sang anak berpesan untuk memberitahu raja kalau-kalau Raja mengirim surat tolong disampaikan kepada tukang posnya bahwa Amal ada di sini, di ambang jendela mananti. Keempat sang gadis bernama Sudha, inilah karakter menarik yang (mungkin) menyambung ke bagian dua. Tugasnya adalah mengumpulkan bunga dalam keranjang. Bagaimana Sudha suka bermain boneka Benay si mempelai wanita dan kucingnya bernama Meni. Dari Sudha, Amal mendapat janji tentang bunga yang akan dibayarnya kelak kalau sudah dewasa. Kelima adalah seorang anak yang memberikan gambaran betapa dunia luar sangat luas dan menyenangkan. Dan nama-nama tukang pos yang disebutnya memberi referensi lain. Babak pertama ditutup, sayangnya saat layar kembali diangkat Amal sudah terbaring di tempat tidur. Sakitnya makin parah, angin jendela membuatnya semakin mendekati ajal. Mandhav melarangnya duduk di tepi jendela. Saat sakit Amal makin parah, secercah harapan datang. Dari desas-desus, kata-kata sepele di tepi jendela itu kicaunya sampai di telinga raja sehingga mengirimkan tabib terbaiknya langsung ke rumah Amal. Namun akankah masih ada waktu saat layar sandiwara akan ditutup?

Bagian kedua kisah ini berdiri sendiri tentang bunga Anyelir Merah yang sering dipakai gadis jelita, pusat segala semesta. Nandini adalah gadis cantik yang suka bunga, terkhusus anyelir merah yang langka sehingga susah didapat, pemuda yang berprofesi penggali tanah bernama Kishor meminta harap. “Berjanjilah bahwa setiap pagi kau hanya akan menerima bunga dariku.”

Profesor pernah berujar: “Barangkali nasibmu tahu. Dalam bunga merah itu bukan hanya ada keindahan, tapi juga pesona ketakutan. Aku tidak tahu peristiwa apa yang akan kau tulis dengan warna merah tua. Ada bunga kacapiring dan mawar, ada melati putih, – mengapa kau tinggalkan itu semua dan memilih bunga ini? Apakah kau tahu, kami sering memilih nasib kita sendiri tanpa mengetahuinya.”

Dalam kisah ini Nandini yang cantik memang punya pesona luar biasa. Seorang penggali lain bernama Gokul yang terpesona akan jelitanya sampai berujar, “Kau menjerat semua orang di sini. Kau tukang sihir, mereka yang tersihir oleh kecantikanmu akan menerima kematian mereka. Aku tak percaya padamu. Kau licik. Kejahatan akan menimpa kita sebelum hari berlalu. Itulah sebabnya kau berdandan seperti itu. Oh kau tukang sihir yang mengerikan. Kau seperti obor yang menakutkan”

Peringatan Gokul membuat Nandini terbawa aura keraguan, dan bimbang. Dalam bayang lagu dan sinar samar Nandini sampai berdialog dengan isi kepala yang membawa warna imaji penuh kesamaran. Sebuah suara sampai memberi petuah aneh, “Mengapa aku tidak dapat bersusah payah mengambil warna anyelirmu dan membangun mimpi darinya untuk disimpan di depan mataku? Beberapa kelopak bunga yang lemah menjaganya dan menghalangiku. Dalam dirimu ada rintangan yang sama begitu kuatnya karena begitu lembutnya.”

Lalu cerita bergulir dalam percakapan para penggali. Phagulal, Chandra dan Bishu yang suka menyanyi. Dari mereka kita tahu, ada iri sekaligus kekhawatiran akan kecantikan Nandini. “Melihat dia memamerkan kecantikannya di semua tempat membuatku sakit.” Ah tata bicara pria-pria lajang ini. Di dunia ini ada kelaparan untuk memaksa kita bekerja, tapi juga ada hijau daun, sinar emas matahari untuk membuat kita minum di saat liburan. Manusia memandang rendah pot buatan sendiri yang pecah ketimbang daun layu yang jatuh dari pohon. Begitulah hidup, selalu ada harapan ke depan sekalipun saat ini kau terjatuh paling dalam. Kalender tidak pernah mencatat hari terakhir. Setelah hari pertama datanglah hari kedua, setelah kedua, ketiga. Tidak ada istilah rampung di sini. Apa yang ada di hati mereka selalu ada di bibir mereka.

Namun keseharian rakyat itu menuai ancaman kesejahteraan esok. Buaya mulai membuka mulut dengan tersenyum dan berakhir dengan menggigit. Kesakitan menahan nafsu terhadap sesuatu yang dekat adalah fitnah binatang, kedukaan karena beraspirasi pada sesuatu yang jauh adalah fitrah manusia.

Namun kisah utama bagian kedua ini bukan tentang romantika para remaja di mabuk cinta. Untungnya Tagore menggiring kisah ke arah yang lebih rumit dan berbahaya – sehingga menjadi sangat menarik. Tentang kudeta, tentang semangat juang para pemuda menggulingkan kekuasaan. Tentang perlawanan akan ketidakadilan. Dan, setiap aksi selalu muncul reaksi. Dan setiap reaksi tak selalu bagus didengar telinga. Karena, selalu ada duka di dalamnya. Dan bagaimana kecantikan Nandini bisa membuat daya itu meledak?

Kutipan-Kutipan

Perahuku kuikat di tepi; talinya putus; angin kencang menyeretnya ke tempat tak dikenal. – halaman 86
Kalung kemenangan mungkin bunga kunda. Hadiah dari tangan, tapi kalung sambutan adalah anyelir merah, dari hati.  Ah, harus cepat-cepat dalam menerima hadiah yang datang dari tangan karena ia akan layu. Untuk dari hati, semakin lama menunggu ia makin berharga. – 92
Misteri hidupku yang tersembunyi, melilitku, meratapi ikatannya yang putus. Untuk mendapatkan api dari pohon kau harus membakarnya. Suatu hari aku akan membakarmu dan mengambil api itu – 97
“Waktu berjalan dengan menyingkap yang baru di depannya. Tapi orang-orang berilmu yang menyembunyikan fakta akan mengatakan bahwa waktu senantiasa membawa beban usia tua di punggungnya.” – 106
Haruskah mereka? Jika mati memang diperlukan supaya bisa hidup seperti manusia, apa susahnya mati? – 110
Ketika aku selalu merasa takut dan berusaha menghindari bahaya di setiap langkah, seolah-olah aku merasa bebas tapi kebebasan seperti itu adalah bentuk perbudakan yang terkutuk. – 118
Para dewa setiap saat disembah, mereka tidak terburu-buru waktu. Tapi kesedihan manusia tidak dapat menunggu. – 134
Seseorang telah berkabar bahwa raja akhirnya telah memperoleh kabar tentang rahasia kehidupan, dan telah pergi untuk mencarinya. Aku telah membuang buku-bukuku untuk mengikuti dia. – 140

Dan yah, Tagore tak pernah mengecewakan. Setiap kata yang menyusun kalimat selalu terdengar tak lazim, puitis dan menggugah. Seorang Penulis besar yang layak dijadikan acuan dan inspirasi bagi semua penikmat sastra. Sampul buku ini sempat membuat Hermione ketakutan, karena lukisan close up wajah Tagore yang penuh bulu putih terlihat seperti seorang penyihir. Wajar anak kecil menampiknya, sampai dia bilang, “Tagore, Ayah. Ga mau, atut.” Lalu saat aku membaca nyaring di depannya dia mendengar dengan seksama posisi mata tertutup. Saat ada jeda, Hermione membuka mata dan lagi-lagi teriak. “Lagi. Tagore… seram.” Kemudian kubacakan dialog diapun kembali menutup mata menikmati dongeng Nandini.

Kelak, Hermione Budiyanto-ku sayang kau akan tahu betapa buku tipis ini pernah membuat terlena dalam buaian tidur sekaligus rasa takut akan fatamorgana dunia. Kelak, saat saya sudah pikun, saat masa bakti melayanimu menjelamg usai, saya ingin kau membacakan kisah Nandini dan segala hiruk pikuk Raja di Asia Selatan ini. Sebuah buku sederhana yang sangat indah, sebuah karya Penulis Besar yang tak akan lekang ditelan waktu. Seperti cintaku padamu.

Surat Dari Raja Dan Anyelir Merah | by Rabindranath Tagore | Diterjemahkan dari The Post Office dan Red Oleanders | Rupa & Co. New Delhi, 2002 | Bentang Selected Works Of Tagore | YBB.167.03 – Cetakan pertama, Juli 2003 | Penerjemah A. Asnawai | Penyunting Rh. Widada | Perancang sampul Buldhanul Khuri | Gambar sampul Alfi dan Budi Swiss | Peneriksa aksara Winarti | Penata aksara Yani Y.A. | Penerbit Bentang Budaya | Anggota API – Aliansi Penerbit Independen | Skor: 5/5

Karawang, 250117 – Michael Learns To Rock – Sleeping Child

Jurus Elang Mencabik Keledai Terbang

image

Lazio Vs Chievo
Prakiraan formasi:
4-3-3
Thomas Strakosha;
Basta, De vrij, Hoedt, Radu;
Parolo, Biglia, Milinkovic;
Felipe Anderson, Djordjevic, Lulic.
A disp. Strakosha, Vargic, Patric, Wallace,
Bastos, Lukaku, Leitner, Murgia, Lombardi, Luis
Alberto, Rossi.
All. Inzaghi.

LBP
3-0
Absennya Immobile memberikan kesempatan full menit untuk Lord DJORJE. Golnya membungkam para hater. Gagal skorer, ucapkan selamat tinggal pada World class striker!

De Coys
Lazio 2-0 Chievo, Immobile
Main di kandang. Kemenangan lagi buat Lazio. Dan Immobile lagi biangnya.

Arifin
Lazio 1-0 Chievo. Immobile.
Lajio menang. Chievo tumbang. Om pulsa om.

WIDY
lazio 2-1 Chievo. Immobile
Laga pekan selanjutnya. Lupakan kemarin. Pekan ini kemenangan milik Lazio 2-1.

Deni
Lajio 3-1 Chievo. Immobile
Lajio main kandang. Lajio main menyerang. Chievo main sangat bertahan. Akhirnya Lajio yang menang. Pelatih dan fans pun ikut senang👍🏻

ARIEF
Lazio 2-0 Chievo. Djordjevic.
Lazio mencoba menetap di zona antarklub eropa. Setelah kalah dari tim favorit, mereka mesti memastikan diri kembali ke jalur kemenangan. Chievo tak boleh dianggap remeh.

Adit
Lazio vs Chievo: 4-0, Immobile.
Lazio pasti menang. Di atas kertas saja garang. Kalah jelas hukum pantang.

Huang
Lazio 2-2 Chievo;  Valter Birsa
Jangan remehkan keledai! Walau mereka terkesan lambat dan pemalas, tapi keledai dapat dimanfaatkan susunya hingga skuat mereka menjadi seterong! Apalagi ini adalah Keledai Terbang, waspadalah Grit!

Karawang, 280117

Nominasi Oscar 2017

image

Viola! Akhirnya yang ditunggu rilis juga. Nominasi Oscar 2017 diumumkan. Kejutan, La La Land mengirim 14 wakil dalam daftar, gila ini. Di Golden Globe emang juara, tapi kalau tembus 14 ya amazing. Sesuatu yang bahkan ga bisa dilakukan oleh The Lord Of The Ring.
Allied seperti yang kuduga, calon kuat di costume design. Sayangnya hanya satu. The Jungle Book yang memang bagus sekali di bagian Baloo mewakili visual efek. Sully yang so so, yang diprediksi banyak orang bakal bicara banyak ternyata hanya di Sound Editing. Kejutan juga muncul untuk mbah Meryl Streep yang dapat nominasi lagi. Kini total 20 kali, rekor yang mustahil pecah bahkan untuk seabad nanti. Film penuh annoy, Suicide Squad malah kirim wakil di make up. Dan untuk kartun kandidat kuat dari Pixar, Finding Dory terdepak!
Masih ada waktu sebulan untuk menonton dan menilai. Pengumuman pemenang tanggal 27 Februari 2017. Mudah-mudahan terkejar. Seberapa ngeri La La Land, mari kita joged!

Berikut daftar lengkap nominasi Oscar 2017:

Best Picture
Arrival
Fences
Hacksaw Ridge
Hell or High Water
Hidden Figures
La La Land
Lion
Manchester by the Sea
Moonlight

Best Actress
Isabelle Huppert, Elle
Ruth Negga, Loving
Natalie Portman, Jackie
Emma Stone, La La Land
Meryl Streep, Florence Foster Jenkins

Best Supporting Actress
Viola Davis, Fences
Naomie Harris, Moonlight
Nicole Kidman, Lion
Octavia Spencer, Hidden Figures
Michelle Williams, Manchester by the Sea

Best Actor
Casey Affleck, Manchester by the Sea
Andrew Garfield, Hacksaw Ridge
Ryan Gosling, La La Land
Viggo Mortensen, Captain Fantastic
Denzel Washington, Fences

Best Supporting Actor
Mahershala Ali, Moonlight
Jeff Bridges, Hell or High Water
Lucas Hedges, Manchester by the Sea
Dev Patel, Lion
Michael Shannon, Nocturnal Animals

Best Director
Denis Villeneuve, Arrival
Mel Gibson, Hacksaw Ridge
Damien Chazelle, La La Land
Kenneth Lonergan, Manchester by the Sea
Barry Jenkins, Moonlight

Best Documentary Feature
Fire at Sea
I Am Not Your Negro
Life Animated
O.J.: Made in America
13th

Best Foreign Language Film
Land of Mine
A Man Called Ove
The Salesman
Tanna
Toni Erdmann

Best Original Score
Jackie
La La Land
Lion
Moonlight
Passengers

Best Original Song
“Audition (The Fools Who Dream),” La La Land
“Can’t Stop the Feeling,” Trolls
“City of Stars,” La La LAnd
“The Empty Chair,” Jim: The James Foley Story
“How Far I’ll Go,” Moana

Best Cinematography
Arrival
La La Land
Lion
Moonlight
Silence

Best Production Design
Arrival
Fantastic Beasts and Where to Find Them
Hail, Caesar!
La La Land
Passengers

Best Makeup and Hairstyling
A Man Called Ove
Star Trek Beyond
Suicide Squad

Best Costume Design
Allied
Fantastic Beasts and Where to Find Them
Florence Foster Jenkins
Jackie
La La Land

Best Visual Effects
Deepwater Horizon
Doctor Strange
The Jungle Book
Kubo and the Two Strings
Rogue One: A Star Wars Story

Best Sound Editing
Arrival
Deepwater Horizon
Hacksaw Ridge
La La Land
Sully

Best Sound Mixing
Arrival
Hacksaw Ridge
La La Land
Rogue One: A Star Wars Story
13 Hours: The Secret Soldiers of Benghazi

Best Documentary Short
Extremis
4.1 Miles
Joe’s Violin
Watani: My Homeland
The White Helmets

Best Live Action Short
Ennemis Intérieurs
La Femme et le TGV
Silent Nights
Sing
Timecode

Best Adapted Screenplay
Arrival
Fences
Hidden Figures
Lion
Moonlight

Best Original Screenplay
Hell or High Water
La La Land
The Lobster
Manchester by the Sea
20th Century Women

Best Animated Feature
Kubo and the Two Strings
Moana
My Life as a Zucchini
The Red Turtle
Zootopia

Best Film Editing
Arrival
Hacksaw Ridge
Hell or High Water
La La Land
Moonlight

Best Animated Short
Blind Vaysha
Borrowed Time
Pear Cider and Cigarettes
Pearl
Piper

Source: http://oscar.go.com/
Karawang, 250117
Gajian Day

Menang Tetangga Ke Puncak, Kalah Bye Bye Scudetto, Seri Rugi Semua

image

image

image

Kuis Super Great
Juventus v Lazio

LBP
HT 0-0
FT 0-3
Analisis: Menang adalah mengantar tetangga ke puncak. Kalah adalah tamat scudetto. Seri, hmmm… Sama – sama rugi. Safin Savic sepertinya akan menggila untuk mengusik logo baru Jupe haha.

PAPA WIN
Juve – Lajio
HT: 2-0
FT: 3-0
Skorer: Pjanic
KK: savic
Laga mudah untuk juve. Lajio lenyal seperti tower. Pulsa lambat masuk.

De Coys
Kuis Super Great
Juventus v Lazio
HT: 1-0
FT: 2-0
Skorer:  Higuain
Kartu kuning: De vrij
Analisis: Juve akan menang. Lazio akan tumbang. Apakah pulsa akan ngambang?

GG
HT: 1-0
FT: 2-0
Skorer: Dybala
Yellow: Djordjevic
Analisis: Semangat logo baru. JJ, Juventus Juara. GG, gangan.

Arief
HT : 1-0
FT : 3-0
Skorer: Higuain
Yellow : Biglia
Analisis: Juventus kerap kepayahan ketika main away. Tetapi, nantikan penampilan berbeda si Nyonya Tua ketika mentas di J stadium. Lazio yang akan berkunjung bakal menjalani laga yang panjang.

Deni
Kuis Super Great
Juventus v Lazio
HT: 1-0
FT: 2-1
Skorer:  Higuain
Kartu kuning: Cheillini
Analisis: Juve main kandang. Juve main full menyerang. Lajio sedikit bertahan. Duel pun sedikit berimbang. Namun Lajio kecolongan. Akhirnya Juve yang menang 😐

Adit (Revisi)
Juventus vs Lazio
HT : 1-0
FT : 4-0
Scorer : Higuain
Yellow : Milinkovic-Savic
Lazio pantang menyerah. Juve pantang bubrah. Pada akhirnya si Hitam Putih takkan kalah.

Jefri
Juventus vs Lazio
HT : 2-0
FT: 3-1
Skorer : Higuain
Yellow : Biglia
Juventus masih terlalu perkasa untuk Lazio. Bermain di Juventus stadium akan membuat mental pemain Nyonya Tua lebih Bergelora. Tampaknya Nyonya Tua akan menang muda atas Elang Ibukota

Emas Agos
Juve – Lazio
Skorer Ciro.
HT 0 – 0
FT 0 – 1
👳🏻ini Budi.🐥ini burung Budi. Burung Budi seekor Elang. Curi point di kandang. Zebra.

Will
Juventus v Lazio
HT: 2-0
FT: 3-1
Skorer:  Higuain
Kartu kuning: Bonucci
Analisis: Juve kembali ke jalur kemenangan setelah kekalahan minggu lalu. Lazio kalo tandang ngga punya harapan. Laga akan berjalan timpang ke tuan rumah.

Bagas
Jupe v Lasio
HT : 1 – 1
FT : 1 -2
Skorer: Higuain
KK: Cheilini
Analisis: Pantang jagoin Jupe menang, biarkan Lasio menang, agar bang Budi senang.

Huang
Juve vs Lazio
Skor HT: 2-0
Skor FT: 2-0
Skorer: Higuain
Yellow: De Vrij
Analisa: Degrit datang dengan pongah. Mereka turut menertawakan logo baru Jupe yang sederhana. Jupe haha kata mereka.

Arifin
Juventus v Lazio
HT: 0-0
FT: 1-0
Skorer: Higuain
Kartu kuning: Marchisio
Analisis: Nyonya besar musuh bebuyutan Lajio. Lajio kalah. Towerpun condong mnuju roboh. #om pulsa om
*revisi

Dicky
Juventus v Lazio
HT: 1-0
FT: 3-1
Skorer : Higuain
Kartu kuning: Sturaro
Analisis: Efek perbullyan di medsos terhadap logo baru Juve dan kekalahan di Florence akan menaikkan mental Gigi Buffon dkk dan balik membully si bekas didikan Immobile dkk.
*revisi

Widy
Juventus vs Lazio
HT : 2-1
FT : 4-1
Scorer : Higuain
Kartu kuning : Higuain
Analisis: Laga penentuan. Menang jaminan kejar klasemen. Tapi sayang, keberuntungan milik Juve.

Bung Tak
Juentus v Lazio
HT: 1-0
FT: 1-1
Skorer:  Chiellini
Kartu kuning: Lulic
Analisis: Nyonya besar berat bagi Lazio. Tapi Lazio selalu berusaha buka hatimu, bukalah sedikit untukku. Sehingga diriku bisa memilikimu. Betapa sakitnya. Selalu dirimu tak menganggapku ada. #armada

Karawang, 220117
Pasar Kaget Galuh Mas

The Girl On The Train – Paula Hawkins

image

Satu berarti penderitaan, dua berarti kebahagiaan, tiga berarti bocah perempuan. (diambil dari lagu anak One for Sorrow). Tiga berarti bocah perempuan, aku bertahan pada tiga, aku tidak bisa melanjutkannya lagi. Kepalaku dipenuhi suara, mulutku dipenuhi darah. Tiga bocah perempuan. Aku bisa mendengar burung-burung magpies itu, mereka tertawa, mengejekku, terkekeh parau. Ada kabar, kabar buruk. Kini aku bisa melihat mereka, hitam dilatari matahari. Bukan burung-burung itu, tetapi sesuatu yang lain. Seseorang datang. Seseorang berbicara denganku. Kini lihatlah. Lihatlah apa yang terpaksa kulakukan karenamu. – opening note

Tepat satu tahun yang lalu saya membeli buku ini di Gramedia Solo Square bareng dua ponakan Wildan dan Winda. Sebuah kebetulan yang manis, film adaptasinya kini tayang spesial di Blitz dan Cinemaxx. Sudah rilis tahun lalu namun baru tayang Januari ini. Jadi inilah saat yang tepat membuat ulasannya.

Kesan pertama setelah selesai melahapnya adalah, cheesy. Novel jenis gini terlalu halus untuk penikmat kisah-kisah detektif. Di tangan Christie – mbahnya cerita penyidik, buku ini bisa menjadi kisah suspence menawan. Sayang Hawkins kurang jago memanjakan pembaca. Kisahnya hanya menarik di tengah. Tak pintar menyimpan kejutan, ketebak. Susunan kalimatnya datar, dasar cerita pembunuhan seorang gadis lalu pusaran tersangka ada di sekitar sang tokoh sudah sangat lazim untuk sebuah kasus dan Gadis Di Kereta – seperti kereta api itu sendiri – terlalu nurut mengikuti rel yang ada.

Kisahnya diambil dari tiga sudut pandang karakter wanita. Dengan setting tahun 2013 di London. Bagaimana sebuah tindakan kriminal terjadi dari pengamatan seorang gadis dalam laju kereta api  dari Ashbury ke Euston. Pertama, Rachel adalah gadis kantoran yang alkoholik. Seorang janda yang bermasalah dengan psikologi, yang setiap paginya berkereta dari apartemennya ke tempat kerja. Dari perjalanan kereta itu dia mengamati kehidupan masyarakat dalam beraktivitas. Kedua Anna, yang yang menikahi mantan suami Rachel yang kini memiliki bayi. Ketiga adalah Megan, wanita yang hidupnya terlihat sempurna namun ternyata rapuh dan bermasalah.
Salah satu kehidupan yang diamati dalam deru kereta dan membuat iri Rachel adalah kehidupan keluarga kecil bak potret impian. Memberi nama imagi Jess dan Jason pada mereka. Namun kesempurnaan yang dilihatnya dalam rutinias itu lenyap. Suatu hari muncul berita Jess menghilang (wuih langsung deh terbesit Gone Girl-nya Pike), dalam penyelidikan Jess ditemukan tewas di hutan.

Jess adalah Megan, kisah dari sudut pandangnya tentu saja tak sesempurna yang dilihat Rachel. Megan adalah seorang istri dengan banyak rahasia. Flash back masa lalunya cukup inten dikisahkan – justru yang menarik malah kisah ini, mengingatkanku pada novel-novel Sidney yang pintar bertutur riwayat seseorang. Ia hanya tampak bahagia padahal sungguh pilu. Beberapa keputusan yang diambilnya tampak tak logis – kalau ga mau dibilang konyol –  hingga akhirnya mayatnya ditemukan.

Anna, lebih tampak konyol lagi. Tahu suaminya bobrok namun cuek. Bagaimana bisa seorang istri yang tahu suaminya tukang selingkuh tapi membiarkannya? Sebagai wanita perebut suami orang, bisa jadi dirinya menempatkan diri sebagai istri yang terluka karena memang hidup ‘kan berputar, namun banyak tindakkan di novel ini terbaca tak nalar.

Jadi siapa sesungguhnya pembunuh Megan? Scott, suaminya? Tom, suami Anna? Kamal, dokter sekaligus selingkuhannya? Rachel, sang alkoholik? Atau bahkan mungkin Megan sendiri yang mengakhiri hidupnya karena beban nafas yang tak tertanggung? Saya jamin kalian bisa menebaknya, bahkan saat kereta ini melaju di rel belum separuh jalan!

Saya kasih bocoran sedikit, Rachel yang pemabok beberapa kali mengalami amnesia. Block out. Saat hari tewasnya Megan ia ternyata tersangkut langsung di TKP. Bocorannya sudah di awal-awal kisah di halaman 90: “Jadi ini kedengaran konyol, tapi bukannya mustahil. Dan, ketika tiba di rumah semalam, aku telah menyakinkan sendiri bahwa entah bagaimana, Aku terlibat dalam peristiwa hilangnya Megan.” Bukan barang baru ‘kan seorang hilang ingatan sepintas jadi kunci? Klu tambahan, Rachel tiap pagi berkereta itu bukan berangkat kerja, hanya pura-pura karena takut teman sekamarnya tahu dia sedang dalam masalah. Klu lainnya, ini kisah tentang orang-orang selingkuh. Saling silang yang rumit, yang entah bagaimana gambaran nantinya di dalam film. Seberapa vulgar? Nah poin pentingnya, kalau Anna, Tom, dan Megan dkk tukang selingkuh tinggal ditarik garis aja hingga ketemu deh benang merah kasus utama yang ditawarkan novel ini. Sederhana, tak mengecoh.

Sempat berharap seperti kisah Gone Girl yang misterius dan tensi terjaga, sayangnya tidak. Kisah sang Gadis terlalu simpel, pusarannya kurang jauh, hanya berkutat itu-itu dari awal sampai 400 halaman lebih, bisa menyelesaikan baca sudah sebuah prestasi. Potensi tersangka mudah sekali ditebak, jelas buku ini beruntung bisa nangkring dalam best seller New York Times secara instan – 13 Minggu di puncak. Lebih beruntung lagi DreamWorks studio bergegas mengadaptasinya dengan bintang Emily Blunt dan Luke Evans.

Dibanding cerita menguak misteri pembunuhan lainnya, yang sederhana saja macam kisah komik kelas SD sekalipun cerita yang disodorkan Hawkins terlalu lembut. Maka komentar Stephen King di sampul: “Membuatku tak bisa tidur hampir sepanjang malam.” Itu terlampau berlebihan. Namun tak apalah namanya juga endorm untuk menarik Pembaca. Lagian buku-buku King mayoritas soft-thrilling (so sorry for fan King) dalam memberi tekanan, jadi kisah biasa ini bisa membuatnya ketakutan ya wajar.

Kutipan-kutipan

Perempuan masih benar-benar dihargai untuk dua hal saja – tampang mereka dan peran mereka sebagai ibu. Aku tidak cantik dan aku tidak bisa punya anak, jadi apa yang tersisa untukku? Aku tidak berguna. – halaman 105
Orang tua tidak memperdulikan apa pun kecuali anak-anak mereka. Merekalah pusat jagat raya; hanya merekalah yang benar-benar penting. Tak seoarng pun lainnya penting, penderitaan atau kebahagiaan orang lain tidak penting, tidak ada satupun yang nyata. – 106
Ingatlah bahwa terdapat beberapa kesamaan fisik antara Megan dan Mrs. Watson – 110
Riley menggeleng-gelengkan kepala, mungkin tidak percaya atau merasa takjub. Bagaimana mungkin seseorang bisa terpuruk sebegitu dalamnya? – 111
Itu salah satu hal yang dicintai Tom dariku. Katanya: kekeraskepalaanku, kekuatanku. – 119
“Aku mencintaimu Megs,” gumamnya, aku lalu merasa tak enak, seperti orang terjahat di dunia. Aku tidak sabar menunggunya menutup pintu, karena aku tahu aku akan menangis. – 125
Ketika aku bercermin pagi ini, aku bisa melihat perbedaan di wajahku; kulitku lebih bersih, mataku lebih cemerlang, aku merasa lebih ringan. Aku yakin bobotku sebenarnya tidak turun sekilopun, tapi aku merasa terbebani. Aku merasa menyukai diriku sendiri, diriku sendiri yang dulu. – 126
Aku mengangkat bahu. “Pada pagi hari aku naik kereta api pukul 8:04 dan pada malam hari aku pulang dengan kereta pukul 17:56. Itulah keretaku. Itulah yang kunaiki. Begitulah.” – 208
Pasti dibutuhkan pengendalian diri yang paling luar biasa, keheningan itu, kepasifan itu; itu pasti melelahkan. – 221
Aku sudah cukup dekat untuk menyentuhnya, aku tahu seperti apa dia dan dia bukanlah pembunuh. – 249
Triknya adalah menipu diri sendiri dengan berfikir bahwa kau sedang menuju ke suatu tempat: pilih saja sebuah tempat dan berangkatlah ke sana. Aku memilih gereja di ujung Pleasance Road, yang berjarak sekitar tiga kilometer dari flat Cathy. – 258
Tapi, siapa yang melakukan apa yang dilakukan semalam? Siapa yang meniduri perempuan asing di ranjang perkawinan, padahal istrinya baru tewas kurang dari seblun yang lalu? – 290
Hal-hal yang dikatakan Tom kepadaku di dalam mobil, bersampur dengan perasaan bersalah mengenai apa yang terjadi pada Scott semalam: mimpi hanyalah benak yang sedang memunguti semua yang tercecer. – 301
Aku sangat menyadari bahwa tidak ada pekerjaan yang lebih penting daripada membesarkan anak. Tapi yang menjadi masalah pekerjaan itu tidak dinilai. – 310
Menjadi kekasih gelap sangatlah menggairahkan, tidak ada gunanya menyangkal hal ini; kaulah yang membuat lelaki itu tidak berdaya sehingga menghianati istrinya, walaupun ia mencintai istrinya. Sebesar itulah daya tarikmu tak tertahankan. – 311
“Aku pembohong yang baik.” – 319
“Ibuku berupaya membuatku mengundang mereka kemari,” katanya, “hanya agar bisa menolaknya. Permainan kekuatan.” – 321
“Aku baik-baik saja, masuklah, masuklah.” Aku tidak mau, tapi aku masuk. – 326
Anak kecil, remaja pemberontak, anak yang kabur dari rumah, pelacur, kekasih, ibu yang buruk, istri yang buruk. Aku tidak yakin apakah aku bisa membuat ulang diriku menjadi istri yang baik, tapi aku harus berupaya menjadi ibu yang baik. – 379
Biasanya dia melompati anak-anak tangga itu, tapi hari ini dia adalah lelaki yang yang sedang menuju taing gantungan. Aku hanya tak tahu apakah dia adalah si terhukum ataukah si algojo. – 383
Aku bangkit berdiri dan berjalan mengelilingi taman satu kali. Aku setengah berharap ponsel berdering dan setengah khawatir ponsel akan berdering, tapi pada akhirnya aku tetap senang benda itu tetap membisu. – 388
Dan esok aku harus bangun pagi-lagi sekali untuk mengejar kereta. – 428

The Girl On The Train | by Paula Hawkins | terbitan Doubleday, Random House Group Company | copyright 2015 | Penerjemah Ingrid Nimpoeno | Penyunting Rina Wulandari | Penata aksara Axin | Perancang sampul Wida Sartika | Cetakan IV, November 2015 | ISBN 978-602-0989-97-6 | Penerbit Noura Books (PT Mizan Publika) | untuk Kate | Skor: 2,5/5

Karawang, 210117 – Angela – I’m Like a Bird
*) file filmnya sudah siap kutonton, oke semenarik apa kisah Rachel dalam laju kereta ini? Mari kisah lihat. Malam Minggu nanti?

The Day Of The Jackal (Jilid 1) – Frederick Forsyth

image

“Oleh karenanya, menurut saya tugas pertama yang tanpanya semua usulan lain akan menjadi tidak ada artinya, adalah memberikan nama kepada orang ini. Dengan sebuah nama kita mendapatkan wajahnya, dengan wajahnya kita mendapatkan paspornya, dengan paspornya kita bisa menahannya. Tetapi untuk menemukan namanya, secara rahasia adalah tugas murni detektif.” Ia kembali diam, dan menyelipkan pipanya kembali ke antara giginya. Yang telah diucapkannya itu dicerna oleh masing-masing orang yang hadir. Tak seorang pun dapat menyalahkannya. Sanguinetti mengangguk pelan di sebelah sang Menteri. | “Dan siapakah, Komisaris, detektif terbaik di Perancis?” tanya sang Menteri. Bouvier menerungkannya beberapa detik, sebelum melepaskan pipanya lagi. | “Detektif terbaik di Perancis, tuan-tuan, adalah wakil saya sendiri, Komisaris Claude Lebel.” | “Panggil dia!”, kata sang Menteri Dalam Negeri.

Dalam film-film James Bond, kita sering terpukau akan aksi, ledakan, dan segala bentuk pemecahan masalah melawan kejahatan namun mentah itu hanya kulitnya saja. Tidak dijelaskan bagaimana sang agen 007 mendapatkan bantuan orang-orang di belakang layar. Tak ada gambaran orang-orang yang menyokongnya dengan jelas. Nah di buku ini kita bisa menikmati detail-detail yang tidak ada dalam aksi sang jagoan. Detail penyusunan rencana sebuah pembunuhan ditampilkan dengan bagus sekali. Poin utama novel ini adalah detail yang rasanya akan kena potong di film action yang penuh ledakan.
Endingnya menggantung karena yang saya baca baru jilid satu. Catatan pembuka yang saya tulis adalah paragraf ending. Akhir dari anatomi sebuah rencana. Kisahnya enak sekali diikuti, kualitas terjemahan mungkin tak serenyah buku-buku terbitan Gramed atau Bentang namun tetap bisa dinikmati. Bagian yang mengganggu adalah seringanya memakai imbuhan akhir ‘-nya’ dan saduran kalimat langsung asli Perancis yang dibiarkan apa adanya sehingga blank – harusnya diterjemahkan juga dong. Yah kalau sedikit sih ga papa tapi kalimat itu beruntun dan banyak ya bikin dahi berkerut. Dan inilah buku pertama sang jago cerita Frederick Forsyth yang saya lahap.

Kisahnya bergaris kejadian nyata tentang rencana pembunuhan presiden Perancis republik kelima, Jenderal Charles de Gaulle. Namun saya tak tahu apakah detail yang disodorkan Frederick ini nyata atau rekaan pikiran. Seperti yang kita tahu, sejarah Perancis yang panjang dengan Aljeria, kebijakan-kebijakan Pemerintah yang keras akan komunis, peristiwa pasca Perang Dunia Kedua yang rumit tentang berbagai kudeta sampai kejadian-kejadian yang luput dicatat sejarah. De Gaulle sendiri adalah pelaku kudeta Pemerintahan era Republik keempat yang penuh korupsi dan kuatnya pengaruh komunis di bulan Juni 1958. Saat itu ia adalah Perdana Menteri, ia memasuki istana Elysee pada Januari 1959 dengan kebijakan tanpa kompromi. “Sayalah Perancis, instrument takdir negara ini. Ikutilah saya, patuhilah saya.” Dia memulihkan negara dengan menolak budaya asing karena Perancis harus bangga akan kedigdayaannya. Buku ini jelas bervitamin, dan menambah wawasan. Kisah sesungguhnya bukan tentang Perancis, kisah sesungguhnya – seperti di judul – adalah aksi si Jackal, pembunuh bayaran.

Dibuka dengan cerita eksekusi mati sang pemberontak seorang kolonel Angkatan Udara Perancis, Letnan Kolonel Jean-Marie Bastien-Thiry di halaman utama Fort d’Ivry pada tanggal 11 Maret 1963. “Anda tak mengerti, tak ada pasukan Perancis yang tega mengangkat senjata terhadap saya,” katanya kepada pengacaranya. Ia keliru. Di pagi yang sejuk itu, pemimpin pemberontak Organisasi Pasukan Rahasia tewas di depan regu tembak. Seharusnya matinya orang nomor satu geng OAS  – Organization L’Armee Secrete – ini mengakhiri upaya lebih lanjut segala upaya membunuh sang presiden, namun tidak, justru ini adalah permulaan.

Upaya pembunuhan sudah enam kali dan gagal semua. Kegagalan yang terakhir ini dijelaskan dengan detail, bahwa ada kesalahan sepele yang terjadi namun sangat merusak. Di tanggal 22 Agustus di Petit-Clamart matahari akan terbenam pukul 8:35, namun itu ternyata kalender tahun 1961. Karena di tanggal 22 Agustus 1962 matahari terbenam pukul 8:10 malam. Perbedaan 20 menit itulah yang mengubah sejarah Perancis. Saat pukul 18:28 sang kolonel Bastien-Thiry melambaikan surat kabarnya dengan panik, sang presiden melewati jalan Avenue de la Liberation lebih cepat dari yang direncana. Bernier yang terkejut langsung menginstruksikan ‘tembak!’, mobil Presiden yang berkecepatan 70 mil/jam kena bagian belakang dan mengempeskan dua ban. Saat itulah Francis Marroux- sang sopir menyelamatkan nyawa De Gaulle.

Sang sopir terus berupaya kabur, di depan ada pasukan OAS lagi namun semua sudah terlambat. Pasukan pengawal Presiden bergegas membalas hingga membuat panik para pemberontak, mobil Presiden berhasil kabur melaju ke persimpangan jalan menuju Villacoublay. Kegagalan itu mengantar pemberantasan ke akar-akarnya organisasi OAS dan kroninya. Kelompok ini diadili Januari 1963. Dinas Rahasia Perancis, Service de Documentation Exterieure et de Contre-Espionage (SDECE) menyusupkan orang-orangnya di organisasi bawah tanah untuk memperoleh info-info rahasia musuh. Service One adalah kelompok murni intelejensi dan membagi bironya untuk R untuk Renseignement (Informasi). Di bawah norma Perancis yang menyenangkan, di bawah lapisan kebudayaan dan peradaban, berkecamuk salah satu perang bawah tanah yang paling pahit dan paling sadis dalam sejarah modern.

Eksekusi mati Bastien-Thiry dilaporkan dalam berita pukul 8 pagi di radio Europe Number One dan didengar sebagian besar di Eropa Barat. Di sebuah kamar hotel di Austria, siaran itu memicu serangkaian pemikiran dan membawa Jenderal de Gaulle mendekati maut lebih dari kapanpun dalam karirnya. Yang mendengar adalah kolonel Marc Rodin, kepala operasi OAS yang baru.

Rodin adalah orang rekan Antoine Argoud (wakil OAS) yang diculik dan disembunyikan oleh dinas intelejen. Ia mengangkat menjadi ketua jaringan OAS setelahnya dan mulai menyusun rencana baru. Dia mengundang Rene Montclair dan Andre Casson, orang kepercayaannya di Pension Kleist di Bruckneralle, Wina. Rodin hanya didampingi oleh Victor Kowalski, pengawal pribadi kepercayaannya. Pertemuan segitiga itu menghasilkan kesepakatan: untuk membunuh presiden mereka menyewa pembunuh bayaran. Orang asing yang tak ada sangkutpautnya dengan sejarah Perancis. Seorang pirang dari Inggris itu memberi kode nama Jackal – memberi tarif setengah juta Dollar. Separuh dibayar dimuka, separuh setelah eksekusi. Tarif mahal itu membuat jaringan OAS melakukan banyak perampokan sepanjang Juni-Juli 1963.

Di jilid 1 ini kita akan lebih banyak disuguhi kisah sang Jackal menyusun rencana. Seperti membuat identitas palsu. Ia harus ke Belgia dan istimewanya detail cara pemalsuannya dibuat dengan bagus. Sampai-sampai muncul istilah ‘Day of the Jackal Fraud’. Detail memesan senjata pesanan khusus diceritakan dengan rinci yang mengagumkan. Bagaimana ia memesan, berlatih sampai cara memasang dan melepas part-nya. Detail itu kalau sampai pada orang labil berbahaya. Dan ternyata pada tahun 2005 pernah ada percobaan pembunuhan Presiden Amerika Serikat, George W Bush oleh Vladimir Arutnunian, seorang militan yang katanya terobsesi dengan sang Jackal. Wuihh, efeknya seram.

Dalam seminggu ke depan jelas saya segera menyelesaikan jilid II, dan secepatnya kuulas. Pertanyaannya jelas bukan apakah sang pembunuh bayaran berhasil melakukan misinya? Karena kalau ditilik sejarah Perancis, sang presiden tidak mati di tahun 1963. Poin utama jilid II adalah menikmati keseruan tiap lembarnya, semoga sama memikatnya dengan yang ini. Anatomi sebuah pemburuan…

Beraksinya Sang Jackal, Jilid 1 | by Frederick Forsyth | ditejemahkan dari The Day Of The Jackal | Penerbit Huthcinson | alih Bahasa Drs. Arvin Saputra | Editor Dr. Lyndon Saputra | copyright 1971, diterjemahkan dari buku terbitan tahun 2004 | Penerbit Alice Saputra Communications, Co., | untuk Ibu dan ayah saya | Skor: 5/5

Ruang HR NICI – Karawang, 170117 – Sherina Munaf – Sebuah Rahasia