The Guest: Be Careful Who You Let In

image

Anna: What The Fuck?

Hati-hati dengan tamu Anda. Apalagi tamu asing yang mengaku sebagai teman anak Anda. Lebih harus berhati-hati lagi, kamu tersentuh hatinya dan memberi izin kepada sang tamu untuk menginap. Bukan hanya sehari-dua-hari namun sampai bosan! Dan ta-daaa… kejadian-kejadian aneh satu demi satu terjadi.

Film dibuka dengan absurb. Seorang pria lari, tak bersepatu, hanya berkaus kaki. Membawa ransel berat, kamera mengambil gambar dari belakang. Lalu muncullah judul utama, dengan tinta biru terang dan skor musik yang seram ala film horor. Menjelang helloween pagi itu, sebuah aktivitas baru keluarga Peterson, sang anak main game di HP sembari nunggu untuk berangkat sekolah. Sang suami mengecup kening istri pamit berangkat kerja. Kemudian sang istri menimang-minang jeruk termenung. Scene foto tentara dengan pigura bertulis ‘All gave some, some gave all.’ Pintu diketuk, membuyarkan lamunan. Pemuda lari itu adalah tamu keluarga ini. Memperkenalkan diri sebagai David Collins (dimainkan sangat bagus oleh Dan Stevens), teman Caleb anak pertama Peterson yang meninggal dalam perang Afganistan. Sebagai tuan rumah yang baik, Laura Peterson (Sheila Kelley) mempersilakan masuk.

David ke sana untuk menyampaikan pesan almarhum, bahwa Caleb begitu mencintai mereka. Membawa cinta ini sampai akhir hayatnya. Dan David diminta melindungi mereka. Adegan sedih ini digambarkan dengan haru dan apes-nya, pas sekali. David yang kabur dari rumah sakit, kabur dari militer kini sudah menyampaikan misinya dan berniat pergi. Namun dia ditahan untuk tinggal lebih lama karena toh setelah itu David ga tahu arah tujuan. Disinilah konflik itu dimulai.

Awalnya Spencer Peterson (Leland Orser) menolak. Menerima orang asing tinggal? Putri kedua Anna (Maika Monroe) yang cuek, sebagai seorang pelayan restoran malam ia juga ga terlalu ambil peduli. Namun waktu jua yang membuat akhirnya mereka menerima kehadiran teman almarhum Caleb. Satu per satu anggota keluarga dibantu. Luke (Brendan Meyer) si bungsu yang pulang sekolah berwajah memar kena bully genk sekolah, esoknya dibantu balas. Adegan di bar itu dibuat bagus euy. Ala film jadul yang bak bik buk, deer!

Berikutnya Anna yang diminta ibunya mengajak David ke pesta temannya Kristen (Tabatha Shaun). Tahu bahwa Anna berpacaran dengan seorang pengedar narkoba, pengangguran madesu Zeke (Chase Williamson). Di pesta itu ada adegan seks yang walau sepintas harusnya kena skip. David berkenalan dengan Craig (Joel David Moore) untuk jual-beli senjata. Sebagai orang militer, David tentu saja sudah mengenal Baretta, granat, dll. Proses traksaksi-pun dibuat halus. Kemudian tak dinyana, Zeke dibui atas tuduhan pembunuhan. Yah, tanpa diperlihatkanpun kita tahu itu ulah David. Sukses membuat Anna menangis dan terputus sama pemuda madesu. Hingga memutuskan menelpon pihak militer untuk menanyakan identias David.

Berikutnya Spencer yang sepanjang film minum bir mulu sebelum bobo bercerita betapa di kantornya dia disingkirkan pesaing. Temannya merebut jabatan yang seharusnya miliknya, office inner working. Dan tak butuh waktu lama. Teman kantor yang menduduki jabatan itu tewas, sehingga membuatnya promosi.

Berikutnya Luke yang berantem di kelas terancam dikeluarkan. Luke yang kini mempunyai pisau lipat kupu-kupu pemberian David mulai berani melawan teman kelasnya yang nakal. Saat David dan Mrs Peterson sampai di sekolah bertemu kepala sekolah, segalanya berubah. David mengintimidasi sang kelapa sekolah dengan cara brilian, sampai speechless sehingga Luke ga jadi dikeluarkan hanya mendapat detensi membantu pesta helloween.

Segalanya terasa menyenangkan? Hhhmmm… tidak juga. Pihak militer yang dipimpin Mayor Carver (Lance Raddick) memburu David. Identitasnya dibuka, ternyata dia bukan sembarang tentara. Harus dilenyapkan. Berhasilkah?

Biasa saja. Film ini berakhir dengan klise dan biasa saja dariku. Aneh rasanya film predictable gini punya rate tinggi di beberapa review. Film bisa saja meledak dahsyat, apalagi susunan plot sedari awal sampai 2/3 film sangat rapi dan enak sekali ditonton. Sampai di adegan David selesai menunaikan misi membantu keluarga. Spencer  mendapat promosi jabatan. Luke menghajar teman-temannya yang suka bully. Laura mendapat perhatian dan mendapat sosok ‘pengganti Caleb’, sampai yang paling ekstrem mengirim pacar Anna ke bui. Semua berjalan mulus dan bagus. Sayang jelang eksekusi ending berantakan. Semua amburadul seperti rentetan peluru pasukan di rumah keluarga Peterson.

Dari sutradara dan penulis naskah film You’re Next, aura horror itu terbawa. Sebagian scene memang sukses membuat kita begidik karena tensi film yang terjaga.  Gaya-gaya film era 1980an kental sekali. Dengan adegan kekerasan yang menyertai film ini kena rated R.

Ketampanan Dan Stevens membuat suasana makin gerah, gaya-gayanya mirip Ryan Gosling. Gaya retro jadul dengan tatapan dan senyum pemuda baik-baik. Sukses Dan yang mengubah bentuk badannya hingga benaran mirip eks tentara juga patut diacungi jempol. Bintang Downtown Abbey ini sukses memberi penonton rasa penasaran atas sosom David yang misterius.

Soundtrack-nya juara, yang anehnya ada dua tak disertakan dalam daftar. Dua lagu yang dibuat oleh band DAF dengan unik ‘Do the Mussoilini’ dan ‘Alles Ist Gut’ dicoret padahal dua lagu itu menyertai di beberapa adegan. Jadi penasaran CD mix buatan Anna isi komplitnya apa.

Film ini sedikit terselamat di 3 menit akhir. Saat Anna berteriak ‘What the fuck’. Langsung deh, tepuk tangan lagi. Kekuatan utama film ini justru di bagian skoring ala 1980an, salut buat Steve Moore. Karena selingan musiknya menghentak macam film horror. Moore terinspirasi John Carpenter dan Alan Howarth untuk film Helloween season 3: Season of the Witch.

Kabarnya budget film ini hanya 5 juta Dollars. Untuk film yang meliputi tabrakan mobil, rentetan senjata, dan setting helloween yang aneh. 5 juta dollar tentunya sangat efektif. Hebat. Tapi tetap yang utama adalah cerita. Naskah yang ditulis kurang dari 8 Minggu, sehingga seakan terburu, yah pantas saja jelang eksekusi ending acak-acakan. Beberapa bahkan membuat dahi berkerut saking anehnya.

The Guest | Year 2014 | Directed by Adam Wingard | Screenplay Simon Barrett| Cast Dan Stevens, Brendan Meyer, Maika Monroe, Sheila Kelley, Leland Orser, Lance Reddick, Tabatha Shaun, Chase Williamson, Joel David Moore| Skor: 3/5

Karawang, 101216 – Nikita Willy fear Oskar Mahendra – Pantas Untukku

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s